[Freelance] Hansol’s Dream (Ficlet)


hansol1

/ H A N S O L’S D R E A M /

Songwriter : myk.

Artist : Choi Hansol (Vernon SEVENTEEN) – Mia (OC)

Genre : Romance, Fluff

Duration : Ficlet

Rating : PG-15

.

“Gadis itu hanya bisa berdoa kalau Hansol sudah tidak menyukainya apabila ia sudah putus dari Ota suatu hari nanti atau mereka akan benar-benar berpacaran.”

myk.

.

Happy Reading!

 

Apa salah satu mimpi dalam hidupmu, Mia?”

Hansol  bertanya pada Mia, teman satu bangkunya di suatu  Minggu sore di bulan November. Hari ini mereka berjanji saling bertemu di taman kota untuk mengerjakan tugas matematika bersama, Hansol sangat payah berurusan dengan segala hitungan matematika yang ada di muka bumi. Dan memilih Mia menjadi partner-nya hari ini bukanlah hal yang buruk mengingat gadis itu tidak terlalu payah dalam mata pelajaran matematika di sekolah.

“Kita sedang berusaha memecahkan soal integral ini, Hansol. Berhenti berbicara dan mulai kerjakan soalmu sendiri.” Jawab Mia cepat sebelum lelaki dengan iris biru itu mulai mengajukan pertanyaan yang tidak berhubungan sekali dengan judul pertemuan mereka hari ini. Hansol memang selalu tidak peduli dengan matematika, Mia sangat tahu itu. Hanya saja lelaki itu harus mulai belajar kalau tidak ingin dirinya menjadi bahan olokan lagi karena hasil ujiannya minggu depan.

Hansol  menatap kesal Mia karena tidak ada satu pun pertanyaan yang dijawab gadis itu sedari tadi. Ia tahu bagaimana pun ia berusaha, nilai matematikanya akan tetap berakhir buruk. Lagipula ia memiliki Mia yang akan memberikan jawaban padanya ketika ujian nanti. Kali ini ia harus bisa memohon agar gadis itu bersedia membantunya.

“Kerjakan soal nomor dua, Hansol, dan berhentilah melamun. Kau ini sebenarnya niat tidak belajar hari ini?” tanya gadis itu mulai kesal. Bagaimana bisa lelaki itu memintanya untuk mengajarkannya matematika di hari Minggu yang seharusnya dihabiskannya bersama teman-temannya. Tapi demi nama pertemanan-satu-bangku-yang-sangat-tidak-menguntungkan-sekali baginya, pada akhirnya ia juga menerima ajakan lelaki berambut pirang itu. Yah, bagaimana pun Hansol sering membelikan es krim rasa coklat kesukaannya. Ia setidaknya harus membalas budi pada lelaki itu.

“Kau tahu aku sangat payah dalam hal ini, kan? Ayolah, bagaimana kalau kita bermain sepeda saja?” tawar Hansol yang langsung mendapat jitakan di kepalanya. Baiklah ia sudah tahu kalau ia akan mendapat hal itu saat memutuskan untuk mengajak Mia bermain.

“Jadi untuk apa aku membatalkan janji dengan temanku kalau kau hanya ingin bermain denganku? Aku sudah berada dalam tahap sangat muak dengan semua yang kau lakukan, Hansol.” Sepertinya Mia benar-benar kesal sekarang, gadis itu bahkan sudah menutup semua buku pelajaran mereka. Mia hanya tidak habis pikir bagaimana bisa ia bisa sesabar ini menghadapi Hansol setahun terakhir ini. Hansol lagi-lagi membuatnya kesal.

“Maafkan aku, ya? Aku tahu aku salah membuatmu datang hari ini. Aku hanya tidak  bisa memikirkan cara lain selain hal ini supaya aku bisa melihatmu hari ini. Kau ‘kan tidak tahu kalau aku sangat merindukanmu.”

Hansol hanya bisa menunduk, tak berani melihat gadis itu. Suaranya bahkan sedikit bergetar saat meminta maaf pada Mia. Merasa bersalah karena ia selalu membuat Mia, teman yang sangat disukainya itu merasa kesal. Entah mengapa akhir-akhir ini pikirannya selalu dipenuhi dengan sosok gadis itu. Jangan lupakan kenyataan kalau ia berusaha keras menetralkan detak jantungnya sedari tadi.

Senyum Mia mulai tampak dari wajah kecilnya. Hansol selalu tahu membuat Mia kehilangan senyumnya sekaligus memunculkan senyumnya kembali. Orang tidak akan percaya kalau orang seperti Hansol selalu bertindak kekanakan. Ia hanya melakukan apa yang disukainya tanpa memikirkan baik buruknya. Salah satu sifat Hansol yang hampir membuatnya jatuh hati pada lelaki itu dulu.

“Lalu apa kau bisa menjelaskan pada Ota kalau ia salah paham dengan pertemuan kita hari ini?” Hansol mulai mengangkat kepalanya, bersemangat karena Mia tidak lagi membahas soal-soal matematika yang membuat kepalanya sakit. Setidaknya Mia tidak lagi merasa kesal lagi karena gadis itu sudah mau berbicara kembali padanya.

“Aku akan mengatakan kalau kita sedang berkencan. Lagipula apa yang kau lihat dari pacarmu itu, sih? Aku bahkan lebih tampan darinya.” Jawab Hansol percaya diri. Ia tidak suka Mia berpacaran dengan Ota, ketua kelas mereka. Ia hanya merasa kalau dirinya lebih baik daripada ketua kelas yang hanya bisa memasukkan bola ke dalam ring basket.

“Dia manis dan juga baik. Lagipula dia tidak seperti seseorang yang sangat malas dalam pelajaran matematika. Setidaknya ia mau mencoba, Hansol.” Jawab Mia cepat, memberi pukulan telak pada teman sebangkunya itu.

Hansol berdecak pelan, “Kalau begitu sebenarnya kita itu yang lebih tepat menjadi pasangan. Kau tidak bisa membaca puisi dengan penghayatan yang benar sedangkan aku tidak bisa mengerjakan soal matematika bodoh itu, kita akan saling menutupi kekurangan satu sama lain, kan? Oh ya, jangan lupakan kalau aku juga manis dan baik. Kalau tidak bagaimana bisa kau berteman denganku sampai hari ini?”

Untuk kesekian kalinya Mia hanya bisa tersenyum menanggapi teman sebangkunya itu. Mia melupakan fakta kalau lelaki yang sedang menatapnya bingung itu sangat pandai bermain kata. Andai saja Hansol menyatakan cintanya lebih dulu daripada Ota mungkin mereka sudah berpacaran sekarang. Terkadang Hansol memang benar-benar sangat lembat dalam beberapa hal. Seperti menyadari kalau Mia menyukainya beberapa bulan yang lalu sebelum Ota meminta dirinya untuk menjadi pacarnya.

“Jadi, katakan apa mimpimu kalau begitu. Aku terlalu malas untuk menjawab pertanyaanmu itu.” tanya Mia berusaha mengalihkan pertanyaan. Ia hanya tidak ingin hari ini berakhir dengan pembahasan -apa-yang-akan-terjadi-dengan-mereka-nanti- kemudian lelaki itu kembali membuatnya jatuh cinta untuk kedua kalinya pada orang yang sama.

“Kau putus dengan Ota lalu kita berpacaran.”

Oh, baiklah. Sepertinya Mia benar-benar lupa kalau Hansol sangat pandai membuat hatinya bergetar hanya dengan perkataan yang keluar dari mulutnya. Gadis itu hanya bisa berdoa kalau Hansol sudah tidak menyukainya apabila ia sudah putus dari Ota suatu hari nanti atau mereka akan benar-benar berpacaran.

Tentu saja membuat salah satu mimpi Hansol menjadi kenyataan.

***

Note :

Say Hi! teruntuk yang sudah membaca dan meninggalkan jejak di postingan ini.
Terima kasih karena sudah membaca ini (juga untuk staff yang sudah me-review   kembali tulisan ini sehingga layak untuk diposting). Ini karya pertama yang aku kirim ke blog ini.
Salam kenal yaaa J. Have nice day!

Advertisements

7 thoughts on “[Freelance] Hansol’s Dream (Ficlet)

  1. Fokus pertamaku jatuh pada kata integral di atas. HHahaha. Udah lama banget gak belajar soal integral.. udah lupa malahan :p
    Jadi ini sbenernya Mia juga baper ya diginiin Hansol. Wkwkwk. Susah lah, pesona Hansol siapa yang bisa nolak kan.
    Nice Fic, manis tapi gak over hehehe 🙂

    1. eh, ini beneran kak mala (bener gak nih aku manggilnya kak mala?)
      wahhhh, my great honour kedatangan kakak di fic yang tak ada apa-apa dibandingkan tulisan kakak. aduhh, seriusan aku jadi malu sendiri 🙂

      anyway, waktu nulis ini aku memang lagi penat-penatnya sama uas jadi mungkin kata integralnya malah ikutan hahahaha

      makasih udah baca dan komen yaaaa, kak mala ^^
      nice to meet you 😀

      1. Iyaa ini aku.. Aku panggilnya apa nih? Hehehe 🙂
        Salam kenal yaa.. Aduh, aku mah juga masih belajar nih. Hehe .
        Wah, pantesan integralnya kebawa2.. Hehe. Kembali kasih, ya 🙂 keep writing, dear! 😄

  2. racun emang ini mulut Hansol /digiles/
    etapi serius ini manisssss >\\\\<

    karena pada dasarnya aku ga jago gombal da apa aku dibanding dek Hansol /nggelinding ke Namsan Tower/

    nice fic! keep writing yaaa ^^b

    1. hai kak narin 🙂
      hehehehe, gombal top kacang panjang gitu sih mah belum apa2 dibandingin gombalannya jeonghan hahahaha
      makasih udah baca dan komen yaa, kak ^^

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s