[Oneshot] My Joo & Jun


Annyeonghaseyo aithers . Aku bawa FF Oneshoot dengan cast si Junhyung BEAST..

Comment yaa ^^

HAPPY READING ! XD

 

***

 

Author : Dhammala Sobhita

Id Admin Blog :KEymi_

Title : My Joo & Jun

Main Cast :

  • You as Lee Hyeya
  • Junhyung BEAST as Yong Junhyung

Other Cast :

  • Lee Hyena [Original Character]
  • Kwang Joo [Original Character]
  • So Hyun Kwon 4Minutes as So Hyun Kwon
  • Eomma Hyeya
  • Appa Hyeya

Ratting : PG 15

Length :Oneshoot

Disclaimer : I do not own Junhyung and Sohyun. Others are my original character. Do not bashing and do not copy without any permission.

Summary : Aku ingin bersamamu karena kau mencintaiku, bukan karena kau menganggapku sebagai duplikasi dari eonniku.

***

Aku melangkahkan kakiku pelan mengikuti jejak eonniku yang berusia 4 tahun di atasku. Senja hampir menampakkan semburat jingganya tapi yeoja ini malah menuntunku menjauhi rumah. Aku yang masih berusia 14 tahun ini tidak bergeming tapi malah mengikuti eonniku perlahan. Benakku seakan terus bertanya -apakah ada hal yang penting?-pada eonniku tapi tak sedikitpun aku mengeluarkan pertanyaan padanya. Aku hanya diam seribu satu bahasa.

 

“Sampai Hyeya..”seru eonniku saat kami tiba di sebuah gedung kosong.

 

“Untuk apa kita ke sini eonni??”tanyaku pelan.

 

“Mulai hari ini aku..emm, kau dapat menemuiku di sini setiap hari Jum’at dan Sabtu sore. Jangan pernah datang pada hari lain ya.”seru eonniku seraya memegang kedua bahuku.

 

“Kau kenapa eonni??”tanyaku lagi.

 

Tapi bukannya menjawab pertanyaanku Hyena eonni malah berbalik ke belakang dan melihat seorang namja mendekat ke arah kami.

 

“Hyeya, dia namjachinguku. Namanya Junhyung. Mianhae Hyeya, tapi ingatlah pesan eonni tadi. Temui aku di sini setiap Jum’at atau Sabtu saja. Jaga appa dan eomma baik-baik ya dan jangan pernah katakan pada mereka tentang semua ini. Aku sangat menyayangimu, Hyeya.”

 

“Eonni..”

 

“Pulanglah.”suruhnya.

 

“Lalu kau??”

 

“Aku akan pulang lain waktu. Saranghae.”

 

***

 

Pada kenyataannya Hyena eonni tidak pernah pulang lagi. Aku selalu memandangi langit tiap sore, mencoba mengerti dimana Hyena eonni sekarang. Dimana ia menjalani hidupnya? Dengan siapa? Apa ia makan cukup?? Beberapa bulan pertama setelah kepergiannya aku masih sesekali menemuinya di gedung tua kosong yang ternyata adalah tempat pementasan drama rahasia. Jangan tanyakan aku lagi tentang bagaimana khawatirnya eomma dan appa.Tapi karena aku sangat mencintai eonniku maka selama 4 tahun ini aku bungkam. Karena setelah pertemuan kelima kami sejak eonniku kabur, aku kehilangan jejaknya. Aku tidak pernah melihatnya di gedung tua itu lagi setiap Jum’at atau Sabtu sore. Karena itulah aku memilih bungkam. Eonniku jahat. Ia adalah manusia terjahat yang pernah kutemui.

Ia adalah eonni terjahat selama masa hidupku. Berani-beraninya Hyena eonni pergi dengan tidak jelas dan tidak kembali sama sekali.

 

“Hyeya~ya, ada pelanggan rese di depan. Bagaimana kalau kau saja yang melayani? Sumpah aku tak tahan kalau harus melayaninya.”seru Sohyun, temanku di tempat kerja.

 

“Nuguya?? Mrs. Choi yang bawel itu?”tanyaku santai sambil merapikan tumpukan sepatu di gudang.

 

“Anhiya. Dia seorang namja, masih muda dan sangat tampan tapi dinginnya~ Kurasa ia lebih dingin dari seluruh es di kutub utara.”jawab Sohyun seraya menarik rapat jaketnya seperti orang kedinginan.

 

Aku hanya terkekeh geli melihat tingkahnya ini. Harusnya aku memanggil Sohyun dengan sebutan eonni tapi kurasa aku sering lupa menambahkan kata eonni itu. Untung saja Sohyun eonni tidak terlalu mempermasalahkannya.

 

“Kau saja yang layani namja itu ya.”rengekSohyun.

 

“Aku??”

 

“Ne. Biar aku yang merapikan gudang.”

 

“Geundae–”

 

“Sudahlah cepat temui dan layani pesanannya. Hwaiting, Hyeya!!”seru Sohyun eonni memotong ucapanku lalu mendorongku sedikit keras.

 

Aku terpaksa melangkah menemui konsumen yang yang dimaksud oleh Sohyun itu. Hanya ada satu konsumen yang sedang melihat-lihat sneakers di toko dan otomatis itu pasti orang yang dimaksud Sohyun. Aku memberanikan diri mendekat ke arahnya.

 

“Ada yang dapat kubantu, ahjussi?”tanyaku pelan.

 

“Ah, aku mencari sneakers putih. Dapatkah kau membantuku memilih?”pintanya.

 

Ia menoleh dalam sekejap dan membuatku terkejut karenanya. Ia tak mengedipkan matanya menatapku begitupun sebaliknya aku. Memori 4 tahun silam kembali terputar. Aku kembali mengingat saat-saatku bersama Hyena eonni. Saat Hyena eonni mengenalkan seorang namja yang tak lain adalah namjachingunya, Yong Junhyung..

 

“Permisi aku tidak jadi membeli.”seru namja itu seraya berlari pergi meninggalkan toko.

 

“Yaa! Chakkaman! Yong Junhyung!!”teriakku seraya mengejar namja itu keluar.

 

“Hyeya!! Hyeya!!!”Sohyun meneriakiku dari dalam toko tapi aku sama sekali tak menggubrisnya.

 

“Yaa!! Yong Junhyung! Chakka–”

 

Ciiit!! Braaaaaak!!

 

***

 

“Enghhh..”aku menggumam pelan ketika berhasil membuka kelopak mataku ini dengan susah payah.

 

Kepalaku pening. Dimana aku?? Mana Junhyung?? Bukankah tadu aku sedang berusaha mengejarnya?? Berbagai pertanyaan berlalu-lalang seenaknya di benakku, membuat kepalaku bertambah nyeri.

 

“Kau sudah sadar??”tanya sebuah suara di sampingku.

 

“Aku dimana?? Neo..”ujarku tertahan.

 

“Kau di rumah sakit. Tadi kau mengejarku dan kau..kau tertabrak.”

 

“Kau..kau pasti tahu dimana eonniku kan?!”seruku spontan.

 

“Mwo??”

 

“Mana eonniku?!!”teriakku.

 

Namja itu hanya diam menatap seorang anak kecil di pelukannya. Tatapannya dalam dan penuh arti.

 

“Mana eonniku?!! Kau sembunyikan dimana eonniku?!!”teriakku lagi.

 

“Appa.. Kwangjoo takut.. Ahjumma itu mayah-mayah teyus.”rengek namja kecil di dalam pelukan Junhyung itu.

 

“Kalau kau tidak tahu dimana eonniku sebaiknya kau pergi!”seruku membuang muka.

 

“Hyena..dia sudah tenang di surga.”gumam Junhyung oppa lirih.

 

“MWORAGO?!! Apa yang kau katakan tadi?! Jangan bicara sembarangan kau!!”bentakku.

 

“Aku..aku tidak bercanda, Hyeya. Hyena sudah lama pergi. Maaf aku tidak mengabarkannya pada kalian.”seru Junhyung oppa.

 

“Kau bohong!!!”

 

“Aku serius. Ini..Kwangjoo..

 

“Hyena..dia sudah tenang di surga.”gumam Junhyun oppa lirih.

 

“MWORAGO?!! Apa yang kau katakan tadi?! Jangan sembarangan kau!!”bentakku.

 

“Aku..aku tidak bercanda, Hyeya. Hyena sudah lama pergi. Maaf aku tidak mengabarkan pada kalian.”seru Junhyung oppa.

 

“Kau bohong!!!”

 

“Aku serius.. Ini..Kwangjoo.. Dia adalah anak Hyena.”

 

“Mworago?? Hyena eonni?? Kwangjoo??”aku meracau tak jelas sendirian.

 

“Kwangjoo, berikan salam pada bibimu. Dia adalah yeodongsaeng dari eommamu. Ayo berikan salam.”suruh Junhyung.

 

Kulihat namja kecil itu menggeleng cepat dan menenggelamkan kepalanya di bahu Junhyung. Perlahan air mataku mulai menitik. Anak ini..dia keponakanku?? Anaknya Hyena eonni.

 

“Uljimara, Hyeya.”seru Junhyung lirih,

 

“Joo, cepat sapa bibimu. Kau lihat, dia menangis karena kau tidak mau memberi salam.”

 

Aku mengusap air mata di sisi pipiku kemudian melihat Joo menaiki tempat tidurku dan merangkak di tubuhku pelan. Si kecil Joo merangkul leherku dan memberikan sebuah ppopo untukku.

 

“Annyeong, ahjumma. Kwangjoongieyo.”serunya.

 

“Annyeong, Kwangjoo. Aku Hyeya.. Dongsaeng dan eommamu.”

 

Amarahku pada Junhyung memudar seketika saat aku melihat Joo. Matanya bulat persis seperti mata Hyena eonni. Hidungnya yang mancung dan bibir mungilnya semuanya mirip dengan eonniku.

 

“Ahjumma, cepat sembuh..”ujar Joo.

 

Aku tersenyum padanya kemudian menolehkan kepalaku pada Junhyung oppa. Ia balas menatapku lembut dan tersenyum manis.

 

***

 

“Yaa!! Hyeya, ada apa denganmu?! Kepalamu?! Kenapa ini??”tanya Sohyun eonni cemas saat aku kembali bekerja dua hari setelah kecelakaan itu.

 

“Aishh~ Gwaenchanayo eonni. Aku hanya terjatuh.”jawabku tenang.

 

“Jinjja?? Kau serius??”

 

“Ne, eonni. Aku jatuh saat mengejar pelanggan menyebalkanmu itu.”

 

“Mwo?? Untuk apa kau mengejarnya??”

 

“Dia itu–”

 

“Moooom!!”

 

Aku berbalik saat mendengar teriakan anak kecil yang memotong ucapanku. Itu Joo.. Geundae, dia memanggilku apa? Mom??

 

“Joo!!”

 

“Annyeong. Bisakan kau mencarikan sneakers putih ukuran 42 untukku?”seru Junhyung oppa pada Sohyun eonni.

 

Sementara aku memeluk erat Joo kulihat Sohyun eonni menunjukkan wajahnya yang sama sekali tidak antusias.

 

“Kenapa kau ke sini, Joo??”tanyaku seraya mencubit pelan pipinya.

 

“Bogoshipo~”rengeknya.

 

“Ah, nado.. Oh ya, apa kau ingin bertemu harabeoji dan halmeonimu??”

 

“Eoh..”gumamnya.

 

“Kalau begitu kau harus menungguku pulang kerja ya.”seruku.

 

Aku menggendong Joo menuju Junhyung oppa yang sedang terlihat sibuk memilih berpasang-pasang sneakers putih yang dicarinya. Joo bertekur dengan mainan robot yang dipegangnya sejak tiba di toko ini. Kulihat raut wajah Sohyun eonni mulai masam. Sepertinya si Junhyung itu memang pelanggan yang menyebalkan.

 

“Eonni, biar aku yang melayaninya. Kau masuk saja.”seruku pada Sohyun eonni yang menatapku dengan tatapan-You’re my hero, Hyeya-

 

“Apa tidak ada model lain?”tanya Junhyung oppa.

 

“Yaa, kalau kau tidak suka kau bisa pergi dan cari toko lain! Jangan menyusahkan kami, ara?!!”bentakku.

 

“Omo! Kau ini galak sekali. Berbeda dengan eonnimu.”serunya.

 

“Jangan samakan aku dengan Hyena eonni!!”

 

“Mom..”gumam Joo lirih sambil menatapku bingung.

 

“Mianhae karena sudah menyamakanmu dengan Hyena. Ah, aku ambil model ini ukura 42.”seru Junhyung oppa pelan.

 

Aku menarik napasku dan mengambil sepatu di tangannya. Kucari sepatu dengan model sama di lemari dan dengan cepat memberikannya pada Junhyung oppa.

 

“Ini. 10.000 won. Ah, pulang kerja nanti tolong bawa Joo padaku. Aku akan membawanya pada eomma dan appaku.”ujarku dingin.

 

“Apa kau yakin??”tanyanya.

 

“Ne. Jam empat aku pulang.”

 

“Geuraeyo. Kalau begitu aku permisi. Ini uangnya. Joo, kajja kita pulang. Katakan ‘bye’ pada mom.”ujar Junhyung oppa.

 

“Annyeong, mom.”ucap Joo.

 

“Annyeong, Joo. Ppopo..”

 

Chu~ Kwangjoo mencium bibirku dan pergi meninggalkan toko.

 

***

 

“Mom.. It’s me!”teriak Joo dari belakang saat aku baru saja mengunci pintu toko.

 

“Hyeya, kau sudah punya anak sebesar ini? Bukankah kau baru saja akan masuk universitas?”tanya Sohyun eonni bingung.

 

“Ish~ Ini bukan anakku, eonni. Joo itu anak dari eonniku.”

 

“Hyena??”tanyanya.

 

“Ne. Kwangjoo adalah anak dari Hyena eonni.”seruku.

 

“Annyeong..”sapa seorang namja yang tak lain adalah Junhyung oppa.

 

“Lalu dia nampyeon dari Hyena?”tanya Sohyun eonni bingung.

 

“Emm..dia nampyeonnya. Joo, kajja kita bertemu halmeoni dan harabeoji. Hehe. Sohyun eonni, kami pamit dulu ya. Annyeong.”

 

Aku menggendong Kwangjoo dan berjalan dengan Junhyung oppa di sampingku. Kami terlihat seperti keluarga saja. Aish~ Apa yang kupikirkan! Dia itu suami dari eonniku, bagaimana aku bisa berpikir seperti itu.

 

“Coke!!”teriak Joo saat melihat mesin coke di tepi jalan.

 

“Kau suka coke?? Ah, kau tidak boleh minum itu terlalu banyak. Bahaya bagi kesehatanmu, Joo.”ujarku pelan.

 

“Not me, mom. Appa~”balasnya.

 

Anak ini fasih sekali berbahasa Inggris. Kurasa aku pun kalah dengannya. Ah, berlebihan. Hehe.Aku menatap mesin coke itu dan tersenyum tanpa sadar. Junhyung oppa di sana membeli dua kaleng coke.

 

“Untukmu.”ia menyodorkan satu kalengnya padaku setelah menghampiriku.

 

“Aku mau..”rengek Joo.

 

Aku pun memberikan kaleng itu pada Joo sebentar kemudian mengambilnya kembalu.

 

“Joo, sini biar appa yang menggendongmu. Kasihan Hyeya eommonim pasti lelah karena kau sangat berat.”seru Junhyung oppa seraya mengambil Joo dari tanganku.

 

“Kenapa kau menyuruhnya memanggilku mom?”tanyaku tanpa melihat ke arahnya.

 

“Joo membutuhkan kasih sayang seorang eomma dan kurasa kau bisa memberikannya. Kulihat ia juga sangat welcome padamu.”jawabnya.

 

Aku menggangguk pelan. Ia appa yang baik untuk Kwangjoo. Ia sangat menyayangi Joo dan pastinya juga sangat menyayangi eonniku.

 

“Kau akan masuk universitas?”tanyanya memecah keheningan.

 

“Ne. Aku akan ikut tes ke universitas Seoul.”jawabku.

 

“Seoul National University??”tanyanya heran.

 

“Ne. Waeyo??”

 

“Eonnimu juga masuk di sana saat itu.”

 

“Eoh, aku tahu ia sangat ingin masuk iniversitas itu. Ah, kita sudah sampai, Joo. Kajja!”

 

Aku menyuruh Joo turun dan menuntunnya masuk ke rumahku.

 

“Eomma..appa..lihat aku datang dengan siapa.”seruku riang.

 

“Aigoo~ Ada apa, Hyeya? Yaa! Nuguya?? Aigoo~ Neomu kyeo~ah..”seru eommaku.

 

“Siapa namamu??”tanya appa sambil mengembangkan senyuman di bibirnya.

 

“Kwangjoo, harabeoji.”seru Joo pelan.

 

“Abeoji, eommonim, Joo..Joo adalah–”

 

“Annyeonghaseyo.”sapa Junhyung oppa yang masuk belakangan.

 

“Hyeya, untuk apa kau membawanya ke sini?!”ujar appaku dengan nada sedikit meninggi.

 

“Appa..dia..Joo adalah anak eonni.”

 

“MWORAGO?!! Kau bohong! Neo!! Sebaiknya kau pergi dari sini! Untuk apa kau datang dengan Hyeya?!! Apa tidak ukup kau buat hidup Hyena yang sengsara?!!”bentak appa.

 

“Eomma..”ujarku.

 

“Hyeya, jauhi dia! Jangan dekati dia dan anak ini lagi!!”seru eommaku sambil menangis.

 

“Apa maksudmu, eomma?? Aku tidak akan meninggalkan Joo!!”

 

“Kau! Bawa pergi anak ini dari rumah kami.”seru appa.

 

Junhyung oppa segera meraih Joo dan menggendongnya.

 

“Mianhae,ahjumma, ahjussi. Hyeya, aku dan Joo pamit.”seru Junhyung oppa.

 

“Joo!!”

 

“Mom!”

 

Aku menatap sinis eomma dan appaku kemudian berlari mengejar Joo dan Junhyung oppa.

 

“Hyeya! Kembali!!”teriak appa dan eomma.

 

“Joo!!”teriakku.

 

Junhyung oppa menoleh dan menghentikan langkahnya.

 

“Untuk apa kau mengikutiku?”seru Junhyung oppa.

 

“Aku tidak bisa meninggalkan Joo, oppa.’ujarku seraya menangis.

 

“Aigoo~ Sudah, Hyeya. Uljima.. Ayo kita ke rumahku. Aishh~ Joo, kau juga jangan menangis.”

 

Junhyung oppa sekarang benar-benar seperti seorang appa dengan dua anak. Aku dan Joo menangis bersamaan. Bagaimana aku bisa menjadi sosok eomma yang baik bagi Joo sementara baru begini saja aku menangis. Tak lama kemudian kami sampai di rumahnya. Sedikit kecil dan juga berantakan. Joo tertidur di pundak Junhyung oppa sehingga ia segera memindahkannya ke tempat tidur saat kami tiba.

 

“Lee Kwangjoo???”tanyaku pelan, membaca nama di kartu imunisasi yang sudah usang.

 

“Bukankah namamu Yong Junhyung? Maka harusnya namanya adalah Yong Kwangjoo bukan?”tanyaku lagi.

 

“Emm..sebenarnya–”

 

“Apa ada yang kau sembunyikan dariku?!”tanyaku memotong ucapannya.

 

“Aku akan ceritakan semuanya. Kau mau minum apa?”

 

“Apa saja.”

 

Berbagai pertanyaan berlalu lalang di otakku. Anak siapa sebenarnya Joo itu?? Mengapa marganya Lee bukan Yong??

 

“Ige.. Green tea. Semoga kau suka.”ujar Junhyung oppa seraya meletakkan gelas green tea di hadapanku.

 

“Gomawo.”

 

“Ne..”

 

“Ah, sekarang ceritakan semuanya padaku.”seruku.

 

“Joo memakai marga keluarga Hyena karena..karena aku bukan appa kandungnya.”ujar Junhyung oppa sedih.

 

“Mwoya?!! La..lalu siapa appa kandungnya?? Lalu kau bukan nampyeon dari eonniku?!”tanyaku.

 

“Dulu aku memang namjachingu Hyena. Kedua keluarga kami, mereka tidak pernah setuju dengan hubungan kami hingga kami putus dan akhirnya lost contact. Lalu kudengar ia punya seorang kekasihdi universitas.”

 

“Lalu??”

 

“Lalu dua tahun yang lalu ia datang padaku saat kandungannya menginjak usia kesembilan. Ia..ia memintaku menjadi appa dari janin yang dikandungnya.”

 

“Lalu kau setuju??”

 

“Aku mencintai eonnimu, Hyeya. Aku mencintainya setengah mati jadi aku takkan sampai hati untuk menolak permintaannya itu.”

 

Junhyung oppa menarik napasnya panjang sementara aku duduk diam dengan linangan air mata.‎”Hyena menghembuskan napas terakhirnya setelah Joo lahir. Aku merawat Joo seorang diri dua tahun ini dan pumonimmu, mereka sudah tahu tentang kematian Hyena tapi mereka tidak pernah tahu kalau anak ini bukan anakku.”

 

“Arasseo, oppa. Mianhae karena selama ini aku selalu berpikir kau jahat.”

 

“Gwaenchana..”

 

“Eomma..”gumam Joo lirih seraya menghampiriku.

 

Aku segera mendekapnyaerat saat ia menghampiriku.

 

“Kenapa kau bangun lagi anak manis??”tanyaku.

 

“Appa..nyanyi..”gumamnya.

 

Aku mengelus rambutnya dan melihat Junhyung oppa bernyanyi.

 

“You’re my sunshine, my little sunshine. You make me happy when skies were grey..”

 

Junhyung oppa menyanyikan lullaby itu sementara aku mengelus rambutnya perlahan. Perpaduan itu membuat Joo kembali tertidur lelap.

 

“Hyeya, maukah kau menggantikan sosok Hyena di hidupku dan Hoo?? Kami membutuhkanmu.”seru Junhyung oppa tiba-tiba.

 

“Mwo?? Tapi oppa..aku masih 18 tahun.”seruku sedikit kaget.

 

“Kita akan menunggu sampai kau lulus dari universitas.”

 

“Lalu bagaimana dengn appa dan eomma??”tanyaku.

 

“Kita bicara pelan-pelan pada mereka. Kau mau??”‎”Beri aku waktu untuk berpikir oppa..”

 

Aku ingin bersamamu karena kau mencintaiku, bukan karena kau menganggapku sebagai duplikasi d ari eonniku saja, oppa.

 

***

 

“Mom..ireona~ Ireonarago..”

 

“Hmm..”gumamku seraya mengucek mataku.

 

“Annyeong, Joo.”ujarku.

 

Chu~ Joo langsung memberiku morning kiss dan beranjak menarikku ke meja makan. ‎”Kau sudah bangun? Cepat habiskan sarapanmu dan mandi. Hari ini kau tes di universitas bukan?”seru Junhyung oppa yang sedang membuatkan sarapan untuk Joo.

 

“Ne. Gomawo, oppa.”sahutku seraya melahap makanan di piringku.

 

Setelah menghabiskan makananku, aku bersiap untuk pergi ke kampus.Sudah sekitar satu minggu aku tinggal bersama Junhyung oppa dan Kwangjoo. Tenang, rumah ini punya dua kamar yang bisa ditempati sehingga aku bisa dengan tenang tinggal bersama Joo. Aku tinggal di sini demi Joo. Selama eomma dan appa belum bisa menerimanya maka aku akan tetap tinggal di sini.

 

“Joo, aku pergi dulu ya.”seruku seraya memegang kedua pipi Joo lembut.

 

“Hwaiting, mom!”serunya.

 

“Oppa, aku pergi dulu ya.”pamitkupada Junhyung oppa.

 

“Chakkaman, Hyeya.”seru Junhyung oppa.

 

Ia menarikku ke pelukannya dan mengecup pelan dahiku.

 

“Hwaiting! Lakukan yang terbaik ya.”ujarnya lembut.

 

Aku tersenyum padanya dan memakai sepatuku. Semua yang dilakukannya, itu usaha agar aku dapat menerima semuanya. Agar aku bisa menjadi pengganti Hyena eonni saja kan.

 

***

 

Aku mengikuti tes dengan baik. Semua karena Joo dan Junhyung oppayang membantuku selama ini. Mengingatkanku untuk belajar dan juga menyemangatiku. Kulangkahkan kakiku keluar namun langkahku terhenti melihat sosok di depanku.

 

“Bisa kita bicara sebentar??”

 

Aku mengikuti langkah orang di depanku menuju sebuah restoran.

 

“Mengapa kau tidak pulang? Kau tinggal dimana, Hyeya??”

 

“Mianhatta, eommonim.”

 

Ya, orang di depanku ini adalah ibuku. Ia..bagaimana bisaia tahu kalau aku ada di sini pun aku tidak mengerti.

 

“Junhyung dan Joo baru saja menemuiku dan abeojimu.”ujar eommonim.

 

Aku tidak dapat berkata apa-apa tapi hanya diam mengaduk-ngaduk minuman di depanku.

 

“Apa jadinya kalau orang-orang tahu kau tinggal bersama seorang namja sementara kau saja baru 18 tahun.”seru eommaku.

 

“Eommonim, kalau kau ingin membicarakanini kurasa aku lebih baik pergi.”ujarku tegas.

 

Kuakui sikapku ini sedikit berat jika diambil oleh yeoja berusia 18 tahun sepertiku. Tapi saat melihat Joo aku menjadi yakin kalau aku memang harus menjadi eommanya. Terlebih saat aku melihat Junhyung oppa, aku merasa ingin memiliki hatinya seutuhnya.

 

“Sebenarnya eomma dan appa sudah tahu tentang Hyena dan kelahiran anaknya.”aku eomma.

 

“Dia bukan anak–”

 

“Eomma tahu. Tadi Junhyung menjelaskan semuanya. Ia bilang Joo bukan anaknya.Ia menceritakan semuanya dan semuanya terkesan begitu jujur. Tatapan mata Junhyung sangat tulus.”

 

“Junhyung oppa memang tidak berbohong, eommonim.”

 

“Kau tahu, saat aku melihat Joo aku seperti melihat Hyena. Ia persis seperti eommanya.”

 

“Ne. Maka dari itu aku tidak mau kehilangannya seperti aku kehilangan eonni.”ujarku lirih.

 

“Dan Junhyung tidak mau kehilangan orang yang disayanginya lagi.Sudah cukup pahit baginya kehilangan Hyena dan ia tidak ingin kehilanganmu dan Joo sekarang.”

 

“Mworago???”

 

“Junhyung datang melamarmu. Ia mencintaimu.”

 

“Eommonim, tapi aku masih 18 tahun.”ujarku menutupi rasa bahagiaku.

 

“Ne. 4 tahun lagi. Ia bersedia menunggumu sampai 4 tahum lagi.”sahut eommaku.

 

“Jinjja??”

 

“Ne..”

 

Drttt..drrtttt~ Ponselku tiba-tiba bergetar hebat.

 

“Yoboseyo, Hyeya.   Bagaimana tesmu?”tanya Junhyung oppa di telepon.

 

“Oppa!! Saranghae~”

 

***

 

4 tahun kemudian..

 

“Okay, hana..dul..set..say kimchi~”seru fotografer yang bertugas mengabadikan moment bahagia kami ini.

 

“Yaa, Hyeya! Kau..tak kusangka akan menikah secepat ini.”seru Sohyun eonni yang datang ke pesta pernikahanku bersama nampyeonnya.

 

“Hahaha. Demi Joo, eonni.”sahutku.

 

“Hey pelanggan menyebalkan, jaga Hyeya baik-baik ya.”seru Sohyun eonni.

 

“Geurae. Hahaha. Akan kujaga bocah ini sebaik-baiknya.”sahut Junhyung oppa.

 

“Apa kau bilang?? Kau bilang aku bocah, oppa?!!”

 

“Mianhae yeobo. Hehe.”

 

Aku berpura-pura cemberut di depannya.

 

“Yeobo, wedding kiss~”pinta Junhyung oppa seraya menunjuk bibirnya.

 

“Eomma!”seru Joo.

 

“Yaa, Kwangjooku. Kajja, peluk eomma. Hmm, poppo~”seruku seraya memeluk anak Hyena eonni yang juga anakku.

 

Joo mengecupku pelan dan memelukku. Usianya sudah 6 tahun sekarang tapi ia masih saja imut seperti saat usianya 2 tahun.

 

“Aku akan memanggilmu eomma saja. Aku tidak ingin menggunakan panggilan ‘mom’ seperti yang appa ajarkan. Panggilan itu terlalu asing untukku. Appa payah.”seru Joo.

 

“Apa kau bilang?? Appa payah katamu??”balas Junhyung oppa seraya mengendong Joo.

 

Aku hanya tertawa melihatnya. Lee Kwangjoo sekarang akan menjadi Yong Kwangjoo. Hyena eonni, kau lihat.. Aku akan membahagiakan orang-orang yang kau sayangi.

 

“Yeobo, saranghaeyo.. Joo, katakan kau menyayangi eommamu.”

 

“Eomma, saranghaeyo.”ujar Joo.

 

Chu~ Junhyung oppa dan Joo mengecup pipi kiri dan kananku bersamaan.

 

“Lihat ke sini ya. Say kimchi~”

 

Klik!

 

Saranghae oppa, saranghaeyo Joo, saranghaeyo Hyena eonni.. Saranghaeyo yeongwonhi.

 

 

-THE END-

Advertisements

21 thoughts on “[Oneshot] My Joo & Jun

  1. ahhhhhhh jeongmal>< ceritanya sweet banget! aku dapet banget perasaan si hyeya:3 jadi ngebayangin kalo itu aku sama junhyung;3 *eh ㅋㅋㅋㅋ ga kebayang junhyung harus ngurus anak. lucu pasti xD kembangin lagi ya min! ini udah bagus bgt loh! 😀 aku sukaaaaaaaa *cium author* xD

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s