[Ficlet] Another A


superthumb

Another A

Songwriter: khaqqiadrei

Ficlet=971cws ⫻ Romance, AU ⫻ G

Do Kyung Soo (EXO) ⫽  Alpha Son (OC)

“Aku sudah menyukaimu, jauh sebelum kau bertanya, kenapa kau menolakku?

 -⧼ Another A ⧽-

Ia meneguk sisa air di dalam botol. Memandang kendaraan yang lewat di depannya, hal lain yang ia sukai selain menulis. Kyung Soo sudah menekuni hobi itu sejak empat tahun silam, sebelum ia mampu mendapatkan kartu mahasiswa Harvard. Menjadi penulis adalah impiannya sejak kecil, meski banyak hal yang harus ia lalui. Layaknya seorang petualang, ia tidak bisa hanya berbekal kaki dan tangan untuk menusuri hutan. Bagi beberapa orang bintang hanya pemanis atau bahan keromantisan saat kencan, tapi jika kau tidak ingin tersesat di hutan, maka bintang jawabannya. Kau bisa mengetahui arah mata angin, mengetahui keadaan alam, atau bahkan, kata sebagian orang, kau bisa tahu bagaimana keadaan orang yang kau cintai dari bintang.

Alam memberikan segalanya. Kau tidak bisa menciptakan, hanya membuat sesuatu yang berbeda dari apa yang sudah ada.

Perlahan Kyung Soo menghirup oksigen. Baru kemarin novel ke seratus dua puluh satunya dipasarkan, dan masih ada dua puluh kerangka lagi di folder laptopnya.

“Sedang apa?”

Kyung Soo menoleh. Tidak tahu bagaimana dan sejak kapan gadis itu di sampingnya, menjadikan ia harus termakan rasa bersalah lagi. “Tidak kuliah?”

“Sudah, tadi.”

“Oh.” Kyung Soo memalingkan wajahnya ke depan, memandang langit yang tidak berawan.

“Hanya itu?” kata gadis itu tiba-tiba.

“Huh?”

“Kau penulis yang hampir seluruh bukumu menjadi bestseller. Aku yakin ada banyak kosakata di kepalamu—selain “Oh”.”

Kepalanya tertunduk, “Maka dari itu aku menjadi penulis.”

Gadis itu berdecak, “Entahlah, Kyung Soo-ya.”

Kyung Soo diam, ia yakin gadis itu akan berbicara lagi.

“Kenapa kau menolakku?”

Gadis itu terlalu menjatuhkan harga dirinya di depan Kyung Soo. Mungkin dengan begitu Kyung Soo bisa menerima dirinya sebagai seorang kekasih. Tapi bukan seperti itu, malah untuk dicap sebagai “teman” saja menjadi tidak cukup pantas. Kau tahu, Kyung Soo seolah menjadi tersangka karena kejujuran gadis itu. Tiap ia berada di dekatnya, rasa bersalah yang Kyung Soo miliki selalu datang.

“Alpha-ya—“

Why? Kau akan gunakan alasan seperti dulu bahwa aku akan seperti apa jika bersamamu? Aku bisa sengsara karena kau miskin? Ini bukan lagi zaman SMA,” Alpha tertunduk, “Kau dan aku telah menjadi mahasiswa untuk mendapat titel strata dua. Setelah dua tahun sebelas bulan tidak pernah menyapa, kita bertemu lagi di Harvard University. Kau seorang penulis, dan aku wartawan.”

“Alpha-ya.”

Why?!”

“Apa kau pernah membaca novel perdanaku?”

Alpha belum menjawab.

“Novel Another A dipasarkan tepat dua bulan sebelum hari kelulusan.”

Gadis itu masih diam, hingga Kyung Soo berkata lagi, “Aku yakin kau tidak menghilangkannya.” Kemudian ia bangkit dari bangku terminal, “Selamat membaca.”

Bersama dengan pria itu yang telah pergi, Alpha masih di sana. Kemudian keluar dari dalam tasnya sebuah kotak kado yang sudah hilang pitanya. Alpha tidak pernah berpikir itu dari Kyung Soo, sampai-sampai butuh waktu tujuh tahun untuk mengetahuinya.

Mengira pemberian kado dari seorang kekasih menjadi hal yang wajar, mengingat dalam waktu dua bulan sebelum hari kelulusan adalah hari perayaan satu tahun Alpha bersama pacarnya dulu.

Alpha memang belum pernah menuntaskan bacaannya, semenjak pacarnya berkata bahwa itu bukan darinya. Hanya butuh beberapa halaman untuk bisa mengetahui akhir kisah dari cerita itu, tapi Alpha urung melanjutkan. Kau tahu, Alpha bisa menebak bagaimana alur dari buku itu.

Kisah seorang gadis yang ditinggal pergi ibu dan ayahnya entah ke mana lalu dirawat oleh sang nenek, mempunyai tetangga pendiam yang samasekali tidak berbicara kecuali diajak bicara duluan, lalu sekolah di sekolah yang sama dengannya sampai SMA. Kemudian gadis itu mendapat nilai jelek sampai tetangga pendiamnya menjadi mentor untuknya. Hingga tahun berikutnya datang dan nenek si gadis meninggal dunia. Sampai situ, Alpha berhenti.

Karena bab berikutnya adalah,  bab yang sudah ia ketahui apa yang akan terjadi pada si gadis, Mereka Datang. Alpha tidak pernah memikirkannya, Kyung Soo yang menulis riwayat hidupnya sedetil itu. Dan sekarang ia mengerti, bagaimana novel itu diberi nama Another A.

Ia membuka buku yang telah usang itu. Wajar saja, sudah lama Alpha tidak pernah membukanya, walau selalu berniat ingin melanjutkan membaca. Ia tidak lagi ingat sampai mana halaman terakhir yang sudah ia baca, jadi Alpha memutuskan untuk membuka halaman belakang.

Hingga gadis itu mendapat cinta pertamanya, Kim Seok Il. Jadi, di waktu itulah Seok Il menjadi pagar bagi Sun Joon, agar tidak coba-coba melewati atau melompatinya. Kehadirannya bukan lagi tak penting, hanya tidak dibutuhkan. Ada yang sudah menyayangi dan mengasihi gadis itu sepenuh hati, selain Park Sun Joon. Karena Alpha pernah bilang, “Tidak ada yang kucintai selain dia, Sun Joon-ah. Jika kau mendengar aku berkata cinta pada pria lain, tampar saja aku karena aku pasti sedang mabuk, okey!” jadi Sun Joon akan selalu mengingat itu, dan mulai melangkah jauh-jauh dari dia.

Namanya Alpha, abjad selain A. Bagaimanapun ini menjadi kisah cinta pertama untuk Park Sun Joon. Kata orang, cinta pertamamu, kegagalanmu.

Gadis itu kembali membiarkan setitik airmatanya jatuh. Membaca itu membuat ia bertanya-tanya, siapa yang sudah berperan menjadi teka-teki sekarang? Kebodohannya yang berkata begitu. Ketika ia menyukai pria pendiam itu, sayangnya, Kyung Soo tidak pernah tahu bahwa dia diputuskan pacarnya pada perayaan satu tahun. Alpha menjadikan Kyung Soo sebagai tempat untuk bersembunyi, namun sayangnya berakhir dengan dia yang tidak dapat kembali. Alpha benar-benar menyukainya.

“Kyung Soo-ya,” panggil Alpha parau dari teleponnya.

Tidak lama kemudian Kyung Soo datang, menghampiri Alpha lalu memeluknya. Sudah lama sekali ia tidak menenangkan tangis Alpha. Dulu menjadi keberuntungannya saat Alpha menangis karena ada alasan untuk Kyung Soo mendekap tubuh gadis itu.

Ia mengendorkan pelukannya walau suaranya masih serak dan sesekali sesegukan. Kyung Soo duduk di samping Alpha, kemudian mengecup mata gadis itu singkat, “Kau tahu ‘kan, aku tak pernah menolakmu? Kau yang sudah membangun palang jauh-jauh sebelum aku menginjakkan kaki ke tanah.”

“Kyung Soo-ya—“

“Kau tahu, aku tidak pandai berbicara banyak. Aku menyukaimu, lagi.”

Sebagai wartawan gadis itu tidak pernah bungkam sebelumnya. Jika senyum dan airmata mampu menjelaskannya, maka pelukan adalah untuk menguatkan.

[FIN]

Advertisements

8 thoughts on “[Ficlet] Another A

  1. Nice fic! Gaya bahasanya enak bgt buat dibaca menurut aku. Btw itu kenapa Alpha gak peka huhu ㅠㅠ Ah iya, salam kenal ya kak ^^ Cheonsa dari 01l disini. Ditunggu karya selanjutnya~

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s