A-Pink Concerto – Hayoung’s Story


hayoung

Title: Dark Melody

Author : Seven94 @ http://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Oh Hayoung
  • Jung Jessica
  • Kim Sungkyu
  • Kim Myungsoo

Genre : Romance,idol life, concert(?)

Length : Oneshoot

Rating : PG

Dark Melody

Dentuman musik mulai terdengar memenuhi aula konser yang sangat luas, semua fans yang sudah menunggu idolanya muncul berteriak histeris menunggu sang pujaan datang dan menggemparkan panggung dengan aksi mereka.

Nappeun jiseul jeo jilleosseoyo..geureohge nollan nuneuro nal boji mayo.” Suara Hayoung menggema dan seluruh fans nya langsung menjerit-jerit sambil mengacung-ngacungkan spanduk.

Melihat idolanya mulai menari dan menyanyi mereka ikut berdendang, mereka tidak peduli dengan suasana aula konser yang sangat panas yang terpenting mereka bisa menikmati penampilan idola mereka.

Namun yang membuat para fans penasaran kemanakah sosok salah satu idolanya, bukankah seharusnya mereka ada dua orang? Sebagai duo yang popular di korea fans mereka tidak mau kehilangan salah satu idola mereka.

Yeogiseo da teoreo noheul kkayo..ojetbam geudae jeonhwa wae an badatgeyo.” Suara Jessica menyusul dan akhirnya para fans bisa menghela nafas lega mereka kembali menikmati musik yang energik namun menggoda juga.

Ha young dan Jessica menari dengan lincah dan seksi di panggung, mereka menikmati perhatian yang di berikan kepada mereka bekerja di dunia entertainment selama hampir lima tahun mangajarkan kedua gadis itu untuk menikmati perhatian publik.

Hayoung terlihat seksi dengan baju bergaya cowboy nya,begitu juga Jessica,bot hitamnya mencapai lututnya dan celana pendeknya terlihat ketat memeluk kaki jenjang nya.

Sedangkan Jessica memakai celana kulit hitam dan baju transparan dengan dalaman berwarna yang sama, rambut pirangnya di ikat kebelakang membuat leher mulusnya terlihat menggoda semua mata para fans lelaki nya.

Seperti biasa Hayoung selalu lincah dalam menari sedangkan Jessica lebih banyak menyanyi, mereka berdua saling melengkapi diatas panggung,inilah alasan kenapa mereka begitu sukses dan banyak sekali lelaki yang menggandrungi mereka.

Jessica bisa melihat sebagian besar audiens yang ada di konser mereka adalah lelaki, pemandangan yang tidak aneh Jessica tahu belakangan ini dia dan Hayoung di nobatkan sebagai wanita terseksi se-Asia menurut majalah Forbes.

Seperti biasa Hayoung menari dengan lincah dan sensual sesekali menyentuh penari latar mereka, dan semua fans langsung berteriak menyebut nama mereka. Jessica berlari mendekati para fans dia sesekali menyentuh tangan fans yang beruntung, semua orang langsung berebut ingin menyentuh tangan Jessica.

Mereka menikmati semua gemilang panggung namun mereka tidak tahu, akan sampai dimana mereka bertahan dan menyanyi juga menari seperti ini.

****

Sungkyu tersenyum saat dia mendengar lagu kesukaan nya diputar, dia harap ia bisa melihat kedua idolanya itu andai saja hidupnya tidak dikelilingi oleh kegelapan dan kesengsaraan terkadang ia benci harus hidup seperti ini.

“Hyung lagu kesukaanmu diputar di TV, wahh.. grup Starlight semakin populer saja.” Ucap Myungsoo sambil membesarkan volume membuat Sungkyu bisa mendengar lebih jelas lagu kesukaannya.

“Suara Hayoung sedikit serak..” Sungkyu mengungkapkan dan Myungsoo melirik kearah kakaknya itu, Telinga kakaknya itu memang sangat tajam padahal jika orang biasa hanya akan menyangka kalau suara Hayoung biasa-biasa saja.

“Iya Hyung,mungkin dia lelah.” Myungsoo membalas dia berjalan menuju dapur dan mengambil makan siang mereka.

Sungkyu menggapai buku yang ada disampingnya, dia tidak yakin jika buku yang dia pegang adalah buku Myungsoo atau bukunya namun saat dia menyentuh cover buku yang dia pegang dia bisa merasakan huruf Braille ada di cover buku itu setelah itu barulah dia yakin kalau itu bukunya.

“Hyung ini saat nya makan siang,kau bisa membaca buku nanti.” Myungsoo mengomel, Sungkyu menghela napasnya, dia tidak bisa melawan saat Myungsoo merebut bukunya.

“Bukankah tidak sopan merebut buku kakakmu seperti itu?” Sungkyu bertanya dengan nada sarkasme dan Myungsoo hanya terkekeh.

“Maaf Hyung, tapi ini saatnya makan.” Ucap Myungsoo, dia menyimpan mangkok makan siang Sungkyu didepan kakaknya.

Myungsoo sedikit khawatir saat dia melihat Sungkyu menggapai-gapai kearah meja mencari sendok makan siangnya, namun Myungsoo tidak membantunya, dia tahu jika dia membantunya kakaknya itu akan merasa tersinggung dan mengatakan kalau dia bisa makan sendiri.

Sungkyu akhirnya menemukan sendok itu dan akhirnya ia mengarahkan sendok itu kearah mangkuk, hari ini dia harus makan dengan nasi dan beberapa sayuran. Myungsoo sudah memotong lauk pauk nya sehingga Sungkyu tidak akan kesusahan.

Kakaknya itu sudah lama seperti ini, sudah lama tidak bisa melihat indahnya warna dan pemandangan. Myungsoo selalu ingin menangis saat dia melihat Sungkyu menatapnya dengan tatapan kosong. dia merindukan kakaknya yang bisa melihat kakaknya yang selalu mengajarkannya bermain musik.

“Hyung,aku harus mengajar hari ini, apa kau yakin kau ingin sendirian dirumah?” tanya Myungsoo. Myungsoo dan Sungkyu sudah membahas soal ini ribuan kali dan Sungkyu selalu mengatakan iya.

“Iya, Myungsoo aku buta bukan bodoh..” Sungkyu berkata dan dia melahap lagi makan siangnya, terkadang dia berhenti sejenak karena dia tidak yakin kalau sendoknya sudah terisi oleh makanan atau belum.

“Baiklah, tolong jaga rumah dan studio oke? Aku akan kembali sekitar jam 3 sore.” Myungsoo mengingatkan dan Sungkyu mengangguk.

Sungkyu bisa mendengar Myungsoo mengambil tasnya dan dia menepuk bahu Sungkyu sekilas lalu pergi, langkah kaki Myungsoo selalu terdengar terburu-buru seakan dia dikejar oleh hantu atau semacamnya.

Sungkyu tersenyum mengingat masa lalu, dia tahu kalau adiknya itu adalah orang yang paling ceroboh sedunia bahkan saat kecil Myungsoo seringkali jatuh membuat dia harus sering mengobati adiknya itu.

****

“KYAAA HAYOUNG!JESSICA!” jeritan-jeritan itu langsung bisa Hayoung dengar saat mobil van mereka masuk ke kawasan kantor agensi mereka, sepertinya semua fans mereka sudah menunggu disana sejak tadi pagi.

Jessica dan Hayoung tidak mengerti kenapa fans mereka selalu berkumpul disana,padahal ia dan partner nya itu tidak sering datang kekantor agensi mereka.

“Ayo kita turun, security sudah menunggu.” Manager mereka berkata dan Jessica mengerang.dia paling tidak suka jika dia harus turun dari mobil dan semua fans langsung berebut ingin menyentuhnya.

Hayoung yang turun duluan dia langsung disambut oleh jempretan lens dari kamera para fans dan sebagian lainnya mencoba menyentuhnya, Hayoung cukup ramah dia tersenyum kearah fans dia bahagia sekali saat dia mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut fans mereka.

Kata-kata yang menyemangati mereka selalu berhasil membuatnya semangat kembali meskipun badan nya terasa remuk dan dia ingin beristirahat, pipinya sakit dia sudah tersenyum hampir seharian karena mereka baru saja menghadiri acara reality show.

Tidak baik bagi selebriti untuk cemberut didepan kamera, kan? Mereka harus terlihat rapi dan cantik setiap saat jika tidak rumor akan langsung menyebar seperti api yang ditiup angin.

Hayoung dan Jessica akhirnya masuk kedalam gedung dan mereka langsung di perintahkan untuk masuk kedalam kantor CEO mereka.

“Hello Starlight!” CEO mereka Choi Siwon langsung menyapa mereka, Jessica memutar matanya,dia tidak terlalu suka pada CEO nya itu walaupun kenyataannya dia bekerja dibawah perusahaannya.

Sajang-nim,annyeoung haseyo.” Hayoung menyapa begitu juga Jessica mereka menunduk dengan waktu yang sama.

Aigoo.. lihat kalian, kompak sekali bahkan dibelakang panggung.” Siwon berkata.

“Terimakasih atas pujiannya Sajang-nim.” Hayoung berkata dan Siwon mengangguk.

“Sama-sama, Hayoungku yang manis.” Siwon berkata dan Hayoung tersenyum, sedangkan Jesssica hanya menatap kearah kukunya yang kelihatannya patah saat dia dipanggung tadi.

“Hm…Jessica jika kau khawatir soal kukumu,aku bisa membayar medipedi mu nanti.” Siwon berkata dan akhirnya Jessica mendongak menatap kearah CEO nya.

“Kalau boleh tahu..apa yang ingin anda bicarakan sajang-nim?” Hayoung bertanya dan Siwon mendekat kearah Jessica dan Hayoung.

“Aku hanya ingin mengatakan kalau..” Siwon tidak melanjutkan perkataannya, dia melirik kearah kedua gadis yang sudah jadi aset perusahaan Entertainment nya itu.

“Apa Sajang-nim?” Tanya Jessica tidak sabar.

“Kalian berdua akan mengadakan konser diluar negeri! Bagaimana apa kalian senang? Banyak sekali Negara Eropa yang menginginkan kalian!” Siwon berseru dan Hayoung juga Jessica langsung bersorak mereka berdua langsung memeluk Siwon dan Siwon tersenyum penuh kesenangan sambil melingkarkan tanganya dia bahu kedua gadis cantik itu.

“Yayy..akhirnya Eonni!akhirnya!” Hayoung berkata, setelah perjuangan mereka selama tiga tahun di korea akhirnya mereka juga terkenal di Eropa dan mungkin seluruh dunia.

“Iya Hayoung-ah! Akhirnya kita terkenal disleuruh dunia!” Jessica berkata dan mereka berjingkrak-jingkrak penuh semangat, mereka lupa kalau tadi mereka lelah.

“Ok,ok..sebaiknya kalian berhenti berjingkrak-jingkrak. kalian membuat kepalaku sakit.” Siwon berkata dan kedua gadis itu pun berhenti.

“Sebaiknya kalian mempersiapkan segalanya, kalian harus banyak istirahat dan menjaga kesehatan ok? Jadwal konser kalian sekitar 2 bulan lagi jadi kalian bisa bersantai sekarang beristirahatlah dan temui keluarga kalian.” Siwon berkata dan Hayoung juga Jessica mengangguk.

“Baiklah sajang-nim.” Keduanya menurut.

“Kalian boleh pulang sekarang.” Siwon berkata dan keduanya langsung keluar dari ruangan Siwon, Siwon bisa mendengar kedua gadis itu masih bersorak soal konser mereka diluar negeri dan Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.

Eonni bagaimana kalau kita merayakannya? Kita bisa merayakannya dengan berbelanja!” Hayoung berkata dan Jessica mengangguk.

“Ya tuhan kau benar Hayoung! Ayo kita berbelanja untuk pakaian baru..kita harus tampil stylish!” Jessica berkata dan merekapun berbelanja di kawasan Gangnam.

****

Hari ini studio foto Myungsoo sepi sekali, biasanya seorang gadis yang bekerja di café sebelah selalu mampir mungkin hanya ingin bercengkrama dengannya atau Myungsoo menyuruh gadis itu untuk menjaga kakaknya namun hari ini tidak.

Sungkyu menyentuh tongkat nya dan berjalan menuju pintu depan studionya, dia ingin sekali berjalan-jalan ketaman dia sudah jenuh duduk didepan meja kasir dan menunggu seseorang datang.

Angin langsung menyentuh wajahnya saat Sungkyu sudah berdiri didepan pintu utama Studio Myungsoo, cuaca pasti cerah sekali diluar karena dia bisa merasakan hangatnya sinar matahari menyentuhnya.

Sungkyupun berbalik masuk kembali kedalam studio nya lagi, dia tidak bisa meningalkan rumah sekaligus studio mereka, mungkin jika Myungsoo libur dia bisa mengajak nya main ke taman dan menghirup udara segar.

Saat Sungkyu duduk tiba-tiba saja dia mendengar bel studionya berbunyi itu tandanya ada seorang yang masuk, Sungkyu langsung berbalik.

“Siapa disana?” Tanya Sungkyu.

Sungkyu bisa mendengar langkah kaki mendekat kearahnya, namun dia tidak mengenal suara langkah kaki itu jika langkah kaki Myungsoo biasa terdengar lebih berat dan terburu-buru langkah kaki ini lebih pelan dan sepertinya dia memakai sepatu yang runcing karena Sungkyu bisa mendengar suara ketukan saat orang itu berjalan.

“Hi..aku..aku tersesat,bisakah aku ikut diam disini sebentar?” Pinta orang itu, mendengar suara yang lebih feminim namun juga asing membuat Sungkyu sedikit bingung.

Dia seorang wanita dan dia bilang dia tersesat Sungkyu kasihan namun dia ingat pesan Myungsoo, jika dia tidak mengenal orang itu jangan biarkan orang itu diam di studio.

“Maaf nona tapi aku tidak bisa..” Kata Sungkyu, Sungkyu terkejut saat dia merasakan sepasang tangan menyentuh bahunya.

“Aku mohon hanya lima belas menit, sampai Eonniku menjemput.” Wanita itu memohon dia terdengar sangat putus asa Sungkyupun akhirnya memutuskan untuk menolong gadis itu.

“Baiklah kau boleh diam disini.” Sungkyu mengijinkan dan dia membiarkan wanita itu duduk di salah satu bangku yang ada di studio nya.

“Terimakasih.” Wanita itu berterimakasih dan Sungkyu mengangguk.

Tak lama setelah gadis itu duduk Sungkyu bisa mendengar keributan di luar studio Myungsoo, dia bisa mendengar orang-orang menjerit dan sebagian ada yang sibuk memotret.Sungkyu tahu karena dia bisa mendengar suara dari kamera yang mereka bawa,langkah kaki yang banyak itu akhirnya menghilang dan berganti menjadi sunyi.

Sebagai mantan  musisi yang professional dia tahu suara yang dihasilkan dari beberapa benda, telinga nya juga sangat sensitive terhadap suara Sungkyu ingat dulu dia sangat menyukai kamera digitalnya karena kamera digital selain kecil juga memiliki kualitas foto yang baik.

Sungkyu berbeda dari adiknya,dia lebih menyukai musik walaupun terkadang dia juga suka memotret sesuatu yang unik atau  menarik, Myungsoo lebih suka memotret manusia itulah alasannya kenapa sekarang adiknya itu bekerja di perusahaan majalah dan mengajar fotografi di Universitas Seoul.

Hayoung menatap kearah lelaki yang ada didepannya, lelaki itu dengan anehnya menatap kearah pintu dengan lurus bahkan dia tidak berkedip.

Apakah matanya tidak terasa perih? Hayoung bertanya pada dirinya sendiri, Hayoung berjalan kearah lelaki itu namun lelaki itu tidak melirik kearahnya.

Gadis itu berjalan mendekat dan dia bisa melihat pemuda itu memegang sesuatu, dia memegang sebuh tongkat berwarna putih Hayoung mengenal tongkat itu.

Tongkat itu adalah tongkat yang biasa digunakan untuk seorang yang buta, apakah lelaki yang ada dihadapannya itu buta? Pantas saja dia kelihatan kebingungan dan tidak mengenalnya saat Hayoung masuk.

“Maaf ahjusshi..” Hayoung memulai dan Sungkyu tertawa.

“Tolong jangan panggil aku ahjusshi,kau terdengar masih muda kau bisa memanggilku Sungkyu.” Kata Sungkyu dia tersenyum kearah pintu Hayoung ingin tertawa, namun dia tahu senyuman Sungkyu untuknya.

“Baiklah Sungkyu-Shi..” Hayoung memulai.

“Terimakasih sudah mengijinkanku menunggu disini, sebentar lagi Eonniku akan menjemput jadi kau tak usah khawatir.” Hayoung membalas dan Sungkyu tersenyum.

“Tidak apa-apa jika kau ingin menunggu disini lebih lama, aku tidak bermaksud untuk mengusirmu tadi aku hanya sedikit kaget.” Sungkyu beralasan dan Hayoung tersenyum.

“oh iya, bagaimana kalau aku memberikan ini sebagai tanda terimakasihku?” Ucap Hayoung dia memberikan sebuah gantungan yang dia dapatkan sebagai hadiah saat dia mengadakan acara fansign di mall tadi.

Hayoung menyodorkan gantungan kecil itu namun Sungkyu tidak mengambilnya juga, Hayoung lupa kalau Sungkyu buta dia pasti tidak tahu kalau dia dari tadi menyodorkan gantungan kecil itu.

“Oh maaf..” Kata Hayoung dia menyentuh tangan Sungkyu dan menyimpan gantungan kunci itu ditelapak tangan Sungkyu, Hayoung menatap kearah wajah Sungkyu entah kenapa saat dia menatap kearah Sungkyu jantungnya berdetak sangat kencang.

“Terimakasih tapi kau tak usah memberikanku ini..” Sungkyu berkata dia mencoba menarik lagi tangan Hayoung, Hayoung merasa malu namun dia menyentuh lagi tangan Sungkyu.

“Tidak apa-apa Sungkyu-shi,anggap saja ini hadiah kecil dariku.” Balas Hayoung , Sungkyu mengangguk dan dia meremas gantungan kecil itu.

“Terimakasih.” Kata Sungkyu dan Hayoung tersenyum.

“Sama-sama.”  Hayoung menjawab, dia melirik keluar dan dia bisa melihat mobil van hitamnya akhirnya datang dan berhenti di depan studio.

“Maaf aku harus pergi, sepertinya aku sudah di jemput.” Hayoung mengungkapkan.

“Baiklah,sampai berjumpa lagi.” Ucap Sungkyu.

“Ya sampai jumpa.” Hayoung berkata dia berbalik dan melangkah kearah pintu depan studio.

“Tunggu!” Sungkyu berseru dan Hayoung melirik kearah Sungkyu.

“Kalau aku boleh tahu..siapa namamu?” Tanya Sungkyu, Hayoung menunduk dia tidak bisa mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya.

“Aku… panggil aku Helen.” Hayoung menjawab.

“Senang bertemu denganmu,Helen.” Sungkyu tersenyum dan Hayoung mengangguk, dia senang sekali saat Sungkyu mengatakan kalau dia senang bertemu dengannya.

“Sampai jumpa, Sungkyu-shi.” Hayoung keluar dari studio, Sungkyu yang mendengar pintu studionya tertutup akhirnya menghela nafas. dia akan sendirian lagi sampai Myungsoo datang.

Dia memainkan gantungan kecil yang ada di tangannya, dia tidak tahu bentuk apa gantungan yang dia pegang namun dia bisa merasakan sesuatu runcing di ujung gantungan itu.sebaiknya dia menanyakannya pada Myungsoo.

Semoga kita bertemu lagi, Helen

****

“Hyung..aku pulang!” Myungsoo berseru dan dia langsung disambut oleh kakaknya yang kelihatannya tertidur didepan meja kasir.

“Myungsoo-ya kau sudah pulang?” Sungkyu bangun dan tersenyum.

“Nde,maaf aku sedikit telat tadi aku dihubungi oleh perusahaan majalah.” Myungsoo berkata dia membantu Hyungnya untuk berjalan kearah tangga.

“Oh apa mereka ingin menyewamu lagi untuk pemotretan?” Tanya Sungkyu.

“Iya, tapi aku belum tahu siapa artis yang akan aku potret.” Myungsoo berkata dan akhirnya merekapun sampai dilantai atas.

“Myungsoo.” Sungkyu memanggil dan Myungsoo melirik kearah kakaknya.

“Iya Hyung?” Myungsoo bertanya.

“Bentuk apa gantungan yang kupegang ini?” Sungkyu bertanya dia menunjukan gantungan yang dia pegang,Myungsoo menatap kearah gantungan kecil yang ada ditangan Sungkyu dia tahu gantungan itu berasal dari mall.

“Gantungan ini berbentuk bintang, Hyung siapa yang memberikan gantungan ini padamu?” Myungsoo bertanya.

“Tadi siang ada seorang gadis yang tersesat, dia memberikan gantungan ini padaku sebagai tanda terimakasih.” Sungkyu menjawab, Myungsoo menatap kearah gantungan itu entah kenapa dia merasa sangat familiar dengan gantungan yang Sungkyu punya.

****

“BOO!” Jessica menguncangkan bahu Hayoung, Hayoung terkejut dan mengelus dadanya.

“Kenapa kau melamun sendirian? Tidak biasanya.” Jessica berkata dan diduduk diranjang Hayoung, Hayoung tersenyum kearah Jessica.

Hayoung sedang memikirkan Sungkyu wajah lelaki itu selalu muncul dalam otaknya, apalagi jika dia mengingat kalau tangan mereka bersentuhan.

Lelaki itu mungkin buta, namun entah kenapa Hayoung merasa tertarik sekali kepada lelaki itu. dia masih ingat bibir manis Sungkyu hidung mancungnya dan yang paling membuat Hayoung semakin suka pada lelaki itu adalah matanya.

Mata itu mungkin tidak bisa melihat namun didalam mata itu tersirat seribu emosi, walaupun mata itu tidak menatap kearah Hayoung, dia tahu kalau mata itu sedang mencari sosoknya.mata Sungkyu begitu bening dan bersih sehat seperti mata orang normal.

“Oh iya, tadi siang aku melihat kau mengobrol dengan seorang pemuda..siapa dia?” Jessica bertanya dan Hayoung tersenyum.

“Dia Sungkyu,dia tampan kan?” Hayoung bertanya dan Jessica mengangguk.

“Iya, dia menarik tapi aneh..saat kau mengobrol dengan dia kenapa dia tidak melirik kearahmu?” Tanya Jessica dan senyum Hayoungpun pudar.

“Oh itu..dia tidak bisa melihat.” Hayoung menjawab dan Jessica terlihat sedih juga.

“Oh..sayang sekali,padahal dia tampan.” Jessica berkata, Hayoung mengangguk.

“Hey! Bagaimana kalau kita ke studio itu lagi?aku ingin bertemu dengannya.” Jessica mengajak dan Hayoung langsung menggelengkan kepalanya.

“Aniyo! Eonni andwae!” Hayoung langsung histeris.

“Kenapa?apa kau takut aku merebutnya?” Tanya Jessica jahil dan Hayoung menggelengkan kepalanya.

“Bukan begitu Eonni! Aku hanya ingin menunggu beberapa hari sebelum aku bertemu lagi dengannya, dan kau tidak boleh mengatakan kalau aku Hayoung dan kalau kau adalah Jessica.” Hayoung memberi syarat dan Jessica mengangguk.

“Baiklah kalau itu yang kau mau,aku akan menjaga mulutku tapi.. kenapa kau tidak ingin dia tahu kalau kau Hayoung?” Jessica bertanya penasaran.

“Entahlah Eonni,aku hanya ingin menjadi diriku sendiri didepannya. aku hanya ingin dia merasa nyaman denganku tanpa mengetahui status selebritiku.” Hayoung menjawab dan Jessica mengangguk ,dia mengerti dongsaengnya itu hanya ingin dihargai sebagai dirinya, bukan sebagai Oh Hayoung selebriti terkenal di korea.

“Apa kau menyukai dia?” Tanya Jessica dan Hayoung tertawa.

“Eonni,aku dan dia mungkin tidak pernah bertemu lagi..aku juga sedang tidak ingin berkencan sekarang.” Hayoung menjawab, Jessica menyentuh bahu Hayoung. dia tahu kalau Hayoung masih menyukai mantannya Daehyun.

“Ok..semuanya terserah padamu, oh iya aku kesini hanya ingin memberitahu kalau kita akan mengadakan pemotretan besok jadi bangun pagi-pagilah ok?” Jessica berkata dan dia pegi keluar dari kamar Hayoung.

Hayoung menghela nafasnya. dia memang ingin sekali lagi bertemu dengan Sungkyu,tapi dia juga tidak punya waktu untuk bersosialisasi apalagi sebentar lagi dia akan mengadakan konser di luar negeri.

Inilah alasan kenapa dia putus dengan Daehyun, kekasihnya. karena dia tidak pernah punya waktu untuk memanjakan kekasihnya itu. dia selalu sibuk dengan konser,latihan dan album baru.terkadang Hayoung hanya ingin menjadi remaja biasa dan hidup seperti masyarakat yang lain.

Namun Hayoung bukanlah orang yang egois, jika dia mundur dia akan membuat semua orang sedih terutama fansnya.

*****

“Katakan padaku apa alasanmu mengajakku naik mobil?” Sungkyu kelihatan sangat marah sekali saat Myungsoo menariknya kedalam mobil, Sungkyu tidak suka naik mobil dia selalu mengingat alasan kenapa sekarang dia tidak bisa melihat.

“Maafkan aku Hyung, tapi aku benar-benar ingin memberikanmu kejutan.” Myungsoo berkata dan Sungkyu bisa menebak ekspressi nakal adiknya itu dari suarannya.

“Oh ya? Benarkah? Aku akan benar-benar marah Myungsoo jika aku tidak suka kejutannya.” Sungkyu mengancam dan dia bisa mendengar adiknya itu tertawa dan membatunya memasangkan sabuk pengaman.

“Tenang hyung,aku yakin kau akan menyukainya.” Myungsoo berpendapat, dia terdengar sangat percaya diri inilah salah satu aspek yang Sungkyu benci dari adiknya itu.

“Baiklah,aku tidak sabar untuk menerima surpriseku.”Kata Sungkyu dan dia bisa mendengar Myungsoo menghidupkan mesin mobil.

“Tunggu saja Hyung.” Myungsoo menyetir mobilnya menuju jalanan ramai Seoul.

Sungkyu bisa mendengar banyak sekali kendaraan disampingnya, telinganya bisa mendengar suara klakson dan mesin mobil yang melewati mobilnya dan Myungsoo.ini pertamakalinya Sungkyu menaiki kendaraan ini setelah tujuh tahun yang lalu.

Tangannya sedikit berkeringat.dia masih takut, namun dia tidak bisa mengecewakan adiknya dia harus melawan kegelapan ini.setidaknya dia didampingi oleh adiknya Myungsoo. dia tidak sendirian dalam kegelapan ini jadi dia tak usah takut.

“Hyung..” mendengar seseorang memanggilnya Sungkyu melirik kearah sumber suara meskipun dia tidak tahu apakah dia menatap kearah Adiknya atau tidak.

“Ya Myungsoo?” Sungkyu merespon.

“Terimakasih kau sudah mau naik mobil lagi, aku tahu kau masih takut tapi dokter bilang ini yang terbaik.” Myungsoo berkata dan Sungkyu tersenyum.

“Aku tahu,aku tidak boleh selamanya takut menaiki mobilkan?” Kata Sungkyu,walaupun dia tidak bisa melihat dia yakin kalau adiknya itu tersenyum juga.dia bisa merasakan hembusan nafas Myungsoo dan suara gumaman Myungsoo menandakan kalau dia mengangguk sambil tersenyum.

“Aku senang kau menyadari itu.” Ungkap Myungsoo dan dia kembali fokus pada jalanan, Sungkyu sedikit merindukan angin yang sejuk Seoul,apalagi sekarang musim semi harum bunga bisa dia cium dari jendela mobilnya dia bisa menebak kalau jendela mobil Myungsoo setengah dibuka.

Sungkyu melirik kearah sampingnya dan dia bisa merasakan hangat sinar matahari menyentuh kulitnya, ini pertamakalinya dia merasa tenang dan senang dia akhirnya bisa keluar dari dunia kecilnya dan mulai kembali kedunia yang biasa dia jalani.

Sungkyu tersenyum.walaupun dia buta bukan berarti seluruh hidupnya hancur setidaknya dia masih bisa bertahan, entah kenapa Sungkyu merindukan untuk memainkan pianonya walaupun dokter bilang kalau dia memiliki kesempatan kecil untuk melihat lagi namun dia masih ingin memainkan piano.

Musik adalah segalanya bagi Sungkyu sebelum dia kehilangan pengelihatannya, sampai sekarang dia masih sedih karena dia tidak bisa memainkan pianonya lagi mungkin jika dia sempat dia akan mencoba memainkannya.

“Myungsoo apa pianoku masih ada di gudang?” Tanya Sungkyu dan Myungsoo melirik kearah kakaknya.

“Tentu saja Hyung,aku tidak akan membuangnya.” Myungsoo menjawab.

“Bagus kalau begitu,aku ingin memainkannya lagi.” Sungkyu mengungkapkan, Myungsoo kelihatan kaget namun dia tersenyum sepertinya kakaknya itu mulai membiasakan diri dengan kondisinya sekarang.

“Baiklah,aku akan membersihkannya setelah kau mendapatkan surprisemu.” Myungsoo menjawab dan Sungkyu mengangguk, dia tidak sabar untuk menyentuh pianonya lagi setelah beberapa tahun terpuruk dia ingin kembali bangkit.

*****

Hayoung menghela nafasnya, ini masih pagi namun dia sudah didandani seperti seorang pemain sirkus dia menggunakan baju dengan korset yang sedikit ketat dan berbagai bulu di rambutnya dia beruntung dia belum terkena alergi bulu.

Jessica yang masih di make up di sampingnya kelihatan mengantuk dan dia memejamkan matanya, Hayoung tahu kalau rekan kerja sekaligus seniornya itu pasti lelah karena kemarin malam dia harus merekam lagu baru untuk soundtrack drama baru.

“Hayoung-shi tolong buka mata anda lebih lebar.” Make up artist yang sedang membubuhkan shadow di bawah matanya berkata, Hayoung membuka matanya dan membiarkan make up artist itu memasangkan eyeliner di matanya.

Wajahnya sudah terasa gatal karena banyak sekali make up lagipula kenapa majalah ini harus mengambil tema sirkus? Apakah tidak ada tema lain yang lebih bagus? Ditambah lagi dia harus berfoto dengan binatang liar.

Hayoung berdoa kalau dia tidak digigit oleh salah satu harimau buas yang sekarang ada di studio siap untuk di potret bersamanya, setelah hampir setengah jam make up dia selesai dan dia disuruh untuk menunggu karena fotographer mereka belum datang.

Hayoung sedikit senang setidaknya dia bisa beristirahat dan menutup matanya sejenak, walau dia merasa tidak nyaman setidaknya dia bisa menutup matanya yang terasa lelah dan kering, dia bahkan tidak bisa berkedip cepat karena dia memakai bulu mata palsu yang siap menusuk matanya jika dia berkedip terlalu cepat.

Hayoung menutup matanya dan perlahan dia langsung masuk kedalam dunia bawah sadarnya, dia sudah tidak bisa mendengar keributan staff yang sibuk mempersiapkan set atau coordi yang sedang membersihkan kostum-kostum mereka.

Myungsoo yang sudah sampai distudio pemotretan langsung turun, dia membantu kakaknya untuk turun juga dia sudah tidak sabar untuk memberikan surprise nya.

“Hyung hati-hati.” Ucap Myungsoo, dia memberikan tongkat pembantu Sungkyu pada kakaknya dan Sungkyu mengambil tongkat itu lalu dia bisa berjalan bersama Myungsoo.

Myungsoo menyapa beberapa staff yang melewat, dia tahu teman kerja nya melirik kearah kakaknya yang buta mereka merasa kasihan mungkin namun Myungsoo tidak menghiraukannya.

Myungsoo menuntun Sungkyu masuk kedalam Studio dan dia bisa merasakan Sungkyu meremas tangannya mungkin dia gugup, ini pertamakalinya dia akan bertemu dengan orang banyak.

“Myungsoo-shi,kau tepat waktu.” Seorang editor majalah berkata, dia menyuruh Myungsoo dan Sungkyu duduk disalah satu kursi yang ada diruang studio.

“Jessica dan Hayoung baru selesai di make up,kalian boleh memulai pemotretannya.” Sang editor berkata dan Myungsoo berterimakaish pada editor itu.

“Jessica?Hayoung?” Sungkyu bertanya dan Myungsoo tersenyum.

“Iya Hyung,kau akan bertemu dengan idolamu hari ini.”Ungkap Myungsoo dan Sungkyu tertawa.

“Ya tuhan! Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi? Apakah penampilanku sudah rapih?” Sungkyu bertanya dan dia bisa mendengar adiknya tertawa.

“Tenang Hyung,kau tampan.” Myungsoo menjawab dan dia merapikan baju kakaknya sedikit.

“Myungsoo,aku senang sekali kenapa kau tidak mengatakannya saat sarapan?aku mungkin tidak akan marah-marah padamu.” Ucap Sungkyu, dia merasa sedikit bersalah karena tadi pagi dia marah-marah kepada Myungsoo.

“Tidak apa-apa Hyung,aku mengerti.” Myungsoo mengambil kamera di tasnya.

“Aku harus bekerja, tenang saja setelah pemotretannya selesai aku akan memperkenalkan Jessica dan Hayoung padamu.” Myungsoo berkata.

Jessica yang mendapat giliran pertama bertemu dengan Sungkyu yang menunggu disalah satu kursi yang ada di sudut ruang studio pemotretan, Jessica tersenyum kearah Sungkyu namun Sungkyu tidak membalas Jessica baru sadar kalau lelaki itu buta saat dia melihat kalau Sungkyu menggengam tongkat pembantu.

Diujung tongkat pembantu Sungkyu dia bisa melihat sebuah gantungan yang berbentuk bintang, Jessica mengenali gantungan itu. Gantung itu adalah gantungan hadiah di fansign mereka beberapa mingggu yang lalu, apakah mungkin lelaki itu adalah fans mereka?

“Jessica-shi..jika anda sudah siap, anda bisa berjalan ke set.” Myungsoo berkata dan Jessica langsung melirik kearah Myungsoo.

“Oh ya, tentu saja..tapi siapa lelaki itu?” Jessica bertanya dan Myungsoo melirik kearah kakaknya.

“Oh dia kakakku, dia adalah fans Starlight dia senang sekali saat aku membawanya kesini.” Myungsoo berkata dan Jessica mengangguk.

“Aku akan menyapanya jika aku selesai.” Jessica mengungkapkan dan Myungsoo mengangguk.

Merekapun memulai pemotretan sedangkan Hayoung yang masih tertidur di ruang tunggu akhirnya terbangun, dia bisa mendengar suara pemotretan di mulai dan diapun berjalan menuju Set dia bisa melihat Jessica sedang berpose dan kelihatannya sang photographer sudah datang.

Hayoung melangkah mendekat, dia ingin mengamati Jessica namun dia terkejut saat dia melihat sosok lelaki yang ada disudut ruangan.

Hayoung mengenal lelaki tampan itu,bagaimana tidak semalaman Hayoung masih memikirkan lelaki itu dia ingin kembali bertemu dengannya dan sepertinya tuhan sudah menjawab doanya.dia ingin sekali menyapa Sungkyu.

Hayoung berjalan kearah Sungkyu, dia senang sekali namun dia langsung menghentikan langkahnya saat dia sudah dekat dengan Sungkyu.dia ingat kalau sekarang dia adalah Hayoung bukanlah Helen.

Hayoung mengurungkan niat nya dan berbalik.

“Siapapun disana,apa kau butuh sesuatu?” Sungkyu tiba-tiba saja bertanya, dia bisa mendengar ketukan sepatu heels yang tinggi mendekat kearahnya saat dia sedang melamun.

Hayoung membuka mulut nya hendak membalas namun dia kembali menutup mulutnya, dia tidak ingin identitasnya sebagai Hayoung di ketahui oleh Sungkyu diapun akhirnya berjalan menjauh.

Hayoung melirik kebelakang dan dia bisa melihat Sungkyu kebingungan, dia pasti sangat yakin sekali tadi ada orang yang mendekat kearahnya namun dia tidak mendapat balasan dari orang itu.

“Maafkan aku Sungkyu-shi..” Hayoung berbisik dan dia berjalan menuju ruang make up lagi sembunyi dari kenyataan yang pahit, dia tidak bisa menyapa Sungkyu namun dia berharap kalau dia akan bertemu lagi di lain kesempatan.

Pemotretan Jessica berjalan lancar dan akhirnya dia selesai sekarang bagian Hayoung, dia tidak bisa fokus karena dia tahu kalau Sungkyu memperhatikannya dari sudut ruangan walaupun Hayoung tahu kalau Sungkyu buta namun dia tidak bisa berhenti menganggap kalau mata indah itu mengamatinya.

“Hayoung-shi bisakah anda melihat kearah kamera?” Kata Myungsoo saat dia sadar kalau dari tadi Hayoung menatap kearah kakaknya Sungkyu.

Nde..jeasounghamnida.” Hayoung meminta maaf dan dia menatap kearah kamera, dia memasang beberapa pose dan untuk sesaat dia lupa kalau Sungkyu ada di ruangan itu.

Jessica yang baru selesai langsung berjalan kearah Sungkyu dan gadis itu duduk disamping Sungkyu, Sungkyu yang merasakan erakan disampingnya melirik kearah sumber gerakan itu.

“Oh maaf aku pasti membuatmu kaget.” Jessica berkata dan Sungkyu tersenyum.

“Tidak apa-apa.” Sungkyu membalas.

“Hi, aku Jessica.” Jessica memperkenalkan dirinya dan Sungkyu melebarkan matanya, dia sepertinya terkejut.

“Jessica?! Oh hello aku Sungkyu, Kim Sungkyu.” Sungkyu mengulurkan tangannya kesembarang arah. dia tidak tahu dimana Jessica jadi dia hanya mengulurkan tangannya berharap Jessica membantunya.

Jessica tertawa melihat ekspressi terkejut Sungkyu, dia sering bertemu dengan fanboy namun dia belum pernah bertemu dengan yang seantusias Sungkyu.

“Hello Sungkyu, senang bertemu denganmu.” Jessica berkata dan dia menjabat tangan Sungkyu.

“Aku juga, aku fans mu aku membeli semua album Starlight.” Sungkyu mengungkapkan dia terlihat konyol, Jessica pasti tertawa.

“Terimakasih kau baik sekali,aku dengar kau kakak dari Myungsoo?” Jessica bertanya.

“Ya, aku kakaknya.” Sungkyu menjawab.

“Hm..begitu ya, kau beruntung sekali memiliki adik yang baik.” Jessica berkata dan Sungkyu tersenyum.

“Ya aku beruntung sekali.” Sungkyu membalas, andai saja dia bisa melihat adiknya bekerja.dia selalu ingin melihat Myungsoo sedang memotret dulu.dia terlalu sibuk untuk mengamati adiknya itu.

“Apa kau sudah bertemu dengan Hayoung, dia masih melakukan pemotretan mungkin kau akan bertemu dengan dia nanti.” Jessice memberitahu.

“Oh iya, boleh aku meminjam tongkatmu?” Jessica meminta, dia hendak menandatangi tongkat Sungkyu.

“T-tentu saja, apa kau akan menandatangani nya?” Sungkyu bertanya.

“Ya, jika kau mau.” Kata Jessica dan dia mengambil spidol yang ada disamping sofa yang dia duduki.

“ya aku ingin sekali! Hm..maksudku silahkan.” Sungkyu berkata dan tersenyum, Jessica menggelengkan kepalanya Sungkyu memang sangat lucu. Jessica pun menanda tangani tongkat Sungkyu dan dia menyentuh gantungan bintang yang ada di ujung tongkat nya.

“Ngomong-ngomong darimana kau mendapatkan gantungan ini Sungkyu-shi?” Tanya Jessica.

“Oh gantungan itu, kemarin ada seorang gadis yang tersesat dia memberikan gantungan itu untukku.” Sungkyu menjelaskan dan Jessica mengernyitkan dahinya, entah kenapa cerita itu tidak asing baginya.

Apa mungkin ini Sungkyu yang Hayoung maksud? Semua cocok Hayoung bilang kalau adik Sungkyu memiliki Studio itu artinya adik Sungkyu adalah photographer dan Myungsoo adalah seorang fotographer.dia juga mengatakan kalau Sungkyu kakaknya.

“Oh begitu ya, sebentar ya Sungkyu-shi aku harus pergi dulu.” Jessica berkata, dia langsung berlari kearah sosok Hayoung yang baru menyelesaikan pemotretannya.

“Hayoung, apa kau tahu?! Lelaki yang duduk disudut ruangan itu Sungkyu!” Jessicaberbisik kepada dongsaengnya itu.

“Aku tahu Eonni.” Hayoung mengungkapkan.

“Lalu kenapa kau diam saja? Sapa dia!” Jessica menyuruh namun Hayoung menghela nafasnya.

“Aku tidak bisa Eonni,kau tahukan aku menyamar menjadi orang biasa? Jika kau mengaku sebagai Helen pasti akan bertanya-tanya sedang apa aku ada disini.” Hayoung menjelaskan dan Jessica kelihatan berpikir.

“Kau Katakan saja kalau kau salah satu coordi disini.” Jessica berkata dan dia mendorong Hayoung menuju Sungkyu.

“Tapi Eonni!” Hayoung mengeluh.

“Shutt cepat sapa dia!” Jessica berkata dan Hayoung menatap kearah Sungkyu yang duduk didepannya.

“Hello Sungkyu-shi, kita bertemu lagi.” Hayoung berkata, dia bisa melihat alis Sungkyu terangkat, apakah lelaki itu akan mengenalinya?

“Helen? Apakah itu kau? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sungkyu.

Hayoung tersenyum dia merasa lega ternyata Sungkyu masih mengingatnya.diapun duduk disamping Sungkyu.

“Aku coordi disini.” Hayoung berbohong, namun dia senang saat dia melihat wajah Sungkyu begitu ceria saat dia bertemu dengannya.

“Wah kau pasti cantik? Aku dengar banyak sekali coordi yang cantik yang bekerja di majalah ini.” Sungkyu menebak-nebak, namun biasanya dia selalu benar Sungkyu pernah mendengar orang-orang mengatakan kalau dia memiliki bakat untuk memprediksi sosok manusia dari gerakan, suara dan sentuhan.

“Hahaha kau lucu sekali Sungkyu-shi, bagaimana kau bisa menebak seperti itu?” Hayoung bertanya dan Suggyu hanya mengangkat bahunya.lelaki itu terlihat lucu.

Hayoung terkadang lupa kalau Sungkyu tidak bisa melihat, dia terlalu fokus pada sosok pemuda itu dia sangat menyukai Sungkyu, fitur wajahnya, suara lelaki itu juga entah kenapa begitu menenangkan. dia merasa seperti dirumah saat bersama dengan Sungkyu wajahnya mungkin oriental dengan mata yang kecil namun itulah yang membuatnya tertarik.

“Oh iya, aku dengar kau kesini dengan adikmu? Apakah dia photographer pemotretan ini?” Hayoung bertanya.

“Ya, kau benar bukankah dia tampan?” Tanya Sungkyu menggoda dan Hayoung hanya tersenyum tipis, Myungsoo memang tampan namun Hayoung lebih menyukai Sungkyu dibandingkan adiknya itu.

“Ya dia tampan, tapi aku tidak tertarik.” Hayoung menjawab dan Sungkyu mengangkat halisnya.

“Oh benarkah? Kau pasti punya standar yang tinggi.” Sungkyu menebak dan Hayoung menggelengkan kepalanya.

“Bukan seperti itu Sungkyu-shi,aku sudah tertarik pada lelaki lain.” Hayoung berkata, matanya melirik kearah Sungkyu, entah kenapa jantung nya berdetak saat dia melihat Sungkyu.akhirnya bisa melirik kearahnya tidak menatap lurus kearah depan seperti orang yang melamun.

“Begitu ya,itu bagus untukmu.” Sungkyu berkata, Hayoung hanya diam apakah dia tahu kalau yang dia maksud adalah Sungkyu?

Seorang coordi mendekat kearah mereka, mungkin dia mengatakan kalau Hayoung harus mengganti kostum karena pemotretan sudah selesai.

“Aku harus pergi dulu,aku harap kita bertemu lagi.” Hayoung berkata.

“Ya,aku harap begitu sampai jumpa lagi Helen.” Sungkyu membalas.

“Ya, sampai jumpa lagi.” Hayoung berkata dan dia berlari menuju Coordi yang sudah menunggunya.

Sungkyu kembali diselimuti kesepian.namun dia sedikit kaget saat dia merasakan tangan Myungsoo menyentuhnya.

“Hyung,apa kau menunggu lama?” Tanya Myungsoo.

“Nde, tidak apa-apa..apa kita akan pulang sekarang?” Sungkyu bertanya.

“Maaf Hyung,aku harus mengurus beberapa foto lagi, apa kau tidak keberatan untuk menunggu?” Myungsoo berkata dan Sungkyu mengangguk.

“Baiklah kalau begitu,aku akan menunggu.” Sungkyu berkata dan dia tersenyum kearah Myungsoo.

Jessica dan Hayoung baru selesai mengganti baju mereka sudah membersihkan make up tebal mereka, Hayoung mengambil topi dan kacamatanya.dia cukup ahli dalam menyamar karena dia tidak pernah tertangkap kamera.

“Hyoung,ayo aku ingin pulang dan beristirahat.” Jessica berkata, dia merasa lelah karena hari ini adalah hari terakhir mereka akan melakukan schedule karena mulai besok mereka harus beristirahat untu konser luar negeri mereka.

“Eonni kau pulang duluan.” Hayoung berkata dan Jessicapun mengangguk.

“Kau mau kemana?” Tanya Jessica.

“Aku ada urusan,aku akan meneleponmu nanti.” Hayoung berkata dan dia berlari menuju Sungkyu yang duduk sendirian.

“Apa kau akan menunggu adikmu disini? Aku yakin Adik mu masih lama, bagaimana kalau kita berjalan-jalan?” Hayoung mengajak, dia mengulurkan tangannya kepada Sungkyu.

“Helen? Kau masih disini?Entahlah Helen, apa kau yakin ingin berjalan-jalan dengan orang buta sepertiku?” Tanya Sungkyu, Hayoung tidak suka jika Sungkyu sudah bicara seperti itu.

“Sungkyu-shi, aku rasa aku cukup yakin itulah alasan kenapa aku mengajakmu.” Hayoung menarik tangan Sungkyu, Sungkyu awal nya ragu namun dia akhirnya mengikuti langkah Hayoung keluar dari studio pemotretan.

Myungsoo yang sedang berdiskusi dengan editor majalah melirik sekilas kearah kakaknya dan dia tersenyum saat dia melihat kakaknya itu akrab dengan Hayoung, ternyata Hayoung cukup baik untuk mengajak kakaknya mengobrol dan mungkin mereka akan berjalan-jalan.

*****

Sungkyu bisa merasakan angin musim semi menyentuh wajahnya, hangat matahari menyentuh kulit putihnya dan dia bisa merasakan gengaman tangan Hayoung disampingnya.andai saja dia bisa melihat mungkin dia akan menarik gadis itu untuk berlari menikmati cerahnya siang musim semi.

“Hm..sudah lama sekali aku tidak jalan-jalan.” Kata Hayoung dia berjalan pelan, menunggu Sungkyu mengikuti langkahnya.

“Kau pasti sibuk? Bagaimana rasanya bekerja sebagai Coordi?” Tanya Sungkyu.

“Melelahkan namun aku senang, aku bisa bertemu beberapa idolaku.” Hayoung berbohong, dia merasa bersalah namun beruntungnya dia karena Sungkyu tidak bisa melihat ekspressi bersalahnya.

“Oh iya Sungkyu-shi, aku dengar kau lebih tua dariku..apakah aku boleh memanggilmu Oppa?” Tanya Hayoung, dia melirik kearah Sungkyu.

“Tentu saja, kenapa tidak?” Sungkyu menjawab dan Hayoung mengangguk.

Hayoung dan Sungkyu berjalan menulusuri taman, Hayoung menikmati pemandangan indah bunga yang bermekaran namun dia sedih karena mungkin Sungkyu tidak bisa menikmati pemandangan indah yang dia lihat.

Hayoung berpikir sejenak, apakah Sungkyu sudah seperti ini sejak lahir? Ataukah sesuatu terjadi padanya sehingga menyebabkan dia buta seperti sekarang? Dia gatal sekali ingin bertanya namun dia takut menyinggung perasaan Sungkyu.

“Kenapa kau memandangiku seperti itu?” Tanya Sungkyu sambil menyeringai, Hayoung langsung melirik kearaha lain karena malu.

“Apa aku benar? Kau memandangiku?” Sungkyu bertanya, tangannya menyentuh sisi wajah Hayoung dan Hayoung tersenyum.

“Ya,maaf apa kau merasa tidak nyaman?” Hayoung bertanya, dia menyentuh tangan Sungkyu.

“Tidak,kau bisa memandangiku semaumu hanya saja aku berpikir,apakah kau sedang memikirkan sesuatu? Kau diam saja dari tadi.” Sungkyu mengungkapkan, Hayoung kagum dengan bagaimana peka nya Sungkyu.

“bukan apa-apa Oppa,aku hanya menikmati pemandangan disini.” Hayoung berkata, mereka melanjutkan berjalan.Hayoung bisa melihat sebagian orang yang berjalan di taman melirik kearah mereka.

Apakah semua orang sedang menilai mereka? Kenapa Hayoung merasa kalau semua orang yang ada ditaman adalah juri mereka menilai dan meniliti mereka berdua? Hayoung benci tatapan itu, tatapan yang semua orang berikan pada Sungkyu.

“Kau bohong ada sesuatu yang ingin kau tanyakan? Aku selalu tahu jika seseorang berbohong.” Sungkyu menggoda dan dia menyentuh erat tangan Hayoung.

“Oppa,aku tidak yakin aku harus mengatakannya.” Hayoung berkata dan Sungkyu melirik kearah Hayoung, walaupun wajah mereka tidak bertemu dan Sungkyu kelihatan melihat kearah lain namun Hayoung merasa gugup dia tahu Sungkyu mencoba menacari sosoknya.

Hayoung menyentuh dagu Sungkyu dan mengarahkan wajah pemuda itu sehingga tatapan nya dengan tatapan kosong Sungkyu bertemu,  Hayoung bisa melihat bayangannya dimata Sungkyu dia tidak mengerti bagaimana mata seindah itu tidak bisa melihat? Mata Sungkyu berwarna coklat terang lebih terang dari matanya saat sinar matahari menyinari mata lelaki itu.

“Katakan saja, aku tidak keberatan.” Sungkyu berkata dia tersenyum, menenangkan Hayoung yang gundah.

“Oppa,bagaimana..bagaimana kau bisa dalam keadaan seperti ini?” Hayoung bertanya, dia menunggu respon dari Sungkyu dan kelihatannya Sungkyu tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan itu.

“Dulu aku adalah musisi,aku menciptakan beberapa lagu dan menyanyi di café.aku mengalami kecelakaan mobil dan dokter bilang aku memiliki kesempatan yang kecil untuk bisa melihat lagi.”  Sungkyu menjelaskan, dan Hayoung menatap kearah Sungkyu dia kelihatannya sangat merindukan kehidupan lama nya.

“Maaf Oppa aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu tentang masa lalu.” Hayoung menunduk penuh sesal, namun dia tersenyum saat dia merasakan Sungkyu menggengam tangannya.

“Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa.” Sungkyu berkata dan merekapun berjalan menulusuri taman lagi, Hayoung merasa nyaman dengan kehadiran Sungkyu entah kenapa kehadiran lelaki itu membawa ketenangan dalam jiwanya.

“Apa dulu kau juga bermain instrument?” Tanya Hayoung dan Sungkyu mengangguk, iya dulu dia sering bermain piano dan dia mencintai pianonya lebih dari apapun.

“Ya aku bermain piano dulu.” Sungkyu menjawab.

“Wah..aku ingin sekali mendengarkanmu bermain piano Oppa.” Hayoung mengungkapkan dan Sungkyu hanya tersenyum, dia harap dia bisa memainkan piano nya untuk Hayoung namun mengingat keadaannya sekarang sepertinya dia harus berlatih dulu.

“Sungkyu Hyung!” Seseorang memanggil Sungkyu, dan Sungkyu melirik kearah sumber suara begitupun Hayoung, dia melihat Myungsoo berlari kearah mereka.

“Hyung,kau kemana saja? Aku mencarimu.” Myungsoo berkata dia tersenyum kearah Hayoung dan mereka saling membungkuk sesaat.

“Myungsoo-ya,apa kau sudah mengenal Helen?” Sungkyu bertanya, dia menggapai kearah bahu Helen.

Myungsoo mengernyitkan dahinya, dia tahu kalau sosok yang disamping Sungkyu adalah Hayoung bukan Helen namun Hayoung langsung meletakan jari telunjuknya kebibirnya menandakan kalau dia tidak boleh mengatakan yang sebenarnya.

“Oh annyeoung haseyo Helen-shi.” Myungsoo mengikuti scenario Hayoung.

Annyeoung haseyo.” Hayoung membalas.

“Dia adalah salah satu Coordi di pemotretan tadi, dia adalah gadis yang memberikanku gantungan bintang tempo hari.” Sungkyu menjelaskan dan Myungsoo menatap kearah Hayoung, Hayoung merasa malu karena kebohongannya terbongkar namun dia bisa menjelaskannya nanti.

“Oh begitu ya Helen-shi, terimakasih karena kau sudah menemani kakakku.” Myungsoo berkata dan Hayoung mengangguk.

“Sama-sama Myungsoo-shi.” Hayoung menjawab.

“Ini sudah siang,kita harus membuka studio Hyung ayo kita pulang.” Myungsoo mengajak, dia hendak menarik tangan kakaknya,namun Hayoung mencegah tangan Myungsoo untuk menarik tangan Sungkyu darinya.

“Biar aku antar sampai mobil.” Hayoung berkata dan Myungsoopun mengagguk.

Mereka bertiga berjalan menuju mobil dan Hayoung membantu Sungkyu untuk masuk kedalam mobil, Hayoung segera menarik Myungsoo saat Sungkyu sudah masuk kedalam mobil.

“Myungsoo-shi,aku mohon jangan katakan padanya kalau aku Hayoung.” Hayoung memohon.

“Kenapa kau harus berbohong?! Apa karena kakakku buta kau bisa seenaknya seperti itu?!” Myungsoo marah.

“Myungsoo-shi,kau tidak mengerti..aku melakukan ini untuk kebaikan Sungkyu oppa.” Hayoung menjelaskan.

“Maksudmu?” Myungsoo meminta penjelasan.

“Jika dia tahu kalau aku Hayoung dia tidak akan merasa nyaman denganku, Myungsoo-shi aku ingin berteman dengan kakakmu, kakakmu adalah orang baik dan aku tidak mau dia memperlakukanku berbeda karena dia tahu aku seorang selebriti.” Hayoung mengungkapkan, Myungsoo menatap kearah Hayoung sekilas.

“Aku mohon,aku tidak akan menyakiti kakakmu atau semacamnya..aku hanya ingin memiliki teman yang menyukaiku karena aku Oh Hayoung, bukan Hayoung seorang artis yang terkenal.” Hayoung mengungkapkan, melihat ekspressi memelas Hayoung akhirnya Myungsoo pun meleleh dia tersenyum kearah Hayoung dan mengangguk.

“Baiklah,aku mengijinkanmu untuk menemui kakakku tapi ingat jika kakakku mengetahui identitasmu yang sebenarnya dan dia membencimu, aku tidak akan membantumu.” Myungsoo mengingatkan dan dia berjalan masuk kedalam mobil, Hayoung hanya menatap kearah mobil Myungsoo yang menjauh dan menghela nafasnya.

Myungsoo benar, jika Sungkyu mengetahui yang sebenarnya dia mungkin akan marah dan membenci Hayoung namun Hayoung tidak bisa memutar waktu.

Dia sudah terlanjur berbohong, menutupi dirinya yang sebenarnya
dengan kain kebohongan

*****

Sungkyu menyentuh tuts pianonya, dia bisa merasakan tuts pianonya sedikit berdebu.dia bahkan tidak mengingat kapan terakhir dia menyentuh piano itu,sudah sangat lama sekali.

berminggu-minggu berlalu dan baru sekarang dia berani menyentuh kembali pianonya tanpa menangis.Dia ingat saat pertama kali Myungsoo mengajaknya untuk menyentuh pianonya lagi, dia berakhir menangis dan Myungsoo dengan berat hati harus menutup kembali pianonya,mendorong nya kembali kedalam gudang.

Saat beberapa minggu kemudian Myungsoo sudah membersihkan piano Sungkyu lagi, Sungkyu duduk didepan piano itu namun dia sadar dia tidak bisa memainkan pianonya seperti dulu.dia akhirnya menangis memukul tuts pianonya membuat pianonya mengeluarkan suara yang tidak jelas.

Myungsoo yang menyaksikan hanya bisa menyentuh bahu Sungkyu, dia tahu kalau kakaknya itu masih tidak rela dengan kehilangan pengelihatannya. andai saja Myungsoo bisa membantu,dia ingin mengembalikan pengelihatan kakaknya.

Namun mengingat ekonomi keluarga mereka, Myungsoo ataupun kedua orang tuanya tidak sanggup membayar operasi mata yang begitu mahal apalagi mereka harus mencari donor yang cocok.

Myungsoo hanya bisa menyaksikan kakaknya bergelut dengan kegelapan dan kesedihan, itu menyiksa Myungsoo namun untuk sekarang dia tahu seseorang selalu membantu kakaknya.seseorang itu sekarang berdiri disamping nya.

“Oppa,cukup jika kau belum bisa kita bisa pergi keluar.apa kau mau bermain di pantai?” Hayoung berkata dia menyentuh kedua bahu Sungkyu, Sungkyu menyentuh tangan Hayoung dan mengangguk.

Hari ini panti terlihat sedikit mendung namun itu tidak mencegah Hayoung dan Sungkyu berjalan-jalan,walaupun Sungkyu tidak bisa melihat betapa indahnya pantai,dia bisa mencium asinnya air laut dan merasakan angin yang berhembus cukup kecang.

Dia selalu merasa nyaman saat dia mendengar suara ombak, dulu dia tidak suka suara bising itu namun sekarang dia selalu berharap bisa mendengar suara ombak saat dia sedang gundah dan marah seperti sekarang.

Hayoung mengajak Sungkyu duduk pinggi pantai, dia dengan iseng menuliskan sesuatu diatas pasir pantai Hayoung menarik tangan Sungkyu dan sepertinya Sungkyu mengerti tulisan yang Hayoung tulis di pasir pantai.

“Hahaha aku juga.” Sungkyu bertanya, dia tertawa dan menyandar kearah Hayoung.

“Terimakasih kau selalu ada disampingku.” Sungkyu berkata dan Hayoung menyandar kearah Sungkyu juga.

“sama-sama,Oppa..” Hayoung berkata, Hayoung menatap kearah mata Sungkyu sesaat.

Inilah surganya, saat dia melihat mata Sungkyu dan rasanya dunia berhenti berputar.dia merasa didunia ini hanya ada dia dan Sungkyu.

“Minggu depan,adalah ulang tahunku.” Sungkyu mengungkapkan.

“Oh benarkah? Kau ingin apa Oppa?” Hayoung bertanya dan Sungkyu hanya tersenyum.

“Aku hanya ingin kau, aku ingin kau datang kepesta ulang tahunku.” Sungkyu mengungkapkan dan Hayoung mengangguk.

“Aku akan datang.” Hayoung menyetujui.

Hayoungpun diam menyaksikan kata cinta yang dia ukir di pasir terseret oleh ombak pantai yang cukup besar siang itu.

“Helen bisakah kau menyanyi untukku?” Sunggyu tiba-tiba saja meminta.

“Aku sudah menyiapkan sebuah melodi untukmu, tapi aku ingin kau menyanyi untukku dulu lalu aku akan memainkan piano untukmu.” Sunggyu menjelaskan.

“Tapi Oppa, aku tidak bisa menyanyi.” Hayoung berbohong, menyanyi adalah pekerjaan nya dia hanya tidak ingin Sunggyu mengenali suaranya.

“Oh ayolah, sedikit saja..aku ingin mendengar indahnya suaramu.” Sunggyu berkata, sebenarnya Sunggyu sudah sering mendengar Hayoung bersenandung.

Namun dia tidak pernah mengatakan apapun karena dia tahu jika dia mengatakan kalau dia mendengar Hayoung sering bersenandung,gadis itu pasti menghentikan kebiasaan lucu itu.

“Baiklah, tapi hanya sedikit.” Hayoung akhirnya menyujui, Sungkyu tersenyum dan mengangguk.

eolmana eolmana.. deo neoreul ,ireoke baraman,bomyeo honja.. i baram gateun sarang i geoji gateun sarang gyesokhaeya nega nareul sarang hagenni..” Saat Sungkyu mendengar suara itu, entah kenapa hatinya tiba-tiba saja berdetak, dia seakan mendengarkan idolanya sednag menyanyi.dia seakan mendengarkan suara Hayoung.

“Bagaimana Oppa, apakah suaraku jelek?” Hayoung bertanya dan Sungkyu menggelengkan kepalanya.

“Tidak, suaramu bagus sekali..sangat bagus.” Sunggyu berkata dan tersenyum kearah Hayoung.

*****

Jessica melirik kearah Hayoung, dia sangat khawatir sekali melihat Hayoung tadi dia sudah di marahi oleh CEO mereka Choi Siwon, Hayoung untuk pertamakalinya terlibat scandal sangat disayangkan bukan?

Seorang fans yang kurang ajar sudah mengupload sebuah foto dimana dia dan Sungkyu sedang dipantai dan sekarang foto itu tersebar diseluruh internet, mengatakan berbagai kata yang pedas mengatakan kalau kekasih Hayoung adalah orang buta.

Dimanakah kemanusiaan semua publik? Apakah salah bagi seorang selebriti untuk mengencani seseorang yang memiliki kekurangan fisik? Sungkyu mungkin memiliki kekurangan fisik namun budi nya lebih baik dari sebagian lelaki yang memiliki fisik yang sempurna.

Hayoung sudah berlatih mereka sedang menyiapkan lagu-lagu untuk konser mereka di Amerika beberapa minggu lagi, Hayoung kelihatan sedikit tidak fokus saat sang koreografer menunjukan gerakan tarian mereka yang baru.

Starlight sedang menggarap mini album sekarang, dan mereka sedang sibuk namun Hayoung selalu menyempatkan dirinya untuk pergi mengunjungi Sungkyu dan Myungsoo.

“Apa yang Sajang-nim katakan?” Tanya Jessica saat mereka beristirahat.

“Aku harus berhenti menemui dia.” Hayoung menjawab dan dia menunduk.

“Maafkan aku Hayoung, tapi soal ini aku tidak bisa membantu.”  Jessica berkata dan Hayoung mengangguk.

“Tidak apa-apa Eonni,aku sudah merepotkanmu selama ini.” Hayoung menjawab dia terlihat sedih, Hayoung berjalan keluar dari ruangan latihan mereka.

*****

Myungsoo menatap ke arah buku tabungannya, akhirnya dia bisa membelikan kakaknya donor mata. uang di tabungannya sudah mencapai lebih dari 25 juta,itu artinya kakaknya bisa melakukan operasinya.

Myungsoo juga sudah mendapatkan surat penerimaan donor mata untuk kakaknya,dia tidak sabar untuk memberitahukan berita ini.besok saat kakaknya ulang tahun, Myungsoo sudah memesan kue dan mengundang beberapa teman dekat kakaknya itu.

Kedua orang tuanya bahkan akan datang, mereka sudah tidak sabar menyampaikan berita yang Myungsoo simpan disebuah amplop dia berharap kakaknya akan senang.

Setelah dia selesai mengambil kue dari toko kue yang ada didaerah gangnam dia menyimpan kue itu dimeja makan mereka, dia bisa melihat kakaknya masih bergelut dengan pianonya meskipun kelihatannya kakaknya masih kesusahan sepertinya kakaknya itu mulai mengusai letak-letak tuts piano.

Sungkyu sudah bisa mulai memainkan sebuah melodi dan dia kelihatannya mengingat melodi itu berkali-kali, sesekali dia bersenandung mencari kata yang tepat untuk melodi barunya itu apakah kakaknya akan kembali menjadi musisi? Myungsoo tidak tahu.

“Wow Hyung sepertinya kau sudah terbiasa dengan pianomu lagi.” Myungsoo memuji dan Sungkyu tersenyum.

“Ya aku rasa begitu, aku ingin memainkan pianoku untuk Helen suatu hari nanti.” Sungkyu menjawab dan senyum Myungsoo hilang saat dia ingat tentang gadis itu.

****

“Selamat ulang tahun Sungkyu-ya!” Semua teman-teman Sungkyu berseru begitu juga Hayoung yang berdiri disudut ruangan, dia harus menyamar lagi karena dia tidak bisa mengatakan kalau dia Oh Hayoung. jika dia mengatakan itu mungkin semua teman Sungkyu akan berteriak histeris.

Acara pesta ulang tahun Sungkyu berjalan dengan lancar semua orang terlihat ramah pada Sungkyu, mereka memberikan berbagai kado pada Sungkyu namun yang membuat Sungkyu penasaran adalah kado dari Hayoung.

Hayoung mengatakan kalau hadiahnya akan datang besok dan itu membuat Myungsoo juga Sungkyu penasaran, Semua tamu kelihatan menikmati waktu mereka saling berbincang begitu juga orang tua Sungkyu dan Myungsoo.

Anehnya Hayoung tidak ingin bertemu dengan kedua orang tua Sungkyu,dia tidak bisa memperkenalkan dirinya pada siapapun karena orang-orang pasti akan langsung mengenalinya jika dia berbicara.

Myungsoo menepukan tangannya membuat semua perhatian tamu tertuju padanya, begitu juga perhatian Hayoung lelaki muda itu terlihat sedang menggengam sebuah amplop dan dia kelihatannya sangat senang.

“Perhatian semuanya!” Myungsoo berteriak.

“Pertama-tama, aku ingin mengucapkan terimakasih karena kalian sudah datang ke acara ulang tahun kakakku . dia kelihatannya sangat senang sejak tadi.” Myungsoo berkata dan Sungkyu tersenyum.

“Namun aku disini aku memberikan sebuah hadiah yang kakakku selalu inginkan, aku disini ingin mengatakan kalau mulai besok kakak ku akan menjalani operasi donor mata.” Myungsoo mengumumkan dan semua orang bertepuk tangan dengan heboh, sebagain mengucapkan selamat pada Sungkyu dan memeluk lelaki itu sedangkan Sungkyu kelihatan masih terkejut namun dia tersenyum dan memanggil Myungsoo untuk dia peluk.

Kedua orang tuanya pun sama mereka terlihat sangat senang sekali, Hayoung yang mendengar berita itu hanya diam dia tidak pernah merasa terasingkan seperti ini.

semua orang terlihat sangat bahagia namun sepertinya hanya dialah yang gundah.

Hayoung berbalik dan keluar dari rumah Sungkyu dan Myungsoo dia menutup mulutnya menahan isak tangisnya, airmata hangat langsung membasahi pipinya.

Jika dia bisa melihat dunia kembali,apakah dia akan menerima kebohonganku?

*****

“Helen?” Sungkyu memanggil, pesta sudah berakhir namun dia belum juga bertemu dengan Helen dia sedikit merasa cemas apakah Helen sudah pulang? Dia bahkan belum sempat mengatakan terimakasih pada gadis itu.

“Ya Oppa?” Dia mendengar suara respon dari Helen, Sungkyu tersenyum dan dia mencoba menggapai sosok Helen.

“Hi..kau dari mana saja? Kenapa kau tidak berdiri disampingku tadi?apakah kau baik-baik saja?” Sungkyu bertanya, dia benar-benar khawatir.

“Aku baik-baik saja Oppa.” Hayoung menjawab, Sungkyu mencoba menyentuh pipi Hayoung dan mengelusnya.

Ini bukanlah pertamakalinya Sungkyu menyentuh wajah Hayoung, dia sudah sering sekali melakukan itu.dia selalu berharap suatu hari nanti dia bisa melihat sosok wanita pujaannya,dia ingin melihat betapa cantiknya gadis itu.

“Apa kau sudah mendengar pengumuman dari Myungsoo? Dia bilang aku akan bisa melihat lagi,apa kau senang?” Sungkyu bertanya dan Hayoung tersenyum.

“Tentu saja Oppa, aku senang sekali akhirnya kau bisa melihat dan kau mungkin kembali menjadi musisi.” Hayoung berkata dan Sungkyu mengangguk.

“Aku tidak sabar, aku ingin segera melihat wajahmu.” Sungkyu mengungkapkan, dia menyentuh kedua pipi Hayoung, dan saat dia mendengar ungkapkan itu airmata gadis itu langsung turun dan membasahi tangan Sungkyu.

“Helen,apa kau menangis?” Tanya Sungkyu sedikit panik, ini pertama kalinya gadis itu menangis dihadapan Sungkyu.

“Tidak oppa, aku hanya senang.” Hayoung berkata dengan suara seraknya, dia memang bahagia namun dia juga sedih diwaktu yang sama.

“Oppa,aku harap kau bahagia.” Hayoung berkata dan dia mencium telapak tangan Sungkyu.

“Apa maksudmu? Tentu saja aku akan bahagia, setelah aku bisa melihat kita bisa berkencan kemanapun yang kau mau.” Sungkyu berkata dan Hayoung tersenyum.

“Ya,kita bisa pergi kemanapun yang kau mau.” Hayoung membalas dan dia menghela nafasnya menikmati sentuhan Sungkyu, yang mungkin untuk terakhir kalinya.

*****

Hari masih pagi namun Myungsoo sudah di kagetkan oleh sebuah truk pengantar barang yang berhenti didepan rumahnya, Myungsoo bertanya apakah ada seseorang yang akan pindah namun petugas pengantar barang itu malah menanyakan nama Kakaknya.

“Apakah anda mengenal tuan Kim Sungkyu?” Tanya petugas itu.

“Ya, dia kakak ku.” Myungsoo menjawab.

“Oh bagus sekali, kakakmu mendapatkan kiriman sebuah piano.” Sang petugas berkata, dan rekan kerja petugas itu membuka box truk mereka, Myungsoo bisa melihat sebuah piano klasik berwarna hitam yang cukup besar.

Piano itu sangat cocok sekali untuk disimpan di ruang tengah rumah mereka yang cukup kosong, Myungsoo sudah tahu siapa yang mengirimkan piano ini.

“Apakah Oh Hayoung yang mengirimkan ini?” Tanya Myungsoo dan petugas itu mengangguk.

“Iya kau benar tuan, dan beliau juga menitipkan surat ini.” Sang petugas berkata, dia memberikan Myungsoo sepucuk surat yang di balut oleh amplop berwarna biru.

Sebuah tulisan di sudut surat itu bisa Myungsoo baca disana tertulis ‘Untuk Kim Sungkyu’ walaupun tulisannya kecil Myungsoo bisa membacanya dengan baik.

“Terimakasih.” Myungsoo berkata dan dia berjalan kedalam rumahnya, dia bisa melihat Sungkyu sepertinya kebingungan karena dia mendengar petugas pengiriman barang meletakan piano dari Hayoung di ruang tengah rumah mereka.

“Myungsoo, ada apa?” Tanya Sungkyu.

“Oh kau mendapatkan hadiahmu dari Helen,Hyung.” Myungsoo menjawab dan Sungkyu langsung tersenyum dia kelihatannya sangat bahagia.

“Apa hadiah darinya?” Tanya Sungkyu dengan antusias.

“Kau tidak akan percaya ini Hyung, Helen membelikanmu sebuah piano klassik.” Myungsoo berkata dan mata Sungkyu melebar.

“Apa?! Piano klassik kan mahal sekali.” Seru Sungkyu dan Myungsoo hanya tersenyum.

“Dia pasti sangat mencintaimu Hyung.” Kata Myungsoo dan dia membantu Sungkyu untuk berjalan kearah piano barunya, Sungkyu duduk didepan piano barunya dia memegang tuts piao baru itu dan tersenyum.

Ini pertama kalinya dia merasa begitu bahagia saat dia menyentuh tuts piano, saat dia menyentuh piano itu rasanya seluruh semangat yang selama ini hilang kembali kedalam tubuhnya dia merasa bersemangat dan ingin menciptakan berbagai lagu dan musik yang indah dari piano ini.

“Oh iya Helen juga menitipkan sebuah surat.” Myungsoo berkata.

“Aku akan membacakannya untukmu.” Myungsoo memberitahu, dia membuka surat dari Helen dan mulai membacanya.

Untuk Sungkyu Oppa

  Selamat ulang tahun Oppa! Aku sangat bahagia sekali saat aku mendengar kalau Myungsoo akhirnya bisa membiayai operasi matamu, Oppa bagaimana kabarmu hari ini? Apakah kau menyukai piano yang kubelikan untukmu? Aku kebutulan mendapatkan diskon yang bagus jadi kau tak usah khawatir ok? ^^

Oppa, aku sengaja membelikanmu piano ini karena aku ingin kau mengingatku selamanya. Aku mohon Oppa buatlah berbagai musik dan lagu yang indah dari piano ini, aku juga minta maaf.. aku ingin minta maaf tentang sesuatu padamu Oppa tapi aku terlalu takut untuk menghadapimu.

Aku akan pergi ke amerika..

Myungsoo berhenti membaca saat dia melihat kata amerika didalam surat itu, dia bisa melihat ekspresi senang Sungkyu berubah menjadi kelam.

“Ke Amerika? Apa maksudnya?” Tanya Sungkyu.

“Hyung..sepertinya Helen sudah pergi ke Amerika.” Myungsoo berkata dan Sungkyu langsung panik, dia berdiri dia mencoba mencari arah pintu depan rumah mereka namun dia gagal.

“Hyung kau mau kemana?” Tanya Myungsoo.

“Aku harus menyusulnya, apa kau tahu dimana rumah Helen? Myungsoo kita harus mencegahnya!” Sungkyu membentak dan Myungsoo hanya menghela nafasnya.

“Hyung, dia sudah pergi.” Myungsoo menjawab.

“Tidak! Tidak mungkin,,bagaimana bisa dia meninggalkanku?!” Sungkyu berkata, airmatanya langsung membasahi pipinya.

****

“60chomyeon chungbunhan story…Nae mameuro neon deureowasseo..” Suara melodi piano terdengar dari ruangan Sungkyu, dia dengan lancarnya kembali memainkan pianonya,apalagi setelah pengelihatannya kembali semuanya begitu cerah dan menyenangkan namun entah kenapa musik yang dia buat selalu sedih dan mellow.

Nan uisimchi anha,Nal gajyeogan geol Jjarpji anheun time..” dia melanjutkan menyanyi, jari-jarinya dengan gemulai menyentuh tuts pianonya.

Neon geureon saram,Naegen chungbunhan story..Iyu ttawi nan pillyo eobseo..”  Sungkyu melirik kearah jendela studionya dan salju sudah mulai turun, ini adalah tahun yang lainnya dia memainkan musiknya dengan piano ini.

Nal seollege haetgo neol chatge haesseo..Cheoeumui geu time..” Akhirnya Sunggyupun berhenti memainkan musiknya, dia menuliskan kunci-kunci melodi itu disebuah kertas yang ada didepannya.

“Tuan Sungkyu, manager anda ingin bertemu dengan anda.” Asisten pribadinya berkata dan Sungkyu tersenyum.

“Terimakasih.” Dia menjawab lalu berdiri dari kursi pianonya, sosok seorang lelaki yang tinggipun masuk kedalam ruangan musik Sungkyu.

“Maaf menganggumu tuan Kim.” Manager nya berkata, namun Sungkyu menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa-apa,apa kau kesini untuk menjelaskan jadwal konserku?” Sungkyu bertanya dan managernya mengangguk.

“Benar tuan Kim, minggu depan anda akan menjadi bintang tamu di konser acara penghargaan MAMA.” Manager nya berkata dan Sungkyu mengangguk.

“Oh iya dan anda juga akan berkolaborasi dengan Oh Hayoung, anda tahu? Anggota girlband Starlight?” manager nya menanyakan dan Sunggyu mengangguk.

“Tentu saja! Aku fans mereka.” Sungkyu membalas dengan ceria.

“Baguslah, kalian akan bertemu besok untuk mendiskusikan lagu yang akan kalian nyanyikan aku harap kalian berdua bisa akrab.” Manager Sungkyu berkata dan dia berpamitan untuk mengerjakan pekerjaannya yang lain.

“Hm.. Oh Hayoung? Menarik..” Sungkyu bergumam dan kembali memainkan pianonya.

Dia melamun sesaat dan bayangan tentang suara dan sentuhan gadis itu kembali datang,dia tidak mengerti kenapa selama bertahun-tahun ini dia belum bisa melupakan sosok orang yang membelikannya piano ini.

Helen, kau dimana sekarang?

*****

Hayoung dengan gugupnya meremas tangannya, dia tidak mengerti kenapa dari ribuan idola pria kenapa dia harus dipasangkan dengan Kim Sunggyu? Dia hanya pianis terkenal saja kan? Tidak banyak anak muda yang tahu dia jika mereka tidak menyukai musik klasik.

“Hayoung,semuanya akan baik-baik saja.” Jessica mencoba menenangkan temannya itu, tangan Hayoung kelihatan sangat pucat dan dingin.

“Tapi Eonni,aku tidak bisa melakukan ini..bagaimana kalau Sungkyu mengenaliku?” Tanya Hayoung.

“Itu resikonya, tapi aku yakin dia tidak akan mengenalmu dia bahkan tidak tahu bagaimana wajahmu.” Jessica mengingatkan dan Hayoung bisa menghela nafas lega.

Ya benar, Sungkyu tidak bisa melihat saat mereka bertemu itu artinya kesempatan Sungkyu untuk bisa mengenalinya sangat tipis.Hayoung akhirnya berdiri saat dia melihat asisten Sungkyu keluar dari ruang musik Sungkyu dan mengijinkan Hayoung untuk masuk.

“Terimakasih Eonni kau sudah mengantarku.” Hayoung berkata dan dia memeluk Jessica sekilas.

“Sama-sama, aku akan pulang jika kau sudah selesai telepon aku.” Jessica berkata dan Hayoung mengangguk.

Hayoung melangkah masuk kedalam ruangan musik Sungkyu dia berbalik dan dia bisa melihat Sungkyu sedang memainkan musiknya, lelaki itu dengan ahlinya menekan tuts piano klasiknya menghasilkan melodi yang indah.

Namun yang membuat Hayoung lebih kagum adalah sosok lelaki itu sendiri, Sungkyu terlihat sangat bahagia dan bersemangat sangat berbeda dengan Sungkyu yang dia tahu beberapa tahun yang lalu.

“Oh nona Hayoung,anda sudah datang.” Sungkyu melirik kearah Hayoung.

“Nde, annyeoung haseyo.” Hayoung menyapa.

“Tak usah formal denganku, kau bisa memanggilku Oppa jika kau mau.” Sunggyu menggoda, dia tahu kalau gadis itu gugup.

Nde..Oppa.” Hayoung berkata, namun sata Sungkyu mendnegar Hayoung memanggil Oppa entah kenapa dia ingat pada Helen.

Nada suara Hayoung dan Helen sangat percis sekali, Sungkyu awalnya mengacuhkan pendapat itu mungkin hanya kebetulan saja.

“Jadi,apa yang ingin kau nyanyikan untuk acara MAMA?” Sungkyu bertanya.

“Aku tidak punya rencana, tapi aku ingin menyanyikan lagu Ivy sunbaenim.” Hayoung berkata dan Sungkyu mengangguk.

“Pilihan yag bagus, bisakah kau mencoba menyanyikannya?” Tanya Sungkyu.

“Ya tentu saja.” Hayoung berdehem sebentar dan dia bersiap-siap untuk menyanyi.

Baby you neol gidaryeo Never forget you.. neol saranghae,baby you neo eopsi sal su eopsneun na…ojik neomani naega sumswineun iyu..” Hayoung bernyanyi, dan Sungkyu hanya diam entah kenapa suara Hayoung begitu familiar untuknya, nada dan penghafalan kata-katanya begitu mirip dengan wanita itu.

Apakah pikirannya sedang mempermainkannya sekarang? Namun semua kemiripan ini perlahan-lahan membuatnya gila, tidak mungkinkan seorang Helen adalah Hayoung? Mereka berdua bahkan memiliki pekerjaan yang berbeda.

Sungkyu berdiri dari duduknya dan menatap kearah Hayoung.

“Maaf aku..aku haus menghirup udara segar dulu.” Sungkyu berkata, dia berlari dan keluar dari ruangan musiknya meninggalkan Hayoung yang kebingungan.

Hayoung melirik kearah piano Sunggyu dan dia menyentuh piano itu, dia tidak menyangka kalau Sunggyu masih menggunakan piano yang dia berikan setelah bertahun-tahun ,dia mengenal piano nya karena di depan jajaran tuts piano nya ada sebuah ukiran emas yang kelihatannya sudah mulai pudar di makan waktu.

“Maafkan aku Oppa..” Hayoung berbisik dia ingin menangis namun dia tidak bisa menangis disini.

Sungkyu menyandar di tembok luar studio musiknya, dia menarik nafasnya dalam-dalam dan mencoba tenang dia belum pernah merasa sebingung ini. Apa yang dia rasakan begitu berlainan dengan logikanya, entah kenapa hatinya terus menjerit kalau sosok Hayoung adalah sosok wanita yang dia cari-cari selama ini.

Kenapa hatinya dan firasatnya begitu yakin kalau orang yang tadi dia temui adalah Helen gadis pujaannya? Sungkyu menutup matanya dan airmata langsung turun membasahi pipinya dia merindukan gadis itu.

Helen..aku merindukanmu cepatlah datang kepadaku,
aku sekarat disini menunggumu…

****

Waktu sudah menunjukan jam 9 malam dan Sungkyu masih memainkan musiknya, tadi siang mereka berdua sudah sepakat untuk menyanyikan lagu Ivy yang berjudul Missing You dan itu semakin menyiksa Sungkyu karena suara Hayoung.

Suara Hayoung selalu berhasil mengingatkannya pada Helen, dia mencoba bersabar namun pada akhirnya dia selalu menyerah dan berhenti untuk berlatih dengan penyanyi muda itu.

Sungkyu mengambil gelas minumannya yang ada diatas pianonya, dia tidak bisa terus seperti ini dia harus tahu siapakah sebenarnya Helen dan dimanakah gadis itu sekarang.

Sungkyu meminum air didalam gelas itu sampai habis dan dia membantingkan gelas kaca itu dengan kasar kelantai, membuat gelas itu hancur berkeping-keping bahkan sebagian pecahan kaca itu menggores tangan Sungkyu.

“Oppa!” Seseorang memanggilnya dan Sungkyu terkejut, dia melirik dan melihat Hayoung berdiri diambang pintu.

“Hayoung? Apa yang kau lakukan disini?” Sungkyu berkata dan Hayoung melirik kearah tangan Sungkyu yang berdarah.

“Oppa,tanganmu berdarah!” Hayoung berseru dia langsung berari kearah Sungkyu dan menyentuh tangan Sungkyu.

“Aku tidak apa-apa.” Sungkyu berkata.

“Bodoh! Kau bilang ini tidak apa-apa?! Aku akan mengobatinya.” Hayoung membentak dan dia menyuruh Sungkyu untuk duduk, dia keluar dari ruangan musik untuk mengambil kotak obat yang ada di mejas sekertaris Sungkyu.

Sungkyu menatap kearah tangannya dan taklama kemudian Hayoung datang lalu dengan hati-hatinya dia membersihkan luka Sungkyu dengan alkohol, Sungkyu meringis namun Hayoung tidak menghiraukan ringisan lelaki muda itu.

“Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau membanting gelas itu?” Hayoung bertanya dan dia mulai membubuhkan obat betadine ketangan Sungkyu.

“Aku tidak bisa berkolaborasi denganmu.” Kata Sungkyu dan Hayoung menatap kearah Sungkyu.

“Apa maksudmu Oppa?” Tanya Hayoung.

“Kau terlalu mirip dengan seseornag yang aku cintai, dan itu menyiksaku.” Sunggyu menjawab dan Hayoung akhirnya membalut tangannya dengan perban.

“Oppa, aku tahu ini berat tapi bisakah kau tetap professional? Kita mungkin tidak akan bertemu lagi setelah acara MAMA.” Hayoung berkata, suaranya sedikit gemetaran karena dia menahan tangisnya.

“Kau tahu, dulu aku buta..” Sunggyu memulai dan Hayoung menyelesaikan balutan perbannya ditangan Sungkyu.

“Saat aku buta dialah yang selalu ada disisiku, dialah satu-satunya wanita yang membuatku jatuh cinta.” Ungkap Sungkyu dan dia menatap kearah Hayoung, Hayoung menatap kearah lain menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.

“Hayoung, apa kau tahu siapa Helen? Apakah kau pernah mendengar nama itu?” Tanya Sungkyu.

“Tidak Oppa, aku benar-benar tidak mengenalnya.” Hayoung berdiri dan berbalik, dia bisa merasakan airmatanya menetes.

Sungkyu berdiri dia langsung memutarkan tubuh Hayoung dan menarik gadis itu mendekat kearahnya, bibir merekapun bertemu Hayoung yang kaget tidak tahu harus bereaksi seperti apa namun dia tidak menolak ciuman Sungkyu.

Tanpa Sungkyu sadari dia menangis dalam ciuman mereka, Sungkyu yakin sekali dalam hatinya kalau Hayounglah wanita yang dia cari.Hayoung adalah Helen dia yakin sekali. Dia belum kehilangan kemampuannya untuk mendeteksi kebohongan seseorang, dia tahu kalau Hayoung menyembunyikan sesuatu darinya dan gadis itu tidak jujur padanya.

Sunggkyu melepaskan ciumannya dan dia langsung memeluk Hayoung dengan erat, dia tidak ingin melepaskan gadis itu tidak untuk yang kedua kalinya.

Oppa Mianhe..aku sudah berbohong selama ini..” Hayoung akhirnya mengakui, dia sendiri merasa menderita setiap kali dia harus menyanyi dan menatap kearah lelaki pujaannya seakan mereka hanyalah orang asing.

“Iya aku memaafkanmu, yang terpenting sekarang kau ada disini bersamaku.”

“Aku mencintaimu Oppa.”

“Aku juga Hayoung, aku mencintaimu.” Sunggyu berkata dan dia mengelus kepala Hayoung, akhirnya pencariannya pun berakhir.

Helennya sudah kembali, dia sudah menemukan belahan jiwanya itu akhirnya kehidupannya terasa sangat lengkap.

*****

“Hayoung!Hayoung! Hayoung!” semua fans penyanyi muda itu berteriak sangat mereka menunggu penyanyi favoritenya untuk tampil, Hayoung menggengam tanagn Sungkyu yang berdiri disampingnya lelaki itu tersenyum kearah Hayoung membuat Hayoung sedikit tenang.

“Kau pasti bisa, kau sering bersenandung lagu ini hampir setiap harikan?” Sungkyu berkata dan dia langsung keluar dari belakang panggung.

Suara riuh tepuk tangan langsung terdengar dan Sungkyu langsung duduk di depan pianonya, tangannya dengan lihai menekan tuts piano menghasilkan musik yang begitu merdu dan menenangkan.

Sosok Hayoung langsung muncul dari belakang panggung, dia begitu cantik dengan gaun ungu selututnya berjalan sambil menyanyi.

han yeojaga geudaereul saranghamnida..” Hayoung memulai dan semua fansnya langsung menggila, berteriak menyemangati idolanya.

geu yeojaneun yeolsimhi saranghamnida”  Hayoung melanjutkan, sedangakan Sunggyu menatap kearah kekasihnya itu, dia tersenyum saat melihat Hayoung mendekat kearahnya.

maeil geurimjacheoreom.. geudaereul ttaradanimyeo,geu yeojaneun useumyeo ulgo isseoyo..” Hayoung bernyanyi sambil menatap kearah Sunggyu, semua fans Hayoung tahu kalau idola nya itu bernyanyi untuk Sunggyu chemistry diantara mereka terasa sangat kuat sekali sata di panggung.

Sunggyu memainkan pianonya sambil sesekali menatap kearah kekasihnya yang cantik itu.

eolmana eolmana deo neoreul,ireoke baraman bomyeo honja..i baram gateun sarang i geoji gateun sarang..gyesokhaeya nega nareul sarang hagenni..” Hayoung bernyanyi dia berjalan kearah fansnya yang langsung berteriak histeris saat mereka melihat Hayoung mendekat kearah ujung pangung.

Sunggyu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, semua fans Hayoung memang sangat supportive dan heboh itulah salah satu alasan kenapa Sunggyu menyukai penggemar Hayoung karena mereka sangat antusias.

Berbeda dengan fansnya yang lebih dewasa dan menghargai karyanya dengan gesture tubuh dan tatapan penuh kagum, fans Hayoung menghargai karya Hayoung dengan berteriak seperti sekarang ini.

jogeumman gakkai wa jogeumman… hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan.. jigeumdo yeope isseo geu yeojan umnida
” Hayoung melanjutkan dan sisa lagupun mengalir begitu indahnya, Hayoung adalah penanyi yang baik Sunggyu baru mengetahui itu.

Setelah lagu selesai merekapun berdiri berdampingan dan menunduk penuh hormat kepada semua fans mereka dan merekapun berjalan kebelakang panggung untuk beristirahat, berbagi panggung dengan kekasihnya merupakan pengalaman yang tidak akan pernah Sunggyu lupakan.

Karena walaupun dalam kegelapan dia masih

bisa membuat melodi, dan melodinya adalah Hayoung.

 ~The end~

Advertisements

34 thoughts on “A-Pink Concerto – Hayoung’s Story

  1. yuhuuuu…..

    akhirnya the famous beedragon nyasar ke apink concerto… *applause!*

    langsung aja komen ya… aku mau ngasih saran boleh?? boleh lah ya, penulis yg baik pasti mau menerima kritik dan saran kan?
    susunan cerita ini udah bagus, tapi kayanya kamu masih harus perbaiki pemenggalan kalimat kamu deh. kapan harus kamu kasih titik atau koma. karena aku masih ngerasa ada beberapa kalimat yg ganjal.. trus kalo ganti sudut pandang, ada baiknya kamu buat di scene berbeda… misalnya yg di studio, dimana sunggyu jd sudut pandang pertamanya, disitu kan semua dilihat dari apa yg sunggyu rasakan, trus tetiba kamu sebut nama hayoung dan semuanya tau kalo yg datang ke studio itu adalah hayoung, akan lebih baik *menurut bee* kalo itu kamu bikin scene baru. itu dipotong seperti kalo kamu mau ganti tempat/adegan (ngerti gak? aku jd bingung jelasinnya gimana *abaikan*) atau kamu bikin gini ‘jika saja gyu bisa melihat, mungkin ia akan berteriak histeris karena ternyata yg ada di hadapannya ini adalah hayoung, salah satu member starlight, idolanya’ trus baru deh pake sudut pandang hayoung plus gyu.. *bingung? hehehe mian*
    ahh satu lagi, untuk penempatan bahasa asing, akan lebih baik kalau kamu memakai susunnn bahasa asing yg benar.. kita punya terjemahan yg lumayan akurat bahasanya.. itu bahasa asing yg kamu pakai masih belum benar kata2nya, mungkin pelafalan serupa tapi penulisan salah 🙂

    okeh sekarang ke ceritanya yaa…
    aku ga bisa bayangin hayoung jadi seksi ㅡ.ㅡ
    kl jess aku masih bisa bayanginnya, tp hayoung…. she is too innocent for me #salahfokus
    karakter hayoung disini cukup berkesan, dewasa, mandiri, baik hati/?
    sedih waktu tau kl hayoung ninggalin gyu, aku lsg ‘wtf helen! seenggaknya ngaku dulu sebelum pergi!’ eh tapinya mereka ketemu lagi dan hayoung ngaku jg kl dia adalah helen *lap keringet l*
    dan aku suka karakternya gyu disini.. walopun dia buta tapi dia bisa melihat pake mata hati #eaaaa
    mereka akhirnya jadian kan? kalo gt myungsoo sama bee aja deh… ㅎㅎㅎ

    terima kasih sudah bikin cerita kece begini… terus perbaiki tulisanmu dan terus berkarya! kalo ada kata2 bee yg ga ngenakin, tolong jangan dimasukin hati.. kita sama2 masih belajar, belum tentu tulisan bee sempurna seperti andra and the backbone.. heheheh
    good story! keep writing! 화이팅! 뿅!

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s