[FREELANCE] Hic-Cup Love


1448882764739

“Hic-Cup Love”

Songwriter : Zifanfan

Artist : Kim Mingyu(Seventeen), Im Nayeon(TWICE)

Featuring : Jeon Hae Rin(OC)

Genre : Fluff, AU, Fantasy

Duration : Oneshoot

Rating : T

Disclaimer: FF ini murni dari pikiran saya. Jika ada kesamaan dengan FF lain, itu hanyalah ketidaksengajaan. Semua Cast dalam FF ini milik masing masing.

Don’t Copy Paste!

Happy Reading…

FF ini Pernah dipublish di: http://galaxyfanfictionina.wordpress.com

.

.

.

“Apakah kau bisa membantu untuk menghilangkan Kutukanku?”

.

.

.

Seorang Gadis tengah duduk santai di bawah rindangnya Pepohonan Halaman belakang Rumahnya. Di samping Gadis itu sudah ada Meja kecil yang diatasnya terdapat beberapa Cookies tersusun rapi dalam Tupperware, dan jika ada Cookies,maka pendamping Minumnya tentu saja Susu. Gadis ini memang sudah Remaja,tapi selera nya masih kekanak kanakkan.

 

Di Tangan Gadis itu sudah tergenggam sebuah Buku,yang jika dilihat dari Cover nya,nampaknya buku itu memiliki Genre Fantasy dan merupakan Dongeng. Mata Gadis itu menelusuri kata demi kata dalam Buku yang digenggamnya. Dengan Cekatan ia membaca dari halaman satu ke halaman lainnya.

 

“Hahaha. Apa apaan ini? Masa Iya, Isabella terkena Kutukan,kalau ia akan Cegukkan setiap bertemu Lelaki yang disukainya? Ah buku ini ada ada saja. Tidak menarik!” Gadis itu sempat tertawa sejenak setelah mendapati sepenggal kata dari Buku itu yang dirasanya memang aneh. Tidak,itu tidak aneh,buku itu kan memang Genrenya Fantasy. Beberapa saat kemudian, Gadis itu melempar buku Dongeng tersebut begitu saja, lalu beranjak meninggalkan Halaman belakang Rumahnya.

 

—————

 

SMA Myeong Seong

 

Im Nayeon, sedang berjalan seorang diri memasuki Pintu Gerbang sekolahnya yang sudah ramai akan kedatangan siswa lainnya. Semakin mendekati kelasnya, semakin ramai pula siswa siswanya. Terlebih lagi ketika ia melewati Ruangan Administrasi, beberapa siswa perempuan menutupi Pintu Ruangan itu hingga hampir tak terlihat. Bahkan ada yang memanjat ke jendela untuk berusaha melihat apa yang terjadi di dalam sana.

 

Heuh,sebenarnya apa yang mereka lihat? Kok sampai begitunya.

 

Nayeon berusaha menghiraukan tingkah aneh para siswa itu. Ia lebih memilih melanjutkan perjalanannya agar segera sampai di kelas.

 

“Annyeong Nayeon-ah! Apa kau sudah melihat Ruang Administrasi?” Seorang Siswa lain yang rambutnya dikuncir mendekati Nayeon tepat saat Nayeon sampai dikelas. Sepertinya Siswa itu Sahabat Nayeon.

 

“Ne aku melihatnya. Memangnya ada apa sih disitu? Kenapa para Siswa sampai ada yang memanjat ke jendela?” Nayeon mengiyakan pertanyaan Siswa itu,yang tak lain adalah Jeon Hae Rin, sahabatnya Semasa SMP hingga SMA sekarang. Ia juga menjelaskan tentang apa yang ia lihat.

 

“Benarkah? Aish, siswa siswa itu. Apakah kau tidak tahu? Hari ini sekolah kita Kedatangan Siswa baru. Dia Lelaki,dia Pindahan dari SMA Dong Guk. Katanya dia Tampan,maka dari itu banyak yang penasaran dan mencoba mencari tahu seberapa Tampannya dia”

 

“Lelaki? Tampan? Aish,aku juga harus mencari tahu kalau seperti itu” Mata Nayeon berbinar binar ketika mendengar Hae Rin menyebutkan kalau Siswa Pindahan itu, Lelaki dan juga Tampan

 

“Yak! Im Nayeon, kau ini! Aku sarankan agar kau tidak mencoba menaruh perasaan padanya. Aku takut kau dicampakkan lagi seperti yang dilakukan oleh Mark Sunbae. Ataupun kemungkinan Cintamu akan bertepuk sebelah tangan seperti yang kau alami saat Menyukai Kim Taehyung. Sudahlah aku takut kau Jatuh dan Sakit lagi” Hae Rin membulatkan matanya mendengar ucapan Nayeon barusan. Iya, Hae Rin sudah paham betul Tipikal orang seperti apa Nayeon ini. Tipikal orang yang akan Menyukai Orang lain hanya karena Melihat Ketampanannya. Tanpa harus tahu kalau mungkin saja dibalik Ketampanan itu ada sifat yang tersembunyi

 

Tringgg

 

Sebenarnya Hae Rin masih ingin melanjutkan Celotehannya pada Nayeon. Tapi Bel Masuk menghentikannya. Dan membuat ia rela di tertawai oleh Nayeon. Yeah, Nayeon juga paham kalau Hae Rin akan begini jadinya.

 

Tak Lama berselang, Kim Seonsaengnim masuk. Di belakangnya sudah ada Siswa Pindahan itu. Tunggu dulu! Apa dia benar masuk ke kelas yang sama dengan Nayeon?

 

“Attention! Anak anak, Ini Teman baru kalian. Ya, kamu silahkan Perkenalkan dirimu” Kim Seonsaengnim mengawali Kelas hari ini dengan menyuruh si Siswa Pindahan itu untuk memperkenalkan diri, seperti yang sering dilakukan.

 

“Annyeonghaseyo Chingu! Kim Mingyu Imnida. Senang berkenalan dengan kalian” Ucap Mingyu dengan nada Ceria dan juga senyum ramah yang ia tebarkan pada seluruh Isi Kelas. Termasuk Nayeon yang kala itu juga membalas senyuman Mingyu.

 

“Mingyu,kau silahkan duduk disamping Nayeon. Ya, siswa yang di dekat Jendela itu” Kim Seonsaengnim mengarahkan telunjuknya tepat di sebuah Bangku Kosong yang telah disediakan,dan Bangku itu berada di samping Bangku yang ditempati Nayeon.

 

Apa? Bahkan ia harus duduk disamping Nayeon?

 

Mingyu. Nama siswa itu. Dia membungkuk hormat pada Kim Seonsaengnim lalu berjalan menuju Bangkunya. Duduk, menyimpan tasnya, lalu mulai berbalik ke arah Nayeon, untuk menyapanya sekilas.

 

“Annyeong Chingu. Aku Kim Mingyu, kau? Siapa Namamu?” Mingyu mengulurkan tangannya sebagai awal mula dari Perkenalannya dengan Nayeon.

 

Nayeon dengan sedikit ragu membalasnya, “U-hug! Aku Im Nayeon. Senang berkenalan denganmu”

 

Setelah itu Nayeon segera menghadapkan wajahnya ke arah Jendela, takut jika Mingyu melihat rona merah di wajahnya. Hey! Apa yang terjadi sama Nayeon tadi? Apa dia Cegukkan saat Membalas uluran tangan Mingyu?

 

“Im Nayeon! Luruskan Pandanganmu kedepan!” Teriak Kim Seonsaengnim dari depan. Sedangkan yang disebutkan Namanya,segera melakukan Perintah.

 

Fokus Nayeon ke Depan, tepatnya ke Papan Tulis, dimana disitu sudah ada Rangkaian Huruf Huruf Hangeul yang membentuk Puisi Klasik Korea yang tengah diterangkan oleh Kim Seonsaengnim. Yeah, Fokusnya ke depan hanya memakan waktu tak kurang dari 2 menit. Kemudian, ia pun mengalihkannya ke arah Mingyu. Menatapnya secara diam diam. Namun apakah yang terjadi selanjutnya?

 

“U-hug!” Nayeon kembali cegukkan ketika melihat wajah Mingyu. Cegukkannya itu menimbulkan suara yang cukup keras sehingga dia menjadi Pusat Perhatian seluruh warga Kelas, turut Juga Kim Seonsaengnim yang menatapnya tajam, Mingyu dan Hae Rin yang menatap bingung, serta tatapan tatapan lain dari para siswa.

 

“Nayeon-ah? Gwaenchana?” Hae Rin menghampiri Nayeon dibangkunya lalu berbisik pelan. “Gwaenchana. Uhm, Hae Rin-ah,ada yang perlu aku Jelaskan padamu saat Istirahat nanti. Itu—sangat penting” balas Nayeon yang Cegukkannya sudah menghilang hanya dalam sekejap.

 

—————

 

“Ada apa Nayeon-ah? Kau bilang tadi ingin menjelaskan sesuatu padaku. Ayolah, aku sedang Penasaran!” Nayeon dan Hae Rin berjalan menuju ke arah Kantin, sepanjang perjalanan, Hae Rin menagih janji Nayeon yang tadi sempat mengatakan ingin menjelaskan sesuatu padanya.

 

Sesampainya di Kantin, Nayeon segera menarik tangan Hae Rin agar tidak Mengantri makan dulu. Ia mendudukkan Hae Rin di Meja yang berada di Pojokkan Kantin. “Kau mau mendengarkan Penjelasanku kan?”

 

Hae Rin mengangguk, dan sedetik kemudian Nayeon mulai mengambil ancang ancang untuk bercerita. Nampaknya, Ceritanya cukup panjang.

 

“Hae Rin-ah, sepertinya aku terkena Kutukan. Apa kau pernah membaca Dongeng tentang Isabella? Dia mengalami Cegukkan saat melihat Lelaki yang disukainya. Aku—Aku mungkin saja terkena itu”

 

“Apa?! Terkena Kutukan? Nayeon-ah ini sudah Zaman Modern, sudah tak ada lagi Kutukan, apalagi dari buku Dongeng. Memangnya apa hubungannya Denganmu? Maksudku Cerita Isabella itu? Aku juga dulu pernah membaca Cerita itu namun tak sampai habis”

 

“Aku kemarin membaca buku itu, lalu aku mengatakan kalau buku itu Ada ada saja dan Tidak menarik. Setelah itu aku membuangnya di Halaman Belakang Rumahku. Aku menjadi Cegukkan terus hari ini, apalagi ketika melihat Mingyu. Mungkinkah itu Kutukan?” Raut wajah Nayeon menjadi sedikit memerah, tersirat beberapa persen tingkat kecemasan di wajahnya, selepas ia menceritakan semuanya pada Hae Rin.

 

“Mungkinkah,kau Menyukai Mingyu? Dan Kutukan itu benar adanya? O-ou Im Nayeon. Itu—Itu Daebak!” bukannya cemas seperti yang dirasakan oleh Nayeon, Hae Rin malah kegirangan sendiri ketika mencoba menyambungkan rentetan cerita itu.

 

Pluk!

 

“Daebak apanya? Bagaimana jika aku betul terkena Kutukan? Aah, Hae Rin-ah aku tidak mau!!!” Nayeon mendecak layaknya anak kecil yang tak diberi Permen oleh Ibunya. Hal itu menimbulkan tatapan aneh ‘lagi’ dari Para Pengunjung Kantin.

 

“Annyeong, bisakah aku ikut makan bersama kalian?” Sosok Mingyu tiba tiba saja muncul. Tanpa menunggu persetujuan, ia langsung meletakkan nampan makanannya, lalu duduk di bangku yang berseberangan dengan Nayeon. Mau tak mau pun Nayeon harus kembali melihat wajah Mingyu dan itu membuat ia kembali Cegukkan

 

“U-hug!”

 

“Nayeon-ssi? Apa kau baik baik saja hari ini? Kenapa kau terus cegukkan? Ah, aku sarankan agar kau memeriksanya ke Dokter” ucap Mingyu dengan nada Perhatian

 

Tak ingin terus menerus Cegukkan, Nayeon memilih Menghindari Mingyu dengan segera meninggalkan Kantin, “Uhm, aku harus Ke Toilet dulu yah”

 

Nayeon pun berlari sekuat tenaga menuju Arah Toilet, ia lalu masuk ke salah satu bilik Kosong. Mencoba mengatur pernafasannya yang masih tak karuan karena baru saja berlari.

 

“Apa apaan ini? Kenapa aku terus Cegukkan ketika melihat Mingyu? Aah, jangan katakan kalau aku benar terkena Kutukan karena sudah mencaci Cerita itu. Tapi, lagipula apa benar aku menyukai Mingyu?” Nayeon mulai membatin, menatapi nasibnya kini yang terus menerus Cegukkan ketika melihat Mingyu, ‘mungkin’ saja ia benar. Dia terkena Kutukan cerita Isabella.

 

—————

 

“Hae Rin-ah kau harus ke rumahku Sore ini. Kita harus menuntaskan masalah itu”

 

“Ah baiklah, tapi? Apa Buku itu masih ada? Mungkin saja Ending Ceritanya bisa memberi petunjuk bagi kita”

 

“Bukankah kau bilang kau sudah pernah membacanya? Pasti kau sudah mengetahui Endingnya!”

 

“Aniaa,aku kan bilang kalau aku tidak membacanya sampai selesai”

 

“Terserah kau saja. Pokoknya datanglah kesini secepatnya!”

 

Nayeon segera menekan Tombol ‘akhiri’ untuk memutuskan sambungan teleponnya dengan Hae Rin, meskipun tahu di seberang sana Hae Rin akan mengumpatnya. Nayeon meletakkan  Ponselnya di nakas yang berada disamping Tempat tidurnya. Dan ia pun segera berlalu menuju keluar kamar.

 

“Eomma,apa kau melihat Buku Cerita di Halaman Belakang Rumah kemarin? Aku tidak sengaja melupakan buku itu” Nayeon menghampiri Eomma nya yang sedang sibuk memasak di Dapur, mengingat jam makan siang tak lama lagi.

 

Eomma pun membalikkan badanya untuk menanggapi pertanyaan Nayeon, “Buku? Sepertinya Eomma sudah membuangnya di tempat sampah. Buku itu sudah kotor, tak layak dibaca lagi. Memangnya ada apa?”

 

Mendengar ucapan Eomma nya yang dengan nada tanpa dosa itu, Nayeon pun membulatkan matanya, menatap wajah Eomma nya dengan tatapan yang tak bisa terdefinisikan maksudnya, “Apa? Eomma membuangnya? Aah, harusnya Eomma memberitahuku dulu. Buku itu sangat penting!!”

 

“Bukankah kau tidak menyukai Buku itu sejak pertama kali kau melihatnya? Lagipula kalau kau suka dengan buku itu, beli yang baru saja, untuk apa mencari barang yang sudah dibuang?” Eomma berkacak pinggang membalas ucapan Nayeon, tangan kanannya masih ia fungsikan untuk mengaduk makanan yang ada di penggorengan, mencegahnya agar tidak hangus.

 

“Eomma, itu buku Limited Edition. Itu—Itu sudah tak ada lagi yang menjualnya. Aish, bagaimana ini?” Nayeon mengacak kasar rambutnya, ia juga menghentak hentakkan kakinya dan berjalan meninggalkan Eomma yang menatapnya Menboong.

 

Tinggg…

 

Bel Rumah Nayeon berbunyi, Nayeon sudah menebaknya kalau itu adalah Hae Rin, dengan langkah yang masih kesal ia berjalan untuk membuka pintu itu.

 

“Annyeong Nayeon-ah!” Sapa Hae Rin dengan ramah. Tanpa berbasa basi lagi, Nayeon menarik tangan Hae Rin untuk segera ia bawa ke dalam Kamarnya

 

“Hae Rin-ah! Buku itu sudah dibuang oleh Eomma ku. Ah bagaimana ini? Bagaimana jika aku akan terus cegukkan?”

 

“Sekarang kau tidak Cegukkan kan?”

 

Pluk!

 

Hae Rin meringis sambil memegangi pucuk kepalanya yang baru saja mendapat jitakkan kecil dari Nayeon. “Itu karena tidak ada Mingyu, Pabbo!”

 

“Lalu? Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Hae Rin seraya menaikkan sebelah alisnya

 

Pertanyaan yang bagus! Nayeon segera mengeluarkan dua pasang sarung tangan khusus. Setelah itu, ia juga mengeluarkan Masker, dan Topi.

 

“Kita akan mencarinya di Bak Penampungan sampah!” ucap Nayeon sambil tersenyum kecil

 

What? Are You Crazy Im Nayeon?

 

“Kau sudah Gi—” belum selesai Hae Rin berbicara, Nayeon sudah membekap mulutnya agar tidak melanjutkan kata katanya lagi

 

“Don’t be Noisy Jeon Hae Rin! Aku tidak ingin ketahuan oleh Eomma” hardik Nayeon pada Hae Rin. Tangannya juga perlahan ia lepaskan dari mulut Gadis berkuncir satu itu.

 

“Arraseo Arraseo!” Hae Rin berdecak lidah karena kesal. Namun ia nampaknya setuju dengan ide Nayeon, meskipun terbesit rasa Jijik karena harus bergelut dengan sampah sampah yang beragam macamnya.

 

Alhasil, disinilah mereka sekarang. Penampungan Sampah yang berada tak jauh dari Rumah Nayeon. Perlahan mereka merobek karung berisikan sampah sampah, sampah yang keluar mulai mereka Pilah satu persatu, itu semua mereka lakukan untuk mencari buku Isabella yang telah menyebabkan kutukan pada Nayeon. Tapi? Bukankah itu salah Nayeon sendiri? Yang sudah mencaci buku itu? Sudahlah, lupakan saja itu, lagipula tidak ada yang bisa mengulangnya agar tidak terjadi

 

Tak terasa sudah hampir se-jam, Nayeon serta Hae Rin bergelut dengan sampah sampah menjijikan ini, tapi belum ada yang membuahkan hasil.

 

“Nayeon-ah, harus cari dimana lagi? Kita sudah mencari kesana kesini. Semua Karung sampah sudah kita sobek tapi tak ada Buku itu di dalamnya. Aku capek Nayeon-ah!” Hae Rin mulai terduduk lemas di balik Bak Sampah raksasa yang isinya sudah habis mereka utak atik, hingga menyebabkan bau badan mereka sudah menyerupai bau sampah sampah itu.

 

“Sabar Hae Rin-ah, masih ada satu karung sampah lagi yang belum kita buka. Mungkin saja Buku itu ada di dalamnya” Dengan nada yang masih semangat, Nayeon berusaha meraih sisa Karung Sampah, yang sesuai ucapannya masih dalan keadaan utuh belum terbuka isinya. Masih ada setitik harapan.

 

Brakkk

 

Sampah sampah mulai berceceran ke tanah ketika Nayeon dengan ganasnya merobek Karung sampah itu. Ia kembali melanjutkan memilah milah sampah itu, dan Yup! Matanya terpaku pada sebuah Buku yang kemarin sempat ia caci, namun hari ini kembali ia cari. Buku apa lagi kalau bukan Buku Dongeng Isabella? Buku yang menyebabkan kutukan pada Nayeon.

 

“Hae Rin-ah!!! Bukunya sudah aku temukan!!!” Teriak Nayeon kegirangan, ia lalu menghampiri Hae Rin dan segera memeluknya dengan erat.

 

—————

 

Nayeon dan Hae Rin berjalan dengan langkah lesu menuju sekolah. Tak jarang, mereka saling menyikutkan tangan mereka.

 

“Bagaimana ini Hae Rin-ah? Apa benar itu harus dilakukan dengan Kisseu?” Tanya Nayeon dengan nada cemas. Begitu pula dengan raut wajahnya.

 

Flashback

 

Setelah mendapatkan buku itu, Nayeon bergegas untuk membuka beberapa lembar halaman terakhir dari buku itu, yang ia yakini, disitulah terdapat penggalan penggalan kata Ending Cerita.

 

Seketika mata Nayeon membulat, menangkap beberapa kata yang errr~ membuat Saliva nya menjadi susah untuk ditelan.

 

“Apa ini? Isabella menjadi Sembuh dari Cegukkannya karena ia di Cium oleh Lelaki yang disukainya?”

 

Mendengar ucapan Nayeon, Hae Rin segera mendekat, “Berarti? Kau juga harus di Cium oleh Mingyu agar Kutukanmu itu hilang?”

 

Detik selanjutnya, Nayeon dan Hae Rin mulai berpandang pandangan.

 

—————

 

“Annyeong Nayeon-ssi, bagaimana dengan Cegukkanmu? Apa kau sudah memeriksakannya di Dokter?” Mingyu menyapa Nayeon yang sudah duduk tenang di Bangkunya, tak lupa ia juga menanyakan Kondisi Nayeon.

 

“U-hug! Aku belum sempat pergi ke dokter” balas Nayeon singkat. Ia lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela lagi. Tak ingin jika terus menerus menatap Mingyu, ia juga akan terus mengalami cegukkan.

 

Mingyu tak mempermasalahkan itu. Ia juga lalu asyik bermain Games di Ponselnya.

 

Nayeon berdiri dari Bangkunya, dan Menghampiri Bangku Hae Rin, “Hae Rin-ah antarkan aku Ke Toilet”

 

Seperginya Nayeon dan Hae Rin ke Toilet, Mingyu tanpa sengaja melihat sebuah Buku yang menurutnya menarik di dalam Laci Nayeon. Tanpa meminta izin sang empunya, Mingyu pun membuka dan menelusuri kata per kata dari buku tersebut. Yang merupakan Buku Dongeng Isabella.

 

“Jadi? Ini yang membuat ia terus cegukkan? Melihatku? Oh yah, ia hanya Cegukkan ketika melihatku” gumam Mingyu tak percaya dengan apa yang ia alami.

 

Tiba tiba, Nayeon dan Hae Rin masuk ke kelas. Hal itu membuat Mingyu turut berdiri dari Bangkunya. Perlahan ia berjalan mendekati Nayeon.

 

Jarak mereka semakin dekat sehingga Nayeon mengeluarkan pertanyaannya, “Mingyu-ah, apa yang kau lakukan?”

 

Chu~

 

Mingyu menempelkan bibirnya di Bibir Nayeon. Tanpa peduli kondisi mereka sekarang, dan juga Jangan Lupakan kalau mereka berada dalam Kelas. Hal itu membuat siswa dalam kelas menjadi bersorak sorak kegirangan melihat adegan yang tak pernah sebelumnya ada siswa lakukan di Sekolah, apalagi di Kelas.

 

“Yak, Im Nayeon kau sangat beruntung”

 

“Apa? Mereka bahkan berciuman walaupun baru sehari berkenalan?”

 

“Mereka pasangan yang cocok!”

 

Nayeon ternyata larut dalam Ciuman itu. Tapi ia langsung saja tersadar ketika mengingat bahwa mereka sekarang berada di dalam Kelas. Mungkin saja ada Seonsaengnim yang melihatnya, dan membuat mereka harus di panggil ke Ruang Kedisiplinan.

 

—————

 

“Ke—Kenapa kau menciumku tadi disekolah?” Tanya Nayeon dengan tatapan garang yang ia tujukan secara langsung pada Mingyu

 

“Bukankah kau mengalami hal yang serupa dengan yang ada di buku itu? Kau cegukkan setiap kali melihat orang yang kau suka. Dan orang itu, aku” balas Mingyu mencoba membela diri

 

“Bagaimana kau tahu kalau orang itu adalah kau?” Nayeon kembali bertanya seraya menautkan alisnya keatas

 

“Aku tahu karena kau hanya Cegukkan setiap kali kau melihatku” balas Mingyu, namun kali ini penuh senyum kemenangan

 

“Sudahlah. Tidak ada gunanya menyalahkan sesuatu yang telah terjadi. Lagipula kau juga sudah sembuh kan dari Cegukkan itu?”

 

“Ah Ne, Gomawo”

 

Sementara itu, Hae Rin yang sedari tadi terdiam dan hanya menjadi ‘nyamuk’ diantara dua orang ini, mulai beraksi.

 

“Yak, Kim Mingyu, dia itu bukan terkena penyakit Cegukkan seperti yang ada di buku dongeng, tapi dia terkena kutukan karena mencaci buku itu. Apa kau percaya? Aku juga awalnya tidak percaya tapi setelah melihatnya, yeah aku menjadi percaya. Sebenarnya, ia sedari awal ingin meminta mu untuk menghilangkan Kutukan itu dengan cara Menciumnya. Tapi, karena kau sudah melakukannya duluan. Yak, itu bagus, kini tak ada lagi Kutukan kutukan. Nayeon sekarang sudah bisa tenang”

 

“Tapi? Apa betul kau Menyukaiku?” Mingyu menatap menunggu jawaban dari Nayeon

 

“Kalau iya memangnya kenapa?” Jawaban akhirnya meluncur dari bibir Nayeon. Jawaban yang membuat Mingyu dan Hae Rin terlonjak kaget.

 

Mingyu lalu mengapit lengannya di leher Nayeon. Berusaha mendekatkan lagi wajah Nayeon. Tapi tidak, sekarang bukan wajah Nayeon yang menjadi pusatnya, melainkan telinganya. Ya, indra Pendengarannya.

 

“Kalau iya kau menyukaiku, Mau kah kau jadi Kekasihku?” Bisik Mingyu seraya tersenyum ‘evil’

 

Nayeon sontak saja kaget, ia menjauhkan tangan Mingyu dari Lehernya, “Apa? Kita bahkan baru berkenalan dua hari ini!”

 

“Kau juga! Kita juga baru berkenalan dua hari, tapi kau sudah mulai menyukaiku”

 

“Itu kan—“

 

“Hey? Im Nayeon, jawablah segera. Jangan buat aku si Penonton ini menjadi Penasaran. Memangnya apa susahnya untuk menjawab ‘Ya’ atau ‘Tidak’?”

 

“Ah baiklah baiklah. Ya, aku mau jadi Kekasihmu. Lagipula menurutku itu tidak buruk” akhirnya, Nayeon mengiyakan Pertanyaan Mingyu yang disambut sorakkan meriah dari Hae Rin yang sedaritadi menjadi Penonton.

 

“Tentu saja tidak buruk, kau kan Menjadi kekasih dari Seseorang Kim Mingyu yang tampan ini!”

 

“Apa kau bilang? Kau tampan? Yak, jangan terlalu percaya diri Tuan Kim!”

 

Nayeon mencubit kecil Tubuh Mingyu sehingga itu membuat Mingyu hendak membalasnya. Namun, Nayeon cukup cerdik karena saat itu juga ia berlari menjauh.

 

Dan adegan Kejar Kejaran pun terjadi, yang hanya di tonton oleh Hae Rin, yang sedaritadi memang bertindak sebagai Penonton antara Hubungan Dua orang yang kini sudah menjadi Sepasang kekasih tersebut.

 

“Aah, aku juga harus segera mencari kekasih agar tidak hanya menjadi Penonton hubungan Mingyu dan Nayeon” gumam Hae Rin Seraya tersenyum

 

-FIN-

Annyeong! Ini adalah Freelance pertama aku disini. Mohon Review nya yah^^

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s