[Ficlet] Hangout


ilikeit

Hangout

Jelsaa’s Present

Jun [SEVENTEEN], Clao [OC] || Fluff, Comedy/Crack, Slight! || Ficlet ±449 words || T

NON FORMAL!

Ia memberenggut kesal mengetahui bahwa Jun tengah menatapi sesuatu yang tampaknya sama sekali tak ingin tertinggal walau satu gerakan. Membuat seorang Clao terasa seperti nyamuk sekarang.

©2016


Happy Reading

Clao : “Oppa! Jalan yok! Bosen nih di rumah. Sekalian cari jodoh buat si Cuntik.”

Jun : “Males ah. Lagi mager.”

Clao : “Gitu amat, sama pacar sendiri. Hiks :'(((((((”

Jun : “Yalah iya, nanti aku jemput ya.”

Jun hanya bisa menghela napas berat setelah mengakhiri chat dengan Clao yang bertindak sekenanya. Clao adalah tipe cewek manja, jahil, cengeng dan kekanakan. Tapi di satu sisi Clao bisa jadi cewek perhatian. Walau terkadang ia sangat kesal mengingat tingkah Clao yang seenaknya. Bagaimana tidak? Semua keinginannya harus langsung terkabulkan. Ia pikir Jun apa? Ibu peri? Oh, ralat. Bapak peri? Well, ini bukan fairytale. Jun bukan bapak peri nya Clao di pixiehollow.

Sekenanya ia mengancam Jun untuk putus jika kemauannya tak terkabulkan. Otomatis, Jun langsung mengabulkan. Lantaran Jun terlalu mencintai Clao. Oh shit! Bukan untuk saatnya berdrama ria (?). Sekarang, Jun hanya harus bersiap-siap pergi dengan sang kekasih.

.

.

.

Oppa! Liat deh! Cakep sumpah. Beda banget sama kamu.”
Jun hanya mendesah kesal. Melihat Clao yang menyama-nyama kannya dengan yang lain. Sudah tahu bahwa Jun lah yang paling tampan.

Mata Clao tak hentinya untuk mencari. Terus menyusurinya. Berpindah dari tempat satu ke tempat lain. Lantaran sedari tadi kekasihnya tidak membuka mulut. Clao menoleh dan tak mendapati Jun di sampingnya.

Pandangannya menyapu tempat ini menelusuri segala penjuru. Hingga akhirnya ia temukan sosok Jun yang tengah duduk manis sambil memandang lurus ke depan. Dengan langkah besar-besar Clao menghampiri Jun.

Oppa! Aku cariin, kamu ada di sini!”
Clao memukul tengkuk Jun begitu menemukan sang kekasih. Ia memberenggut kesal mengetahui bahwa Jun tengah menatapi sesuatu yang tampaknya sama sekali tak ingin tertinggal walau satu gerakan. Membuat seorang Clao terasa seperti nyamuk sekarang.

“Ish, gak bisa liat yang bening aja melongo kamu mah.”
Arien menghentakkan kakinya kesal.

“Jun! Wen Junhui!”
Seru Arien karena Jun sama sekali tak meresponnya.

“Apa sih? Ngerusuh mulu.”
Jun bersuara dengan nada datar.

“Kamu mah kacang.” tutur Clao dengan wajah yang masih di tekuk kesal.

“Aku anak babeh. Bukan kacang.”
Jun menyanggah perkataan Clao sok polos.

“Ck, gak pernah ngerti kamu mah. Aku juga bisa selingkuh kalo gitu.”

“Eh?”
Kali ini Jun menoleh.

“Disana ada yang cakep tau. Lebih cakep dari kamu.”

“Kamu tega ya. Beraninya selingkuh dari aku.”

Clao terkesiap melihat likuid bening menggenang di pelupuk mata Jun. Segera ia bersuara.

“Gak lah oppa aku cuman bercanda. Jangan ambil hati. Jangan nangis.”

“Aku gak nangis, tadi ada sapi terbang terus masuk kayaknya ke mata aku. Perih.”

Clao memasang tampang datar. Sekaligus kesal. Sapi terbang masuk ke mata? Segede apa tuh mata?

“Lagian kamu gak bisa liat yang cakep dikit langsung jatuh cinta.”

“Hehe, lagian masa sih aku duain kamu. Walaupun ikan cupangnya lebih cakep dari kamu. Aku tetep cinta kamu.”

“Alay mode on.”

FIN

mind to review?

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s