[Song of The Week] “good” bye???


Cover

“good” bye???

Author : neys | Artists : Kang Minkyung (Davichi), Ji Yunho & Joon [OC] | Duration : single | Genre : Romance | Rating : General

Disclaimer : I do not own the character. All story and plot are mine. Do not bashing and do not copy without my permission.

Special made for Fanfiction Jukebox’s 5th Anniversary.

Side story of Davichi’s MV, Don’t Say Goodbye.

– a story by neys © 2015 –

PS : Sebelum baca, buat yang nggak pernah nonton MV-nya, ada baiknya ditonton dulu biar nyambung pas baca ceritanya. Aku share video yang ada subtitle-nya… ^^

Garis besarnya sih, Yunho menemukan Minkyung di kantung sampah depan rumahnya. Mereka tinggal bareng sampe Yunho dapet telepon yang nawarin dia barter antara Minkyung sama pacarnya yang udah hilang selama lima tahun. Minkyung dibawa pergi sama cowok misterius itu. Kira-kira begitu.

Happy reading! ^^

“When a story never really has an ending…”

Yunho menatap langit yang malam itu tampak begitu lengang tanpa maraknya sinar bintang yang menghiasi. Langit terasa begitu kosong seperti hatinya yang terasa hampa. Yunho menghela nafasnya kasar, beberapa bulan telah berlalu sejak kejadian itu. Hari di mana ia dengan teganya menyerahkan Minkyung pada seorang pria yang ia sendiri tidak tahu siapa, demi menukarnya dengan kekasihnya yang telah menghilang selama lima tahun.

Tidak bisakah aku memastikan keduanya baik-baik saja dengan mata kepalaku sendiri? Rutuknya dalam hati.

Sungguh, ia tidak pernah benar-benar bermaksud untuk melakukan barter tersebut tapi tidak ada ide lain yang terlintas di benaknya kala itu. Ia bahkan tidak memiliki secuil pun informasi tentang pria yang menawarkan ide gila tersebut. Tidak ada hal lain yang cukup masuk akal baginya selain menuruti apa yang pria tersebut inginkan.

Menukar Minkyung dengan kekasihnya.

“Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja?” tanya Yunho lirih pada sedikit bintang di langit malam itu.

= n – e – y – s =

Minkyung mengusap air matanya, ia heran mengapa air matanya masih jua enggan berhenti mengalir meski rasanya sebagian besar waktunya telah ia habiskan untuk menangis. Mengapa persediaan air matanya seolah selalu terisi ulang setiap kali ia menumpahkannya.

Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka, tak lama suara seorang pria terdengar dan memberikan pesan supaya gadis itu bersiap-siap untuk pergi satu jam mendatang. Pintu tertutup setelah Minkyung menganggukkan kepalanya tanpa berkata apa-apa.

Minkyung tidak tahu mengapa ia harus terjebak dalam kondisi seperti ini. Keadaannya berbalik seratus delapan puluh derajat hanya dalam hitungan jam. Minkyung yang sebelumnya adalah karyawan biasa di salah satu perusahaan swasta di Korea, tiba-tiba saja berubah menjadi istri seorang pengusaha yang ia bahkan tidak ketahui secara jelas latar belakangnya.

Mungkin ini terdengar klise, tapi ayahnya berhutang pada pria itu dan menuliskan namanya sebagai jaminan. Malang nian nasib Minkyung, ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat dan pria itu menagih hutangnya beberapa jam setelah kepastian bahwa ayah Minkyung termasuk salah satu korbannya diberitakan. Ia langsung memberikan ultimatum pada Minkyung mengenai kesepakatan antara dirinya dengan ayahnya. Ibu Minkyung sendiri sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya karena gagal ginjal yang dideritanya.

Minkyung sendiri masih tidak tahu pasti apa alasan pria itu mau-mau saja menjadikan Minkyung istrinya. Ia tidak melihat adanya keuntungan untuk pria itu jika ia menikahi Minkyung. Beberapa hari setelah pernikahannya ia kabur dari rumahnya karena ia merasa apa yang terjadi di hidupnya bukanlah sesuatu yang seharusnya terjadi di hidupnya, meski beberapa pengawal pria itu langsung mencarinya, untung saja ia menemukan rumah Yunho dan bersembunyi di dalam kantung sampah pria itu. Ia tahu tidak seharusnya ia melakukan hal tersebut, tapi ketika keputusannya membawanya untuk mengenal Yunho, ia merasa seolah ada sesuatu yang memang seolah sengaja membawanya pada takdir lain. Tapi ternyata Yunho justru melepasnya, dan hal itulah yang membuat Minkyung selalu menangis. Ternyata keyakinannya tentang perasaan Yunho padanya hanyalah pemahamannya sendiri.

Sejujurnya, ia ingin sekali menanyakan apa motif dari suaminya itu. Alasan apa yang membuat pria itu menjadikannya sebagai istri. Pria itu tidak bisa dibilang jelek, bahkan cukup tampan. Usianya baru tiga puluh tahun, hanya terpaut lima tahun dengan Minkyung, tapi telah berhasil menduduki posisi CEO di perusahaan. Ia benar-benar tidak habis pikir mengapa harus dirinya? Pasti ada banyak perempuan lain yang bisa jatuh hati padanya, dan perempuan itu bukan dirinya.

Minkyung memoles wajahnya dengan make up secukupnya setelah mengenakan dress berwarna biru langit yang panjangnya sedikit melebihi lututnya. Ia tidak tahu suaminya akan membawanya ke mana, jadi Minkyung rasa pakaian yang ia kenakan cocok untuk acara apa saja, cukup anggun.

Saat ia mengambil tas-nya, pintu kamar terbuka dan suaminya masuk dan tersenyum padanya saat pandangan mereka bertemu. Minkyung membalas senyuman itu kikuk. Sudah berbulan-bulan mereka hidup bersama sebagai suami istri tapi Minkyung tidak pernah bisa bertingkah bebas di hadapan suaminya. Suaminya bukanlah pria kejam serta arrogant seperti banyak digambarkan dalam cerita-cerita. Ia adalah pria yang baik, hanya saja tidak banyak bicara dan terlalu gila kerja. Pria itu selalu mengusahakan untuk pulang tepat waktu, tapi sesampainya di rumah, ia akan masuk ke ruang kerjanya dan kembali mengerjakan entah apa. Waktu untuk berinteraksi sangatlah terbatas.

“Kupikir kau akan menungguku di bawah,” kata Minkyung sambil menatap suaminya.

Pria itu tersenyum tipis lalu mengusap kepala Minkyung lembut. “Aku hanya ingin memastikan pakaian apa yang kau kenakan daripada kau harus naik ke atas lagi kalau ternyata kau salah kostum. Tapi kurasa pakaianmu sudah tepat, hari ini ada pesta kebun untuk merayakan kerjasama antara perusahaanku dengan salah satu perusahaan ternama dari luar Korea.”

“Berita bagus, tapi tidak biasanya kau mengajakku.”

“Aku ingin mengenalkanmu pada teman-temanku, juga pada karyawan-karyawanku. Kau istriku, kau berhak tau tentang apa saja dalam hidupku. Mungkin kita tidak memulainya dengan baik, tapi aku ingin menjalani dan mengakhirinya dengan baik. Kau mau kan?”

Minkyung mengerjapkan matanya mendengar kata-kata suaminya. Belum pernah mereka terlibat pembicaraan sepanjang ini sebelumnya dan hatinya tersentuh saat mendengarnya.

Menjalani hidup yang baik dengan suaminya?

Bisakah?

Well, you have to try to know it…

= n – e – y – s =

Minkyung mengusap foto yang ada di atas batu nisan itu dengan perlahan. Air matanya turun tanpa bisa ia bendung lagi. Satu tahun sudah sosok yang terkubur di dalam sana pergi meninggalkannya. Ia masih mengingat pembicaraan antara dirinya dengan sosok yang telah meninggalkannya itu beberapa bulan sebelum ajal menjemputnya.

“Aku tidak pernah mengatakan alasanku menikahimu, aku juga tidak tahu kenapa pada akhirnya kau tidak pernah menanyakannya padaku meski aku tahu kau begitu ingin tahu.”

Minkyung tersenyum kecil lalu menggeleng. “Saat kau bilang ingin menjalani hubungan kita dengan baik. Aku merasa tidak perlu lagi mengetahuinya, mengingat kita mengawalinya tidak dengan baik dan kurasa alasannya bukanlah sesuatu yang baik pula.”

Joon – suami Minkyung, pria itu terkekeh mendengar jawaban Minkyung. “Kau lucu, sayang.”

Minkyung mengerucutkan bibirnya saat suaminya justru mengatainya lucu. Ia berkata yang sejujurnya. Saat Joon mengatakan niatnya empat tahun silam, ia merasa tidak perlu lagi untuk tahu motifnya.

“Oppa… Berhenti mentertawaiku atau aku akan marah padamu.”

Joon justru tertawa semakin kencang mendengar jawaban Minkyung lalu mengacak rambutnya yang langsung ditepis oleh Minkyung.

“Jangan merajuk begitu. Hana saja sudah tidak pernah merajuk seperti itu lagi padaku. Dia anak yang pintar sepertiku.”

Minkyung memutar bola matanya mendengar kata-kata suaminya. “Narsis. Bagaimana mau merajuk, kau selalu menuruti keinginannya. Sudah aku bilang jangan memanjakannya, tapi kau tetap saja melakukannya. Kau bilang Hana itu kan…”

Kata-kata Minkyung terhenti tiba-tiba karena Joon mencium bibirnya, tidak tahan lagi mendengar omelan istrinya. Setelah memastikan Minkyung berhenti mengomel ia melepaskan ciumannya lalu tersenyum setengah membuat Minkyung semakin sebal.

“Hana itu satu-satunya putriku dan dia lahir dari rahim seorang wanita yang aku cintai, tidak ada alasan bagiku untuk tidak menuruti permintaanya.”

“Gombal.”

“Jangan merajuk, atau aku akan menciummu lagi, sayang.”

Joon merangkul Minkyung, keduanya tengah duduk bersandar di atas tempat tidur, seperti biasa melewatkan beberapa saat untuk berbincang setiap malam. Waktu yang sengaja mereka siapkan hanya untuk mereka berdua sejak hari di mana mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang baik.

Joon membuka suara setelah keduanya terdiam cukup lama. “Aku menikahimu karena aku tahu kau wanita baik. Aku dan ayahmu cukup dekat, dia banyak bercerita tentangmu. Saat ayahmu meminjam uang padaku, aku baru saja mengetahui berita yang sangat buruk tentangku. Satu hal yang terpikir di benakku hanyalah menikah dengan wanita baik sepertimu dan memercayakan seluruh hidupku padamu.”

“Maksudnya?” tanya Minkyung tak paham dengan maksud Joon.

Joon mengecup kecing Minkyung lama. “Suatu hari nanti kau akan tahu apa maksudku.”

“Pelit. Apa bedanya nanti dan sekarang?”

Joon tersenyum. “Aku tidak tahu mengapa kita akan mengatakan goodbye setiap kali akan berpisah. Adakah perpisahan yang good? Setiap perpisahan biasanya hanya menyisakan luka.”

“Oppa? Kau tidak sedang mengucapkan salam perpisahan denganku kan?”

Joon lagi-lagi hanya tersenyum.

Minkyung masih terus menangis saat kembali teringat akan hal itu. Sekarang ia mengerti semuanya. Semua kata-kata Joon yang seolah memberinya petunjuk. Juga alasan Joon menikahinya yaitu karena ia ingin memercayakan segala yang dipunyainya pada dirinya. Anak mereka, Hana. Juga aset-aset yang dipunyai suaminya, ternyata sudah diatasnamakan dirinya sejak lama.

Mengapa Joon harus pergi secepat ini?

Mengapa Joon harus pergi di saat ia benar-benar jatuh hati pada pria itu?

Pada pria yang membuatnya merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia karena memiliki suami seperti Joon dan putri seperti Hana.

Minkyung sudah mengetahui kenyataan bahwa Joon mencarinya lima tahun silam dan mendapati keberadaannya di rumah Yunho, oleh karena itu ia mencari cara untuk mendapatkan Minkyung kembali. Joon mencari keberadaan kekasih Yunho yang telah menghilang itu dan menemukannya telah dijual oleh orang-orang tidak berotak itu keluar kota dan dijadikan budak.

Minkyung tidak pernah lagi bertemu Yunho setelah itu.

Dunianya penuh dengan Joon, tapi Joon justru meninggalkannya…

Joon mengidap leukimia stadium akhir bahkan sebelum bertemu dengannya. Pria itu tidak pernah memberitahunya sebelumnya, tapi setelah hari itu keadaan Joon semakin melemah dan akhirnya meninggalkan dirinya dan Hana untuk selamanya.

Minkyung tergugu saat mengingat kenyataan sumsum tulang belakang Hana yang tidak cocok untuk Joon meski sebenarnya Joon tidak pernah berniat untuk menaruh harapannya pada Hana, ia tidak ingin membahayakan nyawa putri yang sangat ia sayangi. Tidak juga dengan keluarga suaminya karena nyatanya Joon sebatang kara di dunia ini sebelum menikah dengan Minkyung, ia sendiri pun sempat terkejut saat mengetahuinya.

Joon tidak sendiri lagi sejak ia memiliki Minkyung dan Hana, namun sepertinya Tuhan punya rencananya sendiri.

Joon harus pergi meninggalkan Minkyung dan Hana.

“Appa… Aku merindukanmu…”

Hana, yang masih berusia empat tahun itu menangis sembari menyampaikan rindunya pada Joon. Minkyung memeluk Hana dengan erat, berusaha menenangkan Hana yang menangis. Berulangkali Hana merengek pada Minkyung untuk bertemu dengan ayahnya, tapi Minkyung tidak akan pernah bisa mengabulkannya.

Oppa… Hana merindukanmu… Kau bilang akan selalu menuruti permintaan Hana, bukan? Hana merindukanmu… Dia ingin bertemu denganmu… Aku juga ingin bertemu denganmu, oppa… Aku merindukanmu…

= n – e – y – s =

Minkyung hendak masuk ke dalam mobilnya usai menjenguk makam Joon, saat ada jemari yang menahan pergelangan tangannya. Ia menoleh dan mendapati seseorang yang sudah lebih dari lima tahun tidak ia temui, kini berdiri di hadapannya sambil membawa sebuket bunga. Mengunjungi makam jugakah?

“Kau?” tanya Minkyung tidak percaya.

Kali ini Minkyung tidak tahu lagi ke mana takdir akan membawanya.

Since no one knows the future, who can tell someone else what is to come?

Lega tiada tara setelah akhirnya cerita ini selesai aku tulis.

Well, I leave an open ending again for this story. Like what I wrote, when a story never really has an ending and no one knows the future. This is the ending, yet also the beginning. Kkk~

Udah lama banget pengen bikin side story MV ini karena sejak pertama nonton MV-nya, ada banyak pertanyaan yang muncul di benak aku.

Idenya agak klise menurutku, tapi aku harap setelah baca ini ada hal baik yang bisa kita ambil.

Yuk kita mengusahakan yang terbaik untuk hari ini, karena kita nggak pernah tahu apa yang bakal terjadi di masa depan.

Terima kasih udah baca ceritaku, seneng rasanya nulis lagi setelah sekian lama secara nggak sengaja hiatus.

Sampai jumpa di karya-karya selanjutnya! ^^

Xoxo,

neys-

Advertisements

33 thoughts on “[Song of The Week] “good” bye???

  1. Sebentar… tarik nafas… kemudian hembuskan… KAK YUN INI KENAPA CERITANYA ADUHAI (?) SEKALII…
    Keren kaa…
    Aku mentoque di baguan akhir.. good dalam goodbye.. /ahsudahlah
    Sejatinya aku ga tau MV nya /brb searching
    Makasih kak yun tas ff ketjeh nya ini :*

    1. KAMU GATAU MV-NYA, DEMI APA??? Hahaha… Sebenernya lebih afdol nonton MV yang bikin baper itu dulu… Asli itu MV bikin baper para pentonton. Hahaha…
      Anyway, thank you so much udah baca ceritaku yang katanya aduhai bin ketjeh ini. lol~ Punyamu kapan keluar sih?

  2. KAYUUUUUN~~!!! AKU UDAH BACAAAA!!! AAAKKH SUKAAAAK!! XD
    Ganyangka banget yaa dari satu MV bisa muncul banyak sudut pandang. Dan yang kayun kembangin ini aku sukaaak! ❤ ❤ ❤

    Btw itu yang terakhir muncul si Yunho ya? ahh… pas udah ada hana gimana kabar dia sama pacarnya? trus mereka sekarang udh nikah belum? *sequel kode* /ditendang

    Kalo kuliat dari cara abang Joon menyeret Minkyung balik ke mobil pas di MV itu, yang kebayang sama aku si abang Joon ini kayak semacam penjahat prostitusi gtu. Ga nyangka banget masih ada pengembangan semenarik ini…. Joon nya dibikin suami yang bijak :') aaaahhh….. jadi mau /duagh
    aku ngarepnya sih sepeninggal Joon, Minkyung bisa sama Yunho dan bikin keluarga baru lagi /sekuel kode again /dilempar

    Makassih banyaak kayuuun untuk cerita kerennya 😀 😀 😀

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s