[Ficlet] Pink Dress


26-pink-dress

PINK DRESS

Songwriter by L.Kyo

Park Jisoo (OC) x Kim Jongin (EXO)

Ficlet | Romance, Comedy | PG-15

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

Balutan dress pink tersampir dietalase kaca. Membiarkannya menjadi objek sebuah perhatian diantara banyak distrik dikawasan tersebut. Jisoo seakan menelan ludahnya berkali-kali. Bukan karena ia haus maupun lapar. Bukan itu.

 

Ia adalah fashion maniac. Bukan hal tabu bagi dirinya jika ia rela menghabiskan uang bulanan didalam rekeningnya hanya untuk berbelanja. Tak masalah karena Jisoo merupakan putri dari keluarga sangat berada. Bisa dikatakan ia adalah seorang putri dari Perusahan Butik terbesar di Korea.

 

Lihat saja baju yang ia kenakan. Dress yang hanya dipakai 5 orang didunia ini. Dress berwarna kuning itu seakan memancarkan kecantikan Jisoo yang berhasil membuat orang disekeliling iri. Lalu kembali menelusur kebawah. High heels putih dengan sentuhan manis pita kuning membuatnya bak seperti sepatu Cinderella yang ingin dimiliki setiap wanita.

 

Rambut yang biasa ia lakukan perawatan dengan shampo super mahal itu seakan berkilau dan harum saat angin menerpa surai rambut coklatnya. Gadis itu terlihat indah. Seindah bunga-bunga yang berlomba-lomba bermekaran memamerkan kelopak warnanya dan percaya diri menatap matahari jauh disana.

 

Kembali saat Jisoo bergumam, menatap sebuah dress pink yang sangat ia miliki. Ini mungkin tak mahal. Namun ini terlihat lucu dan imut. Dress pink dengan desain polkadot dan hiasan tali dalam dada. Oh My God, itu seperti dress dalam cerita dongeng.

 

Suara bel saat Jisoo masuk membuat seisi distrik itu mengalihkan perhatiannya. Siapa yang tak ingin melewatkan malaikat yang dipahat sang Kuasa itu? Tidak akan pernah. Namun mata hazel Jisoo masih terfokus pada dress yang memang telah menjadi pusat perhatian selain dirinya.

 

“Permisi. Aku ingin membeli dress ini”. Seakan gemuruh halilintar menyambar isi otak Jisoo. Ayolah, itu adalah dress incarannya. Matanya hanya mengikuti arah dress itu yang sudah dibawa oleh karyawan. ‘Itu milikku, itu milikku’. Gumam Jisoo tanpa henti.

 

“Ada yang bisa aku bantu nona?” Suara berat diujung sana membuat Jisoo mengalihkan perhatiannya. Pria itu melipat tangan kedadanya, memperhatikan tiap lekuk Jisoo yang tertekuk seakan ingin mengerut. “Tidak ada!” Jujur saja, Jisoo ingin mengumpat.

 

Bagaimana tidak, incarannya sudah diambil orang lain. Ia terlambat hanya beberapa second saja. And now? Pria yang didepannya kini akan menggodanya. “Kau terlihat tidak senang nona. Aku bisa membantu”. Pria itu tersenyum, menampakkan puppy eyes nya memang terlihat cute.

 

Tapi bagi Jisoo, itu terdengar seperti godaan kampungan. “Maaf Tuan. Kau bukan tipeku. Jadi berhenti menggodaku”. Dan well, gayung bersambut. Itu seperti ada tarikan dalam diri pria itu. Sungguh, gadis jutek itu seakan membuatnya penasaran. “Kau anggap aku menggodamu? Bagaimana jika aku akan membelikan dress pink selain model itu?” Asal yang tidak diketahui oleh Park Jisoo.

 

Pria yang kini sedang beradu bicara padanya adalah pemilik toko tersebut. Dan Jisoo melengos, seakan pria itu menggombal. “Memang kau siapa akan membelikanku? Lihat! Pakaianmu saja tidak berkelas tuan”. Satu hal yang tidak disukai Jisoo. Penampilan lusuh dan acak-acakan dari pria itu seakan bukan suatu ketertarikan baginya.

 

“Kau menarik nona. Kenalkan, aku Kim Jongin!” Pria yang bernama Jongin itu mengulurkan tangannya. Jisoo ragu, ia enggan membalas jabatan tangan itu. Merasa tahu akan keraguan Jisoo, Jongin memutar bola matanya. Ia tahu, bahwa Jisoo adalah pecinta fashion. Ia akan luluh jika mengatakan hal sebenarnya. “Aku adalah pemilik toko ini!”

 

Mendengar ungkapan pemilik toko, Jisoo melepaskan ponsel sekaligus ring case pada jari manisnya lalu meletakkan asal disamping meja. Seakan tak percaya bahwa pria berpakaian lusuh itu adalah pemilik toko ini. “Kau adalah pemilik toko ini? Aku tak percaya!” Tudingan dari telunjuk Jisoo membuat Jongin menarik kepalanya menjauh. “Aku akan menunjukkan kartuku nona”. Dan memang, ketikan italic bold bertuliskan manajer itu seakan membuat Jisoo mengangguk.

 

“Baiklah. Langsung ke inti saja. Apa kau punya stok dress pink yang sama seperti contoh dietalase depan tadi?” Mohon Jisoo, berharap bahwa dress incarannya tak hanya satu saja. “Tidak ada nona. Dress itu hanya satu ditempat ini”. Senyum penuh arti Jongin membuat Jisoo jengah.

 

“Baiklah. Aku pergi!” Jisoo membalikkan tubuhnya, yang memang sudah tak ada gunanya mengharapkan sang manager itu untuk membantunya mendapatkan dress itu.”Nona, ada yang lebih menarik dari dress itu”. Teriakan Jongin membuat Jisoo berhenti, membalikkan badannya lalu menatap Jongin tersenyum penuh arti.

 

“Kau bisa memilihku jika kau mau”. What the Hell. Jisoo mengumpat dalam hatinya saat itu juga. Benarkan apa yang ia pikirkan? Pria yang bernama Kim Jongin tadi menggodanya. Atau jangan-jangan pria ini sedari tadi menipunya. Ahh tidak, pria itu memang seorang manager. Namun Jisoo menanggapainya dengan senyum penuh dengan aura cantiknya.

 

“Maaf Tuan Kim. Aku suka merah jambu bukan hitam sepertimu!” Skakmat! Perkataan judes dari Jisoo begitu menusuk. Langkah Jisoo berlalu hilang saat ia pergi meninggalkan tokonya. Ayolah, hanya Chanyeol dan Sehun yang mengatakan ia hitam, tidak ada orang lain selain mereka berdua. Dan sekarang gadis itu? Jongin memperhatikan kulitnya. “Ini tidak hitam!”

 

Ini membuat mood Jongin menurun. Ia tidak sangka bahwa list orang yang mengatakan ‘hitam’ kini bertambah satu. Jongin menhela nafasnya, ia harus menerima itu semua. Sungguh, ia tidak hitam walaupun itu memang benar. Ujung matanya kini melirik pada ponsel silver dengan ring case sebagai hiasannya. Ini bagus. Sungguh. Jongin mengambilnya. Ia ingat bahwa ini milik Jisoo.

 

“Tck, ponsel ini akan menjadi sanderaku. Ini akan menjadi ganjaranmu. Kau seharusnya menyukai hitam bukan merah jambu”. Jongin terkikik, memasukkan ponsel Jisoo kedalam sakunya. Ia yakin kurang lebih 10 menit gadis itu akan memakinya meminta ponsel. Mata Jongin menatap etalase kaca, berharap tubuh mungil gadis itu tampak didalam visual nya. Ini aneh, namun dalam hatinya ia tahu. Bahwa ia baru saja mengalami cinta pandangan pertama. Cinta pertama karena merah jambu, merah jambu dari pesona pink dress didepan etalasenya.

 

-FIN-

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Pink Dress

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s