[FICLET] RULES


irish-rules

Rules

With NCT`s Johnny with Red Velvet`s Wendy

A fluff, slight!comedy story rated by T in ficlet length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved

“Apa yang sudah kuucapkan sebagai milikku, maka akan jadi milikku.”—Johnny

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author`s Eyes…

“Berhenti mengikutiku!” untuk kesekian kalinya Wendy berteriak pagi ini. Koridor kelas 2 sekarang jadi saksi tentunya, untuk sebuah kegiatan monoton yang tak pernah bosan mereka saksikan.

Adalah Seo Johnny, alasan teriakan Wendy tiap harinya. Mengapa? Tentu saja karena di mata Wendy, Johnny begitu terobsesi padanya, untuk menjadikan gadis Canada itu miliknya.

“Ah, kenapa lagi Wendy? Apa sekarang kau sudah mau menjadikanku Peter Pan-mu?” mata Wendy membulat mendengar ucapan cheesy Johnny barusan.

Ingin sekali ia meneriakkan kalimat ‘jangan bermimpi’ pada pemuda itu tapi tolong, Wendy cukup sadar saat mengklaim Johnny sebagai satu dari segelintir murid yang terlihat good looking dan memikat di matanya.

Tapi… demi Tuhan, ingatkan Wendy lagi tentang perilaku kekanakkan Johnny yang menempel layaknya permen karet padanya selama beberapa minggu ini.

“Kau diam? Apa itu jawaban iya? Gadis-gadis selalu diam saat akan berkata ‘ya’ bukankah begitu?” todong Johnny mendekatkan wajahnya pada gadis yang sekarang memberengut kesal di hadapannya.

“Aku tidak suka padamu!”

Bohong, jelas Wendy bohong. Karena nyatanya ia lah yang pertama kali menaruh ketertarikan pada pemuda Seo ini—sebelum ia tahu seperti apa sifat pemuda itu sebenarnya.

“Ayolah Wendy, aku sudah katakan padamu bukan? Suka tidak suka, kau sudah kupaksa untuk menyetujui aturanku. Kau lupa?”

Aturan? Oh ya, Wendy ingat sekarang. Dan selalu, saat ia berhadapan dengan pemuda ini dan memperdebatkan tentang ‘hubungan’ mereka, Johnny akan dengan senang hati mengulang aturan miliknya seolah aturan itu adalah undang-undang.

“Kau terikat denganku, Son Wendy. Kenapa? Karena satu, aku suka padamu. Dua, karena aku suka padamu, kau harus jadi milikku. Tiga, kalau kau tidak mau jadi milikku, aku memaksamu. Empat, kalau kau tidak suka dipaksa, jadilah milikku dengan sukarela. Lima, kalau kau tidak mau bersukarela, mari kita lakukan pendekatan selama satu hari. Enam, kalau satu hari kurang, kita langsung saja jadi sepasang kekasih.”

“Tujuh, kalau kau—”

Stop!” cepat-cepat Wendy memotong ucapan pemuda itu karena tahu benar meski Johnny menyebutkan rentetan aturan sampai angka seribu pun, semua aturannya akan berujung ‘Wendy harus jadi milik Johnny’.

“Jadi, bagaimana menurutmu?” Johnny sekarang mengumbar senyum di hadapan gadis Son itu.

Diam-diam, Wendy menghembuskan nafas panjang.

“Kenapa kau memaksa untuk jadi kekasihku?” tanyanya menyerah. Tak habis pikir karena beberapa minggu lalu, mereka bahkan tak saling bertegur sapa.

Tiba-tiba saja satu pagi, sang pemuda Seo muncul di depan kelasnya berlagak seolah ia adalah kekasih Wendy. Dan dari sanalah dimulai hari monoton yang penuh dengan ucapan-ucapan cheesy Johnny juga teriakan kekesalan Wendy.

Masih memasang senyum di wajah, Johnny lantas berucap.

“Hari itu, aku tak sengaja mendengarmu bicara dengan teman-temanmu.” mulainya serius. “Lalu?” tanya Wendy cuek, memperhatikan mimik wajah serius Johnny sementara dirinya sendiri memberengut kesal.

Johnny—tanpa seizin Wendy tentunya—mencubit pelan ujung hidung gadis itu, untuk lantas melanjutkan. “Aku mendengar bagaimana kau mengagumiku dan sangat menyukaiku sejak hari pertama kita di sekolah.”

“A-Apa?”

Oh-oh! Sekarang Wendy merasa tertampar, ia ingat jelas jika dulu ia sangat tertarik pada pemuda yang sekarang bersikap kampungan ini.

“Aku baik bukan? Aku membalas perasaanmu dan bahkan mengajakmu kencan selama beberapa minggu. Kenapa kau terus malu-malu dan menolakku? Oh, dan juga, sebenarnya, aturanku itu hanya ada satu. Apa yang sudah kuucapkan sebagai milikku, maka akan jadi milikku.”

“Kau mengerti ‘kan?” Johnny menepuk pelan puncak kepala Wendy, sekon selanjutnya pemuda itu menyejajarkan wajahnya dengan wajah sang gadis yang masih terpaku.

“Kenapa? Kau pasti terkejut karena cintamu tidak bertepuk sebelah tangan bukan?”

FIN.

.

Show! Show! Show! Let’s come to my SHOW!

[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]

Sincerely, IRISH.

Advertisements

6 thoughts on “[FICLET] RULES

  1. Kyaaa ahahahha wendy ketangkep basah. Malu banget pasti xD

    Tapi klo gini ceritanya aku jg mau. Tgl ketangkep basah lg ngengagumi bias. Terus bias bales perasaan aku/plak/gak usah mimpi/

    Ini bagus kak risshh❤

    1. XD kek kita yang ketangkep basah kalo demen sama kaka kelas /kemudian digampar/ XD wkwkwkwkwk thanks eellsaa~~ frozeenn~ XD wkwkwkwk

      1. Itu pasti malu2in banget kak. Aku jd inget kisah nyataku xD. Ps itu aku kls 7, agak kagum sm kk kls 9. Nah ada gambar cowok gtuuu trs temenku ngoceh mirip sodaranya. Aku blg “ah enggak masih gantengan….(niat blg nama kk klsku)” pas aku noleh kebelakang kakak klsnya ada LOL lg main gitar liatin aku. AMPIR AJA aku nyebut namanya:”)

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s