[Song For New Year] Freezing Time


freezing time

Haruhi Presents

FREEZING TIME

Park Chanyeol (EXO), Han Jikyung (OC) | Ficlet | AU, Family, Romance, Crime | PG-15

© 2015 Haruhi – All Rights Reserved

Credit poster : Ravenclaw (Thank u!)

.

Tahun baru tiba dan aku hanya dapat menyimpan duka - Juneeumi

.

*

Yeah, percaya atau tidak, aku selalu mengalami peristiwa pahit setiap kali pergantian tahun menyapa. Bukan hanya sekali-dua kali, melainkan setiap tahun sejak usiaku menginjak remaja. Sebut saja kematian Ibuku, yang hanya terpaut beberapa menit setelah kembang api menggelegar di udara. Atau peristiwa kebakaran yang membumihanguskan rumah pemberian orang tuaku di Gangnam. Belum lagi dua ekor anjing peliharaanku yang kutemukan tak lagi bernapas pada pagi pertama di awal tahun.

Lalu terakhir, dan yang paling menyiksa batinku adalah kematian puteriku, Park Sena. Persis pukul 00.00 setahun lalu, sebuah hujaman pisau telak mengentikan denyut nadinya.

Karena itulah, selama setahun ini aku berusaha menyelidiki, kapan tepatnya dan apa alasannya kesialan selalu menghantuiku pada pergantian tahun. Setelah berdiskusi dengan teman dekatku, kudapati sebuah dugaan yang mengejutkan. Dan atas alasan itulah aku menjelajah lintasan waktu menuju masa lalu.

Maka, di sinilah diriku berada. di antara muda-mudi yang berdesakan demi menyaksikan kembang api dalam perayaan pergantian tahun. Misiku? Menemukan seorang gadis berusia tiga belas tahun bernama Han Jikyung. Gadis manis dengan surai kelam sebatas pinggul. Si pemilik tatapan sedingin es yang dikenal tak banyak bicara. Yah… Gadis yang tak lain adalah istriku.

Istriku pada masa di mana aku berasal.

Setelah sekian menit menjelajahi sekitar, perhatianku terpusat pada seorang gadis yang melenggang tak jauh di depanku. Itu dia!

Dalam sekejap, duniaku bergerak melambat. Tak mampu kupercaya, namun tak juga bisa kutampik. Di antara usahaku mengembalikan irama degup jantung, sudut hatiku berbisik,

Aku merindukan sosok lugu Han Jikyung yang seperti ini.

*

Tak sulit membujuk Jikyung untuk sampai ke tempat ini –sebuah tepi sungai yang sepi. Kusangka ia akan menolak, nyatanya gadis itu langsung menyetujui ajakanku dengan dalih menyambangi spot terbaik menonton kembang api, kendati aku –saat ini- adalah orang asing baginya.

“Senang bertemu denganmu, Han Jikyung. Aku Park Chanyeol.”

Jikyung menengadahkan wajahnya yang semula tersembunyi di balik lilitan syal merah muda. Oh, ekspresi bingung itu masih sama. Dia masih Han Jikyung-ku yang sama. Sungguh, jika aku gagal mempertahankan akal sehatku saat ini gadis itu pasti sudah tenggelam dalam dekapan eratku.

“Kau sendirian? Tidak bersama teman-temanmu?” Kualihkan segala bentuk tanya yang terpeta jelas di wajah gadis itu.

Dengan alis bertaut curam, Jikyung memutar bahu, membuatku kini berada tepat di sisi kanan tubuhnya. Melalui kerlingan tajam itu, aku menduga bahwa ia tak merasa nyaman dengan pertanyaanku.

Kepulan asap tipis mengudara tepat di sekitar mulut Jikyung sebelum ia berkata, “Teman-temanku menungguku di sana.” Tanpa melunturkan sorot tajamnya, Jikyung menunjuk sebuah arah yang –aku yakin- ditentukannya secara asal. Kenyataan yang sudah kuketahui adalah teman-teman Jikyung sengaja meninggalkannya hingga ia berakhir jalan-jalan sendirian. Yah, pribadi Jikyung yang pendiam dan bermulut tajam membuatnya tak jarang menerima perlakuan diskriminatif.

Kusambut jawaban Jikyung itu dengan sebuah senyum tipis. Lantas keheningan memerangkap kami. Untuk sejenak, senyap membuatku tersadar bahwa waktuku tak banyak. Misi utamaku harus segera kuselesaikan sebelum diriku –di masa ini- bertemu dengan Jikyung, untuk pertama kalinya. Jika sampai itu terjadi maka sia-sialah kehadiranku di sini.

Kuletakkan kedua tanganku pada bahu Jikyung. Kuturunkan wajahku demi menyamakan arah pandangan kami.

“Kau mungkin tak akan percaya. Aku adalah seseorang dari masa depanmu.” Bisikku lamat. Tak kudapati apa pun, kecuali binar keterkejutan dari kedua maniknya. “Yang perlu kau percayai adalah, apa pun yang kulakukan setelah ini, itu karena aku mencintaimu.”

Detik selanjutnya….

Jikyung kudaratkan dalam dekapanku. Kurengkuh erat tubuh mungil itu. Tak kulewatkan pula kecupan-kecupan kecil pada helaian rambut hitamnya. Tepat saat kembang api meletupkan gema ledakan di udara, aku berbisik lamat di telinganya, “Aku mencintaimu, Jikyung-ah. Karenanya, maafkan aku.”

Sebuah pisau lipat dari dalam saku mantelku kulesatkan cepat. Kuluncurkan ujungnya tepat ke punggung Jikyung. Namun…

Tanganku tertahan. Selisih jarak lima senti antara ujung pisau itu dengan permukaan mantel Jikyung.

Sial…

Sudut terdalam hatiku berteriak, melarangku melakukannya, menarik potongan demi potongan memori hingga berkelebat cepat dalam pikiranku. Satu demi satu kenangan manisku dengan Jikyung melesat. Saat aku menikah dengannya, saat aku mengecupnya, saat kami menikmati hangatnya sebuah genggaman, dan… saat untuk pertama kalinya, Jikyung mengucapkan cinta.

Kedua kakiku mendadak kehilangan tenaga. Tubuhku terhempas lemas ke atas tumpukan salju. Kubiarkan lempengan besi di tanganku terpental.

Sejujurnya, aku menyayangi Jikyung. Tetapi…

Park Sena, putri tunggalku dengan Jikyung, meninggal di usianya yang masih sangat belia. Gadis kecil yang masih polos itu tewas dibunuh oleh Jikyung -Ibunya sendiri, yang rupanya telah lama mengalami dan menyembunyikan gangguan psikis. Bila dugaanku benar, maka Jikyung adalah pelaku dari semua kesialan yang kualami. Entah apa motifnya.

Jadi, di sinilah aku. Bermaksud menggagalkan kejadian pahit itu dengan cara mengindari pertemuan pertama kami -aku dan Jikyung- dengan bantuan mesin waktu yang diciptakan oleh seorang ilmuan yang tak lain adalah teman dekatku.

“Paman…” lirih suara mungil itu memecah senyap di antara kami. Kudapati sepatu keds milik Jikyung mendarat tepat di depanku.

” Jangan pernah menemuiku lagi.”

Aku mendongak.

Oh, tidak.

.

.

 

EPILOG

Seorang anak lelaki menghampiri Jikyung yang tengah berdiri mematung. Gadis itu masih tak habis pikir, bagaimana pria asing itu melebur menjadi butiran cahaya.

“Hai…. Aku Park Chanyeol. Kau sendirian? Siapa Namamu? Dan… Kenapa kau menggenggam pisau?”

 

Fin

Selamat tahun baru Fanfiction Jukebox dan para listeners! 😀

Selamat mengejar resolusi baru~

Mooga yang baca FF ini ngga bingung yaa, hehe XD

Mind to review?

Advertisements

12 thoughts on “[Song For New Year] Freezing Time

  1. harapannya gagal, karena aku bingung TT tapi bingung dalam arti suka kok karena nebak nebak. Jadi, sebenernya yang kena ‘gangguan’ itu Jikyung apa yeol ? :”
    nah terus kalo di masa lalu ji ga mau ketemu yeol lagi, sena ga bakal ada dong? duh gitu deh pokoknya maafkeun aku kurang konsen wk
    tapi idenya sama pembawaannya bagus kok :3

    1. hehehe… yang gangguan jiwa itu Jikyung ^^
      iyaa… jadi chanyeol mau membatalkan pertemuannya dengan Jikyung aja sekalian, bahkan meski dia ga bakal ketemu sena. wkwkw XD
      aaahh kamu gaperlu minta maaf >__< aku sendiri juga masih amatiran bikin FF genre begini hahaha XD

      btw makasih untuk review-nya ❤

  2. ah, wait.
    jadi kalo kubaca epilognya itu kurasa si yeol masa depan dibunuh jikyung, terus yeol yg di masanya jikyung menemuinya *kenalan* utk kali pertama? sepenangkepku sih. terlepas dari itu, twisty crime bercampur sci-finya membuat romance ini jadi ga biasa! ^^ keep writing ya!

  3. Sumpah sumpah ini keren idenya gk biasa banget. Jd jikyung gangguan jiwa dan nyebabin kesialan pd chanyeol di masa dpn setiap tahun bru. Makanya chanyeol balik ke masa lalu dmn dia pertama kali ketemu jikyung buat ngebunuh jikyung biar mrk gk kenalan dan gk akan ada kesialan berturut-turut pada chanyeol di masa dpn stlh nikahin jikyung. Iyakan? Ehtapi rencananya gagal dan si chanyeol malah balik lg ke masa dpn krn menghilang/? Aku nangkepnya gt dan epilognya menceritakan chanyeol ttp kenalan sm jikyung di masa lalu dn mrk kedepannya ttp aja nikah dan kesialan chanyeol di masa dpn ttp aja akan terjadi😂 bener kan ya ini?

    Gk bs komen lg intinya keren. Jrg nemu ff gini. Kasian sena masih kecil di bunuh ibunya sendiri. Emang kalo aku jd chanyeol jg lbh baik menghentikan kesialannya seperti itu. Nice fic<3

  4. HEOL! DAEBAK INI KEREN BANGET OMAYGAT!!
    Idenya antimainstream dan ini twistnya bikin menjerit plis T.T aaahhh keren banget~
    ga nyangka loh kalo ternyata yang bunuh sena itu ibunya sendiri, kupikir diculik atau apa gitu :”
    ya ampun :” bener-bener ya~ kalo aja chanyeol masa depan bisa ngebunuh perasaannya sendiri /?/ tapi emang pasti susah banget sih uhu :”
    plis aku suka banget ceritanya keren~
    gaya bahasanya juga ngalir gitu jadi enak banget dibaca feelnya ngena pula~
    keep nulis ya ^^ aku imel dari 00line salam kenal~

    1. HAAAIII~~ duuuh sebenernya ga sebagus itu ko, aku masih amatiran hahaha XD tapi makasih apresiasinya ❤

      iyaa namanya juga udah menikah, pastinya sayang istri kan. /duh
      jadi ga tegaan gitu mau bunuhnya /gak
      syukurlaah kamu suka :')
      duh ini aku telat banget balesnyaa maafkan ya waks XD

      makasihh banyaak imeel~~!! ❤ duh kamu masih muda banget hahaha
      aku iin, 94line ^^ salam kenal jugaa ❤

  5. HEOL! JATUH CINTA SAMA UNTAIAN KATANYA, JATUH CINTA SAMA PCY YANG SESUATU DI POSTER, JATUH CINTA SAMA CERITANYA ❤
    sumpah aku ngakak xD emang bunyi daun lebih menarik dari chanyeol? xD bagi aku engga kok hahaha xD
    duh kasian banget chanyeol :" udah dikurung 15 taun di rumah, suka sama cewe buta, dan udh nikah pula :" poor chanyeol~
    feelnya ini kerasa banget TT aku suka gaya penulisannya ^^
    keep nulis ya~ aku imel dari 00 line salam kenal~

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s