[SONG OF THE WEEK] Airplane : Story of Us


https://indofanfictionsarts.files.wordpress.com/2015/11/story-of-us.jpg?w=450&h=631

 Another Story Of Airplane : Story of Us

Autor : Rahay™Kim

Cast : Kim Han Bin // Bobby // Ji Ha Yun

Genre : Friendship , SongFic , Sad ,Fluff,School -life

Rate : G

Length : Oneshoot

Disclaimer : Storyline milik SAYA . Cast belong to God and They Parents . Don’t Co-Paste my Fanfic

A/N : Maaf kalau gaje , Typo dimana -mana , gak nyambung atau apalah -apalah . Emang sih , bener gak nyambung . Nama nya juga Another Story . Ya Gak ? Oh Iya . Saya Author baru di sini 🙂 Salam kenal semua nya 🙂 Yang tiba -tiba ngerusuh di FJ yaa itu saya . Sekian Xoxo .

P.S : Font Italic is Flashback , Beware of Typo , Commented on Comented Box ^^ Like for Like 🙂

Cr : Charismagirl ® Indo Fanfic Arts

®Airplane®

Siang itu terik matahari yang menemani mereka,terlihat dua orang saling bergurau dan bercanda satu sama lain.

“Ha Yun -ah . .Hmm aku. .” lelaki itu menghentikkan ucapan nya. Seakan jika ucapan nya dilanjutkan adalah sebuah   keberuntungan   atau   malah jadi malapetaka.

Ha Yun menoleh ,seolah menunggu apa yang akan teman lelaki nya itu katakan. “Ya !~ Chingu -deul,kalian disini.” tiba-tiba suara lain datang bukan dua dari mereka. Seorang lelaki bermata sipit menghampiri mereka , segera berdiri di tengah dan merangkul kedua insan yang nyatanya adalah Teman lebih tepat nya Sahabat .

Raut wajah Han Bin segera berubah seketika begitu juga dengan Ha Yun. Mereka sama-sama mentautkan sebuah senyum simpul ketika Lelaki sipit itu mendatangi mereka.

“Ada apa dengan suasana kalian?Terjadi sesuatukah? Han Bin -ah , Ha Yun -ah?” tanya lelaki sipit pada dua orang di samping nya. Han Bin tak bergeming dan Ha Yun hanya menggeleng pelan . “Tidak ada apapun , Bobby”

Ha Yun kemudian menengadahkan kepala nya keatas kemudian mentautkan sebuah senyuman.

Melihat Ha Yun , Netra mereka sama-sama ikut melihat kearah Ha Yun memandang. Bobby menunjuk dengan antusias seperti anak 8 tahun yang mendapat balon , padahal itu hanyalah sebuah Pesawat Terbang melintas jauh di atas mereka. “Eoh ! Ha Yun –ah ~ .Itu pesawat nya” dengan suara lantang Han Bin berkata. Sebuah senyum lebar menghiasi wajah Han Bin.

Ha Yun kemudian mendecak dan berkacak pinggang. “Dengar Han Bin , Aku bukan anak umur 10 tahun lagi sekarang , sekarang bertambah sembilan tahun. Berhentilah bersikap seolah aku dan kau Anak –anak”

Ha Yun berjalan meninggalkan Han Bin dan hanya mengajak Bobby. Ia kemudian ber hi-five dan sama -sama tertawa. Meninggalkan Han Bin sendirian di belakang mereka . Han Bin menyungutkan bibir nya dan mengekori teman nya Ha Yun dan Bobby yang sudah jauh di depan Han Bin.

® Airplane ®

Sembilan tahun yang lalu ~

 

Seorang lelaki berumur 9 tahun sedang asik bermain miniatur pesawat yang ia dapat dari Ayah nya yang baru pulang dari   penerbangan ke Jerman di sebuah taman dekat dari komplek perumahan nya.

 

Yah , lelaki itu meyukai dengan alat transportasi itu karena Ayah nya yang seorang pilot. Ia berimprovisasi seolah suaranya adalah bunyi Pesawat besar itu.

 

Pesawat itu ia terbangkan , angin yang berhembus membuat Pesawat ikut terbang lebih jauh dan jatuh ke trotoar di luar Taman itu. Lelaki itu segera berlari dan

‘Prak!!’

 

Pesawat itu terlindas oleh sebuah sepeda dan miniatur pesawat itu terbelah menjadi beberapa bagian. Mata anak lelaki itu melebar dan segera memungut pesawat itu , netra nya   telah berair melihat hadiah berharga dari ayahnya hancur dalam sesaat , rasa gelisah dan bersalah mulai menyelemuti anak itu.

 

Gadis pengendara sepeda itu turun , dan menghampiri Anak lelaki itu . “Oh , Maaf . Aku tidak sengaja melindas nya.” ujar gadis dengan rambut dikuncir dua itu dengan wajah merasa bersalah. Anak lelaki itu melihat wajah si gadis , mata nya melebar dan segera menunduk kembali.

“Tidak , Tak apa.” jawab nya terbata dan segera berpaling berlari menuju taman. “Hey ! Tunggu! Apa kau anak Paman Kim Ha Goo?” teriak gadis itu masih berada di tempat nya .

 

Lelaki itu menghentikkan langkahnya dan sama sekali tak menoleh. Keringat dingin mengucur deras dari pori-pori kulitnya. Gadis itu berjalan mendekat dan menyentuh bahu anak lelaki itu. “Ayahmu memberi miniatur hadiah pesawat itu sebagai hadiahkan ?” tanya gadis itu dengan senyum lebar dan sorot mata ingin tahu.

 

Anak lelaki itu hanya mengangguk pelan. Gadis itu menepuk bahu lawan bicara nya lagi kali ini lebih menghentak dan antusias. “Kau tahu ?! Yang membuat miniatur itu ayah ku , Ayah mu meminta nya sebagai hadiah ulang tahun mu ‘kan? Mereka berdua teman baik . Bagaimana kalau kita menjadi teman baik ? Namaku Ji Ha Yun.” jelas si gadis panjang lebar mengenalkan diri nya sendiri dan mengulurkan tangan kanan nya agar Anak itu menyambut jabat tangan nya.

 

Anak itu belum menjawab , si gadis sudah memaksa tangan anak itu untuk menyambut jabatan tangan nya . “Kita berteman sekarang . Panggil saja aku Ha Yun , Lalu Siapa nama mu ?” tanya Ha Yun masih tak melepaskan tangan teman lelaki nya itu.

“Kim Han Bin , itu -nama ku.” jawab nya dan segera melepaskan tangan Ha Yun . Gadis itu tersenyum lebar . Ha Yun lalu melirik pesawat yang ia lindas tadi . “Umm , maaf sekali soal minatur mu itu ..Han Bin.” ujar Ha Yun yang menunjuk miniatur yang Han Bin pegang .

“Tak masalah , Ha Yun.” ujar Han Bin dan memasukkan miniatur yang sudah hancur itu ke dalam tong sampah.

“Tapi , Han Bin -ah ? Bisakah kau merahasiakan ini dari Ayah mu ? Aku janji akan membuatkan nya yang lebih baik untuk mu. Yah ? Yah ?” bujuk Ha Yun ia mengerjapkan mata nya beberapa kali agar Han Bin menuruti permintaan nya .

 

“Tidak masalah , Ji Ha Yun. Aku -aku , harus pulang. Sampai besok” Ujar Han Bin dan berlari meninggalkan Ha Yun di taman itu seorang diri.

“Eoh ! Sampai besok !” teriak Ha Yun dan melambaikan tangan nya . Ia berjalan ke tong sampah dimana Han Bin membuang miniatur itu . Dan ia memungut nya kembali dan memasukkan nya ke dalam tas punggung nya . Kemudian kembali pulang dengan mengemdarai sepedanya.

 

Beberapa tahun kemudian sejak hari itu . .

Hari kelulusan SMP ~

 

“Han Bin -ah !!” panggil Ha Yun dari jauh. Ia membawa serangakaian bunga dan medali yang tergantung di leher nya , tangan kiri nya di letakkan ke belakang dengan membawa sesuatu sebagai hadiah untuk Han Bin .

 

Ha Yun menghampri Han Bin yang berada depan pintu masuk Auditorium sekolah yang sedang mengobrol bersama teman -teman nya.

Ha Yun masih melemparkan senyum lebar nya pada Han Bin namun malah teman -teman nya yang membalas senyuman Ha Yun.

‘Itu Ha Yun , kelas 3-3’ bisik salah seorang teman nya pada Han Bin , mereka pun pamit pada Han Bin dan pergi meninggalkan kedua insan itu.

 

“Ada apa ?” tanya Han Bin tiba -tiba wajah nya berubah gugup ketika Ha Yun berada di depannya.

“Umm , Selamat atas kelulusan mu. Kim Han Bin !” ujar Ha Yun dan memberikan serangkaian bunga itu untuk Han Bin.

 

Han Bin menerima nya dan seulas senyum terpampang di wajah penuh kharisma nya . Ha Yun mengajak nya untuk Hi -Five dengan malu -malu Han Bin membalasnya .

 

Hening.

 

Suasana itu kembali menyelimuti mereka. Tiba -tiba ponsel Han Bin bergetar sebuah panggilan masuk di telpon nya . Han Bin segera menangkatnya dan berjalan beberapa langkah menjauh dari Ha Yun .

“Halo ? Ya , Aku langsung kesana.”

Han Bin melirik Ha Yun yang berada dibelakang diri nya. Kemudian ia menutup panggilan itu.

“Maaf , lain kali kita bicara. Aku harus pergi karena ada hal mendesak . Ha Yun -ah. Selamat juga atas kelulusan mu.” setelah itu Han Bin segera pergi , hal terakhir yang ia perlihatkan untuk Ha Yun adalah hanya sebuah seulas senyum getir dan berjalan meninggalkan Ha Yun yang masih terpaku di tempat nya.

 

Sebuah kertas jatuh ke lantai , seperti nya itu milik Han Bin mengingat beberapa detik lalu ia bersama nya di koridor itu.

Ha Yun melihat Han Bin yang ingin naik taksi dengan beberapa koper sedang yang sedang di angkut oleh Supir Taksi untuk di taruh di bagasi.

Gadis bersurai cokelat itu segera berlari dengan sebuah benda yang ia temukan tadi.

 

“Han Bin !!!! Tunggu !!!” teriak Ha Yun , Han Bin yang tengah membuka pintu taksi segera menghentikkan aktivitas nya .

 

Gadis itu berdiri di depan Han Bin dengan nafas yang berburu. “Kau .. menjatuhkan ini tadi. Apa kau ingin pergi ? Kim Han Bin”

Gadis itu menatap Han Bin penuh tanya dan harap . Ia menerima benda yang adalah tiket pesawat itu. Han Bin memegang tengkuk nya .

 

“Yah , Aku . . Akan pergi pertukaran pelajar untuk 2 tahun . Mungkin tahun terakhir di tingkat SMA aku , akan kembali ke sini. Maaf tak bilang pada mu , lebih dulu.” kata Han Bin dengan mata yang berkaca -kaca. Ia memegang kedua bahu Ha Yun erat. Ha Yun masih menyembunyikan tangan kiri nya yang terdapat hadiah untuk Han Bin . Gadis itu hanya tersenyum simpul. Dan berjalan mundur selangkah sehingga kedua tangan Han Bin di tepis halus oleh nya. “Pergilah .” pungkas Ha Yun dan segera pergi meninggalkan Han Bin yang masih terpaku di tempatnya.

Ia mempercepat langkahnya dan bersandar dibalik dinding. Tangis nya pecah saat itu juga sedangkan netra nya memandang jauh ke jalan besar di sana , Taksi yang ditumpangi Han Bin sudah jauh melaju. Ha Yun hanya menggenggam miniatur milik Han Bin sewaktu dulu erat.

 

® Airplane ®

 

“Ha Yun-ah , Sudah malam.Besok kau bisa lanjutkan membuat miniaturnya.” ujar sosok lelaki yang lebih tua dari nya.

 

Ha Yun tak bergeming , ia masih fokus pada pahatan kayu nya yang hampir membentuk sebuah miniatur pesawat terbang.

 

“Aku akan menyelesaikan nya , malam ini juga” ujar sang anak masih fokus pada aktivitasnya.

Sang ayah mengahampiri anak nya dan mengecup kening putri nya dan segera keluar dari ruangan itu. “Bereskan ketika kau sudah selesai.”

Sepeninggal sang ayah , Ha Yun masih belum beranjak dari tempat nya. Sampai akhir nya ia mencapai tehnik finishing. Setelah itu ia menghela nafas nya berat , melepas beberapa peralatan safety pekerjaan yang ia gunakan dan menyambar ponsel yang ia taruh di nakas dekat pintu keluar.

 

Ia melihat beberapa chat nya dengan Han Bin. Terhitung chat yang paling akhir itu sejak kelulusan Sekolah Menengah pertama mereka , dan sekarang Ha Yun sudah mau naik ke tingkat dua SMA . Sudah setahun lebih mungkin , Ha Yun tak berkomunikasi dengan Han Bin.

 

Lelaki itu seakan di tenggelamkan oleh kesibukan nya seorang diri di Luar Negri sana. “Ya ! Kim Han Bin ! Apa kau sesibuk itu ?! Kau pikir , Kau saja yang sibuk ?! Tentu . Aku sibuk !Dasar   pecundang.” rutuk Ha Yun sendirian ia mengacak rambut nya sendiri dan sekarang gadis itu nampak berantakkan .

 

Kemudian sebuah pesan masuk.

“Hei ! Ini sudah malam. Rutukkan mu itu tak enak didengar oleh orang :P”

Ha Yun menyungutkan bibir nya dan keluar menuju balkon melihat bangunan yang berada di seberang nya. Seorang lelaki tengah terduduk di kursi santai nya seraya mendengarkan lagu. Kemudian lelaki itu menatap Ha Yun kembali dengan menjulurkan lidah nya ke arah Ha Yun.

“Ya ! Bobby ! Sialan kau ! Lihat saja besok di sekolah!” teriak Ha Yun dari balkon rumah nya. Bobby berdiri dan menyedekapkan tangan didada. Sebuah senyuman yang membuat mata nya nenutup terlukis. “Tidurlah ~ Kau berisik sekali . Sampai jumpa besok.” ujar Bobby lalu melambaikan tangan nya dan segera masuk ke dalam kamar nya.

 

Ha Yun tak sempat berkata -kata . Lampu kamar di bangunan seberang tepatnya kamar Bobby sudah padam. Dengan berat hati , Ia pun juga masuk ke dalam rumah nya. Karena angin musim gugur mulai berhembus lebih kencang ,dan hanya membuat menggigil jika seseorang berada diluar lebih lama. Meingat sekarang sudah bulan Oktober.

 

®Airplane®

 

Ha Yun merapatkan mantelnya begitu juga dengan lelaki   di sebelahnya. Ia selalu gemar mengikuti gerak -gerik   Gadis yang memang adalah tetangga nya semenjak Setahun terakhir ini , Karena sebelum nya Lelaki dengan mata bergaris satu itu tinggal dengan orang tua nya yang berada di Ohio , Amerika.

 

Netra Ha Yun mendelik ketika melihat Bobby mengikuti gayanya . “Ya ! Aku ini bukan model yang untuk kau tiru. Dasar kekanakkan.” ledek Ha Yun dan segera menaiki bus yang berhenti di depan mereka , diikuti Bobby mengekor dibelakang.

 

Begitu kedua orang itu masuk , tak ada lagi bangku bus kosong yang tersisa untuk mereka. Akhirnya , mereka berduapun berdiri dengan saling membelakangi . Meskipun kedua nya bertetangga dan satu sekolah , Ha Yun dan Bobby tidaklah dekat seperti orang lain yang bersahabat.

 

 

Tak jarang , tingkah Bobby yang kekanakkan kadang kala membuat Ha Yun gemas dan di waktu lain membuat gadis itu tertawa. Walau dalam tawa nya dan marah nya Ha Yun , gadis itu masih memikirkan bagaimana seorang Lelaki yang sukses membuat nya merasa di ambang putus asa untuk satu tahun terakhir masih bisa hidup dengan baik. Pertanyaan nya adalah

 

‘Apakah Han Bin masih dapat merasakan Tawa dan Marah diatas aktivitas nya yang kelihatan sibuk , mungkin saja begitu. Tapi, Apa tak bisa menghubungi teman nya yang disini walau sesekali, Ahh mungkin aku hanya sebuah hembusan angin untuk nya. Karena Ia adalah Pesawat nya dan jika ingin terbang ,pesawat juga membutuhkan angin yang cocok untuk penerbangan yang Aman ,dan aku adalah angin itu.’

 

Lamunan Ha Yun buyar seketika , saat Bobby menyentuh bahunya . Lelaki itu mentautkan senyuman lebar nya.

 

Selalu.

 

Ia menunjuk bangku yang kosong. Ha Yun pun segera mendekat dan duduk. Ha Yun mentautkan senyum simpul. “Gumawo” bisik Ha Yun.

“No matter , Miss” canda Bobby ia masih berdiri di samping bangku Ha Yun.

 

Ha Yun hanya tertawa dan sekilas melihat ke arah luar , dimana langit biru petang mulai muncul di Musim Gugur ini. Sebuah pesawat melintas di atas sana. Membuat pikir nya kembali pada menit -menit sebelum nya.

 

‘Kim Han Bin , Apa dari beribu penerbangan yang melandas di Korea tak ada satupun yang membawa diri mu kembali ke sini?’

 

Ha Yun memejamkan mata nya ,karena pelupuk nya sudah digenangi air khawatir jika air itu jatuh di depan Bobby , ia tak ingin membuat lelaki kekanakkan satu itu khawatir.

Tak Ingin.

*

*

Bobby dan Ha Yun turun dari bus mereka berhenti di taman bermain.

Mereka membeli es krim dan duduk di Ayunan. Masing -masing menjilati Es krim mereka. “Apa kau masih memikirkan Mr.Airplane ?” tanya Bobby masih sibuk menjilati es krim nya sesekali ia menggigitnya sekali lahap .Ha Yun terdiam dan mengarahkan netra nya pada Bobby yang berada disamping nya.

 

“Seharus nya kau mencegahnya untuk tidak pergi , Jadi kau tak perlu menderita sendirian. Dan , Aku bukan tipe pendengar yang baik untuk menanggapi cerita seseorang . Jadi, jangan terluka dengan ucapan ku. Semangatlah ! Mr.Aiplane mu pasti kembali !” ujar Bobby dan mengelus lembut rambut Ha Yun. Lalu mengajak Ha Yun untuk berhifive dan Ha Yun segera tertawa setelah berhi -five .

®Airplane®

Netra Han Bin tak henti -henti nya menatap kedua insan yang berada di hadapan nya. Han bin menyilangkan tangan nya didada menyenderkan badan nya di bangku.

Seakan -akan ia benar -benar tak dianggap oleh kedua teman nya itu. “Kau mau ? Buka mulut mu” Ujar Ha Yun pada Han Bin , dengan segera ia membuka mulut nya dan sudah senang bahwa Ha Yun tak melupakan kehadiran nya.

Baru saja Ha Yun mengarahkan sesendok Ttopokki ke mulut Han Bin ia malah memberikan nya kemulut Bobby   , Ha Yun kemudian tertawa meledek melihat ekspresi Han Bin. Begitu juga dengan Bobby. Sedangakan Han Bin hanya tersenyum kecut.

Sangat Kecut.

®Airplane®

Bel istirahat sudah berbunyi , seluruh murid keluar untuk istirahat dan tak terkecuali dengan Ha Yun dan Bobby.

Han Bin masih sibuk untuk membereskan buku -buku nya. “Han Bin ! Kau mau ikut” ajak Ha Yun , Bobby sudah menunggu di ambang pintu kelas.

“Tidak sekarang , aku menyusul nanti.”

“Umm , baiklah.”

Ha Yun berjalan bersama Bobby melewati koridor itu , sesekali netra cokelat gadis itu masih melihat Han bin , namun masih seperti biasa Lelaki itu tak menghiraukan nya. Atau memang tak sadar karena jarak   yang terlalu jauh.

Tas Ha Yun terjatuh dari bangku karena seorang siswa menyenggol nya . Mau tak mau Han Bin beranjak dari bangku nya dan merapihkan isi tas Ha Yun yang berserakan.

Netra nya terfokus pada sebuah benda dan ia segera menghentikkan aktivitas nya. Sebuah jadwal penerbangan dan sebuah tiket yang melompat keluar dari selipan Notebook nya.

‘Apa gadis ini akan pergi ? Tapi , mengapa di saat dirinya baru kembali ?’

“Apa ia akan balas dendam pada ku , dengan cara begini ?” tanya Han Bin memandang tiket untuk hari Minggu sore esok. Lebih tepat nya itu adalah Lusa.

Ha Yun datang dengan Bobby , Han Bin segera merapihkan semua nya dan menaruh kembali tas Ha Yun di bangku miliknya.

“Apa yang kau lakukan ? Kim Han Bin” tanyaHa Yun yang melihat HanBin berjalan dari meja nya berada . HanBin menoleh , ia tersenyum kikuk .

“Tidak ada , hanya tadi tasmu jatuh dan aku menaruhnya kembali kebangku mu.” jelas Han Bin dengan kikuk seakan Ha Yun sedang mengintrogasinya sekarang.

Han Bin berjalan keluar dari kelas , menuju toilet. ‘Apa kau tak akan memberikan nya ?’ bisik Bobby

‘Nanti , tidak sekarang.’ jawab Ha Yun.

Namun, perbincangan mereka masih dapat di dengar oleh Han Bin. Sebelum akhir nya Han Bin melanjutkan kembali langkah nya , sebelum dada nya semakin terasa sesak bahkan untuk bernafas.

®Airplane®

15.30 sore , Minggu .

Han Bin merasa gelisah tatkala Jam dinding yang terus berdetak seakan memacu rasa amarah dan gelisah nya bersamaan.

Merasa marah karena gadis yang ia suka akan pergi meninggalkan nya . Entah untuk berapa lama ? Jika dulu ia meninggalkan Ha Yun bilang untuk Dua tahun. Bagaimana dengan gadis itu ? Sepertinya , ia tak pernah membahas apapun kalau ia ingin pergi.

Sangat Jauh.

Han Bin POV

Apa Ha Yun pikir aku tak pernah untuk menghubungi gadis itu ? Setiap minggu aku menelpon Ha Yun namun selalu yang menjawab adalah Bobby. Apakah seluruh Amanatku tak ia sampaikan ?

Dasar lelaki sialan .

Seharus nya dulu saat aku ingin pergi , kau mencegah ku Ji Ha Yun . Tapi , kau malah menyuruhku untuk pergi tanpa berpikir panjang lagi.

Dan sekarang , aku menghubungi mu . Ponsel mu tak aktif . Aku semakin frustasi dengan keadaan ini . Membuat ku terperanjat atas rasa bersalah dan gelisah yang berlebihan hanya akibat seorang Gadis .

Aku mengacak rambut ku frustasi ,mengehela nafas ku begitu berat. Aku melirik arloji yang melingkar manis di tangan kiri ku .

15.45 sore.

Keberangkatan nya jam 17.35 sore. Dan , masih sejam kurang waktu keberangkatan nya. Sore ini langit mendung dan hanya awan yang menghiasi langit. Akankah penerbangan sore ini aman ?

Han Bin Pov end .

Han Bin segera menyambar hoddie mickey mouse nya dan berlari mencari taksi setidak nya itulah Transportasi tercepat saat ini. Di waktu yang sangat mendesak ini.

“Bandara Incheon Ahjussi ! Ppalli -yeo !!”

®Airplane®

Setiba nya di Bandara Incheon, Han Bin segera berlari terbirit . Ia melihat jam besar di bandara menujukkan pukul 15.28 sore.

Han Bin terus berlari dan mengedarkan pandangnya ke sekeliling bandara ,hanya saja begitu sulit untuk mencari gadis berpostur tubuh mungil macam Ha Yun.

Seharus nya ia lihat kemana destinasi penerbangan itu. Han Bin mengacak rambut nya frustasi . Jam menunjukkan pukul 15.35 sore .

Terlambat .

Han Bin persis tahu itu , dan saat itu pula kaki nya seakan tak ada energi ia pun jatuh bersimpuh berlutut di lantai .

Penyesalan menghinggapi seorang Kim Han Bin.

Ia mengusap wajah nya , helaan nafas berat sekaligus kecewa tak terbendung .

Seseorang membantu nya berdiri karena ia terlihat tampak lemas . Han Bin hanya ikut berdiri dan masih menunduk dalam diam. Ia masih belum melihat seseorang yang membantu nya berdiri.

Seseorang itu hanya tersenyum dan menepuk bahu Han Bin pelan. Barulah netra lelaki bersurai hitam itu terangkat . Mata nya melebar begitu netra nya bertemu pandang dengan seseorang itu.

“Aku masih di sini , Kim Han Bin. Apa kau pikir , Aku yang akan pergi ?” tanya gadis itu dengan senyuman lebar nya.

Han Bin tak berkata apapun , Ia langsung membuat Ha Yun jatuh dalam dekapan nya. Sangat erat.

“Tentu , Bodoh. Aku melihat tiket penerbangan itu ada di dalam selipan notebook mu.” ujar Han Bin masih memeluk Ha Yun . Tangan nya mengelus pucuk rambut cokelatan Ha Yun .

“Bobby meminta ku untuk memesankan tiket , ia pergi ke Ohio untuk pernikahan kaka nya. Aku hanya ingin memberi pelajaran pada mu , bagaimana rasa nya tak di beri kabar ketika seseorang menunggu untuk di kabari. Kim Han Bin.” ujar Ha Yun melepaskan pelukan Han bin .

Alis Han Bin tertaut . “Siapa bilang ? Aku tak beri kabar pada mu. Aku selalu menelpon mu tiap minggu . Tapi , selalu Bobby yang mengangkat nya. Apa kau tak tahu ? Atau , Bobby yang tak bilang padamu?” selidik Han Bin seraya merangkul gadis itu.

Ha Yun berpikir dan tersenyum . “Sepertinya aku tak tahu , dan Bobby tak memberitahu ku soal itu.” ujar HaYun . Tangan kiri nya merogoh tas tangannya   dan mengambil sesuatu.

“Tutup mata mu , Han Bin -ah.” ujar HaYun

“Untuk apa ?” tanya Han Bin namun ia menuruti perintah Ha Yun . Ha Yun mengeluarkan tangan nya . “Buka mata mu.” pinta Ha Yun lagi.

Mata Han Bin melebar sempurna . dan segera mengambil benda yang berada di telapak HaYun .

“Woah ~ Bagus sekali . Tapi – ini -‘

“…. Aku mengambilnya saat kau membuang nya ke tong sampah waktu itu. Kau suka ?” tanya Ha Yun .

“Bagus sekali , Ha Yun -ah . Aku suka , Gumawo~” ujar Han Bin dengan kekanakan nya tiba -tiba. Ia mengecup dahi gadis mungil itu singkat .

Membuat kedua diantara mereka sama -sama terkejut , dan salah tingkah masing -masing . Ha Yun memegang tengkuk nya .

“Miniatur pesawat itu , sebenarnya aku ingin memberikan nya pada mu pada saat kelulusan kita sebagai hadiah. Dengan begitu , aku pikir kau tak akan pergi kemanapun . Namun, aku membatalkan nya karena dulu kau malah bilang akan pergi tepat sebelum aku memberikan ini.”

“Maafkan aku. Ha Yun -ah . . Tapi , boleh aku meminta sesuatu ?” tanya Han Bin

“Hmm Apa ? Jika kau bertanya apa aku mau menjadi Co -pilot mu ? Jawaban nya pasti Ya.” ujar Ha Yun .

Han Bin tersenyum . Dan memeluk Ha Yun erat. “Terimakasih , Ha Yun -ah.”

Mereka pun melihat pesawat yang akan lepas landas kemudian tawa mereka pecah di Bandara itu.

^END^

20 thoughts on “[SONG OF THE WEEK] Airplane : Story of Us

  1. Oalah jadinsi Bobby toh yang pergi… kirain Ha Yun nya.. wkwk
    Harusnya Ha Yun aja yg pergi..biar si Bin baper /baper lagi /plak

    Nice setori Karin. .. :*

  2. Hai kariiin ~ hai hai ~
    Ini postingan pertamamu d sini bukan? Hhihi

    Keren, keren! Aku lho seumuran kamu belum bisa nulis beginian.. Hhaha dulu aku seumuran km kerjaannya main, ngisengin orang, galauin cowok *loh wkwk malah curhat begini xD

    Karin, komposisi deskripsi, narasi sama dialognya udah pas. Ide ceritanya jg udah oke, dan aku suka interaksi 9 tahun Hanbin sama Hayun. Karena kadang2 ada yg agak ooc (out of character) gitu, di mana nyeritain anak2 dgn bahasa dewasa.

    Tapi masih ada typo2 yg agak nggak bisa dimaafkan *halah oke aku lebay *dikemplang..
    Yg paling banyak aku temuin itu tanda baca. utk aturan bhs indonesia, nggak ada spasi sebelum tanda baca. Tp ada jg kok bhs yg aturannya ada spasi sebelum tanda baca, bhs prancis contohnya.
    Misalnya d kalimat: “Ya !~ Chingu -deul ,kalian disini.”, mestinya: “Ya! Chingu-deul, kalian di sini.”

    Trus akhiran ‘-nya’ disatukan ya, dear. Baik untuk kepemilikan atau untuk penekanan ke kata benda. Contoh: “ayahnya”, bukan “ayah nya”.

    Saranku, banyak2 baca, ya, karin sayang. Karena membaca itu modal untuk menulis. Apa lg kamu kayaknya punya passion yg bagus d bidang ini.

    Oke ini panjang banget. Hhihi maafin ya, sense of editing gitu, sih, suka muncul2. Kkk ~
    Maafin jg kalau kesannya sok menggurui padahal aku sendiri jg masih harus banyak belajar.. Hhuhu

    Semangat terus! Dan makasih banyak udah berbagi tulisannya 😀
    Aku tunggu perkembangannya, ya! ^^

    1. wehehe iya kak makasih bnyak koreksi nya 🙂 huhu aku kebiasaan banget kalo ngetik emng suka typo parah banget ..smpe kk ku juga ngomel -ngomel heheh .. 😀 Makasih udh baca dan komen 🙂 xoxo

    2. Hallow, Karin~ tanya dong kenapa aku komennya malah reply komennya si Mei~ Karenaaaa aku mau idem sama Mei ahahahaha

      Aku sangat setuju, untuk seumuran kamu (wait, kamu umur brapasik, berasa tua gitu saya), bisa menulis kayak gini udah langkah bagus banget. Yakin deh pas kamu bener2 mateng masalah nulis2 ginian nanti kamu bakalan keren tulisannya.

      Sip, semangat!! Mari menulis~~~

  3. halo karin~! kita seumuran! /yaterus
    oke yang aku suka di sini kamu ga bikin cast-nya galau kek di mv-nya karena jujur aku kasian sama si b.i di mv airplane XD padahal awalnya kupikir si hayun bakal sama bobby eh ternyata ekspetasiku melenceng jauh XD
    sisa komentarku udah diwakilin sama komentar-komentar sebelumnya /alah bilang aja males ngetik/ terus menulis, karin! aku tunggu cerita lainnya ❤

    1. Hahaha okeoke salam kenal juga nayaa .. 😀
      Hehehe iya kasian be.i di airplane heuheuheu pengen bikin semuanya adil ajah 🙂
      Makasih udah baca dan komen 🙂

  4. Hii karinn,
    Kusukaa sama ceritanyaa kusuka kusukaa..
    Untuk alurnya udh bagus, mungkin dipenulisan kali ya banyak yg harus diperbaiki hihhi
    But, so far ceritanya asik kokkk ku suka bgt^^
    Tetep semangat nulis yah adiq!!

    Salam,
    Dhira.

  5. Kariiiin halooo.. aku lupa ah kamu umur berapa, yang jelas pasti lebih muda dari aku. Wkwkwk.
    AIRPLANE AKU SUKA BAnget dan cerita inijugaaa… 😀
    Saranku, idem sama mei.. hehehe. Dia udah mengutarakan semuanya di atas.. mantaaap. Tau gak, itu si bobby pergi sebenernya tunangan sama aku di Ohio. Wkwkwk

    1. Wkwkwkwkk oh ya? Ko bobby nya gak konfirm ke aku ? Kekekeke
      Makasih udh baca dan komen kak . .
      Untuk segala typo , aku akan perbaiki di ff mendatang hihi maaf sekali lagi

  6. halo Karin….. aku idem sama Mei, Naya ama Mala… nggak tau kenapa sense of editing selalu muncul juga kalo lagi baca fic orang. ekekeke
    tambahan lagi nih dari aku…. kadang untuk beberapa orang, *aku juga* menggunakan sinonim untuk memperkaya kata mungkin akan memukau. cuma kayaknya kamu ada kurang pas gitu ketika menggunakan kata ‘netra’ untuk mengganti ‘mata’. nggak tau kenapa aku rada ganjil pas baca bagian netra. ekeke.
    selebihnya oke banget….
    nggak nyangka di umur kamu udah bisa nulis begini… dulu pas di umur kamu, aku masih nulis abal-abal banget. kekeke
    good job karin….

    1. halo kak gio .. tulisanku masih absurd lho kak 🙂 btw .. aku terima pujian nya dan makasih banyak 😀
      Hahaha aku dapet diksi kayak gtu juga dr orang kak hahahah 🙂 XD
      Aku nulis udh dr kls 7 smp sih kak jadi yaaa aku gak tau juga gimana org menilai nya dan kalo respon bagus alhamdulillah banget 🙂 🙂
      dan untuk semuanya aku ucapkan terimakasih banyak udh baca dan komen hhehehe

      1. sama-sama Karin… kekeke
        iya… banyak baca lagi aja biar semakin berkembang tulisannya. kekeke
        woah…. dari kelas 7 SMP? itu kelas 1 SMP kan ya?
        jaman segitu aku masih main sana sini ngelayap nggak jelas ama temen-temen. baru kelas 2 SMP bisa nulis. kekeke
        responnya dari aku bagus kok Karin…
        kembangin lagi aja tulisanmu. kekeke

  7. Hai karin… Maap baru sempet mampir ya 😀
    Ga panjang lebar kok. Aku setuju sama komenan yg di atas.. Idenya udah bagus. Penyampaiannya oke. Tapi sayang typonya yg sedikit mengganggu terutama sm penggunaan tanda baca. Setuju jg sama komen gigi soal penggunaan kata netra sbg kata ganti mata. Sama satu lg, jeda antara dialog satu orang ke orang lain sebaiknya dibedakan ya, dear.. 🙂 jangan dijadiin satu paragraf…

    Over all kamu udah okay. Samaan (lagi) ky yg komen di atas, buat seusiamu ini udah mantaf. Dulu, aku msh buatnya abal2, aneh, ajaib, dan kesannya maksa bgt 😀 banyak2 baca lg ya karin… Jalanmu masih panjang 😀 semangat!

  8. Kaaaariiiiinnn!!!! Maapkeun yaa baru smpet mampir~ hehe
    Semua yang mau komentarin udah disampaikan sama yang lain~ kk~~

    Ini keren loh. :’) Aku bingung antara mau kasian sama Han Bin atau Ha Yun. keduanya cuma terganjal /? kesalahpahaman. jadi terkesan saling nge-php in /apasi

    Menurutku sih, akan lebih bagus kalo ini dibuat dari satu sudut pandang. misalnya Ha Yun doang. kayaknya bakal jadi unpredictable gtu /sotoy

    BTW, kamu keceee kariiin!! ayook semangat nulis! XD ❤

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s