[Song For New Year] Never Change


 Never-change-cover-by- 혜김
Title : Never Change | Songwriter : HyeKim | Duration :  Ficlet | Genre : Romance, Angst, Sad | Rating : PG-15 |  Artist(s) : Luhan, OC’s Kim Hyerim
Tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Hati ini masih menyimpan semua rasaku untukmu. – by neys

Luhan menatap satu persatu foto yang tersebar dibuffet kamarnya. Sesekali ia tersenyum melihat gadis yang ada difigura tersebut. Potret seorang gadis dengan dirinya, banyaknya gadis tersebut memasang wajah cemberut sambil melirik Luhan jengkel dan Luhan tersenyum lebar ke arah kamera sambil mencubit pipi gadis yang lebih pendek beberapa senti darinya.

Kim Hyerim. Itulah nama gadisnya. Luhan sangat merindukan gadis tersebut. Gadis yang sudah 6 bulan ini tidak bisa bersamanya lagi. Luhan melirik kalender yang ada di samping kirinya. Tanggal 29 Desember. 2 hari lagi adalah pergantian tahun. Walau tahun kian berganti, tapi sepertinya Luhan tidak akan pernah bisa mengganti isi hatinya. Ya, tidak akan.

“Aku merindukanmu, Hye,” lirih Luhan sambil tersenyum perih.

***

Suara dentingan antara sendok dan piring memecah keheningan yang ada di ruang makan rumah keluarga Lu. Di situ hanya ada Sang ibu dan Luhan yang makan bersama. Karena Sang kepala keluarga masih berkerja di luar negeri.

“Luhan,” tiba-tiba suara lembut Nyonya Lu terdengar. Membuat Luhan memberhentikan aktifitas makannya dan menatap ibunya.

“Iya ma?” Luhan berucap setelah susah payah menelan sosis gorengnya.

Nyonya Lu hanya tersenyum tipis dan lalu berkata, “Mama akan mengenalkanmu dengan salah satu gadis kenalan Mama. Besok tepat tanggal 31, Mama akan…-“

“Mama ingin menjodohkanku lagi?” potong Luhan segera saat tahu maksud Ibunya. “Mama tahu kan aku masih mencintai Hyerim?”

Nyonya Lu menghela napasnya. “Luhan! Apalagi yang ingin kamu harapkan dari Hyerim?”

Luhan menatap dalam Ibunya yang menatapnya sendu. “Aku mencintainya, itu saja,”

“Lu, tapi Hyerim sudah…-“

“Aku mencintainya sampai kapanpun!” tegas Luhan kembali memotong ucapan Ibunya.

“Tahun 2016 akan tiba, Lu. Buang kenanganmu bersama Hyerim,”

“Tidak akan pernah bisa, Ma. Hatiku akan terus mencintainya.”

Setelah itu, Luhan berdiri dan pergi dari ruang makan. Meninggalkan Nyonya Lu yang menatap punggungnya sendu.

***

31 Desember 2015. Tak terasa tahun 2015 yang menyimpan banyak kenangan bagi Luhan kini akan berakhir nanti malam tepat pukul 24.00. Baru saja kemarin tahun 2015 datang, menciptakan kenangan baru yang malah berakhir buruk bagi seorang Luhan.

Luhan merapatkan mantelnya agar hawa dingin tidak terlalu menusuk tubuhnya. Pria itu mendongak menatap gumpalan salju yang turun. Hyerim sangat menyukai musim dingin. Setiap musim dingin tiba, Luhan selalu mengajak Hyerim bermain membuat boneka salju di taman Sungai Han.

Setelah merasa puas melihati salju yang turun, Luhan menyebrangi jalan yang lumayan ramai hari ini. Ya, orang-orang sibuk berjalan-jalan diakhir tahun dan nanti malamnya akan merayakan pesta pergantian tahun. Sambil membawa sebuket bunga mawar putih, Luhan memasuki sebuah gedung yang lebih ramai dan padat dari jalanan tadi. Rumah sakit Yanggu tampak sibuk hari ini. Walau tahun akan berganti, sepertinya orang yang sakit setiap harinya selalu saja ada.

Luhan berhenti memandangi pintu yang ada di hadapannya. Dirinya menghela napas panjang dan menghirup wangi bunga mawar putih yang dibawanya. Lalu mengukir seulas senyum dan meraih kenop pintu di hadapannya.

Tampak seorang gadis tertidur di atas ranjang kamar yang didominasi warna putih tersebut. Luhan mendekat ke ranjang tersebut dan duduk dikursi dekat ranjang. Perlahan tapi pasti, Luhan meraih tangan Hyerim dan menggengamnya erat sambil mengelus-elusnya lembut. Tapi hal tersebut membuat Hyerim terusik dalam tidurnya dan perlahan membuka matanya.

“Kamu siapa? Perawat baru kah?” tanya Hyerim setelah semua nyawanya terkumpul. Luhan tesenyum hangat sebelum menjawabnya.

“Aku Luhan, ini aku membawakanmu bunga mawar putih,” Luhan menyodorkan bunga favorit Hyerim kepada gadis itu.

Hyerim tampak terpaku dengan pandangan kosong dan lalu mengangguk-angguk. Gadis itu menerima sebuket bunga mawar putih tersebut dari Luhan dan lalu memainkan kelopak bunga tersebut.

“Luhan? Nama yang sangat jarang sekali di Korea. Tapi, aku menyukainya,” gumam Hyerim sambil menunduk dan masih memainkan kelopak bunganya.

Luhan hanya tersenyum simpul mendengarnya. Melihat Hyerim yang sekarang tersenyum senang sambil bermain dengan kelopak bunga, membuat Luhan merasa pedih dihatinya akan gadis itu hilang walau hanya sesaat. Seketika Hyerim memberhentikan aktifitasnya dengan pandangan kosong, lalu mengangkat wajahnya dan menatap Luhan bingung.

“Kamu siapa? Perawat baru kah?” tanya Hyerim dengan wajah polosnya. Luhan tersenyum memahan air matanya.

“Aku Luhan,” jawab Luhan masih memaksakan seulas senyum dan menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Luhan? Nama yang sangat jarang sekali di Korea. Tapi, aku menyukainya,” gumam Hyerim lalu kembali ke aktifitas semulanya, memainkan kelopak bunga mawar putihnya.

“Aku suka bunga mawar putih. Ternyata bunga ini sangat cantik. Aku baru melihatnya,” gumam gadis itu lagi yang lalu mencopoti kelopak bunga tersebut.

Luhan hanya memandang sendu Hyerim yang lagi-lagi tersenyum cerah. Beberapa detik kemudian, gadis itu memberhentikan aktifitasnya dengan pandangan kosong seperti yang tadi. Lalu menatap Luhan.

“Kamu siapa? Apakah perawat baru? Aku belum pernah melihatmu,”

Luhan meremas kuat ujung jaket tebalnya dan tersenyum penuh arti pada Hyerim. Luhan hanya bisa mengukir seulas senyum dan lagi-lagi sangat dipaksakan untuk menahan air matanya yang akan jatuh.

“Aku Luhan, Hyerim,”

Hyerim tampak mengangguk-mengangguk. “Aku suka namamu, L-u-h-a-n,” eja Hyerim dan lalu kembali mencopoti kelopak bunga mawar yang ada digenggamannya.

Luhan terus memandangi gadis yang ia cintai itu. Setelah merasa rindunya terobati. Luhan beranjak pergi meninggalkan Hyerim yang masih memainkan bunga mawar putihnya sambil mengatakan bahwa dirinya baru pertama kali melihat bunga tersebut. Tapi sebelum pergi, Luhan meninggalkan secarik kertas dinaskas sebelah ranjang. Luhan tidak peduli apakah Hyerim akan membacanya atau tidak.

***

14 Juni 2015

Didalam sebuah mobil bermerk Audi A4, tampak sepasang kekasih tengah berdebat hebat. Keduanya meluapkan seluruh emosi yang ada pada dalam diri dan tidak ada yang mau mengalah.

“Sudah kubilang! Yein hanyalah anak teman Ibuku!” tegas Luhan sambil melirik Hyerim dari kursi kemudinya. Tapi Hyerim tampak memasang wajah cemberutnya dan melipat tangan di depan dada.

“Oh begitu? Tapi apa tadi? Kamu memegang dagunya dan mendekatkan wajah kearahnya! Kamu pikir aku buta?!” gertak Hyerim memandang Luhan tajam.

Luhan tampak benar-benar digeluti emosi karena gadisnya tidak percaya dengannya walau sudah dijelaskan beribu-ribu kali. Pria itu balas menatap Hyerim tajam.

“KIM HYERIM! BISAKAH KAMU PERCAYA PADAKU?! AKU HANYA MEMBANTUNYA MENIUPI MATANYA YANG KEMASUKAN DEBU!”

“OH BEGITU? KENAPA JATUHNYA MALAH KAMU SEPERTI INGIN MENCIUMNYA HAH?!” Hyerim benar-benar sudah diselimuti rasa cemburu.

Luhan tampak membuang napasnya kasar. “Memangnya kenapa hah?!”

“Kenapa?” Hyerim semakin marah mendengar jawaban tersebut. “Sudah! Aku mau turun!” Hyerim membuka sabuk pengamannya dan mulai berusaha turun dari mobil Luhan yang masih melaju kencang tak terkendali.

“Kim Hyerim! Kau gila? Jangan turun!” Luhan menahan sebelah tangan Hyerim agar gadis itu tidak turun dari mobilnya.

“Lepaskan! Aku ingin turun, Luhan!” Hyerim tetap bersikeras. Luhan tetap menahan tangannya tetapi pikirannya berkecamuk sekarang, Hyerim terus meronta dan dirinya masih mengendari mobil yang kecepatannya sudah di atas rata-rata.

“AKU BILANG LEPAS!” teriak Hyerim yang akhirnya berhasil menepis tangan Luhan.

Luhan menatap Hyerim tajam  kedua tangannya langsung menarik tangan kanan Hyerim, membuat gadis itu yang tadinya sudah mau membuka pintu mobil, berakhir gagal.

“DIAM! KUBILANG DIAM!” bentak Luhan. Hyerim menatapnya sangat tajam dibandingkan tatapan-tatapannya yang tadi.

Lalu gadis itu menatap kearah depan dan lantas berteriak, “LUHANNN!! AWASSSS!!!”

Luhan tersentak kaget dan melihat kearah depan. Sebuah truk teronton melaju kearah mobil mereka yang melaju dijalur yang salah. Luhan baru menyadari kedua tangannya tidak ada dikemudi mobilnya melainkan menahan tangan Hyerim.

Luhan langsung mencoba membanting stirnya, namun naas. Semuanya terlambat, truk teronton tersebut sudah menabrak mobil Audi A4 milik Luhan dan membuatnya terguling beberapa kali kesisi jalan. Luhan hanya merasa kepalanya perih saat tabrakan dahsyat itu terjadi langsung kepadanya. Dirinya perlahan membuka matanya dan mendapati Hyerim tidak sadarkan diri disampingnya, darah tak berhenti keluar dari kepala gadis itu. Bahkan darahnya lebih banyak dari darah Luhan.

“Hye, bangun,” panggil Luhan sambil berusaha menggapai tangan kanan Hyerim.

Hyerim membuka matanya dan menatap Luhan samar, “Luhan, kamu tidak apa-apa?”

Luhan tersenyum sedikit lega. “Aku baik-baik saja, kamu?”

Hyerim tidak menjawabnya dan hanya tersenyum sangat tipis. Seperkian detiknya gadis itu mulai menutup matanya. “Maaf, tadi aku hanya cemburu padamu,” gumam Hyerim pelan dengan suara lemahnya sebelum benar-benar menutup matanya.

“Hye! Bangun! Hyerim!” teriak Luhan sambil menggoyang-goyangkan tangan kanan Hyerim yang ada digengamannya.

“Sial!” umpat Luhan saat merasakan darah Hyerim mulai merembes dari kepala gadis itu dan menuju tangannya, wajar saja Hyerim tadi melepaskan sabuk pengamannya.

“Sayang, kumohon bangun…” Luhan berucap lembut dan mulai terisak. “KIM HYERIM! KUMOHON BANGUN!” teriak Luhan frustasi.

***

Kecelakaan itu tidak merengut nyawa Hyerim. Dan hanya memberikan Luhan benturan yang tidak terlalu beresiko dikepalanya. Tapi tetap, walau Hyerim tidak meninggal dalam kecelakaan tersebut, Luhan merasakan perasaan menyesal dan frustasi yang sangat dalam. Gadisnya menderita alzheimer yang membuatnya sulit mengingat apapun lagi. Kepala Hyerim benar-benar mengalami benturan yang sangat parah, mengingat Audi A4 milik Luhan terguling sebanyak 5 kali.

“Pasien Kim Hyerim selamat. Tapi sayangnya pasien menderita alzhaimer karena terkena benturan yang sangat kencang dikepalanya, bisa anda lihat bukan Tuan Lu, darah dari kepala kekasih anda sangat banyak. Jadi maaf, mulai sekarang pasien Kim Hyerim tidak bisa mengingat dengan baik bahkan akan cepat lupa akan suatu hal. Bahkan keluarga atau orang terdekatnya seperti anda bisa dilupakan olehnya,”

Ucapan Dokter Park terus terngiang diotak Luhan. Membuat Luhan benar-benar frustasi. Ini salahnya karena tidak bisa mengendalikan emosi. Hyerimnya tidak akan pernah bisa mengingatnya lagi.

***

Luhan memandangi langit malam yang selain dihiasi bintang dan bulan sudah dihiasi dengan kembang api. Ya, perayaan tahun baru sedang terjadi disekitarnya. Luhan hanya memandanginya dari jendela kamarnya. Tahun 2016 sudah datang. Semua hal baru ditahun 2016 akan dimulai, tapi hati Luhan masih menyimpan semua rasa untuk Hyerim. Rasa cintanya akan Hyerim tidak akan berubah walau tahun kian berganti. Dan meskipun gadis itu tidak mengingatnya.

“Tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Hati ini masih menyimpan semua rasaku untukmu.” gumam Luhan sambil tersenyum tipis dan masih tetap memandangi langit malam, seakan sosok Hyerim muncul ditengah-tengah langit yang dihiasi kembang api.

***

‘Untuk, Hyerimku tersayang,

Hyerim, aku tahu kamu tidak bisa mengingatku lagi karena penyakitmu. Tapi aku ingin minta maaf. Karena aku, kamu jadi seperti ini. Menderita penyakit yang harusnya tidak diderita gadis muda sepertimu.

Aku harusnya mengerti bahwa kamu cemburu, aku harusnya tidak marah saat kekasihku cemburu. Karena itu tanda cintanya padaku.

Hyerim, aku tahu kamu masih mencintaiku kan? Aku masih mencintaimu, Hye. Walau malam ini tahun berganti, aku masih mencintaimu.

Tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Hati ini masih menyimpan semua rasaku untukmu. Rasa cinta seorang Luhan hanya untuk seorang Hyerim. Tidak akan pernah berubah meskipun kamu tidak mengingatku lagi.

Aku akan mencintaimu sampai tahun tidak berganti lagi.

Selamat tahun baru, Hyerim♡

Xoxo, Luhan.’

“Luhan?” gumam Hyerim saat selesai membaca secarik kertas yang ia temukan dinaskas sebelah ranjangnya. “Aku seperti pernah mendengar namanya,” ucap Hyerim linglung, kepalanya terasa kosong untuk mengingat, tapi hatinya berdesir saat mengingat nama Luhan.

-FINISH-

13 thoughts on “[Song For New Year] Never Change

  1. Awwww :’) *tisu mana tisu
    Ini mengharukan yaa… Kasian Luhan, lebih kasian lagi Hyerim. Jadi ga punya masa depan gtu Hyerim-nya. 😦

    Idenya baguuuus :’) aku suka cerita2 angst begini. Ada beberapa typo sih, trus juga preposisi ‘di’ yang keliru. Tapi overall enak ko /? Aku menikmati 😀

    Yg keren dan bernasib mujur tuh Luhan ya, mobil keguling 5 kali dan dia hanya mengalami benturan yg ga seberapa parah ^^;
    Kasian Hyerim :’)

    Btw nice fict ❤

  2. /kasih tisu/ahah ntahlah aku kepikiran ide sedih kyak gini padahal tdinya mau yg manis2 jatohnya alzheimer-_- ya emang kasian hyerim masih muda udh pikunan:’)

    Iya kak masih ada typo walau udh aku edit juga ;A; dan emang luhan lg beruntung dia baik2 saja/?

    Ehehe makasih ya kak udh sempet mampir:)

  3. Astaga, Hyerim parah deh… perasaan baru tadi siang si Luhan dateng jenguk dia, malamnya udah lupa… /jadi nenek sebelum waktunya… hahaha *peace*/
    Hei, maaf ya aku barusan dateng… soalnya tadi siang mau langsung baca, eh ternyata ada pesan masuk yang bilang kalo kuotaku udah abis. Kan nyesek 😥 /oke ini apa?/
    Eum… boleh aku review dikit? /hahaha sok udah jago-jago banget, Be!/
    Entah kenapa aku merasa kaku kalo baca FF terus ada kata “Kamu,” nah mungkin bisa diganti dengan kata “Kau” soalnya lebih ke EYD /hadeh… ngomong apa seh?/
    Oh ya, keliatannya kamu ada typo tuh yang pas bagian

    “Kamu siapa? Perawat baru kah?” tanya Hyerim setelah semua nyawanya terkumpul. Luhan tesenyum hangat sebelum menjawabnya.

    “Aku Luhan, ini aku membawakanmu bunga mawar putih,” Luhan menyodorkan bunga favorit Hyerim kepada gadis itu.

    Itu keulang dua kali, atau emang Elsa bikinnya kaya gitu? hehehe…
    Eum, mungkin segitu aja… maaf ya, dateng-dateng nyampah hahaha… pake acara review juga padahal dia sendiri belum jago bikin FF… sekali lagi maaf kalo ada kata-kataku yang bikin tersinggung…
    Sebelumnya makasih ya udah ngundang baca FF mu, jadi serasa dapet undangan spesial hahaha… FF nya bagus kok ditunggu undangannya lagi yaa 🙂
    See ya~ ^-^

    1. Ahaha iya gk apa kokk kak😂😂 iya emang alzheimer itu penyakit pikun buat usia lanjut tp bs juga terjadi karena faktor keturunan/kena benturan kayak Hyerim gitu. Awalnya mau buat ficlet yg manis2 buat event ini malah berakhir angst gini gr2 nonton drama park minyoung yg ada alzhimernya/elah curhat :’) /

      Oh yang kamu itu. Aku jd nulis gt karena ngikutin salah 1 author fav aku/? Lbh suka nulis kamu kalo yg udh akrab /ahelah elsa apa sih/-_-

      Yang itu emang 2 kali kak. Bukan typo eheh😂 karena takut pada bingung aku buat beda kebawahannya ehehe

      Gk nyampah kok kakk kita kan saling sharing😘😘 makasih loh udah mampir sm ngsh review disini karena undanganku eheh ;3 tunggu juga undangan lainnya lol^-^

  4. gue gak akan komen ttg eyd, alur dan segala macemnya krn pasti banyak yg ilmunya lebih dr gue/?

    btw, cerita lo bagus dan sukses bikin gue pengen nyeduh kopi lagi /gaknyambung

    semangat buat nulisnya. sukses buat lo ya! hehe

  5. Udh yakin eyd, typo, dll itu banyak. Tulisan msh abal gini😂

    Jangan smp gr2 gue mas fanol jd pecandu kopi🙊

    Makasihhh yooo semangat juga nulisnya

  6. Oow… jadii iniiiii Alzheimer?
    hemh…
    Yang lebih sakit tuh disini menurutku bukan Luhan. Luhan masih bisa hidup, masih bisa sembuh luka hatinya. Hyerim juga sakit tapi ga akan sadar dia sakit, jad ga masalah. Yang tersiksa tuh keluarga Hyerimnya,
    Bagaimana buat menjaga Hyerim kedepannya,
    Oh Godd…
    Salah fokus, XD

    1. Iya kak alzheimer gara2 liat drama remember-nya park minyoung 😀

      Ahah kakak salfok :’) tapi emang bener kasian keluarga Hyerim /ikutan salfok/

      Makasih kak udah mampir^^

  7. Duhh kok nyess begini ya… Tapi sukaa~~~

    Gemes banget pas baca bagian Hyerimnya lupa Luhan itu siapa padahal dari tadi udah ada di depannya 😥 😥

    Otaknya Hyerim boleh lupa siapa Luhan, tapi hatinya enggak :3

    /ada baper momen, pas ibu nya manggil “Lu”. Inget update an si maknae di ig :v/

    Hmmm, mau ngasih saran diiikiiit ajaaa. Tadi aku baca ada kata kata ‘dan lalu’. Berasanya ganjel gitu, soalnya mereka konjungsi yang nggak setara—apa ya— jadi aku mikirnya pakai salah satu aja :)) anyway keep writing ya

    1. Iya kak nyess wkwkwk

      Itu emg bikin gemes diriku aja ketawa2 baca ulangnya 😀

      Lu, Lu/? Lbh seneng manggi luhan gitu/seketika baper/

      Oke makasih sarannya tia. Nanti aku bener2in lagi 😀 keep writing juga buat kamu ❤

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s