[Ficlet] Intruder


pos

Songwriter : anonimjeon

Genre : Comedy

Duration/rate : Ficlet, General

Staring by: Hansol (Seventeen), Nella (OC)

¤

“Selain menyebalkan, dia juga banyak akal. Dia aneh dan sangat mengganggu. Tidak heran banyak orang menyebutnya Intruder.

¤

¤

¤

INTRUDER

“Berhenti dan pulanglah, Nell.” Hansol memutar tubuhnya untuk melempar tatapan kesalnya pada Nella, teman sekelasnya yang menyebalkan itu.

Yang ditatap malah memasang wajah polos seolah ia tidak mendengar apa pun. Oh ayolah, Hansol sedang tidak ingin marah-marah. Seharian dikurung di ruang konseling bersama Nella sudah cukup menguras energinya. Ia tidak berhenti mengoceh  karena ulah Nella di ruang konseling tadi, dan sekarang apa ia harus mengeluarkan seribu bahasa untuk menyuruh Nella pulang? Hansol kelewat malas, dan sepertinya ia lebih memilih menendang Nella kalau saja ia tidak ingat Nella adalah seorang gadis.

Kesal karena Nella tidak juga bersuara, Hansol mengambil tindakan cepat. Ia memegang pundak Nella dan memutar tubuh gadis itu. “Jalan ke rumahmu lewat sana kan?” Hansol masih geram. Ia mendorong tubuh Nella supaya berjalan ke depan.

“Aku tidak mau pulang, Hansol!” Nella menahan langkah kakinya di tanah, tapi tenaga Hansol lebih kuat dan membuatnya terus-terusan tersandung. Pemuda itu tidak menggubris dan terus mendorong Nella. “Baiklah aku akan pulang!” Kali ini Nella melepas cengkeraman Hansol dari pundaknya. “Tapi ada satu syarat.” Lanjutnya, setelah memutar tubuhnya sampai berhadapan dengan Hansol.

Hansol menghela nafas kasar. Ya tentu, ia sudah menduga kalau apa pun yang ia minta dari gadis menyebalkan ini pasti harus ada imbalannya.

Oke, untuk kali ini sepertinya mau tidak mau Hansol harus menuruti kemauannya. Lagi pula permintaannya tidak akan jauh-jauh dari makanan, atau hal-hal yang tidak sulit untuk Hansol lakukan.

Seperti, ‘Hansol, kuncirin rambutku dong‘ Hansol hanya butuh mengeluarkan sedikit tenaga untuk itu. Atau ‘Belikan aku makanan yang banyak.’ Tidak perlu repot-repot karena Hansol akan menyuruh orang lain untuk ini.

Tapi kadang permintaan Nella di luar nalar akal sehat, seperti, ‘Han, kucingmu lucu, besok bawa ke sekolah ya?’ Atau lebih tidak masuk akal, ‘aku tidak suka ular. Han, besok goreng ular, yuk?’

Selalu ada lontaran kalimat yang membuat orang lain -selain Hansol, kena serangan jantung.

Hansol menarik nafasnya dalam-dalam. “Baiklah, kali ini syaratnya yang masuk akal, ya?” Pintanya dengan nada dibuat-buat seperti merayu anak bocah. Nella mengembangkan senyumnya.

“Kalau begitu antar aku pulang.”

Hansol bersyukur dalam hati. Setidaknya bukan permintaan yang aneh-aneh seperti biasanya. Kali ini mudah, hanya mengantarnya pulang, kan? Kebetulan rumahnya hanya beda beberapa blok dengan Nella. “Baiklah, tapi -“

“Yeaaay!”

Belum juga selesai bicara, Nella sudah menarik tangan Hansol dan bersenandung riang. Ia sudah mulai berbicara tanpa arah seperti biasa. Panjang, lebar, dan ngelantur. Hansol mendengarkannya malas-malasan, atau bisa dibilang tidak mengerti.

Mereka terus berjalan, menyusuri permukaan aspal diiringi celoteh Nella yang tidak juga selesai.

“Lho, bukannya rumahmu lewat blok itu?” Ujar Hansol saat mereka berdua mengambil jalan yang berlawanan dengan jalan ke rumah Nella.

Nella mengerutkan keningnya, kemudian menggeleng, lalu melanjutkan ceritanya yang terpotong. “Kau tahu kan, anak baru di kelas tetangga? Followers instagramnya banyak sekali, kalau aku jadi dia aku akan buka online shop.” Ocehnya. Sedangkan Hansol menggaruk-garuk kepalanya. Ia bukan pengingat jalan yang baik, dan sepertinya ia memang harus ikut saja kemana arah kaki Nella melangkah.

Kalau kalian tahu, beberapa saat yang lalu, Nella menceritakan tentang acara TV yang membuatnya mual-mual; ternak ular. Ya, ia sangat membenci ular. Tapi, sekarang ia menceritakan jumlah Followers intagram seseorang dan membicarakan niatnya membuka online shop. Sebenarnya dia mau cerita apa sih?

“Apa hubungannya dengan ular yang kau tonton?” Hansol menanggapi. Entah karena ia tertarik dengan cerita Nella, atau, bingung dengan ocehan gadis itu.

“Entahlah… tapi sepertinya ada hubungannya. Siapa tahu aku bisa menjual ular lewat Instagram?”

Hansol memutar bola matanya. Oh ayolah, kenapa gadis ini selalu mengangkat hal-hal menakutkan dan tabu menjadi bahan obrolan yang ringan. Seperti yang baru saja terjadi.

“Aku berdoa supaya instagrammu diblokir.” Ucap Hansol seraya mendorong kepala Nella dengan telunjuknya.

Beberapa gang dan blok sudah mereka lewati. Tidak terasa karena Nella terus berceloteh di sepanjang jalan. Tapi ada yang aneh. Harusnya jalan ke rumah Nella tidak sejauh ini, seingat Hansol. Mereka sudah dua kali melewati jalan yang sama, Hansol juga menemui rumah yang sama persis. Beberapa diantaranya mirip rumah tetangganya.

“Kau yakin tidak salah jalan? Kenapa dari tadi aku melihat rumah-rumah yang sama persis?” Hansol menggaruk kepalanya, heran.

“Sepertinya tidak. Sebentar lagi sampai, kok. Dari sini juga kelihatan. Cat rumah warna hijau, tuh.” Nella menunjuk rumah sederhana yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Hansol membulatkan matanya, terkejut.

Sialan! Ia tertipu.

Jelas-jelas jalan yang ia lewati sejak tadi adalah jalan ke rumahnya sendiri. Pantas saja ia melihat rumah-rumah yang tidak asing. Dan, pantas saja ia merasa ada yang salah dari tadi.

Nella benar-benar kancil, banyak akal dan licik. Hansol akan  membunuhnya setelah ini.

Sekarang Hansol melihat Nella berlari ke arah wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibunya.

“Ahjumaaaa!”

Gadis itu… benar-benar menyebalkan.

.

.

.

.

.

Note: plis jangan bully gadis diatas. Dia terlalu imut buat dibully>.<

Anggaplah ini manusia setengah alien(Kim Taehyung) versi cewe wkwkwkwkwkwk~ /peluk taehyung/cium vernon/cekek nella!

Mind to kill me?^^

 

*Oh iya ceritanya mau hiatus, eh nyolong waktu deh bentar sebelum benar2 sibuk*

Salam damai,

Anon♡

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s