[FICLET] DON’T ANGRY


tumblr_static_2dd6mgoaunb48s88cgo4csg8k.jpg

DON’T ANGRY

Songwriter by L.Kyo

Lie Yue (YOU/OC) x Zhang Yixing (EXO)

Ficlet | Romance x Comedy | G

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

Summary: Jangan begitu. Aku mencintaimu.

 

H A P P Y R E A D I N G

 

 

Manis, tampan namun pelupa. Siapa lagi jika bukan penggambaran dari seorang Zhang Yixing. Bagi Yue, pria yang sudah menjalin hubungan selama satu tahun bersamanya ini seakan sudah memberikan pasokan kesabaran yang melimpah.

 

Selain point plus-plus yang memang membuat Yue tak bisa terlepas dari sosok polos Yixing, namun adakala sosok itu membuatnya harus menghirup oksigen dalam-dalam. Hari ini, ya hari ini. Hari ini adalah ulangtahun Yue. Bukan karena gadis itu berharap sosok itu datang dan mendapatkan kecupan hangat dari Yixing. Bukan karena itu.

 

Karena ia tahu akan sifat Yixing, karena ia tahu bagaimana tanggapan Yixing selanjutnya. Ia sudah memberikan clue yang sangat, sangat, sangat jelas. Sehari sebelum ulang tahunnya, ia sudah mengirim beberapa gambar di LINE. Angka lahirnya, bulan lahirnya, umurnya, balon dan kue. Dan itu sangat jelas menggambarkan bahwa ia akan berulang tahun.

 

Dan lagi-lagi Yue harus menekankan kata ini lagi. ‘Karena ia tahu akan sifat Yixing, karena ia tahu bagaimana tanggapan Yixing selanjutnya’. Yah, sudah bisa diduga bahwa pria nya benar-benar lupa akan hal itu. Sebal? Tentu saja. Seakan rahangnya mengeras memahami akan sifat kekasihnya.

 

Ponselnya berdering, membuyarkan lamunan Yue yang sedari tadi duduk sendiri di Caffe. Seseorang yang ia tunggu bukannya bergegas malah mengirimkan sebuah pesan. Yue menghela nafas kasar. Sudah biasa. Sangat biasa.

 

‘Kau ada di Caffe mana? Maaf, aku lupa’.

 

Sekali lagi Yue harus ingat kalimat ini. ‘Karena ia tahu akan sifat Yixing, karena ia tahu bagaimana tanggapan Yixing selanjutnya’. Yue mengeluarkan karbondioksida nya sepelan mungkin. Sungguh, ia harus sabar. Sangat sabar.

 

‘Aku di Vivapolo, Caffe milik Chanyeol sayang. Jangan katakan jika kau lupa siapa itu Chanyeol’.

 

Mungkin jika ia menceritakan bagaimana sifat Yixing pada Ibunya, Ibunya tak akan mempercayainya. Bahwa sesungguhnya Ibunya sangat menyukai Yixing, melebihi rasa sayang Yue padanya. Dirumah, sudah dipastikan sosok yang dicari bukan anak tunggalnya, namun Zhang Yixing. Jika ia mengatakan bahwa Yixing sama dengan sosok Kakek berumur 70 tahunan, mungkin Yue akan mendapatkan peringatan keras dari sang Ibu. Bisa saja ia akan mendapatkan julukan Nenek dari Ibunya. Ayolah, itu dari Ibunya sendiri. Ibunya bisa saja mengatakan itu pada Yue. Ponselnya berbunyi.

 

‘Chanyeol? Tentu saja aku ingat. Sampai bertemu Lie. Tunggu sebentar!’.

 

Yue melemparkan tubuhnya kekursi. Sampai bertemu? Decisan Yue begitu kentara. Bagaimana tidak, ia sudah menunggu selama satu jam. Halo! Satu jam! Ia sudah membuang waktu hari ulangtahunnya untuk menunggu, menunggu Zhang Yixing.

 

15 menit lalu 30 menit. Oke. Ini bukan ‘tunggu sebentar’ lagi. Yue meremat cangkir coffe yang sudah tak panas. “Zhang Yixing!” Yue menyebut nama Yixing sedikit penekanan. Oh ayolah, mungkin Yue satu-satunya gadis yang mempunyai segudang kesabaran yang melimpah, tapi walaupun begitu ia juga mempunyai batasan.

 

“Lie Yue. Maaf”. Derap nafas yang seakan habis itu membuat Yue menatap murka. Ia tak peduli. Tak peduli jika Yixing berlari kearahnya walaupun pasokan oksigennya sudah menipis. Dan jangan lupa, senyum manis dan hiasan dimple di pipinya. Ayolah, Yue tak ingin tergoda dengan senyuman itu.

 

Yue memalingkan wajahnya, memfokuskan pada luar jendela. Membiarkan Yixing menatapnya penuh tanya. Ingat! Yixing adalah pelupa. Ia tak akan tahu apa dan kenapa Yue bersikap seperti itu. “Kau marah padaku?” Deretan kalimat itu membuat Yue tersentak.

 

Kata ‘Kau marah padaku?’ sangat jarang didengar. Demi 365 hari yang sudah mereka lalui, untuk sekali dalam hubungan mereka, Yixing sedikit peka dengan hal itu. Dan tanpa sadar bibir Yue tersungging walaupun ia masih menahan dan berpura-pura tak peduli.

 

“Tidak!” Ucap Yue. Suara kekehan lirih terdengar membuat kedua alis Yue terangkat. Ia ingin menatap Yixing, namun sungguh ia harus mempertahankan ketidakpeduliannya sebelum Yixing menyadari hal terpenting dihidupnya. “Selamat ulang tahun! Lihat ini! Aku membeli boneka domba untukmu!”

 

Yixing menunjukkan boneka lucu, boneka domba kesukaan Yue. Baiklah, 50% benteng ketidakpedulian Yue sedikit rapuh. Namun bukan Yue yang keras kepala jika ia menyerah begitu saja. “Yue, jangan begitu. Yue! Lihat aku!” Diam dan diam. Seolah tak peduli dengan panggilan kekasihnya.

 

Namun sentuhan lembut mendarat dipipinya. Dan sepersekian detik benteng Yue rapuh, hancur hanya dengan sentuhan bibir Yixing pada pipinya. “Apakah ini cukup supaya kau memaafkanku?” Demi phoniex yang disukai Yixing, Yue tak bisa menahan senyumnya. Oh Tuhan, rasanya ia ingin pingsan dipelukan Yixing. Senyuman manis itu tak bisa ia hindari.

 

“Kau tidak lupa ulangtahunku? Kau tidak lupa?” Yue tak percaya. Ia mengingatnya hari ini. Yixing ingat. Pria itu mengangguk lalu menyipitkan matanya, seakan fokus memandang hazel indah milik gadisnya. “Bagaimana bisa hari istimewa gadisku aku lupa begitu saja? Lie Yue, aku sangat mencintaimu!”

 

Manis. Manis. Manis. Manis. Kata itu cepat terlintas diotak Yue. Yue tersenyum, tak hentinya ia tersenyum. Bukankah Zhang Yixing adalah orang yang sangat manis? Tentu! Sangat manis! Semanis senyum dimple yang ia favoritkan walaupun rasa pelupa dalam diri Yixing masih ada. But, it’s no problem Zhang!

 

-FIN-

Advertisements

4 thoughts on “[FICLET] DON’T ANGRY

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s