[Ficlet] Chae’s Valentine


1455297118245

Chae’s Valentine

| ChaeWoo |

Twice Chaeyoung and Astro Eunwoo

Romance, Fluff, School life | Ficlet | PG

Summary :

Inilah yang terjadi pada Chaeyoung di hari Valentine…

.

.

.

“Ugh, pahit!”

 

Chaeyoung mejauhkan kaleng yang berisi cairan berwarna hitam pekat dari bibirnya. Lidahnya masih mengecap-ngecap rasa pahit yang membekas dengan ekspresi kecut. Kalau kalian penasaran apa sebenarnya yang sedang Chaeyoung lakukan, aku akan menjelaskannya. Son Chaeyoung, gadis kelas dua Sekolah Menengah Atas, bukannya sedang meminum ramuan tidak jelas yang warnanya hitam pekat. Melainkan sekaleng minuman instan beraroma sedap yang sangat disukai oleh pemuda kesukaan Chaeyoung, yaitu kopi.

 

Hari ini tanggal 14 Februari, hari di mana semua gadis memberikan cokelat pada lelaki yang mereka sukai. Dan Chaeyoung, alih-alih memberi pemuda yang disukainya cokelat, ia malah duduk di taman sekolah, sedang belajar menyukai minuman favorit pemuda kesukaannya. Bukan, ini bukan karena Chaeyoung tidak bisa membuat cokelat. Pun juga bukan karena Chaeyoung tidak punya uang untuk membeli kudapan manis itu. Satu-satunya hal yang tidak Chaeyoung miliki adalah keberanian. Ayolah, mana berani ia memberi cokelat pada pemuda menyebalkan itu?

 

Bisa-bisa Chaeyoung ditertawakan selama sebulan oleh lelaki menyebalkan—namun tampan—bernama Cha Eunwoo itu. Iya, tampan sampai-sampai Chaeyoung tidak perlu repot-repot memberikan cokelat. Toh, puluhan kudapan manis itu telah bersemayam di loker Eunwoo pagi ini, dan berasal dari penggemarnya yang tersebar di seluruh sekolah. Ah, menyebalkan.

 

Maka dari itu, dibanding berada di ruang Student Council dan melihat Eunwoo membawa setumpuk cokelat yang membuatnya kesal—dan juga cemburu—Chaeyoung lebih memilih untuk mengasingkan diri di taman yang kebetulan dekat dengan mesin penjual minuman otomatis. Melihat kopi hitam kalengan membuat Chaeyoung teringat dengan Eunwoo dan tahu-tahu ia memasukkan koin dan memilih minuman itu. Sejujurnya, Chaeyoung memang penasaran dengan minuman favorit Eunwoo itu. Bagaimana rasanya? Kenapa Eunwoo menyukainya? Chaeyoung ingin tahu.

 

Dan kini ia menyesal.

 

Minuman itu—kopi—sangat pahit dan pekat dan Chaeyoung tidak suka. Ah, tapi kalau Chaeyoung tidak bisa meminumnya, Eunwoo pasti akan mengatainya anak kecil lagi. Dasar menyebalkan!

 

“Siapa yang menyebalkan?”

 

Chaeyoung hampir saja menjatuhkan kalengnya kala sebuah suara menyapa pendengarannya. Bukan, ini bukan karena Chaeyoung berlebihan atau ia punya kepribadian yang mudah terkejut. Tapi suara barusan adalah suara orang yang menginvasi pikirannya sejak tadi. Suara orang yang tidak ingin ditemuinya saat ini, Cha Eunwoo, dan apa katanya barusan? Siapa yang menyebalkan? Apa Chaeyoung baru saja menyuarakan isi pikirannya tanpa sadar?

 

“Kau sedang apa di sini, nona Wakil?” Ekor mata Chaeyoung memerhatikan pergerakan Eunwoo yang mendekati mesin penjual minuman otomatis. Pemuda itu menoleh. “Aku mencarimu sedari tadi, kau ini ingin lari dari tanggung jawab, ya?”

 

Ah, Cha Eunwoo tetaplah Cha Eunwoo. Menyebalkan.

 

“Jangan bilang kalau kau,” Eunwoo menggantung kalimatnya,menatap Chaeyoung dan kopi kalengan yang tengah diminumnya bergantian. “Sedang latihan, ya?”

 

Entah angin apa yang membuat kepala Chaeyoung bergerak sendiri—mengangguk dengan polosnya. Pecahlah tawa Eunwoo sepersekian sekon berikutnya, buat wajah Chaeyoung sontak memerah karena baru menyadari apa yang baru saja ia lakukan.

 

“Ah…bukan….ini…aku…” racau Chaeyoung tak jelas. Surai pendeknya bergoyang akibat gerakan kepalanya yang menggeleng-geleng guna menyangkal kendati sudah terlampau malu.

 

Ugh, rasanya Chaeyoung ingin menghilang saja dari muka bumi. Sudah tidak mampu memberi Eunwoo—yang notabenenya adalah pemuda yang disukainya—cokelat, pun tertangkap basah dalam keadaan tidak etis(di mata Chaeyoung); berlatih minum kopi hitam agar tidak dikatai anak kecil oleh pemuda itu sendiri. Ha. Kurang hancur apalagi hari Valentine Chaeyoung. Bahkan Chaeyoung tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya ia akan jadi bahan tertawaan Eunwoo di ruang Student Council karena—

“Ini.” Chaeyoung hampir saja terlonjak saat sebuah kaleng dijulurkan di depan wajahnya, terlebih dilakukan oleh Cha Eunwoo.

Tanpa persetujuan pun menghiraukan rasa heran Chaeyoung, Eunwoo mengamit sebelah tangan Chaeyoung, meletakkan kaleng kopi—yang warnanya berbeda dengan kepunyaan Chaeyoung, yang ini berwarna cream—dan mengambil alih kaleng kopi hitam yang telah diteguk sekali dari si empunya.

“Kalau belum terbiasa minum kopi, pilih yang campuran saja. Itu lebih manis dari yang less sugar,” terang Eunwoo tanpa Chaeyoung pinta.

Bagai diperintah, Chaeyoung buru-buru meneguk kopi yang telah Eunwoo bukakan itu. “Hmm…iya, manis,” Chaeyoung berkemam seraya tersenyum sumringah. Buat Eunwoo serta-merta tersenyum melihatnya.

Apakah sekaleng cappuccino memiliki mantra? Karena kini Chaeyoung menatap Eunwoo seraya balas tersenyum—bahkan tidak menyadari kala Eunwoo tertegun sesaat. Sungguh, ini bukan-Chaeyoung-sekali.

Maka jangan salahkan Eunwoo jika ia refleks mengusap puncak kepala Chaeyoung. Gestur yang sialnya membuat Chaeyoung kembali—

“T-tapi tetap saja ini masih pahit!”

—ke mode semula.

 

Eunwoo menarik tangannya cepat-cepat dan beralih merogoh ranselnya. Mengeluarkan puluhan cokelat berbagai bentuk yang telah dibungkus rapi dan diberi pita. Jelas sekali kalau itu ada cokelat-cokelat pemberian penggemar-penggemar Eunwoo. Sontak Chaeyoung mendelik.

 

Hei, apa sekarang ia mau pamer?

 

“Kalau masih pahit, makan saja cokelat itu.”

 

Eh?

 

“S-semuanya untukku?” Chaeyoung mengumpulkan cokelat yang Eunwoo letakkan di bangku sebelah Chaeyoung.

 

“Iya, dan sebagai gantinya, kopimu ini untukku.” Eunwoo menarik selempang ranselnya, bersiap untuk pergi.

 

“Tapi, ini ‘kan milikmu. Lagipula kau minum kopi yang lebih pahit,” ujar Chaeyoung yang lantas membuat Eunwoo menghentikan langkahnya dan berbalik.

 

Ah, Chaeyoung bodoh! Eunwoo ‘kan memang suka kopi hitam, rutuk si gadis Son dalam hati.

 

Sejenak Eunwoo menyesap kopi kalengan di tangannya sebelum lantas berujar, “Tidak, kok, ini manis.” Tak lupa sebuah kurva terlukis di paras tampannya sebelum kembali berbalik dan pergi meninggalkan Chaeyoung sendiri. Menatap punggung Eunwoo yang berjalan menjauh seraya menengadahkan kepala—meneguk kopi kalengan bekasnya—sesekali.

 

Tunggu sebentar. Kopi kalengan bekasnya? Kopi kalengan yang kalau tidak salah, telah Chaeyoung teguk sekali. Kalau begitu, bukankah ini artinya…

.

…ciuman tidak langsung?

.

fin

tyavi’s little note : Huwaaahhh akhirnya debut juga kopel unyu ini :3

Oh, iya ini ceritanya si Chaeyoung wakil ketua dan Eunwoo-nya Ketua Student Council

Ugh, kayaknya tyabi kena webe……

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Chae’s Valentine

          1. OKE AKU DAH BACA. Dan sial bgt pas bacanya ini playlist muter lagunya svt vocal unit-chocolate AKU LEMAH T_T
            SERIUS IH EUNWOO CHAENG ITU AKH rasa rasanya mereka ini bakal jadi korban pembantaian tyavi selanjutnya. Sanksi dah
            Duh cute bgt aku tunggu next fic merekaaaaa💋💋💋💋

          2. Waduhh lagu yg itu pan kaya lagu jaman 80an ya nitt wkwk
            Iyahhh nitt kan kamu tahu chae itu ultimate biasku di twice jadi aku pasti mau garap ChaeWoo ini jadi kaya CANON. Tunggu saja nit XD

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s