FFKPI Songfiction Project – TVXQ’s Yunho


[Poster] Don't Say Goodbye

Don’t Say Goodbye!

Author : Blankdreamer | Main Cast : U-Know Yunho as Jung Yunho (OOC), Song Ji Hyun (OC) | Genre : Romance | Length : Ficlet| Rated : PG | Count Words : 1.462 |Cover : Dhamala Shobita

Disclaimer :

 Fanfiction ini murni hasil karyaku berdasarkan pada lagu TVXQ – Don’t Say Goodbye

Karakter sepenuhnya milik Sang Pencipta dan ide adalah anugerah yang disematkan ke otak author

Terimakasih untuk tidak copy paste tanpa ijin dan meninggalkan review yang membangun

Author’s Note :

Songfiction ini didekasikan sebagai perayaan ulang tahun TVXQ yang ke-10

Dan semoga ff ini juga bisa mengobati rasa rindu para Cassie kepada ke-5 member….

Terimakasih, semoga terhibur, dan Happy Annive TVXQ!!  😀 #baksu

Let’s the story begin and feel the sensation!

*

*

*



I can’t read your feelings since you try not to meet eyes with me,

Because I feel like a lost child, I just wait

Truthfully, I know what you’re going to say,
But I can feel that it’s not your whole heart, your tears tell me

Entah sudah berapa lama kita hanya duduk berhadapan tanpa sepatah katapun yang meluncur dari mulut masing-masing. Aku tak tahu sesuatu yang tengah kau pikirkan hanya karena kau terus saja menghindari tatapan mata kita untuk bertemu. Mungkin aku hanya tak ingin tahu, tak mau tahu, atau terlalu pengecut untuk mau mengartikan keheningan ini dan mengartikan maksud tersirat dari sikapmu itu. Bahkan terlalu lama terjebak dalam keheningan ini telah membuatku merasa seperti seorang bocah cilik yang tersesat dalam keramaian. Aku pun hanya bisa memilih untuk tetap diam dan menunggumu mengatakan sesuatu padaku. Meskipun pada kenyataannya, aku yang  telah berusaha keras untuk tak mengetahui maksudmu telah memahami seutuhnya tentang sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku.

Air mata yang meliuk perlahan pada pipimu telah mengatakan segalanya padaku dan air mata itu juga yang telah mengatakan padaku bahwa itu bukanlah sesuatu yang hatimu juga inginkan. Sekarang, aku hanya berharap kau takkan pernah mengatakannya padaku. Takkan pernah bisa dan takkan pernah menginginkan untuk mengatakannya.

“Keuman kajja (aku ingin kita putus).”

Don’t say goodbye,
I can hear your heart telling me not to let go of your hands,
I can hear you heart; You still just want me,
You can’t hide it, you can’t lie

I won’t allow it – your lie of wanting to separate,
Look in my eyes and tell me,
It’s not…it’s not the truth

Pada akhirnya, kau tetap mengatakannya. Kata-kata yang selalu kuharapkan takkan pernah bisa kau ucapkan, kau sudah mengucapkannya dengan suara yang lirih. Nyaris berbisik. Bersamaan dengan itu, kau juga telah membuatku kehilangan kata-kata. Kehilangan suara untuk memintamu tetap tinggal. Untuk memohon padamu agar jangan pergi. Pun hanya bisa menangkap pergelangan tanganmu saat kau  berusaha pergi dari hadapanku. Aku menggenggamnya erat. Permintaanmu untuk membiarkanmu pergi hanya membuatku semakin mengeratkan genggamanku.

Kedua manik hitam milikmu yang tak ingin menatapku entah bagaimana justru seakan telah menyuarakan isi hatimu yang berkebalikan. Jika kau baru saja mengatakan bahwa kau menginginkan perpisahan kita, maka hatimu telah mengatakan padaku bahwa kau tak ingin aku melepaskan tanganmu. Kau masih menginginkanku. Isakan tangismu adalah bukti bahwa kau tak bisa menyembunyikannya. Kau tak bisa berbohong padaku dan hatimu bahwa kau ingin pergi dariku. Keutchi (benar bukan)?

“Kau ingin kita putus? Bisakah kau mengatakannya dengan menatap mataku, Song Ji Hyun?”

“….”

“Jika memang itu yang kau inginkan, tataplah mataku dan katakan sekali lagi. Katakan padaku bahwa kau tak ingin kita bersama lagi. Katakan padaku bahwa kau tak ingin bertemu denganku lagi. Katakan itu padaku, Ji Hyun~ah….”

Kau tetap terdiam. Masih bersih keras memaksakan diri untuk tak menatapku, sementara air matamu hanya mengucur semakin deras.

“Biarkan aku pergi.”

Giliranku bergeming. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Aku takkan melepaskanmu semudah itu.

“Bisakah kau mengatakannya dengan menatapku?”

Aku mendongak untuk menatapmu. Menantang dirimu untuk berani menatapku. Aku hanya perlu membuatmu menatapku. Karena setelah itu, aku yakin kau pasti akan mengatakan padaku bahwa semua ini hanya sebuah kebohongan. Bahwa perpisahan ini bukanlah jalan yang sesungguhnya kau inginkan.

Kau benar-benar sudah membuatku gila. Diammu adalah mantra yang membuat kepalaku serasa ingin meledak. Karena itu, kumohon segera katakan semua ini hanya sebuah kebohongan. Aku tahu kau tak benar-benar ingin berpisah denganku Song Ji Hyun dan kau hanya benar-benar akan membunuhku, jika terus seperti ini.

Don’t say goodbye,
I can hear your heart telling me not to let go of your hands,
I can hear your heart
Even if the world turns its back on us, even if it’s a painful love,
You are my love, you are my soul

Aku pun beranjak dari tempatku dan berdiri tepat di hadapanmu. Kucengkram kedua lenganmu. Kau masih saja tak mau menatapku. Ini menyakitiku, Ji Hyun~ah. Kau yang tak mau menatapku dan diammu adalah pisau bermata dua yang menghunus jantungku.

Gajima (jangan pergi)! Gajimarago (kubilang jangan pergi)!”

Bahkan bisa kusadari suaraku yang terdengar tercekat. Begitu dalam dan jauh. Kau kembali terisak. Hatiku menjadi lebih sakit. Sementara air mataku sama sekali tak ingin mengucur dan membuatku semakin tersiksa.

“Kita sama-sama tahu ini bukan cinta yang akan selalu indah. Aku pun tahu ini adalah sebuah hubungan yang sulit dan menyakitkan. Tapi tidak bisakah kau tetap berada di sisiku? Tidak bisakah kau bertahan bersamaku lebih lama lagi?”

Aku menarik tangan kananmu  dan menempelkannya pada dada kiriku. Kau masih bergeming. Tapi kali ini, aku telah berhasil membuatmu menatap mataku dengan kedua matamu yang sudah sembab.

“Tidak bisakah kau percaya padaku bahwa apapun yang terjadi kelak, kau adalah satu-satunya yang akan selalu ada di sini, Song Ji Hyun?”

Don’t say goodbye, don’t leave me now,
The promises we’ve shared is everything to me

Don’t say goodbye, you are my everything to me,
My tired days only look for you,
Like a pond which won’t dry, I’ll love you,
You are my love, you are my soul

Menatap kedua matamu seperti ini membawaku kembali pada kenangan di awal kebersamaan kita yang melintas dalam ingatanku tanpa bisa kukendalikan. Aku teringat pada janji-janji yang kita ucapkan dulu. Tentang janji untuk selalu bersama. Tentang janji untuk tak saling meninggalkan. Tentang janji untuk selalu berbagi dan janjimu tentang kau yang bersedia menantiku hingga nanti tiba waktu dimana cinta kita hanya benar-benar diisi oleh kebahagiaan. Semua janji itu begitu berharga untukku layaknya harta karun dalam hidupku. Tidakkah janji itu juga berharga untukmu, Ji Hyun~ah?

Kumohon jangan katakan kau ingin pergi dariku. Kau segalanya bagiku. Bahkan meskipun aku tak lagi memiliki tenaga, jika itu untuk mencarimu, maka akan kulakukan. Karena cinta ini layaknya air danau yang takkan pernah mengering untukmu, Ji Hyun~ah. Karena kau adalah cintaku. Kau adalah jiwaku.

Don’t say goodbye, you are the only one for me,
As if nothing has happened, if today passes,
Let’s not let go of each other, and we’ll make it through,
Cause you are my everything to me, Cause you are my everything to me

Isakanmu pun terdengar lebih keras sekarang. Kau menghujani dadaku dengan pukulan-pukulan kecil seraya terus mengatakan bahwa aku membuatmu kesal dan kau membenciku. Tapi kenyataannya, aku sama sekali tak menangkap dari arti sebenarnya kata-kata itu. Kau tak terdengar sedang memakiku. Kau justru terdengar seperti sedang memintaku untuk tetap tinggal.

Aku mengerti benar alasan di balik kau melakukan ini. Profesiku sebagai idol yang begitu rentan terhadap pemberitaan kencan adalah alasannya. Aku tahu betapa kau tertekan menjalani hubungan semacam ini. Karena gadis normal mana yang tak tertekan, jika ia tak bisa leluasa bergandengan tangan dengan kekasihnya menyusuri jalanan kota layaknya pasangan normal lainnya? Jika pun bisa, itu artinya kau harus siap menerima semua konsekuensi yang ada. Semua pengalaman buruk yang takkan pernah terbayangkan mungkin bisa saja terjadi padamu. Tidak. Bukan hanya padamu, tapi juga bisa jadi pada keluargamu. Belum lagi berbagai kesulitan lain yang harus kau lewati hanya untuk bertemu denganku untuk beberapa saat saja. Aku tahu semua itu begitu sulit.

Aku sadar semua ini sangatlah sulit. Tapi sungguh bukan hanya kau saja yang merasa ini sulit, Ji Hyun~ah. Aku pun merasakan yang sama. Hanya saja, aku tak pernah sanggup membayangkan, jika hidupku tanpamu. Karena bagaimanapun itu, kau lebih berharga untukku dibandingkan dengan segala kesulitan dan rasa sakit yang telah maupun akan kita lewati bersama. Karena aku mencintaimu Song Ji Hyun. Karena aku mencintaimu.

Aku pun merengkuhmu dalam pelukanku saat tangismu pecah kian menjadi. Kau masih terus berusaha memukul dadaku dan aku hanya bisa membiarkanmu melakukannya. Tapi tak lama, kau hanya terus meraung. Terus mengatakan kau membenciku. Terus mencengkram kemejaku dengan erat. Dan aku semakin mengeratkan dekapanku. Aku tahu ini sulit. Kita sama-sama tahu. Tapi aku takkan pernah membiarkanmu menyerah begitu saja. Tidak sejengkalpun.

“Song Ji Hyun, aku tahu tak banyak yang bisa kulakukan untukmu saat ini. Tapi kumohon percayalah padaku, aku takkan pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku takkan pernah meninggalkanmu sendiri. Karena itu, kumohon padamu jangan pernah meninggalkanku. Kumohon bertahanlah. Bersabarlah sedikit lebih lama lagi. Teruslah bersabar sedikit lebih lama lagi dan kupastikan padamu, kau takkan pernah menyesalinya. Sungguh…. Kau bisa percaya padaku, bukan?”

Kau tak menjawabku dan masih saja meraung. Tapi itu sudah lebih dari cukup bagiku untuk memahami jawabanmu. Aku pun menangkup wajahmu dan membuat mata kita kembali bertemu. Kuhapus perlahan sisa air mata yang sudah membasahi wajahmu dengan jemariku. Lantas tersenyum berharap kau juga turut mengembangkan senyum manismu yang begitu kurindukan sebelum akhirnya, kukecup keningmu sekilas.

“Kita akan melupakan hari ini. Karena mulai detik ini, kita akan menganggap hari ini dan semua yang telah kau ucapkan tak pernah terjadi. Karena kita akan selalu bersama. Kita akan melewati semua rintangan ini bersama hingga akhir. Karena kau segalanya untukku. Kau adalah hidupku, Song Ji Hyun. Maka dari itu, jangan pernah pergi! Bahkan jangan pernah berani lagi berpikir untuk pergi dariku. Eo? Saranghae (aku mencintaimu)….

FIN

Ayo-ayo pada berebut komen 😛 😀

Semoga pada gak bingung ya sama maksud ceritanya dan bener-bener bisa ngerasain feelnya 😀

And dont miss the next story from the other members, ya!

 

Advertisements

36 thoughts on “FFKPI Songfiction Project – TVXQ’s Yunho

  1. Eummm~ sebelumnya saya mau say Hi dulu sama author blank dreamer 🙂
    ini mgkn pertama kali ya saya baca karya kamu, nyasar ke sini pertama kali gra” dpt tag dr neys kalo blog ini mau ngadain project tvxq 10th anniv dan saya lgsg bahagia bukan kepalang. XD

    mengenai ff.nya, jujur ya saya agak kecewa. Tp kecewanya ini bukan gara” tulisan kamu gak bagus atau apa. Ini udh kece banget dan nyesek abis…dan justru krn nyesek abis itu sih saya jd kecewa. Hahahaha… Bukan knp” sih, event anniv boleh dibilang event bahagia sih ya, jd saya ngarepnya sesuatu yg happy atau fluff gitu sih. 😛
    terus lg, saya jg ngerasa kalo ini bukan cerita yg ditulis spesial buat yunho. Krn penggunaan point of view-nya yg make yunho!centric sbg ‘aku’ kali ya? O.o
    Utk pov yg make ‘aku’ begini kan cenderung bikin pmbaca nempatin dirinya jd aku.makanya saya justru nempatin diri saya yg berperan sbg aku ketika baca dan bukannya yunho…. LOL
    lain”nya saya gak bakal komen banyak… Diksi kece, eksplor feel dr lirik lagu jg udh maksimal, berasa bgt songfict.nya, dan yeah… You’re awesome, dear author! Udah gitu aja sih. XD
    (Maaf saya dateng” lgsg cerewet, smoga author” di sini gak ngusir saya ya…saya masih pengen baca yg 4 member lainnya soalnya.) XDD

    1. Hai mbak Shirae Mizuka 😀 #sokkenal
      thankyu banget mbak udah mau mampir terus komen walaupun ini baru kali pertama baca ff-ku…
      wah…maaf yah karena udah buat kecewa… iya sih ya… begitu mbak bilang aku langsung mikir. Iya, yah, ini kan buat perayaan aniv… kenapa aku malah buatnya yang melow meong gini…
      sekali lagi maaf ya mbak… malah buat yang sedih2 gini di annivnya TVXQ.. 😦
      Jadi justru karena pov-nya yunho ga berasa ini buat yunho ya? Emm… Okay dah. Makasih banget ya mbak buat masukannya… buat next story diusahakan ga terulang kesalahan yang kaya gini..
      wah.. gapapa mbak.. cerewet yang membangun ga salah kok ^^
      Sekali lagi, makasih banget ya mbak…

  2. hai Koye…. akhirnya aku bisa mampir juga untuk membaca dan memberikan komentar. #halah
    pertama, covernya bagus. #lol
    udah bikin penasaran sama ceritanya gegara liat tampangnya Yunho di cover begitu. #ditendang artworkernya
    kedua, Koye…. aq iri ama feel yang kamu tuangin di FF ini. berasa banget feelnya walaupun ini pendek banget. *bagiku ini terlalu pendek hahaha*
    ketiga, kenapa pake point of view seorang yunho? *suka-suka authornya*
    cuma kayak kemarin di salah satu FF Mala, dia pake sudut pandang cowok gitu jatuhnya aku merinding sendiri berasa baca FF yuri. #plak
    Koye… bagi ilmu dong biar feelnya kena begini…. hihihi
    itu aja sih cuap-cuapku. aku nggak komentar ide sama eyd ya… ahaha

    1. itu tampang galau yunho yang milih aku lhoh 😀 tapi berkat sentuhan tangan emas Mala buat edit sana sini jang jang! jadilah poster yang kece bangeeeeeeet…. Thanks a lot to Mala pokoknya 😀

      hahaha..pendek banget ya?

      kenapa pake pov yunho? karena….pengen belajar buat cerita yang dari awal sampe akhir pakenya pov dari sudut cowok (lagi) karena dulu sempat gagal 😀 ehehehehe… ngotot aja pengen nyoba lagi buat yang kedua kalinya… tapi ternyata yah…seperti inilah hasilnya…

      hahaha…ehhh..kenapa jadi kaya baca yuri? O_O ini normal kok…

      hahaha.. bagi ilmu apa gi? aduh..bingung aku kalo ditanya kaya gini.. yang pasti waktu buat ini ff aku cuma dengerin lagunya berulang kali sambil baca liriknya bolak-balik terus juga sambil melototin tampang yunho dan sentuhan terakhir nyari fakta tentang yunho kali aja bisa dimasukin.. udah itu aja sih biasanya gi.. ^^

      Terimakasih buat cuap-cuapnya lhoh gi 😀

  3. Waahh..daebak ff nya!!*_* Pertama poster/covernya bagus, pas banget sama judulnya. Trus dari ffnya itu, kata2nya gak susah buat dipahamin, sama pas baca ini dapet feelnya:o
    Aku ngidein, juga ngusulin author biat bikin ff lagi;p yg minsul dong..hehe;D
    Soalnya aku suka mereka, aku baja ff ini aja udah merinding(?) apalagi kalo yg castnya minsul…tambah kali;p
    Makasih thor hehe;D

    1. pertama: posternya hasil karya Mala si kembar beda usiaku 😀 yang emang kece badai deh hasil editannya… aku juga puas banget sama hasilnya… 😀 sesuai bayangan.. hehe… THANKS a lot buat MALA… ^^

      ehehehe.. minsul ya? mungkin bisa dimasukin kantong dulu ya castnya… atau kalo ada usul ada lagu buat mereka? krn aku bukan fans minsul, mungkin aku ga bisa buat ff dengan ide yang biasa muncul… lagu mungkin bisa mancing feelku buat dapet ide buat mereka berdua.. ^^

        1. Goodbye Summer aku udah pernah buat dengan cast Krisber. Itu project songfict bulan November kemarin… kalau berminat bisa dicek tuh.. 😀

          Selene 6.23? Aku coba baca liriknya dulu ya ^^

          1. Oke dehh..yah krisber, aku sukanya keyber heheh.. Hmm Selene agak sad sihh.. Hm kalo dari lagunya Swift yang ‘You Belong With Me’ atau yg ‘Mine’? Itu soalnya gak sadending heheh;D

  4. Saiia hadiir! XD
    Eonni akhirnya make ‘Dont say good bye’ juga kan? hoho *ketawa bareng kyuhyun

    Innnnniiiiiii daleeeeemmmm sanggaaaat…..!!! permainan diksinya cakep, bikin feel nya berasa! aku suka banget, *.*

    terus ini kan lagunya sedih, menurutku kalo endingnya sedih pasti makin ngena. hehe *ditabok yunho-ji hyun

    Aku gatau mau komen apa lagi eon. good job lah! ^^9 FIGHTING eonni!

    1. hahahaha..iya… aku nyerah padamu in…

      awalnya juga pengen aku buat gitu.. sedih.. tapi aku pikir setelah baca ulang dan ulang liriknya…kayanya secara tersirat ini lagu bilang kalo mereka ga jadi pisah… itu yang aku tangkep sih..
      jadinya ga jadi pisah deh aku buatnya 😀

      FIGHTING juga in 😀

  5. hiks, hiks, entah kenapa aku nangis. seperti biasa, mami nginterupsi dengan bilang omongan-omongan yang cuma seliweran di telingaku. keep writing more ff yak, aku tunggu

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s