[Teen Top Lovefool Series] L.Joe


ljo

Songwriter: miichan | Artist(s): Teen Top’s L. Joe; OC Clarissa | Genre: Slight!Comedy | Rating: T | Duration: Album

Teen Top Lovefool Series

Chunji’s : Foundation | Changjo’s : Sibuk | Niel’s : Cantik | Ricky’s : Jiji 

L. Joe’s : Belanja

Menemani wanita belanja hampir akan selalu berakhir malapetaka, itu yang pernah dikatakan Changjo saat pulang menemani kekasihnya belanja. Joe menganggap itu berlebihan. Lagi pula, Changjo menemani pacarnya saat diskon akhir tahun menjamur di setiap pusat perbelanjaan. Pantas saja itu menjadi malapetaka, karena diskon dapat merubah wanita menjadi tujuh kali lebih menyeramkan dari Lord Voldemort dan mampu merubah sebuah pusat perbelanjaan menjadi medan perang, apa lagi jika benda yang dibandroli diskon besar-besaran adalah pakaian, aksesoris, make-up atau hal-hal penunjang penampilan lainnya.

Joe tenang-tenang saja menemani pacarnya belanja. Karena Clarissa, yang akrab dipanggil Clair, tidak suka membeli barang diskonan. Bagi gadis yang berprofesi sebagai model itu, semakin besar diskon yang dibandrolkan pada sebuah barang, semakin besar kemungkinan jika itu adalah barang tidak laku dan sudah out of date, dan tentu saja seorang model professional seperti dirinya tidak seharusnya memakai barang tidak laku.

Namun ternyata, sekalipun seorang wanita benci diskon, bukan berarti tidak akan menghasilkan bencana saat menemaninya belanja. Joe belajar dari pengalamannya menemani Clair hari ini.

It’s a no!” Joe menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menyerupai huruf ‘X’ sebagai tanda penolakan. Seolah itu belum cukup, Joe menggelengkan kepalanya dengan dramatis.

But it’s Louboutin, Joe! Christian Louboutin!” Clair nyaris histeris.

“Masa bodoh. Mau itu Christian Louboutin, Christina Perry, Christiano Ronaldo, atau Christian yang manapun itu, pokoknya TIDAK!”

“Tapi heels ini cocok dengan gaun yang akan kupakai nanti!”

“Aku yakin masih ada sepatu lain yang cocok dengan gaunmu.”

“Tidak! Aku mau yang ini!” Clair benar-benar histeris sekarang.

Bibir Joe merapat hingga nyaris berupa garis lurus. Kedua tangannya kini di pinggang, dengan sikap berkacak ia menatap tajam Clair yang tengah memberengut sembari bersidekap. Bibir gadis itu berkerut-kerut, seperti juga dahinya, matanya menyipit dan memancarkan tatapan yang tak kalah tajam dari Joe. Atmosfer di antara keduanya menegang seketika. Dua orang pelayan toko yang berdiri di dekat Joe dan Clair saling menatap lalu mundur dengan teratur hingga radius dua meter.

Setelah lebih dari satu menit (yang terasa seperti selamanya) beradu tatapan maut, akhirnya Joe mengalah. Pria itu memutuskan tatapannya pada Clair untuk melihat objek yang yang bertanggungjawab atas perdebatan mereka. Sepasang sepatu bertengger anggun di sebuah rak kaca. Warnanya hitam mengilat dengan aksen merah menyala, hi-light Louboutin untuk musim ini. Sepatu itu cantik, dan Joe juga bisa membayang jika rancangan Louboutin itu akan cocok sekali dikenakan oleh kaki jenjang Clair. Bibir Joe seketika membentuk senyum kecut melihat seberapa tinggi hak sepatu itu. Pangkal hidungnya mengerut. Sepatu yang semula terasa begitu cantik dan anggun kini berubah angkuh dan mengintimidasi, seolah-olah mengejek Joe.

No, Clair. Ayo cari yang lain.” Ujar Joe dingin sembari berbalik.

“Tidak. Mau! Dengan atau tanpa persetujuanmu, aku akan pakai ini!”

Rahang Joe mengeras. Ia kembali menghadap Clair. “We have a deal, Clarissa: No. Heels. Over. Five. Centi. And that shoes surely are over seven! Probably ten or something!”

Sebenarnya Joe lumayan tinggi, seratus tujuh puluh satu sentimeter saat terakhir kali diukur. Tetapi tetap saja pacarnya yang model itu hanya lima senti lebih pendek darinya. Oleh karena itu Joe tidak pernah membiarkan Clarissa memakai sepatu dengan hak lebih dari lima sentimeter saat tengah bersamanya.

Clair memutar bolamatanya. “Seriously, Joe? There’s something called insoles, kalau kau lupa. Dan itu akan membantumu terlihat lebih tinggi kalau-kalau kau tidak cukup percaya diri berdiri berdampingan denganku.”

Wajah Joe memerah. Cukup sudah. Habis kesabaran Joe menghadapi kekasihnya yang kepala batu. Ini sudah keterlaluan. Clair telah melukai harga diri Joe.

Kedua tangan laki-laki itu terkepal kuat di sisi tubuhnya, menahan emosinya di sana. “Fine! You get those damn shoes, I definitely will get another girl as my date!”

Kedua mata Clair membulat seketika. “W-what?! You gotta be kidding me!”

“Aku serius, Clair.” Joe mendongakkan kepalanya, sedangkan sepasang matanya masih belum berkedip membalas tatapan Clair. Ia sedang menantang gadis yang berstatus pacarnya itu, dan Joe yakin ia akan menang. ‘Aku terlalu berharga untuk digantikan dengan sepatu,’ pikirnya.

Hanya butuh tak kurang dari tiga detik bagi Clair untuk merubah ekspresi terkejutnya. Matanya yang semula hampir sama bulatnya dengan bola pingpong kini menyipit. Bibirnya kembali berkerut-kerut. “Fine! Go ask whoever you want. I don’t care. I’ll take this heels and get new date who suits my height!”

“APA?!” kalau saja kelopak mata Joe bisa membelalak lebih lebar lagi, bola matanya pasti sudah menggelinding di lantai. This girl chooses those damn shoes over me?!’

Clair sendiri bersidekap. Ekspresinya mirip dengan ekspresi Joe sebelumnya; dagunya terangkat dan matanya memancarkan sorot menantang.

Fine!”

Ya, sudahlah. Harga diri Joe sudah kadung terluka.

Fine!

Karena Clair lebih memilih Christian Louboutin setinggi dua belas sentimeter ketimbang Joe yang seratus lima puluh sembilan sentimeter lebih tinggi.

“Dan catat ini, Joe! Ini bukan sepatu! Ini high-heels!”

 

Uhm … baiklah mau mengakui dosa dulu, ini sebenernya proyek pribadi dari satu setengah tahun lalu. Dan masih belum selesai, dan aku mau drop di sini. Huhu. Maaf ya, mas CAP. Sisa satu lg sih ya padahal. Tapi karena udah kelamaan, ya sudahlah. Hhaha mari move on!

Ciao ~

Advertisements

17 thoughts on “[Teen Top Lovefool Series] L.Joe

  1. Kak Meiii 😂😂😂 ngakak banget aduh boy’s problem banget perasaan kalo udah gini :”) Kak Mei berhasil gambarin suasana belanja gang bener2 ngena; cewek liat diskon langsung lupa segalanya. Bagian comedynya juga kena banget, aku pikir kenapa kok Joe gak ngebolehin Clair beli sepatu–lihat mereknya sih aku pikir karena kemahalan. ternyata masalah heels toh. dan yang menyakitkan lagi doi dicampakkan karena heels mamake sabar ya kamu nak 😂😂😂 cuma ada satu typo yang aku temui, bertanggungjawab seharusnya ditulis bertanggung jawab. overall udah rapih banget, dan aku suka pemilihan kalimat Kak Mei yang gak ribet tapi tetep ada sensasinya mwihi. Keep writing Kak Meiii! 😘

    1. Yaaa buat model pro mah yaaa louboutin doang mah apaaa wkwk
      Okesip, makasih ya gaby udah baca dan komentar juga koreksiin..
      Lav laaav ~ ❤

  2. KAK MEI.. DUH INI RASANYA NYESEK BANGET KALO UDAH NYANGKUT TINGGI BADAN.. BABAG JOE KU TERCINTA SABAR YA BANG.. AKU LEBIH MILIH BABANG KO DIBANDING HEELS /dihajar.

    Kak.. aku mau mau ngekek duku pas baca kalimat “,karena diskon dapat merubah wanita menjadi tujuh kali lebih menyeramkan dari Lord Voldemort” .. seganas itukah wanita jika melihat diskon? /plak

    Oke kak ini ceritanya fix menistakan babang joe banget. Tapi aku suka.. huahaha
    Aku senang biasku ternistakan /digiling

    Makasih kak untuk fiksi yang menyegarkan ini

    Ps : sering2 ya kak nistain kaka joe.. wkwk

    1. HAHAHA YEAH MEI ANTAGONIS VERSION IS IN ACTION..
      Cowok ganteng itu nggak selalu harus dibaperin, sekalikali mereka perlu dinistain.. Wkwk
      Menurut Raditya Dika mah gitu, ka. Wkwk coba aja belanja pas ada bigsale gitu.. Hhihi
      Makasih jg eka udah nyempetin baca dan komentar ❤😙

  3. ya ampun kak XD XD kasian si Joe ya kalo gitu wkwk. yah, memang bener cewek akan lebih menyeramkan dari Lord Voldemort kalau udah urusan belanja:(((

  4. haloooo Mei. maafiiin aku baru sempet review fanficmu setelah sekian lama mendekam di sini.

    Duuuhh ngakak, bagian wanita jadi lebih menyeramkan dari Lord Voldemort. eh untung aku gak termasuk ke dalam kategori wanita yang suka belanja hahaha

    wakkkssss. cuma permasalahin tinggi badan?? muahahahaha kirain kenapa XD
    tapi emang kalo aku cowok sih ini masalah besar kalo cewekku lebih tinggi.
    tapi yang lebih jlebnya, Clair yang tanpa perasaan berdosa itu lebih milih heels dibandingin abang Joe. duhhh kasiiiaaaannn. sudah terjatuh tertimpa tangga pula. wkwkwk. malang amat.

    fanficmu bagus Mei, rapi, kalimat2nya sederhana tp penggambarannya ngena. sukaaaaa ❤
    keep writing Mei 😀

    1. Hai te–kaaak ~
      Wkwkwk
      Iya ga apa, aku jg jarang2 sih nulisnya, jd pd tenggelem tulisannya, hhihi
      Okeee makasih banyak ya kak udah nyempetin baca dan komeen ❤

  5. MEEEEIIII~~~!!!

    Duh, FFnya mengangkat masalah tinggi badan :/
    aku ngerasain kayak clair malahan, jadi ga niat beli atau pake heels wkwkw

    BTW kasian bgt si Changjooo iniii… pacarnya lebih milih sepatu ketimbang dia XD kukira endingnya bakalan manis gtu, eh setelah kuingat-ingat ini kan lovefool series ya.. wkwkw XD

    trus pas bagian “….apa lagi jika benda yang dibandroli diskon besar-besaran adalah pakaian,…..” kayaknya kata apa lagi lebih tepat disambung deh mei. hehe

    kalok soal gaya nulis mah mei udah ga diragukan 😀 ❤

    MAKASIIH MEEI BUAT CERITA KECE NYAA XD

    1. Iiiiiiinnnnn ~
      Hati2 ya kalo ditemenin belanjaa ~ wkwk
      Iya dan ini terakhir, kayak yg kujanjiin l.joe kutaro d akhir wkwk (sebenernya sisa minsoo tp ah aku ga shangghupph (?))
      Okesipp makasih juga iiiiinnn ~ ❤

  6. Meiiiiiiii
    Aku suka fic kamuuuuu
    Fic kamu selalu ada aja yg bikin gemes….
    Derita cowok nih kalo diajak belanja. Apalagi kalo si cewek banyak maunya. wkwkw
    Dan kamu bisa gitu ngulik ide kecil jadi fic yng menarik….
    Aku suka meiiiiii

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s