FFKPI January Playlist – BoA’s Only One


Cover BoA

Only One

Songwriter : neys | Artists : BoA and TVXQ’s Yunho | Genre : Romance | Duration : One Shot | Rating : General | Theme Song : BoA – Only One

Disclaimer : I do not own the cast and the song. I just own the story. Do not bash and do not copy without my permission.

Happy Reading! ^^

– neys storyline © 2013 –

Everyone has someone special in the corner of their heart…

“the only one”

멀어져만 가는 그대 You’re the only one
Meoreojyeoman ganeun geudae You’re the only one

내가 사랑했던 것만큼 You’re the only one
Naega saranghaetdeon geotmankeum You’re the only one

아프고 아프지만 바보 같지만 Good bye
Apeugo apeujiman babo gatajiman Good bye

다시   본다 해도 You’re the only one
Dasi neol mot bonda haedo You’re the only one
Only One

(You’re only getting farther – you’re the only one
As much as I loved you, you’re the only one
It hurts and hurts and it’s foolish but good bye
Though I may never see you again, you’re the only one
Only one)

Seoul, Juni 2011

Aku menghempaskan topiku begitu saja ke atas meja lalu menangkupkan wajahku ke dalam kedua telapak tanganku. Tak lama kemudian aku dapat mendengar suara isakanku sendiri. Hatiku terasa begitu sakit setelah mendengar berita itu.

Yunho-ya, benarkah tak lama lagi kau akan pergi meninggalkanku?

어색하게 마주앉아 사소한 얘기로 안부를 묻고
Eosaekhage maju anja sasohan yaegiro anbureul mudgo

가끔 대화가 끊기는 순간에는
Gakkeum daehwaga kkeunkineun sungane-neun

차가운 정적 우릴 얼게 만들어
Chagaun jeongjeok uril eolge mandeureo

(We awkwardly sit across each other,
Making small talk and asking what’s new
The moments when the conversation stop for a moment
The cold silence freezes us)

Los Angeles, September 2012

“Kudengar kau berlatih dengan sangat baik di sini,” ucapku mengawali pembicaraan.

Hampir satu tahun berlalu sejak terakhir kali kita bertemu. Selama kurun waktu itu aku hanya mendengar kabarmu dari guruku ataupun teman-temanku yang masih berhubungan denganmu.

Bukan, bukannya aku tidak ingin lagi berhubungan denganmu. Hanya saja… Aku takut hatiku tidak akan sanggup menahan kerinduan yang rasanya kian hari kian membuncah.

“Yeah, seperti yang kau lihat. Kau sendiri?” Kau balik bertanya padaku.

“Latihanku juga berjalan sangat baik.”

Kau hanya tersenyum menanggapi jawabanku sambil mengangguk kecil. Selanjutnya kau nampak seperti memikirkan sesuatu – entah apa. Kau membuka mulutmu lalu menutupnya kembali.

Hening. Kau larut dalam pemikiranmu sendiri sementara aku hanya menunggumu mengatakan sesuatu meski sebenarnya ada begitu banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.

Kakiku cidera beberapa waktu lalu. Aku menangis saat itu, bukan karena sakit di kakiku tapi lebih kepada sakit yang terasa begitu menyesakkan di hatiku. Dulu, ada kau yang langsung menghampiriku begitu aku terjatuh. Dulu, ada kau yang langsung meraih tubuhku, memeriksanya perlahan-lahan karena tidak ingin ada yang terlewatkan. Dulu, ada kau yang selalu menjadi partner menari terbaikku.

Aku menghela nafasku dalam-dalam, usahaku untuk menahan air mata yang hendak jatuh.

“Kapan kau pulang?”

Kau menoleh cepat, sepertinya kaget dengan pertanyaanku. Mungkin memang aku saja yang bodoh karena masih saja mengharapkan kepulanganmu.

Kau menggeleng dan aku tahu aku tidak boleh terus berharap seperti ini.

지금  자리에서 우리는 남이 되겠지
Jigeum i jarieseo urineun nami dwegettji

어느 누군가는 눈물 흘리며 남겠지만
Eoneu nugunganeun nunmul heullimyeo namgettjiman

상처 주지 않으려고 자꾸 애를 써가면서
sangcheo juji anheuryeogo jakku aereul sseogamyeonseo

눈치 보는  모습 싫어 So I’ll let you go
Nunchi boneun ni moseub sirheo So I’ll let you go

(We will become strangers at this place right now
Someone will shed tears and be left alone but
I hate seeing you try not to scar me and feel ill at ease
So I’ll let you go)

Seoul, Juni 2011

“Awal tahun depan aku berangkat.”

Aku memejamkan mataku, membiarkan air mataku terus turun tanpa berusaha untuk menghentikannya.

“Maafkan aku karena baru mengatakannya sekarang. Aku… Aku hanya tidak ingin membuatmu menangis tapi ternyata sama saja. Harusnya aku tahu, kapanpun aku mengatakannya, pada akhirnya aku hanya akan membuatmu menangis.”

Aku tidak berkata apa-apa. Pikiranku kosong, aku tidak bisa berpikir apa-apa. Aku hanya menangis dan terus menangis.

Aku merasakan usapan lembut tanganmu di kepalaku sebelum akhirnya tubuhku berada dalam dekapanmu. Kau mengusap punggungku perlahan, menenangkanku.

“BoA-ya, aku bisa membatalkan rencanaku jika kau memintanya,” bisikmu lirih.

Aku menggeleng. Tidak, aku tidak bisa. Aku tahu betapa kau sangat menginginkan hal ini. Betapa kau menantikan kesempatan ini sejak lama. Aku hanya tidak sanggup melihatmu melepaskan impianmu. Aku ingin melihat senyummu karena kau berhasil meraih apa yang kau inginkan.

Oleh karena itu, aku merelakanmu.

 사랑 이제는 안녕 You’re the only one (You’re the only one)
Nae sarang ijeneun annyeong You’re the only one (You’re the only one)

이별하는  순간에도 You’re the only one
Ibyeolhaneun i sunganedo You’re the only one

아프고 아프지만 바보 같지만 Good bye
Apeugo apeujiman babo gatjiman Good bye

다시   본다 해도 You’re the only one
Dasi neol mot bonda haedo  You’re the only one

(My love, good bye now – you’re the only one (you’re the only one)
Even at the moment we break up, you’re the only one
It hurts and hurts and it’s foolish but good bye
Though I may never see you again, you’re the only one)


Seoul, Januari 2012

Aku mengeratkan genggamanku pada tanganmu tanpa bisa berkata apa-apa. Mengapa aku menjadi plinplan seperti ini? Bukankah aku sudah meyakinkan diriku untuk merelakanmu lalu mengapa saat ini aku malah menahanmu? Mengapa?

“Berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja.” Kau balik menggenggam erat jemariku saat mengatakannya, seolah berusaha memberi kekuatan.

“Berjanjilah padaku kau akan terus menari meski aku tidak lagi di sini. Berjanjilah kau akan menjaga kondisimu sebaik mungkin.”

“Kumohon, berjanjilah padaku, BoA-ya.”

Aku melepaskan tautan jemari kita lalu memelukmu sangat erat. Aku menggelengkan kepalaku. Mulutku menyuarakan ketidaksanggupanku untuk menjanjikan semua itu padamu.

“Kumohon, berjanjilah padaku. Hanya dengan janji itu aku bisa pergi dengan tenang.”

Aku merasakan pelukanmu melonggar tapi kau tidak melepaskanya. Tidak lama aku bisa mendengar isakanmu samar-samar. Demi Tuhan, kau menangis?

“Ya… Aku berjanji,” ucapku pada akhirnya.

Kau melepas pelukanmu. Kau melepasku. Aku melepasmu.

Burung besi itu membawamu pergi dariku.

Only One
You’re the only one, Only One

갑작스런 나의 말에 왠지 모르게  안심한듯 
Kapjak seureon naeui mare waenji moreuge neon ansimhan deuthae

어디서부터 우린 이렇게 잘못된 걸까
Eodiseo buteo urin ireohke jal motdwen geolkka

오래 전부터 다른 곳만 기대한  아닌지
Orae jeonbuteo dareun gotman gidaehan geon aninji

(At my sudden works, you seem to be relieved for some reason
Where did we go wrong?
Did we hope for different places starting from long ago?)

Tokyo, Februari 2011

“Kapan kau pulang?” tanyamu dari seberang telepon.

Aku menerima panggilanmu sambil menyiapkan kostumku untuk tampil besok malam. Besok akan ada konser salah seorang penyanyi Korea Selatan di Tokyo Dome dan aku didapuk menjadi salah satu penari utama. Tentu saja, sudah satu tahun ini agensi kami bekerja sama dengan penyanyi ini.

Aku berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab, “Ummm… Tiga hari lagi. Konsernya baru akan dimulai besok dan berakhir lusa, kami pulang keesokan harinya.”

“Kuharap kau mulai membiasakan dirimu,” ucapmu pelan namun masih terdengar jelas di telingaku.

“Mwo? Apa yang kau maksud?”

“Ani. Sukses untuk pertunjukkanmu besok. Aku tutup dulu teleponnya. Saranghae…

너무 다른 시작과 끝의  날카로움이
Neomu dareun sijakgwa kkeuteui gey nalkaro umi

 심장을 찌르는 아픔은  똑같은지
Nae simjangeul jjireuneun apeumeun wae ttok gateunji

벅찬 가슴이  순간에 공허하게 무너져서
Beokchan gaseumi han sungan-e gongheohage muneojyeoseo

이런  모습 어떻게 일어설까
Ireon nae moseub eotteohke ireoseolkka

(The sharpness of the vast difference of our start and end
And the pain that stabs my heart – why is it so similar?
My overwhelmed heart crumbles emptily in just one moment
How can I stand up again?)

Seoul, Februari 2014

“Bukankah Yunho saat ini berada di Seoul?”

“Kau sudah dengar tidak? Yunho akan menjadi penari utama di konser Miley Cyrus hari ini.”

“Wah… Aku tidak menyangka Yunho akan menjadi penari yang berpasangan langsung dengan Miley.”

“Yunho akan berada di Seoul selama seminggu. Dia mengatakannya padaku kemarin.”

Aku tidak bisa menghentikan rasa ingin tahuku pada apa saja yang baru kudengar. Jadi, saat ini kau berada di Seoul? Di kota yang sama denganku?

Jadi, kini kau benar-benar telah menjadi seorang penari hebat ya? Menjadi seorang penari dari penyanyi-penyanyi kenamaan dan sekaligus melakukan tur ke pelosok negeri di seluruh dunia.

Kau, telah berhasil?

Jujur saja, aku ingin sekali berbahagia untukmu. Aku bahagia, tentu saja tapi mengapa hatiku justru terasa begitu sakit?

 사랑 이제는 안녕 You’re the only one (Only One)
Nae sarang ijeneun annyeong You’re the only one (Only One)

이별하는  순간에도 You’re the only one
Ibyeolhaneun i sunganedo You’re the only one

아프고 아프지만 바보 같지만 Good bye (Good bye)
Apeugo apeujiman babo gatjiman Good bye (Good bye)

다시   본다 해도 You’re the only one (You’re the only one)
Dasi neol mot bonda haedo You’re the only one (You’re the only one)

(My love, good bye now – you’re the only one (you’re the only one)
Even at the moment we break up, you’re the only one
It hurts and hurts and it’s foolish but good bye
Though I may never see you again, you’re the only one)

Seoul, Januari 2012

Geuman haja,” ucapmu tegas yang membuatku mengumpulkan kembali seluruh jiwaku.

Aku mengangguk samar. “Nde, geuman haja, Yunnie-ah.”

 머릿속은 언제쯤 너를 지울까 (I will let you go)
Nae meorit sogeun eonje jjeum neoreul jiulkka (I will let you go)

하루 이틀 한달멀게는 아마  년쯤 (My baby can’t forget)
Haru iteul handal, meolgeneun ama myot nyeonjjeum (My baby can’t forget)

그리고 언젠가 너의 기억 속에는
Keurigo eonjenga neoeui gieok sogeneun

나란 사람은  이상 살지 않겠지 지우겠지
Naran sarameun deo isang salji angekttji jiugettji

(When will my head erase you? (I will let you go)
One day, two days, one month, if long term then a few years (My baby can’t forget)
And someday in your memories, I won’t live in it, you will erase me)

Seoul, Februari 2014

Aku mengeratkan pelukanku pada tubuhku sendiri. Musim dingin belum berlalu tapi aku malah memutuskan berjalan-jalan sejenak hanya dengan mengenakan jaket tipis untuk menghalau dingin.

Kakiku berjalan tanpa arah yang jelas, ia melangkah sekehendaknya tanpa ada niat sedikitpun dariku untuk menuntun apalagi menghentikannya.

Aku tersenyum saat mendapati sepasang kekasih yang berjalan berdampingan di depanku, tampak begitu serasi. Mereka mengenakan pakaian dengan warna senada sambil saling mengaitkan jemari.

Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali mengalami hal serupa. Aku menggelengkan kepalaku, mengusir pikiran-pikiran konyol yang mulai memenuhi otakku.

Langkahku terhenti saat melihatmu di sebuah layar televisi di tepi jalan.

Layar itu menayangkan konser semalam di mana kau menjadi penari utama. Tarianmu begitu indah, terlebih karena kau tersenyum. Aku bisa melihat ada beragam perasaan dalam senyummu itu. Ada bangga, bahagia, gugup dan bahkan… Rindu?

Rindu… Seperti betapa aku merindukanmu meski waktu telah berlalu beberapa tahun sejak kita berpisah?

Yunho-ya… Benarkah itu kau?

Only One, Only One
You’re the only one, Only One
You’re the only one, Only One
You’re the only one, Only One

Aku tidak sempat memikirkan apa-apa lagi saat aku merasakan lenganku diraih oleh seseorang sebelum akhirnya aku sadar jika saat ini aku sedang berada dalam dekapan seseorang.

Pelukan ini…

“Yunho-ya… Benarkah ini kau?”

Kau memelukku makin erat dan aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak membalasnya.

“Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.”

Aku mengangguk yakin dalam pelukanmu. “Aku juga. Tidak peduli seberapa jauh kau pergi tapi aku hanya bisa mencintaimu seorang.”

Kau melepaskan pelukanmu, meraih kedua sisi wajahku dengan tanganmu. Menatapku lembut lalu berkata, “Jangan pernah lepaskan aku lagi. Aku lelah membohongi perasaan kita.”

Lagi. Kau meraihku dalam pelukanmu.

Hangat.

“Cause you’re the only one. My only one.”

End

Cerita ini baru kutulis semalam, meski demikian aku harap hasilnya tidak mengecewakan kalian.

Yunho dan BoA merupakan salah satu pasangan favoritku, aku merasa chemistry di antara mereka begitu kuat. I’m their shipper, bagaimana dengan kalian?

Semoga perasaan serta pesan cerita ini dapat tersampaikan dengan baik ya?

Akhir kata, terima kasih karena bersedia meluangkan sedikit waktu kalian untuk membaca cerita ini.

Neys pamit undur diri dulu. Sampai jumpa di ceritaku yang akan datang! ^^

26 thoughts on “FFKPI January Playlist – BoA’s Only One

  1. I’m coming Yun 😀 perlahan-lahan menyusup ke semua ff…
    Cha!
    Pertama. Only One itu lagu favoritku daro BoA… yeay! 😀 #baksu
    Kedua. Setiap denger lagu ini ada satu hal yang langsung melintas di pikiranku.
    Ketiga. Hal itu adalah sosok Eunhyuk yang lagi menari lemah gemulai(?) barengan sama sosok berbadan BoA tapi bermuka sayah. Terutama di setiap bagian yang dance couple-nya.. XD *duagh* tapi ini serius 😐 *abaikan 😀

    Oke sekarang soal cerita. Kayanya sama mbak-mbak keceh yang dicantik sudah dibahas semua deh ya..
    Ceritanya emang kurang ngena.. Feel gimana mereka merasa saling kehilangannya itu kurang urgh gitu..
    ya…mungkin karena efek kebut semalem kali yun…
    tapi well…ini tulisan tetep bagus… cuma feelnya aja yang kurang

    Udah sih. itu aja…
    Semangat tetap berkarya yun! 😀
    Wusss…. *kabur ke next ff

    1. Hai yu! Sorry baru muncul… hehehe…
      Pertama. Only One itu juga salah satu lagu Boa favoritku.
      Kedua. Oh ya? Pasti someone special kan? Iya kan? Hayooo~
      Ketiga. Ah mosok??? Bukan someone ta? Kalo aku bayangin pas dia dance sama Yunho aja dah kalo gitu.
      Iya… Resiko SKS nih. hahaha.
      Anw thank you so much ya… Semangat! ^^

      1. Eunhyukkan juga someone yun XD Someone di hatiku lhoh gitu-gitu….

        Astaga…aku pengen bgt baca ff comebackmu sampe hari ini pun belum ”kelakon” masa’… #tutupmuka

  2. Ka yuuuun!!! Aku dataaaang~~!!!

    Aiiih covernyaa~~ *lalu ditabok*

    AH!! Ka yun hebat banget bisa kebut dengan hasil yang begini maniss… *.*
    Jujur aku salut karena kalo aku yang kebut hasilnya pasti ancur ga keruan. wahahah *plak

    aku enjoy kok bacanya. cuman yang pas putus itu loh, aku baru ngeh kalo mereka sempet putus di tengah cerita,,
    karena aku ngga tau artinya ‘geumanhaja’ itu apa. (ini salah akunya aja yang ga kaya kosakata >,<)
    tapi maksudku mungkin bakal lebih ngena kalo ditambahin deskrip sakit hatinya BoA.

    Overall, aku suka! daebak eonni~~!!! XD

    1. Iin~
      Covernya kece ya? lol~ XD
      Manis apaan, ini efek mereka berdua aja yg cocok jd berasa manis. Aku yakin kalo kamu yg bikin hasilnya bakalan bagus, in. Sana coba bikin FF sambil kebut2an. Hahaha.
      Sebenernya kali ya in, cuman udah males duluan nulis panjang2 biar ditelaah sendiri aja lah sama pembaca.
      Thank you iin~ ^^

  3. neys, ceritanya benar2 menyentuh.. walaupun singkat.. tapi berasa bgt chemistry nya berasa beneran kl mereka slg mempunyai perasaan kuat satu sama lain..
    apalagi berpisahnya bukan krn mereka sudah saling menyerah terhadap satu sama lain, tapi krn Boa tahu itu satu2nya impian Yunho.. keren!!!
    dan waktu tiba2 yunho peluk tiba2 itu rasanya jg ikut lega.. akhirnya prasaan mmg gbs dibohongi ya..
    keren loh ff nya!!
    apalagi denger suara BoA.. lagunya easy listening tapi maknae dalem.. kepedihane bisa tersirat melalui lagu..
    TOP dah!!

    1. Hai hai hai~ pembaca setiaku yang kembali muncul ke peradaban… kkk~
      Really? Say congratulation for both Yunho and BoA… ^^
      Keren? Sumpeh lu? *oke abaikan
      Thank you so much! Lagunya emang enak banget, apalagi udah langsung jadi lagu penghantar tidurmu tadi malem ya? Hehehe…
      You too… TOP!

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s