[FF G] A Genius living next to hotel room | Chapter 1


A Genius living next to hotel room

TITLE  : A Genius Living Next To My Hotel Room [1]

Alternative title : 핸섬 남자는 천재 (Nae Haenseom Namja neun Cheonjae)

GENRE   : Action-Romance, AU (Alternate Universe)

RATING  : NC-21

CAST   : Cho Kyuhyun [Valgyura Vampano]

  Kenesha Osidils

Author  : @Aoirin_Sora

 *** PROLOG ***

Kenesha mempercepat langkahnya ditengah kerumunan orang banyak. Dia tersesat dan benar-benar kalang kabut. Saat ini ia hanya bisa lari. Lari dari kejaran orang-orang yang menginginkan kematiannya sekarang juga. Kenesha terus berjalan tanpa sempat melihat kemana kakinya melangkah. Dari balik kaca spion mobil yang sedang parkir disebelah kanannya, ia melihat penjahat-penjahat itu semakin dekat dan sedang bergegas menuju kearahnya.

“Sepertinya tidak mungkin lagi aku bisa selamat. Tapi aku harus membawa mereka menjauh darinya sebisaku. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk menyelamatkannya..” Kenesha mendesah dan menguatkan langkahnya. Dia tahu dia tidak punya pilihan lain tapi Kenesha memilih untuk menyelamatkan pria itu. Pria yang sudah menjadi alasannya masih berada dikota ini. pria yang memiliki senyum yang bisa membuatnya memilih kematian daripada memberitahukan informasi yang mereka jaga. Pria yang amat sangat dicintainya..

Kenesha melihat sebuah lorong sempit yang menanjak. Ini dia saatnya, dia akan menyesatkan mereka dan memberi jarak yang cukup jauh dari tempat pertama kali ia tersesat. Namun ketika hendak akan menyelinap ke lorong itu, sesuatu menahannya dari belakang. “Selamat tinggal Vamp..”  bisiknya dalam hati.

***

Chapter 1

Hari ini cuaca sangat cerah dan membuat suasana hati Kenesha semakin bagus. Ini hari kedua dia berada di kota terfavoritnya, Seoul dan kenesha masih merasa semua hanyalah mimpi. Kenesha menyesap kopinya perlahan, tak ingin terburu-buru menikmati sarapan di restoran hotel yang sangat mewah ini. Dia memandang sekelilingnya yang senggang. Masih pukul 9 pagi dan orang-orang belum banyak mengisi restoran. Mereka mungkin masih bergelung dikasur yang empuk tapi Kenesha tak ingin membuang waktunya jauh-jauh ke Seoul hanya untuk tidur. Kesempatan untuk bisa menginjakkan kaki di Negara ini tidaklah mudah. Kenesha harus bekerja keras mengumpulkan uang dan semua usahanya terbayar dengan kenyamanan yang dia dapatkan disini. Kendatipun Kenesha hanya mendapatkan cuti liburan 10 hari dan dia berencana menggunakan 9 harinya untuk menjelajahi Korea Selatan. Jadi setelah menghabiskan sarapan yang ‘wah’ itu, Kenesha bangkit dan bergerak menuju lift. Dia sama sekali tidak menyadari beberapa orang berpakaian serba hitam mengawasinya dari jauh..

Kenesha menekan tombol 17 dan lift segera membawanya keatas. Begitu lift tiba dilantai 17, dia merasa aneh dengan dua orang yang berpakaian serba hitam berdiri diujung lorong yang persis disebelah pintu kamarnya. Setengah ketakutan dan curiga, Kenesha buru-buru masuk dan mengunci pintu. Dia memperhatikan monitor cctv yang dipasang dipintunya dan melihat dua orang mencurigakan tadi masih berada disitu. Namun ketika kenesha berbalik kebelakang, dia menemukan seorang laki-laki yang hanya mengenakan selembar handuk berdiri dihadapannya. Wajahnya basah dan rambutnya masih meneteskan air. Belum sempat dia menarik nafas untuk berteriak, laki-laki itu membekap mulutnya dengan paksa.

“Tenanglah dan Jangan bersuara!” Perintahnya dengan bisikan ketika Kenesha memberontak dari bekapannya.

Kenesha tidak menurutinya dan tetap meronta. “Sst!! Perhatikan monitor itu!” perintah lelaki itu lagi. Kehabisan tenaga dan tersengal-sengal karena tetap tidak bisa melepaskan bekapan laki-laki itu, Kenesha memperhatikan monitor cctv dihadapannya. Dia melihat dua orang tadi memegang walkie talkie dan mulai berbicara.

“Aku yakin aku mendengar suara orang mandi dikamar ini. tapi aku tidak mendengar ada keributan didalam. Jika dia memang berada didalam, gadis itu pasti sudah teriak daritadi bukan? Coba periksa apakah gadis itu datang bersama pasangannya.” Dua orang laki-laki itu terdiam ketika mendengar sahutan dari walkie talkie ditangan mereka. “Baiklah, kau teruskan berjaga didepan. Kalau kau menemukannya, bunuh langsung. Aku akan memeriksa kamar ini dulu.” Ucap lelaki satunya mengakhiri percakapan sementara yang satunya lagi berkata ia akan mencari kunci cadangan kamar kenesha.

Mendengar hal itu, sekujur tubuh Kenesha langsung gemetaran. Sudah pasti kata-kata ‘bunuh’ tadi bukan Cuma bercanda ketika dia melihat pistol disaku jas salah satu lelaki itu. Saking takutnya, Kenesha bahkan lupa untuk memberontak dan dia tidak sadar ketika lelaki yang berada dibelakangnya sudah melepaskan bekapannya.

Laki-laki dihadapannya berbisik dengan sangat pelan, “kumohon tenanglah. Jangan panic dulu.” Kenesha menatapnya ketakutan dan balas berbisik, “Neo nuguya (Kau siapa)?”

“Namaku Cho Kyuhyun. Dengar, mereka itu adalah mafia dan mereka mengejarku. Mereka akan segera masuk dan kita tidak punya kesempatan untuk kabur karena mereka memiliki senjata.” Jelas Kyuhyun dengan cepat. Kenesha merasa kakinya goyah. Mereka berdua tidak punya kesempatan untuk kabur. Dia akan dibunuh. “Oh tidak, bagaimana ini? aku –apa yang harus kulakukan..” ucap Kenesha terbata-bata.

“Kenesha-ssi,” ujar Kyuhyun pelan dan membuat Kenesha menatapnya dengan bingung. Bagaimana dia bisa tahu namaku..? “Apa kau percaya padaku?” ujar Kyuhyun sambil memandangnya lurus. Secara refleks Kenesha langsung menggeleng dan menjawab, “tidak.”

Kyuhyun tersenyum kecil –senyum yang aneh dalam keadaan seperti ini– dan berkata dengan santai, “sayangnya kau harus percaya padaku.” Belum lagi Kenesha sempat bertanya apa maksud kata-katanya, Kyuhyun langsung menariknya kearah tempat tidur berukuran king size dan mendorong jatuh Kenesha dengan paksa.

 “Apa yang kau lakukan?!” ucap Kenesha panik. Kyuhyun langsung membekap mulut Kenesha lagi. “Sst! Dengarkan baik-baik, mereka sudah berhasil masuk. Kau hanya perlu mengulang kata-kataku atau kita berdua mati. Arasseo?”

Kenesha berpikir cepat, tetapi sepertinya Dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti rencana lelaki yang hanya memakai selembar handuk dan kini berada diatas tubuhnya. Wajah mereka sangat dekat dan Kenesha merasa bodoh untuk berdebar dalam situasi yang menentukan hidup dan matinya ini. tapi dia tidak bisa menghentikan debaran jantungnya yang tidak karuan. Tidak jika tetesan air dari rambut Cho Kyuhyun terus menetesi wajahnya. Kenesha menyadari bahwa laki-laki ini memiliki dada yang bidang dan cukup berbentuk. Dia juga melihat ada sebuah bekas sayatan membelah dada kanannya. Mau tidak mau Kenesha memikirkan siapa sebenarnya Cho Kyuhyun.

Mereka bisa mendengar suara orang masuk mengendap-endap dari pintu didepan dan Kyuhyun mendekatkan lagi wajahnya untuk membisikkan kata-kata yang harus diikuti Kenesha. “Katakan dengan wajar dan keras, ‘Ini masih pagi, Seung Jo sayang.” Bisiknya ditelinga Kenesha.

Kenesha berusaha mengatakannya dengan wajar tapi kedengarannya dia seperti orang gugup. Kenesha bukan gugup karena ketakutan melainkan kehilangan fokus karena dia dapat merasakan sapuan nafas kyuhyun di lehernya. Kyuhyun mengernyit sedikit tetapi dia langsung berkata dengan keras dan wajar, “Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Ken. Kau terlalu menggoda untuk dibiarkan hingga malam tiba.” Begitu selesai menjawab, Kyuhyun membisikkan lagi kata-kata yang semuanya diucapkan Kenesha dengan tidak alami dan gugup.

Mereka tidak tahu bahwa kegugupan yang Kenesha ucapkan itulah yang berhasil mengecoh dua orang mafia yang sedang mendengarkan percakapan tipuan mereka dengan seksama.

“Seung Jo sayang, kau ini sangat tidak sabaran ya,”

“Siapa yang bisa bersabar kalau melihatmu begitu menggoda?”

“Tapi aku harus mengerjakan laporanku, Seung Jo sayang.”

“Bukankah kita sedang liburan? Ayolah Ken, bersenang-senang saja dan jangan pikirkan laporan. Ara?”

“Oh, baiklah, kau menang.”

Dari sudut koridor, dua mafia itu melihat Ken yang benar-benar sedang bermesraan dengan Seung Jo yang memunggungi mereka. Kenesha lalu berkata “pelan-pelan Seung Jo sayang,” dan tertawa nyaring. mafia itu langsung yakin bahwa mereka telah salah orang. Mereka lalu meninggalkan kamar itu dengan sedikit kesal karena tidak berhasil menemukan Kyuhyun ditambah harus melihat pasangan yang bermesraan di pagi hari.

“Apakah mereka sudah pergi?” bisik Kenesha takut. Kyuhyun menunggu beberapa saat dan menjawab tenang, “ya. Mereka benar-benar sudah pergi.”  Kenesha bernafas lega tapi Kyuhyun tidak kunjung bangun dan masih memandanginya. “Kenapa tadi kau gugup sekali?”

Wajah Kenesha bersemu ketika mata mereka bertemu. “Ak–Aku.. Aku ketakutan..” jawabnya terbata-bata sambil membuang muka. “Kau gugup karena ketakutan atau gugup karena aku?” ucapnya sambil tersenyum penuh arti. Kenesha menjadi salah tingkah dan dia menyadari adanya ‘bahaya ke dua’. Cepat-cepat dia mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya. Bangkit dengan gerakan kikuk dan wajah bersemu, Kenesha segera berbalik badan ketika menyadari Kyuhyun sedang mengenakan pakaian dengan santai, seakan tidak pernah ada mafia yang sedang memburunya.

“Kau.. Siapa kau sebenarnya?” tanya Kenesha setelah Kyuhyun selesai berpakaian dan duduk nyaman di sofa kamarnya –kamar Kenesha.

“Sudah kubilang namaku Cho Kyuhyun, aku seorang programmer dan seperti yang tadi kau dengar sendiri, mafia-mafia tadi sedang mengejarku.” Ucap Kyuhyun tanpa sedikitpun ketakutan. Dia malah terdengar seperti membicarakan cuaca hari ini, membuat Kenesha semakin bingung.

“Memangnya apa yang telah kau lakukan sampai mereka ingin membunuhmu?” tanya Kenesha lagi. Dia mengubah pertanyaannya didalam pikirannya, “Memangnya kebodohan apa yang telah kau lakukan sampai mereka memburumu?”

Kyuhyun tidak langsung menjawab melainkan menatap Kenesha dengan sedikit tegang yang berhasil disamarkannya menjadi wajah cuek. “Aku membongkar kegiatan-kegiatan illegal mereka dan bos mereka berhasil ditangkap polisi. Tetapi para pengikutnya merasa aku yang harus bertanggung jawab dan mereka ingin balas dendam kepadaku.”

Kenesha tertegun mendengar jawaban Kyuhyun. Dia merasa Kyuhyun sangat berani untuk melakukan tindakan seperti itu, tetapi dia segera tersadar dan kembali ke rasa penasarannya, “Choa, itu sangat mengesankan. Keunde, kenapa kau ada dikamarku?”

“Aku sedang mandi,” jawabnya santai.

“Mwo? Mandi.. dikamarku?”

“Ini kamarku juga~”

“Apa? Bagaimana mungkin? Sejak kapan ini menjadi kamarmu?” Tanya Kenesha tidak sabaran. Dia sudah memikirkan complain kepada manager hotel ini karena membagi kamarnya dengan seorang lelaki asing.

“Sejak 3 tahun yang lalu,” Kyuhyun mengambil ponsel di sakunya dan mulai mengetik cepat, beberapa kali mengerutkan kening sementara Kenesha menunggunya mengatakan sesuatu seperti “aku bercanda,” atau “kau tertipu!” tapi Kyuhyun tidak kunjung mengatakan apapun.

“Ja-jadi, kenapa aku tidak melihatmu semalam?” tanya Kenesha yang mulai meragukan perkataan Kyuhyun.

Kyuhyun mendongak dan tersenyum kecil, “ah, kau sudah tidur ketika aku pulang semalam,” jawabnya simple.

“Ba-bagaimana kau tahu? Kau melihatku tidur?”

“Tentu saja aku melihatmu! Aku kan masuk dari pintumu,” ucap Kyuhyun seakan itu pertanyaan sepele.

Kenesha semakin kaget mendengar jawaban Kyuhyun dan dia perlu beberapa saat untuk mencerna perkataan Kyuhyun barusan. “MWO? chamkanman–  keunde, kenapa kamar ini disewakan kalau kau memang tinggal disini selama 3 tahun?”

Kyuhyun memasukkan ponselnya kembali ke saku dan sekarang dia menatap Kenesha sambil tersenyum–senyum yang penuh arti. “ karena manager hotel tidak tahu aku tinggal disini, hanya pemilik hotel ini yang tahu.”

“Benar-benar tidak masuk akal!” pikir Kenesha dalam hati, berkebalikan dengan pertanyaan yg diajukannya kepada Kyuhyun, “bagaimana mungkin mereka tidak melihatmu jika kau tinggal disini setiap hari? Mereka kan harus membereskan kamar ini,” tanya Kenesha dengan penuh kecurigaan.

“Itu mudah saja bagiku, Nona Kenesha,” jawab Kyuhyun sambil mengibaskan tangannya. “Kamar ini kan sudah kupasangi cctv.”

“Dan lagi, kau tidur dimana semalam? Aku tidak melihatmu ada diruangan ini tadi pagi.”

Kyuhyun tersenyum lagi, “Aku tidur di tempat tidurku.”

“Keunde, dimana tempat tidurmu?”

“Dikamarku.”

Kenesha melongo dan ia sadar lelaki dihadapannya ini sedang mempermainkannya. “Oke, stop!” Ujarnya sambil menekan pelipis sebentar lalu menarik nafas panjang. “Baiklah, pertama-tama, dimana letak kamarmu?”

Kali ini Kyuhyun tersenyum lebih lebar, kelihatan jelas dia sedang menikmati kebingungan Kenesha. “Dibalik kamar mandimu.”

Kenesha menatapnya bingung, “ada kamar dibalik kamar mandiku? Yang benar saja! Bagaimana  mungkin?!” tanyanya tidak percaya.

“Kau belum paham juga? Aku ini programmer, Kenesha-ssi. Aku sendiri yang mendesain kamarku ketika hotel ini dibangun. Aku jenius sih~” ucapnya penuh percaya diri.

Sedikit kelimpungan menerima semua informasi yang sepertinya mustahil ini, Kenesha mencoba berpikir bahwa ini semua bukan lelucon. “Jadi, dibalik kamar mandi ini ada kamarmu?”

Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

“Dan kau keluar masuk lewat pintu ini?”

“Benar,” jawab Kyuhyun.

“Kau juga memasangi cctv dikamar ini?”

Alis Kyuhyun berkerut dan ia menjawab, “tentu saja, ini kan akses masuk ke kamarku. Sudah pasti aku memasangi cctv dikamar ini.”

Kenesha memasang wajah datar dan berkata, “baiklah. Kalau begitu aku mau beres-beres sekarang juga.” Sambil berjalan ke arah tempat ia menyimpan kopernya.

“Kau mau pindah kamar?” tanya Kyuhyun sedikit kaget.

Kenesha berhenti dan berpaling menatap Kyuhyun. “Tentu saja! Bagaimana mungkin aku sekamar dengan lelaki asing sepertimu? Aku baru saja diancam tembak oleh mafia karena kau dan aku bakal dibunuh juga. Kau tidak tahu mengerti perasaanku sekarang?!” jawab Kenesha sengit.

Kyuhyun berdiri dan mendekati Kenesha. Dia tidak menyangka bahwa yeoja didepannya ini sungguh sangat ketakutan. “Jangan bercanda, Kenesha-ssi. Kau mau pindah disaat para mafia-mafia itu menjaga lobi hotel dan data-data para tamu? Lalu apa alasanmu mau pindah kamar?”

Mendengar perkataan Kyuhyun membuat Kenesha semakin syok dan ketakutan. Otaknya serasa macet dan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan sekarang.

“Kau kan Cuma check-in untuk 3 hari.. bersabar saja..” ucap Kyuhyun menenangkannya.

“Tapi aku..” Kenesha tidak menyelesaikan kalimatnya dan ganti menatap Kyuhyun.

“Tapi apa? Kau takut kepadaku? Atau kepada mafia-mafia itu?”

“Dua-duanya..” jawab Kenesha berterus terang. Benar, dia juga ketakutan pada lelaki yang sama sekali tidak dia ketahui identitasnya ini.

Kyuhyun mendengus, “tenang saja, Kenesha-ssi. Karena pertama, kau bukan tipeku dan kedua, aku memasang cctv di semua lift dan sudut hotel. Aku akan tahu kalau mereka kembali.” Ucapan Kyuhyun yang begitu lugas sejenak menenangkan hati Kenesha.

“Tapi.. kenapa aku harus terlibat semua ini?” tanyanya menunduk, memilih untuk menatap lantai alih-alih wajah Kyuhyun.

Kyuhyun menyentuh dagu Kenesha dan mengangkatnya, menemukan matanya yang terlihat sedih dan mendadak Kyuhyun teringat sesuatu yang mengusik hatinya belakangan ini. “Kau percaya takdir, Kenesha-ssi? Kau tidak akan bisa lari dari takdir..” ucapnya pelan.

Selama beberapa detik Kenesha menatap Kyuhyun dengan nanar sebelum akhirnya berkata, “Pada akhirnya aku tetap akan dibunuh oleh mafia-mafia itu, bukan?”

“Tenang saja, kalau kau mengikuti petunjukku, kau akan selamat. Buktinya aku masih hidup sampai sekarang. Aku jamin semuanya baik-baik saja.” Ucapnya penuh keyakinan. “Dan lebih baik kau jangan keluar dulu seharian ini atau mereka akan curiga kenapa kau turun sendirian. Araji?”

Kenesha mengangguk pelan ketika Kyuhyun menepuk pundaknya. Kyuhyun lalu berjalan kearah Kamar mandi sambil bersenandung. Pikirannya melayang ke beberapa informasi yang telah ia dapatkan dan melihat Kenesha yang bereaksi seperti yang dipikirkannya. “Ini bakal seru,” batinnya sambil tersenyum.

***

Kenesha terduduk disudut tempat tidurnya dan memikirkan setiap kata-kata yang diucapkan Kyuhyun. Untuk apa dia datang kesini? Liburan? Sepertinya kata-kata itu langsung menguap bila dibandingkan dengan masalahnya sekarang ini. “Aku baru saja tiba di Seoul dan harus menjadi objek pembunuhan? Oh, bagus sekali Ken, hidupmu sempurna sekali. Dua tahun kerja mati-matian, mempelajari budaya dan bahasa Korea, menghabiskan begitu banyak uang untuk liburan 9 hari, dan sekarang apa? Aku harus mati tanpa sempat ke Gangnam? Terkurung diruangan ini bersama laki-laki mesum dan dikepung mafia? Kalau tahu begini aku tidak akan pergi. Ah, dasar bodoh! Pabo yeoja!” Pekirannya semakin nelangsa dan tiba-tiba saja Kenesha mendapatkan ide. Dia berjalan mengambil tasnya dan membongkar isinya diatas lantai. Dia tahu apa yang dia cari, mungkin bukanlah senjata yang amat berguna bila dibandingkan dengan pistol tapi setidaknya dia bisa melawan. Kenesha mencari diantara tumpukan pakaian dan matanya tertuju pada sehelai kain dengan renda diujungnya. Seakan ada palu yang menghantamnya, dia terlonjak ketika menemukan sebuah kenyataan penting.

Dalam sekejap Kenesha mencapai kamar mandi dan mencari-cari dimana pintu yang Kyuhyun bilang adalah akses untuk masuk ke kamarnya tetapi nihil. Dia tidak bisa menemukan bahkan goresan didinding kamar mandinya. Tidak kehabisan ide, Kenesha kembali keruang depan dan mencari-cari cctv. Dia melambaikan tangannya beberapa kali lalu mulai memanggil Kyuhyun dengan gusar. Tidak menyadari sama sekali bahwa Kyuhyun terus menertawakan tingkahnya lewat cctv.

“YA! CHO KYUHYUN! Palli yogie!! Ada yang mau kutanyakan padamu!” Teriaknya tertahan. Kenesha tidak berani mengambil resiko untuk mendampratnya kuat-kuat karena dia takut mafia itu masih di depan kamarnya.

Terdengar deritan dari arah kamar mandi dan belum lagi Kyuhyun menanyakan ada apa, Kenesha langsung menyemburnya tanpa ampun. “NEO!! AKU INGIN BERTANYA KEPADAMU. YA CHO KYUHYUN-SSI! KAU MEMASANG CCTV DIKAMAR INI LALU KAU BISA MELIHAT APAPUN YANG TERJADI DISINI BUKAN?”

Kenesha terlihat begitu marah dan anehnya Kyuhyun menganggap ini semua lucu. “Tentu saja, Kenesha-ssi.” Jawab Kyuhyun senormal mungkin meskipun dia sudah tahu kemana arah pertanyaan Kenesha.

“JADI KAU JUGA MELIHATKU GANTI BAJU?!” Kenesha bergidik memikirkannya. Dia memang mengenakan kaos dan piyama selama didalam kamar hotel tetapi ketika mandi dan ganti baju..

“Maaf soal itu,” ucap Kyuhyun nyengir, membuat mata Kenesha membelalak lebih lebar. “Keunde, perlu kau ketahui, aku tidak memantau kamar ini 24 jam. Aku harus bekerja juga, kau tahu. Aku hanya mengecek jika ada aktifitas di pintu masuk.”

“Jadi, semalam kau tidak melihatku ganti baju?” tanya Kenesha dengan wajar setelah berhasil mengontrol emosinya.

“Tidak. Semalam aku diluar. Bukankah sudah kubilang aku kembali ketika kau sudah tertidur?” Jawab Kyuhyun disambut helaan nafas lega Kenesha yang mendengarnya. “Wae? Ada yang terlewatkan olehku? apa ada yang ingin kau tunjukkan padaku?” goda Kyuhyun sambil tersenyum penuh arti.

“MWO? YA! Jaga mulutmu! Dasar tidak sopan!” bentak Kenesha lagi sementara Kyuhyun tertawa melihat reaksinya. “Tapi aku lebih suka kau memakai blus garis-garis merah muda, sayang sekali kau tidak jadi memakainya tadi pagi,” sambung Kyuhyun lagi.

“JADI KAU MELIHATKU GANTI BAJU?” Emosi Kenesha kembali meledak dan ia gemetaran karena marah.

Masih tertawa hebat, Kyuhyun menjawab pertanyaan penuh emosi Kenesha dengan geli. “Kan sudah kubilang aku Cuma mengecek. Lagipula aku tidak melihatmu telanjang, kau masih memakai tanktop.”

‘Cukup sudah!’ batin Kenesha dan ia melayangkan tangannya ke udara, bermaksud menampar lelaki gila–mesum–brengsek dihadapannya ini. Tetapi, Kenesha kalah cepat. Kyuhyun lebih dulu menahan tangan Kenesha sebelum sempat mencapai pipinya. Kenesha terkejut dan segera meronta. Bukannya melepaskan Kenesha,  Kyuhyun malah makin memperkuat genggamannya, tidak mempedulikan teriakan kesakitan Kenesha.

Kenesha menyadari, semakin dia meronta, semakin Kyuhyun tidak akan melepaskannya. Jadi dia memilih untuk berdiam diri dan menahan kesakitan meskipun buku jarinya sudah memerah. “Lepaskan aku! Ya! Kyuhyun-ssi!”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan, “kau tahu tidak? Ada yang menarik perhatianku dari tadi. Ternyata bibirmu itu sangat ekspresif, ya?” Kenesha memelototi Kyuhyun yang sepertinya sama sekali tidak takut. “Mwo? Dasar mesum! Cepat lepaskan aku!!”

“Dengan 1 syarat..” bisiknya mengancam.

“Mwoya?”

“Biarkan aku menciummu..” bisik Kyuhyun dengan seringaian penuh arti.

Kenesha membeku dan memandang Kyuhyun tak percaya. “M-mwo? Apa kau bilang?”

“Atau takkan kulepaskan.”

“Hemph!” dengus Kenesha tidak percaya. “Bukannya kau bilang aku bukan tipemu?”

Masih menyeringai, Kyuhyun menjawab pelan, “Tadinya kupikir kau ini pendiam, tapi ternyata tidak. Benar-benar tipeku.”

Mereka berpandangan dalam diam dan akhirnya Kenesha menjawab setelah berpikir cepat. “Baiklah. Lepaskan dulu tanganku.”

Kyuhyun terlihat menimbang-nimbang tapi tetap melepaskan Kenesha. Dan begitu tangannya terbebas, Kenesha langsung berlari kearah tasnya dan mengambil barang yang dari tadi dicarinya. Sebuah Stun gun yang dibelikan ayahnya untuk keadaan-keadaan gawat darurat seperti ini. dengan cepat dia mengarahkan Stun gun tersebut ke tubuh Kyuhyun ketika Kyuhyun mengejarnya. Langsung saja, tegangan listrik 50.000 volt menghujam tubuh Kyuhyun seketika membuat Kyuhyun pitam dan tergeletak tak berdaya.

“Awas kalau kau berani mendekatiku!” Ancam Kenesha ketika Kyuhyun sudah mulai kembali sadar. Dia mengedarkan pandangannya keliling ruangan dan menemukan Kenesha berada di balik sofa dengan tangan memegang stun gun disebelah kanannya dan pisau buah disebelah kirinya. Mau tak mau Kyuhyun merasa geli dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang. “Wah, pertahan dirimu ternyata lumayan juga. Tapi, pisau buah Cuma bisa membuat jariku berdarah,” ujarnya menahan tawa.

“Dan aku bisa membuatmu pingsan dengan alat ini!” sanggah Kenesha sambil mengacungkan Stun gun ditangan kanannya.

“Baiklah-baiklah, kali ini aku mundur,” ucap Kyuhyun menyerah dan mengangkat kedua tangannya. Tetapi kemudian dia menunjukkan senyum evil–sempurna–nya. “Keunde, kau akan kuperkosa nanti malam.”

“MWO? APA KATAMU?” Kenesha ternganga dan syok setengah mati. Dia tidak menyangka laki-laki mesum–gila ini sudah kelewatan batas. Kalau saja dia punya pisau daging, dia pasti sudah mencincang lelaki gila ini daritadi.

“Pilihannya hanya: mau sukarela atau harus kuperkosa. Kau belum tahu bukan, ternyata mafia itu sudah mendapatkan data check-in mu lebih dulu dan mengetahui kau datang sendirian.” Suara Kyuhyun terdengar berat dan Kenesha merasa jantungnya mencelos. “Tapi aku sudah merubah data check-in mu menjadi dua orang. Kelihatannya mereka masih curiga dan kemungkinan besar mereka akan kembali nanti malam untuk ‘mendengarkan’ kita,” Kyuhyun mengakhirinya dengan mengedipkan mata kepada Kenesha.

Dengan muka merah padam, Kenesha berteriak tertahan, “matipun aku tidak mau melakukannya! Lebih baik mereka menodongkan pistol kearahku!”

Setelah akhirnya bisa duduk di sofa seberang Kenesha, Kyuhyun menjawab santai dan melemparkan pandangan tidak percaya kearah Kenesha. “Ayolah, kenapa kau tidak mengiyakan saja? Lagipula ini Cuma seks. Kau pasti menikmatinya, bukan?”

Kenesha menatap Kyuhyun tidak percaya. “Cuma katamu? Ya, Cho Kyuhyun-ssi, itu kehormatan seorang wanita! Neo mollayo??!”

“Apa? Jangan bilang kau masih perawan…” Ucap Kyuhyun setengah bercanda dan ketika Kenesha tidak menjawabnya, Kyuhyun malah semakin ingin menggodanya. “Benar begitu? Aigoo.. ternyata masih ada perawan di bumi ini. kalau begitu aku jamin nanti malam adalah malam terbaikmu,” Kyuhyun mengerling lagi sambil menahan cengirannya.

Tidak terima dilecehkan terus-menerus, Kenesha berdiri dan mendongakkan kepalanya dengan keyakinan penuh. “Coba saja kalau kau mau kusetrum hingga mati, Kyuhyun-ssi.” Ucapnya lugas dan jelas.

Melihat ekspresi Kenesha yang begitu bersungguh-sungguh, tawa Kyuhyun meledak, ia benar-benar tidak menyangka Kenesha begitu menarik. Ia tertawa sampai perutnya sakit, sambil mengingat sudah berapa lama ia tidak pernah tertawa lepas seperti ini..

“Kita lihat saja nanti,” ujarnya setelah berhasil menguasai diri lagi. “Sampai nanti malam, Nona Kenesha…”

Kenesha terus siaga membawa Stun gun dan pisau buah sembari mengumpulkan benda-benda lain yang bisa dijadikannya senjata menghadapi siapapun yang ingin macam-macam dengannya, terutama programmer gila–mesum–brengsek itu. Akhirnya dia berhasil mengumpulkan gunting, vas bunga bahkan pulpen yang diletakkan tak jauh dari jangkauannya agar Kenesha bisa langsung mencapainya jika ada satu gerakan mencurigakan apapun. Semua usaha Kenesha yang begitu gigih ini disaksikan Kyuhyun dihadapan monitor komputernya. Meskipun ada hal mendesak lain yang harus dilakukannya, dia tetap saja tidak bisa mengalihkan pandangannya dari monitor yang merekam kegiatan Kenesha. Ketika Kenesha mulai memperhitungkan berbagai rencana, Kyuhyun sebaliknya tersenyum dan menantikan apa yang terjadi selanjutnya dengan bersemangat.

Ketika malam tiba, Kenesha masih kelihatan bersusah payah menahan kantuk yang semakin menguasainya. Dia telah menghabiskan dua gelas kopi dan masih saja merasa mengantuk. Awalnya Kenesha mencoba untuk memikirkan berbagai kemungkinan darimana Kyuhyun akan muncul. Mondar-mandir untuk memastikan pintunya telah terkunci dengan baik dan bahkan menggeser lemari sepatu kedepan pintu agar mafia-mafia itu tidak bisa menerobos masuk dengan cepat, sehingga dia setidaknya punya beberpa detik untuk menjerit minta tolong atau lompat dari jendela. Yah, seperti itulah.. Tapi seberapa keraspun dia mencoba, matanya tetap saja mengkhianatinya. Tidak mau menyerah, Kenesha duduk di sofa yang paling kecil dan paling tidak nyaman untuk di tiduri. Tetapi setelah 15 menit bergumul dengan rasa kantuk, Kenesha terlelap dengan posisi aneh, membuat Kyuhyun yang berdiri dihadapannya tersenyum penuh arti..

Kenesha mendengar suaranya sendiri berkata dalam mimpinya, “jangan bangun Ken, jangan bangun. Kau harus tetap tidur atau hal buruk akan terjadi..” tetapi mendadak ada seseorang yang membisikkan sesuatu ditelinga Kenesha dengan lembut namun penuh ancaman. “Selamat pagi putri tidur.. silahkan bangun dari mimpimu..” Kenesha tersentak dan menemukan wajah Kyuhyun hanya 10 senti dari wajahnya. “Apa tidurmu nyenyak? Kau masih ingin tidur lagi?” tanyanya dengan senyum menyiratkan seribu arti. Apapun itu, Kenesha tahu kalau semalam ia ketiduran dan Kyuhyun menggendongnya ke tempat tidur..

***

45 thoughts on “[FF G] A Genius living next to hotel room | Chapter 1

  1. Haduh kasian banget ya. Dengan pengorbanan yg begitu besar eh ujung-ujungnya malah berantakan liburannya.

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s