A-Pink Concerto – Namjoo’s Story


namjoo
When all moment at the stage of concerto.

Author : shiningeyes | Casts : Kim Namjoo (A-Pink) & Yook Sungjae (BTOB) | Special Cameo : BTOB & A-Pink member | Genre : Teen | Length : Oneshot | Rating : Romance Life

Disclaimer : Namjoo and Sungjae not mine, but i’m shiper them. Please give us feedback and review for this fanfict. Some typo(s) and mistake(s)ㅡdari kesalahan tema founded here, i’m so sorry and apologize at the first.

Lol, mungkin yang tahu tentang bagaimana fanfict ini dibuat hanya aku dan admin yang lainnya. Intinya aku bener-bener minta maaf kalo fanfict ini kurang (pakai banget). Happy reading guys.

ㅡㅡㅡㅡ

 “Cahaya lampu yang menyoroti diriku di sini, menjadikan suatu kebanggaan tersendiri.

Aku, akan mengejar cita-cita yang sejak dahulu sudah disegaja untuk ditepati.

Dengan usaha yang keras serta penyatuan jasmani dan rohani yang menjadikan diriku semakin kuat untuk menjadi sosok yang gemerlap.

Melihat semua orang bangga, akan kerja kerasku.”

[*]

Matahari menampakkan sedikit cahaya yang memancar dengan indahnya, pagi ini Namjoo harus berangkat bersama lima temannya. Dengan langkah kaki yang agak tergesa menuju mobil, mereka harus menuju ke tempat broadcasting. Manager duduk di samping supir mobil, sedangkan Namjoo dan lima member lainnya duduk di belakangnya.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, tetapi berbeda dengan kecepatan hati mereka ber-6.

“Apa yang kau rasakan saat ini?” tanya Chorong.

“Hatiku sangat berdetak kencang!”

“Aku sangat-sangat grogi dan gemetar saat kita tampil nanti.”

“Rasanya tak sabar ingin bertemu dengan fans dan semuanya!”

Semua member menjawab–dengan jawaban yang berbeda-beda. Namjoo tak ikut menjawab, karena jawabannya telah terucap oleh semua member.

Waktu menunjukkan pukul 6.00, ini memang masih terlalu pagi. Tetapi mereka semua memang harus prepare agak cepat. Melihat wajah eonni-deul yang sangat lucu, Namjoo ingin tertawa. Tampak ekspresi muka mereka yang sangat aneh. Seperti menggambarkan ‘bagaimana-reaksi-saat-kita-tampil-nanti’.

Namjoo mengeluarkan ponsel secara diam-diam ketika semua member tertidur di mobil. Banyak sekali pesan yang masuk, lebih dari 10 sms. Rasa malas masih menyelimuti dirinya untuk membalas semua sms itu, terlebih dia harus memilah mana sms yang penting atau sekedar bisa dibalas lain waktu.

Tak lama, mobil yang Namjoo tumpaki berhenti. Manager menyuruh mereka untuk segera keluar dan menuju backstage room. “Ayo bergegas keluar, kita sudah sampai,” ucapnya.

Mereka semua segera keluar dari mobil dan berjalan bersama. Astaga lihatlah! Ketika Namjoo keluar dari mobil, semua fans mengerubungi semua member. Tetapi mereka–para fans masih punya sopan-santun dengan memberikan jalan untuk lewat.

Namjoo menebarkan senyum kepada semua orang, ia lihat wajah bahagia para fans yang sudah lama menunggu untuk kembali ke industri musik setelah sekian lama hiatus. Pikiran Namjoo kosong, hati gadis cantik ini sangat tersentuh melihat fans yang menunggu A-Pink di sini dan mengambil sebagian fantaken dan disebarkan di media sosial.

[*]

 “Eonni cepat tembak! Nanti kita kalah!” teriak Hayoung yang tegang melihat Namjoo bermain.

Namjoo masih terdiam dan fokus dengan game ini. Sial, ini sudah level ke-5 pantas saja semakin rumit. Tanpa putus asa, Namjoo terus memencet tombol dengan hati-hati dan benar saja, victory!

“Woah, hebat eonni! Aku ingin bermain juga,” erang Hayoung sambil melirik iPad yang dipegang Namjoo.

“Jangan, nanti kalau kamu kalah bagaimana? Hahaha,” tawa Namjoo menggodanya.

“Siapa bilang? Aku sangat jago bermain game seperti itu. Ayolah gimme once to play it,” Hayoung seakan memohon pada Namjoo.

“Baiklah, jika kau kalah akan kuberikan punishment, berani?”

“Oke! Bagaimana jika aku menang?” jawabnya.

“Akan kubelikan kau cola. Tetapi 4 hari mendatang, bagaimana?”

Approve it!”

Namjoo tahu apa yang Hayoung sukai, minuman cola yang begitu menyegarkan tenggorokan. Dengan perjanjian seperti itu, Namjoo yakin dia–Hayoung akan berusaha keras untuk mendapatkan segelas cola.

“Namjoo, giliranmu untuk dirias.”

Segera Namjoo menuju ke kursi untuk dirias. Ia memandang pantulan wajah di cermin, melihat dua tangan berulah meriasnya dengan profesional. Sang perias–tahu apa tatanan yang pas untuk dirinya, jadi Namjoo hanya duduk terdiam melihat perias yang sedang meriasnya saat ini.

Untuk merias seperti ini, dibutuhkan waktu yang agak lama. Sangat bosan menunggu, Namjoo tertidur sejenak. Badan yang terasa capek, berjam-jam untuk practice dan belum ada waktu untuk istirahat. Tak apa tidur hanya 5-10 menit, intinya tubuh gadis ini sudah diberi kesempatan untuk istirahat.

“Joo-ah, bangun. Sudah selesai,” ucap sang perias.

Namjoo terbangun, dan membungkuk kepadanya. “Kamsahabnida!” ucapnya dengan seulas senyum.

Dia–sang perias membalas dengan membungkuk kepada Namjoo dan tersenyum.

“Ada titipan barang untukmu,” diberikan barang itu kepada Namjoo. Namjoo menerimanya dengan muka bingung, dari siapakah ini. Dia tak pernah memesan barang apapun. Dengan rasa penasaran, ia membuka barang yang berbentuk kotak itu.

Didapatnya setangkai bunga mawar merah dengan duri yang sudah tumpul. Kelopak bunganya sangat indah, merah merona. Seakan bunga itu baru dipetik sedari pagi, baunya masih harum dengan ciri khas.

“Dari siapa itu?” tanya Chorong dengan penasaran.

Namjoo menggeleng. “Aku tak tahu ini dari siapa eonni-ah,” jawab gadis yang baru saja mendapat kiriman barang.

“Apa di kotak itu ada surat?” tanya Chorong lagi. Namjoo langsung memerika kotak itu, ya benar saja. Ada sepotong surat yang ditekuk menjadi dua.

“Fighting! Semoga comeback perdanamu sukses!”

“Dia hanya menuliskan ini, tak ada nama terang.” Namjoo langsung menempatkan kertas itu di kotak.

“Namjoo­-ah~ mungkin itu dari fans yang memberikanmu,” Naeun menambahkan opini di dalam otaknya.

Namjoo hanya berguman, dulu ketika A-Pink comeback dengan lagu ‘My Mu’ ia juga mendapatkan barang dengan bentuk kotak–sama persis dengan yang ia terima sekarang. Isinya sama, bunga mawar. Hanya saja berbeda warna.

“Tapi aku pernah mendapatkan ini bukan hanya sekali ini saja,”

My My era?” tungkas Naeun lagi.

Namjoo mengangguk. “Atau ada namja yang menyukaimu mungkinㅋㅋ,” Naeun langsung menepuk bahu Namjoo. Menenangkan dongsaeng-nya sejenak dan tak berpikir negative tentang barang itu.

Lalu Namjoo kembali ke sofa, melihat Hayoung yang memampangkan muka bangganya. Namjoo melupakan barang misterius itu, dia simpan barang itu sebagai tanda bukti jika kelak dia temukan siapa pengirimnya.

“Bagaimana?” tanya Namjoo singkat.

“Lihatlah!” Hayoung memperlihatkan iPad dengan level game ke-11.

“Kau sangat hebat!” puji Namjoo sambil menepuk tangannya.

“Tentu saja, itulah akuㅋㅋ,” jawabnya. “Jadi, apa eonni akan memberikanku segelas cola?” tanyanya dengan sangat antusias. Wajah Hayoung tergambar ia sangat ingin hadiah itu.

Namjoo menganggung dan menjawab, “serta aku akan membelikanmu satu cup ramyun.”

Gadis dengan rambut panjang itu sangat senang serta melonjak-lonjak kegirangan. “Gomawo eonni! Aku sangat senang sekali hari ini! Kutunggu janjimu 4 hari mendatang!”

Namjoo mengangguk dan tersenyum. Dia duduk kembali di sofa, mengambil iPad yang sedang menganggur di meja. Dilihatnya foto di iPad itu, selca BTOB dan A-Pink saat comeback tahun lalu.

“Hayoung, giliranmu untuk dirias,” ucap perias berteriak.

[*]

Semua member terlihat sangat cantik. Mereka ber-6 segera keluar dari backstage room dan menuju ke lorong seraya menunggu tampil. Kali ini tak ada gladi bersih, karena penayangan yang live dan dimulai pada jam pagi.

Annyeong sonsaengnim[K1] ,” kata-kata itu mereka ucapkan sambil membungkuk hormat kepada sunbaenim yang lewat.

Sampailah mereka di belakang stage. Namjoo melihat banyak penggemar yang duduk di kursi, mereka adalah PinkPandafans yang selalu men-support  A-Pink kapanpun dan di manapun ke-6 member ini berada. Mereka membawa banner, balon, VCD, serta aksesoris serba merah jambu yang menggambarkan tentang PinkPanda.

“Kau lihat mereka bukan?” ucap Naeun sambil menunjuk di mana para fans berada.

“Mereka terlihat begitu bersemangat! Aku akan bersemangat juga untuk mereka!” jawab Eunji sambil menggenggam tanganya seraya ingin berkata ‘fighting’.

Detik-detik di mana ke-6 member akan tampil pertama kalinya–sejak sekian lama hiatus dan tanpa salah satu member mereka, Yookyung. Perasaan yang bercampur aduk dan tak bisa diuraikan, dialami oleh semua member. Mereka berusaha agar tetap tenang, demi bertemu kembali dengan fans tercinta.

“Selanjutnya, inilah perform yang telah lama ditunggu-tunggu oleh pemirsa. Ke-6 gadis cantik yang telah lama tak muncul, akhirnya comeback dengan lagu ‘No No No’ ini dia, A-Pink!”

Setelah MC menyebut nama ‘A-Pink’, sorakan fans terutama fanboy mengisi seluruh isi ruangan. Sebelum itu, semua member A-Pink tak lupa berdoa dan berteriak ‘fighting’ secara bersamaan.

Mereka ber-6 akhirnya menginjakkan kaki di panggung, menatap seluruh penonton–terutama tertuju pada PinkPanda. Namjoo masih saja melihat ke arah fans mereka, tak lupa juga melambaikan tangan, serta membuat love sign kepada semua fans yang telah hadir. Teriakan masih saja terdengar sebelum member A-Pink tampil.

Tetapi, semua member A-Pink tak sadar jika mereka sedang dilihat oleh artis dari satu agency mereka yaitu A-Cube dan Cube Entertainment. Termasuk seorang lelaki yang duduk terfokuskan oleh seorang gadis cantik dengan rambut pendek. Lelaki itu duduk bersama teman artis lainya.

Semua artis yang menonton comeback A-Pink memang sengaja tak bilang terlebih dahulu untuk melihat perform ke-6 gadis cantik itu. Memang tampak terlihat lucu, tapi tenang saja artis-artis ini duduk di tempat VIP.

Musik akhirnya dimulai, mengiringi member A-Pink untuk bernyanyi, menari, dan memberikan fanservice seperti wink dan kwiyomi di saat part mereka sendiri-sendiri. Tak lupa juga, fanchat yang selalu mewarnai saat berada di stage yang membuat semua member A-Pink lebih bersemangat lagi.

Sorotan lampu serta musik yang bergenre enjoy listening membuat semua penonton memberikan applause kepada member A-Pink. Yap, comeback stage hari pertama sukses! Setelah selesai perform, semua member kembali dari panggung menuju ruang backstage.

[*]

Ini adalah hari ke-2 setelah comeback perdana mereka sangat sukses. Seperti biasa, mereka be-6 berangkat pagi lalu berias dan tampil menghibur para penggemar mereka.

Saat di panggung, Namjoo tak sadar ada seorang yang mengamatinya. Dia selalu saja duduk di kursi VIP, tetapi tetap saja Namjoo tak sadar akan hal itu. Orang itu mengambil ponsel dari saku celananya, seakan mengambil sedikit gambar Namjoo yang perform hari ini.

Baju yang gadis itu gunakan sangat pas dengan wajah yang lebih terlihat fresh. Tatanan rambut pendek serta agak pirang, ditambah lesung pipi yang tak habis-habisnya membuat orang–lelaki ini tak bosan melihat.

“Bolehkah aku minta tolong?” tanya lelaki itu pada staff kameramen. “Bisakah kau memberikan barang bingkisan ini ke Namjoo A-Pink?” muka lelaki itu tampak biasa saja, dia tak menyembunyikan wajahnya. Hanya saja dia menutupi sebagian wajahnya–dan sang kameramen pasti mengira lelaki ini bukan orang jahat, hanya style-nya saja.

“Aku akan memberikan ini untuknya, atas nama siapa?” kameramen itu menanyai hal yang wajar.

Lelaki itu hanya menjawab dengan santai, “Dia sudah tahu aku, jadi kau tak perlu memberitahunya. Terimakasih, aku pergi dahulu.”

Lelaki itu pergi dari hadapan kameramen, lalu sang kameramen segera berlari menuju ke Namjoo A-Pink. Kebetulan di saat yang pas, semua member A-Pink sudah turun dari stage.

“Ada titipan barang untukmu,” segera kameramen itu memberikan bingkisan kepada Namjoo.

Namjoo hanya menerimanya. “Terimakasih,” ucapnya. Padahal ia sendiri tak tahu itu dari siapa.

Sang kameramen pergi untuk melanjutkan tugasnya, sedangkan Namjoo hanya bingung melihat bingkisan itu. Di lorong yang menuju ke back stage, Namjoo memperhatikan barang itu. Setelah dibuka, dia mendapatkan sebuah batang coklat dan dengan tulisan pelengkap.

“Selamat menikmati! Aku memberikannya untukmu!”

“Namjoo-ah, dapat bingkisan lagi?

[*]

 “Sesuai janjiku, hari ini aku akan membelikanmu cola serta ramyun. Tapi kau yang harus menentukan tempatnya,” ucap Namjoo sambil memasukkan dompet ke dalam tasnya.

“Tenang, aku tahu tempatnya kok!” jawab Hayoung dengan muka gembira yang tak bisa disembunyikan,

“Kau sudah izin kepada manager bukan?” tanya Namjoo sambil berjalan keluar dorm.

Hayoung menganggung dan menjawab, “tentu saja sudah, dan aku meminta manager mengizinkan kita berdua pergi menggunakan sepeda.”

“Baiklah, ide yang bagus.”

Mereka berdua segera bergegas menuju ke rumah makan yang sudah ditentukan oleh Hayoung. Tak jauh dari dorm yang mereka tempati, hanya berjarak 1,5km. Disela-sela jadwal comeback yang padat, mereka menyempatkan untuk pergi sebentar. Apalagi mereka berdua juga pelajar SMA, pasti juga sangat stress dengan pelajaran yang dihadapi di sekolah.

Saat mereka berdua mengayuh sepeda, tak terlihat ada fans yang membuntuti, bahkan tak ada seorang-pun yang membawa kamera, handycam, serta berteriak apapun.

“Ya, kita sampai,” ucap Hayoung sekaligus memberhentikan sepedanya. Begitu juga Namjoo, dia memarkirkan sepeda yang ia tumpaki.

Mereka masuk ke rumah makan tersebut, agak sepi. Hanya terlihat tujuh orang sedang duduk santai, sepertinya mereka ber-7 sedang menunggu makanan datang. Hayoung dan Namjoo duduk disamping tujuh lelaki itu, tetapi mereka berdua berbeda meja dengan tujuh lelaki tersebut.

Namjoo menuliskan daftar makanan yang akan dipesan, sedangkan Hayoung terlihat menunggu Namjoo selesai menulis. Pelayan menghampiri dua gadis cantik itu, dan mengambil daftar pesanan mereka petang itu.

Sekarang sudah pukul 6.20PM, awan terlihat berubah menjadi abu-abu gelap. Matahari sudah lenyap di barat dan akan muncul keesokan hari.

“Namjoo, Hayoung?” ucap salah satu gerombolan lelaki yang berada di samping mereka.

Kedua gadis itu langsung menengok dan tersenyum seraya berkata secara bersamaan, “Oh, hallo!”

“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Eunkwang. Lelaki dengan rambut pirang itu selalu saja berkata seperti itu.

“Aku sedang ditraktir Namjoo eonni untuk makan di sini, karena 4 hari yang lalu aku menang main game,” jawab Hayoung dengan penuh kebanggaan saat ia-lah yang berhak mendapatkan gelar real victory.

“Bergabunglah di meja kami, ayo tak usah sungkan,” ajak Ilhoon kepada dua gadis cantik itu.

Tanpa ragu, Namjoo dan Hayoung bergabung dengan member BTOB yang kebetulan sedang makan juga. Hayoung duduk di samping Ilhoon, sedangkan Namjoo duduk di samping Sungjae.

Kebetulan juga, makanan mereka datang bersamaan. Namjoo melambaikan tangan kepada pelayan yang membawa cola serta ramyun dengan isyarat ‘aku-di sini-kami-berdua-pindah-meja.’ Mereka semua makan bersama dengan rasa keakraban.

Sungjae–lelaki yang berusia sama dengan Namjoo melirik gadis yang duduk di sampingnya. Masih dengan gaya khas, gadis itu selalu berambut pendek. Mempunyai lesung pipi yang cantik, serta wajahnya yang nampak terlihat ‘lebih muda’ dari umurnya.

“Namjoo, apa kabarmu?” tanya Sungjae sambil mengantisipasi rasa canggungnya. Ia menanyai pertanyaan itu sambil melihat ke arah Namjoo.

“Ah, aku baik kok. Bagaimana denganmu Sungjae-ah? Sudah lama aku tak berbicara denganmu,” jawab Namjoo sambil melihat ke arah Sungjae lalu melanjutkan santapannya lagi.

“Aku sangat baik. Oh ya, selamat atas comeback A-Pink yang sangat menakjubkan!” ujar Sungjae sambil meminum cola yang sangat segar itu.

“Terimakasih atas ucapannya! Aku sangat senang sekaliㅋㅋ!” Namjoo menjawab pertanyaan Sungjae sambil tersenyum. Sahabatnya itu selalu saja mengerti hal apa yang harus dia lakukan di waktu yang berbeda.

Lalu Sungjae dan Namjoo melanjutkan makan mereka lagi–diikuti semua member BTOB dan Hayoung. Semuanya nampak sibuk dengan makanan mereka, menikmati makanan yang lezat siap untuk mengisi perut petang ini.

[*]

“Aku harap comeback kalian untuk esok hari bisa sukses! Kirimkan salamku untuk semua member A-Pink ya~” ucap Eunkwang–leader yang selalu cerewet dengan kata-katanya.

“Tentu, terimakasih telah men-support A-Pink! Aku harap kalian akan lebih sukses dengan comeback BTOB selanjutnya,” tutur Hayoung–selaku maknae A-Pink. Dengan kata-kata yang sopan, pantaslah ia harus berkata seperti itu dengan orang yang lebih tua–walaupun A-Pink lebih dahulu debut.

Mereka semua membungkuk dengan tujuan berpamitan pulang. Member BTOB pulang dengan mobil, sedangkan Hayoung dan Namjoo pulang menggunakan sepeda.

Chakkaman!” ucap Namjoo. Dia menggigit bibir bawahnya, melihat situasi darurat yang menimpa dirinya. Oh Tuhan, apalagi ini.

“Waeyo eonni-ah?” jawab Hayoung yang sempat ingin menaiki sepeda pixy berwarna biru tua.

Namjoo menunjuk tempat di mana masalah yang terjadi, ban sepeda. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Entahlah eonni, tetapi aku harus pergi ke rumah teman untuk mengerjakan tugas sekolah. Kami sudah berjanji, bagaimana?” tungkas Hayoung yang masih kebingungan.

Mendengar percakapan barusan, Sungjae menghentikan langkahnya. Firasatnya benar adanya, memang ia sedaritadi harus melangkah secara perlahan. “Hyeong, kalian pulanglah dahulu. Aku akan menyusul nanti,” ucapnya.

Semua member BTOB–kecuali Sungjae dengan serentak menghentikan langkah kaki mereka. “Ugh? Kenapa?” tanya Hyunsik. Satu kata dari pertanyaan itu mewakili semua yang dipikirkan oleh ke-6 member BTOB malam itu.

“Er…gh…A-ada urusan hyeong, ini penting. Aku tak bisa meninggalkannya,” jawab Sungjae agak sedikit gugup, ia takut jika para hyeong-nya itu berpikiran yang aneh-aneh.

“Baiklah, aku tunggu kau di dorm. Jika pukul 10 malam ini kau tak kembali–,”

“Aku tahu itu, hyeong. Ini hanya urusan kecil,” kata yang terucap dari mulut Sungjae yang sudah tahu terlebih dahulu apa yang ingin Eunkwang katakan.

“Oke! It’s your time,” Peniel mengakhiri percakapan dan mereka semua–antara member BTOB dan Sungjae berpisah.

Menunggu para hyeong masuk ke mobil dan beranjak pergi. Selangkah, dua langkah dan akhirnya ia berlari kecil menuju ke tempat yang menjadi ‘urusan kecil’ yang harus diselesaikan. Dilihatnya dua orang yang sibuk melihat sepeda dan tertuju pada ban belakang sepeda itu, muka kedua orang itu seperti memikirkan sesuatu bagaimana-aku-bisa-pulang.

“Ada masalah?” Sungjae angkat bicara. Kedua orang itu langsung menengok dengan muka yang masih sama­–memikirkan suatu cara.

“Ban sepeda Namjoo eonni sepertinya bocor, tapi aku tak melihat ada bengkel terdekat di sini,” Hayoung menjelaskan inti masalahnya. “Tetapi aku sudah ada janji dengan temanku sekarang, lalu bagaimana ini?”

Sungjae terdiam sejenak, dia membalikkan posisi–tudung topi yang dikenakannya dari depan ke serong kanan. “Kau pergilah dahulu, aku akan mengurusi masalah ini,” jawab Sungjae.

Hayoung memiringkan bibirnya. “Sungguh?”

“Ya, tenang saja. Ini hanya masalah kecil, dan kau sudah berjanji kepada temanmu bukan? Tepati janjimu terlebih dahulu. Kasihan temanmu yang sudah menunggu lama, dia akan menyesal nanti,” Sungjae menjawab dengan lugas. Hayoung langsung mengangguk mantap. Mukanya tampak senang karena satu masalah malam itu teratasi.

Oppa, terimakasih banyak! Namjoo eonni, tak apa jika aku tinggal kau bersama Sungjae?ㅋㅋㅋ,” dengan nada menggoda, Hayoung seraya melirik Namjoo yang menatapinya dengan muka ‘akan-aku-hajar-kau-maknae-sialan.”

“Hayoung-ah, aku dan Namjoo hanya sebatas berteman saja.”

“Tetapi kalian itu sangat cocok–“

‘Plak’ bunyi tepukan kekesalan Namjoo mendarat di bahu Hayoung.

“Aw! Eonni ini sakit tahu, kau tega sekali,” Hayoung memanyunkan bibirnya, dia kesal dengan ulah Namjoo yang menepuk bahunya itu.

“Jaga omonganmu maknae-ya!” jawab Namjoo dengan nada agak kesal. “Kenapa tak lekas pergi? Kasihan temanmu yang sudah menunggu lama,” lanjut Namjoo yang melihat jam tangan swiss miliknya.

“Ah! Hampir saja aku lupa! Ya sudah, aku pamit pergi. Annyeong~!” Hayoung bergegas mengayuh sepedanya dan melambaikan tangan kepada Sungjae dan Namjoo. Dibalaslah lambaian itu juga.

[*]

Sungjae melangkah lebih awal, diikuti Namjoo sambil menuntun sepeda pixy miliknya itu. Mereka berdua berjalan mengikut trotoar, diiringi cahaya lampu jalan yang berwarna putih serta lalu-lalang kendaraan yang melewati lintasan malam itu.

“Joo?”

Kata yang terucap itu menghentikan keheningan diantara mereka berdua.

“Ya?” jawab sang gadis.

“Kurasa tak ada bengkel di sekitar sini, kau tuntun sepedamu sampai dorm. Tak apa kan?”

“Mengapa tidak, keadaan ini terdesak dan apa boleh buat. Tapi Jae­-ah…,”

Sungjae menghentikan langkahnya. Melihat ke arah gadis yang mengikutinya di belakang, bersama sepeda yang dituntunnya. “Hm?”

“Aku capek, berhenti sebentar ya?” pinta Namjoo, mukanya terlihat lucu dan membuat Sungjae terkikik melihat ekspresi itu.

“Kenapa kau tertawa, hah?” Namjoo mendongkal dengan kesal karena Sungjae menertawainya tanpa alasan–padahal ada alasan Sungjae menertawakannya.

“Tidak hahaha!” jawab Sungjae. “Jangan pasang muka memelas seperti itu, kau terlihat–“

“Astaga Sungjae, perlukah aku meluruskan otakmu itu hah? Kau itu sama saja ugh,” jawab Namjoo sambil menyipitkan matanya.

“Kebetulan di sebelah sana ada taman, bagaimana kalau kita mampir ke sana?”

“Ide bagus, ayo!”

Sungjae segera menuju ke gerbang taman kota, diikuti Namjoo–masih bersama sepeda pixy yang bermasalah itu. Keindahan taman di malam hari memang lebih indah daripada di siang hari. Udara malam sangat menusuk, menyeramkan.

Mereka berdua duduk di rumput taman yang masih hijau dan basah oleh embun, terasa dingin ketika menduduki rumput-rumput itu. Sepeda pixy dijatuhkan di rumput dengan begitu saja.

“Lama tak menikmati udara di taman seperti ini,” ucap Namjoo sambil mengangkat kedua tanganya ke udara, tubuhnya terasa refresh dan rileks.

Sungjae hanya tersenyum simpul mendengarnya, dia masih terfokuskan oleh pemandangan malam di taman itu. Sangatlah cantik.

“Sungjae-ah, aku rasa kita sangat jarang berkomunikasi seperti sekarang,” Namjoo menghela nafasnya, seakan dia menyesal dengan waktu yang terlewat.

“Karena kita berdua sama-sama sibuk, kau sibuk untuk comeback. Sedangkan aku sibuk mempersiapkan comeback BTOB bulan depan,” Sungjae menjawab pertanyaan Namjoo dengan menikmati alunan musik malam itu–oleh angin.

Namjoo melipat kedua kakinya dan mengapit dengan kedua tangannya. “Aku tahu, sampai-sampai aku tak bisa me-manage waktu dengan sebaik mungkin. Sangatlah sulit sekali,”

“Dasar babo, dulu saat training kau yang mengajariku bagaiaman cara me-manage waktu. Sekarang kau mengeluh begitu saja.”

Babo?! Kau bilang? Sungjae!” Namjoo langsung mengepalkan tangannya dan menatap tajam mata Sungjae dengan isyarat ‘aku-membecimu!’

“Kau itu memang babo. Itu sudah fakta, mana mungkin aku berbohong padamu,” Sungjae dengan nada tak bersalah menjawabnya.

“Sialan!” Namjoo berdecik kesal, lagi-lagi. Apakah hari ini adalah hari kesialannya? Takdirkah?

“HAHAHAHAHA!” Tawaan Sungjae membuat telinga Namjoo terusik, Sungjae memegang perutnya karena tak tahan dengan yeoja yang menatap kesal padanya.

Namjoo masih menatap Sungjae dengan kekesalan, sahabatnya itu memang menyebalkan. Sekali lagi, kenapa Namjoo bisa mempunyai sahabat seperti Sungjae. Anak itu memang sialan, selalu saja membuat Namjoo ingin meng-kick­ namja itu dari tempat ini.

“Permisi, apa kau member A-Pink?” Seseorang menghampiri mereka berdua. Tawa Sungjae sekilap berhenti, pandanganya tertuju pada seorang remaja lelaki yang menanyai barusan.

Namjoo mengangguk dengan perlahan, tampak ragu. Dia takut jika remaja ini adalah suruhan wartawan yang membututi Namjoo dan Sungjae.

“Bisakah kau mengisi acara di taman kota ini noona? Di sana ada panggung kecil, mungkin kau bisa menghibur penonton yang ada di sini,” ucapnya dengan memohon. Senyum mungil remaja itu terukis dengan ikhlas di wajahnya. “Tetapi, aku hanya menyarankan saja. Maaf, aku tak bisa membayarmu untuk tampil di sini noona.”

Namjoo beranjak berdiri. “Tentu saja aku mau, di mana tempatnya?”

Remaja itu menunjuk ke arah selatan dan berkata, “Di sana noona, tapi tak apa?”

“Tak apa bagaimana?”

“Kau dan Sungjae hyeong sepertinya sedang berkencan di sini. Aku takut jika menganggu kalian berdua,” jawab lelaki remaja itu dengan wajah agak takut.

Namjoo tertawa kecil, ia tutupi gigi putihnya dengan telapak tangan kanannya. “Hahahaha! Aku dan Sungjae tak sedang berkencan, kami hanya teman karib.”

Sungjae berdiri di samping Namjoo, dia melanjutkan, “Bolehkah aku ikut mengisi juga?”

Remaja itu mengangguk dengan perasaan senang. “Tentu saja! Jadikan taman kota ini lebih berwarna!”

Mereka bertiga segera berlari–meninggalkan sepeda pixy sendirian. Menuju ke panggung kecil, Namjoo berdiri dan memegang mix yang seadanya tersedia. Dia mulai mengetes mix itu, sudah bisa digunakan atau belum.

Sudah tersedia speaker yang agak besar, lumayan.

Annyeong haseyo, perkenalkan nama saya Namjoo dari A-Pink. Saya di sini akan membawakan sebuah lagu terbaru dari A-Pink, yaitu No, No, No!”

Seketika semua orang di taman kota berlari kocar-kacir menuju ke sumber suara. Di depan Namjoo yang awalnya sepi, langsung tertata rapi orang-orang yang ingin melihat dirinya menyanyi dan menari dengan posisi duduk, layaknya panggung kecil itu adalah sebuah stage.

Namjoo langsung membawakan lagu A-Pink berjudul No, No, No. Lagu yang sedang popular di kajang industri musik saat ini. Lagu itu dia bawakan dengan senang hati di panggung kecil itu, semua orang langsung mengeluarkan ponsel, handycam, kamera, dan bertepuk tangan bahkan bernyanyi bersama.

Lampu taman kota yang terlihat menyoroti Namjoo dengan panggung kecil itu ikut menghiasi betapa hangatnya kebersamaan. Walaupun gadis itu menari serta menyanyi dengan ikhlas, ia tak memikirkan harus dibayar atau tidak. Karena yang terpenting adalah moment yang tercipta malam itu tak akan pernah terlupakan.

Sungjae–lelaki itu hanya tersenyum melihat Namjoo tampil di panggung kecil. Dengan pakaian sederhana, gadis itu terlihat sangat cantik dan menawan di hati Sungjae.

“Aku bersama temanku akan menghibur kalian semua, ini dia Sungjae BTOB!” ucap Namjoo dengan mix yang menempel di tangannya.

Teriakan para penonton setelah nama ‘Sungjae’ dipersembahkan. Langsung saja lelaki itu maju ke panggung dan berdiri sejajar dengan Namjoo. Ia membawakan lagu BTOB – WOW malam itu.

Setelah Sungjae selesai tampil, salahsatu fanboy bertanya pada Namjoo.

“Aku ingin bertanya pada Namjoo noona, bagaimana caranya kau bisa sukses seperti ini?”

Namjoo tersenyum, menandakan itu adalah pertanyaan bagus. “Mengejar cita-cita yang sudah disengaja dan dengan usaha yang keras serta penyatuan jasmani dan rohani yang menjadikan diriku semakin kuat untuk menjadi sosok yang gemerlap!”

Lalu ada fangirl yang bertanya pada Sungjae.

“Siapa wanita yang memikat hatimu sekarang?”

“Wanita yang tak tahu jika aku mencintainya, dan ada waktu yang tepat di mana aku mengakui perasaanku padanya.”

Konser kecil di taman kota berakhir. Waktu menunjukkan pukul 9.00PM, Namjoo dan Sungjae bergegas untuk pulang ke dorm. Kebetulan mereka tinggal satu apartemen. Segera Namjoo menuntun sepeda pixy yang ia tinggal bersama rerumputan hijau. Sedangkan Sungjae membantu Namjoo jika gadis itu kelelahan menuntun sepeda.

[*]

“Namjoo! Kau dapat paket barang lagi!” teriak Bomi eonni dari ambang pintu. Namjoo bergegas menuju ke arah Bomi, dan mengambil barang itu lagi.

Sebuah kotak dengan lapisan kertas warna cokelat tua. Hari ini, dia mendapatkan barang itu lagi. Isinya berbeda, bukanlah benda yang ia kira. Tetapi ada sepucuk surat tergeletak di dasar dalam bungkusan itu.

“Tunggu, kau akan mendapat kejutan saat konser nanti!”

Surat itu memang aneh, Namjoo tak sampai nalar apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar tak tahu siapa yang mengirimkan surat misterius itu ke dirinya.

‘Ting…Tong…’

Bel ruang dance practice A-Pink berbunyi, segera Eunji lari menuju ke pintu dan membukanya. Manager datang tepat waktu, ia masuk ke ruangan dan menyuruh seluruh member A-Pink agar bergegas ke mobil untuk berangkat.

Namjoo masih memegang bungkusan yang baru saja dia dapat 10 menit yang lalu. Agak malas menaruh barang itu, ingin rasanya mengetahui siapa yang selalu memberikannya bingkisan aneh dan tak masuk akal.

Hari ini, member A-Pink menjadi guest di salah satu Universitas Korea. Mereka semua mempersiapkan diri masing-masing–termasuk Namjoo. Teriang di pikiran gadis itu apakah benar dia akan mendapat kejutan?

Sampailah mereka tak lama kemudian, turun dari mobil dan bergegas lari menuju ke backstage. Musik pengiring mengalun begitu saja, diiringi nyanyian serta gerakan dance yang energik membuat para mahasiswa–sebagai penonton sangat senang, terutama PinkPanda yang hadir.

Seperti biasa, setelah selesai perform, Chorong–selaku leader A-Pink selalu memberikan sambutan serta rasa ucapan terimakasih telah berada di sini. Bahkan semua member A-Pink hafal betul apa yang akan Chorong katakan setiap selesai perfom.

Menyapa para fans yang hadir, lalu bertanya dengan mereka merupakan sesuatu yang menyenangkan–bagi para member A-Pink. Itulah interaksi yang bisa membuat mereka merasa dekat dengan fans sendiri.

Acara dari A-Pink selesai, semua member turun dari panggung.

“Bagi Namjoo, diharap tetap di panggung.”

Suara checksound itu menghentikan langkah Namjoo yang menuruni satu anak tangga teratas. Ia kembali ke tengah panggung.

Hansungan feeli wasseo bon sungan ttak geollyeosseo
Eotteokhae nan eotteokhae
?

In just one moment, I got the feeling
The moment I saw you, I was hooked
What do I do? What do I do?

Terdengar suara yang nampak jelas bisa ditebak, Namjoo masih terdiam. Dia tahu itu suara siapa, tapi ia tak melihat orang yang bernyanyi sekilas.

Sumok deurama heunhadi heunhan juingongcheoreom
Ppeonppeonhi dagagasseo

Just like the typical main character in a drama
I boldly approached you

 

Suara itu melanjutkan nyanyiannya, dan terdengar juga hentakan sepatu yang menuju ke atas panggung. Benar orang yang Namjoo tebak, itu Sungjae.

Kini, Sungjae membawakan dua tangkai bunga mawar merah dan putih. Seperti biasa, duri di tangkai itu sudah tumpul.

“Aku, yang selalu mengirimkanmu barang,” ucap Sungjae dengan mix yang ia pegang.

“Mungkin aku adalah lelaki bodoh, mengapa aku bisa jatuh cinta kepada sahabatku sendiri?”

Ungkapan Sungjae membuat Namjoo membisu, gadis itu tak tahu harus bagaimana. Dia kaku, penonton melihat semuanya. Mau ditaruh mana muka ini.

“Pengiriman barang itu mewakili perasaanku yang tak bisa kuucapkan padamu.”

“Jadi, semua barang itu darimu?” tanya Namjoo dengan muka tak percaya.

Sungjae mengangguk. “Ya, aku yang mengirimkan semua.”

Namjoo masih terdiam, apalagi penonton yang melihat. Mereka menyaksikan dengan penuh antusias.

Sungjae menekuk kaki sebelah kiri yang mejadi tumpuan di lantai, digigitnya mawar merah–yang selalu menjadi kebiasannya. Kedua tangannya memegang mawar putih dengan maksud memberikan itu kepada Namjoo. Kepala Sungjae menunduk.

“Aku mohon, bagaimana perasaanmu kepadaku sekarang?”

Namjoo terkekeh. “Haruskah aku menjawab sekarang, Sungjae­-ah?”

“JAWAB! JAWAB! JAWAB!” para penonton berteriak dengan histeris. Keadaan ramai, menunggu jawaban dari Namjoo.

Namjoo mengulurkan tangannya, mengambil setangkai mawar putih yang berada di tangan Sungjae. Sontak, kepala Sungjae dengan respek menengok kea rah Namjoo. Dilihatnya gadis itu beserta lesung pipi yang menawan.

Semua member A-Pink juga terlihat histeris, ketika adegan yang tak terduga melesat di panggung konser ini. Penonton juga sedemikian rupa.

“Namjoo-ah, pantaskah aku berada di sampingmu, sekarang?”

“Tentu, mengapa tidak Sungjae-ssi?”

[*]


 [K1]sunbaenim

Advertisements

16 thoughts on “A-Pink Concerto – Namjoo’s Story

  1. Aku paling suka bagian yg namjoo ma sungjae nyanyi di panggung kecil itu
    Sungjae romantis bngt bilang suka namjoo diatas panggung di depan fans bnyk dan para anak member apink
    Mereka itu Couple favorite ku ke dua setelah minhyuk dan bomi

    1. haha iya terimakasih ya udah kasih reviewnya c;
      iyaaa aku paling suka Nam-Jae, kalo Bomi paling suka sama Changsub sih xD semua A-Pink-BTOB aku suka semua~

  2. Ini bukan fanfic sad romance,tp kok aku nangis waktu Seungjae nyatain perasaannya sm Namjoo
    Sumpeh thor ane terharu pas sceen itu!!

    Ceritanya bagus thor 🙂
    Tp tetep ada typo* nya sihhhh..xD

    1. Kok bisa nangis si pas malam-malam gini.-.v
      Mungkin kamu bacanya pake perasaan kali~ㅋㅋㅋ
      Thanks for review ya<3 Iya kan manusia gak ada yang sempurna -3- -apaini-

  3. thor bikin ff yang cast utamanya Namjoo lagi dong;3 /puppy eyes/
    Nan johaaayo~^0^ authornim bikin Namjoo lagi yaaa /sesungguhnya disini terdapat unsur pemaksaan/ *lol
    author fighting!^^

  4. penulisannya rapi, pas bagian romance nge-feel banget, but typo harus dikurangi ya thor.. good job~

  5. JAEJOO AAAAA, PAIRING FAVORITE SETELAH YOUNGJAE-NAMJOO ❤
    AAAAAA UNNIEYAAAA AKU FEELNYA DAPET AAAA ;;u;;
    NGEBAYANGIN KALAU YANG SCENE TERAKHIRNYA ITU BENERAN TERJADI….. AAAAAA ;;u;; /PINGSAN/

    1. Jangan pingsan saeng, aku gak ngapa-ngapain padahal.___.
      Ya selamat dapet feelnya, selamat-selamat/?

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s