[FREELANCE] Keep Being You


C360_2016-02-15-06-37-38-768

 

Songwriter: Nathaniel Jung| Title: Keep Being You | Main Cast: GOT7‘s Mark Tuan, OC‘s Zhen | Genre: school-life, fluff | Rating: G | Lenght: ficlet | Disclaimer: This story is my own. Don’t be a plagiator. Be a good readers.

“Aku sedang menjaga perasaan seseorang.”

▽●▽●▽

Namaku Haruko Zhen. Tepat enam belas tahun yang lalu aku lahir ke dunia. Memiliki garis keturunan Jepang-Taiwan tak serta merta aku tinggal di salah satu daerah di salah satu negara tersebut.

Genap sepuluh tahun aku menikmati kehidupanku sebagai penduduk Korea Selatan. Tepatnya di daerah Seoul, pusat ibukota.

Aku memiliki karib bernama Son Seungwan. Sama sepertiku, Seungwan juga merupakan peranakan dua benua. Dalam dirinya mengalir darah campuran Amerika-Korea.

Bedanya, ia memiliki kerabat di sini. Sedangkan aku tidak. Aku mulai tinggal di sini semenjak ayahku dipindahtugaskan kemari.

“Zhen! Kemarilah cepat!” Seungwan memanggilku panik dari arah gerbang kantin.

Kuputuskan untuk segera menghampirinya. Takut-takut terjadi sesuatu yang kurang mengenakan. Biasanya kalau Seungwan sudah seperti ini, berarti memang benar sedang terjadi sesuatu hal yang serius.

“Ada apa?” tanyaku setelah berada di sampingnya.

Seungwan tak lantas menjawab. Tangannya menarik tanganku untuk memasuki kantin. Di sana bisa kulihat banyak sekali siswa yang berkerumun. Seungwan membawaku ke barisan paling depan.

Satu yang mencuri perhatianku. Seorang gadis yang kukenal sebagai senior kelas tiga bernama Lee Mijoo. Dia senior yang baik dan ramah. Ngomong-ngomong dia membawahi ekskul drum band sekolah.

“Itu senior Mijoo, kan? Sedang apa dia di atas sana?” tanyaku pada Seungwan.

“Diam dan lihat saja.” balas Seungwan. Serius, anak ini berbeda sekali saat sedang serius dan tidak. Matanya juga memberikan perhatian penuh kepada senior Mijoo.

“Mark Tuan!”

Beberapa saat kemudian senior Mijoo berujar dengan lantang. Ia menyebutkan sebuah nama. Mark Tuan.

Pemuda yang kutahu kapten tim basket asal Taiwan itu tahu-tahu sudah berada di tengah-tengah kerumunan. Sedikit info, kalau aku juga salah satu anggota inti tim basket putri di sini.

“Seungwan?”

“Diam dulu!”

Aku terdiam patuh. Jika Seungwan berujar demikian, berarti gadis itu sedang serius dan benar-benar tidak ingin dibantah.

Aku lantas kembali memfokuskan diri dengan pemandangan di hadapanku. Dua insan manusia itu masih bergeming. Dapat kulihat dari raut wajah senior Mijoo yang gugup.

“Mark, aku menyukaimu—tidak, aku mencintaimu. Mau kah kau jadi kekasihku?”

Sudah kuduga.

Aku kembali menghadap Seungwan yang kini menggenggam erat tangan kiriku. Namun wajahnya senantiasa masih betah menghadap depan. Maaf, tapi aku tahu kalau gadis ini tidak terfokus pada hal di depannya. Entahlah, matanya terlihat kosong.

“Seungwan, kau mengajakku kemari untuk melihat ini?”

“Maaf.”

Itu bukan Seungwan yang menjawab. Melainkan senior Mark.

“Terimakasih atas cintamu kepadaku. Tapi, untuk membalas perasaanmu, kurasa aku tidak bisa, maaf.”

Kulihat senior Mijoo bergeming. Matanya masih menatap kedua manik senior Mark. Perlahan ia turun dari kursi yang sedari tadi menjadi pijakannya berdiri. Senior Mijoo lantas berjalan beberapa langkah lebih dekat dengan senior Mark.

“Kenapa?” tanya senior Mijoo lirih.

“Aku sedang menjaga perasaan seseorang.” balas senior Mark.

“Kalau boleh tahu, siapa gadis beruntung tersebut?”

Senior Mark terlihat urung untuk menjawab. Tangannya yang sedari tadi berada di dalam saku kini sudah tidak lagi di sana. Dengan masih menghadap senior Mijoo, telunjuknya terulur mengarah tepat padaku.

“Dia.”

Hah? Aku?

Semua penghuni kantin kompak memindahkan pandangan mereka ke arahku. Tak terkecuali senior Mijoo. Terlihat jelas matanya yang membola dengan bibir melongo tak percaya.

“Seungwan, senior Mark menunjukku?” tanyaku dengan berbisik pada Seungwan.

Seungwan mengangguk mantap. Matanya kembali fokus. Ia menghadapku. “Maaf, ini semua permintaan senior Mark.”

Belum sempat aku mencerna kalimatnya, tahu-tahu aku sudah ditarik mendekat ke tengah kerumunan tadi oleh Seungwan.

Gadis itu menatap senior Mark. “Mark, I did it. You must give me a prize. And don’t make her hurt.”

“Thanks, Wendy. I’ll promise.”

Kini Seungwan berjalan menjauh dari kami bertiga. Ia sudah kembali ke spot miliknya tadi. Jadi, apa maksud mereka? Dan aku baru tahu kalau Seungwan dekat dengan senior Mark. Soalnya, senior Mark memanggilnya Wendy.

Hanya orang yang benar-benar dekat dengan Seungwan saja yang bisa memanggilnya begitu. Walau aku merasa diriku dekat dengan Seungwan, tak lantas membuatku memanggilnya Wendy. Aku terlanjur nyaman memanggilnya Seungwan.

Senior Mark kembali beralih menghadap senior Mijoo.

“Mijoo, maaf aku melakukan ini. Tapi, perasaan seseorang tidak bisa terus-terusan dibuat menunggu. Aku juga ingin merealisasikan tugasku untuk menjaga perasaan seseorang.”

Tanganku digenggam erat oleh senior Mark. Kulihat senior Mijoo yang tersenyum manis. Walau matanya terlihat sedih.

“Tidak apa-apa, Mark. Toh, aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja. Aku mendukungmu, Mark!”

Apa hanya aku saja yang tidak tahu keadaan seperti ini?

Bisa kulihat senior Mark mengangguk seraya tersenyum berterimakasih kepada senior Mijoo yang begitu pengertian. Sepenuhnya manik indah milik senior Mark sudah bersarang dalam mataku.

Ia menggigit bibir bawahnya gugup. Bisa kurasakan kalau tangannya berkeringat. Beberapa saat kemudian ia menghela napas panjang untuk menghilangkan rasa gugup yang menderanya.

“Haruko Zhen.” panggilnya.

“Ya?”

“Aku menyayangimu. Maukah kau menjadi kekasihku?”

Hah?

 

 

 

FIN

Advertisements

One thought on “[FREELANCE] Keep Being You

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s