A-Pink Concerto – Bomi’s Story


bomi

The Concert

Author : Karra | Main Cast : Bomi A-Pink [OOC] | Support Cast : Member 4Minute and Ilhoon BTOB | Length : Oneshot | Genre : Romance | Disclaimer : Semua tokoh milik Tuhan. Ide cerita milik Karra 

Summary : Apa yang kau lakukan saat ini akan menentukan masa depanmu….

Author Note : Author says thanks for Neys yang udah review ini FF sebelum kuedit. Thanks to readers yang sudah bersedia memberikan coretan feedback di FF ini. Thanks semuanya… 🙂

Bomi melebarkan kedua mata dan membuka mulutnya hingga separuh terbuka. Kepalanya disibukan dengan pemikirannya sendiri. Kenapa harus di tempat kecil semacam aula konser dan tidak dilakukan di stadium atau di tempat konser lainnya? Kenapa hanya sebatas gedung pertemuan? Masak iya penyanyi sekelas Bomi harus menyanyi di panggung kelas tiga?

“Kau sudah gila, huh?” tanya Bomi dengan nada sarkatis sambil memicingkan mata saat melihat raut wajah menyesal yang ditunjukkan Ilhoon. “Panggung sekecil itu aku tidak mau!” tandas Bomi sambi menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Laki-laki berumur dua puluhan tahun itu hanya menghela nafas. “Lalu bagaimana lagi? Ini semua kan akibat ulahmu sendiri. Seandainya kau tidak mencari keributan dengan 4Minute sunbae tidak akan seperti ini kejadiannya,” ujar Ilhoon dengan suara melemah. Dirinya juga ikut memikirkan nasib artis yang sedang diasuhnya ini. Bomi akan melangsungkan konser pertamanya di panggung sederhana? Bagaimana bisa pihak managemen tega melakukan hal seperti ini?

Bomi menjatuhkan tubuhnya di atas sofa panjang dan menatap tajam Ilhoon yang masih berdiri di depannya dengan raut wajah datar. “Aku tidak mau. Aku hanya ingin melakukan pertunjukkanku di panggung kelas satu!” tandas Bomi lagi sambil menghentak-hentakkan kakinya. Ada emosi membuncah yang harus gadis itu keluarkan secepatnya sebelum emosi itu berubah menjadi air mata. Bomi sama sekali membenci air mata. Kegagalan yang sangat terlihat!

Ilhoon berjalan ke arah dapur. Dia harus mendinginkan kepalanya. Keputusan sepihak seperti ini memang sering dialaminya karena ulah Bomi yang sering seenaknya sendiri. “Bomi-ya..” panggil Ilhoon saat mengambil botol air minum dari dalam lemari pendingin dan menegaknya langsung tanpa menggunakan gelas. Bomi menoleh masih dengan menggembungkan kedua pipinya. “Minta maaflah pada 4Minute sunbae. Siapa tahu setelah kau minta maaf mereka akan mendiskusikan dengan pihak managemen kita,” nasihat Ilhoon yang membuat bola mata Bomi melebar kembali.

“Untuk apa aku harus meminta maaf? Bukankah mereka yang gila hormat? Seharusnya mereka yang meminta maaf padaku!” seru Bomi dengan nada angkuh.

“Jika kau menuruti manner yang sudah kuajarkan padamu, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Mengerti?” tandas Ilhoon sambil mengembalikan botol air mineral yang sudah habis setengah botol ke dalam lemari pendingin. “Apa sulitnya kau meminta maaf?” tanya Ilhoon tajam sambil berjalan menuju kamarnya dan meninggalkan Bomi yang masih sibuk menggerutu.

“Aturan seperti apa yang harus dilakukan seorang hobae pada sunbae? Apa mereka gila hormat sehingga mengancam hobae sepertiku untuk tunduk pada mereka,huh?” tanya Bomi sambil menatap pintu kamar Ilhoon yang sudah tertutup. “Aku akan membuktikan jika aku tidak akan pernah tunduk pada mereka!   Aku mau berjuang sampai mereka yang akan tunduk padaku..” senyuman licik Bomi terkembang dan membuat perasaannya sedikit membaik.

***

Udara siang yang hangat walau saat musim gugur seperti ini tidak menyurutkan langkah Bomi untuk menjalankan aksi protesnya terhadap kekuasaan para sunbae di industri Kpop. Dia akan membuktikan jika seorang hobae-pun bisa lebih baik dari sunbae.

Bomi menatap sekeliling gedung yang remang-remang karena akses penerangannya masih terbatas. Tempat ini akan menjadi tempat konser pertamaku? Ini gila!

Ilhoon dan beberapa crew lainnya tengah mempercantik settingan panggung yang hanya sebesar delapan kali sepuluh meter. Panggung itu sangat kecil. Tidak seperti panggung di Music Bank. Bahkan Bomi tidak yakin lightingnya akan membuat dirinya ‘berpijar’ atau malah ‘mati’.

“Kenapa kau harus menggelar konser disini?” tanya seseorang yang membuat Bomi menoleh ke arah kiri. Ada seorang laki-laki yang mungkin lebih tua dua tahun darinya. Bomi belum pernah melihat orang itu.

“Kenapa? Aku juga tidak ingin konser di tempat sejelek ini,” ujar Bomi sambil kembali mengalihkan pandangannya pada Ilhoon yang sedang mengangkat beberapa pot tanaman hias.

Laki-laki di samping Bomi hanya tersenyum sinis. “Jadi sejak awal kau menolak untuk konser disini?” senyuman terkembang dari bibir tipis yang ranum dari laki-laki itu.

Bomi kembali menoleh. “Dengar ya, aku tidak peduli siapa kau. Tapi saat kau bekerja, lebih baik utamakan pekerjaanmu dahulu baru berbicara denganku!” ujar Bomi sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.

Laki-laki itu tergelak. “Kau salah, aggassi,” ujar laki-laki itu sambil mengetukkan telunjuknya di dahi Bomi. “Aku pemilik tempat ini. Aku bukan salah satu crew mereka,” ujar laki-laki itu sambil menunjuk crew yang sudah mempersiapkan panggung yang akan digunakan Bomi.

Bomi tersenyum masam. Malu karena telah salah menilai orang. Tapi itu juga bukan kesalahannya. Laki-laki disampingnya juga memakai kaos dan celana hitam seperti crew lainnya. Jadi tidak sepenuhnya salah Bomi jika dia salah mengenali laki-laki ini.

Laki-laki itu mengulurkan sesuatu. Bomi menatap kalung yang berada di genggaman tangan laki-laki itu. “Saat konser besok, gunakan ini. Setidaknya ini akan melindungmu dari gangguan,” ujar laki-laki itu yang membuat Bomi mengerutkan kening.

“Aku tidak mau. Kalung kuno seperti itu akan merusak gaun yang akan kukenakan besok,” ujar Bomi sambil tidak mengacuhkan kalung berliontin lentera kecil. Bomi sama sekali tidak tertarik dengan benda kuno seperti itu.

“Pakailah. Ini akan menghindarkanmu dari bahaya,” ujar laki-laki itu setengah memaksa.

“Aku tidak mau!” seru Bomi dengan suara keras dan membuat Ilhoon dan beberapa crew menoleh ke arahnya dan laki-laki di samping Bomi. “Aku tidak mau mengenakan benda asing dan kuno seperti itu! Apalagi setelah kau berusaha mengancamku dengan ucapan yang tidak masuk akal seperti tadi,” ujar Bomi dengan nada mengejek. “Aku sama sekali tidak percaya takhayul…” desis Bomi sambil memicingkan kedua matanya.

Laki-laki itu terperangah dengan ucapan Bomi namun sama sekali tidak bisa mengucapkan sesuatu karena Ilhoon sudah berjalan mendekati mereka berdua.

“Ada apa?” tanya Ilhoon saat menghentikan langkahnya di depan Bomi yang terlihat cemberut. Bomi melirik ke arah laki-laki disampingnya dengan kesal. Ilhoon menyadari tatapan Bomi dan menoleh ke arah laki-laki bernama Minhyuk itu. “Maafkan dia… dia sering bersikap kasar jika moodnya sedang buruk,” ujar Ilhoon sambil membungkukkan badannya.

Minhyuk menggelengkan kepalanya sambil menyunggingkan senyum namun yang terlihat justru senyuman getir. Ada segurat kekecewaan yang tersirat. “Tidak apa-apa. Aku hanya berbicara yang tidak-tidak padanya,” ujar Minhyuk pelan.

“Untuk apa kau meminta maaf padanya, oppa? Dia yang salah. Dia yang membuatku berteriak seperti tadi,” ujar Bomi yang tidak rela Ilhoon harus membungkukkan badannya pada Minhyuk.

“Kau ini keterlaluan. Minta maaf dengan sopan. Kita meminjam tempatnya! Sudah selayaknya kita bersikap santun padanya,” cerocos Ilhoon yang mulai tidak sabaran akibat ulah Bomi.

Bomi lagi-lagi melebarkan kedua matanya. Gadis itu menatap Ilhoon dengan pandangan tidak percaya. “Aku tidak mau melakukan apa yang kau katakan. Ini hidupku sendiri…” desis Bomi sambil membalikkan badan dan keluar dari ruangan yang akan digunakannya untuk konser lusa besok. Ilhoon hanya menghela nafas panjang saat melihat tingkah Bomi.

***

“Aku cantik…” ujar Bomi berkali-kali saat melihat pantulan tubuhnya di cermin ruang ganti. Gaun sepanjang mata kaki, high heels yang membuat tubuhnya semakin menjulang dan tatanan rambut yang elegan membuat Bomi seperti Miss Universe sehari. Ini konserku… aku akan melakukan yang terbaik walau tempat ini sangat buruk untuk konserku.

“Yoon Bomi-ssi…” panggil seorang crew perempuan sambil melongokkan kepalanya ke dalam ruangan dari pintu yang hanya di buka separuh. Bomi menoleh sambil memainkan gaunnya. “Waktumu untuk tampil lima menit lagi, bersiaplah…” ujar crew perempuan itu yang membuat Bomi mengangguk.

Bomi mengunci laci di cermin rias yang dipakainya. Ada ponsel miliknya. Siapa tahu disini banyak pencuri. Tempat ini kan memang sepi pengunjung jadi jika ada keramaian begitu biasanya akan menimbulkan keresahan. Ilhoon tengah bersandar di dinding dekat pintu ruangan Bomi. Bomi menatap laki-laki itu sambil tersenyum. “Lihat aku… aku sangat cantik menggunakan gaun ini. Cocok sekali, bukan?” tanya Bomi sambil berputar dengan gerakan perlahan di depan Ilhoon.

Ilhoon mengangguk sambil tersenyum. Gaun itu tidak memiliki potongan dada rendah, ada banayk bordiran berbentuk kupu-kupu yang terlihat mempermanis gaun berwarna putih tulang itu. Hanya saja ada sesuatu yang aneh saat melihat Bomi berputar seperti tadi. Entah mengapa laki-laki itu tampak gelisah melihat Bomi yang kini sudah berdiri menjulang di depannya. Ada rasa aneh yang membuat Ilhoon harus memejamkan kedua matanya. Kenapa dia menjadi tidak rela melihat Bomi untuk tampil diatas panggung?

Oppa….” panggil Bomi sambil menampilkan wajah muram. Ilhoon menatap gadis itu. “Apa banyak yang menonton konserku?” tanya Bomi dengan suara pelan. Gadis itu meremas kedua tangannya. Hal yang sering ia lakukan saat sedang gugup.

Ilhoon menggelengkan kepalanya. “Entahlah. Aku sendiri juga tidak tahu. Semoga banyak yang menonton konsermu ini walaupun kau sering membuat ulah dan bersikap seperti itu,” cibir Ilhoon. Dia sedikit kesal dengan gadis asuhannya ini. Jika gadis ini tidak ‘menjual’ di pasaran tentu saja kariernya juga akan habis karena tidak mampu mendidik seseorang menjadi idol.

“Bomi-ya…” panggil salah satu crew yang berdiri di dekat tangga yang menghubungkan langsung antara backstage dengan panggung.

Bomi menatap Ilhoon dengan pandangan ragu. Entah mengapa gadis itu merasa tidak ingin naik ke atas panggung. Seperti ada tali di kakinya dan membuat dirinya sulit berjalan. Bomi menatap Ilhoon. “Aku akan berjuang sampai akhir…” desis Bomi sambil mengepalkan tangannya dan memaksakan senyuman terukir di wajahnya. Ilhoon mengangguk dan memberi semangat pada Bomi.

Bomi menarik nafas dan berjalan menaiki tangga kayu hingga mengeluarkan suara berderit. Bomi memandang hamparan kursi penonton yang hanya terisi beberapa orang saja. Gadis itu merasakan kakinya bergetar karena ingin segera turun dari panggung saat melihat penonton yang sangat tidak terduga itu.

Gedung ini memiliki kapasitas dua ratusan orang dan yang datang disini tidak lebih dari empat puluh orang jika Bomi tidak salah menghitung. Ini benar-benar memalukan.

Bomi menoleh ke arah kanan penonton dan melihat sosok Minhyuk sedang duduk dan tersenyum padanya. Untuk apa dia datang dan melihat penampilanku? Apa ingin meledekku? Bomi melihat Minhyuk tengah mengacungkan ibu jarinya dan berusaha memberi semangat.

Bomi tertegun. Orang yang ia bentak kemarin datang untuk memberinya semangat? Apa tidak salah? Bomi kembali mengedarkan pandangannya di kursi penonton dan melihat lima orang gadis dengan dandanan yang sudah sangat khas dari girlband 4Minute duduk di tengah-tengah kursi penonton sambil terus memperhatikan Bomi.

Bomi sedikit gugup kali ini. Bagaimana ini? 4Minute melihatnya. Dia ingin membuktikan jika seorang hobae bisa melakukan jauh lebih baik dari sunbae. Ini kesempatannya untuk membuktikan hal itu.

Bomi mengambil mikrofon yang diletakkan di tiang penyangga mikrofon. Gadis itu mulai berdeham sambil menutup mata untuk mengurangi rasa gugup. Satu detik kemudian suara berdenging membuat penonton dan crew serta Ilhoon segera menutup telinga mereka. Bomi menjatuhkan mikrofonnya dan menatap kosong ke arah kursi penonton!

***

Bomi menggebrak pintu lift yang masih tertutup di gedung Cube Ent. Kedua matanya membulat saat melihat empat gadis yang tengah menunggu lift bersamanya. “Kenapa kau tidak memberi hormat padaku, huh?” tanya Bomi sambil berkacak pinggang pada empat gadis yang berumur jauh lebih muda dari Bomi.

Eonnie…. kami sama sekali tidak mengenalmu,” ujar salah satu gadis yang tengah mengunyah permen karet.

Bomi membulatkan kedua matanya. “Kau tidak mengenalku? Aku Yoon Bomi! Apa kau masih tidak tahu?” tanya Bomi dengan nada tinggi. Gadis itu sama sekali tidak memperdulikan dengan berpuluh-puluh mata yang menatapnya dan empat gadis di depannya.

Empat gadis yang tergabung dalam girlband Fire Girls itu sama sekali tidak menunjukkan sikap santun dan malah terkesan mencemooh Bomi. “Eonnie… kau kira ini masih tahun emasmu sebagai penyanyi solo? Ini tahun kami, eonnie. Jadi sebaiknya eonnie yang memberi hormat pada kami,” ujar salah seorang gadis yang berambut paling panjang diantara yang lainnya.

Bomi semakin melebarkan kedua matanya. “Tapi tetap saja aku ini sunbae kalian. Kalian harus menghormatiku walau sekarang aku tidak setenar kalian,” ujar Bomi dengan nada tajam dan hampir menyentuh wajah salah satu personil Fire Girls dengan tamparannya hingga salah anggota Fire Girls menyela.

“4Minute sunbae sama sekali menghargai kami tidak sepertimu yang menuntut hormat dari hobae seperti kami,” desis salah seorang anggota Fire Girls yang tubuhnya paling tinggi diantara yang lainnya.

Bomi melirik ke arah member 4Minute yang tengah bercengkerama dengan beberapa orang di cafetaria stasiun TV swasta ini. Sama sekali tidak ada strata sosial padahal 4Minute adalah girlband senior mereka. Sepertinya personil 4Minute memang ramah dan tidak menganggap para hobae itu saingan mereka karena hobae Bomi sekarang yakni Fire Girls sangat menghormati 4Minute namun tidak mau menghormati Bomi! Keterlaluan sekali.

Bomi memejamkan kedua matanya. Apa ini akibat kesalahannya di masa lalu dan membuat serangan berbalik padanya?

***

Bomi mendorong dengan tenaga penuh pada seorang fans laki-laki yang berusaha untuk berfoto dengannya. Bomi tidak mau. Dia hanya ingin menyejukkan diri di dalam ruang vokal.

“Yoon Bomi-ya!” panggil Hyuna saat melihat Bomi mendorong fansnya. Bomi menoleh ke arah Hyuna dengan tatapan tidak suka. “Perlakukan fans dengan baik. Tanpa fans kau sama sekali tidak ada artinya,” nasihat Hyuna sambil berlalu ke ruang latihan khusus milik grup 4Minute.

Bomi menggerutu sambil memajukan bibirnya. “Aku sedang bad mood sekarang. Untuk apa aku harus melayani fans?” desis Bomi sambil menatap kepergian Hyuna. “Kenapa aku harus berfoto dengannya? Fans itu sama sekali tidak menarik!”

“Bomi-ya… kau harus menghormati orang lain agar orang lain juga mau menghormatimu,” nasihat Jihyun sambil menepuk-nepuk bahu kiri Bomi.

Eonnie! Hentikan! Aku tidak suka ada yang memegangku!” sentak Bomi sambil menepis tangan Jihyun dengan kasar. Jihyun hanya menatap Bomi dengan pandangan tidak suka.

Gayoon mencibir kelakuan Bomi dengan nada sinis. “Hobae sepertimu yang tidak menghargai sunbae pasti kariernya tidak akan lama,” ancam Gayoon sambil menatap tajam-tajam Bomi yang jelas menantangnya karena Bomi juga tengah menatap tajam Gayoon.

Eonnie… kalian seharusnya mampu bersikap baik pada hobae sepertiku, bukannya mengancam karierku,” desis Bomi sambil menyunggingkan senyum sinis pada Gayoon. “Lagipula aku terbiasa hidup dengan terhormat, orang-orang harus tunduk padaku terlebih dahulu baru aku akan menghormati mereka,” ujar Bomi sambil membalikkan badannya dan meninggalkan Jihyun dan Gayoon yang ternganga mendengar ucapan Bomi barusan.

Bomi tersenyum sinis saat melihat pantulan dirinya di kaca bening yang dilaluinya. Menyenangkan sekali bisa memberi pelajaran pada sunbae yang bertingkah menyebalkan dan sok tahu seperti mereka.

Bomi mencoba membuka kedua matanya yang masih terpejam. Tidak bisa. Seperti ada magnet dikedua matanya. Gadis itu mulai jengah dengan kejadian yang pernah dialaminya beberapa minggu yang lalu. Seperti nyata kembali!

***

Bomi menatap gaun selutut dan tubuhnya yang penuh dengan cairan lengket dan aroma khas dari buat tomat yang dilemparkan padanya. Entah ini perbuatan siapa tapi yang jelas pasti berhubungan erat dengan percekcokannya dengan 4Minute beberapa waktu yang lalu.

“Kau ini masih pendatang baru sudah berani bersikap kurang ajar pada idol kami? Keterlaluan!”

“Pergilah ke neraka! Penyanyi baru saja sudah keterlaluan seperti itu, bagaimana jika sudah menjadi terkenal?

“Gadis busuk!”

“Orang yang berani membentak sunbae-nya memang perlu diberi pelajaran!”

“4Minute adalah idola kami, saat kau berhadapan dengan 4Minute kau juga akan berhadapan dengan kami!”

Bomi hampir menangis saat mendengar cacian seperti itu. Kejadian memalukan ini terjadi di depan kantor managemen. Sudah pasti banyak yang melihat dan mencemooh dirinya sekarang ini. Kedua tangan Bomi yang terkepal di samping tubuhnya bergetar. Kedua kakinya seakan mulai tidak bertulang. Gadis itu hampir luruh ke tanah jika tidak segera tersadar akan sesuatu.

 

Bomi teringat hal itu. benar-benar teringat bahkan seakan-akan Bomi mengalami kejadian itu kembali. Gadis itu luruh hingga kedua lututnya terantuk panggung kayu. Ajaibnya kedua mata Bomi langsung terbuka. Bomi menatap kursi penonton yang masih sama seperti tadi. Sebelum memori dan imajinasinya mengisi seluruh kepalanya. Ada pandangan penasaran yang ditujukan pada Bomi.

Bomi melihat jam dinding yang tergantung di atas pintu masuk penonton. Kejadian saat memejamkan mata tadi bukankah cukup lama? Kenapa sama sekali tidak ada perubahan dengan waktu disini?

“Bomi-ya… kau tidak apa-apa?” tanya Ilhoon dengan suara berdesis dari tangga yang menuju panggung. Bomi hanya mengangguk kecil tanpa menoleh ke arah Ilhoon. “Kalau begitu bernyanyilah sekarang. Jangan buang waktumu, ada 4Minute yang khusus datang untuk melihatmu,” nasihat Ilhoon.

Bomi melihat ke arah personil 4Minute yang masih duduk di bangku mereka sambill terus memandang Bomi. Kedua tangan Bomi mengeluarkan keringat dingin. Gadis itu meraba sekelilingnya untuk mengambil mikrofon yang terjatuh.

“Maafkan aku, eonnie…” ujar Bomi sambil membungkukkan badannya ke arah member 4Minute yang terkejut karena permintaan maaf yang dilakukan Bomi secara mendadak. Suara Bomi bergetar. “Maafkan aku… bencilah aku…”

Jihyun selaku leader 4Minute hanya sanggup berdiri di bangku penonton dan tersenyum penuh arti pada Bomi. “Kami sudah memaafkanmu,” ujar Jihyun yang diiringi anggukkan dari teman-temannya.

Bomi menegakkan punggungnya. Terlihat sekali gadis itu baru saja menangis. Keegoisannya selama ini benar-benar telah melumpuhkan hati nuraninya.      Bomi tersenyum penuh rasa terima kasih pada personil 4Minute yang kini bertepuk tangan untuknya. Gadis itu merasa hatinya lega. Tidak ada senyum sinis lagi yang tercetak di bibirnya. Yang ada hanyalah senyum tulus yang berasal dari dalam hati.

***

“Apa kau bertemu dengan Minhyuk?” tanya Hyuna pada Bomi yangg tengah membersihkan make up dari wajahnya.

Bomi mengangguk. “Benar. Bahkan dia juga berniat memberikanku sebuah kalung berliontin lentera,” ujar Bomi sambil menatap Hyuna. “Apakah kalian mengenalnya?”

Gayoon mengangguk. “Apa kau mengambil kalung itu?” pertanyaan Gayoon barusan itu membuat Bomi menggeleng. “Baguslah… lebih baik kau tolak saja pemberian Minhyuk. Apalagi berupa kalung berliontin lentera,” nasihat Gayoon.

“Memangnya kenapa dengan kalung berliontin lentera itu?” tanya Bomi penasaran. Gadis itu bahkan memutar kursi putarnya menghadap ke arah personil 4Minute yang tengah duduk melingkar di sofa kulit.

“Kudengar jika salah seseorang mengenakan kalung itu akan terperangkap di dunia lain yang sama sekali berkebalikan dengan dunia nyata,” jawab Hyuna dengan wajah serius bahkan Bomi juga menatapnya dengan tatapan serius. “Semisal di dunia nyata ini kau bertingkah jahat, saat mengenakan kalung itu kau akan bertingkah sebaliknya,” lanjut Hyuna sambil menyenderkan tubuhnya di sofa.

“Benarkah?” tanya Bomi tidak percaya.

“Tentu saja benar. Mungkin Minhyuk tahu sifat burukmu itu makanya dia akan memberikan kalung itu padamu. Siapa tahu kau akan berubah,” ujar Gayoon sambil terkekeh geli dan membuat Bomi semakin tidak percaya dengan mitos itu.

“Kalian berbohong..” desis Bomi sambil bersikap merajuk.

“Itu benar, Bomi-ya,” ujar Jihyun sambil tersenyum. Bomi menatap Jihyun penasaran. “Karena kami juga memakai kalung yang diberikan Minhyuk pada kami empat tahun lalu,” lanjut Jihyun sambil mengeluarkan kalung dari balik kaos yang dipakainya. Bahkan Gayoon, Sohyun, Hyuna dan Jiyoon juga mengeluarkan kalung yang sama. Kalung berliontin lentera.

Bomi menelan ludah. Kepalanya terasa berat. “Apa itu artinya kalian…” kalimat Bomi terpotong karena ucapan Gayoon.

“Tentu saja kami jahat. Kami membutuhkan teman di dunia kami. Oleh karena itu kami akan mengajakmu untuk ikut bersama kami,” ujar Gayoon sambil mengulurkan kalung berliontin lentera dari atas meja dan berniat mengalungkan di leher Bomi.

Bomi menelan salivanya. Gadis itu segera beranjak. “Aku tidak mau!” jerit Bomi sambil berlari keluar ruang ganti diiringi gelak tawa dari member 4Minute.

Bomi berlari menyusuri koridor. Kepalanya terus dihantui dengan kalung berliontin lentera itu. Bahkan dirinya tidak sengaja menabrak dengan telak Ilhoon yang baru saja muncul dari tikungan koridor.

Bomi harus merelakan gaun yang masih dipakainya terkena noda kue tart. Gadis itu menangis sesegukkan karena ketakutan dan putus asa.

“Kau kenapa?” tanya Ilhoon cemas. Laki-laki itu tahu jika Bomi sangat pantang menangis di depan umum. Pasti telah terjadi sesuatu dengan Bomi hingga dia menangis seperti ini.

Bomi menunjuk ruang ganti yang baru saja ia pakai bersama member 4Minute. “Mereka menyuruhku memakai kalung yang sama. Kalung yang terkena kutukan!” seru Bomi sambil memeluk Ilhoon dengan ketakutan.

Ilhoon mengerutkan kening. “Kalung berliontin lentera?” tanya Ilhoon penasaran dan membuat Bomi mengangguk. “Aku juga memakainya,” lanjut Ilhoon yang membuat Bomi melepaskan pelukannya dan menatap Ilhoon dengan tatapan tidak percaya. “Kenapa memangnya?” tanya Ilhoon semakin penasaran.

Bomi menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Aku tidak mau ikut bersama kalian! Aku mau hidup di dunia ini!” seru Bomi sambil terisak.

Ilhoon mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu, huh?” tanya Ilhoon heran dengan ulah Bomi yang sangat terlihat ketakutan. “Apa Jihyun dan yang lainnya mengatakan sesuatu padamu?”

Bomi menceritakan dengan singkat dan tidak runtut kejadian barusan dan membuat tawa Ilhoon meledak begitu Bomi mengakhiri ceritanya. “Kalung ini…” ujar Ilhoon sambil mengeluarkan kalung dari balik kemejanya. Sama seperti milik Jihyun dan yang lainnya. Kalung berliontin lentera. “Ini adalah produk terbaru milik 4Minute. Gayoon-ah yang mendesainnya. Untuk sample, semua idol dan managernya dari managemen ini diberikan ini. Tidak ada mitos seperti itu,” ujar Ilhoon yang membuat tangisan Bomi terhenti.

“Aku dibodohi?” tanya Bomi dengan lugunya. Gadis itu menatap tidak percaya ke arah Ilhoon yang mengangguk.

“Sebenarnya ini adalah pesta penyambutanmu, tapi kau sudah menghancurkan kue yang kubawa,” desis Ilhoon sambil menatap kue tart yang hancur berantakan di lantai. “Dan sepertinya 4Minute berhasil mengelabuhi dirimu.”

Bomi merengut. Jadi ini cara mereka memberi penyambutan? Kejam sekali! Bomi hampir membalas dendam, tapi setelah dipikir ulang lebih baik dia membiarkan saja. Lain kali dia harus membuat pesta penyambutan untuk hobae-nya sama dengan kasus dia sekarang!

 

-FIN-

Advertisements

11 thoughts on “A-Pink Concerto – Bomi’s Story

  1. Sebenarnya aku agak bingung sama bagian bercetak miring di akhir, eonni. Itu flashback atau gimana? Hehe.
    Ada typo tapi cuma satu kata kayaknya. hehehe..
    ceritanya unik , tema konsernya dibuat sedemikian rupa jadi cerita yang nggak biasa. 😀
    Selamat~ hehehe

    1. itu hanya epilog aja sih saeng. aq emang ga bisa menutup cerita dengan manis. #doh
      Huahaha….. Efek dari ngayal jadiin ini genre horror tapi ga jadi. #LOL
      Makasih saeng… haha

        1. iya… ini FF awalnya mau aku buat horror. cuma ga jadi. soalnya aku kalo buat horror selalu gagal. hahaha… makanya langsung banting ke genre absurd gini. #digetok

  2. cukup membingungkan pas dtengah cerita, yg bomi dcemooh oleh fans 4minute itu flasback kah ?
    trus bukannya genrenya romance ya, ko gga ada sh?
    tp keren critanya thor, wlaupun sdkit bingung 🙂
    keep writing

    1. iya…. yg bagian cetak miring ntu sebenarnya flashback gitu…. #LOL
      Aku kurang eksekusi dengan baik di bagian flashback. Soalnya kurang nyaman kalo pake ‘ 4 hari sebelumnya’ begitu…. 😦
      Romance kan berakhir bahagia. Soalnya aku selalu menekankan kalo romance itu beda sama romantic. #kumat lagi jiwa sok tahunya. hahahaha

      Makasih dear… 🙂

  3. Yang dicetak biru itu flashback ato khayalan bomi aja sih
    Aaaww overall bagus keren aku suka
    Nice ff

    1. yang dicetak biru itu semacam flashback beberapa tahun kemudian sama beberapa waktu sebelumnya. membingungkan ya? wkwkwkw

      Wuaaahhh… makasssiiiiihhh… #terharu
      makasih ya dear… 🙂

  4. ada 3 bias ku di sini jihyun minhyuk dan bomi hehehe trus akhir ceritanya bomi sadar jga dia uda bersikap kurang sopan dan uda meminta maaf dan Sebenarnya aku tadi bersemangat banget baca ada namanya minhyuk mungkin aja minhyuk ma bomi gitu rupanya ga tp gpp lah pokoknya neomu2 daebak deh ff nya ^^

    1. Wkwk… awalna aku mau buat romantic gtu. Cuma nggak jadi karena nggak mau merusak cerita. Haha…
      Makasih ya dear… dah kasih feedback. Hihihi

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s