[1 Of 4] After Death : I Don’t Love You


1455467472181

I DON’T LOVE YOU

 

ficlet series by narinputri

cast : [Soloist] IU as God and [Soloist] Luhan genre : AU, surreal, a bit supernatural, duration : ficlet rating : PG-13

beautiful poster by p i n k s u m m e r

 

 

I don’t love you like I love you, yesterdayI Don’t Love You [My Chemical Romance]

 

==000==

 

Luhan membuka kedua mata karena angin yang berembus lembut di wajahnya.

Pemuda itu mengerjap sembari memandang sekeliling. Ia berada di samping seekor rusa raksasa berbulu kecokelatan, bertanduk pohon rimbun dengan akar emas menjuntai, serta ladang gandum yang ditumbuhi aneka bunga dengan kelopak berwarna pelangi.

Luhan bangkit dan tersadar kemudian jika ia terjun bebas dari jembatan di malam kelam, menghujamkan diri ke dalam sungai yang dingin. Hatinya kemudian hancur, mengingat pemandangan yang sangat ia benci.

Dengan mata kepalanya sendiri, gadis yang akan dinikahinya esok, menikmati tubuh seorang laki-laki yang sangat ia kenali di dalam kamarnya tanpa canggung.

Seketika Luhan terisak. Gadis itu melakukan hal yang teramat tega sebelum hari pernikahan mereka. Hancur sudah harapan Luhan untuk membangun rumah tangga yang indah.

Dengan gontai, Luhan menggenggam akar pohon yang menjuntai tersebut dan melilitkan ke lehernya. Mungkin, mati adalah jalan yang terbaik, daripada mengenyam pedih seperti ini.

“Kau itu sudah mati.”

Suara seseorang menghentikan kegiatannya. Luhan menoleh ke arah gadis bersurai legam dengan dress putih menutupi lutut, berdiri tak jauh dari tempatnya.

“Kau itu sudah mati, untuk apa kau bunuh diri lagi?” tanya gadis tersebut sembari melipat kedua tangan.

Luhan kebingungan, sudah mati? Apakah benar dirinya sudah mati? Jika benar sudah mati, di mana sekarang ia berada dan siapa gadis yang ada di hadapannya?

“Kau di alam kematian sekarang. Panggil saja aku Jieun, aku adalah ‘dewa’,” ucap gadis itu membaca pikiran Luhan dan membuatnya semakin tak mengerti.

“Kemari, nak. Duduklah di sampingku,” ajak Jieun kepada Luhan, dan entah kenapa pemuda itu menuruti perkataan ‘sang dewa’ tanpa menolak.

Mereka berdua duduk berdampingan, merasakan angin berembus lembut sembari memandang langit biru penuh aurora yang bersinar secara bergiliran, seolah pengganti matahari di tempat itu. Daun-daun pada tanduk rusa itu berterbangan menjadi kupu-kupu berwarna-warni, kemudian tumbuh kembali dengan sekejap.

“Kau ingat, saat kau terjun dari jembatan itu? Seketika itupula, kau tewas tenggelam di dalam air bersuhu dingin tersebut,” jelas Jieun.

Luhan hanya terdiam, dan Jieun tersenyum simpul memandangnya.

“Cinta, ya? Jadi semua itu karena cinta.”

Luhan masih terdiam, terlalu kecewa dengan gadis yang sudah menghancurkan hatinya, padahal ia amat mencintai gadis itu.

“Dia tidak mencintaimu, Luhan. Dia hanya mendekatimu untuk mendapatkan ayahmu.”

Pernyataan Jieun membuat Luhan terhenyak tak percaya, walau memang dengan mata kepala sendiri, ia melihat gadis tersebut bercumbu dengan ayahnya. Hati pemuda itu kembali sakit mengingatnya.

“Lalu, kau melakukan hal yang bodoh ini karena cinta? Memang, cinta itu membuat siapa saja menjadi bodoh, bahkan seorang profesor pun.”

Jieun membentuk lingkaran dengan jemarinya di udara. Muncul sebuah cekungan bulat besar yang memperlihatkan refleksi, di mana tubuh Luhan telah diangkat dan diletakan di tepi sungai.

Orang-orang dan petugas medis mengerubungi tubuh itu, sementara terlihat dua orang gadis yang berada di samping jasad Luhan. Gadis bermantel cokelat yang sudah menghancurkan hatinya, dan gadis berkacamata yang tak bukan adalah sahabatnya sejak kecil.

“Kau bisa lihat, mana orang yang benar-benar menangisi kepergianmu.”

Luhan benar-benar bisa melihat. Sahabatnya terlihat begitu terpukul dan menahan tangis, biarpun ia benar-benar syok. Sementara perempuan yang ia cintai memang menangis, tapi tak ada satu guratan rasa sedih terpancar dari wajahnya. Dan itu membuat Luhan tersadar sedikit demi sedikit.

“Ada satu kesempatan lagi, jika kau mau. Dan kesempatan itu hanya berlaku selama sepuluh menit. Kau bisa gunakan waktu tersebut sebaik mungkin,” tutur Jieun.

Luhan ragu, terdiam tanpa berpikir apapun karena tak tahu apa yang akan ia lakukan. Jieun memberikan seulas senyum pada Luhan seraya menepuk kepala pemuda itu lembut.

“Sudah lakukan saja!” ucapnya mendorong tubuh Luhan.

Seketika Luhan seperti tersedot dengan kuat, kemudian berputar kencang hingga akirnya Luhan membuka mata sekali lagi dan terbatuk karena air yang memasuki pernapasannya. Iris beningnya menerawang tempat itu penuh orang-orang yang syok melihat ia hidup kembali dari kematian, begitupula dengan kedua gadis yang dikenalinya.

Gadis bermantel cokelat tersebut langsung memeluk Luhan yang tersadar sementara selama sepuluh menit dengan tangis haru.

“Kupikir aku akan kehilanganmu, Luhan.”

Entah kenapa Luhan merasa sangat jijik dan menjauhkan tubuh gadis itu darinya.

“Kau kenapa?” tanyanya keheranan dengan sikap Luhan.

Luhan memberikan seulas senyum manis, kemudian membelai wajah perempuan itu lembut. Terucap sebuah kalimat lugas yang membuat gadis itu terbelalak.

“Maafkan aku, Hara. Tapi aku sudah tak mencintaimu lagi seperti dulu. Pernikahan ini kita batalkan.”

Luhan lalu memandang sosok gadis berkacamata yang ada di dekatnya, kemudian tersenyum hangat.

“Eunjae, terima kasih. Karena kau telah baik kepadaku selama ini, tanpa aku sadari bahwa kau melakukannya dengan tulus padaku. Kau tahu, aku mencintaimu.”

Gadis yang dipanggil Eunjae itu terkejut mendengar ucapan Luhan, kemudian terlihat semburat merah dari wajahnya.

Luhan bangkit, lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan hati yang begitu lega tanpa beban sama sekali. Rasa sakitnya menghilang begitu saja, berganti dengan rasa nyaman yang membuat bahagia. Hingga sebuah truk menabrak tubuhnya keras, kemudian terpental dan kembali ke tempat di mana ia berada bersama Jieun.

Jieun tersenyum seraya menggandeng tangan Luhan lembut.

“Kau akan tenang berada di tempat ini, percayalah.”

Luhan berjalan bersama dewa tersebut, menuju ladang gandum yang telah beralih menjadi padang rumput hijau luas. Kini, tak ada lagi yang menyakiti hatinya dan hidup dengan tenang untuk selama-lamanya di tempat itu.

 

-end-

 

a/n : yaah, I just rewrite and editing this fic also change the casts dan aku merasa ini masih ancur HAHAHAHAHA. Mungkin, otak Narin butuh direparasi aja kalinya? Mengingat dari kemarin bikinnya aneh2 mulu kan jadi kesel. /tampol aja gih tampol/.

Dan karena ini castnya ada yang diganti, jadi sumonggo tebak saja dari poster siapa yang muncul selanjutnya yha WKWKWKWKWKWK.

 

Mind to leave reviews and comments? ^^

Advertisements

2 thoughts on “[1 Of 4] After Death : I Don’t Love You

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s