[Ficlet] Piece of Memory


tumblr_nz0pw1SXgg1uft5xbo2_1280
cr: wooshinstar1027

UP10TION Wooshin & OC Bliss | Romance | T | Posted at GYUVID LINE

Part of Lyri’s Album Playlist Project: Handwritten by Shawn Mendes (2015)

“I’m running, I’m searching
And I don’t know where to start
I’m dying, my love, you punched a hole right through my heart
And I won’t stop, stop looking
‘Till I hold you in my arms”I Don’t Even Know Your Name (#5)


Wooshin menyenderkan punggungnya pada tembok pagar, jemarinya dipakai menutup mulut yang melebar; menguap. Ini sudah lima menit semenjak bel tanda pulang berdenting, tapi gadis yang jadi objek pengamatannya selama beberapa minggu ke belakang belum juga tertangkap retinanya.

Kalau dipikir-pikir, menunggu seseorang yang tidak akan datang menyapamu (tentu saja, gadis itu tidak mengenalmu) adalah hal yang tidak keren bagi Wooshin yang katanya anak populer dan idola sekolah. Dia tidak tinggi, tidak populer, dan surainya pendek, pokoknya jauh dari yang Wooshin sebut sebagai ‘gadis impiannya’. Tapi seperti magis Wooshin langsung terpikat waktu manik mereka tak sengaja bertemu plus senyum manis yang menghias wajahnya. Saat itu, buru-buru Wooshin pergi, tidak mau tingkah sangat bahagia sampai-sampai mau melompatnya diketahui si gadis (ingat, Wooshin kan anak populer!).

Wooshin mengetukkan sepatunya berulang-ulang ke jalan, sudah tidak sabar. Beruntung Bliss (Wooshin mengetahui namanya lewat seruan penjaga sekolah) mulai menunjukkan batang hidungnya. Waktu Bliss melewat sekitar satu meter di sebelahnya, Wooshin berusaha bertingkah normal, mengembungkan pipinya sambil berkacak pinggang (yang justru memamerkan kegugupannya!). Akibatnya, gadis-gadis tingkat satu dibuatnya berteriak.

“Sebenarnya Bliss cukup populer, Shin. Jadi, cepat kamu sapa dia sebelum terlambat.”

Begitu yang dikatakan Jinhoo waktu Wooshin tertangkap basah sedang memperhatikan Bliss diam-diam. Maka Wooshin menyiapkan mentalnya cepat-cepat dan meyakinkan bahwa popularitas dan image-nya akan baik-baik saja dengan hanya menyapa Bliss (yang tengah berdiri sendiri, biasanya sih menunggu jemputan pulang, sambil mendengarkan musik lewat earphone merahnya).

Wooshin sudah mengambil dua langkah dan Bliss masih ada belasan meter jauhnya. Duh, jantungnya makin berdebar saja!

“Ha-hai, Bliss.”

Untungnya, Wooshin berkata pelan sekali sambil membelakangi Bliss, karena waktu ia berbalik Bliss sudah tidak ada di sana. Lebih tepatnya sedang berjalan menjauh dengan laki-laki yang menggenggam jemarinya.

Wooshin menghela napas panjang. Ya… setidaknya ia masih bisa memiliki memori tentang bagaimana Bliss tersenyum padanya tempo lalu. Meski Wooshin ingin lebih dari itu, misalnya menjadikan Bliss sebagai pacarnya.


Oh, everywhere that I go
I see your face and it kills me to know
That you’ll never know what you did to me
And now you’re gone
I Don’t Even Know Your Name

Yeay. Ku. Baru. Kambek. Lagi. Di. FJ.

 

 

4 thoughts on “[Ficlet] Piece of Memory

  1. Anis anis anis
    Ternyata penname mu lyri kukira lyra. Haha
    Asik ya ceritanya, walopun aku nggak kenal si wooshin ini. Wkwk suka sih beberapa lagu sama performnya up10tion, tp belum bikin penasaran ama membernya..
    Nice ya anisss ayo nulis lagiiii ❤

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s