[Ficlet] Dedemit Tampan


large

Dedemit Tampan

Jelsaa’s Present

Hong Jisoo [SEVENTEEN] and a girl || Fluff, School-Life, Drama, Comedy/Crack || Ficlet || PG-13

NON FORMAL!

“Kamu kok kaya dedemit ya lama-lama?…”

©2016


Happy Reading!

Seperti biasa ruang perpustakan selalu sepi. Tidak terlalu di minati banyak orang. Namun sang penjaga perpustakaan selalu setia ada di sana. Tersenyum, menyapa dan mencatat siapa saja yang meminjam buku.

“Siang pak!”
Sapa seorang gadis ramah.

Begitu bapak penjaga perpustakaan balas menyapa dan tersenyum, si gadis lantas melenggang masuk dan mencari tempat yang sekiranya nyaman. Baginya perpustakaan merupakan tempat ternyaman di sekolah ini. Dikarenakan tempatnya yang terletak di depan taman sekolah, jadi ia bisa duduk sembari membaca buku sekaligus menikmati pemandangan di luar.

Gadis itu duduk di kursi dekat jendela, tak lupa dengan bukunya yang senantiasa ia pandangi. Maniknya menyusuri tiap renretan kalimat dalam buku. Hingga akhirnya tenggelam dalam dunia sendiri. Semua penghuni perpustakaan terlihat begitu asyik dengan bukunya masing-masing.

“Siang pak!”
Sapa seorang pemuda.

Tanpa memperdulikan eksistensinya ia melenggang masuk. Namun lengan sang penjaga berhasil meraih kemeja seragam pemuda itu. Hingga menginterupsi langkahnya.

“Mau apa kesini?”

“Mau mandiin istri bapak.”

PLETAK!

Sebuah jitakan mulus mendarat di dahi pemuda itu. Membuatnya mengaduh dan terhuyung-huyung.

“Mau baca buku lah pak.”

“Tumbenan. Yaudah sana, awas kalau berisik bapak nikahin kamu sama Doraemon.”

“Sadis banget.”
Lirih pemuda itu sembari bergidik ngeri.

Setelah lepas dari cengkraman sang penjaga. Ia melanjutkan langkahnya dan menyusuri tiap sudut ruangan demi mencari sosok gadis dengan kacamata tebal yang memangkal di hidung bangirnya.

Ia tersenyum jahil begitu sudut matanya menangkap sosok yang ia cari.

“Hai!”
Sapa pemuda itu kala bokongnya menyentuh permukaan kursi panjang di samping si gadis.

Gadis itu hanya mengerling lantas kembali fokus pada bukunya. Tak mau berhenti sampai di sini, pemuda itu menggeser duduknya sehingga tubuhnya merapat dengan si gadis.

“Jisoo! Aku gak mau bercanda!”
Gadis itu kini menoleh dengan tajam.

Ayolah, siapa yang tak kenal Hong Jisoo? Seantero sekolah ini pun mengetahuinya. Apalagi jika bukan karena parasnya yang tampan juga suara emasnya. Bahkan kerap kali ia melewat ke depan kerumunan para gadis, aneh jika mereka tidak bertingkah layaknya bertemu seorang idol. Membuat suara gaduh yang saban-saban hari selalu menggema di teliga si gadis. Oleh karena itu ia memilih perpustakaan sebagai tempat ternyaman karena letaknya yang jauh dari kegaduhan.

Ia tampan, berbakat, baik pula. Siapa gadis yang tak menginginkannya?

Untuk yang persekian kali pemuda berlabelkan nama Hong Jisoo terkena teguran oleh penjaga perpustakaan karena telah mengganggu kenyamanan penghuni perpustakaan. Sesekali ia memainkan rambut gadis di sampingnya sembari menyanyikan sebuah lagu. Berharap si gadis akan luluh dan terpesona pada suara Jisoo seperti kebanyakan gadis lainnya. Sayang, hasilnya nihil. Yang ada hanya omelan dari sang penjaga perpustakaan. Namun ia tak ada habisnya untuk mengganggu, menjahili bahkan menggoda gadis kutu buku di sampingnya.

Setelah berulang kali Jisoo menggoyang-goyangkan kacamata gadis yang dikenakannya. Kemudian yang ia lakukan adalah menyingkap surai hitam si gadis dan meniup-niup leher putih si gadis. Berulang kali pula gadis itu mencoba menghentikan tingkah Jisoo. Namun Jisoo tetap tak bisa diam. Tampaknya Jisoo memiliki seribu satu cara untuk mengganggu si gadis. Hingga si gadis itu-

“Kamu kok lama-lama kaya dedemit sih? Ganggu terus dari tadi.”

-mengatakan untuk yang pertama kalinya bahwa Hong Jisoo, seorang pemuda tenar di sekolah itu seperti dedemit. Sejenis makhluk halus atau roh jahat yang kerjanya hanya menggangu manusia.

Memang menyakitkan, tapi-

Cup!

“-aku suka kamu. Gadis kutubuku berkacamata tebal yang suka sok jual mahal dan sok dingin di depan aku.”

Seketika pipinya memanas menahan rasa malu begitu kecupan singkat mendarat di pipi si gadis. Sentuhan dari bibir kemerahan milik Jisoo di pipinya masih terasa. Walaupun sang empunya malah melesat pergi. Meninggalkan rona merah di pipi gadis kutubuku itu.

Sialan kamu Hong Jisoo!

Fin.

BHAKSS!
Apa coba?
Gaje yah? Emang Xl
Sekedar ff pelampiasan karena suka males banget kalo di paksa-paksa baca buku pelajaran. Kecuali coba kalo ada abang josh wleh T_T

Btw ada yang tau “dedemit”? Kalo gak tau dan kurang jelas. Coba buka KBBI deh. Wkwkwk XD

Thanks for reading^^
Mind to review?

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] Dedemit Tampan

  1. HAHAHAHAHA DHEMITNYA HONG JISOO MAH MAU ATUH DIGANGGUIN TERUS AING :””””V
    Kocak Jels~~~
    Trus malah kebayang kalo Josh beneran dhemit……
    Aku bukannya lari takut tapi malah lari ngejar kali ya /YA GA GITU JUGA RIN/

    keep writing Jels ❤

    1. Siapa cuba yang gak mau di ganggu demit cem gitu? Hoho, boleh kebayang asal jangan sampe kebayang dedemit beneran XD
      Tengkiyu syudah mampir kak :”)))))

  2. dedemit? jahat banget tuh cewe nya ngatain jisoo dedemit. tapi jisoo gitu-gitu ganteng-ganteng aja mau jadi apapun, apalagi dedemit, terlalu ganteng. kusuka ff ringan ini^^

    1. Wkwkwk iyalah abis si josh ganggu mulu, masa iya orang lagi baca kacamatanya dia goyang2 XD
      Makasih udah mampir ^^

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s