[Ficlet] The Painting


The Painting

 

THE PAINTING

 

 

Songwriter D.O.ssy

Contributing Artists Byun Baekhyun and Kim Jongdae of EXO | Genre Horror, Mistery | Duration Ficlet | Rating PG-15

Disclaimer Beside the story I own nothing.

 

http://chocolate46.wordpress.com/

 

 

 

Baekhyun tidak kaget lagi melihat lukisan besar di kamar belakang.

–***–

 

Akhir-akhir ini, di daerah sekitaran tempat tinggal Baekhyun dirasa tidak aman. Jika dihitung, kasus penculikan sudah terjadi empat kali. Korbannya pun teman-teman sebaya Baekhyun. Disinyalir, si pelaku sepertinya mengincar anak-anak berumur belasan tahun untuk dijual atau diambil organ dalam tubuhnya―mengingat kasus serupa sedang marak-maraknya terjadi. Maka dari itulah, Baekhyun di sini sekarang. Berdiri sambil bergidik di depan pekarangan sebuah bangunan yang terisolir dari rumah-rumah lainnya, rumah Paman Kim Jongdae. Ia pikir, lebih baik tinggal di rumah Paman Kim yang aneh daripada jadi korban ke-5 penjualan organ-organ tubuh manusia. Menghindari segala risiko menjadi target selanjutnya si penculik jika Baekhyun bersikeras tetap tinggal di rumah seorang diri.

Baekhyun mengetuk pintu kayu jati itu berkali-kali dengan tak sabaran, sedikit tidak nyaman dengan suasana halaman rumah Paman Kim yang kelewat mencekam. Rumputnya tinggi tak terurus. Daun-daun pohon yang berguguran tak dibersihkan. Serangga-serangga malam yang bergerak di antara semak kerap kali menimbulkan suara gesekan yang menyambangi indera pendengar. Bangunannya kusam layaknya wisma tak berpenghuni―kurang lebih.

“Paman…!” Baekhyun setengah berteriak, agak ragu jika Paman Kim ada di dalam, karena rumahnya gelap sekali, menambah kesan angker yang melekat di setiap sudutnya.

Pikiran-pikiran negatif Baekhyun tentang ia-harus-pulang-lagi-karena-Paman-Kim-tidak-ada-di-rumah, seketika menghilang tergantikan helaan napas lega saat rungunya menangkap sayup-sayup derap langkah kaki mendekat dari arah dalam. Akhirnya, pria paruh baya itu membukakan pintu dengan membawa sebatang lilin di tangan.

“Byun Baekhyun, maaf tadi paman tidak mendengar suara pintunya diketuk.”

Laki-laki kecil itu mengernyit. Aneh sekali, padahal Baekhyun mengetuk pintunya keras-keras (bukan mengetuk lagi, menggedor-gedor malah).

“Ada apa?” Suara paman yang sedikit cempreng menarik kembali fokus Baekhyun yang sempat terdistraksi oleh lamunannya sendiri.

“Emmm… Boleh aku menginap di sini, Paman? Ayah dan ibu dinas ke luar kota.” Baekhyun menggigit bibirnya yang tipis, khawatir ia akan diusir lantaran Paman Kim cukup tertutup dan tidak suka anak kecil. “Dan, aku tidak bisa memasak.”

Baekhyun bahkan mulai menggigiti kuku jarinya menatap sang pria dewasa yang tampak ragu mengambil keputusan. “Boleh, ya?” rajuknya penuh harap.

“Tentu saja boleh, Baekhyun-ah,” jawabnya, pada akhirnya. Lelaki itu mempersilakan Baekhyun masuk. “Maaf, rumah Paman sedang mati listrik.”

Aiisshh… Baekhyun mengeluh dalam hati. Tidak mati listrik saja rumah ini sudah tampak suram, bagaimana jika mati listrik? Pasti sudah serupa kuburan.

“Iya tidak apa-apa, Paman.” Baekhyun berusaha tersenyum, walau sebenarnya ketakutan.

“Omong-omong, ayah dan ibumu kapan pulang?”

“Entahlah, mungkin tiga hari lagi.”

Pria bertubuh kurus, berpipi tirus, berpunggung agak bungkuk dan jalannya tertatih itu mengangguk-angguk tanda mengerti, lantas mengantar Baekhyun menuju ruangan yang akan dijadikan kamar inapnya.

“Baekhyun tidur di kamar belakang, ya,” tawar Paman Kim yang dibalas anggukan oleh Baekhyun.

Berbicara mengenai Paman Kim Jongdae, ia adalah kerabat dekat ayah Baekhyun. Ia tinggal di rumah yang luasnya tiga kali rumah Baekhyun ini sendirian. Dan ia belum menikah―entah karena apa, padahal Baekhyun pikir ia sebenarnya tampan kalau saja mau mengurus diri. Ia juga memiliki hobi yang aneh: menyendiri di rumahnya, dan mengoleksi barang-barang antik yang―menurut Baekhyun―malah terkesan mengerikan.

Lihatlah semua benda kuno, patung dan lukisan yang terpajang di sepanjang lorong menuju kamar belakang. Menyeramkan sekali, seakan di dalam objek-objek itu ada banyak roh yang terkurung dan siap menghantui siapa saja orang asing yang berkunjung.

Tapi Baekhyun bukan orang asing di sini. Ia pernah―setidaknya―beberapa kali mengunjungi rumah paman. Makanya ia tidak kaget lagi melihat lukisan besar di kamar belakang, meskipun jujur ia akui bahwa lukisan itu adalah yang paling menyeramkan. Menggambarkan seorang wanita cantik dengan manik biru yang memancarkan kemuraman, penuh keputus-asaan serta mengeluarkan airmata darah. Rambut kecokelatan panjangnya dibiarkan tergerai. Bibirnya yang merah pucat sedikit menyeringai. Oke, Baekhyun tidak ingin memandanginya lebih lama di cahaya remang-remang lilin ini, karena iris tajam si wanita membuatnya bergidik ngeri.

Tak menunggu waktu bergulir lebih lama, Baekhyun segera terjun bebas ke tempat tidur king size-nya.

 

–***–

 

Dini hari menjelang pagi, Baekhyun terbangun dari tidur tak nyenyaknya. Kamar dan kasur yang besar nan mewah―tapi tak terawat―tidak menjadi jaminan si penggunanya merasa nyaman, memang. Tapi bukan perkara itu, Baekhyun merasa tak tenang sepanjang malam entah karena apa, tak terdefinisikan.

Dengan malas, laki-laki kelas satu SMP itu bangkit dari pembaringannya. Lalu mencari korek api di nakas untuk menyulut sumbu lilin―karena sepertinya listrik belum juga menyala.

 

DEG

 

Mata sipit Baekhyun membulat sempurna, kemudian mengerjap beberapa kali. Ia menemukan fakta bahwa yang semalam dilihatnya bukanlah sebuah lukisan melainkan kaca jendela yang menghadap pekarangan belakang. Dan wanita itu tidak ada di sana.

Tiba-tiba, perasaan sesak menghimpit dada Baekhyun, bagai oksigen yang berada di sekelilingnya hilang entah ke mana. Ia tercekik oleh rasa takut teramat sangat yang mendadak merayapi tubuhnya.

 

KRIEEETTTTT

 

Suara derit pintu di belakang Baekhyun menyapa selaput gendang telinganya disertai angin kecil menerpa belakang lehernya, mengundang bulu roma Baekhyun serentak berdiri tegak. Atmosfir terasa dingin, tapi tubuh Baekhyun merasa panas. Jantungnya berdentam kencang diikuti oleh seluruh anggota geraknya yang bergetar hebat. Ragu, ia memutar pelan kepalanya, menengok siapa gerangan yang masuk ke kamarnya.

 

Oh Tuhan…

 

Wanita itu berdiri di depan pintu dengan wujudnya yang ribuan kali lebih mengerikan. Ia mendesis, kepalanya tergantung kaku karena lehernya patah, lidahnya terjuntai keluar, bola matanya yang mengeluarkan darah berubah merah menyala. Ia menyeringai kuat, mendekati Baekhyun tanpa menapaki lantai, lalu terbang ke langit-langit kamar, masih dengan manik yang tak lepas menatap lelaki kecil itu seolah ia adalah santapan.

Baekhyun ingin menjerit tapi tenggorokannya tercekat. Baekhyun ingin berlari tapi kakinya mendadak lumpuh tak bisa digerakkan. Baekhyun ingin melawan tapi ia tak berdaya. Saat ini, Baekhyun hanya bisa berdoa dalam hati.

 

–***–

 

Headline News. Pemirsa, kasus penculikan anak yang tengah ramai dibicarakan, kini terjadi lagi. Kali ini, korbannya adalah seorang bocah berusia dua belas tahun yang merupakan putra tunggal dari pengusaha Byun. Sampai saat ini, polisi masih belum bisa mengidentifikasi siapa pelaku—“

 

KLIK

 

Paman Kim mematikan televisi, lantas membanting remote ke atas meja. “Sudah kubilang, dia anak dari kerabat dekatku!” ujarnya penuh emosi yang entah ditujukan pada siapa. Ia mengepal tangan kuat-kuat, mencoba meredam amarah.

Tak lama, suara desisan serta bayangan hitam terbang mendekat dari arah belakang, membuat bulu kuduk siapa pun yang melihatnya berdiri karena ngeri, tapi tidak bagi Kim Jongdae. Ia menggeram jengkel, “kalau kau lapar, aku akan membawakan yang lain! Kenapa malah Byun Baekhyun?!”

 

Oh, rupanya Paman Kim tengah berdialog dengan wanita itu.

 

 

END

 

 

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] The Painting

  1. Hiks dapet banget thrill nya T T siyan bat baekhyun, niatnya cari aman tapi malah pasang umpan T T dan peliharaannya /? jongdae kok serem bgt.
    sbnrnya udh nebak kalo jongdae nih pasti yg nyulik, TAPI gatau kalo ternyata buat ngasih makan wanita itu (di italic) niceeeee >_<

    1. halooo riseuki..
      hihihi.. iya di sini jongdaenya pelihara semacem pesugihan gitu yang selalu minta tumbal wkwkwk XD
      anyway, makasih banget udah review yaaa ❤ 😀

  2. HAAAAAAAAAAAAAAAA
    biasku ternyata gini kalo di rumahnya astagaaaa
    kak dessy tau aja aku paling suka jongdae yg karakternya gelap2 serem kyk gini. dan sumpah ini thrillnya berhasil sekaleee taukah kalau aku waktu baca bagian ‘ternyata itu bukan lukisan, itu jendela’ dan digambarkan sosok perempuan yg di depan kamar, itu jantungku kerja dua kali TT hiks keren lah pokoknya horrornya dapet! keep writing!

    1. bhaaakkk… iya Li, jongdae kalo di rumah kerjanya melihara jin wkwkwk XD
      wahhh, syukurlah kalo Liana ketakutan wkwkwk 😛 padahal aku pikir ini kurang serem hehe..
      makasih banyak yaa udah review 😀 ❤

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s