[Song of The Week] Another Pieces


kyuhyun-new-album-740x3572 copy  

A N O T H E R  P I E C E S

(A Million Pieces’ side story)

Songwriter : rinnaaay | Main Cast : Cho Kyuhyun SJ, OC| Duration : 1500++ | Genre: Romance | Rating : General

.

Prologue

Kyuhyun terbangun dengan peluh di pelipisnya. Napasnya tersengal. Ia tidak mengerti mengapa ia bisa selelah ini di alam nyata padahal ia berlari di dalam mimpi. Entah untuk yang ke berapa kali selama setahun terakhir, ia kembali bermimpi tentang gadis itu. Ia rasa ia benar-benar sudah gila.

Kyuhyun bangkit, duduk di sisi tempat tidur dan meraih sebuah lembar lusuh yang terletak di atas nakas sisi tempat tidurnya. Sebuah peta kota Zurich yang ia dapat setahun lalu. Dari seorang gadis yang tidak sengaja menjatuhkannya. Dan tidak sengaja ia jatuhi Cinta. Tetapi seolah hanya sebuah angin lalu yang kemudian pergi berhembus ke tempat yang tidak Kyuhyun tahu.

Ia merindukannya. Gadis tanpa nama yang berhasil membuatnya hampir gila.

Ya! Jangan mengikutiku terus!” Cho Kyuhyun berdecak sebal setelah membalikkan tubuhnya dan mendapati gadis itu masih setia mengekor di belakangnya. Kira-kira berjarak sepuluh—ah, tidak, paling hanya lima langkah.

Gadis itu awalnya pura-pura memalingkan wajah, tetapi kemudian mencuri lirik dan nyengir lebar setelah tahu bahwa ia tertangkap basah. Ugh, bukan tertangkap basah sih, tapi ia memang mengikuti Kyuhyun tanpa ingin bersembunyi, tentu saja ia ketahuan.

“Shin Ji-hyun,” Kyuhyun menyebut nama gadis itu dengan penuh penekanan.

Gadis yang dipanggil sebagai Shin Ji-hyun itu memasang tampang bertanya. Menunggu kelanjutan kata-kata Kyuhyun. Tetapi ketika ia sadar, ia berkata, “nde, seonbae-nim, aku mengerti. Aku pergi.”

Seolah tatapan Kyuhyun mewakili apa yang belum dikatakannya, karena Jihyun langsung mengerti tanpa perlu dikatakan dengan jelas.

Sementara Kyuhyun menghela napas lega, Jihyun bersungut kesal dengan langkah-langkah kecilnya.

“Sudah kubilang jangan mengikutiku, aku bukan artis dan kalaupun aku artis aku tidak butuh sasaeng fans sepertimu.” Jihyun mengulang setiap kata yang seringkali Kyuhyun katakan padanya—lengkap dengan gaya bicara Kyuhyun yang (baginya) angkuh. Yang—demi Tuhan, tidak pernah ada tambahan atau pengurangan dalam kalimatnya itu sehingga Jihyun tidak perlu repot-repot mendengarnya seribu kali lagi untuk mengerti arti tatapan Kyuhyun tadi. Makanya ia langsung pergi. Tapi—

Seonbae!

Jihyun menoleh dan mendapati Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya, dengan tatapan yang tidak lepas dari sosok Jihyun yang kini kembali berbalik padanya.

“Ke—kenapa Seonbae masih memperhatikanku seperti itu?” tanya Jihyun takut-takut sekaligus ge-er.

“Aku tahu kau akan berbalik dan memanggilku, lalu meluncurkan rayuan-rayuanmu padaku. Jadi daripada aku harus menoleh dua kali karena panggilan dari suara cemprengmu itu, lebih baik aku menunggu selama lima detik untuk mengatakan ini : Shin Ji-hyun, apapun alasanmu, tolong berhenti menguntitku seperti—ya,ya, kau pasti mau protes karena kusebut penguntit, tapi dengarkan aku dulu! Berhenti menguntitku seperti ini karena ini sama sekali tidak berguna. Kau masih muda jadi tolong lakukan suatu hal yang berguna daripada mengikuti lelaki tampan sepertiku ini. Karena berjuta-juta kalipun kau memintaku untuk berjalan-jalan denganmu aku sama sekali tidak akan tertarik padamu. Kau sama sekali bukan tipeku, jadi—Shin Ji-hyun? Jihyun? Apa kau menangis? Ya! Ya!!!

Kyuhyun sama sekali tidak habis pikir betapa banyaknya akal gadis ini untuk mengajaknya berjalan-jalan, bahkan salah satunya adalah menangis! Awalnya Kyuhyun tidak percaya jika ada yang bilang ‘tidak tahan jika melihat orang menangis’. Karena ketika melihat Jihyun menangis sebelum ini pun, bisa ditebak bahwa itu adalah air mata buaya betina—wait, what? Kyuhyun baru dengar kosakata air-mata-buaya-betina. Tapi, betul, sih, betina, karena Jihyun ‘kan perempuan. Duh, Kyuhyun mikir apa, sih?.

Tapi, tangisan Jihyun tadi itu berbeda. Itu bukan sekadar air-mata-buaya-betina yang biasa Kyuhyun lihat dari Jihyun. Tangisan itu seolah… apa, ya… Kyuhyun sendiri tidak bisa menjabarkannya lewat kata-kata, sehingga yang bisa ia lakukan tadi adalah berjalan mendekatinya dan hampir saja putus asa karena—demi Tuhan, orang-orang di sekeliling mereka mulai menjadikan mereka sebagai pusat perhaatian serta menatap Kyuhyun dengan pandangan yang… errr, seolah mengatakan kalau Kyuhyun adalah lelaki-brengsek-pematah-hati-perempuan. Jadi upaya terakhirnya untuk membujuk Jihyun agar berhenti menangis adalah dengan kata-kata : “Oke, oke, aku akan berjalan-jalan denganmu, tapi kau harus berhenti menangis!”

Jadi di sinilah mereka sekarang.

Di sisi sungai Han. Tepatnya adalah Seonyudo Hangang Park, salah satu taman yang paling terkenal di Seoul yang terhubung dengan Rainbow Bradge—sebuah jembatan berarsitektur menarik. Mereka duduk di bangku yang telah tersedia yang—untungnya, masih ada yang kosong ketika mereka datang ke sini. Menikmati pemandangan malam kota Seoul yang menarik. Mungkin karena ini bukan weekend, tempat ini tidak terlalu ramai meski tidak bisa dibilang sepi. Klise memang, duduk berdua di tepian sungai Han seperti ini seolah sedang menonton drama Korea. Tapi percayalah, Jihyun sama sekali tidak punya ide mereka harus kemana. Dulu, ia sudah mencatat list panjang tempat-tempat yang akan mereka kunjungi jika saja Kyuhyun benar mau berjalan-jalan dengannya. Tapi kini ketika harapannya menjadi nyata, ia sudah kehilangan list itu bahkan dari memori otaknya. Jihyun tidak tahu bahwa mengajak Kyuhyun berjalan-jalan bisa seperti ini melelahkannya. Rasanya lebih sulit daripada ujian matematikanya minggu lalu.

“Jadi, apa selanjutnya?” tanya Kyuhyun.

Jihyun menoleh. Melihat Kyuhyun dengan pandangan lurus ke depan. Dari sisi ini ia dapat melihat tekstur wajah Kyuhyun dengan jelas. Dan ia baru benar-benar menyadari kalau Kyuhyun memiliki bulu mata yang panjang. Tulang hidung yang jelas. Dan kulitnya yang—terlihat lembut. Jihyun, tanpa sadar, mengangkat kedua sudut bibirnya.

“Apa? Kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu? Apa kau mulai gila karena terlalu bahagia bisa mengajakku ke sini?”

Jihyun tertawa. Lelaki ini benar-benar konyol.

Kyuhyun ikut tertawa, lalu berkata, “jadi, usahamu untuk mengajakku jalan-jalan hanya untuk ke tempat ini? Hah. Kau terlalu banyak menonton drama picisan, Jihyun-a.”

Jihyun tertawa kecil. “Untuk membawamu ke tempat drama picisan seperti ini saja sudah sangat sulit, Seonbae.”

Kyuhyun tertawa. Mendadak merasa tidak masuk akal juga karena menolak ajakan gadis ini berjuta-juta kali. Apa ia terlalu sombong?

Ah, jika kau bertanya-tanya mengapa Jihyun memanggilnya Seonbae, itu karena ia adalah seniornya di kampus. Kyuhyun adalah mahasiswa tingkat akhir dengan nilai cemerlang yang sebentar lagi menyelesaikan kuliahnya, sementara Jihyun adalah mahasiswi baru yang mendadak saja menjadi sasaeng fans Kyuhyun sejak mereka bertabrakan secara tidak sengaja di kantin dan membuat nampan makanan Jihyun mendarat sempurnya di baju Kyuhyun. Bukan awal pertemuan yang baik, dan sampai saat detik ini mereka saling mengenal, Kyuhyun seringkali memarahinya, tapi Jihyun tidak peduli. Ia seolah kebal.

“Sebenarnya aku ingin sekali mengajakmu ke Zurich.”

Kyuhyun refleks menoleh. “Apa? Kemana?”

Jihyun menatap Kyuhyun. “Zurich. Swiss.”

Zurich. Ya, ia tentu saja tahu kalau tempat itu ada di Swiss. Tapi mengapa? Ia bukan terkejut karena Jihyun mengajaknya jalan-jalan ke tempat yang begitu jauh dan menguras kantong. Tapi yang membuatnya sekarang mendadak termenung adalah sebuah memori yang tiba-tiba saja melintas di kepalanya. Ah, mungkin itu adalah memori inti perpaduan dari Joy dan Sadness yang menghasilkan memori melankolis di dalam otak dan hatinya. Mungkin sekarang Joy dan Sadness sedang menguasai tombol-tombol di dalam kepalanya dan menciptakan perasaan-perasaan tak menentu. Ah, sepertinya Mr. Angry juga ikut-ikutan. Karena mendadak saja ia merasa marah. Dan… takut. Mungkin Fear juga tidak ingin ketinggalan sehingga ia ikut mengacak-acak tombol-tombol itu.

“Kenapa, Seonbae? Teringat sesuatu?”

Kyuhyun mengerjapkan matanya. “Apa?”

Jihyun menunjuknya tepat di depan wajah. “Kau mendadak termenung dan memikirkan sesuatu. Apakah aku mengingatkanmu pada sesuatu?”

“Tidak. Bukan apa-apa.”

“Atau seseorang mungkin?”

Kyuhyun tidak menjawab. Lalu menggeleng. “Bukan apa-apa. Bukan siapa-siapa.”

Ya, bukan siapa-siapa. Gadis itu bukan siapa-siapa. Pun dengan dirinya yang juga bukan siapa-siapa untuk gadis itu. Mereka hanya kebetulan bertemu di Zurich Hbf, stasiun terbesar di pusat kota Zurich. Tidak sengaja menabrak satu sama lain dan Kyuhyun memungut peta yang dijatuhkan oleh gadis itu. Ingin mengembalikannya tetapi mendadak saja niat itu menjadi niat lain. Mungkin karena ia tahu kalau gadis itu orang Korea sama sepertinya. Atau mungkin karena hal lain.

Love at first sight, mungkin?

Cho Kyu Hyun tidak percaya pada cinta pandangan pertama. Sampai ia bertemu dengan gadis itu kurang lebih satu tahun yang lalu. Meski, sejujurnya, sekalipun ia sudah bertemu dengan gadis yang membuatnya hampir mempercayai cinta pada pandangan pertama itu nyata adanya, tetap ada bagian dalam dirinya yang terus menolak bahwa hal-hal konyol semacam itu hanya ada di dalam drama picisan.

Kyuhyun kerap meyakini diri sendiri bahwa saat itu mungkin ia sedang dilanda patah hati berat karena ditinggal kekasihnya selingkuh dengan pria yang—oh, bahkan tidak sebanding dengan dirinya. Sehingga ia pergi berlibur sendiri dan bertemu gadis itu membuatnya rentan jatuh cinta karena hatinya sedang tidak stabil.

Tapi saat ini, ketika ia berdiri di sini, segalanya terasa benar. Semua yang ia rasakan setahun terakhir yang membuatnya menyangka bahwa dirinya sudah gila, terasa normal. Bahwa mencintai seorang gadis yang tidak ia ketahui namanya sampai detik ini adalah hal yang paling normal di dalam hidupnya.

“Kakak, aku datang. Kali ini aku tidak sendiri. Aku bersamanya. Lelaki yang kau ceritakan padaku. Kau bilang dia sangat manis dan tingkahnya lucu. Tapi dia sangat menyebalkan, kau tahu? Apa benar dia adalah orangnya? Apa aku salah orang?” Jihyun tertawa. Tidak benar-benar tertawa, karena setelahnya ia menelan ludah dan mendadak merasa ada yang mengganjal di kerongkongannya. Lalu matanya mulai basah. Tapi tentu ia tidak akan menangis. Tidak di depan Kyuhyun.

Jihyun, yang sedang bersimpuh di tanah berselimutkan rumput hijau dengan batu nisan di salah satu sisinya, mendongak menatap Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya. Tidak bergerak sedikitpun sejak mereka hadir di sini.

Semalam, setelah menerima sehelai foto hasil polaroid dari Jihyun, yang berisi foto Kyuhyun dan gadis itu di Swiss tahun lalu, Kyuhyun langsung menodongnya dengan berbagai pertanyaan yang saling tumpang tindih dan Jihyun tidak tahu harus memulai darimana menjawabnya. Sehingga Jihyun menyuruhnya kembali datang pagi ini. Dan di sinilah mereka. Di sebuah pemakaman yang terletak di daerah Gyeonggi.

Seonbae, kau tidak ingin menyapa kakakku? Gadis yang berfoto denganmu di Swiss,” kata Jihyun lalu menelan ludah, “Dia kakakku. Shin Ji-kyung.”

“Shin Ji-kyung.” Kyuhyun menggumam.

“Ya, Shin Ji-kyung.”

Kyuhyun melangkah mendekat, dan berjongkok di seberang Jihyun. Menatap batu nisan yang memang tertulis nama Shin Ji-kyung di sana.

Mendadak saja, Kyuhyun merasa dunia di atasnya runtuh. Memang benar ia berharap dapat bertemu—setidaknya sekali saja dengan gadis itu, tapi tidak dalam keadaan seperti ini. Kyuhyun menunduk. Sesak memenuhi dadanya, dan ia tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun. Terlalu bingung.

Perlahan, Jihyun bangkit dari tempatnya. Pergi dari sana untuk memberikan waktu pada Kyuhyun untuk berbicara dengan kakaknya.

Dan tiba-tiba saja, tanpa dikomando, memori satu hari yang menyenangkan di kota Zurich ter-replay di dalam otaknya. Sebuah memori inti sedang diputar dan—mungkin Sadness menyentuhnya. Sehingga bola memori inti itu berubah warna menjadi biru. Berefek pada perasaan Kyuhyun yang menjadi sedih ketika mengingatnya. Joy, please do something, bisik Kyuhyun pada otaknya sendiri. Konyol.

“Shin Ji-kyung,” bisik Kyuhyun, “akhirnya aku mengetahui namamu.”

Ia berhenti sejenak. Mendadak tidak mengerti, mengapa pertemuan sesingkat itu menimbulkan perasaan sedalam ini. Bagaimana bisa….

“Pertama kali—dan terakhir kali kita bertemu, kau bilang aku akan mengetahui namamu esok hari.” Kyuhyun tersenyum, lalu melanjutkan, “tapi, apa ‘esok hari’ adalah waktu selama ini?”

.

.

.

Epilogue

“Jihyun-a, mengapa berlama-lama memberitahuku tentang Jikyung? Kau bisa saja memberitahuku lebih cepat.”

“Entahlah, mungkin secara tidak sadar aku sudah menikmatinya.”

“Menikmati apa?”

“Mengejarmu, Seonbae.”

Kyuhyun tersenyum. Dulu ia yang mengejar kakaknya, dan sekarang adiknya ganti mengejar dirinya? Cih, mengapa hidup bisa selucu ini.

.

End

 

Hei! Sebelumnya, happy birthday Jukebox Fiction!

FF ini jadi didetik-detik terakhir deadline. Terima kasih utk suara Kyuhyun yg udah bikin cerita ini menari-nari di kepalaku karena selama menulis ini lagu dia aku repeat terus (ada kali sejuta kali haha). Sebenarnya tadinya FF ini nggak segini, akhirnya nggak sesingkat ini. Tapi entah, aku merubahnya jadi gini. Haha. Maaf keseluruhan ceritanya masih jauh dari kata sempurna. Aku yakin bisa lebih maksimal lg tapi maaf hanya menghadirkan segini. Sampai jumpa di lain kesempatan! J

Advertisements

23 thoughts on “[Song of The Week] Another Pieces

  1. Ya ampun pacaaaaalll ~ rasanya udah lama banget dr terakhir kali baca ff si pacal.. Hhaha
    Dan ka naya ngingetin lg mei kalo dulu tuh duh … Head over heels lah buat cowok satu ini.. Wkwkwk
    Dan mei keberatan sama kulit mulus, karena wajahnya kyu itu ganteng bulan, dr jauh indah, dr deket korodok(?).. Hhaha
    Ceritanya keren kak, unexpected! Meskipun ada typo2, ya sudahlah. Typo adalah dosa bersama *apasih*
    Oya, mei suka banget yg bagian terakhirnya tuh. ‘Esok hari’ adalah ‘selama ini’. LoL watir aneut bebey kuu~ wkwk
    Makasih kanay :*

    1. Yaampun~~~ iya sih aku juga udah lama banget gak liat dia berkeliaran nih hahaha makanya ini kayak kambek aku dan kyuhyun di dunia per ff an alah
      Hahaha kerodoookkk apapulaaak ituuuu… kerodok itu brooo nama makanan itu looooh #karedokkk xD
      Aku yg makasi meiii~ nunggu punya kamu dehhh~

  2. OMG! LOOKS WHO SAID THAT SHE CAN’T WRITE ANYMORE…AND WHO WROTE THIS ASDFGHJKL STORY!!!
    Kamuuuuu1!! 😤😤😤
    Aaaaak~ a’a Kyuhyun ituuuuuu… menyebalkan. Tapi di sini aku suka lihat karakter Jihyun.. Mantaaaap.. umm, ini sebenernya sappy ending = sad + happy ending.. wkwkwk
    Tapi berasanya baper gitu hahahaha
    Kamu pastiudah gabung sama baper squad punya si eka ya? Hahaha. 😜😜
    Congrats! Km udah berhasil menulis lagi, jagi. Harus dipaksa kan memang?

    1. OMGGG BIASA AJA AH JAGI, INI BELUM APA-APA, LIAT NANTI #ALAHHH

      Kenapa pada suka ama karakter Jihyun ya, padahal sebenernya yg nunjukin karakter Jihyun bgt ada diakhiran yg udah aku out hahahaha tp gpp yeyelalala

      Yap. Kudu dipaksa. Dan sekarang aku udah punya 3 ff yg nunggu antrian buat dipublish xD

      MAKASIII JAGIII MUAAHHH

  3. ketawa baca komennya Mala…. Naya gabung sama baper squad-nya Eka. wkwkwk….
    nama ceweknya ngambil dari drama 49days. kekeke….
    aku bayangin Ji Hyunnya juga punya tingkah konyol kayak yang didrama. kekeke
    walaupun aku nggak tau ini another story dari apaan tapi ini bagus Naya… kekeke
    open ending. sama kayak punya Yunita. kekeke

    1. Puahahaha da aku mah emang suka yg galo-galo pada dasarnya xD
      Ahahaha aku baru sadar Jihyun itu nama karakter di 49days yaaaa hahaha
      Coba diliat atuhhh mv nya kaaa hahaha

      1. kalo ada kuota ato pas lagi ke warnet aku liat deh MVnya. wkwkwkw
        Jihyun nama karakter di 49days. Jikyung juga nama karakter Jiyeon di Dream High 2 sebelum pake nama Rian. kekekek

  4. Dan aku malah ngebayangin ji hyun itu leadernya 4minute 😀 #abaikan

    Ngakak sm komennya miichan XD tapi dia bener. Pipinya kyuhyun emang gak mulus.. Ky bulan.. Dari jauh mulus dan benderang tapi dr deket lobang-lobang… 😀 #ups

    Dan aku ga nyangka another story dr mv nya ini bakal ky gini.. Pada bagus2 ih buatnya… Imajinasinya pada jalan dg bagus… Jadi minder sm punyaku #( kacau…

    sukalah sm ceritanya.. Sweet, lucu, ngenes, dan open ending yg kece… 😉

    1. Dan aku mendadak gatau kl leadernya 4M itu Jihyun namanya hahahahaha
      Makanya di atas aku tulis ‘pipinya yg (terlihat) mulus’ kelihatannya doaaang hahaahaha

      Ahhh kaayuuu aku udah baca punyamu dan itu gk kalah bagus tauuukk malahan nipu gituuu huhu abis ini aku muncul di sanaaa

      Makasi kaayuuu~

    1. aku suka karakternya jihyun di sini, dan si kyuhyun juga lucu ><
      makasih kak! ff-nya jadi sarapan enak bareng ff-nya kak iin sama kak mala kkk~

  5. duhh suka.suka … Berasa lagi liat lanjutan mv.nya Kyu 😦
    btw aku suka banget lagunya, mv.nya juga, viewnya itu beh cantik … Ditunggu karyanya yg lain authornim 😉

  6. Sedih sih ya tokoh ceweknya beneran meninggal… Aku tuh pernah bikin cerita yg cowok ama cewek ketemu pas jalan2 di luar negeri, pernah ngayal juga mungkin nggak ya ketemu cowok pas jalan2 di luar negeri trus malah berakhir jalan2 bareng? Dan jawabannya… NGGAK! lol~
    Ini karakter si Jihyun ngegemesin gimana gitu ya…
    Si Kyu, udah lama kagak baca FF dia, jadi semacem kangen. Wakakakak…
    Ttp semangat nulis ya Nay! *sok bener ngomongnya*

    1. Mmm iya ceweknya betulan ninggal huhu ahahaha kayun itu ngayal macam apaaa ituuu ckckck
      Iya sesungguhnya aku juga udah lama gk liat Kyuhyun berkeliaran hahahaha nulisnya juga sambil kangen ini xD
      Sip, semangat juga ka! 😀

  7. Hai kak nayyy,
    Aku juga ngebayangin jihyun 4minutes disini eheheh._.

    Aku sukaa ceritanyaaa jihyunnya lucu gt ngikutin kyuhyun. Dan seperti biasa kyunya cool2 menyebalkan gituu. Tp akhirnya dia luluh jugaa akh ku suka ceritanyaa pokokknya hwhwhw

    Salam,
    Dhira.

  8. Akhirnyaaaa daku mendarat mulus dimari. *halah*

    Pertama baca nama shin jihyun malah yang kubayangin tokoh di 49days. XD karakter mereka juga mirip. Kukiiraa ini kanaya bikin ceritanya pake tokoh utama: go ahra alias jikyung! Ternyata adiknya dan hasilnya justru lebih ngena :’)
    Ngeneeessss iiiih ketemu2 malah di pemakaman…. Kasian kyu nyaa…. 😦

    Pembawaan tulisan nya ka naya tuh khas banget iih kayak semacam dengerin cerita secara langsung XD jadi asik gitu bacanya.

    Ayooo kanayaaa kita semangat nulis lagiii ❤ ❤ ❤

    1. Allooow iin hihi
      Hahaha pada bayangin Jihyun yg itu ckckckck tp gpp, imut juga dia kan xD

      Ih masa sih khaaas aku jadi maluuu ><

      Makasi iinnnn… Kamu jg semangat nulis yaaaaw :*

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s