[Ficlet] Love in Silent


image

Jelsaa’s Present

Ryu Sujeong [Lovelyz]

Fluff, Hurt, School-life, Slice of Life author! || Ficlet || Teen

Disclaimer : Sujeong punya Tuhan, agensi dan orang tua. Sedangkan alur cerita punya author. Sebagian cerita author ambil dari real life sendiri. Dilarang keras copy+plagiat! Hargai hasil karya orang lain!

“…percuma juga menyukaimu dalam diam seperti ini. Tak berani mendekati dan tak punya perjuangan. Hanya berani melirik dan memperhatikanmu dengan jarak jauh.”

©2016


Happy Reading

“Belum pulang?”

Aku menoleh pada sang pemilik suara. Ku terlonjak lantas menunduk tak berani untuk mengangkat wajah dan menatap matanya.

Persekian sekon berlalu sibuk dengan pikiranku sendiri. Akhirnya aku mengangguk walau kutahu ia tak akan menyadari sesaat setelah mengidahkan pandangan.

“Udaranya dingin sekali ya?”

Tanya nya memecah keheningan.

Aku diam sesaat begitu menyadari bahwa ia benar-benar berbicara padaku. Kuharap aku tidak bermimpi. Butuh waktu untuk bisa mencernanya. Menyadari apa yang tengah terjadi.

“Siapa namamu?”

“Ryu Sujeong”
Jawabku singkat.

“Namamu bagus.”

“Terimakasih.”

Tanpa sadar aku mendongak menatapnya. Kendati tubuhku menggigil kedinginan aku masih bisa menikmati tiap lekuk paras tampannya. Sekelebat rasa hangat menghampiriku, mengusir dingin yang menembus lapisan epidermisku.

Ia menoleh, memergoki apa yang sedari tadi kulakukan. Lantas ia mengulum senyum hangat. Pipiku memanas, segera kualihkan pandangan ke sembarang arah sebelum ia melihat semburat kemerahan di pipiku. Aku merutuki tingkahku yang sudah keterlaluan. Tapi apakah aku salah jika memanfaatkan kesempatan selagi masih ada, sebelum akhirnya menyesal karena membuang kesempatan itu sia-sia?

“Kau itu diam-diam suka memandangi orang ya? Hehe.”
Ia terkekeh karena tingkahku.

Aku masih diam menggerutu dalam hati.

“Apakah aku ini terlalu tampan sehingga membuatmu terpana melihatku?”
Tanyanya dengan nada angkuh yang dibuat-buat.

Iya! Kau pria brengsek yang beraninya meninggalkan rona merah di pipiku! Kau terlalu tampan! Pesonamu sungguh memabukkan! Membuatku tak hentinya memerhatikanmu saban-saban hari di sekolah ini.

“Hehe maaf, aku hanya bergurau.”

Tidak perlu mengucap maaf. Kenyataannya kau memang seperti itu.
Batinku.

Kami sama-sama diam. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sibuk memperhatikan rinai hujan yang setia memecah keheningan diantara kami.

“Aku sering memergokimu tengah memperhatikanku. Apakah aku benar?”
Tanyanya hati-hati.

“Kau Ryu Sujeong kelas Xl IPA kan?”
Tanyanya lagi meyakinkan.

Tubuhku bergetar mendengar tiap rentetan kalimat yang terlontar dari bibirnya. Dari mana ia tahu aku? Bahkan aku bukan termasuk siswa aktif yang mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Aku hanya siswa kutu buku penunggu perpustakaan sekolah yang terlalu malu untuk bahkan sekedar keluar kelas – kecuali perpustakaan- atau bangkit dari bangku kelas.

“Jujur, diam-diam aku pernah menyukaimu.”

Aku membeliak tak percaya. Refleks aku mengangkat kepala, menatapnya dengan sejuta keterkejutan.

“Tapi aku terlalu takut mendekatimu. Aku pikir, kau berpacaran dengan Kim Taehyung si anak XI IPS. Aku takut mengganggu hubunganmu.”

“Hingga akhirnya aku berpikir, percuma juga menyukaimu dalam diam seperti ini. Tak berani mendekati dan tak punya perjuangan. Hanya berani melirik dan memperhatikanmu dengan jarak jauh.”

“Aku selalu berusaha melupakanmu. Tapi rasanya begitu sulit. Sampai sekarang, aku tak tahu apakah aku telah melupakanmu atau belum. Hehe, aku konyol ya?”

Aku tertegun mendengar menuturanmu. Tak bisa kupercaya. Kakak kelas yang berbeda satu tingkat diatasku juga memiliki perasaan yang sama. Tapi sejak kapan? Apakah aku terlambat?

“Hehe, aku duluan ya? Hujannya sudah mereda. Kau tak apa sendiri?”

Aku mengangguk, menatap wajahnya lantas tersenyum memandangi punggungnya yang perlahan menjauh.

Sampai kapan rasa ini ku pendam sendiri? Sungguh memilukan menyadari bahwa ia juga pernah menyukaiku, kemudian disaat rasa itu mungkin telah hilang. Kini, aku yang menyukainya dalam diam. Terlebih lagi aku yang tidak bisa jujur mengenai perasaan yang sebenarnya.

Lantas siapakah yang lebih konyol?

FIN

gaje ya? iya gaje huaaa T_T sebenernya gak pede juga awalnya publish ff gaje ini. tapi gak taulah jadi nekad gini. yaudin tengseu yang udah mau baca :’)) di tunggu review nya^^

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Love in Silent

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s