A-Pink Concerto – Eun Ji’s Story


eunji

~MY FAN MY LOVE~

Encore! Encore! Encore!” teriakan suara penonton yang memenuhi Olympic Gymnastic Arena Seoul menggema dan memekakkan telinga setiap orang yang mendengarnya. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, namun para penonton belum beranjak dari tempatnya masing-masing dan masih setia memanggil idola mereka untuk naik kembali ke atas panggung dan menyanyikan lagu tambahan.

We want more! We want more!” teriak mereka lagi karena sang artis yang ditunggu-tunggu masih juga belum menunjukan dirinya. Lightstick pink yang dipegang oleh hampir setiap penonton disana tetap menyala terang dan digerakkan seirama dengan teriakan mereka. Sangat kontras dengan pencahayaan yang menggelap.

Tiba-tiba semburan kembang api menyala di setiap pinggir panggung dan membuat penonton terdiam serempak. Mata mereka tak lepas dari stage utama, bersiap menantikan idolanya yang mereka yakini akan segera tampil kembali untuk memuaskan para fans.

Dear boy, you’re my angel…” suara halus nan merdu itu menjadi awalan dari hidupnya kembali suasana konser yang sempat meredup setelah closing.

“KYAAAA…..” teriak para fans lagi setelah ketujuh perempuan mungil nan cantik-cantik itu menampakan diri ke atas panggung dengan kemeja merah muda dan rok pendek berbahan jeans yang berbeda motif.

Let me show you a better day…” lanjut sang penyanyi melantunkan kalimat pembuka lagunya. Tanpa membuang waktu lagi, para fans yang sudah sangat hafal lagu itu pun segera meneriakan fanchant mereka dengan semangat.

“Park Chorong, Yoon Bomi, Jung Eunji, Son Naeun, Hong Yookyung, Kim Namjoo, Oh Hayoung, BUBIBU!!” Ketujuh penyanyi cantik yang dikenal dengan nama Apink itu tersenyum senang setelah mendengar nama mereka disebutkan satu-persatu. Rasa lelah yang mereka rasakan sebelumnya digantikan oleh semangat baru karena dukungan fans-fans mereka. Seiring dengan musik yang mengalun, mereka menyanyikan lirik dan menarikan gerakan koreografi yang sudah mereka persiapkan jauh sebelum hari konser. Sambil menyanyi sesekali mereka berinteraksi dengan para fans lewat kerlingkan mata atau sekedar lambaian tangan.

Menjelang akhir lagu, ketujuh anggota Apink segera menyebar ke sudut-sudut panggung untuk memberikan salam terakhirnya. Tak sedikit juga fans-fans yang mengulurkan berbagai macam benda dengan harapan salah satu anggota Apink dapat mengambil  hadiah dari tangan mereka. Eunji, sang Vokalis Utama dari grup itu mengulurkan tangannya kepada fans-fans yang berdiri di barisan festival. Sambil tersenyum ia menyalami mereka sejauh jangkauan tangannya. Sesekali ia mengambil selca dan diberikan langsung untuk fansnya.

Kamsahamnida!” ucap Eunji sambil menganggukan kepala sepintas ketika ia mengambil salah satu hadiah fans yang ditujukan untuknya. Sang fans yang mendapatkan ucapan terima kasih dari Eunji hanya bisa terpaku dan menatap Eunji terharu. Eunji kemudian berjalan lagi menuju fans-fans yang berada di tengah sambil memberikan senyum manis pada setiap wajah yang ditemuinya. Tak lupa ia melambaikan tangan atau membungkukan badannya pada para fans yang telah hadir.

Baru saja Eunji sampai di bagian penonton yang di tengah namun tiba-tiba jantungnya berdebar keras saat tanpa sengaja retinanya menangkap sosok yang ia kenal. “Sunggyu Seonbae.” panggil Eunji dalam hati. Matanya masih terpaku menatap seorang pria dengan smile eyes dan garis muka tegas itu dari sudut pandang beberapa meter. Teriakan fans yang menyebut namanya berkali-kali tak membuatnya terganggu dari tatapannya untuk Sunggyu, seseorang yang ia kira tak akan mungkin ada di tengah para penggemarnya. Sunggyu yang masih sibuk berdesak-desakan dengan penonton tak menyadari kalau sedari tadi ia terus diperhatikan oleh idolanya.

“Hey, apa yang kau lakukan?” tegur Chorong—leader Apink—sambil menepuk pundak Eunji dan sukses membuyarkan lamunannya. “Kau belum ke penonton yang disana!” tambah Chorong lagi sambil menunjuk ke arah kursi VIP.

N-ne, Eonni” Eunji yang baru tersadar akan keteledorannya segera mengangguk patuh dan berjalan ke arah yang ditunjuk Chorong tadi.

Selesai dengan lagu terakhir dan puas mengelilingi arena panggung, mereka segera kembali ke tengah panggung dan memberikan hormat terakhirnya secara serempak sebagai tanda terima kasih untuk para penonton karena telah turut menyukseskan konser tunggal perdana Apink. Tepuk tangan meriah dari para penggemar menggema heboh sesuai dengan kepuasan hati mereka semua. Setelah pamitan, member Apink segera berjalan menuju backstage. Eunji sempat menoleh lagi ke arah tempat Sunggyu berada sebelum dirinya benar-benar menghilang dari atas panggung. Beberapa kali matanya mencari sosok itu namun ia tak melihat lagi Sunggyu di tempat yang tadi.

“Apa mungkin aku salah lihat?” ucapnya tak yakin karena masih belum bisa menemukan Sunggyu.

“Siapa?” tanya Bomi karena mendengar ucapan Eunji.

A-anni, bukan siapa-siapa” kilah Eunji, takut diinterogasi lebih lanjut.

***

Langit yang cerah dan udara yang segar menemani pagi seorang perempuan yang kini sedang berjalan menuju gedung sekolahnya. Kacamata minus dengan frame besar yang bertengger di tengkuk hidungnya, wajah polos tanpa make up, rambut dikuncir satu dan di kepang dengan poni yang ia jepit ke belakang, kawat gigi bengan karet berwarna-warni, dan sweater tebal yang ia kenakan membuatnya sangat old fashion dan memberinya kesan culun yang sangat kentara.

“Eunji Eonni!” panggil Hayoung sambil berlari ke arah gadis culun itu.

“Ya! Sudah kubilang, panggil nama asliku kalau sedang tidak di panggung!” marah si Gadis Culun saat mereka sudah berhadapan. Jangan heran kalau mengira nama mereka sama karena sebenarnya mereka memang orang yang sama. Jung Eunji—yang merupakan salah satu member Apink dengan jumlah fans yang banyaknya ratusan ribu dan baru saja menggelar konser perdana tadi malam—hanyalah seorang gadis cupu yang sangat sederhana.

“Oh iya, aku lupa. Mianhae, Hyerim Eonni.” ucap Hayoung memanggil nama asli Eunji, walaupun sebenarnya tak akan ada satu orangpun yang akan mengenali dirinya dengan penampilan seperti itu. Tentu saja begitu, pemilik nama Eunji bukan hanya satu dua orang saja, ‘kan? Lagipula siapa yang akan menyangka artis cantik terkenal dan bersuara merdu akan berada dalam wujud yang tidak sedap dipandang mata. Yah, kecuali orang-orang yang memang dipercaya bisa menjaga rahasianya, tapi tetap saja Eunji akan merasa kurang nyaman jika ada yang memanggil nama panggungnya saat ia berpenampilan biasa. Menurutnya, Jung Eunji dan Jung Hyerim adalah dua karakter yang berbeda.

“Ada apa?” tanya Eunji pada sang Magnae.

“Kau melupakan buku PR mu, Eonni! Ini!” jawab Hayoung sambil memberikan sebuah buku tulis pada Eunji.

“Astaga! Aku lupa memasukannya tadi! kalau tidak mengumpulkannya hari ini, aku bisa mendapat nilai C untuk matematika. Jeongmal gomawo, aku berhutang padamu.”

“Hehehe… Kalau begitu akan kutagih hutang budimu jika aku memerlukan bantuanmu.”

“Baiklah.”

“Ya sudah! Aku pergi ya, Eonni! Sampai jumpa nanti!”

Ne, jalga!” Eunji melambaikan tangannya pada Hayoung saat ia mulai menjauh. Setelah memasukan bukunya ke dalam tas, Eunji melanjutkan jalannya lagi menuju gerbang sekolahnya yang tinggal beberapa puluh meter.

Suara bel dari gedung Yeoidae High School mulai terdengar dan para siswa termasuk Eunji segera mempercepat langkah sebelum gerbang ditutup. Untungnya Eunji berhasil masuk tepat sebelum gerbang benar-benar dikunci oleh sang penjaga sekolah. Berkali-kali Eunji bersyukur dalam hati karena tidak harus mendengar ceramah dari guru pengawas dan tidak harus mendapatkan nilai C. Hari ini mungkin memang hari keberuntungannya, pikirnya sambil tersenyum menatap langit cerah.

BUGH!

Baru saja Eunji mengalihkan pandangannya ke langit, ia sudah jatuh tersungkur ke tanah karena seseorang menabraknya dari belakang. Isi tasnya kini berserakan dan seragamnya terkena noda debu. Ia segera meraba-raba sekitar untuk mencari kacamatanya yang tadi ikut terjatuh.

“Ini.” ucap orang yang menabraknya sambil memberikan kacamata minus milik Eunji.

“Terima kasih.” jawab Eunji sambil memakai kacamatanya dan melihat ke arah orang di depannya. “Seonbae!” panggilnya kaget saat melihat Sunggyu sudah berdiri di depannya. Sunggyu lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Eunji berdiri. Bukannya menerima uluran tangan Sunggyu, Eunji malah diam dan bingung sendiri. Matanya yang terus tertuju pada Sunggyu dan jantungnya yang kian berdebar makin cepat seakan menghentikan pikirannya dari apa yang harus dilakukan.

“Kenapa tidak berdiri?” tegur Sunggyu.

“Eh? Ng.. Ah, ne.” Eunji mengangguk pasti dan langsung berdiri sendiri, mengabaikan bantuan yang Sunggyu tawarkan. Tidak, bukan mengabaikan sebenarnya, tapi lebih ke tidak sadar kalau uluran tangan itu ditujukan untuknya. Sunggyu hanya terkekeh pelan lalu membantu mengambil barang-barang Eunji yang berserakan. “Jweseonghamnida, Seonbae. Maaf karena aku berhenti mendadak dan tidak memperhatikan jalanku tadi.” sesal Eunji sambil membungkukan kepalanya berkali-kali. Sunggyu melihat ke arahnya dan terkekeh lagi.

“Bukankah aku yang seharusnya minta maaf karena berlari cepat dan tak sengaja menabrakmu?”

“Ye? Ng… be-begitukah? Ba-baiklah.” jawabnya terbata-bata. Eunji kini memasukan lagi barang-barangnya ke dalam tas.

“EH? INI!” kaget Sunggyu yang membuat Eunji ikutan kaget.

“A-ada apa, Seonbae?”

“Bukankah ini jepit rambut yang Eunji pakai semalam? Jangan-jangan kau—“ Sunggyu menajamkan pandangannya ke arah Eunji sambil menyodorkan sebuah jepit rambut berbentuk pita pink yang ia temukan di tengah barang-barang Eunji yang berserakan. Eunji menundukan kepalanya takut-takut sambil terus berdoa agar identitasnya tidak ketahuan.

“I-itu…” otaknya berpikir cepat untuk memberikan alasan yang mungkin akan masuk akal. Ternyata orang yang ia lihat semalam benar-benar Kim Sunggyu. “Ng… Jepit rambut itu…” nada bicaranya semakin bergetar karena gugup.

“Jangan-jangan tadi malam kau datang ke konsernya Apink, ya?!”  tanya Sunggyu semangat. Eunji menghembuskan nafas leganya. Tanpa harus memberikan alasan lain, Sunggyu sudah membuat alasan untuknya. “Apa kau penggemar Apink?”

N-ne… bisa dikatakan begitu.” Eunji memaksakan senyumnya sambil membetulkan letak kacamatanya.

Assa! Sudah kukira pasti seperti itu! Pasti tadi malam ia melemparkan ini ke arah penonton dan kau yang beruntung karena mendapatkannya!”

“Yah, begitulah.”

Suara bel kembali berbunyi sebagai tanda pelajaran akan segera dimulai. “Aiiisshh, dasar tidak sabaran!” umpat Sunggyu kesal mendengar nada menyebalkan itu. “Oh iya, namamu siapa?”

“Jung Hyerim, Seonbae.

“Namaku—“

“Kim Sunggyu” potong Eunji cepat. Sunggyu memang mempunyai popularitas tinggi di sekolah karena selain pintar dan tampan, ia juga menjuarai banyak perlombaan. “Siapa yang tidak mengetahui dirimu, Sunggyu Seonbae?” tambahnya lagi dan menimbulkan senyuman di wajah Sunggyu. Eunji balas tersenyum dengan pipi merona. Desiran halus dan degupan jantung yang entah milik siapa membuat aura di sekitar mereka berdua kian menghangat.

“Baiklah, Hyerim-ah, senang bertemu denganmu. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi, yah! kurasa ada banyak hal yang bisa kita bicarakan bersama!” Sunggyu menyerahkan barang-barang Eunji yang tadi dipungutnya. Eunji menganguk sekali sebagai tanda persetujuan. Sunggyu melambaikan tangannya saat hendak meninggalkan Eunji.

“Sampai jumpa!” ucap Eunji sambil tersenyum malu. Setelah dirasanya Sunggyu sudah cukup jauh, Eunji memegang dadanya sebelah kiri, merasakan detak jantung yang berdegup cepat tanpa bisa ia kontrol.

‘Akhirnya aku bisa mengobrol langsung dengannya! Jadi orang yang kulihat tadi malam itu benar-benar Sunggyu Seonbae? Dan apa katanya tadi? Banyak hal yang bisa kita bicarakan bersama? Astaga! Mimpi apa aku semalam sampai mendapatkan momen indah begini? Ini benar-benar hari keberuntunganku!’

***

Sedari pulang sekolah tadi, tak henti-hentinya senyum itu terus melekat di bibir sang Vokalis Utama grup Apink ini. Walaupun keenam membernya sudah menatap heran pada Eunji tapi hal itu tidak membuatnya terganggu akan lamunannya tentang memori hari ini yang terus membuat senyum itu terukir di bibirnya. Pasalnya saat pagi tadi Sunggyu mengatakan ingin mengobrol dengan Eunji, ia tidak bercanda soal itu. Saat istirahat siang, Sunggyu menemani Eunji—yang biasanya selalu sendirian—makan di kantin. Ketika pulang sekolah, Sunggyu mengajak Eunji ke toko kaset dan berkunjung ke tempat ia kerja part time. Mereka banyak mengobrol tentang Apink. Eunji memang sedikit merasa aneh karena ia harus membicarakan grupnya sendiri dengan Sunggyu yang tidak tahu kenyataan yang sebenarnya, namun di sisi lain ia senang bukan main karena Sunggyu ternyata mengidolakan Apink.

Selama ini Eunji tak pernah berharap banyak Sunggyu akan menyukainya dalam wujudnya sebagai Hyerim. Berharap untuk saling mengenal saja rasanya sulit. Image-nya sebagai Hyerim tak ada bagus-bagusnya. Siapa sih yang akan menyukai gadis culun penyendiri yang kerjaannya hanya membaca buku di perpustakaan jika ada waktu luang? Jika tak ada maksud tertentu seperti memanfaatkannya dalam mengerjakan tugas atau ulangan, tak ada satupun yang mau berteman dengan Hyerim. Sunggyu hanya terlalu baik pada semua orang jadi ia tak pernah pilih kasih dalam berteman. Dan kali ini karena kebetulan yang sangat menguntungkan itulah Sunggyu dapat mengenal sosok Hyerim. Eunji sadar kalau sosok Hyerim-nya tak akan mampu merebut hati Sunggyu, tapi paling tidak kini ia tahu satu fakta baru kalau dirinya yang sebagai Eunji mempunyai peluang besar. Eunji tersenyum lagi saat mengingat Sunggyu begitu memuji sosok Eunji—alias dirinya sendiri—di depannya langsung.

‘Jika bukan Jung Hyerim, Jung Eunji pasti bisa menaklukan hatinya! Bukankah sama saja? Toh mereka masih tetap aku. Hehehe.’

“Kau kenapa sih, Eonni?” tanya Naeun sambil menyikut lengannya. “Daritadi senyam senyum terus? Padahal ini dramanya lagi sedih-sedihnya. kurang obat, ya?”

“Karena hari ini adalah hari keberuntunganku. hehehe…”

“Dasar aneh!” balas Naeun sambil geleng-geleng kepala.

“Sudah! Yuk, siap-siap. Sore ini kita ada pemotretan untuk iklan, ’kan?” perintah Chorong pada member.

Bel apartemen berbunyi dan para member saling bertatapan memberikan kode perintah untuk membuka pintu. Karena tidak ada yang mau menghentikan kegiatannya masing-masing secara serempak mereka memandang Hayoung dan alhasil sang Magnae lah yang harus bersedia membuka pintu apartemen mereka.

Dayoung, sang Manager, masuk sambil membawa bingkisan besar. “Apa yang kalian lakukan daritadi? Bukankah aku sudah bilang pemotretannya jam 5 sore? Kenapa belum rapi?” kesal sang Manager sambil menatap member Apink satu persatu dan paling tajam ditujukan untuk sang Leader, Chorong.

“Aku sudah mengingatkan mereka, Eonni!” jawab Chorong sebelum ditanya karena takut disalahkan.

“Dasar, kalian ini. sudah cepat siap-siap. Lima belas menit!” perintahnya telak. Para member segera beranjak dari duduknya dan menuju kamar mereka untuk ganti baju.

Begitu sampai di kamar, Eunji dan Chorong masih sempat-sempatnya mengobrol dan membahas hal tidak penting. Seketika pembicaraan mereka terhenti ketika Dayoung menampakan kepalanya di pintu dan menatap tajam ke arah mereka berdua. “Tsk, sepuluh menit lagi” serunya mengingatkan. Eunji dan Chorong langsung mengikuti perintah Dayoung untuk mengenakan baju yang seragam. Setelah selesai bersiap-siap, mereka semua kini mengendarai van menuju tempat pemotretan. Sang Manager yang bertugas menyetir, kini mempercepat laju kendaraannya setelah menyadari waktu yang tidak banyak lagi sebelum pemotretan dimulai. Para member pun tak bisa berbuat apa-apa selain mengencangkan seatbelt mereka.

Eonni, pokoknya jangan kebut-kebutan lagi. Perutku mual!” keluh Namjoo sambil mengelus perutnya setelah mereka sampai dan turun dari mobil.

“Siapa suruh kalian telat? Hahaha…” jawab Dayoung enteng sambil berjalan menuju sebuah gedung bertingkat yang cukup mewah. Kebiasaannya kebut-kebutan memang susah dihilangkan walaupun pernah dua kali kena tilang polisi. “Ini iklan besar. Jangan sampai klien kita kecewa, arrasseo?”

Ne!” jawab Apink serempak.

Mengingat ini bukanlah kali pertama mereka melakukan aktivitas seperti ini, sesi pemotretan kali ini pun berjalan dengan mulus. Setelah beberapa kali ganti baju dan memakai make up yang berbeda, sesi pemotretan pun selesai. Semua member, manager, staff, dan pihak yang terlibat saling mengucapkan terima kasih, menandakan berakhirnya kegiatan kali ini.

Sugohasyeossemnida!” ucap Eunji sedikit membungkuk pada seorang staff yang berpapasan dengannya saat ia ingin menuju toilet.

“Ah, ne Sugohasyeossemnida. Oh iya, Eunji-ssi ini tadi ada seorang fan yang menitipkan ini untukmu.” staff tersebut memberikan sebotol minuman isotonic pada Eunji. “Sudah ya, aku harus kembali”

“Tunggu! Apa ia bekerja di perusahaan ini?”

“Hmmm… bisa dikatakan seperti itu.” ucap staff itu tersenyum lalu berjalan pergi.

“Ya sudahlah, nanti lama-lama juga dia menampakan dirinya langsung.” ucap Eunji malas sambil membuka tutup botol.

Ceklek!

Eunji melirik ke arah pintu didepannya saat ia masih menegak minumannya. Dari sudut matanya, ia terus memperhatikan seseorang yang baru saja keluar dari ruangan.

“Uhuk! Uhuk!” tiba-tiba Eunji terbatuk saat orang yang ia lihat tadi berbalik dan menampakkan wajahnya. “Uhuk! Uhuk!” Eunji menepuk-nepuk dadanya sendiri berharap air yang tersedak tadi bisa cepat hilang. Kenapa Sunggyu Seonbae bisa disini? Tanyanya dalam hati.

Gwaenchanayo?” Sunggyu mendekat dan bertanya khawatir.

N-ne, sudah tidak apa-apa.” ucap Eunji sambil menunduk malu.

“Kau yakin? Mau kuambilkan air putih?”

Anniyo, gwaenchanayo” jawabnya lemah masih tetap menunduk. Sifat pemalunya kini mulai kambuh lagi dan mendominasi. Hey, kenapa aku malah begini, aku kan Eunji! Kata Eunji dalam hati, merutuki kebodohannya sendiri. Ia kini mengangkat dagunya dan dengan berani menatap Sunggyu lalu tersenyum dengan percaya diri seperti yang selalu diajarkan oleh management-nya saat masa-masa trainee. Astaga sekarang ketampanannya bertambah berkali-kali lipat dengan setelan jas itu. Annyeonghaseyo! Aku member Apink, Jung Eunji imnida” sapanya sambil menundukan kepala sedikit untuk memperkenalkan dirinya pada Sunggyu.

“Ahahaha, siapa yang tidak kenal artis terkenal sepertimu? Eunji-ssi, aku penggemarmu loh, Kim Sunggyu imnida.” kini gantian Sunggyu yang memperkenalkan diri membuat Eunji semakin berbunga-bunga. Siapa yang tidak senang kalau orang yang kita sukai ternyata fan kita sendiri.

Jeongmalyo?”

Ne, jeongmalyo. Aku bahkan menonton konser perdana Apink. Ah iya, salah satu temanku juga merupakan fanmu. Boleh aku minta tanda tanganmu? Ia pasti senang jika kau bisa memberikan tanda tangan untuknya!”

Ne! tentu saja!” Sunggyu mengeluarkan kertas dan pulpen dari saku jasnya dan memberikannya pada Eunji. (Eunji sambil membuat tanda tangan dalam ukuran besar.) “Siapa nama temanmu?”

“Jung Hyerim”

“Oh, Jung Hyerim.” Eunji mendikte kembali kata-kata Sunggyu sambil menambahkan kata Jung Hyerim di bawah tanda tangannya. “Ne?” serunya kaget saat ia sadar bahwa nama itu adalah miliknya sendiri.

Waeyo?”

A-anniyo. Hanya saja namanya mirip seseorang yang kukenal.”

“Begitukah? Tapi kurasa tidak mungkin temanku adalah kenalanmu. Ahahaha…”

“Ini!” Eunji mengembalikan kertasnya pada Sunggyu.

Gomawoyo, Eunji-ssi

“Sunggyu Seon—“ Eunji menghentikan kata-katanya sebentar sebelum keceplosan. “Sunggyu-ssi, sekolahmu dimana?” Damn! Bagus sekali. Seperti tidak ada pertanyaan lain saja.

Sunggyu terkekeh pelan. “Darimana kau tahu aku masih sekolah? Dengan pakaian seperti ini saja sudah banyak anak-anak yang memanggilku ahjussi loh. Malah teman-temanku selalu meledekku dengan sebutan haraboeji. Ahahaha!”

“Ah, aku… hanya menebak saja. Kau tidak terlihat setua itu, Sunggyu-ssi.

“Begitukah? Kau yang pertama mengatakan itu padaku. Aku sekolah di Yeoidae High School. Sekarang duduk di kelas 12. Kau sendiri?”

“Ng… aku… home schooling.” bohong Eunji. “Dan kenapa kau bisa ada disini? Kulihat kau tadi habis keluar dari ruangan direktur, ya?”

“Ah, itu… aku hanya menemui ayahku saja. Terkadang aku juga membantu, sih!” ucap Sunggyu rendah hati.

“Ayahmu? Jangan bilang kau—“

“Ayahku CEO perusahaan ini.” jawab Sunggyu enteng dan membuat Eunji menutup mulutnya sendiri karena shock. Eunji banyak mendengar dari para staff dan rekan sesama artisnya kalau anak dari CEO perusahaan ini adalah kandidat utama untuk menggantikan posisi CEO yang sekarang. Selain masih sangat muda, kepiawaiannya dalam mengelola perusahaannya pun patut diacungi jempol. Walaupun masih di bawah naungan ayahnya karena masih menyandang status sebagai siswa, namun keterlibatan Sunggyu untuk perusahaan lumayan besar. Ia sering memberi masukan dan pendapat yang sangat berguna untuk perusahaan.

“Eunji-ah! Ayo cepat, kita masih ada wawancara!” panggil Chorong yang tidak jauh dari tempat Eunji dan Sunggyu berdiri.

“Aku permisi dulu Sunggyu-ssi!” pamit Eunji.

“Boleh kita bertemu lagi lain waktu, Eunji-ssi?”

“Tentu saja, ini nomorku!” Eunji menuliskan nomor ponselnya di kertas tanda tangannya tadi. “Sampai jumpa lagi, Sunggyu-ssi. Annyeonghikyeseyo!

Ne, Annyeonghikaseyo!

***

Setelah makan siang tadi, kini Eunji duduk di rumput taman belakang sekolah sambil menghirup udara segar. Disampingnya sudah ada dua buah buku yang baru saja ia pinjam dari perpustakaan. Karena disini juga jarang orang yang berlalu lalang, makanya tempat ini membuatnya lebih nyaman. Eunji bukannya tidak suka keramaian atau takut pada orang, hanya saja ia mencari suasana yang berbeda selagi ia bisa. Dulu sebelum ia debut ia bisa melakukan hal ini kapanpun ia mau, tapi setelah menjadi artis terkenal, hanya waktu di sekolah lah yang bisa ia manfaatkan.

Annyeong, Hyerim-ah.” baru saja Eunji akan memulai kegiatan membacanya, tapi seseorang sudah lebih dulu menyapanya dan menginterupsi kegiatannya. “Pantas saja aku tak menemukanmu di perpus, kau disini ternyata”

Seonbae mencariku?” tanya Eunji malu-malu.

Ne. Apa aku mengganggumu?”

Anniyo. Tentu saja tidak. Apa Seonbae ada perlu denganku?”

“Memangnya kalau tidak ada perlu aku tidak boleh menemuimu ya?”

A-anniyo! Bu-bukan begitu maksudku!”

“Ahahaha, hanya bercanda. Tak perlu panik begitu” Sunggyu tersenyum sambil mengacak pelan rambut Eunji. Ia kemudian mengeluarkan selembar kertas dari saku blazer seragamnya. “Ini untukmu, terimalah!”

“Ini…” Eunji membuka kertas itu dan melihat tanda tangannya sendiri tertera disana. Eunji menutup mulutnya dan tersenyum di balik telapak tangan.

“Kemarin tanpa sengaja aku bertemu dengannya saat sedang bekerja, lalu aku menggunakan kesempatan itu untuk meminta tanda tangannya. Ternyata Eunji memang baik hati, tak seperti artis lainnya!” Lagi-lagi pernyataan Sunggyu membuat Eunji tersenyum. Hatinya melambung kian tinggi karena merasa terus dipuji. “Oh ya, kau sudah dengar lagu Apink untuk iklan mereka yang baru?” Eunji menggeleng sebagai jawaban. “Mau mendengarnya?”

Tanpa menunggu jawaban Eunji lagi Sunggyu langsung mengeluarkan ipod-nya dan memasangkan sebelah earphone ke telinga Eunji. Sunggyu menekan tombol play dan mereka mendengarkan lagu itu bersama-sama. “Bagaimana?” tanya Sunggyu setelah mereka mendengarkan seperempat dari durasi lagu.

“Menyenangkan!” komentar Eunji singkat tentang lagu yang sebenarnya sudah berkali-kali ia dengar itu.

“Benar, ‘kan? Aku juga berpikir begitu. Tak salah perusahaan memilih Apink sebagai model iklannya. Image mereka yang ceria dan suara mereka yang khas memberikan semangat pada setiap orang yang mendengarnya. Tapi diantara semuanya aku paling suka dengan suara Eunji” jelas Sunggyu dan membuat Eunji blushing seketika.

Seonbae menyukainya?”

“Hng?”

“Jung Eunji, apa Seonbae menyukainya?”

“Kurasa hanya orang bodoh yang tidak menyukainya. Ahahaha…” jawab Sunggyu sambil tertawa renyah membuat Eunji semakin berbunga-bunga. “Sepulang sekolah nanti kau ada waktu? Mau jalan-jalan lagi tidak?”

“Eh? Ng..”

“Oh iya, kudengar hari ini Apink juga sedang mengadakan fansigning, mau datang?”

Mianheyo Seonbae, hari ini aku tidak bisa” sesal Eunji. ‘Justru karena acara fansigning itu, aku tak bisa kemana-mana!

“Begitu ya.. anni, gwaenchana.

Obrolan mereka akhirnya terhenti karena suara bel yang menandakan istirahat telah usai berbunyi nyaring ke seluruh penjuru sekolah. Mereka berdua berdiri dan saling berpamitan satu sama lain sebelum menuju ke kelas mereka masing-masing. Setelah beberapa langkah berjalan Eunji berhenti dan berbalik. Sambil tersenyum ia melihat punggung Sunggyu yang kian menjauh hingga tak terlihat lagi. ‘Bahkan dari belakangpun ia terlihat begitu mempesona,’ Pujinya dalam hati.

“Kau begitu menyukainya ya, Hyerim-ah.” Eunji menoleh ke samping saat ia merasa seseorang bicara padanya.

Dahinya mengkerut heran saat melihat seorang pria dengan pakaian yang cukup modis sudah berdiri di depannya dan menyunggingkan sebelah bibirnya. Karena merasa tak pernah mengenal pria itu, Eunji melengos dan melangkahkan kakinya lagi, berusaha tidak memperdulikan pria tersebut.

“Atau boleh kupanggil, Eunji?” tambah pria itu lagi dan kini sukses membuat Eunji mengurungkan niatnya untuk berjalan.

Eunji terpaku di tempat karena keterkejutannya barusan. Rasa cemas dan takut menyergapnya tiba-tiba membuatnya tak bisa berkata-kata. ‘Bagaimana mungkin? Aku ketahuan…’

***

Eunji Apink digosipkan berpacaran dengan Kimbum.

Seorang anggota Apink tertangkap kamera berkencan dengan Kimbum.

Skandal cinta member girl group  rookie yang sedang naik daun dengan artis senior yang sudah lama vacuum dari dunia hiburan.

Tanggapan Cube Entertainment mengenai masalah percintaan artis dibawah naungannya.

“Aaarrrghh! Sial!” Eunji membanting semua majalah dan surat kabar yang memberitakan tentang dirinya. “Ini semua karena pria menyebalkan itu. Aish… sialan kau Kimbum!” teriaknya memaki orang yang beberapa hari lalu menemuinya.

Eunji menjatuhkan diri ke kasur dan membenamkan wajahnya pada bantal empuk kesayangannya. Ia teriak lagi mengeluarkan emosinya yang masih meluap-luap.  Kalau saja bantal tidak dapat meredam suara mungkin siapapun yang mendengar teriakannya akan merasa terganggu dan berbalik memarahinya.

Ponsel Eunji bergetar, menandakan ada telpon masuk. Eunji menggapai-gapai ponselnya yang ia letakan di meja nakas, samping tempat tidur. “Isssh… mau apa lagi orang ini” kesalnya saat ia membaca caller id si penelpon. “Apa?!” ucapnya kasar setelah menyentuh tanda accept di layar ponselnya.

“Wow wow! Tenang dulu, cantik. Kenapa kasar begitu menerima panggilan kekasihmu, eoh?”

“Kekasihmu?! Siapa yang mau menjadi pacar orang menyebalkan sepertimu! Cepat katakan mau apa?!”

“Temani aku ke pesta ulang tahun temanku, ne? Jangan lupa dandan yang cantik, arrasseo?”

“Kalau aku tidak mau?”

“Perlu aku katakan lagi apa akibatnya jika kau menolak perintahku?”

“Aish…”

“Sudahlah! kita sudah sepakat, ‘kan? Setengah jam lagi aku jemput, okay? Annyeong!

Akhirnya setelah melalui pergulatan hebat, Eunji dan Kimbum sampai di tempat yang Kimbum maksud. Di ballroom salah satu hotel berbintang lima yang cukup terkenal di Seoul, disitulah sebuah acara ulang tahun dilaksanakan. Tamu undangan yang hadir kebanyakan adalah para artis dan orang-orang yang bekerja di dunia entertainment. Dari mulai artis senior sampai artis yang baru memulai debutnya banyak Eunji temukan disana.

“Kau disini sebagai partnerku, paling tidak bersikap manislah padaku!” bisik Kimbum di telinga Eunji.

Eunji hanya mendengus kesal dan memaksakan sebuah senyuman lalu menggandeng lengan Kimbum, mengikutinya berjalan mengobrol dengan beberapa orang yang dikenalnya. Setelah beberapa lama, Eunji yang mulai bosan kini berjalan-jalan sendiri. Kimbum masih asik mengobrol bersama temannya sehingga Eunji menggunakan kesempatan itu untuk lepas darinya. Sambil membawa segelas softdrink Eunji berjalan menuju balkon. Ia menghirup udara segar sambil sesekali menegak minumannya dan melihat ke pemandangan malam yang tersaji di hadapannya.

“Kita bertemu lagi Eunji-ssi!” sapa seseorang yang kini sudah berada di samping Eunji.

“Kim Sunggyu?!” pekik Eunji setelah ia melihat wajah yang sudah sangat dikenalnya itu.

“Apa kabar? Kau seperti sedang depresi, melamun disini sendirian.” canda Sunggyu dan membuat Eunji hanya tertawa kaku.

Anniyo. Aku tidak apa-apa!” jawabnya setelah menggelengkan kepala. Sunggyu kemudian berdiri di samping Eunji dan ikut menatap gemerlap kota Seoul malam hari.

“Kukira tadinya berita itu hanya gosip tapi setelah melihat kalian datang bersama sekarang sepertinya berita itu benar. Chukhahaeyo!”

“Eh? Anniyo! Aku dan Kimbum tak punya hubungan khusus seperti itu! Kami hanya… kami hanya berteman. Ya, itu saja. Tidak lebih!”

“Begitukah? Kukira—“

“Tidak, kami hanya berteman. Jangan mudah percaya dengan gosip murahan seperti itu!” tambah Eunji agar lebih meyakinkan. Terserah orang lain mau beranggapan apa tapi paling tidak untuk saat ini ia ingin Sunggyu mempercayainya. Sunggyu mengangguk paham dan tersenyum.

Hingga malam semakin larut obrolan mereka masih terus berlanjut. Tak pernah sekalipun mereka kehabisan bahan obrolan. Tak lepas juga gelak tawa dan canda yang turut mengindahkan acara bincang-bincang itu. Pribadi Sunggyu yang humble dan Eunji yang ceria membuat mereka nyaman satu sama lain.

“Heh, ayo pulang. Betah banget ngobrolnya!” seru Kimbum menginterupsi kegiatan mereka. Eunji menoleh ke arah Kimbum dengan malas lalu menatapnya tajam. “Ayo! Kau tidak mendengarku?” tegasnya lagi karena Eunji masih belum juga beranjak dari tempatnya.

“Maaf, Kimbum-ssi, aku tidak bermaksud lancang, tapi sepertinya Eunji masih mau disini, kalau boleh biar aku saja yang nanti mengantarnya pulang.” izin Sunggyu sopan yang membuat Eunji menatapnya dengan hati berbunga-bunga.

“Tidak bisa. Dia datang bersamaku berarti dia juga harus pulang bersamaku!” mendengar jawaban Kimbum, Eunji hanya bisa mendelik kesal ke arahnya. “Sudah ayo, jangan banyak bicara lagi!” tanpa menunggu lagi Kimbum mendekat ke arah Eunji dan menarik tangannya kasar.

Ya!” teriak Eunji kesal.

“Makanya turuti perintahku, kau mau rahasiamu terbongkar, eoh?”  bisik Kimbum tepat di telinga Eunji.

Karena melihat Eunji yang dipaksa seperti itu membuat Sunggyu kesal sendiri. Ia baru saja akan mencegah kepergiaan Eunji, namun anggukan Eunji yang seakan mengatakan ‘aku-baik-baik-saja’ membuat Sunggyu mengurungkan niatnya. Mau tidak mau akhirnya Eunji mengikuti Kimbum pergi. Ia berjalan mengaitkan tangannya pada lengan Kimbum dan meninggalkan Sunggyu yang terus melihat mereka dengan kesal.

***

Setelah semalaman teriak-teriak tak jelas, marah-marah pada semua orang, dan memukul-mukul bantal seenaknya, rupanya masih belum membuat Eunji puas. Kekesalannya akan sikap Kimbum yang semaunya membuatnya kesal dan kewalahan. Belum cukup dengan skenario skandal yang Kimbum rencanakan, kini ia berniat untuk membuat hubungan mereka terlihat nyata di depan public. Perusahaan manajemen Apink, Cube entertainment, yang memang tak pernah melarang artisnya untuk berpacaran tak ambil pusing dengan skandal Eunji dan malah tak keberatan jika harus membuat konferensi pers untuk mengkonfirmasi hubungan mereka. Berbagai pro dan kontra pun tercipta di tengah para netizen. Kebungkaman dari kedua belah pihak malah semakin membuat pendapat-pendapat dan komentar-komentar berkembang semakin banyak yang bahkan jauh dari kenyataan sekalipun. Para pencari berita pun tak pernah ketinggalan untuk terus membuntuti mereka berdua. Hal inipun berimbas pada semua member Apink. Mereka jadi tak bisa seleluasa seperti sebelumnya. Dayoung, sang Manager mengontrol ketat setiap kegiatan para member. Ponsel mereka disita dan mereka tidak diperbolehkan keluar kemana-mana tanpa seizinnya demi keamanan. Eunji yang sudah mengalami beberapa terror yang dilakukan oleh antis, juga jadi sedikit takut untuk keluar. Bahkan untuk keluar sebagai Hyerim pun Eunji masih takut. Akibatnya, sudah seminggu ini ia tidak berangkat ke sekolah.

“Aaarrgggh… bosaaaaan!” lagi-lagi Eunji marah-marah sendiri.

“Siapa suruh membuat skandal seperti itu?” ucap Bomi sambil memakan keripik kentangnya santai. Hari ini di dorm hanya ada mereka berdua. Kelima member yang lain sedang pergi karena ada job. “Sudahlah bilang saja kalian memang sedang berpacaran. Jadi bisa bebas kemana-mana!”

“Enak saja. Tidak mau. Nanti Sunggyu Seonbae bagaimana? Orang yang kusukai itu Kim Sunggyu, bukannya Kim yang lain!”

Bomi mengambil remote TV dan mengganti-ganti channelnya mencari acara yang seru. “Hey lihat itu berita tentangmu lagi!” seru Bomi saat berita gosip muncul di TV. Setelah dua menit menampilkan tayangan pembuka berita tentang skandal Eunji dan Kimbum, kini tayangan beralih pada sang presenter yang sedang mewawancarai Kimbum.

“Wah kau semakin tampan saja. Karirmu juga semakin naik Kimbum-ssi, kira-kira apa rencana kedepanmu selanjutnya?

“Ahaha, terima kasih. Sudah ada beberapa orang yang mengajakku bermain drama dan ada sebuah naskah yang membuatku tertarik untuk memainkan perannya, jadi kemungkinan aku akan mengambil pekerjaan itu untuk waktu dekat ini.”

“Kami tidak sabar menunggu dramamu selanjutnya. Mengenai hubunganmu dengan Apink Eunji, bagaimana tanggapanmu tentang gosip yang beredar sekarang.

“Ahahaha, bisa kau tanyakan yang lain saja? Kalau soal itu aku tak bisa menjawabnya sekarang.

Eunji melihat ke TV dan hanya bisa mendengus sebal saat Kimbum hanya tertawa menanggapi pertanyaan sang presenter. Kalau ekspresinya begitu, siapa yang tidak mengira kalau berita itu benar-benar sungguhan?

“Lagian kok bisa dia mengetahui rahasiamu?” tanya Bomi.

“Mana kutahu! Issshh… dasar orang itu. Sudah seenaknya sendiri, menyusahkan orang lain, kini dengan mudahnya ia hanya tersenyum pleasure seperti itu di depan kamera. Menyebalkan sekali!”

“Sudah, sudah. Daritadi kau tak henti-hentinya mengumpat dan marah-marah. Kupingku sakit mendengarnya!” Bomi menghela nafas sebentar lalu mengganti channel agar tidak membuat emosi Eunji semakin naik. “Tenang saja, sekarang management kita sedang berusaha mencari jalan keluarnya. Kau sabar dulu. Sebentar lagi juga gosip ini akan mereda”

“Tapi sampai kapan? Kau tahu aku sedang berusaha meningkatkan hubunganku dengan Sunggyu Seonbae, tapi yang terjadi malah sebaliknya begini. Aku sadar ia tak mungkin menyukaiku yang sebagai Hyerim, terus kalau sekarang sebagai Eunji juga tidak bisa, lalu aku harus bagaimana?” Eunji menghembuskan nafas beratnya. Matanya kini mulai berkaca-kaca karena kekesalan yang tadi belum juga reda. ”Hikss… aku benar-benar merindukannnya sekarang. Menelponpun aku tidak bisa. Kalau begini bagaimana bisa aku dapat membuatnya mencintaiku?”

“Sudah-sudah. Kenapa malah menangis? Nanti kalau matamu sembab kau bisa dimarahin Dayoung Eonni

“Huaaaa.. hiks.. hikss… biar saja. Aku tak peduli lagi. laki-laki itu sudah menghancurkan semuanya. Aku mengatakan pada Sunggyu Seonbae kalau Kimbum dan aku tak punya hubungan apa-apa, tapi semakin hari beritanya malah berkembang seperti ini. Bahkan ada yang menuduhku hamil segala. Aku malu, Eonni. Kalau begini, bagaimana aku bisa menghadapi Sunggyu seonbae?

“Aigo… kenapa malah tambah keras menangisnya? Untung hari ini tidak ada jadwal.” Bomi hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan acaranya menonton TV sambil memakan cemilan keripik kentangnya. Melihat temannya yang cuek itu, Eunji akhirnya beranjak dari sofa dan berlari menuju kamarnya.

Eunji menutup kasar pintu kamar dan sukses membuat Bomi terlunjak kaget. “Aish… dasar, bocah! Susah deh kalau baru pertama kali jatuh cinta begitu, jadi kelimpungan tak jelas!”

Eunji—yang berada di kamar—kemudian membanting dirinya ke kasur dan menenggelamkan kepalanya ke bantal, lalu berteriak sambil menangis sepuasnya disana, seperti kebiasaannya.

***

Hari ini ketujuh member Apink mempunyai jadwal sama, yaitu shooting live performance di Music Bank. Walaupun suasana hati Eunji masih dirundung aura kelabu, tapi semaksimal mungkin ia mencoba untuk bersikap professional. Para fans yang datang dan mensupportnya juga menjadi penyemangat utamanya saat ini. Kalau sudah di panggung dan para fans meneriakan fanchant mereka rasanya energinya terkumpul kembali.

Okay, break 20 menit!” ucap sang sutradara pada semua crew. Selain makan dan minum waktu istirahat digunakan untuk menyetel background, berganti kostum, membetulkan make up dan lain-lain.

Annyeonghaseyo, Eunji-ssi!” sapa seseorang yang tiba-tiba saja mendekati Eunji saat sang Manager tidak berada di sampingnya. Baru saja ia akan merilekskan diri, namun ia harus memaksakan senyumnya lagi untuk wanita itu demi menjaga image-nya. Wanita itu memperkenalkan diri sambil memberikan kartu namanya,)“Aku Jihyo, dari majalah XX.”

“Ah, ne, annyeonghaseyo!” Eunji membungkukkan kepalanya sedikit. Ia tahu ia harus bersikap baik pada semua wartawan jika tidak mau membuat reputasinya buruk.

“Wah, kebetulan sekali bisa bertemu disini! Aku fansmu, loh!” Jihyo berbasa-basi.

Jeongmalyo? Terima kasih!”

“Sepertinya semakin hari kau semakin terkenal saja. Kalau boleh jujur, berita tentangmu adalah yang paling laku saat ini. Karena sedikit sekali informasi yang ada di media massa maka banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencari semua hal yang berkaitan denganmu!”

“Ahahaha… benarkah? Padahal kukira tak ada yang menarik tentangku!”

“Kira-kira kapan kau akan mengkonfirmasi hubunganmu dengan Kimbum-ssi)? Kami sangat menanti-nantikannya loh. Oh ya, kudengar hari ini Kimbum-ssi juga ada di gedung ini karena menjadi bintang tamu salah salah satu variety show, tapi daritadi aku tak melihat dirinya. Kapan ia akan kesini mengunjungimu?” tanya Jihyo panjang lebar.

‘Well, apa katanya tadi? Kebetulan bertemu disini? Bullshit. Jelas sekali terlihat kalau dia memang sengaja datang kesini untuk mencari kabar tentangku.’

“Ah, aku bahkan tidak tahu kalau Kimbum berada disini.” jawab Eunji disertai senyuman palsunya. Baru saja Jihyo akan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang lain namun Eunji sudah lebih dulu memotongnya dengan berdiri dari kursi. “Maaf, aku permisi sebentar. Aku harus ganti kostum.” jawab Eunji sekenanya dan menimbulkan raut kecewa di wajah Jihyo. Eunji pun segera berjalan menuju ruang ganti, menyusul member yang lain untuk mengenakan pakaian yang sama.

Setelah berganti kostum dan touch up make up, Eunji menyempatkan ke toilet sebelum waktu break-nya habis. Saat Eunji masih di dalam bilik toiletnya dua orang perempuan masuk dan berbincang-bincang sambil berkaca di depan wastafel.

“Apa Eonni sudah mendapat berita baru?” ucap salah satu dari perempuan itu.

“Berita apanya, tadi aku bertemu dengan Apink Eunji tapi tidak mendapatkan apa-apa!” jawab seorangnya lagi. Eunji kenal dengan suara yang kedua ini, suara wartawan Jihyo yang tadi sempat mengobrol dengannya sebentar di lokasi shooting. Mendengar namanya disebut-sebut, Eunji memutuskan untuk berdiam diri di dalam kamar toilet dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. “Bagaimana mau mewawancarainya kalau saat mengobrol denganku saja dia sudah kabur duluan. Dasar, artis tidak sopan. Baru terkenal sedikit saja sikapnya sudah seperti itu. Belum tahu saja kalau pers sudah bertindak, maka habislah dia!”

“Ahahaha, kau terlihat kesal sekali, Eonni. Aku tadi habis bertemu dengan Kimbum-ssi dan dia tetap menawan seperti biasanya. Saat kutanya mengenai hubungan mereka, seperti biasa ia hanya menjawabnya dengan tersenyum. Ya ampun, bagaimana bisa ia setampan itu”

“Menurut analisaku, sepertinya Kimbum memang menyukai Eunji, tapi ia tidak bisa bilang ke media karena Eunji melarangnya. Kau lihat, ‘kan? Kimbum selalu tersenyum saat nama Eunji diungkit-ungkit, tapi Eunji benar-benar menghindar dan hanya menggelengkan kepala tiap ditanya soal hubungannya. Ini cinta sepihak namanya!” jelas Jihyo sambil mengingat-ingat tayangan gosip.

“Begitukah? Ah, sayang sekali… kenapa Kimbum bisa menyukai gadis semacam itu? Wajahnya, tubuhnya, dan cara menyanyinya semua pas-pasan. Kalau tidak ada Apink dibelakangnya, kuyakin ia tidak akan sesukses sekarang!”

“Bukan hanya itu, etikanya pun sangat buruk. Pantas saja jika netizen mengatakan ia tidak bisa berakting. Bersikap saja, anni, paling tidak berpura-pura untuk beramah tamah saja tidak bisa!”

“Benar. Orang seperti itulah yang membuat nama dunia keartisan dipandang sebelah mata!”

Semua pembicaraan itu dapat Eunji dengar dengan jelas dari bilik toiletnya. Matanya kini mulai berkaca-kaca mendengar hujatan demi hujatan itu tertuju padanya. Apa salah dirinya hingga membuat orang lain menilainya seperti itu? Orang yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali.

“Sudahlah! Yuk, Eonni… kita kembali lagi, siapa tahu Kimbum-ssi sedang mengunjungi tempat syutingnya Apink sekarang.”

Pintu itu pun tertutup saat dua orang yang asik bergosip tadi keluar, menyisakan Eunji seorang diri yang masih menangis. Karena takut dicari-cari oleh manager dan para member, Eunji memutuskan untuk keluar (setelah beberapa menit menangis). Ia tidak sadar kalau matanya sudah sembab dan dandannya pun sudah rusak karena air mata.

Tepat saat Eunji keluar dari pintu toilet, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Sunggyu. Namun karena masih kepikiran dengan kejadian yang tadi Eunji menjadi tidak fokus dan tidak sadar kalau orang yang baru saja dilewatinya adalah Sunggyu.

“Eunji-ssi” panggil Sunggyu pada Eunji yang masih terus berjalan sambil menunduk.

Sunggyu sangat khawatir karena sempat melihat wajah Eunji saat berpapasan tadi. Ingin sekali ia menghampiri Eunji untuk menanyakan keadaannya dan kenapa ia sampai menangis seperti itu. Akan tetapi ia mengurungkan niatnya karena berpikir ia bukanlah siapa-siapanya Eunji.

‘Mungkin ia butuh waktu untuk sendiri,’ Pikir Sunggyu.

Dilihatnya terus Eunji berjalan menuju pintu tangga darurat. Karena hanya beda satu lantai, maka Eunji memutuskan untuk menggunakan tangga daripada lift, sekalian untuk menghindari bertemu orang.

“Astaga, di lobi kan banyak wartawan!” seru Sunggyu saat ia menyadari kemana arah Eunji pergi. Jika menggunakan tangga darurat, maka Eunji harus melewati lobi kecil untuk sampai ke tempat syutingnya yang tadi. Tanpa berpikir dua kali, Sunggyu segera berlari mengikuti jalannya Eunji. Dengan cara apapun ia harus mencegah Eunji lewat lobi itu atau kalau tidak, para wartawan akan memberondongnya dengan sejuta pertanyaan dan berita yang macam-macam.

Terlambat. Eunji sudah membuka pintu yang menghubungkan antara tangga darurat dan lobi yang di lantai tiga. Ia kaget bukan main saat melihat ternyata disana banyak sekali wartawan yang sudah siap dengan kamera dan alat rekam suara mereka masing-masing. Walaupun belum ada yang menyadari kehadirannya, namun Eunji sudah sangat ketakutan. Ia terdiam dan bingung harus bagaimana. Dengan baju mencolok yang ia kenakan, sedikit pergerakan saja dapat membuat ia jadi bahan perhatian. Tinggal menghitung beberapa detik saja para wartawan akan mengenali wajahnya. Ditambah lagi, kondisi wajahnya dengan riasan yang berantakan karena air mata dapat menimbulkan berita baru bagi para wartawan. Tubuh Eunji semakin bergetar karena takut.

“Hey, itu Apink Eunji bukan, sih?” tanya seorang wartawan yang tanpa sengaja mellihat ke arahnya.

‘Tolang aku… kumohon seseorang, siapapun, tolong aku…’

Air mata kini justru keluar lagi mengaliri pipinya. Ia memejamkan matanya dan mengepal tangannya kuat-kuat saat beberapa wartawan sudah mulai curiga dan menatap ke arahnya.

Sebelum semua wartawan sadar kehadiran Eunji, Sunggyu sudah datang dan menutupi kepala Eunji dengan jasnya. Dengan cepat, ia menarik Eunji dan mengajaknya berlari menuju ke tempat yang lebih aman. Beberapa wartawan yang sempat mengenali Eunji berusaha mengejar mereka, namun untungnya Sunggyu dan Eunji berhasil kabur.

“Kukira disini sudah aman.” ucap Sunggyu saat mereka sudah sampai di atap gedung. Eunji membuka jas yang menutupi kepalanya dan melihat ke arah orang yang sudah menyelamatkannya itu.

“Sunggyu-ssi…” panggilnya saat ia mengenali wajah Sunggyu yang kini tersenyum lembut. Perlahan ia memegang kedua pipi Eunji dan menghapus jejak air matanya dengan ibu jarinya.

“Aku sudah menyuruh seseorang untuk memberitahu managermu kalau kau disini. Sebentar lagi akan ada staff yang akan membantumu, tunggu sebentar, ne?”

Eunji mengangguk lemah sebagai persetujuan. Sunggyu menarik tangan Eunji menuju sebuah bangku kayu. Mereka duduk disana sambil menghirup udara segar sekedar untuk menenangkan diri.

“Apa masalahmu begitu berat? Kau bisa menceritakannya padaku kalau kau mau!” kata Sunggyu membuka pembicaraan setelah dirasanya Eunji sudah berhenti menangis.

“Kita bertemu lagi tanpa sengaja, kenapa kau bisa berada disini?” bukannya menjawab, Eunji malah bertanya balik.

“Untuk menonton life performance kalian!” jawab Sunggyu yakin. “Yah, sekalian meeting dengan salah satu PD variety show di stasiun TV ini, sih!” tambah Sunggyu. Mereka berdua kemudian terdiam lagi. Hanya menatap pemandangan gedung-gedung bertingkat lain yang terlihat dihadapan mereka.

“Apa pernah ada seseorang yang men-judge mu macam-macam tanpa kau tahu salahmu apa? Mereka selalu bersikap manis di depanmu tapi ternyata mereka membicarakan kejelekanmu di belakang.”

“Mungkin, bagaimana aku tahu kalau mereka berbicaranya saja di belakangku?”

“Kau tahu? aku meninggalkan keluargaku, teman-temanku, dan kehidupan remajaku hanya untuk sampai pada posisi ini. Selama masa trainee, aku terus berlatih dan berlatih tanpa kenal lelah. Aku merubah penampilanku dan pribadiku sendiri agar sesuai dengan pencitraan yang perusahaan inginkan. Tapi setelah semua hasil kerja kerasku, mereka membayarku dengan ini?” Eunji menyunggingkan sebelah bibirnya. Senyuman ejekan yang ia tujukan untuk dirinya sendiri. “Cacian, makian, bahkan terror. Bagaimana bisa mereka membenciku padahal akupun tidak mengenal mereka. Terkadang aku berpikir, untuk apa aku masih berada disini jika tempat ini sudah membuatku tidak nyaman?”

“Apa kau mau keluar dari dunia hiburan?”

“Entahlah, aku lelah melihat mereka semua memanfaatkanku terus. Mencari ketenaran dan mencari kesalahan orang lain untuk kepentingan mereka. Tertawa di atas penderitaan orang lain. Aku baru menyadari betapa kejamnya dunia yang kupilih ini.”

Sunggyu mengeluarkan ponselnya, membuka browser internet, dan mengetikan sesuatu. “Coba lihat ini” Sunggyu menyodorkan ponselnya ke hadapan Eunji. “Kau lupa dengan para Pink Panda yang selalu ada untukmu?”

Eunji melihat Sunggyu kemudian melihat kembali ke arah ponsel yang kini ditanganya. Berbagai berita tentang project-project, hadiah, dan dukungan dari skala kecil hingga besar yang selalu diberikan oleh Pink Panda untuk sang idola mereka, Apink, tertera disana. “Food support, hand banner, spanduk, video, gambar, surat-surat, dan segala dukungan ini, kau pikir ini untuk siapa? Aku tidak tahu seberapa banyak yang mencemoohmu tapi yang aku yakin jumlah fansmu lebih banyak dibandingkan dengan mereka. Satu hal harus selalu kau ingat adalah disaat orang lain menghinamu, Pink Panda akan selalu mempercayaimu. Jika suatu hari kau merasa seperti ini lagi ingatlah akan hal itu dan pupuk kembali semangatmu”

Eunji tersenyum sebentar lalu melihat mata Sunggyu dalam. “Kenapa kau mengatakan ini? Apa aku akan merugikanmu juga kalau aku keluar dari dunia hiburan?”

“Aku mengatakan ini karena aku tahu kau sudah berada di tempat yang tepat. Melihatmu beraksi dan berinteraksi dengan para fans di konsermu waktu itu, aku dapat melihat ketulusan disana. Tidak ada yang bisa membuatmu bersinar lagi selain disini, karena menyanyi adalah bagian dari dirimu.” jawab Sunggyu lancar. Bisa Eunji lihat tak ada kebohongan di matanya. Sunggyu bukan hanya ingin menyenangkan hati Eunji dengan berkata seperti itu, tapi ia berkata jujur sesuai hati nuraninya.

Mendengar perkataan Sunggyu membuat Eunji meneteskan air matanya lagi. Bedanya, air matanya kali ini bukan air mata kesedihan dan keputusasaan. Ia terharu sekaligus bahagia ada seseorang yang mengatakan itu untuknya disaat kondisinya yang sedang down seperti sekarang. Terlebih yang mengatakan hal itu adalah Sunggyu, orang yang mempunyai ruangan khusus dihatinya. Eunji yakin ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya. Melihat segala perlakuan Sunggyu untuknya, sudah cukup membuatnya yakin kalau Sunggyu mempunyai perasaan yang sama sepertinya.

“Aku ingin mengakui suatu hal padamu. Aku men—“

“Eunji-ah! Hosh… hosh… hosh…” panggilan Dayoung menginterupsi kalimatnya. Terlihat sekali ia habis berlari, melihat dari wajahnya yang pucat dan nafasnya yang ngos-ngosan. ”Kau baik-baik saja kan? Saat dikabari oleh staff tadi, aku langsung berlari menuju sini.”

“Aku baik-baik saja, semua ini berkat Sunggyu-ssi

“Syukurlah. Jeongmal kamsahamnida, Sunggyu-ssi.” Dayoung membungkuk hormat pada Sunggyu. “Syuting ditunda sampai besok karena para wartawan semakin banyak yang berdatangan. Walaupun tak sempat mengambil gambarmu, tapi beberapa dari mereka ada yang melihatmu berlari bersama seorang pria. Daripada menimbulkan skandal baru lagi, lebih baik kita kembali ke dorm sekarang. Kita keluar lewat pintu belakang agar wartawan tidak tahu. Ayo! Member yang lain sudah menunggu!”

“Baiklah, Eonni. Sunggyu-ssi, aku duluan! Aku akan mengatakannya padamu saat kita bertemu lagi.”

Ne, hati-hatilah.”

Eunji akhirnya pergi bersama Dayoung. Dengan bantuan beberapa staff dan security, mereka berhasil lolos dari pengejaran para pencari berita.

“Dayoung Eonni tadi bilang ke wartawan kalau yang orang yang berlari bersamamu tadi hanyalah seorang staff jadi kau tidak perlu khawatir.” ucap Chorong saat mereka semua sudah sampai di dorm, dan kini berkumpul di ruang tengah. Bomi yang duduk di sebelah Eunji kini merangkulkan tangannya dan menepuk pundaknya pelan.

“Sepertinya Kimbum yang mengundang semua wartawan itu untuk membuat berita heboh lainnya, pria itu memang keterlaluan!” kesal Bomi. Hayoung yang baru saja selesai membuatkan minuman untuk mereka semua, ikut bergabung di ruang tengah. Para member mengelilingi Eunji. Sebenarnya mereka menunggu Eunji untuk bercerita, namun Eunji merasa seperti para member akan mengeksekusi dirinya dan meminta pertanggung jawaban atas semua masalah yang ia buat.

Mianhae, karena aku kalian semua jadi ikut repot. Aku tahu ini semua memang karena kebodohanku yang kurang hati-hati. Maafkan aku… walaupun begitu, kumohon… jangan ikut menyalahkanku dan membuatku semakin terpojok. Sekarang aku hanya punya kalian, kalau kalian juga marah padaku maka tak ada alasan lagi aku masih berada disini.” tanpa sadar Eunji menangis kembali. Sepertinya hari ini adalah hari dimana Eunji paling banyak menangis.

Ulljima… sejak kapan kami marah padamu?” tanya Yookyung sambil memberikan beberapa tissue.

“Iya, Eonni. Tak perlu merasa bersalah. Kami mengerti, kok! Jadi, jangan pendam semuanya sendirian!” ucap Namjoo bijak.

“Aku tidak pernah marah padamu, Eonni.” tambah Hayoung. Setiap member kini mengeluarkan pendapatnya dan memeluk Eunji satu per satu untuk memberinya kekuatan.

“Kau sudah dengar, ‘kan? Kami semua mendukungmu, Eunji. Jangan dengan mudahnya kau berkata mau keluar dan meninggalkan kami. Karena kami adalah orang pertama yang akan menolak keputusanmu. Kita membangun karir kita dari nol hingga sekarang bersama-sama, jadi kita akan bersama-sama sampai akhir!” ucap Chorong final yang mengingatkan mereka semua akan janji yang pernah mereka ucapkan di awal debut, membuat senyuman Eunji merekah kembali. Mereka semua kemudian berpelukan, menyalurkan kasih sayang satu sama lain.

Sekali lagi Eunji merasa beruntung menjadi bagian dari persahabatan ini. Terserah orang lain mau berkata apa tentangnya, ia sudah tidak perduli. Lagipula mereka hanya segelintir orang yang Eunji tidak kenal. Eunji masih punya Apink, Pink Panda dan Kim Sunggyu yang akan terus ada di pihaknya. Itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuatnya terus bertahan.

***

Dengan seizin manager, siang ini Eunji pergi ke perusahaan milik ayah Sunggyu. Kali ini ia yang akan menemui Sunggyu dan membuat pengakuan tentang isi hatinya. Ditangannya sudah ada sebuah kotak berisi cake yang akan ia berikan untuk Sunggyu sebagai ucapan terima kasihnya karena sudah menolongnya. Baru saja Eunji akan menanyakan ke resepsionis dimana ruangan Sunggyu berada, namun ia sudah melihat Sunggyu dari kejauhan.

“Sunggyu-ssi!” panggil Eunji namun sayangnya tak dapat di dengar oleh si pemilik nama karena jarak mereka yang lumayan jauh. Eunji berlari mengikuti kemana Sunggyu pergi dengan semangat dan hati berdebar. Sunggyu sampai di ujung lorong yang cukup sepi. Ternyata sudah ada orang lain yang juga menunggunya disana. Eunji menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik tembok saat ia mengenali sosok yang sedang bersama Sunggyu saat ini. Kimbum.

“Wah wah, aku tak menyangka pria kaya super sibuk ini yang menghubungiku duluan!” ucap Kimbum.

“Sudahlah, aku tak mau kau banyak bicara. Sekarang cepat serahkan file itu dan segera jauhi Eunji kalau kau masih ingin selamat!”

“Kalau aku tidak mau, bagaimana?” tantang Kimbum dengan percaya dirinya. Sunggyu menyeringai lebar dan memandang rendah orang di hadapannya. “Kenapa kau malah tersenyum seperti itu? Bukankah paling tidak kau harus menawarku dengan harga tinggi jika file ini yang kau mau?”

“Ahahaha… Jangan bercanda, Kimbum-ssi. Kau pikir aku tidak tahu masa lalumu? Putus sekolah, pemakai narkoba, dan sempat dipenjara 2 tahun. Kau kira kau bisa menutupi kenyataan busuk itu? Kalau sampai masyarakat tahu akan hal ini, kujamin kau bukan hanya kehilangan pekerjaanmu tapi kau juga akan jadi gelandangan dan dicemooh semua orang. Uang kau bilang? Bahkan aku tak sudi memberikan belas kasih pada orang sepertimu!” mendengar perkataan Sunggyu membuat Kimbum merinding dan terpaku di tempat. Keangkuhannya menguap seketika digantikan rasa takut yang menyiksa.

“Ba-bagaimana kau bisa tahu tentang itu?”

“Itu tidak penting. Yang terpenting adalah kau harus belajar untuk jangan pernah dengan mudahnya meremehkan lawanmu. Aku tidak tahu apa isi dari file itu hingga membuat Eunji mau menyetujui semua permintaan bodohmu, tapi yang jelas aku tidak mau melihatmu mengusik kehidupnya lagi!”

“Kenapa kau begitu membelanya? Apa yang kau dapat dengan berbuat seperti ini padaku?”

Simple saja. Karena aku menyayanginya dan aku tak mau melihatnya menderita hanya karena ulah orang picik sepertimu!”

“Apa kau mau berjanji untuk menyimpan rahasiaku jika aku memberikan file ini padamu dan tidak mengusik kehidupan Eunji lagi?”

“Tentu saja. Toh aku tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan menyebarkan berita tentang masa lalumu!”

“Baiklah, kalau begitu aku menyerah. Aku harap kau dapat menjaga janjimu.” Kimbum melemparkan sebuah flashdisc pada Sunggyu dan berlalu pergi. Sementara Sunggyu tersenyum penuh kemenangan sambil menggenggam benda itu ditangannya. Sunggyu melanjutkan jalannya sambil menghubungi seseorang di ponselnya.

The number you’re calling is switch off…. Lagi-lagi suara operator itu yang menyahut pada sambungan teleponnya. “Kenapa ia masih tidak bisa dihubungi, sih?” Sunggyu akhirnya menekan tanda merah pada ponselnya dan berhenti melangkah saat tiba-tiba Eunji keluar dari balik tembok dan menghadang jalannya.

“Eunji-ssi…” panggil Sunggyu sambil tersenyum ramah. “Aku baru saja akan menemuimu!”

Melihat Eunji yang hanya melihatnya lurus tanpa berkata-kata membuat Sunggyu bingung sendiri. “Apa kau sudah makan siang? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” tawarnya sopan.

“Kenapa kau melakukan ini?”

“Eh? Apa kau melihat dan mendengar semua yang kubicarakan dengan Kimbum?”

“Kenapa kau berbuat sejauh ini?” Eunji menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

“Maafkan aku… aku bukan bermaksud lancang untuk mencampuri urusan pribadimu… hanya saja, saat melihatmu menangis kemarin membuatku tidak tahan dan mendorongku untuk berbuat lebih. Aku sadar ada yang tidak beres denganmu dan Kimbum saat melihat kalian di pesta waktu itu. Karena itulah aku menyuruh orang mencari tahu tentang kalian tapi yang kudapatkan justru fakta-fakta tentang masa lalunya yang kelam!” Jelas Sunggyu. Ia merogoh kantungnya untuk mengambil flashdisc yang diberikan Kimbum tadi lalu memberikannya ke tangan Eunji. “Aku tidak tahu apa-apa tentang isinya, selain kata-kata Kimbum yang bilang kalau ini adalah rahasia terbesarmu. Sekali lagi aku minta maaf karena sudah lancang!” Sunggyu kemudian berbalik dan mulai melangkahkan kakinya pergi.

Tanpa Sunggyu sangka-sangka, Eunji memeluknya dari belakang. Menyembunyikan kepalanya di balik punggung Sunggyu sambil menangis. “Hiks… hikss…” dapat Sunggyu rasakan punggungnya yang terasa basah dan Eunji yang semakin sesegukan.

“K-kau menangis?” tanya Sunggyu ragu.

“Aku mencintaimu.” ucap Eunji akhirnya dan membuat Sunggyu menegang di tempatnya.

Lama mereka terdiam karena Sunggyu tak kunjung membalas ucapan Eunji. Eunji akhirnya melepaskan pelukannya dan memberi kesempatan Sunggyu untuk berbalik menatap ke arahnya. Eunji tersenyum karena sedikit lega telah berhasil mencurahkan isi hatinya. Ia menghapus air matanya sendiri dan menunggu jawaban Sunggyu dengan hati berdebar-debar.

“Maafkan aku…” jawaban yang keluar dari mulut Sunggyu kini gantian membuat Eunji terpaku. “Aku tidak bermaksud untuk membuatmu salah paham, tapi aku… aku belum yakin akan perasaanku sendiri. Aku memang mengidolakanmu dan menyayangimu, bahkan kalau boleh jujur aku juga memiliki perasaan khusus untukmu, tapi… tapi hatiku sudah milik seseorang dan aku masih menunggu orang itu untuk membalas perasaanku.”

Penjelasan Sunggyu membuat hati Eunji pecah berkeping-keping. Ia malu karena bisa dengan berani dan percaya dirinya menyatakan cinta seperti itu. Rasanya kalau begini ia tak sanggup berhadapan dengan Sunggyu lagi. “Eunji-ssi, kau… baik-baik saja kan?” tanya Sunggyu yang khawatir karena melihat perubahan raut wajah Eunji yang menjadi pucat.

A-anniyo, nan gwaenchanayo. Aku mengerti. Oh ya, ini untukmu sebagai ucapan terima kasihku karena pertolonganmu kemarin.” Eunji menyerahkan kotak yang berisi cake itu ke tangan Sunggyu. “Mungkin ini tak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah kau lakukan, karena itulah aku masih berhutang banyak padamu.”

Anniyo, kau tidak berhutang apa-apa. Aku tulus membantumu. Tapi kalau aku boleh meminta satu hal, kumohon tetaplah menjadi temanku. Entah mengapa berada di dekatmu membuatku nyaman. Apa kau bisa melakukan itu untukku?” Eunji mengangguk sebagai persetujuannya.

“Lain waktu kau harus mengenalkan padaku siapa wanita beruntung yang telah berhasil mengambil hatimu itu.”

“Tentu saja. Ia pasti akan sangat senang bertemu denganmu” jawab Sunggyu sambil mengangguk mantap.

“Maaf, aku tak bisa lama-lama karena masih ada jadwal.”

Ne, terima kasih untuk kuenya. Apa mau kuantar?”

Anniyo, tidak perlu. Supirku sudah menunggu di luar. Sampai jumpa lagi, Sunggyu-ssi

Eunji pamitan lalu berbalik dan berjalan pergi. Sunggyu menatap punggung Eunji sambil menghembuskan nafas berat. Mungkin ini adalah penyesalan terbesarnya karena menolak seseorang sebaik dan semenyenangkan Eunji. Apa yang ia harapkan pada gadis yang kini bahkan ia tidak ketahui keberadaannya dan tak pernah berhasil ia hubungi?

‘Kim Sunggyu, kau sungguh bodoh hingga duniapun seakan tertawa untukmu.’

***

Setelah semalaman mengurung diri di kamar untuk menenangkan diri, akhirnya Eunji keluar dari kamarnya dengan mata sembab dan lipatan kantung mata yang bertingkat. Ia tak menyangka patah hati ternyata semenyakitkan ini. Mengingat saat ia ditolak mentah-mentah oleh orang yang sangat ia cintai rasanya hatinya kembali hancur. Sepertinya akan lebih baik jika ia menceburkan diri ke laut daripada menahan malu dan sakit hati seperti ini. Masalah skandalnya memang sudah selesai karena akhirnya Kimbum bersedia tutup mulut dan perusahaan sudah mengklarifikasi bahwa Eunji dan Kimbum hanya sebatas teman saja, namun, sekarang tinggal permasalahan hatinyalah yang harus diobati.

Hari ini Eunji memutuskan untuk kembali ke sekolah. Sambil memasukan surat izin karena ketidakhadirannya seminggu kemarin ke dalam tasnya ia memakan sarapannya dengan malas.

“Kau kenapa lesu begitu? BIasanya kalau mau ke sekolah semangat sekali. Sudah, cepat habiskan sarapannya! Nanti kau terlambat!” ucap Chorong pada Eunji yang kini meminum susunya. “Mau ketemu pujaan hati malah lemas begini, bagaimana kau ini!”

“Aku harap hari ini aku tak bertemu dengannya. Walau dengan sosok Hyerim pun rasanya aku masih tidak sanggup melihat wajahnya.”

“Jangan begitu. Semangatlah! Masih banyak pria di luar sana yang rela mengantri untuk seorang Eunji. Dia saja yang bodoh karena tidak bisa melihat ketulusan hatimu.”

“Sudah, ya Eonni! Aku berangkat!”

Ne, hwaiting!!” Chorong memberinya semangat.

***

Begitu  sampai sekolah Eunji tidak langsung ke kelas, melainkan ke ruang guru untuk memberikan alasan pada wali kelasnya kenapa ia membolos pelajaran tanpa keterangan. Untungnya pagi ini ia tidak telat, jadi masih banyak waktu yang ia bisa gunakan sebelum pelajaran dimulai.

“Hyerim-ah!” seru seseorang saat Eunji berjalan menyusuri koridor. Eunji yang sudah sangat hapal(hafal) dengan suara ini, justru mempercepat langkahnya menuju kelas. Ia berharap dapat menghindari Sunggyu saat ini, tapi orang itu yang malah datang sendiri untuk mencari Eunji. “Hyerim-ah!” panggil Sunggyu lagi karena Eunji masih juga meneruskan jalannya.

Eunji terselamatkan dengan bel yang berbunyi. Sunggyu yang tadi sempat mengejarnya sekarang berhenti dan menuju kelasnya sendiri karena pelajaran akan segera dimulai.

“Fiuuhh… aku selamat”

Eunji salah mengira jika Sunggyu akan menyerah untuk mencarinya. Dimanapun ia berada, Sunggyu terus-terusan mengejarnya. Ke perpustakaan, taman belakang, ruang kelas, sampai ruang kesehatanpun, Sunggyu seakan bermunculan dimana-mana. Dan sekarang Eunji berjalan menuju danau belakang sekolahnya yang jarang dikunjungi oleh para siswa untuk menikmati bekal makan siangnya. Ia berharap kali ini Sunggyu tak akan menemukannya. Ia berjalan hati-hati menuju sebuah pohon yang terletak di pinggir danau. Matanya secara awas mengamati ke sekeliling sambil mencari posisi aman.

“Ia tak mungkin datang kesini.” ucap Eunji lalu duduk di bawah pohon rindang itu lalu membuka bekalnya.

Baru saja satu gigitan sandwich masuk ke mulutnya, dirinya sudah dikagetkan dengan suara debuman keras dari arah belakang. Eunji reflex menengok ke belakang dan betapa terkejutnya ia saat melihat Sunggyu yang ternyata baru melompat dari atas pohon. Sunggyu berdiri dan bertolak pinggang lalu menatap Eunji dengan kesal.

Seo-Seonbae…” panggil Eunji ragu-ragu.

“Kau menghindariku!”

A-anniyo, aku tidak menghindarimu!” jawabnya sambil menunduk, tak berani menatap mata Sunggyu langsung.

“Jangang bohong! Kalau tidak menghindariku kenapa setiap kupanggil kau terus-terusan membuang muka dan berpura-pura tuli, eoh?”

“A-aku…” Eunji berpikir keras untuk mencari alasan apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan Sunggyu.

“Apa aku ada salah padamu?”

Eunji menggeleng pasti.

“Apa kau terganggu dengan kehadiranku?”

Eunji menggeleng lagi.

“Apa salah kalau aku meyukaimu?”

Eunji baru akan menggeleng lagi, tapi malah terdiam saat otaknya sudah mencerna kata-kata Sunggyu dengan baik. Ia mendongak dan menatap wajah orang di depannya dengan tatapan tidak percaya.

‘Apa aku salah dengar? Bagaimana mungkin dia—‘

Sebelum Eunji menyuarakan isi hatinya untuk bertanya, Sunggyu sudah memeluknya duluan. Ia menaruh dagunya di sebelah pundak Eunji dan kembali mengeratkan pelukannya. “Aku sangat merindukanmu.”

Eunji speechless. Ia yakin kali ini ia tak salah dengar karena Sunggyu bicara langsung di dekat telinganya. “Apa kau tahu apa yang sudah aku alami tanpa dirimu semingguan ini?”

Eunji tak menjawab. Ia masih shock dengan perlakuan Sunggyu yang dirasanya begitu manis. “Walaupun kau pergi tanpa kabar dan tidak ada seorangpun yang tahu dimana dirimu, tapi aku yakin kau akan kembali. Aku terus meyakini itu dan sekarang aku bisa bernapas lega karena kau sudah ada di hadapanku.” Sunggyu melonggarkan pelukannya dan menatap mata Eunji dalam. “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri jika kau kembali lagi aku akan menyatakan isi hatiku. Hyerim-ah, saranghae…

Sebulir air mata mngalir melewati pipinya dan jatuh bebas ke baju seragamnya. Sunggyu yang sadar Eunji menangis bingung harus berbuat apa. Satu hal yang pasti hatinya berdenyut sakit saat melihat gadis ini menangis.

“Kenapa… kenapa tiba-tiba kau malah menyukaiku? Kenapa kau malah menyukai gadis culun dan jelek ini? Kenapa kau malah menyukai Hyerim yang bodoh ini?”

Anni, sesungguhnya aku sudah lama jatuh cinta padamu, hanya saja aku baru menyatakannya sekarang. Dan aku tidak melihatmu sebagai gadis culun dan jelek, apalagi bodoh, kau adalah yang terindah di mataku.”

“Tapi aku memang tidak menarik, tidak menyenangkan, dan—“

“Ssssttt…. Berhenti menjelek-jelekkan dirimu sendiri atau aku akan marah. Kata temanku, kalau ada seseorang yang meminta putus atau menolak cinta, biasanya ia akan mengatakan dirinya tidak terlalu baik atau tidak pantas untuk menjadi kekasih. Padahal aslinya ia memang tidak suka atau sudah bosan pada kekasihnya. Apa kau juga begitu? Apa kau menjelek-jelekkan dirimu sendiri hanya untuk menolakku?”

“A-aku…”

Sunggyu melepas tangannya dari tubuh Eunji dan menunduk. “Aku tidak mau kau terbebani karena aku. Kalau kau memang tak mempunyai perasaan apa-apa padaku, aku bisa apa? Aku tak akan memaksamu, tenang saja. Aku akan pergi dan menjauh darimu jika kau menginginkan aku untuk begitu.”

Anni, bukan begitu maksudku hanya saja—“

“Tak perlu mencari alasan lain lagi. Sekarang cukup jawab pertanyaanku dengan ‘ya’ atau ‘tidak’. Apa kau juga mencintaiku?”

“Tapi—“

“Iya atau tidak?”

“Iya.” mendengar jawaban yang sangat ia harapkan itu membuat Sunggyu kembali memeluk Eunji lagi.

Gomawo” ucap Sunggyu sambil mencium pucuk kepala Eunji. “Mulai sekarang aku adalah kekasihmu, jadi jangan menghindar lagi dariku.” kini Sunggyu mengecup dahi Eunji dengan penuh perasaan.

“Lalu bagaimana perasaanmu terhadap Eunji?” pertanyaan Eunji kali ini membuat Sunggyu terkejut. Bagaimana bisa nama Eunji tiba-tiba muncul dalam pembicaraan mereka kali ini.

“Ke-kenapa dengan Eunji?” tanya Sunggyu balik karena takut salah bicara. Perasaannya yang sempat goyah untuk Eunji memang membuatnya merasa bersalah pada Hyerim.

“Kukira kau menyukainya! kau pernah bilang begitu padaku.”

“Kumohon, jangan salah paham dulu. Aku menyukainya hanya sebatas rasa suka sebagai penggemar untuk idolanya!”

“Kau yakin tidak berbohong? Lalu kenapa kau selalu memperlakukannya istimewa dan selalu berbuat baik padanya? Bahkan kau rela mengancam Kimbum hanya untuk membela Eunji?”

“Aku… Aku hanya tidak suka jika melihatnya bersedih… Hey! bagaimana kau bisa mengetahui itu semua? Kurasa aku tak pernah menceritakan hal ini pada siapapun”

Eunji kini menarik kunciran di rambutnya dan melepaskan kepangannya. Poninya ia biarkan tergerai lurus hingga menutupi alis. Ternyata setelah digerai, rambutnya mulai kelihatan berwarna kecoklatan. Terakhir Eunji melepaskan kacamata besarnya dan behel palsunya. Sunggyu yang melihat perubahan orang di depannya ini mulai mengenali sosok tersebut. Awalnya Sunggyu hanya mengira mereka mirip, tapi setelah Hyerim membuat penampilannya seperti ini ia yakin mereka bukan lagi mirip tapi mereka benar-benar satu orang.

“Karena Jung Eunji dan Jung Hyerim adalah orang yang sama” jawab Eunji akhirnya yang cukup membuat Sunggyu tertegun.

“Jadi, kau…” Sunggyu menangkupkan kedua pipi Eunji dan memandangnya dengan seksama. Mengamati tiap lekuk wajahnya. “Pantas saja hatiku goyah, pantas selama ini aku merasa sudah sangat mengenal Eunji, jadi inikah jawabannya?”

“Maafkan aku karena telah berbohong, aku punya alasan kenapa aku merahasiakan identitasku. Aku hanya—“

“Aku percaya.” potong Sunggyu. “Aku terus bertanya-tanya dan menyalahkan diriku sendiri karena dengan tidak setianya aku menyukai dua orang di waktu yang sama. Sekarang aku tidak heran, karena bagaimanapun wujudmu, hatiku hanya akan tertuju untukmu.”

Sunggyu memejamkan matanya dan mencium bibir Eunji lembut. Kebenaran terungkap dan kejujuran telah mengambil alih semua kepalsuan yang pernah ia buat. Eunji tersenyum disela-sela ciumannya, hatinya kini telah terobati. Mendapatkan kenyataan yang jauh dari bayangannya, dan semuanya terasa indah sekarang.

***

Riuh rendah suara penonton menggemakan seluruh arena stadium. Berbeda dengan konser sebelumnya, kali ini jumlah penonton yang datang membludak. Apink baru saja memenangkan awards sebagai girl grup terbaik tahun ini. Ketenarannya bahkan sudah menjadi nomor satu di dunia hiburan. Bukan hanya music tapi tawaran untuk bermain iklan, film, drama, dan musical tak henti-hentinya berdatangan ke management mereka.

Eunji berjalan menuju barisan VIP dan berinteraksi dengan fans yang duduk disana. Sambil sibuk menyalami tangan mereka satu per satu, ia juga mencari sosok seseorang yang paling ia tunggu untuk datang. Setelah beberapa kali lirik kanan-kiri, akhirnya ia menemukan Sunggyu yang sedang sibuk mengambil potret dirinya, layaknya kebanyakan fans. Sunggyu hanya tersenyum simpul saat menyadari Eunji melihat ke arahnya.

Dengan tanpa suara bibir Sunggyu kemudian membentuk kata ‘sa-rang-hae’ yang ditujukan untuk yeojachingu-nya itu. Eunji tersenyum dan mendekatkan mic ke bibirnya.

Nado saranghae!!” ucap Eunji dan sukses menimbulkan teriakan histeris para fans, menyangka kalau kalimat itu untuk mereka. Sunggyu dan Eunji sama-sama tertawa melihat reaksi fans yang begitu hebohnya. Jung Hyerim memang milik Kim Sunggyu, tapi Jung Eunji tetaplah milik Pink Panda.

 ~END~

Advertisements

26 thoughts on “A-Pink Concerto – Eun Ji’s Story

  1. Saya datang. u.u
    kali ini aku ngerusuh ya… #LOL
    Idenya sederhana tapi Shofi bisa mengeksekusi dengan baik.
    Tapi…..
    ada yang fatal. #olalala
    ada banyak typo. aku bilang typo disini banyak banget yang ketahuan. terus juga masih ada beberapa kata yang belum di revisi. lain kali diperhatikan lagi soal typo ini. mungkin sederhana tapi untuk orang yang jeli pasti terkesan minus jadinya. 🙂

    Good Job saeng. ^^

    1. sebelumnya terima kasih atas saran dan kritiknya eonn. iya, sejujurnya ini baru aku baca ulang beberapa kali, jadi pasti banyak banget yang kelewat pengecekan kalo masalah typo. udah keburu gak enak karena ngaret dari deadline jadi langsung aku kumpulin seadanya. mianhaeyo ㅠ.ㅠ
      ke depannya bakal berusaha lebih baik lagi kok! makasih eonni! ^^

  2. pertama-tama aku mau mengucapkan salam kenal sama authornya
    hmm… nama kita agak sama ya hahahaha
    nah, yang kedua, aku mau minta maaf terlebih dahulu karena biasanya aku suka ngomentarin ff orang secara blak2an dan tanpa tedeng aling2, nggak seperti readers kebanyakan yang hanya bilang “nice ff”, “lanjutkan”, dan “sekuel dong thor…”

    *well skip aja bagian tidak penting ini*

    first impression: aku benar2 semangat buka judul yg tadinya nampang di home fb *say thanks to karra si tukang nyampah :p* , i really love eunji. her cheeris and cute way to talk just make me faint, >>,,,<<
    jadi aku mengharap cerita ini akan gembira dan penuh keceriaan.

    second impression: waktu liat judulnya, aku sedikit mengernyit dan berpikir cerita ini psti ttg eunji yang member a-pink, itu membuatku sedikit terluka *plak* aku berhrap karakter eunji sedikit unik sehingga membekas di hati *bias banget sih lo soph* hahaha,
    dan aku cukup suka caramu mendeskripsikan jalannya konser. berasa banget eunji nyanyi di depanku, ya ampun eunji kamu cantik bangettt *skip aja bagian ini* xD
    hnya saja setuju dengan kara, too many typo. aku sampai lupa apa aja typo nya.
    ah ya, satu lagi, a little bit flat. maaf… *bow* apa karena ceritanya yang terlalu panjang dan udah ketebak dari awal ya? jadinya aku tahu apa yang akan terjadi. ide yang sederhana, tapi seandainya konfliknya lebih dieksplor, pasti lebih bagus.

    semakin kebawah, aku semakin susah bacanya.
    bukaaaann… bukan karena mataku rabun mendadak, tapi ya itu tadi… karena terlalu banyak adegan, dijadikan oneshot dan klimaksnya kurang *dan demi apa kimbum honey bunny ku jadi menyebalkan disini xD*

    overall aku suka cara mu mendeskripsikan sesuatu. sudah seperti cerita2 di buku.
    hanya mungkin saja, keunikan cerita harus diperdalam lagi. ide sederhana itu nggak masalah, hanya perlu "make-up" yang cetar membahana aja .

    keep writing

    *tukang sampah menghilang~*

    1. salam kenal juga, shophie-ssi. *jadi berasa manggil diri sendiri* ^^
      makasih kritik dan sarannya. maaf kalo mengecewakan, ne? hehe. aku masih belajar terus untuk buat oneshoot yang bener. seperti katamu tadi terlalu banyak adegan yang gak penting yang mungkin ada di cerita tapi klimaksnya kurang. ini aku juga udah agak ngerasa gitu sebenernya, harapannya sih setelah di review bisa berkurang beberapa lembar tapi yaa… ternyata ya segini ini jadinya.
      terima kasih ya, masukannya berguna banget ^^

  3. huaaa sorry, baru bisa singgah di blog, ternyata dah 3 cerita di posting T.T
    panjang banget ya storynya, aku aja kependekan T.T

    #komenapaini. #abaikan

  4. Udah baca! Lalala yeyeye~
    Dan yg jadi pertanyaan pertama ku adalah… kenapa Sunggyu lageeeee ohmykai yayang aku laku amat ya wkwkwkw

    Oh itu typo belum kamu ubahin ya say.. Lain kali sebelum di posting bener2 di pastikan dulu ya beib..

    Eunggg… Sumpah suka kalimat ini —> Aku tidak tahu seberapa banyak yang mencemoohmu tapi yang aku yakin jumlah fansmu lebih banyak dibandingkan dengan mereka. Satu hal harus selalu kau ingat adalah disaat orang lain menghinamu, Pink Panda akan selalu mempercayaimu.

    Entah setan apa yg lewat pas baca itu aku berkaca2 TT.TT cerita ini punya pesan yg sampai ke hati pembaca menurutku. Tentang persahabatan APink, tentang betapa kita nggak boleh nyerah gitu aja, tentang apa lagi ya?

    Tp aku agak terganggu sama Sunggyu-Hyerim yg tetiba si Sunggyu naksir dia, itu terkesan terlalu terburu2. Nggak ada satu kejadian W-O-W yg masuk akal menyebabkan si Sunggyu bertekuk lutut sama cew culun itu..

    Ceritanya panjang? Yayaya, bisa jadeeeee *plak* tp aku aku lumayan gak bosen kok.

    Pendeskripsian kamu oke, tp ada beberapa kata yg menurutku kurang pas sehingga menimbulkan kesan timpang. Tp mungkin itu emang gaya menulis kamu.

    Oke gitu aja dariku. Goodjob, Sofi & Katapip! 🙂

    1. jawaban pertanyaan pertama: tipe cowok ideal eunji dalam kehidupan nyata emang sunggyu kan? eunji pernah ngomong sendiri beberapa kali dan aku emang suka banget sama sunggyu-eunji couple. hehehe ^^v
      terus, miaaaaan >w< *bow* *diri* *bow lagi* *diri lagi* *bow tiga kali* masalah typo ini aku emang salah. ngeganggu tulisan bgt ya? iya, ngaku deh, T.T beneran. lain kali aku janji bakal cek berulang-ulang deh eonn sebelum posting. kalo yang sunggyu sama hyerim itu, sebenernya ada part yang aku buang eonn, soalnya kalo gak dibuang jadi kepanjangannya pake banget. eh tapi jadinya malah gak ketauan kapan sukanya yah? yah maafkan kalau begitu dan yah yasudahlah~ sudah terlanjur walaupun agak menyesal ㅠ_ㅠ
      akhir kata terima kasih masukannya~

      salam kecup ~shofi~

  5. Bahagia banget ya sunggyu udah dapet hayoung,sekarang eunji xD meskipun beda karakter. Kalo sunggyu-eunji aku kayaknya nggak ada komen tapi aku suka sama dirimu yg nyiptain karakter kimbum dan duo wartawan itu yg sukses bikin aku kesel. Karna udah banyak yg nyinggung typo jadi aku sependapat sama mereka.

  6. kepanjangan tp keren kok, aku jg ngerasa adegan sweet suggyu sama hyerim kurang ngena trus knpa tiba2 suggyu bsa cinta gtu ma hyerim tp gpp pesan yg kamu kasih udh bikin itu smua terhapus kok, pas bgian eunji lg terpuruk itu entah knpa membuat mataku berkaca kaca wkwk,, bikin ff eunji lg yooo, aku pinkpanda jg lho, btw salam kenal (:

    1. halo anita~~ salam kenal juga 🙂 hehehe. maaf ini emg oneshoot yang fail karena kepanjangan akibat adegan2 ga penting. kkk~ ke depannya terus berusaha lebih baik lagi ^^ terima kasih komennya~

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s