FFKPI Songfiction Project – TVXQ’s Changmin


[Poster] Wish

Author : rinnaaay | Main Cast : DBSK’s Changmin, and other member of DB5K | Genre : Frams (Friendship + Family) | Length : Ficlet | Rated : G | Count Words : 2.187 (without the blablaba) | Cover by : Dhamala Shobita

.

Seulas senyum tipis terlukis di wajahnya. Matanya menerawang seolah sedang mengingat bagaimana detik-detik itu terjadi beberapa tahun yang lalu. Meski tanpa berusaha mengingatpun, ia masih menyimpan memori itu dengan sangat baik dalam pikirannya. Seolah semua baru terjadi kemarin.

Ia ingat, betapa saat itu Jung Yun Ho menyalahkan dirinya sendiri karena merasa tidak mampu menjadi leader yang baik. Membiarkan ketiga rekannya pergi meninggalkan grup.

Ia juga ingat, betapa saat itu dirinya sendiri pun merasa kacau dan ingin berteriak frustasi. Melampiaskan amarah pada agensi, atau bahkan pada ketiga hyeong-nya. Tapi ia sadar, itu tidak akan merubah apapun. Sehingga yang ia lakukan adalah… berusaha merangkul Yunho agar ia kembali berdiri tegak menemaninya. Menyadarkannya bahwa kini ia tinggal berdua, dan tentu saja ia memerlukan teman untuk tetap melangkah ke depan.

“Jika kalian bertanya pada kami, apa yang kami rasakan ketika DBSK terpecah, tentu saja kami merasa hancur,” ujar Changmin lalu mengangguk satu kali ke arah si penanya—Kim Hee Chul. Yang tidak lain adalah salah satu member dari Super Junior—boyband yang merupakan hoobae-nya sendiri di agensi.

Hadir dalam sebuah acara bincang-bincang jTBC Sseol Jeon, Changmin dan Yunho ditanya mengenai perasaan mereka di saat-saat DBSK terpecah. Kali ini, jTBC Sseol Jeon mengadakan acara Special 10th Anniversary DBSK. Menghadirkan Kim Hee Chul yang biasanya hanya menjadi panelis yang hadir di segmen kedua—Entertainment Judge—kini sebagai pembaca acara tunggal. Park Ji Yoon, Kim Gu Ra, dan tiga panelis lainnya tidak dihadirkan. Hanya ada dirinya—Kim Hee Chul. Dengan Shim Chang Min dan Jung Yun Ho sebagai bintang tamu, yang duduk di sisi kanannya.

Heechul mengangguk paham. “Lalu, setelah kalian menyadari bahwa DBSK tinggalah kalian, apa yang kalian lakukan?”

Now, I put your wish into me,

When it becomes hard for you, I’ll hold onto your hand,

I do not exist in your heart, you believe you’re alone,

Just like how this cruel world wants you to think

[ Changmin & Junsu ft. Kyuhyun & Ryewook – WISH ]

            Changmin menoleh ke arah Yunho sejenak. Menangkap ringisan kecil dari hyeong-nya itu, yang langsung memeberikan isyarat padanya agar ia menjawab pertanyaan yang baru saja dilontarkan Heechul.

“Dibanding aku, Yunho hyeong adalah yang paling terpukul dari perpecahan itu. Ia adalah seorang leader, sehingga ketika melihat grupnya pecah, ia merasa gagal. Kira-kira seperti itulah yang dirasakan Yunho hyeong. Tapi tentu saja aku tidak dapat membiarkan Yunho hyeong menyalahkan dirinya terus menerus. Sehingga aku mulai meyakinkannya, menyuruhnya bangkit, dan berkata padanya bahwa ia masih memilikiku.”

Yunho tersenyum kemudian menambahkan. “Changmin meyakinkanku dengan berkata ‘Hyeong, mari kita tanamkan harapan kita ke dalam diri kita. Harapan hyeong, harapanku, mari kita satukan dan berjuang untuk menggapainya. Meski sulit, tapi kau masih memilikiku.’.” Yunho menjeda sejenak perkataannya, lalu melanjutkan. “Itulah kata-kata Changmin yang membuatku berhasil keluar dari kungkungan rasa bersalah karena merasa gagal menjadi seorang leader. Changmin, yang dulu kupikir tidak mengerti apa-apa hanya karena ia adalah seorang maknae, justru ialah yang menguatkanku.”

Ya! Bagaimana bisa kau menyebutnya tidak mengerti apa-apa, Yunho-ya? Sementara ia terkenal sebagai evil maknae dan menularkannya pada maknae Super Junior?!” timpal Heechul, membuat mereka bertiga tertawa.

.

.

.

            Heechul melihat catatannya sekilas, lalu kembali bertanya. “Lalu bagaimana mengenai comeback DBSK hanya dengan dua member? Apa yang kalian rasakan?”

“Kami takut apakah orang-orang masih menunggu kami,[1] ” jawab Changmin nyaris tanpa berpikir.

Penampilan DBSK pertama sebagai duo adalah bulan Agustus 2010 yang lalu, lewat konser ‘SM Town Live 10 – World Tour’ yang diadakan di Seoul Olympic. Dan di sanalah Changmin dan Yunho benar-benar merasa sebagian dari dirinya hilang. Seolah ia tidak utuh, tidak lengkap.

“Ya, itu benar,” tanggap Yunho. “Ketika penampilan panggung sudah di depan mata, kami takut apakah orang-orang masih akan menunggu kami. Itu rasanya tidak seperti comeback, tetapi lebih kepada pengharapan bahwa kami masih akan bisa melakukannya walau hanya kami berdua.”[2]

Changmin yang mendengarnya hanya tersenyum miris. Mendadak matanya terasa perih. Setiap kali memikirkan saat itu, saat di mana hanya ada dirinya dan Yunho, tanpa Jaejoong, Yoochun, dan Junsu, ia selalu merasa seperti ribuan jarum dihujamkan ke hatinya. Sakit. Yang ia tahu, Dong Bang Shin Ki adalah lima. Jika tidak lima, maka bukan Dong Bang Shin Ki.

“Perkataan Lee Soo Man saat itu sebenarnya tidak berpengaruh apapun. Kami tetap merasa… tidak utuh,” kata Changmin pelan.

“Apa yang Lee Soo Man katakan?”

“Setelah menonton pertunjukan kami berdua, beliau bilang bahwa kami mampu mengatasi segalanya.”[3]

Mampu mengatasi segalanya. Mungkin kelihatannya seperti itu. Tapi pada kenyataannya, tidak. Sama sekali tidak. Ia—dan Yunho merasa hancur. Bukan hanya karena memikirkan apa yang akan terjadi pada mereka kedepan nanti, tapi ia juga memikirkan bagaimana reaksi para fans. Memberi tahu fans bahwa mereka berlima tidak dapat bersama-sama lagi bukanlah hal yang mudah. Ia tidak ingin mengecewakan para fans yang selama ini menyebut-nyebut namanya dan keempat hyeong-nya selama mereka di atas panggung. Rasanya seperti menyakiti diri sendiri. Sulit. Sungguh.

Changmin memejamkan matanya. Perlahan, perasaan itu kembali membayanginya. Rasa gemetar ketika ia dan Yunho berdiri di atas panggung hanya berdua. Saling menatap untuk meyakinkan diri masing-masing. Mendukung satu sama lain meski diri sendiri merasa ragu. Saat itu ia dapat melihat sorot kesedihan di mata Yunho, dan iapun merasakannya. Panggung yang selama ini ia miliki berlima, kini hanya diisi oleh mereka berdua. Betapa menyesakkan. Jika saja saat itu Changmin tidak ingat banyak penonton yang sedang menatapnya, mungkin ia sudah menangis tersedu untuk memuaskan sakit di hatinya. Jika saja saat itu Changmin tidak mengingat bagaimana perjuangan DBSK dari awal mereka berlima, mungkin ia sudah berlari turun dari panggung dan memilih pergi meninggalkan semua. Tapi tidak… tidak boleh. Ia masih memiliki Yunho yang harus ia temani agar nama DBSK tidak terhapus begitu saja. Ia harus meneruskan DBSK. Nama yang membuat ia dan keempat hyeong-nya dikenal oleh banyak orang dengan satu ikatan yang tidak mungkin terlupa.

Changmin juga sadar, ia masih memiliki ketiga hyeong-nya yang lain. Jaejoong, Yoochun, dan Junsu.

Hanya karena mereka tidak lagi berada di dalam satu grup yang sama, bukan berarti mereka berpisah. Ya, Changmin masih memiliki mereka. Yang tetap mendukungnya dan Yunho sebagai DBSK. Mungkin ini hanya masalah perpecahan grup. Bukan perpecahan hubungan mereka sebagai sahabat, keluarga, dan seseorang terdekat dengan hati mereka masing-masing.

.

.

.

            “Yaaa, ternyata kali ini jTBC Sseol Jeon tidak hanya mengundang Yunho dan Changmin sebagai bintang tamu. Tapi masih ada yang lainnya. Siapakah mereka?” seru Heechul lalu bangkit dari duduknya.

Mendadak, irama terdengar pelan-pelan seolah mengiringi bintang tamu yang baru saja memasuki studio.

Changmin maupun Yunho mengenal irama ini. Sungguh. Sehingga mereka berdua langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah. Berusaha mencari kebenaran dari tebakannya. Karena jika ini iramanya, maka bintang tamu yang akan hadir adalah…

“Yunho hyeong, Changmin-ah!”

Annyeonghaseyo!

Changmin melebarkan matanya. Tebakannya benar. Bintang tamunya adalah mereka. Ketiga hyeong-nya yang lama pergi meninggalkan grup. Sehingga kini yang ia lakukan adalah menatap ketiga orang dengan senyum lebar itu dengan mulut hampir terbuka. Ini memang bukan kali pertama mereka bertemu setelah DBSK terpecah, tapi dipertemukan berlima seperti ini di sebuah acara televisi adalah hal yang luar biasa. Seolah—atau memang—hal yang sangat mustahil terjadi. Oh, bagaimana tidak… agensinya terkenal bermasalah dengan JYJ, lalu mengapa agensi membiarkan DBSK mengikuti acara ini dan dipertemukan dengan JYJ?

Changmin menoleh ke arah Yunho. Penasaran terhadap reaksi laki-laki itu. Tidak berbeda jauh dengannya, Yunho sedang menatap aneh ketiga orang itu sekaligus Heechul yang hanya tersenyum.

Yoochun, Jaejoong dan Junsu, tidak lagi menunggu dua orang yang sedang tertegun itu untuk kembali sadar, sehingga mereka langsung memeluk Yunho dan Changmin secara bergantian sebagai salam.

Setelah itu, JYJ duduk di sisi kiri Heechul sehingga mereka—DBSK, JYJ dan Heechul duduk membentuk setengah lingkaran.

.

.

.

            Heechul memulai kembali acaranya. Ia melihat catatannya lalu menghadap ke arah JYJ. Setelah berbasa-basi sejenak, ia mulai melontarkan pertanyaan. Kurang lebih seperti apa yang ia tanyakan tadi pada DBSK.

“Tahun 2009 adalah tahun dimana kalian meninggalkan DBSK. Bagaimana perasaan kalian?” tanya Heechul.

“Oh, Demi Tuhan, kenapa harus pertanyaan ini lagi?” timpal Yoochun bercanda, mengundang tawa yang lainnya.

“Sudah cukup kami mendengar di belakang tadi dan sibuk menyeka air mata agar tidak merusak riasan kami,” dukung Junsu, membuat tawa seisi studio semakin keras. Tidak terkecuali Yunho dan Changmin.

“Haruskah kami menjawab?” Kali ini, Jaejoong bersuara.

Heechul mendengus, pura-pura kesal. “Tentu saja! Kalau tidak nanti aku tidak akan mendapat honorku.”

Kembali, seisi suara dipenuhi suara tawa.

“Aku yakin, semuanya pasti sudah tahu apa jawabannya. Tentu saja kami merasa sedih, marah, kecewa, hancur, dan perasaan lainnya yang bercampur jadi satu,” jawab Yoochun. “Kami sangat merasa tidak enak dengan fans kami. Kami bahkan merasa lebih tidak enak karena kami tidak bisa mengatakan secara langsung bahwa kami berlima tidak bisa bersama-sama lagi mulai dari sekarang. Kami berjalan bersama fans kami, dan air mata terus mengalir. Aku masih tidak bisa melupakan hari itu.”[4]

Mendengarnya, Changmin tersenyum lemah. Tentu saja ia tahu. Tentu saja, karena iapun merasakan hal yang sama. Bukankah ia sudah bilang diawal tadi, hm?

“Aku tidak akan pernah melupakan tahun dimana kami terakhir berada di atas satu panggung yang sama. Ya, tahun 2009,” kenang Junsu. Matanya menerawang, kemudian menatap Changmin dan Yunho di seberang mereka dengan sorot sedih.

Nde, tahun itu itu adalah live tour terakhir kami—The Secret Code di Tokyo Dome,” ujar Yunho. Ikut mengenang, dan sepertinya mereka berlima larut dalam kenangan itu. Seolah mereka berlima kembali ke saat-saat itu. Kembali ke tahun 2009.

“Dan hari dimana terakhir kali kami berada di atas panggung yang sama. Di acara NHK 60th Kouhaku Uta Gassen[5] . Aku tidak akan pernah lupa bagaimana kami berlima menyanyikan Stand By U dengan perasaan yang kacau,”

Heechul—yang sejak tadi mengangguk-angguk mendengarkan, berujar, “Nde, aku lihat bagaimana kacaunya Changmin saat perform itu. Matanya mengatakan segalanya. Segala kesedihan dan takut kehilangan ia ungkapkan melalui sorot matanya. Haha, ia terlihat menahan tangis!” Heechul tertawa, membuat Changmin meringis malu.

Alih-alih membela diri, Changmin menambahkan. “Ya, kau benar, Hyeong. Saat itu aku benar-benar ingin menangis. Berharap semua hanya mimpi buruk,”

.

.

.

            “Apakah ada harapan kalian akan kembali berlima?”

Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

Selama tiga detik setelah Heechul menyebutkan pertanyaan selanjutnya, tidak terdengar suara apapun. Baik DBSK dan JYJ maupun seisi studio seolah larut dalam perasaan masing-masing. Sementara itu instrumental lagu Hug mengalun lembut. Perlahan membangkitkan memori mereka berlima ketika debut dulu. Saat-saat paling bahagia di dalam hidup mereka, berhasil menggenggam mimpinya.

“Entahlah,” ujar Yunho. Laki-laki itu berkata pelan, tapi sanggup mendapatkan perhatian dari seisi studio.

“Apakah kami akan kembali berlima atau tidak, itu bagaimana masa depan. Mungkin terlihat mustahil. Tapi, bukankah tidak ada yang mustahil di dunia ini?” timpal Yoochun.

“Lagipula, meski secara kasat mata kami berpisah, tapi… seperti yang Jaejoong hyeong pernah bilang ketika membalas UFO, tidak peduli apapun, kami selalu lima.” Changmin menambahkan.

Semua mengulas senyum. Menatap sang maknae seolah berkata ‘kau benar, Changmin-ie!’.

“Dan kami tetap keluarga Dong Bang. Aku adalah ayah, ibu adalah Jaejoong, Changmin adalah anak bungsu, dan Junsu dan Yoochun adalah…” Yunho—dengan sengaja—menggantung kalimatnya lalu melirik Junsu yang langsung berseru.

“Yoochun isteriku!” seru Junsu lalu terkekeh.[6]  Diikuti dengan tawa yang lainnya. Seisi studio diliputi perasaan hangat karena melihat DBSK dan JYJ yang masih terlihat sangat berkeluarga meski tidak berada dalam satu grup yang sama. Betapa perpecahan grup tidak mengubah apapun. Mereka tetaplah mereka yang bersahabat, berkeluarga, dan saling mengerti satu sama lain. Meski pada awalnya tidak mudah untuk menjalani segala sesuatunya dengan susunan yang berbeda.

Seperti yang Jaejoong pernah bilang, ‘Persahabatan kami lebih kuat daripada kebanyakan orang karena kita bicara dan bernapas di ruangan yang sama dan kita makan dan tidur di tempat yang sama.’.

            .

.

.

            “Ada yang ingin kalian sampaikan pada penggemar kalian?” tanya Heechul di segmen terakhir.

DBSK dan JYJ saling menatap satu sama lain. Sesekali alis mereka terangkat seolah menanyakan siapa yang akan bicara.

“Yunho-ya, bicaralah. Sebagai leaderkami,” kata Jaejoong.

Membuat Yunho yang sudah akan membuka mulut mendadak membeku ketika mendengar kata kami yang keluar dari bibir Jaejoong. Jaejoong memang mengatakannya dengan suara yang pelan, tapi tentu saja masih terdengar.

Kami. Kami berlima maksudnya?

Changmin tersenyum. Ia juga menyadari apa yang Jaejoong katakan tadi. Bukan hanya Changmin, tapi semua. Semua orang menyadarinya.

Changmin dapat melihat ketiga hyeong di seberangnya tersenyum padanya dan Yunho. Changmin—tentu saja membalas senyuman itu. Tapi, sial, melihat Yunho yang menunduk dalam menyembunyikan wajahnya membuat mata Changmin ikut perih. Sehingga iapun menunduk. Tidak kuasa menunjukkan wajahnya dengan mata digenangi air mata.

Jaejoong, Yoochun dan Junsu bangkit dari duduknya, menghampiri Yunho dan Changmin kemudian memeluk mereka berdua. Menepuk pundak satu sama lain untuk menenangkan. Hal yang sama ketika mereka debut dulu. Tangis haru menghiasi dan tepuk penyemangatpun hadir. Sungguh, seolah tanggal 26 Desember 2003 mereka alami kembali.

Beberapa menit berlangsung dengan tangis haru lima orang yang telah lama terpisah itu. Sejenak, membuat seisi studio ikut terhanyut. Menangis bersama mereka, betapa mereka menginginkan mereka kembali menjadi satu kesatuan.

Setelah menyeka air matanya, Yunho mengatur napas, lalu berkata, “Terima kasih. Sungguh, terima kasih. Pada para Cassiopeia yang masih berdiri di sisi kami semua. Mendukung kami. Tidak peduli apakah kami berada dalam satu kelompok yang sama atau tidak, tapi kami akan selalu menjadi DBSK untuk kalian, para Cassie. Terima kasih.”

“Kalian ingin kami kembali berlima?” Changmin bertanya ke arah kamera. “Aku juga. Jadi, mari kita berdoa bersama agar keinginan kita bisa menjadi nyata. Always keep the faith.

Pada akhirnya, meski harapan tidak selalu berakhir indah, tapi harapan harus tetap ada. Meski rasanya mustahil mengharapkan mereka kembali berlima, tapi percayalah… tiada yang mustahil. Always keep the faith.

Fin

Now, I put your wish into me,
When it becomes hard for you, I’ll hold onto your hand,
I do not exist in your heart, you believe you’re alone,
Just like how this cruel world wants you to think

So easily, you let go while showing your cold heart,
I’ll be your comfort, is it okay? (So you’re not afraid)
Oh love is strong, don’t be scared, trust me, and one day (one day),
A world we can’t even describe is approaching you

If you find your way through the dark path you’ve been thrown on, your life will become different,
Even if you fall due to being exhausted, do you see me in front of you? The person who’ll be willing to let you stay?

Even your mornings, which disappear within the pouring rain (You’ll be alright),
Even the distress you’ve fallen into, is medicine for your life

So easily, the path we can’t go back to,
Far away, although you’re scared, we can make it through together

In your memories, in your heart, in your innocent dreams,
Even if your dreams fell into a maze, you had spread your wings,
Even the pain you’ve experienced, the time you’ve cried,
Put them in your heart, just hold them in,
And one day, you’ll be able to smile

I believe that you can do it,
It’s a wish I can’t erase,
I’ll hold onto your hand,
So you can shine brightly

Author’s Note :

Awalnya aku mau ucapin thanks banget untuk FFKPI yang udah memberi aku kesempatan untuk menuliskan kisah dari DBSK—sebenernya spesialis Changmin, sih tp kayanya nggak keliatan kalo ini khusus Changmin haha karena aku pake sudut pandang orang ketiga lalala. Thanks banget. Karena jujur aja, sejak dulu aku memang punya niatan untuk bikin kisah mengenai mereka. Tapi karena aku bukan Cassie, dan aku nggak tahu banyak mengenai mereka, jadi niat itu selalu kukubur gitu aja. Alasannya yaaa karena aku takut salah merangkai kisahnya. Hehe. Tapi kali ini karena aku memang diberi kesempatan, jadilah kisah sederhana ini! Yeyelalalala!

Dan yang kedua, thankiesss banget untuk Mrs. Shim yang sudah berjasa *?* menimbulkan ide cerita ini. Jadi ceritanya… aku lagi blogwalking riset mengenai DBSK, dan di sini aku baca komentar Mrs. Shim itu. Kalo kepo apa komentarnya, cek aja ya :p

Ketigaaaaa say thanks to Kakaksss Neys! Yang udah mau ditanya-tanya mengenai DBSK. Tentang perform terakhir mereka berlima, dan tentang urutan DBSK dr termuda ke tertua, juga tanggal anniv DBSK. Yeay, thanks, ka!

Keempat, untuk Jagi Mala atas covernya! Aku selalu suka editan kamu jagi~ hihiw…

Semoga cerita ini kalian suka, dan kalaupun ada ketidaksesuaian fact atau kekeliruan, harap dimaafkan. Karena—sungguh, saya sama sekali bukan Cassie, dan… aku jadi Kpopers setelah DBSK bubaran, makanya nggak tahu apa-apa tentang kasus mereka dulu itu. Tp aku selalu yaaaaa kagum sama Cassie! Serius! 😀

Oh, aku sekalian curhat ya… aku, walaupun bukan Cassie, tapi kalau baca artikel mengenai mreka atau liat video mreka, pasti deh… sedih T.T lalala banget kan. Apalagi kamu-kamu yg Cassie ya T.T

Ohya, karena dasar aku bikin cerita ini hanyalah salah satu penggalan lirik lagu Wish (gak keseluruhan lirik), jadi maaf kalau aku hanya menyisipkan satu bait lagunya aja. Tapi untuk pelengkap *?* aku cantumin tuh lirik di akhir hehehe

Oh, sekeras apapun aku teliti fact mereka, sesungguhnya ini adalah fiksi. Tetap fiksi!

Dan… selamat untuk DBSK untuk 10th anniversary-nya! 😀

Thanks!

Advertisements

30 thoughts on “FFKPI Songfiction Project – TVXQ’s Changmin

  1. Akhirnya bisa membayar hutang. hahaha
    Demi apa Nay, feelnya ngena banget walau Changmin disini kesannya bukan tokoh utama tapi aku nggak terganggu kok. Pakai sudut pandang orang ketiga juga ga apa-apa sih asalkan udah tau fokus karakternya. Dan walaupun aku ngerasa disini semua member jadi fokus, aku nggak terganggu karena penyampaian kamu udah bagus banget.
    Nggak perlu sebuah boyband. persahabatan yang harus dipisah juga bakalan nggak enak banget. apalagi sebuah boyband besar.
    ini ff menguras emosi deh Nay.
    good job Naya… hahaha

    1. Ah, gamsahamnida kissaem 🙂
      Awalnya aku mau mundur aja rasanya pas menghasilkan FF ini hehe tp syukurlah, beberapa ada yg suka 😀
      Makasiiiihh pokoknya 😀

  2. OMG! OMG! Yaampun ini sedih bgt qaqaaaa TT-TT
    Dibanding dibilang changmin’s story ini lebih pas disebut dbsk’s story. Aku jadi sedih lagi kalo inget waktu tvxq comeback lagi pertama kalinya dengan 2 member. Hikssss… mana kemaren aku baru ngulang I AM lagi kan, makin-makin nih TT-TT setengah pertama bacaan aku ngerasa kalo ini bener-bener kayak REAL apalagi yang jd MC, si heechul. Yaampun pas banget!! Terus sisanya pas JYJ dateng smp end, itu bener bener bener bener bener WISH nya semua cassie. Walaupun aku bukan cassie murni tapi aku tetep paling suka mereka pas berlima. TT.TT daebak eon, hiks…

    1. OMG OMG OMG Sofiiii~~~ hihi kamu muncul
      Ngulang I AM??? Aaaaaaakkk pasti syedih T.T
      Iya pas banget nemu talkshow MC-nya si Heechul xD

      Sama akupun bukan Cassie, tp rasanya ikut syediiihhh liat mreka gk berlima :”

      Maaciw ya sofff…

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s