A-Pink Concerto – Naeun’s Story


na eun

(Love) Phobia

Author : Shin Minra (@0518yes) | Main cast : Naeun [A Pink] as Son Na Eun (OOC), Lee Tae Min [SHINee] as Lee Tae Min, Yoo Inna [OC] | Length : Oneshot | Genre : Romance

Disclaimer : Semua Cast disini kecuali OC adalah milik Tuhan Yang Maha Esa, Ide cerita juga datangnya dadakan dan dibantu oleh dongsaengku Rinnay 😀 , This is Only Fanfiction and My Imagination, I hope RCL and Kritik juga sarannya, dan Don’t be silent reader, Thank U
Warning:

> This fanfiction sooo short, sedikit ngawur dan banyak kesalahan dimana mana <

Thank’s To:

My Friend “Reni” and Junki Wife’s Rinnay, THANKS FOR REVIEWS baby

#

“Gomawo Lee Taemin, karena kau aku bisa menghilangkan phobia keramaianku, dan terima kasih karenamu juga aku sangat menyukai keramaian…”

#

“Bagaimana? Kau mau tidak?” Tanya Yoo Inna padaku, aku hanya menatap Inna dengan tatapan yang tajam.

“Sekali tidak tetap tidak, aku sudah cukup bilang ‘kan?” jawabku untuk kesekian kalinya.

“Aku tidak punya teman menonton konser ini Naeun, please temani aku sekali ini saja” tatapan memohon Yoo Inna tidak membuatku menurut.

“Sekarang aku tanya, apa untungnya aku melihat konser idolamu itu?”

“Aku tidak tahu, tapi aku yakin kau akan menyukainya.”

“Tapi kau tahu aku benci keramaian kan?” tanyaku untuk terakhir kalinya

“Hilangkan phobia-mu dengan menonton konser ini, Naeun. Aku yakin kau bisa menghilangkan phobia-mu itu.” jawab Inna seyakin mungkin, membuat aku berpikir kembali ajakannya.

Setelah setengah jam berpikir akhirnya aku memutuskan keputusanku.

“Baiklah, aku akan menemanimu…”  lirihku sambil menghela napas berat.

“Huaaaa gomawo, Naeun… Besok aku berikan tiketnya padamu, eoh?”

Aku hanya mengangguk pelan, mengiyakan ucapannya. Walaupun didalam hati berat tapi aku akan mencobanya, mencoba menghilangkan phobia-ku itu.

Aku benci keramaian. Aku lebih suka dengan sepi, karena sepi lebih baik, membuat hati dan pikiran ku tenang. Keramaian adalah satu keadaan dimana aku tidak ingin ada di dalamnya. Mungkin orang menganggapku aneh, karena aku tidak suka keramaian, padahal semua orang punya hal yang tidak disukai termasuk aku, ya walaupun, alasanku sedikit tidak masuk akal. Tapi aku benar benar tidak menyukai keramaian.

#

Suasana pagi disekolah begitu tenang, tepat jam setengah 7 pagi aku telah duduk manis dibangkuku, dengan sebuah buku aku menikmati suasana kelas yang cukup sepi.

YAKK! SON NAEUN!” teriakan itu berhasil membuat aku kaget setengah mati.

“Ada apa? Kau mau membuatku sakit jantung?” kesalku setengah mati, aku tidak tahu kenapa temanku itu membuatku hampir sakit jantung karena teriakkan kerasnya.

“Ohh, mianhe Naeun… Ini tiketnya!” dengan wajah yang sedikit bersalah dia memberikanku sebuah tiket yang nantinya akan aku kugunakan menonton konser bersama dengannya.

“Hanya ingin memberikan ini saja, kau membuatku kaget! Dasar kau, Yoo Inna!” jitakan cukup keras mendarat bebas di kepalanya.

Yak.. Naeun, sakit tahu! Aku sudah meminta maaf padamu tadikan…” kesalnya sambil mengelus elus kepalanya yang telah aku jitak, aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya yang lucu.

#

Hari ini tepatnya dihari Sabtu, aku yang masih bermalas malasan dikamar hanya sibuk dengan beberapa tumpukan buku novel yang baru aku beli di toko buku sepulang sekolah tadi.

Dreett… dreett…

Aku merasakan handphone-ku bergetar diatas meja belajarku, dengan sedikit kesal aku beranjak dari balkon kamar menuju meja belajar.

“Aisshh, anak ini kenapa menelponku jam segini,” kesalku ketika melihat dilayar handphone-ku.

Yeobseo…

“Hey… Son Naeun, kau tau ini jam berapa? Aku sudah menunggu didepan gedung konser..” teriak Yoo Inna yang membuatku menjauhkan handphone dari telinga.

“Astaga.. Aku lupa, hari ini kah konsernya?” ucapku dengan ekpsresi wajah kaget.

“Ya ampun … Ppali, semuanya sudah mengantri, kau mau kita nanti berdiri dibelakang?” kesal Yoo Inna padaku, aku hanya menghembus napas berat.

“Ne, baiklah.. Aku akan kesana sekarang.” jawabku sedikit pelan.

“Aku tunggu 10 menit lagi, kau telat.. Aku tak ingin menyapamu lagi selamanya.” ucap Inna dan langsung mematikan sambungan telepon, aku yang ingin protes hanya mendengus kesal.

Yakkk! Yoo Inna, Kau tau… 10 menit itu sangat cepat, kau pikir rumahku dengan gedung konser itu dekat?!” umpatku sendiri, kulempar handphone ku diatas kasur, dan segera mengganti baju.

Setelah 20 menit berlalu, aku yang masih dengan napas sesak akhirnya sampai di depan gedung konser, baru kali ini aku secepat kilat datang memenuhi janji.

Kulihat sekeliling gedung, aku melihat sosok Yoo Inna sedang duduk didepan antrian yang sangat panjang, dengan segera aku menghampirinya.

“Mianhe, kau sudah menunggu lama..” sapaku setelah sampai dihadapannya.

“Aku pikir aku tidak akan menyapamu lagi Naeun,” wajah kesal dan ucapannya yang tajam membuatku langsung tersenyum dengan lebarnya.

#

Suasana antrian yang sangat panas, ramai dan sesak membuatku hampir gila, bagaimana tidak sudah hampir 2 jam lebih aku berdiri dengan keringat yang bercucuran.

“Masih lama kah antriannya, Inna?” tanyaku pada Inna yang tepat berdiri didepanku.

“Tidak, sebentar lagi, kau sabar Naeun..” jawab Inna seadanya, aku yang masih ingin bertanya padanya, langsung terhenti karena teriakan dari arah depan.

“Kajja Naeun! Pintu menuju Venue sudah dibuka!” ucap Inna padaku, dia langsung memegang tanganku dan mengikuti langkahnya.

Jantungku yang masih berdebar, keringatku yang bercucuran deras tak bisa ku kontrol, aku ingin pergi dari suasana ini, oh Tuhan aku benci semua ini, aku benci keramaian ini, bantu aku untuk bertahan disini.

Sesampai masuk venue, aku sudah melihat keramaian yang tidak bisa ku hitung, semuanya hampir memakai baju yang sama, aku yang masih kaget dengan suasana baru ini, hanya bisa menelan ludah.

Ramai, padat, sesak dan berisik adalah suasana yang aku alami saat ini, suasana yang paling kubenci dan yang ingin kujauhi sekarang berada tepat didekatku sekarang, aku sungguh gila dengan semua ini.

Yoo Inna masih memegang tanganku dengan erat, aku yang masih berusaha bertahan hanya diam mengikuti langkah Inna.

Aku dan Yoo Inna sekarang berdiri ditengah keramaian saat akan masuk ke venue yang masih ramai di desak oleh ribuan orang. Tapi tunggu, aku merasakan genggaman tangan Inna lepas dari tanganku, oh Tuhan… jangan sampai aku kehilangan Inna, aku sungguh takut dengan keramaian ini.

Dengan hati yang panik aku berjalan berdesak desakan mencari Yoo Inna, aku menajamkan pandanganku agar aku bisa melihat sosok Inna yang hilang, tapi sudah 10 menit aku mencarinya aku tidak menemukannya, ahh aku benar benar panik.

Aku masih berusaha mencari Inna semampuku, dengan suasana yang sempit aku berusaha menerobos keramaian.

Entah kenapa napasku terasa lega, ketika aku sampai disebuah tempat yang sangat asing, aku tidak tahu kenapa aku bisa berada disini, aku hanya berjalan berdesak desakkan tanpa melihat arah dimana aku berjalan.

Ruangan itu sedikit sepi dan hanya terdengar beberapa suara yang cukup ramai, aku yang masih penasaran, menelusuri ruangan itu, berharap aku bisa menemukan seseorang yang bisa membantuku menemui Inna.

“Hey nona, kenapa kau disini? tidak seharusnya seorang fans masuk kesini, apa kau penguntit atau wartawan?” seseorang bersuara berat, menyergapku dengan memegang pundakku, aku yang kaget berusaha tenang.

“Aku sedang mencari temanku, ahjussi.” jawabku sedikit pelan pada namja yang cukup kekar itu.

“Itu alasan yang biasa, cepat sana keluar, jangan sampai aku menyeretmu keluar, nona!” ucap ahjussi itu padaku, aku  sedikit takut dan hanya menunduk tanpa beranjak dari tempatku berdiri.

“Hey nona, kau tidak mendengarkan ucapanku tadi? Apa kau mau aku seret kau keluar?” suara berat itu mengancamku lagi.

“Ahjussi, aku benar benar mencari temanku, sungguh.. aku tidak berbohong, aku kehilangan dia saat masuk venue tadi, dan aku juga tidak sengaja menemukan tempat ini, “ ucapku seadanya, dan kali ini aku benar benar berharap ahjussi itu percaya padaku.

“Nona, kau benar benar membuatku kesal, mari ikut aku!” dia memegang dan menarik tanganku dengan kasar, aku yang masih menolak, berusaha melepaskan genggaman tangan ahjussi itu dari tanganku.

Hyung-nim…“ suara siapa itu, aku tidak mengenal suaranya, sepertinya itu bukan suara ahjussi ini.

“Kenapa kau menyakiti yeoja seperti itu, hyung?” ucap namja itu dengan santai, aku yang tidak peduli hanya berusaha melepaskan genggaman tangan ahjussi ini.

“Dia berusaha masuk kedalam backstage, makanya aku menyeretnya keluar.” ucap ahjussi itu pada namja yang bersuara cukup lembut itu,

“Lepaskan tangannya hyung, kau bisa melukainya.” namja bersuara lembut itu menyelamatkanku, si ahjussi itu langsung melepaskan tangannya dari tanganku.

“Hey nona, kenapa kau menerobos masuk backstage?” Tanya namja bersuara lembut itu padaku, akupun segera menoleh menghadap dia yang tepat dibelakanku.

Saat aku melihat dia yang tepat dibelakangku, aku kaget dan melongo. Entah mimpi atau tidak, aku merasakan aku bertemu seorang pangeran yang tampan dari negeri langit. Sungguh namja ini sangat tampan.

“Hey, Nona… Kenapa melamun?” Tanya dia membuat halusinasiku menghilang.

“Eh.. Ehm..mm… Aku mencari temanku yang hilang.” jawabku seadanya, entah kenapa jantungku berdetak sangat cepat daripada biasanya.

“Teman? Kenapa bisa kau mencarinya kesini, Nona?” tanyanya lagi padaku.

“Aku tidak tahu kenapa aku sampai disini, yang jelas aku tadi kehilangan dia saat akan masuk venue, dan aku tadi berusaha mencarinya kemana mana tapi aku malah masuk ruangan ini.” jelasku, dia hanya menatapku dari atas sampai bawah.

“Dia berbohong, Taemin…” ucap ahjussi itu membuatku kesal, aku tidak berbohong.

“Siapa nama temanmu?” Tanya namja yang bernama Taemin itu, dan mengabaikan ucapan ahjussi itu.

“Namanya Yoo Inna..”

“Kalau namamu, Nona?”

“Namaku Son Naeun…”

Setelah dia menanyakan temanku, dia menyuruhku untuk menunggu disini, aku hanya menurut dan duduk berjongkok menunggu namja itu.

Setelah hampir 10 menit aku menunggu, akhirnya namja yang bernama taemin itu menghampiriku.

“Nona Naeun, kau bisa ke kelas dimana temanmu berada, dia sudah menunggumu disana..” ucap taemin membuatku sangat senang dan bahagia.

“Terima kasih Taemin-ssi,” ucapku dengan senyuman yang merekah.

“Kau ikuti saja, ahjussi itu.. dia akan mengantarkanmu ketempat temanmu.” suruh Taemin padaku, aku mengangguk dan membungkukkan badan sebelum pergi dari hadapannya.

Setelah sampai dikelas dimana tempat Inna berada, cukup membuatku bahagia, pertama karena aku bertemu namja tampan bernama taemin dan kedua aku bertemu dengan Inna, walaupun aku masih kesal dengan keramaian ini.

#

Disaat konser akan dimulai, aku mendengarkan teriakan yang sangat kencang, semua orang termasuk Inna berteriak “SHINEE, SHINEE, SHINEE!” aku yang tidak mengerti hanya diam dan menatap kearah panggung yang gelap.

Lampu sorot segera memusatkan cahayanya ke tengah panggung, aku yang masih mengumpat dalam hati karena suasana ramai ini hanya diam menatap panggung.

Yakkk LEE TAEMIN… HUAAA MY BABY TAEMIN…” suara teriakkan Inna membuatku kaget, dia memanggil namja yang bernama Taemin, namja yang membantuku tadi.

“Yak Inna, mana Taemin dan siapa dia?” tanyaku ditengah kebisingan.

“Itu dia, yang bernama Taemin, dia magnae SHINee… Dia adalah biasku.. “ jawab Inna yang sangat membuatku kaget, bagaimana tidak, jadi namja yang membantunya tadi adalah seorang member dari grup SHINee yang terkenal itu.

Walaupun dalam keadaan tidak percaya dan merasa diri paling bodoh, aku mencoba ikut memanggil nama dia dengan keras, disaat dia menyanyikan sebuah lagu, aku dengan ekpresi senang meneriakkan namanya berulang kali, ahhh.. Taemin, betapa bodohnya aku karena baru mengenalmu sekarang.

Suasana konser selama 2 jam sangat aku nikmati, entah kenapa aku merasa diriku sangat bahagia dan ingin menangis, apa mungkin karena aku bisa menghilangkan phobia keramaian atau karena aku bisa bertemu dengan namja berwajah malaikat itu disini? Entahlah.. aku rasa kedua jawaban itu benar.

#

Tidak terasa telah 2 tahun aku mengidolakan grup bernama SHINee itu, berawal dari paksaan Inna, antrian yang menyesakkan, ribut dengan ahjussi, pertemuan pertama dengan namja berwajah malaikat bernama Taemin dan juga sampai akhirnya aku menyadari bahwa aku mencintai dia. Ya, aku mencintai namja bernama Lee Taemin itu.

Aku juga tidak lupa berterima kasih pada Yoo Inna yang telah memaksaku untuk menemaninya menonton konser, dan berhasil menghilangkan phobia keramaianku, aku sangat berterima kasih padanya, Yoo Inna.. kau sahabat terbaikku.

#

 Aku menatap sebuah layar yang sedang memutar sebuah video yang mungkin sudah puluhan kali aku putar, sesekali aku tersenyum tidak jelas, memberi kesempatan orang menganggap aku gila karena tersenyum sendiri.

“Apa yang kau lihat, Naeun-ah?” Tanya seseorang membuat lengkungan dibibirku hilang.

“Bukan apa-apa Eonni, aku hanya melihat video saja, wae?” jawabku seadanya dan kembali fokus dengan apa yang kulihat.

“Astaga, kau benar-benar demam karena namja bernama Lee Taemin itu? Sampai-sampai kau suka sekali datang dikonsernya, padahal kau tau kan, sejak dulu kau tak suka dengan keramaian,” celoteh Jiya eonni, aku hanya mendengus kesal, menganggap dia tidak ada.

Yakkk Naeun… Kau tak ke sekolah?? Ini sudah jam berapa??” teriak Jiya eonni membuatku sadar, aku lihat jam didinding kamarku, benar, sebentar lagi aku bisa terlambat kesekolah.

Dengan langkah cepat aku mandi dan memakai seragam sekolah, aku tak mau terlambat kali ini, kalau terlambat aku bakalan kena sanksi lagi dari Kim sonsaengnim.

#

Dengan langkah seribu, aku akhirnya sampai didepan kelas, aku berucap syukur karena Kim songsaengnim belum datang, dengan langkah hati-hati aku masuk kelas dan duduk manis dikelas dan tiba-tiba pundakku dipegang seseorang dari belakang.

“Ini tiketnya, “ seseorang memberikan tiket yang ku idam-idamkan sejak sebulan yang lalu.

“Gomawo, jeongmal gomawo Inna, aku tak akan melupakan jasamu padaku!” ucapku bersyukur, mataku benar benar berbinar saat melihat 1 tiket konser ditanganku.

“Sama sama, oh ya kenapa kau begitu menggilai Lee Taemin? Aku heran… sejak kapan kau menggilainya” Tanya Yoo Inna padaku.

“Mmmhh… Bukankah sejak 2 tahun lalu aku sudah bilang kalau aku suka padanya dan itu sejak kau ajak aku ke konsernya waktu itu!” jawabku dengan semangat.

Jinja?? Astaga.. Aku lupa baiklah, nanti kita datang bersama, eoh?” ajak Inna yang segera aku iyakan.

Aku pun kembali duduk manis dan menghadap keluar jendela.

“Gomawo Lee Taemin, karena kau aku bisa menghilangkan phobia keramaianku, dan terima kasih karenamu juga aku sangat menyukai keramaian…” lirihku pelan sambil membayangkan Taemin ada didepanku dan tersenyum manis padaku.

#

“Inna.. aku sangat berterima kasih padamu karena telah memasakku untuk menonton konser waktu itu, kau tau.. Karena kau dan Lee Taemin aku bisa menghilangkan phobia-ku itu.”

“Hahaha, sama sama Naeun.. aku sudah tahu phobia-mu itu pasti bisa hilang, oh ya.. aku masih ingat bagaimana kisahmu yang membuatmu takut akan keramaian…” ucap Inna membuatku kesal, kenapa dia mengulang memori yang ingin aku lupakan.

“Aku ingat bagaimana malunya dirimu ketika waktu lomba menyanyi waktu sekolah dasar dulu, kau menyanyikan lagunya sampai tidak sadar kalau semua orang menertawakanmu karena gaya tarian itikmu itu, hahahaha!” aku sangat kesal ketika Inna mengulang memori memalukan itu, walaupun cuman dia dan aku yang tahu tapi aku tidak ingin dia mengulang cerita itu lagi.

Yakkk! YOO INNA, awas kau… Aku akan membunuhmu!” teriakku saat melihat dia menghindari pukulan yang aku berikan padanya.

#

Sesampai didepan gedung konser, seperti biasa aku antri walaupun melelahkan, sesak dan menjengkelkan tapi aku berusaha tenang dan bersabar.

Setelah 2 jam mengantri akhirnya venue dibuka, dengan berdesak desakkan aku berusaha menerobos dengan baik, sampai akhirnya aku sampai tepat didepan panggung. Aku yang mendengar teriakkan Inna hanya diam dan berusaha mencari tempat aman untuk melihat idolku didepan mata.

“Aku marah padamu, Yoo Inna..” umpatku dalam hati.

#

Bunyi dentuman keras, lampu yang dimatikan dan cahaya merah mulai memusatkan kesuatu tempat dipanggung, semua orang berteriak “SHINEE”, segera aku memusatkan perhatianku disana dan..

OPPA!!!!!” teriakku saat melihat mereka semua keluar, mataku langsung terpusatkan pada Lee Taemin, namja itu langsung bergerak luas dengan senyuman terpasang diwajahnya.

Nyanyian demi nyanyian mereka nyanyikan bersama para fans-nya, membuat rasa lelah, lapar dan hausku hilang seketika, entah kekuatan darimana aku merasakan kekuatan yang luar biasa, suara teriakan, melompat lompat dan bernyanyi membuat energiku benar benar bertambah.

Disatu momen yang benar-benar yang aku tunggu, adalah ketika Lee Taemin menghampiriku, aku sangat berharap dia berdiri didepanku dan tersenyum padaku.

Entah mimpi atau kenyataan, Lee Taemin berdiri tepat dihadapanku, dia tersenyum manis didepanku saat menyanyikan sebuah lagu, air mataku seketika keluar saat dia menatapku lekat, dia mengulurkan tangannya kepadaku, aku yang kaget hanya menerima uluran tangannya.

Taemin mengajakku keatas panggung, dia menggandeng tanganku dengan erat dan mengajakku bernyanyi, aku yang gugup dan malu hanya diam, taemin hanya tersenyum dan membelai rambutku lembut kemudian memberikan ku sebuah boneka kecil kepadaku.

Apa ini mimpi?? Tidak.. Ini kenyataan Naeun.. Kau harus liHat, dia ada didekatmu saat ini, dia membelai rambutmu, memegang erat tanganmu dan memberimu sebuah boneka sebagai sebuah kenangan untukmu.

Oppa… saranghae..” lirihku saat aku menerima boneka itu.

Nado saranghae…” balasnya membuat wajahku memerah, kemudian memelukku dengan erat.

“Ohhh Tuhan, semoga ini bukan akhir dari mimpi indahku.. Aku mencintaimu oppa, sangat mencintaimu… Semua kenangan ini akan ku simpan sampai kapanpun, terima kasih.” lirih dalam hatiku ketika dia memelukku.

#

Aku pernah berpikir,apakah aku mencintai Lee Taemin seperti seorang fans ke idolanya atau seperti namja ke yeoja? Entahlah aku merasa antara keduanya, aku mencintainya dan aku juga cemburu pada yeoja yang mendekatinya diacara manapun dan parahnya aku juga merasakan ingin rasa memilikinya, memiliki dia sebagai seorang namja dalam hidupku, tapi… Aku rasa itu hanya mimpi, mimpi yang akan selalu menghantuin lelap tidurku setiap malam.

“Lee Taemin… Will you be my boyfriend?

-END-

huaaa… kependekan? gaje? aneh? mungkin.. Butttt thanks buat yang baca dan sangat diharapkan review, kritik, saran atau pujian xD

thank u all ~~~

Advertisements

13 thoughts on “A-Pink Concerto – Naeun’s Story

  1. Cici… aku datang….
    awalnya aku sengaja skip bagian header FF ini…. biar surprise. Nggak taunya pake Taemin juga. #LOL

    Nggak tau kenapa FF kamu ini pas aku baca alurnya buru-buru.
    Jadi aku baca kayak dikejar orang. #apaan ini?
    Terus juga typonya masih banyak. #heol….
    Terus juga ada bagian yang fatal. Soal phobia….
    Nggak tahu kenapa aku malah aneh baca phobia yang kamu ingin ceritakan disini. Phobia itu kan untuk mengatasinya harus dilakukan secara perlahan. Tapi disini kamu menceritakan hanya sekali datang ke konser langsung sembuh phobianya. Terus penggambaran phobia juga kurang ngena… apa karena keburu-buru makanya feelnya ga dapet ya?

    Itu aja deh komen dariku. hahaha
    panjang ya? Maklum ya… aq suka nyampah. #plak

  2. haloo salam kenal *bow*
    hm pas liat naeun entah kenapa sudah kepikir jangan2 ama taemin isssshhh *gantung taemin di jemuran*
    kekekeke entah ini pendapat personal atau nggak tapi kayaknya ini malah kayak curhat yaaa?
    *pletak

    hmm setuju sama beberapa komen di atas, alurnya kecepetan. mungkin buat oneshot, jarak bertahun2 itu kalo dituang dalam cerita jadinya kyk buru2 *disini kan ceritanya dari awal mula naeun sama taemin kenalan, iya kan? nah sampe jaman naeun suka taemin, itu kesannya jadi buru2. aku jadi nggk ngelihat klimaksnya

    dan oh iya, yang pas taemn bilang nado saranghae itu bener ga sih? kok rasanya taemin gampang banget ngmong gitu kalo knytaan? ntar kalo naeun digampar bini taemin yang lain gimna? kyk aku misalnya? *abaikan kalimat saya ini xD*

    oh ya endingnya agak ambigu
    aku ga tahu itu naeun jadian beneran sama taem atau ngga
    mimpi atau nggak
    dan gimana sih? aku masih bingung…
    anyway, good job buat authornya
    ttp semangat nee
    fighting fighting~

    1. aduh,.. saya serasa baca ff komenanmu.. #plakk

      iya nih, ngak klimaks, orang yang review ff saya juga gitu blgnya tapi pas bikin emang kurang feel, jadi ngak dapat sampai endingnya T.T #menyedihkan

      ahahah itu hanya keinginan naeun bukan berarti mereka jadian.. sama kayak kita, yg ngarep si bias jadian ama kita #perumpamaan.

      makasih buat kritikannya, dan makasih buat dan baca karya abal abal ku ^^

  3. sygnya tetem ngucapinnya hanya sebatas fans dan idol 😦

    setujuu ama yg dia atas. rada cepet alurnya.
    tapi keseluruhan udh bgus kok. kalo d banding m aku yg nggak bisa nulis ^^v

  4. Wah naeun jadi fangirl. Sesuatu yg baru aku temukan. Idenya bagus soal phobia dan ada kejadian yg ngejelasin kenapa phobia itu timbul dan hilang. Sayang sih Naeun-taemin nya nggak bener2 ketemu lg di real life

  5. Cici….maaf ya baru mampir….
    Aku baru sempet baca ^^v
    Langsung ke komen ya…. Semoga berkenan… hehe
    pertama-tama… em…. alurnya kecepetan… aku pikir naeun gakkan sembuh dlm satu kali nonton konser… harusnya sih ada proses… karena setau aku phobia kan ketakutan yang berlebihan… jadi kayanya gak mgkin banget dg cepat disembuhkan…
    trus… karakter naeun juga ga nunjukin kalau dia penderita phobia keramaian gitu…
    masih ada typo juga… terutama yang banyak aku temuin dalam penulisan tempat yang ga dipisah… itu yang paling aku sadari sih…
    trus terakhir ada beberapa bagian yang harusnya ga prlu ditulis juga…
    udah cukup sekian komennya ya.. hehe..
    Hwaiting Ci!

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s