[Song For New Year] Losing You


losing you

Losing You

Storyline by Miichanie

Cast: Park Chanyeol (EXO) – Kang So Hee (OC)

Genre: Angst – Romance – Hurt

Rating: T

Length: Ficlet

_______

Tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Hati ini masih menyimpan semua rasaku untukmu. – by neys

.

Miichanie [2015]

Musim dingin tahun ini mempunyai suhu yang tidak terlalu ekstrim. Berbeda dengan tahun lalu, banyak penduduk yang masih berkeliaran di jalanan ketika waktu memasuki malam. Salah satunya ialah Chanyeol dan Sohee. Keduanya berjalan beriringan.

“Sohee, apakah kau ada acara besok ?” Tanya Chanyeol sembari menatap gadis yang sedang berjalan di sampingnya. Sohee menggeleng dan balik menatap Chanyeol. “Memangnya ada apa?” Chanyeol menggaruk tengkuknya. “Emh, apa kau mau pergi bersamaku saat tahun baru ?” Sohee tersenyum senang mendengarnya. “Tentu saja. Aku tidak mungkin bisa menolak permintaan sahabat terbaikku ini.” Chanyeol tersenyum sedikit mendengarnya. Hati kecilnya bergemuruh tak senang saat Sohee menyebutnya sahabat.

‘Apa kau masih menganggapku sahabat ?’

‘Aku tidak akan pantas untukmu, Chanyeol.’

~o~

“Ibu, aku pulang.” Ucap Sohee sembari melepas sepatunya. Ia mendengar suara dari dapur. Ia meletakkan tasnya dan segera berjalan ke dapur. Ibunya sedang memasak untuk makan malam. Sohee menghampiri ibunya.

“Ibu, karena lusa kita tidak pergi kemana pun, apa aku bisa pergi bersama Chanyeol ?” ujar Sohee. Ibunya mengangguk. Sohee tersenyum dan pergi menuju kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya di kasur dan membuka handphone miliknya. Ia mendapati sebuah pesan dari Chanyeol.

From: PCY

Hey, kau sudah sampai di rumah? Aku akan menjemputmu besok pukul 3 sore. Bersiaplah.

To: PCY

Aku sudah di kamarku. Mengapa cepat sekali ? Bahkan acaranya dimulai pukul 8 ㅜㅜ

From: PCY

Bodoh. Aku akan mengajakmu jalan, ya hitung saja kenangan.

Sohee merasa aneh dengan pesan Chanyeol. Ia tidak membalasnya dan memilih memejamkan mata. Tak lama, ibunya memanggil untuk makan. “Kau terlihat lemas. Ada apa ?” Tanya ibunya. Sohee menggeleng kecil. “Sedikit tidak enak badan. Tapi aku yakin, setelah memakan masakan ibu semua akan lebih baik.” Kekehnya. Ibunya hanya tertawa kecil.

“Kau bilang kau akan pergi jalan dengan Chanyeol, kau serius?” Sohee menatap ibunya aneh. Ia menelan makanannya dan berbicara. “Tentu saja, bukankah itu yang biasa ia lakukan tiap tahunnya?” balas Sohee. Ibunya hendak berbicara kembali, namun dering telepon menghentikannya. Ibunya mengangkat telepon itu, meninggalkan Sohee yang gelisah dengan semua firasatnya.

31 December 2014

Sohee mengetuk kakinya pelan ke lantai keramik di bawahnya. Ia sedang menunggu Chanyeol saat ini. Entah kenapa, ia begitu penasaran dengan apa yang akan terjadi hari ini. Ia mendengar derap langkah kaki menuju ke arahnya. Ia pun mendongak dan menemukan Chanyeol dengan sweater birunya. Chanyeol tersenyum dan meraih tangan Sohee, membuat gadis itu terperanjat.

“Ayo, kita pergi sebentar ke taman bermain.” Pinta Chanyeol. Sohee tertawa. “Apa kau sakit ? Tak biasanya kau ingin pergi ke tempat tersebut.” Canda Sohee. Chanyeol hanya tertawa. Ia hanya dapat berharap, bahwa hari ini ia akan meninggalkan kesan yang manis. Walau akan berakhir buruk nantinya.

“Chanyeol, aku ingin menaiki bianglala.” Rengek Sohee. Mau tak mau, Chanyeol menurutinya saja. Mereka membeli karcis dan memasuki salah satu biang lala. Mereka duduk berhadapan. Sohee menatap indahnya kota Seoul dari jendela. Wajahnya yang bersinar terpapar matahari sore membuatnya semakin cantik. Chanyeol memandangnya ragu.

“Sohee.”

Sohee mengalihkan pandangannya dan menatap Chanyeol. Chanyeol menelan ludahnya gugup. “Kau, berjanji akan terus mempercayaiku bukan?” Tanya Chanyeol. Sohee mengangkat sebelah alisnya dan mengangguk. Ia hendak membuka mulutnya untuk berbicara namun Chanyeol kembali menginterupsinya. “Kalau begitu, jangan pergi dari sisiku. Kumohon. Apapun yang terjadi pada kita nantinya.” Sohee tertawa kecil untuk menghindari rasa cemasnya. Chanyeol merentangkan kedua tangannya.

“Kemarilah, peluk aku.” Tuturnya. Sohee segera memeluk Chanyeol. Chanyeol mengelus pelan punggung Sohee. Ia sekuat tenaga menghalau embun yang akan keluar dari kelopak matanya.

Night at Seoul

Chanyeol tidak melepas genggaman tangannya dengan Sohee. Membuat perempuan itu sedikit merasa aneh. Namun, ia juga enggan untuk melepaskannya. Chanyeol membawanya menuju Bosingak, salah satu tempat yang ramai saat pergantian tahun. Bosingak memiliki sebuah lonceng besar yang akan di loncengkan saat pergantian tahun tiba.

Malam semakin larut. Jalanan juga semakin ramai oleh pengunjung. Sohee merasa sesak akan keramaian ini. Ia semakin mengeratkan genggamannya terhadap Chanyeol. Saat menemukan sebuah bangku panjang, mereka segera duduk di situ. Hening menyelimuti mereka.

“Chan, aku lapar.” Ucap Sohee pelan. Chanyeol terkekeh dan mengusak rambutnya. “Sebentar,  aku akan membelikanmu beberapa makanan di kedai seberang.”

Chanyeol bangkit dan segera menyeberangi jalan. Tanpa disadarinya, sebuah mobil melaju dengan kencang. Sohee bangkit diikuti dengan pekikan beberapa orang disana. Ia terpaku saat suara keras yang menghantam Chanyeol terlintas di telinganya. Ia menoleh dan mendapati mobil itu menabrak pohon di pinggir jalan. Chanyeol, lelaki itu tergeletak mengenaskan di tengah jalan.

Kerumunan mulai ramai. Sohee berlari dan menerobos kerumunan tersebut. Ia terduduk saat mendapati Chanyeol terluka di sekujur tubuh dengan darah yang mengalir dari pelipisnya. Ia menggenggam tangan Chanyeol dan meletakkan kepala lelaki itu di pahanya.

“Chanyeol, bangunlah. Chanyeol, kumohon tahan sebentar. Untuk kali ini saja. Bukankah kau adalah lelaki yang kuat ?” air mata mulai keluar dari kelopak mata Sohee. Ia menggigit bibirnya keras menahan isakannya. Beberapa warga sudah menghubungi ambulans dan mengatakan bahwa bantuan akan segera datang.

“Wah, lonceng akan berbunyi.”

Sohee yang mendengar itu langsung menangis dengan keras. Chanyeol membuka matanya sesaat dan tersenyum. “Hei, berhenti menangis gadis kecil. Aku mencintaimu.” Sohee menutup bibirnya dengan punggung tangannya. Ia tersenyum getir. “Aku juga mencintaimu. Chanyeol, aku sangat mencintaimu.” Chanyeol memejamkan matanya. Ia beristirahat di alam sana.

“Selamat tahun baru, Chanyeol.”

Pupus.

____

31 December 2015

Gadis itu berjalan ke arah jalanan yang tampak ramai. Malam ini adalah malam pergantian tahun. Dan juga malam dimana sosok yang dicintainya pergi. Di tempat ini. Matanya kosong. Memancarkan kesedihan yang mendalam. Ia terus berjalan tanpa menyadari bahaya yang seakan mengejarnya.

“Chanyeol, tunggu aku.”

END

Ini apa. Aku tidak mengerti[?] kedua cast aku buat nista kayaknya…

HAPPY NEW YEAR!!!

Semoga di tahun yang baru ini, semua permintaan terkabul. Dan Dunia Fanfiction semakin luas(?) semoga kalian suka sama yang aku tulis di atas yaa ;33

Sweet regards, Miichanie.

 

 

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s