[Ficlet] Give Me Gift


21. give-me-gift

GIVE ME GIFT

 

Songwriter by L.Kyo

Shin Gaeun (OC) x Park Chanyeol (EXO) x Park Dennis (Ulzzang Kid)

Ficlet | Romance, Family, Married Life | G

Summary:
Ayah, Ibu! Aku ingin hadiah”. – Park Dennis.
“Happy Anniversarry sayang. Aku mencintaimu” – Park Chanyeol

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

“Ayah, aku ingin robot iron man dan lightsaber”. Dennis menarik kerah mantel sang Ayah, berharap keinginannya tahun ini terkabul. Park Chanyeol, pria berumur 26 tahun itu berusaha tersenyum, menatap anak laki-laki satu-satunya. Buah hatinya bersama Gaeun.

 

Wanita disampingnya tersenyum, menepuk bokong anaknya sayang. “Apakah kau sudah berbuat baik tahun ini? Ibu kira kau nakal kemarin siang?” Dennis merengut, menatap Ibunya kesal. Bibirnya mengerucut, menandakan bahwa ia menyesal telah melakukan kesalahan.

 

“Aku berjanji akan meminta maaf pada Ibu. Mulai besok aku akan membantu Ibu”. Tawaran cerdas Dennis membuat Chanyeol tak bisa menahan tawanya. “Dennis-ah, kau lupa? Kau juga kemarin menumpahkan kopi di tablet Ayah”. Chanyeol menggoda putranya. Sejujurnya itu tidak banyak, setidaknya tablet yang berisi ciptaan lagunya masih selamat.

 

Bibir Dennis bergetar, tak ayal membuat Chanyeol dan Gaeun kebingungan. “Aku benci Ayah dan Ibu. Huaaaa!!”. Tangisan Dennis semakin kencang, membuat orang lalu lalang disekitar distrik yang dipenuhi orang-orang untuk menyambut hari natal mulai memandangi mereka.

 

“Dennis-ah, jangan seperti itu. Ayah bercanda”. Chanyeol menghentikan langkahnya, berusaha menahan gendongannya agar Dennis tak terjatuh karena anak itu mulai menjegal perut Chanyeol dengan kakinya berulang kali. Mengetahui hal itu Gaeun sigap mengambil Dennis dari gendongan suaminya. Senyum lembut dari sang Ibu membuat Dennis menghentikan tangisnya.

 

“Dennis anak yang baik kan?” Anak itu mengangguk, masih dengan bekas air matanya yang tampak dipipinya. “Anak pintar. Kau tahu santa clause?” Tentu saja Dennis termangu, menunggu gerangan sang Ibu pada santa clause. Chanyeol dan Gaeun mulai melanjutkan perjalanan dan berhenti di sebuah taman bermain. Salju putih sudah menggunung disana, banyak anak-anak bermain bola salju untuk sekedar melemparkannya.

 

“Kemarilah! Ayah akan menceritakan santa clause padamu”. Chanyeol melambaikan tangannya sehingga Dennis segera turun dari gendongan Gaeun dan duduk dipangkuan Chanyeol. Tempat mereka bertiga duduk bersama. “Dennis-ah. Setiap natal ada pria gendut dengan mantel merahnya, kumis putih tebalnya dan sekantong berisi mainan. Dia adalah santa clause”.

 

Dennis mengerjap, memandang Chanyeol penasaran saat kata hadiah masuk dalam pendengarannya. Gaeun hanya tersenyum, mengelus puncak kepala putranya sayang. “Santa clause datang tiap tengah malam”. Semburat rasa penasaran tampak diwajah Dennis. “Tengah malam? Kenapa Ayah? Apakah Santa Clause tidak mengantuk?”

 

Chanyeol menggeleng lalu memeluk Dennis erat. “Tidak! Santa Clause bekerja setiap malam dan tidur pada siang hari. Apa pekerjaannya? Kau tahu Dennis-ah?” Dennis mencoba berpikir. “Hmm, mencari bintang untuk hadiah?” Chanyeol berusaha menyembunyikan tawanya dan mengecup pipi Dennis gemas. “Bukan. Santa Clause akan mendatangi anak baik untuk diberikan hadiah”.

 

Dennis turun dari pangkuan Ayahnya. Menatap Chanyeol dan Gaeun bergantian. “Ayah, Ibu. Aku adalah anak baik. Apakah aku akan mendapatkan hadiah dari santa clause? Jika aku berbuat nakal sebelumnya, bisakah aku meminta maaf pada Ayah dan Ibu? Aku ingin iron man dan lightsaber. Aku ingin menunjukkannya pada Kim Minji besok”.

 

Gaeun mengangguk. “Dennis adalah anak baik. Kau akan mendapatkannya saat kau bangun besok!” Chanyeol menoleh cepat, menatap Istrinya penuh tanya. Sorakan bahagia Dennis memecah kebingungan Chanyeol saat Dennis mulai berlarian senang, menuju gunungan salju yang tak jauh dari mereka. Merayakan kebahagiannya besok saat iron man dan lightsaber ada ditangannya.

 

Chanyeol mencubit perut Gaeun gemas, membuat Gaeun tersentak sesaat. “Ya! Ada apa? Jangan pelit lagi untuk Dennis. Ia sudah berumur 5 tahun, ia tidak akan mudah kau tipu lagi”. Gaeun terkikik, mengingat natal tahun lalu saat anaknya masih belum mengerti apa itu hadiah.

 

“Lalu? Kapan kita membelinya? Apa kita harus meninggalkan Dennis disini?” Chanyeol menatap kedepan, memperhatikan putranya bermain dengan riang. “Aku baru saja menghubungi Adikku untuk membelikannya. Kau tahu kan bahwa dia pemilik toko mainan? Jika itu permintaan Dennis, itu sangat mudah. Ya! Kau Ayah macam apa? Jangan bermalas-malasan untuk memanjakan anak”. Chanyeol kembali menoleh, menarik tubuh Gaeun untuk dekat disampingnya.

 

“Kau yakin aku harus memanjakan Dennis lebih darimu? Aku rasa kau akan cemburu setelah ini”. Senyum menggoda Chanyeol membuat semburat pipi Gaeun semakin memerah. Ia mendorong tubuhnya dari Chanyeol, namun suaminya semakin mempererat pelukannya. “Tck, kau sama saja seperti dulu. Penggombal!”.

 

“Aku tak berubah. Kau ingat tempat ini? 6 tahun lalu. Aku melamarmu. Dihari yang sama. Ketika turun salju. Kau benar-benar hadiah terindah yang aku miliki!” Chanyeol semakin memeluk Gaeun erat. Gaeun berpura-pura mendorong tubuh Chanyeol karena merasa malu untuk melakukan seperti ini. Walaupun sejujurnya, di dalam sistem kardiovaskuler nya darah mengalir cepat dipembuluhnya.

 

Gaeun memeluk erat Chanyeol, merasakan aroma maskulin dan hangatnya pelukan dari suaminya. Jujur saja, sejak Dennis datang ke dunia, mereka jarang melakukan hal romantis berdua seperti ini. Mungkin bisa dikatakan mereka membuang masa muda dan menjalankan hal serumit ini yaitu membangun rumah tangga.

 

“Ayah! Ibu!” Chanyeol dan Gaeun sekejap saling mendorong dan merapikan mantelnya masing-masing. Gaeun berdehem dan berpura-pura menekan ponselnya yang memang tidak ada apa-apa disana. Chanyeol beranjak dan menggandeng putranya. “Ada apa Dennis-ah?” Dennis menarik tangan Ayahnya dan menuntunnya berjalan. “Aku ingin pulang dan pergi tidur. Anak-anak disana mengatakan jika aku tidak tidur dan terjaga dimalam hari, santa clause tidak akan datang ke rumah”. Gaeun tersenyum dan ikut beranjak.

 

“Benarkah?” Gaeun mencoba menanggapi putranya. “Benar Bu. Mereka mengatakan seperti itu. Ayah, Ibu! Ayo kita pulang! Ayo!” Chanyeol menggegam tangan kanan Dennis dan Gaeun ikut menggegam tangan kiri Dennis. Mereka berjalan beriringan, menatap putranya bahagia. Lalu pandangan keduanya bertemu, tampak semburat senyum bahagia diwajahnya. “Happy Anniversarry sayang. Aku mencintaimu”. Bisikan lirih Chanyeol membuat Gaeun menundukkan kepala, menyembunyikan rasa malunya. Lalu ia mendongak dan menatap mata indah suaminya. “Aku mencintaimu juga” Bisik Gaeun yang disambut senyum malu Chanyeol.

 

-FIN-

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s