FFKPI January Playlist – K.Will’s Love Is Crying


love is crying poster

“LOVE IS CRYING”

Songwriter : HARUHI Haruhi’s Neverland| Artists : Kim Hyung Soo (K.Will), Kim Dasom (Sistar) | Featuring : Nickhun (2PM) | Genre : Romance, Angst | Duration : Vignette | Rating : General |

Disclaimer : The story is MINE, all casts also MINE belong to God and their fans, Plagiarism is STRICTLY PROHIBITED. Please don’t copy without any credit or permission!

©2014 Haruhi Storyline – All Right Reserved

Autor’s note : Fully inspired by K.Will’s Love is Crying~ Udah lama pengen bikin songict untuk lagu njleb ini! Dan big thanks buat FFKPI yang udah ngasih aku kesempatan! ><

Selamat menikmati~ ^^ Jangan lupa tinggalkan komentar ya~!

 

*

.

.

 

Hatiku menangis, hatiku menjerit…

Karena ingin mencintai satu orang…

Kau menangis dan terluka,

Aku menangis karena aku tidak bisa melupakanmu

.

.

*

Kim Hyung Soo menautkan tangannya di depan wajah. Sementara matanya menerawang sendu ke luar. Pemandangan yang berkelebat cepat di balik jendela bus seakan mengajak memorinya memutar ulang beberapa potong kenangan di kota yang baru ia tinggalkan. Kenangan tentang seseorang yang singgah di hatinya.

Kim Dasom.

Hyung Soo dan Dasom dibesarkan bersama-sama di pedesaan kecil di Gwangju. Nyaris setiap hari dalam hidup mereka penuh akan kenangan berdua, hanya berdua.

Pada malam musim panas, Hyung Soo biasa menjemput Dasom untuk menyalakan kembang api di atap rumahnya. Saat itu, ia bisa menikmati wajah Dasom yang tersenyum riang sambil memainkan kembang api. Ketika cahaya redup dari percikan api menerangi senyum gadis itu, Hyung Soo seakan tak mampu berkutik. Baginya, senyum itu adalah senyum terindah yang Dasom miliki.

Ketika musim dingin tiba, giliran Dasom mengundang Hyung Soo ke rumah gadis itu. Hanya sekadar menghangatkan diri di depan perapian berteman dua cangkir cokelat panas dan alunan gitar yang dimainkan Hyung Soo. Hyung Soo juga menyukai momen ini. Ada rasa bahagia yang menyusup ke relung hatinya ketika Dasom memejamkan mata dan tersenyum lembut, terlihat begitu menikmati setiap petikan gitar juga suara merdu Hyung Soo.

Saat musim semi, Hyung Soo dan Dasom sering bersepeda menyusuri ladang rumput yang luas, tertawa bersama, sambil menikmati sejuknya hawa musim semi di sekeliling mereka. Lalu juga saat musim gugur… Ah, ia dan Dasom selalu punya kenangan manis yang bisa diingat dari semua musim.

Sekarang, ketika Hyung Soo harus pergi, ia harus menghapus total semua kenangan tentang Dasom. Tak peduli meski setiap sel-sel otaknya telah menyimpan kuat bahkan mengunci rapat semua memori itu.

Han georeumman ppallatdamyeon

If we’re one step faster,

Jika kita satu langkah lebih cepat,

 

Han georeumman neujeotdeoramyeon

If we’re one step later

Jika kita satu langkah kemudian

 

Geudae uri apeun inyeon, bikyeo gal su isseonneunde

Then we’re able to avoid our painful fate

Maka kita mampu menghindari takdir kita yang menyakitkan

 

Hyung Soo mengerjapkan mata. Kali ini, ia terbayang dengan kejadian beberapa menit lalu. Perpisahan memilukan dengan gadis itu, di tempat pemberhentian bus.

“Oppa, kapan kau akan kembali?” gadis yang berdiri di belakang tubuh Hyung Soo itu bertanya dengan suara tercekat.

Hyung Soo memejamkan mata kuat-kuat, Ia menggigit bibir. Setelah memberi jeda sejenak, ia menghembuskan napas panjang.

“Mungkin, aku tidak akan kembali. Kalau debutku sukses, bukan hal yang mustahil aku akan jadi lebih sibuk kan? Mungkin nantinya aku akan menetap di Seoul dan tidak kembali. Hahaha….” Hyung Soo mencoba tertawa ringan. Seperti hal yang biasa ia lakukan di depan Dasom.

Hyung Soo berbalik. Satu gerakan yang ia sesali setelahnya. Kini, tatapan mereka beradu. Manik mata Dasom yang bergetar seakan menyayat hati Hyung Soo. Mengundang sejuta desakan hebat untuk merengkuh tubuh gadis itu. Dan membuat Hyung Soo harus menahan dengan sejuta akal sehat agar tak menuruti kata hatinya.

Gaseumi unda, gaseumi sorichinda

My heart is crying, my heart is yelling

Hatiku menangis, hatiku berteriak..

 

Han sarameul saranghago sipeosseo

Because it wants to love one person

Karena ingin mencintai satu orang

 

“Oh… Ada pesan masuk.” Hyung Soo tergesa meraih ponsel. Ia tersenyum sejenak sebelum mendekatkan benda batangan tipis itu ke telinga. Selama beberapa detik, Hyung Soo terdiam, menunggu nada sambung.

“Yeoboseyo… Ah, chagiya! Aku baru akan berangkat ke sana…. Kenapa? Haha… Kau mau kita pergi makan bersama? Baiklah, tunggu aku…. Ne… Mwoya? Tentu saja aku mencintaimu…”

Selama Hyung Soo berceloteh panjang lebar, matanya sesekali melirik Dasom. Gadis itu menunduk. Hyung Soo tidak mampu mengartikan maksud tundukan itu karena ia hanya terus berbicara dan tertawa.

Mulutnya tersenyum, berbincang seru, tetapi hatinya terluka.

 

Neol ulgo haetgo apeuge haetdeon

You cried and hurt..

Kau menangis dan terluka

 

Naega ijen neoreul mot ijeoseo unda

I’m crying because i can’t forget you

Aku menangis karena aku tidak bisa melupakanmu

 

Nae sarangi unda….

My love is crying

Cintaku menangis

 

Setelah mengingat kejadian itu, Hyung Soo tak kuasa menahan tangis. Dirinya begitu menyedihkan. Dan ia benci dirinya yang seperti ini.

Pada sebuah sandaran kursi di depannya, Hyung Soo menghempaskan kepala. Tangannya memukul-mukul sandaran kursi dengan kasar. Ia menggigit bibir. Rasa kesal di dadanya seakan meluap-luap.

Tidak. Tidak ada pacar. Yang ia terima adalah pesan dari pihak agensi yang memintanya kembali ke Seoul sebelum malam hari. Ia bersandiwara seolah-olah menelepon seseorang. Dan itu sungguh menyakitkan. Seperti orang gila, ia berbicara pada ponsel yang menunjukkan layar stand by. Menyedihkan.

Pada Dasom, Hyung Soo selalu berbohong bahwa ia telah menemukan seorang gadis Seoul yang memikat hatinya. Yang membuatnya selalu lebih mencintai Seoul ketimbang kampung halamannya sendiri. Yang membuatnya betah seakan tak ingin pergi kemanapun dari kota metropolitan itu. Yang membuatnya terpisah jarak dan mungkin tak bisa bertemu lagi dengan Dasom. Namun semuanya hanya cerita karangan.

Sesangi da deungeul dollyeodeo

Even if the whole world turns away from me

Bahkan jika seluruh dunia berpaling dariku

 

Naui gyeote meomeun saram

You’re the person who will stay next to me

Kau adalah orang yang akan tinggal di sisiku

Tak ada wanita sebaik Dasom yang ia temui di manapun. Belum ada. Dan mungkin tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Dasom di hatinya.

Tak ada kota yang lebih berharga dibanding kampung halamannya sendiri, kota yang menyimpan sejuta kenangan manis dirinya dengan Dasom.

Tak pernah terbesit sekali pun di benaknya sebuah niat untuk tak akan kembali ke Gwangju. Ia sendiri tak mampu membayangkan bagaimana sulitnya menahan rasa rindu terhadap segala sesuatu yang ia ukir selama dua puluh tahun lebih di kota ini.

Na jun georogan sangcheoppunirasseo

Because i have only given you hurt

Karena aku hanya memberimu luka

 

Neoreul jabeul jagyeokdo eommeunde

I don’t even qualify to grab you

aku tidak layak untuk memintamu kembali

Hyung Soo mencengkeram dadanya kuat-kuat. Bahunya berguncang. Ia tak peduli lagi meski air matanya mengalir bebas. Dibiarkannya kenangan atas pepisahan itu kembali menari-nari di benaknya.

“Oppa,…” Dasom berbisik lirih. Hyung Soo menoleh, baru sadar bahwa gadis itu sudah meneteskan air mata. 

“Apa ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu?” Dasom menunduk dengan bahu berguncang pelan. Seakan tak rela jika ini terakhir kalinya mereka memiliki momen untuk berdiri berhadapan.

 

Gaseumi unda, gaseumi seorichinda

My heart is crying, my heart is yelling,

Hatiku menangis, hatiku menangis..

 

Han sarameul saranghago shipeosseo

Because it wants to love one person

Karena ingin mencintai satu orang

 

Neol ulge haetgo apeuge haetdeon

You cried and hurt..

Kau menangis dan terluka

 

Naege ijen neoreul mot ijeosseo unda

I’m crying because i can’t forget you

Aku menangis karena aku tidak bisa melupakanmu

 

Sekelebat kenangan itu berhenti. Hyung Soo tersentak.

Seperti tersadar dari lamunan panjang, Hyung Soo tergesa-gesa meraih ponsel dari dalam tas. Debar jantungnya yang kencang membuat tangannya gemetar saat mengetik sebaris kalimat:

“Aku mencintaimu. Jika aku belum terlambat, masihkah aku punya kesempatan?”

Saat hendak menyentuh tombol kirim, jemari Hyung Soo tertahan. Ada hal lain yang mengganjal pikirannya. Kilatan memori yang sempat terhenti kembali berputar liar di benaknya.

Hyung Soo tak bisa menyangkal bahwa tangisan Dasom menggetarkan hatinya. Ketika detik berganti menjadi menit, pertahanan Hyung Soo rubuh. Hyung Soo tak bisa menahan tangannya untuk bergerak merengkuh Dasom. Namun belum sampai tangannya menyentuh gadis itu, terdengar samar suara pekikan namja.

“Dasom-ah! Hyung!”

Nickhun. Namja itu terlihat sedang berlari menyusuri jalan setapak yang membelah ladang rumput. Hyung Soo buru-buru menarik kembali tangannya. Niatnya untuk memeluk Dasom dikubur dalam-dalam. Alih-alih memeluk, tangannya bergerak ragu menggaruk tengkuk.

Nickhun yang baru tiba segera melongok wajah Dasom penuh khawatir. Tangannya lalu menarik wajah Dasom menyandar di dadanya.

“Uljimayo…” bisiknya seraya mengusap rambut Dasom.

Lagi. Rasa sakit itu kembali datang, seakan berusaha mengoyak hati Hyung Soo.

Sambil membelai rambut Dasom, Nickhun berbisik lembut untuk menghibur gadis itu. Wajah Nickhun terlihat begitu dekat dengan wajah Dasom. Keintiman keduanya sungguh membakar hati Hyung Soo. Pikiran Hyung Soo tidak fokus. Matanya berusaha menemukan pemandangan lain yang jauh lebih menenangkan, namun tak berhasil.

Ketika Nickhun mengelus rambut Dasom, ketika Dasom menyentuh tangan Nickhun, ketika Nickhun berbisik lembut di telinga Dasom… Hyung Soo merasa hatinya tersayat-sayat. Ia tak mampu melakukan apapun selain menahan rasa sakitnya.

Hyung Soo mengerjapkan mata,  menatap kaku sekeliling. Ia mencoba menghibur diri dengan berjanji, bahwa ini tangisannya yang terakhir. 

“Sekalipun Hyung Soo hyung tidak bisa bertemu dengan kita, bukan berarti dia akan melupakan kita. Benar kan, hyung?” ucap Nickhun lembut sambil tetap mengelus rambut Dasom.

“A-ah! Ne….” Hyung Soo tersenyum lebar. Dan senyum itu adalah hal tersulit yang berhasil ia lakukan sampai sekarang.

Bus berhenti pelan di sebuah perempatan lampu merah. Hyung Soo kembali menyandarkan kepalanya ke belakang. Ia menghela napas yang agak tertahan dan memejamkan mata. Membiarkan butiran bening kembali menyusuri lekuk pipinya. Sementara ibu jari tangan kanannya masih menggantung di tombol ‘send’ ponsel.

“Oppa, jika aku bilang, aku mencintaimu. Akankah kau kembali dan bersamaku?”

 

Hyung Soo menoleh ke jendela. Rahangnya mengeras. Ucapan Dasom yang terakhir itu tak pernah bisa lenyap dari pikirannya. Kata-kata itu membuatnya semakin larut dalam penyesalan. Ia menyalahkan kebodohannya. Rasa rendah dirinya. Dan juga menyalahkan takdir yang seakan menginginkannya terus menderita. Kenapa Tuhan menghendaki ia untuk mengetahui perasaan Dasom baru sekarang? Ketika semuanya sudah terlambat dan tak lagi berarti. Ketika setiap jalan telah tertutup dan ia tak punya harapan lagi.

Hyung Soo mengeluarkan selembar kertas tebal dari balik jaketnya. Tangannya gemetar. Sebuah undangan berwarna putih susu, dengan nama Dasom dan Nickhun terukir cantik di depannya.

Hyung Soo terlambat.

Kala menyadari pandangannya memburam, Hyung Soo mengusap mata dengan kasar. Ia lantas mengalihkan pandangan pada ponsel yang masih ia genggam. Matanya menatap tajam sebuah pesan yang ia ketik beberapa menit lalu. Pesan berisi perasaannya pada Dasom.

Sosok Nickhun telah menjadi alasan utama yang membuatnya mundur. Namja itu adalah teman dekat Hyung Soo. Tidak sedekat hubungannya dengan Dasom, tetapi Nickhun sudah ia anggap seperti adik sendiri. Dulu, saat Hyung Soo menimbang untuk menyatakan perasaan pada Dasom, Nickhun bercerita padanya bahwa ia mencintai gadis itu, tepat sebelum Hyung Soo membuka suara untuk mengutarakan niatnya.

Saat mengetahui hal itu, nyali Hyung Soo surut seketika. Ia merasa langit seakan runtuh menimpanya. Hanya senyuman getir yang hadir di wajah Hyung Soo. Senyuman untuk menertawakan nasibnya sendiri.

Suatu ketika, sekembalinya Hyung Soo dari Seoul usai mengikuti audisi selama beberapa bulan, ia terkejut. Hubungan Dasom dan Nickhun telah jauh lebih dekat. Ia bahkan sempat berpikir bahwa Nickhun telah merebut waktu berharganya bersama Dasom. Tapi, bagaimanapun ia merasa kesal, ia tidak punya hak untuk marah. Jadi, ia hanya bisa menikmati rasa iri yang menggeragoti hatinya saat melihat kedekatan mereka.

Dan hari ini, pertanyaan Dasom sukses membuatnya terperangah parah.

“Oppa, jika aku bilang, aku mencintaimu. Akankah kau kembali dan bersamaku?”  Dasom mengucapkan kata-kata itu sambil menahan tangan Hyung Soo. Sisa air mata masih melekat di pipinya.

Hyung Soo terhenyak. Ia -yang sudah hampir melangkah ke dalam bus- mengedarkan pandang, mencari Nickhun. Ternyata Nickhun sedang menyalakan mesin mobil di kejauhan.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Hyung Soo mengalami perang batin yang demikian hebat. Namja itu membeku sejenak. Pikirannya kalut.

Dasom menatapnya penuh harap, seakan manik matanya berkelip indah dengan kilasan air yang menggenang. Hyung Soo berusaha sekuat tenaga tak membalas tatapan itu dan memilih sebuah tundukkan dalam. Ia menghela napas berat. Sangat berat seakan desahan udara itu mengalirkan semua beban di pikirannya. Lengannya bergerak kaku saat hendak menjangkau tangan Dasom yang menggamitnya.

“Aku… Harus pergi.”

Hyung Soo melepas kasar tangan Dasom.

Sarangi unda…sarangi neol bureunda

My love is crying, my love is yelling for you

Cintaku menangis, cintaku berteriak untukmu

 

Sengaja, agar hatinya tak lagi melembut. Tak lagi hanyut dalam perasaannya pada gadis itu. Sebelum berubah pikiran, Hyung Soo cepat-cepat berbalik. Tak mengacuhkan seruan Dasom yang memanggilnya berkali-kali. Ia tahu, seharusnya satu panggilan dari suara Dasom sudah cukup untuk membuatnya tak beranjak kemanapun dari gadis itu. Tapi saat ini, ia ingin menghargai keputusannya. Ini yang terbaik, meski harus berakhir dengan sebuah luka hati yang luar biasa menyakitkan.

Segera setelah Hyung Soo menjatuhkan tubuhnya di kursi belakang, bus bergerak. Melalui sudut matanya yang kini memburam, Hyung Soo bisa melihat Dasom berdiri membeku di tempatnya. Lalu tubuh gadis itu mengecil, mengecil, hingga tak lagi terlihat.

Hyung Soo mengusap sisa air matanya.

Sekali lagi. Hyung Soo menatap lekat layar ponselnya yang masih menampilkan pesan yang sama. Air matanya menetes lagi. Hyung Soo menggeleng cepat, seakan hendak mengenyahkan pikiran liar yang menghasut dirinya. Dengan gemas, Hyung Soo menghapus satu per satu karakter hangul yang baru diketiknya. Hatinya seakan hancur, lebur menjadi pecahan-pecahan kecil yang menyedihkan. Sampai kapan pun, pesan seperti itu tak akan sanggup ia kirim pada Dasom.

Ini yang terbaik, ini yang terbaik, Hyung Soo meyakinkan diri. Hal terbaik bagi dirinya dan Dasom.

Dasom pantas mendapatkan Nickhun. Seseorang yang selalu jujur akan perasaannya. Seseorang yang tak pernah menunda untuk mengungkapkan isi hatinya. Seseorang yang tak akan tega berbohong dan melukai perasaan gadisnya hanya untuk menyembunyikan rasa cinta. Nickhun tidak seperti Hyung Soo. Namja pengecut yang hanya menorehkan luka pada Dasom. Seperti saat ia berpura-pura memiliki kekasih. Seperti saat ia berakting lebih mencintai Seoul daripada Gwangju. Seperti saat ia berbohong bahwa ia tak akan mungkin kembali menemui Dasom. Hyung Soo merasa dirinya tak mempunyai nilai apapun dibandingkan Nickhun.

Na jun georogan sangcheoppunirasseo

Because i have only given you hurt

Karena aku hanya memberimu luka

 

Neoreul jabeul jagyeokdo eommeunde

I don’t even qualify to grab you

aku tidak layak untuk memintamu kembali

Ini yang terbaik.

Meski ia harus mengorbankan hatinya. Meski ia harus mengorbankan cintanya. Meski ia harus menahan pedihnya luka.

Noye misoga negen suminikka

Your smile is my breath..

Senyummu adalah napasku

 

Ojing-nomani nal salge hanikka

i can only live because of you

aku bisa hidup karenamu

 

Ne gaseumi unda

My heart is crying

Cintaku menangis…..

Dan meski hatinya harus menangis.

.

.

.

END

Advertisements

25 thoughts on “FFKPI January Playlist – K.Will’s Love Is Crying

  1. I’M COMING IN 😀
    Hiung….akhirnya bisa muncul juga…
    eng…komen apa ya… udah dikomen sih sama yang di atas semua ^^v
    lebih ke curcol kali ya in…
    aku pengen banget gitu buat cerita dari sudut pandang cowok entah itu sebagai orang pertama atau sudut pandang orang ketiga kaya punya kamu ini, tapi selalu gagal deh ya hasilnya…
    kurang memuaskan… atau malah ga memuaskan? aaa…molla…
    tapi kalau punyamu ini menurut aku lho ya in, ini lebih baik dari punyaku…
    walaupun kesel juga sih sama K. Will kenapa sebagai cowok jiwa fighter-nya kagak keluar *duagh*
    hehehe…secara emang ngikutin lirik lagu ya, makanya K. Will jadi begitu… *?*

    udah gitu aja sih in.. udah ga tau mau komen apa ^^v
    Semangat untuk tetap berkarya ya in…
    FIGHTING!!!

    1. aahh… aku juga masih ngerasa kurang menjiwai k.will nya kok kaaa~~!! TT_TT

      punya ka ayu yang yunho itu bagus kok!!! aku ngerasa nggak ada yang kurang memuaskan ato gimana soal penjiwaan karakter cowoknya. ._,v cius.

      ah! yang amber itu juga bagus! karakter cowok nya berasa kok!!! *lalu ditabok amber

      iyyaaa!! makasih udah sempetin baca ka ayuu!! Fighting juga buat ka ayuu! ^^9

  2. Iin, aku baru komen di sini. Maaf ya sayang.. ❤
    Hmm, entah kenapa aku merasa feelnya kurang dapet. Hehehe.
    ceritanya udah ngikutin makna lagunya sih.. dan kalau sesuai itu dapet menurutku. Hehehe.

    Entah kenapa, aku kok sulit ngebayangin Dasom-K.Will ya? Kebayangnya Dasom-L.. Wahahaha
    Karena aku belum pernah liat kali ya Dasom-K.Will..
    Gitu aja deh yaaa in.. 😀

    1. ka mala adalah orang ke sekian yang bilang ini minim (?) feel >,< kk~~~

      AAAAHHHH!!! ka maala bukannya ikut nge-vote dasom waktu aku minta saran yah?
      aiiihhh~~ padahal FF ini aku persembahin spesial buat kk loh~ *lebeh XD

      hahaaha!!! emangiya loh, kak. ini kasus nya sama kayak waktu aku nge-pair uming-luna di project F(x). nyesel setelah FF nya udah jadi XD

      abisnya setelah FF baru jadi aku baru search fakta mereka dan baru tahu kalo Dasom-K.will itu selisih umurnya sampe 12 tahun!!! LOL XD

      habis itu, aku males ganti karakter gegara covernya udah jadi. XP

      *ini malah curhat yah? ._.v

      eniweeei,, makasiih banyak yaa ka malah udah sempetin waktu buat bacaaaa 😀

      1. Persembahin ini buat akuuuu?? Hehehehe
        Aku mau request deeeeeeh iin.. hehehe 😀
        Tenang, bukan sama Key kok.. Aku mau sama Tao 😀
        Hehehe

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s