[Song For New Year] Justice


FF jinkook jukebox

[Ficlet] Justice

Oleh Fafa Sasazaki

Cast : BTS Jungkook, Rap Monster, Jin, Suga

AU, Family, PG-17

Dari promt authumnder ;

2015 telah terlangkaui, tapi resolusi 2016-ku tak juga berganti

.

.

“Ini dokumen yang kau minta, Jungkook-ah.” Namjoon menyerahkan sebuah map lusuh berisi arsip lama tentang kasus yang ditangani Jungkook dua tahun belakangan.

Pengacara muda itu tersenyum kecil saat memandang ‘barang bukti’ yang disodorkan sang Kepala Kepolisian Busan yang mana adalah teman lama ayahnya.

“Kau yakin akan melakukannya lagi?” Ada nada getir dalam pertanyaan Namjoon yang disambut anggukkan pelan oleh Jungkook.

“Aku tidak takut menghadapi mereka. Dulu saat aku masih kecil, aku belum mengerti bagaimana menghentikan ketidakadilan  mereka pada kami sebagai orang kecil. Sekarang aku kuat, Paman. Aku akan membersihkan nama ayah. Setidaknya, orang-orang harus tahu kalau ayahku tidak bersalah.”

Rentetan kalimat Jungkook tersebut menyeret dirinya sendiri kembali pada memorinya 20 tahun silam. Di mana seorang Kim Seokjin—ayahnya, dijebak oleh  mafia yang memanfaatkan kebaikan sang ayah sehingga sebuah keadaan terbalik saat itu.

‘Kepala Direktur Perusahaan XX dibunuh oleh seorang karyawan restoran’. Itulah kepala berita yang terpampang di media cetak keesokan harinya.

Di bawah guyuran hujan, Jungkook kecil menangis hebat mengetahui satu-satunya keluarga yang dia punya dibawa paksa ke kantor polisi. Sementara  Seokjin yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa pasrah mendengar keputusan sang hakim yang menetapkannya sebagai terdakwa, karena di luar dugaan semua bukti mengarah padanya. Entah bagaimana sebuah rencana jahat yang mengkambing hitamkan Seokjin bisa terjadi secara rapih, mafia itu sepertinya sudah mengawasi Seokjin jauh hari.

.

.

“Ayahku bukan penjahat… ayahku bukan pembunuh… ayahku bukan pembunuh…”

Gumaman itu terus keluar dari bibir Jungkook saat teman-teman sekelas Jungkook membicarakan ayahnya. Hingga akhirnya gumaman itu berubah menjadi jerit pilu saat Jungkook berada di sidang akhir kasus ayahnya di mana hakim membacakan hukuman yang harus diterima. Sangat berbanding terbalik dengan pihak korban yang bersuka cita karena  hukuman itu setimpal menurut mereka. Di situlah Jungkook untuk pertama kalinya merasa sendiri, sendiri karena derajat sosial yang berbeda, tidak ada yang membela,  juga sendiri karena sebentar lagi akan ditinggal ayahnya selamanya.

 

Klimaks dari semua yang terjadi pada ayah serta dirinya adalah tekad Jungkook untuk menjadi ahli hukum agar dapat membebaskan nama buruk yang melekat pada ayahnya, juga untuk membebaskan semua rasa sesak yang terus dibawanya hingga dewasa.

.

.

.

“Aku ingin mengajukan sidang ulang lagi pada kasus Kim Seokjin.”

Ucapan percaya diri Jungkook disambut tawa meremehkan oleh pria paruh baya di depannya. Sebagai Kepala Pengadilan Negeri Busan, pastinya Min Yoongi sudah bosan melihat wajah Jungkook yang beberapa kali dalam dua tahun terakhir selalu meminta hal yang sama padanya dengan hasil yang sama pula.

“Kau pasti akan kalah lagi. Yang kau hadapi itu bukan sekedar tikus got,” tukas Yoongi.

“Tidak kali ini. Aku sudah menemukan celah kecil kebocoran got mereka. Jadi pastikan kau tidur dengan baik untuk mempersiapkan sidangnya.”

 

FIN

A/N : terinspirasi dari film Miracle in Cell No. 7 dengan sedikit perubahan. Maaf jika membosankan.

 

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s