[Ficlet] Pantas Saja..


tumblr_inline_nwrek9pAHS1t9wu2k_250

Songwriter: anonimjeon| artist: Jungkook & Halla | genre: School Life | duration: Ficlet | rating: general

“Aku tahu kau marah. Tapi bisa tidak marahnya jangan sekarang? Karena aku mau mengatakan sesuatu padamu.”

.

.

.

Sudah hari ke empat belas sejak Jungkook, anak baru berkacamata yang culun itu duduk sebangku dengan Halla Si cewek preman yang banyak tingkah.­ Bisa kau bayangkan sendiri bagaimana jadinya kalau Si Preman yang hobinya berbuat ulah itu menjahili Si Culun yang ternyata takut anak perempuan. Tentu saja kau pernah melihatnya di potongan film yang berlatar belakang sekolah.

 

“Aku harus mengerjakan PR.” Gugup, Jungkook sampai tak berani mengangkat  wajahnya. Padahal Halla baru mendaratkan pantatnya di kursi kosong di samping Jungkook. Belum sepatah katapun keluar dari bibirnya yang ceriwis.

 

“Aku bahkan belum mengatakan apapun.” ujarnya menelengkan kepala seolah bingung. Gadis kuncir kuda itu menarik nafas sembari mengerucutkan bibirnya. Tak lama kemudian mendelikkan mata saat menemukan sekotak bekal tak tersentuh di atas meja. “Waaah… makan-“

 

“Ini punyaku!” Sialnya kalimat Halla terpotong oleh gerakan tangan superkilat Jungkook. “Ini… maksudku, jangan dimakan semua..” lanjutnya. Frekuensi suaranya berubah melembut setelah melihat aura gelap di sekitar Halla. “Ki-kita bagi dua saja, ya?” Tawarnya. Ia benar-benar ngeri kalau saja aura gelap Halla semakin menyebar ke tiap sudut kelas hanya karena Jungkook tidak memperbolehkan Halla menggigit sepotong roti bakarnya.

 

Jungkook teringat dua hari yang lalu, ketika Halla –untuk kesekian kalinya mempermalukan Jungkook di depan kelas. Halla menyuruh Jungkook untuk bernyanyi padahal ia tahu Jungkook sangat pemalu dan selalu gemetaran berdiri di depan banyak orang. Suaranya jadi sember dan terdengar seperti anak laki-laki yang kebelet pipis.

 

Salahnya sendiri yang memancing Halla menjadi ganas waktu itu. Ia mengatakan ‘berisik’ saat Halla sedang asyik bernyanyi. Dan itu membuat sisi jinak Halla berubah seratus delapan puluh derajat. Tingkat kejahilannya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Ditambah lagi suaranya yang nyaring saat menertawakan Jungkook di depan kelas. Gadis itu seperti punya kesenangan tersendiri menjahili Jungkook.

 

“Kau marah karena yang kemarin?” Halla mengacuhkan sepotong roti yang dibelah dua oleh Jungkook. Ia bertanya serius pada pemuda yang setengah-tampan-setengah-bodoh di depannya ini.

 

“T-tidak..” Mana mungkin Jungkook mengatakan yang sebenarnya. Kalau pun ia punya keberanian mengatakan ‘ya’ sepertinya suara yang akan keluar hanya berupa bisikan.

 

“Kau marah karena aku menyuruhmu bernyanyi?” Ulang Halla melengkapi kalimat sebelumnya. Sebenarnya wajar saja kalau Jungkook marah padanya. Toh, Jungkook juga manusia yang punya batas kesabaran. Tapi Halla akan memohon kepada Jungkook untuk tidak marah sekarang. Mungkin bisa lain waktu, besok, atau minggu depan. Pokoknya, jangan sekarang.

 

“T-tidak begitu.. Aku..”

 

“Aku tahu kau marah. Tapi bisa tidak marahnya jangan sekarang? Karena aku mau mengatakan sesuatu padamu.” Mimik Halla benar-benar serius. Membuat Jungkook mau tidak mau ikut serius. Walaupun dari awal Jungkook memang tidak bercanda.

 

Jungkook menggigiti bibir bawahnya, gugup. Padahal yang mau mengatakan sesuatu Halla, tapi malah ia yang salah tingkah. Maklum, ini pertama kalinya sejak empat belas hari Jungkook mengenal Halla, gadis itu mau bicara serius.

 

Dan Halla masih setia menunggu respon Jungkook yang tiba-tiba sok sibuk berkutat dengan buku gambarnya. Ia sudah bertekad apapun yang terjadi nanti, ia akan tetap mengatakannya pada Jungkook.

 

Maka dari itu Halla meminta Jungkook menunda amarahnya untuk lain waktu.

 

Halla menoleh ke kanan dan kirinya. Hanya ada beberapa orang yang ada di dalam kelas. Sepertinya tidak akan ada gosip atau rumor yang akan menyebar setelah Halla mengatakan ‘itu’ pada Jungkook.

 

Lama saling diam, Jungkook ternyata tidak sabaran menunggu Halla buka suara. “Kau mau bilang apa?” tanyanya masih menunduk di atas buku gambar.

 

Halla memastikan sekali lagi bahwa pembicaraan mereka tidak akan didengar orang lain. “Setelah aku mengatakan ini, terserah kau mau marah atau tidak. Yang jelas aku perlu mengatakan ini.” tuturnya jadi berbelit-belit, membuat Jungkook mengernyitkan alisnya dan bergumam pelan ‘Apa?’

 

“Kau tahu Kim Taehyung? Kemarin dia menculikku ke belakang gedung sekolah, hanya kami berdua di sana.” Halla menelan salivanya, untuk pertama kalinya ia gugup di depan Jungkook. “Kau tau apa yang dia lakukan padaku?”

 

“Apaa?” Dengan cepat Jungkook menjawab. Di kepalanya sudah bertebaran dugaan-dugaan yang, ehm, tidak perlu diperjelas. Kau tahu, Kim Taehyung itu senior yang sangat ditakuti. Dan ia terkenal dengan, ehm, ehm.

 

Halla tidak segera menjawab. Ia menahan nafasnya sembari menghindari tatapan Jungkook yang penasaran. Ia baru menjawab ketika Jungkook memukul bahunya pelan dan menagih kelanjutan ceritanya.

 

Halla baru tahu Jungkook tipe orang yang suka bergosip juga.

 

Dengan berat Halla kembali buka suara. “Aku… ditagih hutang.”

 

“Hah?”

 

“Iya, aku pernah berhutang padanya, dulu…”

 

Jungkook menelengkan kepalanya. Seakan-akan otaknya kosong seketika. Ia tidak tahu apa ini hal yang sangat penting sampai Halla mengatakannya dengan serius. Hanya masalah hutang, dan Jungkook sudah terlanjur berpikir ke arah yang lain.

 

“Lalu?”

 

“Jungkook, aku pinjam uangmu dulu, boleh tidak?”

 

Nah!

 

Jadi itu? Ia mau pinjam uang?

Pantas saja Jungkook tidak boleh marah dulu, dan mengatakan ‘kau boleh marah setelah aku mengatakan ini’

 

Pantas saja… ternyata itu.

Ternyata mau pinjam uang.

 

 

 

Fin.wkwk

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Pantas Saja..

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s