[Vignette] Keep Understand


COhDdoPUYAA4uFp

KEEP UNDERSTAND

Story fic by Ravenclaw

Starring by

Vernon (Seventeen) – Lee Jina (OC)

Genre : Fluuf, Romance | Length : Vignette | Rating : General

“Cara terbaik untuk mengerti semuanya.”

PLAY

“Aku menyukainya.”

Vernon meletakkan pensil di atas kertas cokelat muda, menatap Jina. Sedikit bingung.

“Aku bisa menangkap maknanya.”

Vernon kembali tersenyum, tidak menyangka kalau gadisnya bisa mengerti apa yang tulisnya di kertas lecek itu. Dia sudah berusaha untuk menulis itu, seminggu penuh. Ya tidak seminggu penuh sih, tapi setidaknya dirinya bisa lolos untuk lomba ajang menulis lagu bersama Seungchol.

“Hanya orang tertentu yang mengerti lirik lagu kita ini,” begitu ujar Seungchol dan Vernon sangat setuju dengan ucapan sahabatnya itu.

Sedikit kaget tentang kedua kakak beradik ini, Jihoon dan Jina. Keduanya sama-sama mengerti tentang arti makna liriknya. Dan sedikit melupakan kalau kedua kakak beradik Lee ini mempunyai pemikiran yang luas.

“Sindiranmu sangat tepat loh, disini.”

Dan Vernon tertawa. Yeah, benar yang diucapkan Jina tadi, lirik lagu itu berisi beberapa sindiran dan khususnya kepada dosennya.

“Tapi untung Mr. Kim tidak tahu tentang lagu ini. Bisa-bisa kau dipecat dari kampus.”

“Aku juga tidak berniat memberitahu Mr. Kim tentang ini.”

Senang kalau Jina mengerti isi hatinya, “nanti kalau Mr. Kim tahu pasti aku akan berpisah denganmu, Jina.”

Jina melotot ke arahnya, seperti biasanya, “gombal!”

Setidaknya dia bisa membuat seorang Jina tersipu malu dan pipinya sedikit merah, kan?

“Habis ini, kita kemana?”

What? Kenapa dia bertanya seperti itu? Jam adidasnya sudah menunjukkan angka 11 malam, Jina tidak sedang marahan kan dengan Jihoon?

How about go home?

Jina kembali melotot.

“Kau menyebalkan.”

Tebakannya tadi tidak meleset kan?

“Aku hanya malas di rumah, Ver..”

“Baiklah, bagaimana kalau ke Han River?”

Dan akhirnya Vernon dan Jina sudah sampai di Sungai Han. Seperti biasa suasananya sedikit sepi, karena bukan Malam Minggu. Gadisnya saat ini berjalan di depannya, sedikit semangat dari biasanya. Berlari-lari kecil dan bersenandung ria.

“Ke sini, Vernon!” Jina menarik lengannya lalu membawanya duduk di salah satu bangku taman dekat Sungai Han.

Dan saat ini mereka terdiam. Sama-sama tenggelam melihat bintang yang bertebaran dengan tidak simetris di atas sana.

Ah, Vernon baru sadar kalau saat ini Jina sedang menikmati lollipop anggurnya sambil menikmati pemandangan Sungai Han. Terdengar riak air yang mengalir melewati arus dengan tenang dan merdu.

“Ternyata kita seperti ini, ya.”

“Maksudmu?”

Vernon sedikit bingung, tidak mengerti mengapa kekasihnya mengucapkan kalimat itu.

Tidak seperti biasanya.

“Waktu selalu berjalan ke depan.”

Vernon terdiam, memberi waktu untuk Jina berbicara dengan leluasa.

“Tidak ada kata berhenti.”

Jina menaruh kepalanya di bahu Vernon dan merasakaan detak jantung Vernon yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Juga merasakan tangan dinginnya yang seketika digenggam erat oleh prianya.

“Kau ingat tidak sebulan yang lalu adalah pertengkaran pertama kita?” Seketika Vernon mulai menggali memorinya, masih sangat ingat kejadian itu. Berawal dari kesibukan masing-masing sebagai mahasiswa, tugasnya yang mulai menumpuk dan Jina yang ditugaskan sebagai panitia inti acara IT yang diadakan kampusnya.

Masalahnya bukanlah pada Jina, tetapi pada dirinya. Dia yang terlalu memaksa Jina untuk mengerti kondisinya, butuh perhatian, kasih sayang, nasihat dan entah apalagi yang sampai membuatnya seperti merasa bukan Jina yang ia kenal.

 

1 notification Line

Lee Jina : Besok aku pulang agak terlambat, kau tidak usah menungguku.

 

Sebenarnya Jina tidak pernah menyuruhnya menunggu atau menjemputnya, Vernon saja yang ingin melakukan itu. Barulah beberapa hari kemudian Vernon baru tahu kalau Fakultas Ilmu Komputer akan menggelar acara IT terbesar di Korea Selatan. Bayangkan saja itu adalah sebuah acara besar di negaranya dan diadakan di kampusnya, bukankah itu sangat ribet dan menyita banyak waktu?

Vernon juga baru tahu kalau Jina dijadikan sebagai wakil ketua yang berarti akan mendampingi seorang Jung Hoseok selama 3 minggu ke depan.

 

1 notification Line

Lee Jina : aku sibuk banget, Ver. Sorry aku sudah ada janji sama Hoseok

 

Disaat seperti itu Vernon terkadang harus menguatkan hatinya sampai ada rasa ingin membanting semuanya yang ada di dekatnya.

What’s the meaning?

Ditambah lagi dengan tugas-tugas yang mulai menumpuk dan remedial ulangan harian.

Shit!

 

Vernon : please, Jina

Lee Jina : aku tidak bisa, Ver. Please understand me

 

Sampai akhirnya, untuk pertama kalinya ia membolos mengikuti mata kuliah Matematika Dasar. Dengan langkah lebar ia menyusuri lorong gedung Fakultas Ilmu Komputer, tidak peduli berapa pasang mata yang melihatnya dengan kagum, curiga atau apalah. Ia hanya ingin Jina.

“Lee Jina!”

Terlihat Jina yang sedang membawa map kuning hendak berjalan searah dengan Vernon, beberapa meter darinya.

“Ada apa?” tanya Jina sedikit bingung. Mungkin merasa tumben dirinya datang ke gedung fakultasnya.

Tanpa kata-kata Vernon langsung menarik lengan Jina yang masih bebas, menggenggamnya erat. Seolah-olah takut gadis itu pergi kemana.

“Ver, lepasin…”

Masih diam, tidak peduli dengan rintihan Jina.

“Lepasin…”

“Kau harus ikut denganku.”

“Tapi aku…”

“Kau harus ikut aku dulu.”

Vernon masih menggenggam lengan Jina, yang tanpa disadari Jina sudah menahan semuanya.

“Sakit!”

SRET!

“Sakit, Vernon. Sakit…”

Wajah gadis itu pucat, hidungnya memerah, dan bibirnya bergetar.

“Kau kenapa sih, Vernon?” beguti teriak Jina, suaranya sedikit serak.

“Ji-Jina…”

Jina langsung melesat pergi, menjauh darinya. Dan selalu, penyesalan datang di akhir cerita.

———-

Kali ini semua sudah terkendali. Jina yang selalu mendatangi apartemennya, dirinya yang tertawa kecil ketika mendengar sumpah serapah Jina saat coding programnya gagal, menikmati film horror di rumah Jina yang juga ditemani Jihoon, dan semuanya sudah seperti biasa.

Vernon baru sadar kalau sebenarnya Jina selalu ada untuknya meskipun disela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa yang cukup sibuk. Vernon tidak tahu kalau selama ini Jina selalu bertanya tentang kondisinya kepada Jihoon, sok-sok melewati gedung fakultasnya walaupun hanya sebentar, juga terkadang membantu mengerjakan tugasnya meskipun melalui via telepon yang sangat singkat. Vernon tidak tahu betapa susah untuk mengatur jadwal kuliah dan menjabat sebagai penasihat organisasinya selama ini, ribetnya ketika mengerjakan tugas jurusannya yang sangat rumit, lebih rumit ketimbang rumus limit yang sudah dipelajarinya selama beberapa tahun. Seharusnya dia yang mengerti tentang Jina, bukan sebaliknya.

Harusnya aku tidak seperti ini.

“Maaf.”

Masih dengan posisi yang sama, Jina tersenyum di kala lolipopnya habis. Vernon masih menatap Jina, bingung. Tapi tak lama kemudian dia tertawa.

“Hei, you’re so cute, you know?

BUK!

“Apanya sih yang lucu? Kau aneh deh!”

Tapi akhirnya Vernon diam.

“Harusnya aku yang minta maaf, bukan kau.”

Ya, setidaknya dia sudah mau mengucapkan kata itu.

“Aku yang tidak mengerti kau, aku yang terlalu egois, aku yang terlalu kekanak-kanakan, aku yang terlalu memaksamu, semuanya. Seharusnya aku yang mengerti kondisimu, bukan kau yang mengerti kondisiku.”

“Aku belum bisa bersikap dewasa sok-sok ingin melindungimu, menjagamu, tapi justru sebaliknya. Sangat memalukan sebagai laki-laki kalau seperti itu.”

“Apapun itu sampai aku membuatmu menangis, I’m so sorry.”

Angin malam mulai sedikit berhembus membuat gemericik riak air Sungai Han. Jina tersenyum, menatap lurus ke depan yang dihiasi beberapa pohon sakura yang mulai mengeluarkan wajahnya. Samar-samar pohon sakura itu mengikuti arah angin menari, membuat lapangan basket milik sebuah komplek perumahan di belakangnya sedikit kotor dengan bunga-bunga sakura yang jatuh dari tempatnya.

“Seharusnya kita saling tahu kondisi kita, diri sendiri. Cemburu, marah, egois itu pasti ada di dalam hubungan, Ver, selama kita bisa mengatasi itu semua dengan tenang kita tidak apa-apa, kita baik-baik saja.”

“Dan untuk masalah sikap dewasa memang sepertinya aku ya yang bersikap itu ketimbang kau. Tapi kau sudah melakukan tugasmu sebagai laki-laki yang bertanggung jawab dan sebaliknya, secara tidak langsung aku juga sedang mengajari untuk bersikap tenang dalam kondisi apapun. Anggap saja itu simbiosis mutualisme, hubungan yang menguntungkan kedua pihak.”

Jina tersenyum ke arah Vernon, poninya beterbangan menutupi wajahnya.

DEG!

Vernon baru sadar, selama ini Jina selalu memiliki wajah yang cantik dan senyum yang manis tanpa make up apapun.

“Aku hanya akan memakai make up hanya saat aku mengadakan upacara pernikahanku saja.”

“Aku tidak sabar untuk itu.”

BUK!

Vernon langsung menarik Jina ke dalam pelukannya seerat mungkin. Takut kehilangan dan menyakiti gadis itu lagi, membiarkan Jina menikmati irama jantungnya dan hangat tubuhnya.

Setidaknya kita akan seperti ini, bisa mengatasi semuanya.

Terimakasih, sudah mau menjadi gadisku.

Setidaknya inilah cara terbaik untuk memperbaiki kesalahannya.

 

 

Cara terbaik untuk mengerti semuanya

END.


Thanks banget buat kalian yang udah baca ini. Disini aku cuma mau ngejelasin sesuatu.

Setiap hubungan itu mesti ada halangannya, apa aja deh. Misalnya seperti dicerita ini, kita pengen ditemenin sama pacar tapi pacar lagi sibuk, jangan dipaksa. Apalagi cowok yang kadang suka egois /eh cewek juga bisa deng/ itu please jangan paksain pasangan lo, hidup di dunia itu ga cuma ngurusin itu aja, apalagi mahasiswa juga pekerja pasti ribet nentuin jadwal kencan /eak!!/ juga anak-anak SMA/K yang jadi anak OSIS atau ikut ekstra apa pasti sibuk banget /aku banget/

Juga pengertian, pengertian tentang apapun yang bisa ngubah SiKon /Situasi Kondisi/ apalagi kek si Mbak Jina dia kan anak sibuk, ngurus acara ini-itu pasti sibuklah kalo lo punya pacar kek gitu juga jangan dipaksain harus nemenin lo jalan atau apalah. Seenggaknya lo ngerti kondisinya kek contohnya jangan ganggu aktivitasnya dulu, jangan buat dia khawatir kan kalo udah gitu pikiran si doi bakal pecah, ga fokus. Dan kalo bisa lo bantuin dia, sebisa elo yang penting lo udah mau bantuin dia.

Jujur aja ini real life-ku sama si dia. Dia itu anak paskib, band juga basket sedangkan aku cuma anak EC (English Club) pasti lebih sibukan dia ketimbang aku. Setiap kami jalan dia yang selalu jajanin aku dan aku juga ga enak dong tiap jalan mesti yang ngeluarin uang dia, bukan aku apalagi itu uangnya bener-bener uang hasil nabung dia bukan ngemis bapak ibunya /BAYANGIN ITU BROH :”V / Aku pernah ngecewain dia waktu itu sedikit maksa sih, buat ngeganti semua uangnya itu tapi malah dia bilang gini “kalo kamu ganti kita putus aja.” /JEDDER!!/

Oke ini kenapa jadi curcol :” oh iya, trus apa hubungannya dengan cerita tadi? Udah kubilang ini real lifeku /ya nggak terlalu mirip sih hanya 80% real life sisanya imajinasi ‘-‘/ kami sama-sama mencoba mengerti satu sama lain apalagi dia enggak suka banget yang nama KPOP dia tuh anak anime dan hasilnya pernah kami bertengkar /yang hampir sama dengan cerita/ dan akhirnya kami bisa mengatasi itu.

Pesanku tiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya apapun itu, tergantung kitanya bisa bertindak dengan dewasa apa enggak, tergantung ada niat mau nyelesain masalah itu dengan baik-baik apa enggak. Semua itu tergantung sama kita aja.

DAN OKKEH MAKASEH BANGET BUAT KALIAN YANG UDAH BACA FANFICT ABSURD INI!!!! /ULULULU/ SILAKAN DIKOMENT EAKKKK :* 

Advertisements

4 thoughts on “[Vignette] Keep Understand

  1. Halo/?
    setuju banget emang ya kadang yang namanya ngertiin tu susah. padahal kita berasa udah ngertiin dia tapi dianya malah merasakan sebaliknya. jadi emang susah. apalagi yang namanya waktu dan berhubungan ama acara sekolah XD btw aku suka narasinya XD
    anyway, mungkin ini udah vignette dicampur ficlet :’v hehe, (nda nda bercanda)
    oh ya salam kenal, ya! Drei 01L^^

  2. PULANG KALIAN NAK UDAH TENGAH MALEM /nah fokusnya beda/
    oke serius, iya sih kadang emang antara yg satu dan yg lain pasti ada yg lebih dewasa. seneng aja vern sadar kalo dia masih lag disitu dibanding mbak jina/? jadi dia mau berubah dan mbak jinanya ngertiin.
    feel saling pengertian itu loh yg emang nguatin sebuah hubungan mau gimanapun keadaannya.
    author-nim yang kuat lah, kalo emang mau curhat tulis aja cari cast /aku juga biasanya begitu XD
    nice one, keep writing ya!
    Kiki 94L.

    1. IYA MAK INI UDAH PULANG KOK :V
      asekkk… tapi emang kenyataannya gitu sih emang kusengaja vern bikin gitu soalnya mba jina ini adalah pacar pertamanya dan satu-satunya cewek yang bisa memikat sang vern /ASEKKK/ dan untung aja jina bisa ngertiin kek gitu karena alasan diatas :v
      kalo untuk castnya mungkin bisa kupikirkan lain waktu :’v
      SIAP KAK!!! btw aku Er 99L SALAM KENAL KAK KIKI MAAP BALESNYA LAMA SOALNYA GA ADA SINYAL WIFI /btw aku nyolong wifi orang ‘-‘/

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s