[Song For New Year] Not A New Wishes


Not A New Wishes

NOT A NEW WISHES | by Apreelkwon
Baekhyun – D.O – OC  | Family, Friendship, Romance | G | Ficlet-Mix

.

# 1 Wishes

“Ibu menyiapkan ini untukmu,” sebuah kotak bekal plastik tiga tingkat yang di bungkus kain biru muda, Baekhyun sodorkan kearah Kyungsoo yang sedang sibuk dengan tumpukan dokumen pekerjaannya. Hari ini seharusnya libur pergantian tahun, tapi tidak dengan Kyungsoo. Dengan dalih deadline pekerjaan, dia memilih lembur dibandingkan ikut acara di rumah.

Baekhyun sudah duduk di kursi samping Kyungsoo yang kebetulan kosong. Berharap saudaranya akan berhenti barang sekejap dari pekerjaannya. Sayang, layar komputer tetap menjadi atensi utama pemuda keluarga Do itu.

Melihat reaksinya, Baekhyun hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Bukan pertama kalinya dia diperlakukan seperti ini, jadi sudah tidak aneh lagi. “Mereka mengkhawatirkanmu, hari ini libur tahun baru tapi kau memilih lembur di kantor,” lanjut Baekhyun, tidak mempermasalahkan apa lelaki yang berpenampilan rapih dengan kemeja katun dan celana kain itu memperhatikannya atau tidak.

“Ayahmu berulang kali menyuruhku untuk membujukmu, tapi aku bilang kau sudah bukan anak kecil lagi yang bisa di bujuk bukan?” satu pertanyaan lagi Baekhyun lontarkan dan jawabannya adalah suara keyboard yang ditekan oleh 10 jari Kyungsoo. Ttak ttak ttak, hanya itu. Baekhyun menggeleng pelan.

“Baiklah,” Baekhyun menyerah, dia bangkit dari duduknya kemudian mendekatkan wadah bekal yang sudah dia simpan di meja Kyungsoo tadi. “Aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu, aku hanya melaksanakan perintah Ibuku yang begitu mengkhawatirkanmu-”

Kyungsoo mendengus cukup keras sebagai respon untuk kalimat yang baru saja Baekhyun lontarkan. Lengkap dengan satu senyuman dimana hanya satu ujung bibir yang tertarik. Sebuah senyum meremehkan.

“Dan menuruti permintaan Ayahmu karena kau tak kunjung mengangkat telfon ataupun menjawab pesannya. Paman bilang dia sangat merindukanmu dan-” Baekhyun menggantungkan kalimatnya ragu antara haruskah dia lanjutkan atau jangan. Ketika mendapati Kyungsoo tetap diam bergelut dengan pekerjaannya, Baekhyun mendapat kekuatan untuk mengatakannya.

“Dan Selamat Tahun baru. 2015 sudah berlalu dan 3 tahun sudah kita menjadi seperti orang asing. Semoga tuhan tidak bosan mendengar doaku untuk mengembalikan sahabatku. Kau masih ingat dengan kebiasaan kita menulis resolusi untuk setiap tahunnya?” Baekhyun memberi jeda pada pertanyaannya, memberi waktu barangkali Kyungsoo berniat merespon.

Tapi ternyata tidak.

“Satu demi satu semua terpenuhi. Tapi 3 urutan paling atas, meski tahun demi tahun berlalu masih belum aku bisa aku wujudkan,”

“1. Mengembalikanmu menjadi sahabatku, 2. Mengembalikanmu menjadi Putra keluarga Do, 3. Membuatmu menerima kehadiran Ibuku dalam hidupmu,” satu tawa kecil mengakhiri kalimat Baekhyun.

Berjalan mendekati Kyungsoo, Baekhyun ragu apa boleh tangannya ini menyentuh pundak Kyungsoo seperti kebiasaan mereka dahulu.  Namun, seperti biasanya Baekhyun tak kuasa untuk melakukannya.

“Aku mencintai Ibuku dan berjanji akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia, termasuk keputusannya untuk menikah dengan Ayahmu. Dan dilain pihak, aku juga menyayangimu sebagai sahabatku, meski sekarang kau kecewa dengan keaadaan yang terjadi,”

Baekhyun menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan lepas ketika mengakhiri kalimatnya barusan.

“Baiklah, tugasku sudah selesai. Sepertinya kau mulai terganggu dengan kehadiranku,” Selanjutnya yang Baekhyun lakukan adalah melangkah keluar dari ruang kerja Kyungsoo yang sepi, hanya Kyungsoo disana.

“Asal kau tahu Baek! sama halnya denganmu, aku juga ingin membuat Ibuku untuk selalu bahagia. Jadi apa kalimatmu barusan tidak terlalu berlebihan?”

Langkah Baekhyun terhenti ketika Kyungsoo memecah diam yang dia lakukan sedari tadi. Sambil memutar kursinya, membuat dia dan Baekhyun saling bertatapan. “Ya, sudah tiga tahun berlalu. Dan aku juga berharap semoga Tuhan tidak bosan mendengar harapanku untuk mengembalikan semuanya ke posisi semula. ”

 

# 2 Wishes

‘Besok aku pergi liburan bersama Kakakku ke Jepang. Seminggu kedepan, kita tidak akan bertemu. Jadi apa sekarang kau ada waktu?’

Baekhyun baru saja melangkah keluar dari gedung kantor tempat Kyungsoo bekerja dan coat tebal baru saja dia eratkan, ketika ponselnya bergetar dan nama Kim Grace tertulis disana.

Percayalah udara sekarang sangat dingin. Ketebalan salju di jalanan mampu menyembunyikan sepatumu. Belum lagi Baekhyun baru saja mendapatkan perlakukan tidak mengenakan dari Kyungsoo, tapi mendapati ada seorang Kim Grace dalam hidupnya membuat Baekhyun bersyukur sekali lagi.

‘Tentu saja kita harus bertemu!’

Dulu ada seorang Do Kyungsoo, sahabat terbaik untuk Baekhyun. Dengan keadaan mereka seperti sekarang, Baekhyun tidak pernah menganggap persahabatan mereka selesai hanya saja waktu tengah memisahkan. Beruntungnya Tuhan kembali meminjamkan satu ciptaannya untuk menjadi seseorang yang berarti bagi Baekhyun.

Kim Grace.

‘Aku sudah menunggumu sejak tadi, di kafe dua blok dari kantor Kyungsoo’

Grace tahu tentang betapa Baekhyun menyayangi Ibunya, Ibu yang hampir 20 tahun terakhir menjadi satu – satunya yang berjuang untuk Baekhyun. Grace juga tahu tentang sahabatnya Do Kyungsoo juga pelik masalah diantara mereka. Grace juga tahu, bahwa dengan mendukung pernikahan Ibunya, Baekhyun sudah mencuri satu kebahagiaan orang lain. Dari sudut pandang ini, Baekhyun sadar dialah sumber masalah selama ini.

Dan setiap kali Baekhyun bercerita tentang semua masalahnya pada Grace, perempuan bersurai keriting itu selalu berhasil membuat Baekhyun merasa lebih baik.

“Kau pasti berfikir mengapa semua ini terjadi padamu bukan? Percayalah Baek, Tuhan memberikan semua ini padamu, karena kau mampu. Dan yakinlah, semua usaha yang tulus akan mendapat jawaban. Terus sebut namanya di setiap doamu, agar Tuhan ingat dengannya,”

Keajaiban seorang Grace.

Dan keajaiban itu lebih sempurna ketika Baekhyun melihatnya tersenyum hanya untuknya. Seperti sekarang, ketika Baekhyun melangkah memasuki kafe, Grace menyambutnya dengan senyuman yang manis.

“Bagaimana? Apa gunung es Kyungsoo masih belum mencair,”

Sambil tersenyum Baekhyun menggeleng.

“Tenanglah, Kutub utara saja yang terkenal dengan salju abadinya bisa mencair. Meski dengan bantuan pemanasan global sih,

“Berarti…” Grace menggantung kalimatnya, diraihnya dua tangan Baekhyun kemudian dia genggam erat. “Tiga nomor teratas resolusimu masih tetap milik Kyungsoo?” tanyanya dengan nada kecewa yang dibuat –  buat. “Kapan resolusi nomor 4 naik peringkat satu,” lanjutnya.

Baekhyun tertawa pelan, diraihnya tangan Grace kemudian di kecupnya pelan. “Memang apa nomor 4 dalam resolusiku tahun lalu?”

“Selama 2 tahun berturut – turut, kau selalu menempatakanku di nomor 4. Tetaplah di samping Grace, menjadi kekasih yang selalu ada untuknya, kalau di baca lagi itu terdengar sangat menggelikan,”

“Tapi kau menyukainya,”

“Jadi… apa tahun depan kau tetap menulis itu untuk nomor 4?”

Baekhyun mengangguk. “Ya, tidak akan pernah berganti.”

“APA?” Grace membelakakan matanya, lengkap dengan nada suara yang meninggi. Sontak ini membuat Baekhyun sedikit terperanjat.

“Ada yang salah?”

“Kau sungguh kejam Baek,”

“Apa?”

“Status sepasang kekasih akan kau abadikan untuk selamanya? Tidak berniatkah kau untuk… untuk…” Grace terlihat terbata untuk menyelesaikan kalimatnya. Tapi Baekhyun tahu apa yang perempuan itu maksudkan.

“Untuk tahun depan, resolusi nomor 4 masih belum berganti. Beri aku sedikit waktu untuk menggantinya,” jawab Baekhyun sambil tersenyum kearah Grace. Ini sudah cukup untuk sebuah jawaban.

 

# 3 Wishes

Setelah Baekhyun keluar dari ruangannya, dengan segera Kyungsoo mengakhiri drama pura – pura bekerja yang sebenarnya dia tidak memiliki pekerjaan apapun sekarang. Menghembuskan nafas kasar, bersandar di kursi lalu memejamkan matanya, Kyungsoo kembali teringat tentang betapa peliknya beberapa tahun terakhir.

Sudah sejak lama rumah bukan tempat terbaik bagi Kyungsoo. Hampir setiap hari Ayah dan Ibunya selalu bertengkar. Saat itu setiap kali Kyungsoo bercerita pada Baekhyun, dia mengharapkan pernikahan mereka berakhir saja. Kyungsoo bisa memilih salah satu diantara mereka lalu hidup tenang.

Kenyataannya, ketika kedua orang tua mereka berpisah lalu Kyungsoo memilih bersama Ayahnya, semua itu bukan juga sebuah kenyataan yang bagus. Terlebih tidak lama setelah itu, Ayah Kyungsoo menikah lagi dan calon Ibu tirinya adalah Ibu Baekhyun. Ibu sahabatnya.

Mimpi buruk tidak pernah berujung bagi Kyungsoo.

Dia membenci Ibunya, Ayahnya, Ibu Baekhyun dan terlebih Byun Baekhyun, tapi yang paling amat dia benci adalah dirinya sendiri. Betapa egoisnya dia tahun demi tahun tetap tidak menerima semua ini. Bahkan Baekhyun berani berkorban untuk kebahagiaan Ibunya.

Bohong jika Kyungsoo bertingkah seperti ini karena Ibunya. Bohong besar. Sejak kedua orang tua mereka menikah, tidak pernah sekalipun Kyungsoo mendapat ajakan dari Ibunya untuk pergi hanya berdua. Tidak! Tentu saja Ibunya sudah memiliki keluarga lain.

Dan sekarang, mengapa tidak bisa Kyungsoo memikirkan kebahagiaan Ayahnya.

Tidak seperti Baekhyun yang menuliskan apapun pengharapannya untuk sebuah resolusi, bagi Kyungsoo lembaran resolusinya hanya untuk pencapaian karir. Tapi tahun lalu berkat Baekhyun, satu harapan emosional dia tuliskan pada nomor urut 1.

 

  • Tundukan sedikit ego dan kembali pada Ayahmu!

 

Sayangnya, sampai tahun beganti nomor itu belum juga tercoret. Sepertinya, akan kembali dia tuliskan untuk tahun depan.

Sekali lagi Kyungsoo hembuskan nafas panjang. Bangkit dari duduknya, Kyungsoo membuka bungkusan bekal yang Baekhyun bawa. Itu dari Ibunya Baekhyun. Disana terdapat notes untuknya.

Selamat tahun baru Kyungsoo. Semoga kau selalu sehat dan karirmu berjalan lancar. Telfonlah Ayahmu, dia sangat mengkhawatirkanmu.

Miris. Ibunya sendiri tidak pernah mengirimkan kartu ucapan seperti ini. Tapi tetap saja, Kyungsoo belum bisa menerima semua ini. Meski sudah 4 tahun berlalu.

Dengan sedikit menurunkan harga egonya, Kyungsoo meraih ponsel yang terletak di mejanya. Di tekannya lama angka 1, lalu nama Ayah tertulis disana. Sekali saja melakukan hal serupa tidak ada salahnya bukan?

Maka ketika disebrang sana terdengar sapaan Hallo, dengan segera Kyungsoo menyelesaikan kalimatnya.

“Selamat tahun baru Ayah,”

 

Advertisements

7 thoughts on “[Song For New Year] Not A New Wishes

  1. Hallo kak aprreeelll ahahah aduh teteh pas ngeliat nama teteh di list yang ikutan event dalem hati udh blg “ahhh kak aprell ikutan harus baca ffnya” dan aku tungguin ff kakak sampe publish kkk>< dan ini baguuus
    Familynya kerasa banget entah aku alay/lebay tapi aku serasa mau nangis gitu bacanya x"D. Mas kyungsoo turunkan egomu mas, kasian ayahmu menunggu di rumah. Memang berat gitu ya kalo jdi anak yang broken home. Ya sabar aja.

    Duh aku udh pertama komen, nyampah lagi AHAHAHA.

    Jangan lupa mampir ke ffku ya kak https://fanfictionloverz.wordpress.com/2016/01/03/song-for-new-year-never-change/

    Sekalian komennya kalo mampir^^/numpang promosi/

  2. uh sediiiihnyaaaaa…. ff ini sungguh penuh feel. topiknya pun rada mengejutkan, ayah-ibu yg bercerai dan nikah lagi… terus dua sahabat yg jadi keluarga tapi malah jadi benci2an hiks. aku ikut kebawa rasanya TT keren (kak?) aprel! kapan aku bisa bikin family yg sekental ini feelnya TT
    btw tapi tadi ada kesalahan dikit yg berulang, yaitu ‘Ayahku/Ibuku’, bukannya itu mestinya A dan I-nya kecil?
    keep writing!

  3. ah… cerita apa sih yang tidak bagus kalau kamu yg bikin >////<
    jarang2 dapat ff yg pure family.. keren, keren…. aku mah gk peduli lagi soal typo dn sebagainya, udah kebawa cerita jadi ngalir aja sampai ke bawah…
    btw… kyung, karakter dingin kayaknya melekat banget untukmu XD

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s