[Teen Top Lovefool Series] Ricky


ricky

Songwriter: miichan | Artist(s): Teen Top’s Ricky | Genre: Fluff | Rating: T | Duration: Album

Teen Top Lovefool Series

Chunji’s : Foundation | Changjo’s : Sibuk | Niel’s : Cantik

Ricky’s : Jiji

 

Ricky mengayuh sepedanya pelan meskipun sebenarnya ia ingin cepat-cepat sampai di rumah. Matahari terik sekali hari ini, membuat proses sekresi di dalam tubuh Ricky berjalan lebih cepat. Peluh bercucuran, seperti yang sengaja disiramkan ke atas kepalanya. Ricky bisa mencium bau terbakar matahari dari tubuhnya. Yah, kau tahu, kan? Bau asin keringat yang mengering di kulitmu karena terpapar sinar matahari?

Ricky akan butuh banyak sekali minuman isotonik sampai di rumah nanti.

“Paaaannaaaaaasss!”

Dan ini dia penyebab kayuhan Ricky tidak bisa membawanya lebih cepat ke rumah. Seseorang yang mengenakan seragam yang sama dengan Ricky duduk menyamping di atas boncengan. Bedanya, Ricky memakai celana sedangkan orang ini … pakai celana juga sih, celana olahraga tepatnya, dan ditumpuk dengan rok seragam setengah paha.

“Rickyyy ~ Cepat! Cepat! Ceeepaaaaaat!” gadis itu—yang duduk di atas boncengan—menarik-narik bagian belakang vest kuning mustard Ricky.

“Maunya juga begitu,” Ricky menggumam tetapi masih bisa didengar gadis yang diboncengnya.

“Ya kalau Ricky juga mau cepat, kenapa mengayuhnya pelan sekaliiiii? Jiji kepanasaaaan!” gadis itu kembali menarik-narik vest Ricky. Suaranya cempreng dan lumayan tinggi, belum lagi nada merengeknya sambil memanjang-manjangkan vokal di akhir kalimat.

“Karena Jiji berat.” Datar Ricky menjawab pertanyaan merengek Jiji.

“Apa? Haaa~ Ricky jahaaaat!” tangan kecil yang semula mencengkram vest Ricky kini terkepal dan memukul-mukul punggungnya.

Ricky mengabaikan pukulan itu. “Kalau aku jahat, mana mau aku mengikuti kemauanmu: berangkat dan pulang sekolah pakai sepeda.”

“Soalnya kan ini romantis. Pasangan yang naik sepeda juga kelihatan imut. Jiji lihat di drama.” Jiji mengutarakan pembelaan dirinya sementara bibirnya tipisnya mengerucut maju. Sebenarnya nama gadis itu adalah Jihae, tetapi ia lebih senang dipanggil Jiji karena nama Jihae kedengarannya tidak imut. Jiji suka hal-hal yang imut, lucu dan manis.

Ricky memutar bola mata. Ya, ya, tentu saja.

“Jiji tidak tahu kalau akan sepanas ini.” Nada suara Jiji merendah karena merasa bersalah.

“Tentu saja akan sepanas ini. Sekarang sedang musim panas, Jiji.”

Tidak ada lagi yang bicara setelah Ricky melontarkan kalimat itu. Jiji tidak lagi mengeluh dan merengek, sekalipun wajahnya sudah hampir matang.

Sampai melewati dua blok, baik Ricky ataupun Jiji memilih sibuk dalam pikiran mereka sendiri. Ricky memikirkan kenapa hari ini rumah Jiji terasa jauh sekali? Masih ada lima blok lagi untuk sampai di rumah Jiji. Dan dengan kecepatannya yang seperti sekarang, mungkin akan butuh waktu sepuluh sampai lima belas menit. Ricky memutuskan akan membuatnya jadi lima menit, maka ia mencoba mengayuh sepedanya dengan lebih cepat. Ia akan minta banyak air minum di rumah Jiji nanti. Jus jeruk yang dingin dengan banyak es sepertinya sepadan untuk bayaran membonceng Jiji hari ini.

Lalu, apa yang Jiji pikirkan?

‘Jiji tidak imut lagi,’ pikir Jiji saat melihat bayangannya sekilas di kaca etalase sebuah toko alat sulap. Bagaimana mau terlihat imut kalau wajahnya merah seperti kepiting rebus, rambutnya yang tadi pagi berkilau dan indah kini lepek dan basah oleh keringat. Bibirnya kering dan badannya bau.

‘Ricky tidak akan suka lagi pada Jiji,’ gadis itu mengerutkan pangkal hidungnya. ‘Aaa~ Jiji tidak mau Ricky melihat wajah Jiji sekarang.’ Pikirnya kemudian.

Jiji menggenggam erat sejumput vest di kedua pinggang Ricky. Lalu ia menempelkan dahinya ke punggung anak laki-laki itu. Tidak peduli lembab dan bau karena keringat yang banyak sampai tembus membasahi vest Ricky.

Ricky tertegun sesaat ketika merasakan sesuatu menekan punggungnya.

“Ne, Ricky …” panggil Jiji pelan.

“Hm?”

“Tidak usah cepat-cepat, deh.”

Ricky menahan diri untuk tidak mengeluarkan kalimat bernada kesal. “Kenapa lagi sekarang?”

“Jiji tidak mau cepat-cepat turun.”

“Kenapa?”

“Soalnya ….” Tanpa sadar Jiji mencengkram lebih banyak, lebih erat, seragam Ricky. “Soalnya Jiji tidak mau Ricky melihat Jiji sekarang. Jiji tidak imut lagi. Na-nanti … nanti Ricky tidak akan suka lagi pada Jiji.”

Ricky mencelos mendengar ucapan Jiji. Entah dia harus tertawa atau memarahi pacarnya itu. Terbuat dari apa, sih, otak cewek ini?

“Jiji, dengar, aku tidak menjadikanmu pacarku hanya karena Jiji imut.”

Jiji menarik kepalanya hingga tegak. Ia mendongak untuk menatap belakang kepala Ricky yang basah dan berkilau tertimpa cahaya matahari. “Terus karena apa?”

“Menurutmu kenapa?” Ricky bertanya balik.

Dahi Jiji mengerut. “Tidak tahu.”

“Tidak ada ide?” tanya Ricky lagi.

Jiji menggelengkan kepalanya, namun kemudian sadar jika Ricky tak akan bisa melihatnya, maka ia menjawab, “Tidak.”

“Pernah dengar kata ‘cinta’, Jiji?”

“Cinta? Ricky cinta pada Jiji?”

“Menurutmu?”

“Ricky, Jiji tidak mengerti. Cinta itu absurd sekali. Jiji menonton banyak drama, semuanya tentang cinta, tapi setiap drama punya definisi sendiri-sendiri untuk kata cinta. Jiji tidak bisa terima cinta sebagai alasan Ricky.”

Ricky meringis. Anak itu menginginkan sesuatu yang romantis, akan tetapi, saat Ricky berusaha bersikap romantis, Jiji bisa langsung menghancurkannya dengan pemikirannya yang tidak umum.

“Makanya jangan terlalu banyak nonton drama.”

“Heuuung~ tapi Jiji sukaaaaa~” nada merengek itu muncul lagi. “Ah, menurut Ricky, cinta itu apa?”

Mungkin karena panas matahari tidak berkurang juga intensitasnya. Mungkin karena udara yang lembab. Mungkin karena mulutnya yang kering. Mungkin juga karena dehidrasi, Ricky tidak bisa memikirkan jawaban yang bagus untuk pertanyaan itu. Ia tidak bisa ingat kutipan-kutipan cinta yang ditulis oleh para pujangga (Well, bagaimana Ricky bisa ingat jika ia tidak pernah membaca satu pun kutipan cinta?). Akhirnya, Ricky memberikan jawaban yang paling masuk akal yang bisa ia pikirkan (walaupun cinta dan masuk akal rasanya tidak cocok sama sekali).

“Menurutku … cinta itu … kamu, Jiji.”

Yang membuat Ricky terkejut, tiba-tiba Jiji melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang Ricky erat-erat. Gadis itu juga menubrukkan dahinya ke punggung Ricky, lebih kuat dari yang pertama.

“Jiji?”

“Jiji maluuu.”

Ricky menyeringai lebar sekali mendengar itu. Tiba-tiba lupa akan panasnya matahari. “Nah, Jiji, sekarang giliranku bertanya. Kenapa Jiji mau jadi pacarku?”

Jawaban yang kemudian diberikan Jiji membuat Ricky hampir kehilangan keseimbangan.

“Jiji mau jadi pacar Ricky karena Ricky imut.”

Iya, Jiji dan obsesinya pada hal imut.

 

 


 

Play ceribel – Love Is You XD

lol absurd banget XD untung aja gak typo nulis dialog Ricky jadi ‘cinta itu … jijik’ lol XD

Makasih yang udah bacaaa~

Advertisements

7 thoughts on “[Teen Top Lovefool Series] Ricky

  1. halo kak mei! hehe sudah lama aku gak mampir. dan ini jiji manja banget ya lucu-lucu ngegemessin. haha keknya ricky berasa bonceng anak kecil aja. hehehe nice♥

  2. kaget kak Mei buat ff biasku si Ricky, langsung comot aku baca. xDD
    oke… aku kira ffnya kayak apam eh isinya kayak apa. dan… aku ngakak sama tingkah laku Jiji dan Ricky. PLEASE PLEASE aku bayanginnya mereka cinta monyet smp tahu gak. -____- ga tahu kenapa aku pingin punya pacar kayak karakter Ricky di sini. ya ampun idaman banget. apalagi pas adegan si Jiji liat rambut Ricky pas ledehan di punggung Ricky…. itu adegan paling aku suka. >______<
    suka suka sama ffnya sampe ngebayangin banget nih.♡♡♡♡

    1. Haiii ini ika bukan, sih? Ika kan yaa? Hheu maapin aku ga apal penname semuanya sih..
      Hhaha ya terserahlah mau bayanginnya kayak gimana jg.. Wkwk XD
      Makasih ya, udah nyempetin baca dan komentar jg.. Hhehe

      1. iya ini ika kak. -___-)/
        gapapa, aku juga rada ga apal semua sih. xDDDD
        tapi bayanginnya ga bakal aneh-aneh kok. /loh.
        iya sama-sama kak~ ini seriesnya udah tamat belum sih?.___.

        1. Hmm ~ ceritanya berdiri sendiri, sih.. Jd ga bisa d bilang seri jg, ya? Hmmm tp aku penginnya seri, sih(?), dan belum tamat.. Masih utang yg CAP sama L..Joe.. Hhehe

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s