[Song For New Year] Hold The Rain


irish-hold-the-rain

Hold The Rain

With EXO’s Oh Sehun and OC’s Bi

A surrealism and romance story rated by T in ficlet length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved

“Tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Hati ini masih menyimpan semua rasaku untukmu.”—by neys

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Seberapa banyak kau mencintaiku sekarang?”

“Sehun, tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Hati ini masih menyimpan semua rasaku untukmu.”

Entah, sudah berapa juta kali Bi berucap pada pemuda sempurna itu, Oh Sehun, tentang perasaannya. Mengingat bagaimana Bi selalu memperhatikan pemuda itu sejak awal eksistensinya, Bi tahu ia telah jatuh cinta pada pemuda Oh itu.

Sayangnya, tidak semua kisah cinta itu indah bukan?

Mungkin hal itu juga berlaku pada Sehun, dan Bi. Mereka saling mencintai, saling menerima kekurangan masing-masing, saling memahami. Tapi mereka tidak bisa bersatu.

Sakit, Oh Sehun tahu ia telah menemukan cinta sejati—dalam anggapannya—tapi mengetahui bagaimana cinta tak masuk akal mereka berlangsung, Oh Sehun ingin sekali mengutuk dirinya.

Bagi Sehun, Bi adalah sosok yang sempurna. Bi selalu ada di tiap kesakitannya, Bi juga selalu membelai tubuhnya kala ia terluka. Sehun sangat mencintai Bi, begitu pula dengan Bi.

“Aku ingin kita bersama selamanya.” Sehun berucap, memandang Bi yang tengah tersenyum padanya lewat keindahan paling sempurna yang pernah menyusup netra Sehun.

“Kau tahu aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini, Sehun. Andai kita bisa benar-benar bersama.”

Andai. Satu kata itu ingin Sehun hapuskan dari dunia ini. Kenapa harus ada pengandaian jika semuanya masuk akal di benak Sehun?

“Tapi Bi, kau bahkan tak bisa berada di sisiku selama 24 jam dalam sehari.”

Kini Sehun mendengar Bi-nya menggerutu. Cukup membuat pemuda berparas sempurna itu menyunggingkan sebuah senyum di wajahnya.

“Kau tahu bagaimana menakutkannya jika aku menemanimu selama itu bukan?”

Sehun kini tertawa pelan. “Aku tahu, Bi. Tapi akhir-akhir ini kau hanya menemuiku sebentar. Tidak sampai satu jam. Kau tahu aku sangat tidak suka menyimpan rindu untukmu bukan?”

“Sehun, kau tahu… ini terakhir kalinya aku menemanimu di tahun ini.”

Lagi-lagi, Sehun memasang ekspresi muram. Iya, ia tahu itu, tidak perlulah Bi mengingatkannya lagi. Ia tahu ini sudah penghujung musim dingin di awal tahun, dan tak lama lagi, musim semi menyambut, dan ia tak bisa bertemu Bi lagi.

“Aku tahu, Bi. Aku harus menunggu tiga musim berlalu sampai—”

“Sehun?” konversasi kecil di kamar Sehun terhenti kala sebuah suara menginterupsi. Netra Sehun segera bergerak menelisik, Ibunya, berdiri di ujung pintu dengan senyum di wajah.

“Ada apa, Ibu?” tanya pemuda itu, sejenak melupakan eksistensi Bi.

“Tutup jendelamu, nak. Hujan bisa membuatmu jatuh sakit.”

Ah, ya. Bi, adalah hujan. Sebenarnya, Oh Sehun ingin menarik sang hujan ke dalam dekapan. Mencintainya, membagi rasa tak masuk akal yang ia rasa, menghapus tiga musim yang menghalangi pertemuannya dengan sang hujan.

Sehun ingin terus mencintai hujan, layaknya hujan yang selalu menemaninya kala ia kesepian, kala ia butuh teman, kala ia terluka. Namun, kebersamaan itu hanya bisa mereka jalani kala Hujan—Bi—datang.

“Sampai jumpa, Oh Sehun…”

Tetes bening yang membasahi bumi sedari tadi akhirnya berhenti. Seolah perginya hujan adalah sebuah bencana, ekspresi muram segera muncul di wajah Sehun. Tatapannya nanar tertuju pada sisa-sisa eksistensi Bi yang tak ingin dilepasnya.

Perlahan, Sehun menengadahkan tangannya, membiarkan likuid dingin itu memenuhi telapak tangannya. Bukan dengan tujuan buruk, Sehun hanya ingin membangun keberanian dan keyakinan pada dirinya untuk menunggu tiga musim berlalu untuk kemudian—

“Sampai jumpa, Bi… Aku akan merindukanmu.”

—berganti menjadi waktu yang memberinya kesempatan untuk kembali mencintai sang hujan di tahun yang baru, saat hujan akan menemaninya lagi.

FIN.

Advertisements

12 thoughts on “[Song For New Year] Hold The Rain

  1. Ih di awal serius gitu nyari surrealism nya, dan masa aku sempet ngira Bi itu bayangannya sehun, dia ngaca dan ngomong ke diri sendiri kayak orang narsis 😂v
    tapi setelah “kau bahkan tak bisa menemaniku selama 24 jam” tetiba sadaarr Bi = 비 = rain, ya Tuhan. Haha, feeeeelsss. Nice ngetz 😂

    1. Buahahahahahahahahah XD surrealism nya dari awal loh padahal XD wkwkwkwk sehun narsis, aku ngakak asli sumpah XD wkwkwkwkwkwk
      Kan bener ya bi hujan huahahahaahahahah XD thankseu komennyaa~❤

  2. kyaaaa irish nulis surrealisme juga bagus banget XD aku selalu suka kisah cinta sama hujan begini, dan paling suka kalimat yg bilang bi selalu nemenin dan ‘membelai’ sehun waktu dia luka, tapi klo kelamaan ketemu juga bisa nyakitin… bittersweet T.T
    nice fic irish! nulis surrealisme lagi yg banyak hahai XD keep writing!

    1. Aaaahh apaan ff abnormal begini kok wkwkwkwkwkwk XD aduh iya bayangan membelai itu jadi ga berbau surrealism ya wkwkwkwk XD padahal aslinya abnormal XD wkwkwkwkwkwk
      Huhuhu ini fic surrealism pertamaku :’ minder banget pas mulai nulis genre inii..

  3. Kak irish, kenapa sehun suka sm hujan? Aku jg suka bgt sama hujan tp ga sampe tahap kyk sehun jg. Rada serem sih kalo mikirin sehun pacaran sm hujan :v tp keren kak rish, idenya itu lho… aku gangerti lg sm ka irish. Ditunggu karya2 selanjutnya ya kak ^^

    1. Kenapa sehun suka hujan? XD entahlah hanya sehun yang tau hahahahhha aduhh idenya abnormal sekali efek ujan2 bikin ff begini wkwkwkwkwk XD thanks yaa

  4. aku bacanya tadi malem dan lupa ta komen karena ketiduran wkwkwk

    kalo Sehun cinta hujan da aku mah apa cuma cinta sama bayangan Jisoo kan ya sedih :”) mana ngomongnya sama lockscreen doang *setres kamu mah itu*

    anyway yaa~ Iris progresnya bagus lho ❤
    ini cantik deh sukaaa ><
    kembangin terus aja biar makin cantik sama kayak yang nulis ohoho

    keep writing dedek gemeshku :*

  5. Kak yin thanks udah mampir hohoho XD aduh aku pun cuma cinta wallpaper byun baekhyun mah bisa apa XD wkwkwkwkwkwkk progres apa ini kak?._. Iya nanti kukembangin akupun masih belajar hahahahaha thanks ya kak yin~

  6. Aawwww… makasi loo huunnn… aku juga cinta sama kamu, sayang sama kamuu wkwk :v

    Eiyaa aku lo sampe lupa kak kalo bi itu hujan. Pas ibu sehun nyuruh sehun nutup jendela aku langsubg sadar kalo bi itu hujan. Bisa2nya aku lupa sama arti nama panggungku wakakakak…. :v

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s