[FREELANCE] Yesterday – After Day and Tomorrow (Vignette)


Yesterday - After day and Tomorrow

Yesterday – After day and Tomorrow

Kang Seulgi | Seulgi (Red Velvet), Oh Sehun | Sehun (EXO/EXO-K),, Red Velvet member’s OT5, EXO member’s OT9, Recent of SM Artist

Longshoot – 2918 Words || Friendship, Comfort/Hurt, Sad || G – T

Songwriter: @kyo_chan0629

*Also posted at my own blog https://thehouseoffiction.wordpress.com/

“Kau benar. Apa yang bisa kita lakukan?”

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Writers baru. Butuh banyak masukan.

DON’T BE PLAGIARISM!!!

Take It With Full Credit!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

DON’T BE PLAGIARISM!!!

Take It With Full Credit!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

2014, sebuah awal baru yang mendebarkan bagi Seulgi. Kebahagiaan baru yang ditunggunya selama enam tahun tiba juga. Dengan nama Red Velvet, ia bertransformasi menjadi kupu-kupu penari.

“Selamat!” Bisik Sehun saat berpapasan dengannya di koridor panjang lantai tiga gedung agensi mereka.

Seulgi berterima kasih seraya tersenyum lebar. Ia tidak bisa menutupi kebahagiaan sekaligus rasa gugup yang tersisa pasca penampilannya di salah satu stasiun televisi beberapa jam yang lalu.

Meski singkat, tapi apa yang Sehun ucapkan begitu bermakna bagi Seulgi. Karena bagaimanapun, mereka pernah berjuang bersama memecah kepompong setebal beton.

Namun senyum lebar Seulgi tak bertahan lama ketika mendapati langkah timpang sahabatnya. Ingin ia bertanya apa yang terjadi? Bagaimana bisa ia menjadi begitu? Apakah ia baik-baik saja? Dan banyak lagi. Tapi sayang, pertanyaannya menggantung diujung lidah ketika ia dan lelaki itu sama-sama menghilang diujung lorong yang berlainan. Lagi-lagi, satu tembok memisahkan mereka. Dan lagi-lagi, Seulgi hanya dapat berdoa.

            Berkati dia dan hyung-deul-nya Tuhan. Amin.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi mendengar satu desas-desus yang begitu menghebohkan dari dalam gedung. Namun ia tak mengerti apa maksud dari kiasan-kiasan yang dilontarkan para staff. Pada dasarnya ia memang cuek, sehingga memilih tak ambil pusing dan tetap fokus pada karirnya sebagai rookie.

Namun, ketidak pedulian Seulgi menoreh luka tambah pada seseorang, dan Seulgi tidak sadar itu.

Hingga harinya tiba.

Headline berita yang dicetak besar-besar, membuat Seulgi hampir tersedak liurnya sendiri. Ini gila. Kebohongan macam apa ini? Dan kemudian pikirannya melanglang buana ditengah mulutnya yang sibuk berbicara kepada pendengarnya.

Ada perasaan gelisah meski ia duduk ditengah-tengah anggota group-nya. Hati, pikiran, ekspresi, dan mulutnya tak bersinkronisasi. Ditengah wajah lugu penuh senyum cerah terselip rasa khawatir dan pemikiran yang campur aduk.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi hampir berlari disepanjang lorong di setiap lantai gedung agensi, namun tak satupun dari senior dua tahunnya terlihat, tak juga dengan manajer dan staff yang selalu bersama mereka.

Kegelisahan Seulgi tak berujung. Hingga ia memilih untuk menenangkan diri di ruang latihan basement.

Sepi, dan lampunya juga mati. Situasi yang pas untuknya.

Pertama, ia menuju satu-satunya komputer yang ada disana. “Semoga koneksi internetnya tidak diputus.” Seulgi bermonolog.

Komputer menyala, dengan segera ia membuka situs pencari, kemudian mengetikkan beberapa kata.

Kris Keluar Dari EXO?

Selama matanya menjelajah berbagai macam tulisan di viral online, napasnya tertahan. Berita habis. Situs pencari ditutup. Dan komputer di shut down. Seulgi merosot ke lantai. Napasnya tak karuan. Begitu juga perasaannya.

            Apa kau baik-baik saja?

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi tersenyum saat mendapati sahabatnya muncul lagi ketika menerima penghargaan, meski diam saja selama leader-nya mengucap serentet kalimat tanda terima kasih dan saat lagu encore diputar. Tapi, berbagai pertanyaan masih mengitari benaknya.

“Kang Seulgi! Kita berangkat sekarang!” Kemudian suara sang leader menyadarkannya. Ia mematikan tv, dan bergegas menyusul leader-nya

*Yesterday – After day and Tomorrow*

“Apa kabarmu?” Tanya Seulgi saat mendapati Sehun di backstage –seusai konser EXO, jauh dari anggota lainnya.

“Ah… Hai.” Kentara sekali keterkejutan diwajah lelahnya. “Aku baik. Penampilanku yang paling hebat diantara hyungdeul kan?!” Tanyanya dengan senyuman khasnya.

“Jongin lebih baik.” Seulgi meleletkan lidahnya. Masih senang menggoda.

“Aish! Kang Seulgi!”

“Oh Sehun!” Teguran manis Joonmyeon –leader Sehun- ditambah wajahnya yang berubah galak membuat Sehun urung memiting leher Seulgi.

Ada kecanggungan begitu semua mata member EXO maupun Red Velvet memandang mereka. Ya, mereka lupa, kali ini bukanlah tiga, empat, ataupun lima tahun lalu saat keduanya masih sama-sama trainee.

“Untukmu.” Seulgi menyodorkan botol minum dengan gambar mickey mouse.

Sehun menerimanya, kemudian melongok isinya. “Terima kasih.” Ucapnya kemudian sebelum menyesap minuman favoritnya.

Himnae!” Ucap Seulgi kemudian, sebelum manajer memanggilnya untuk segera menyusul member lain kembali ke Van.

Sepeninggalan Seulgi, Sehun termenung sesaat. Jelas sekali gadis itu khawatir, ia yakin ada beribu pertanyaan dalam benaknya. Ia kemudian meringis pelan, dan tersenyum selebar mungkin. Berharap apa yang dilakukannya akan sampai pada sahabatnya itu.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi dan Joohyeon –leader groupnya- baru selesai berlatih ketika mereka mendapati beberapa staff sibuk mondar-mandir. Keduanya saling menatap dan menyiratkan kebingungan masing-masing.

“Ada apa lagi?” Joohyeon menyuarakan kebingungannya. Seulgi hanya membalas dengan gedikan bahu.

Begitu tiba dilantai dasar, tepat satu langkah keluar dari lift, Seulgi dan Joohyeon langsung ditarik manajernya.

“Kita keluar lewat pintu belakang basement. Pintu utama tidak aman, terlalu banyak penggemar dan wartawan.” Jelas si manajer saat Seulgi dan Joohyeon berebut bertanya.

Lagi, satu kakak kesayangan Sehun pergi. Itu kesimpulan yang Seulgi dapat saat mobil manajer mereka –Red Velvet- yang digunakan sebagai kendaraan ‘evakuasi’ meninggalkan gedung agensi.

Satu lagi luka yang didapat Sehun. Parahnya, luka kali ini lebih hebat dari yang sebelumnya. Dan Seulgi merasakan itu

Selama perjalanan Seulgi hanya mampu menatap kosong audio player yang sedang memutarkan lagu Overdose milik seniornya.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi berpikir, apa yang salah? Mengapa doanya sesaat setelah debut menjadi mimpi terburuk disiang bolong? Dan mimpi terburuk itu mendatangi tidur pulas sahabatnya.

Eonni.” Suara Yerim –magnae group-nya- menyadarkannya dari berbagai pertanyaan yang terus saja berkelebat dibenaknya.

“Ada apa?” Tanya Seulgi lembut begitu si magnae duduk tepat disampingnya.

Eonni melamun saja. Wendy eonni memanggilmu tuh.” Seulgi tersenyum malu, lalu mengusap sayang kepala adiknya sebelum beranjak menuju kamarnya –tempat dimana roomatenya, Wendy atau Seungwan memanggil.

Sooyoung yang sedang rebahan dilantai bangun, kemudian duduk sambil bersandar pada kaki sofa. Melirik Yerim dengan pandangan bertanya. Yang ditanyai hanya menggelengkan kepala tanda tak mengerti.

“Akhir-akhir ini Seulgi eonni memang sering melamun. Ketika beratih saja tatapannya sering kosong.” Bisik Sooyoung.

“Aku sudah bertanya pada eomma. Tapi dia juga bilang tidak tahu. Dan kata eomma, setiap dia bertanya pada Seulgi eonni, eonni selalu menjawab tidak ada apa-apa.” Yerim menunjukkan wajah sarat akan kekhawatiran, juga rasa penasaran. (Joohyeon selalu dipanggil eomma oleh duo magnae Sooyoung dan Yerim)

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Pasca kembalinya Red Velvet dengan satu member baru –Yerim, Seulgi dibuat sibuk sejadi-jadinya. Tak berbeda jauh, Sehun pun senasib dengan juniornya itu begitu EXO melakukan serentetan persiapan untuk kembali dengan sepuluh member.

Sejujurnya, banyak yang ingin keduanya bagi untuk satu sama lain. Namun sepertinya apa yang agensi akukan sama dengan para penggemar. Mereka membangun benteng yang membuat keduanya harus bersusah payah membobol hanya demi dapat melihat satu sama lain.

Lalu, disuatu senja…

            Hei sipit. Ayo bertemu di basement!

Satu pesan masuk dari Sehun, yang sejujurnya sangat menyebalkan, membuat Seulgi dapat bernapas lega –dan tersenyum juga- ditengah-tengah jadwalnya yang mencekik.

            Iya albino!

Balasnya sambil masih tersenyum, kemudian mengendap-ngendap menuju basement dari ruang latihan di lantai tiga.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

“Hebat. Sibuk sekali dirimu, padahal baru kemarin debut.” Celetuk Sehun yang membuat Seulgi ingin sekali mengemplangnya.

“Tak sadar diri apa? Kau jaraaaaang sekali menyapaku sejak debutmu.” Balas Seulgi dengan wajah super kesalnya.

Sehun tertawa lepas, membuat Seulgi berdesir. Akhirnya, tawa itu lagi.

“Kau baik-baik saja kan?” Tanya Seulgi to the point kemudian. Tidak bisa lagi berbasa-basi untuk pertanyaan yang sudah lama menghantuinya.

“Sebaik yang kau lihat. Hei… kau kurusan ya.” Ucap Sehun dengan senyum mengejek. Seulgi langsung menghadiahinya jitakan yang –sayangnya- meleset.

“Lalu selama ini aku gendut begitu?!” Sehun hanya menggedikkan bahu, membuat Seulgi semakin gemas. “Dan asal kau tahu, sekarang kau persis anatomi kerangka manusia di lab biologi.” Sengit Seulgi.

Sehun melotot lama, namun pada akhirnya tertawa juga. Dan tawanya kali ini menerbitkan pula tawa Seulgi.

“Sudah lama rasanya Hun. Lamaaa sekali…” Ucap Seulgi begitu tawanya reda seraya menatap langit-langit basement, menerawang.

“2011…” Sehun mengambil jeda sejenak, “Tahun terakhir kita.” Lanjutnya ikut menatap langit-langit basement.

“Tahun terakhirmu sebagai trainee tepatnya.” Seulgi menyikut pelan Sehun yang duduk disampingnya.

“Hehehe. Iya. Dan kau harus berjuang tiga tahun lagi sendirian setelah itu.” Sehun tersenyum miris, begitu juga Seulgi.

“Dan ini tahun keduaku. Dan tahun keempatmu.” Keheningan panjang menggelayuti kemudian.

“Jujur padaku. Bagaimana kau sekarang? Dirimu? Perasaanmu? Pikiranmu?” Seulgi menatap Sehun lamat-lamat.

“Entahlah. Aku juga tidak tahu.” Sehun menunduk, menempatkan dagu dilututnya.

Hening lagi.

“Kau sendiri? Baik-baik saja dengan Yeri?” Sehun menoleh, menatap Seulgi.

“Baik. Sooyoung, maksudku Joy pun tidak keberatan. Lagipula, apa yang bisa kita lakukan?” Seulgi mendesah.

“Kau benar. Apa yang bisa kita lakukan?” Sehun mengulang kalimat terakhir Seulgi. Namun ada makna lain dalam kalimat terakhirnya itu.

“Maaf Hun.” Kalimat tiba-tiba Seulgi membuat kening Sehun berkerut, kepalanya kembali tegak.

“Maaf aku berusaha menutup telinga ketika rumor pertama beredar. Maaf tidak bersamamu saat segalanya terjadi.” Seulgi menunduk, kentara sekali rasa bersalah dalam ekspresinya.

“Kau tidak perlu meminta maaf. Bukan salahmu. Kau kan tidak melakukan apa-apa.” Sehun kembali menatap langit-langit basement, suaranya sedikit tercekat. “Seperti yang kau bilang. Apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa terus berlatih dan tampil.”

Seulgi mengangkat kepalanya, lalu mengangguk, dan mengikuti Sehun kembali menatap langit-langit.

Semoga ini yang terakhir.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

 

Suatu sore, Sehun melihat ada yang aneh dari Seulgi. Tapi ia tak paham, tepatnya mencoba mengacuhkan itu.

Hingga dua minggu kemudian perubahannya semakin kentara.

“Kau mencoba menghindariku?” Tegur Sehun se-selesainya mereka –ia dan EXO, Seulgi dan Red Velvet- tampil disebuah acara musik yang sama. Sebagai rival. Dengan group-nya yang membawa kemenangan.

“Apa?” Seulgi memasang wajah tak berdosanya. Ia tak mengerti maksud sahabatnya itu.

“Dua minggu ini kau menghindariku Kang Seulgi!” Geram Sehun.

Seulgi berpikir. Ia memiringkan wajahnya tanda tak mengerti, matanya tak benar-benar menatap Sehun yang ada dihadapannya.

Sehun semakin geram, juga bingung. Pasalnya tak sampai satu bulan lalu mereka masih mengobrol, tertawa lepas dan berbagi rasa bersama di basement.

Sebenarnya Seulgi sadar akan hal itu. Namun ia bersikap sebaik mungkin seolah-olah semua itu hanya perasaan Sehun saja. Ia tidak mau menambah luka sahabtanya, sejujurnya. Tapi tidak ada pilihan lain. Karena ketika ia mencoba untuk mempertahankan dinding goyah yang menjadi penyangga ia dan Sehun, dinding penyangga lain akan hancur, cepat atau lambat.

“Aku tidak mengerti Oh Sehun! Cepat kembali, Joonmyeon oppa pasti mencari!” Titah Seulgi setengah mengusir. Tanpa sadar maksud sebenarnya, Sehun menurut saja.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Menjelang penghujung tahun semua artis-artis dan pihak televisi sibuk dengan acara penghargaan musik dan penyambutan tahun baru. Ditengah kesibukan itu, berita menggemparkan menghantam salah satu gedung agensi. Membuat beberapa artisnya jadi kelimpungan sendiri ditengah amukan sang CEO.

Sehun EXO dan Seulgi Red Velvet berpacaran sejak TRAINEE?

Dan headline dengan kalimat serupa kian membanjiri berbagai situs berita. ‘kunjungan’ penggemar dan wartawan didepan gedung agensi membuat seluruh penghuni agensi itu harus menjungkir balikkan otak hanya demi mendapat cara keluar dari gedung agensi tanpa ada yang mengikuti.

Si ‘tersangka’ yang muncul dari headline berita dipanggil, didakwa tanpa dasar. Membuat keduanya kesal juga.

“Kami tidak berpacaran!” Desis Sehun ketika ia –juga Seulgi- terus saja dipojokkan akan berita itu.

“Aku pegang kata-kata kalian. Untuk sementara ini, jangan sampai aku, atau siapapun itu melihat kalian bersama-sama, dekat-dekat, apalagi hanya berdua. Atau masalah akan semakin rumit. Sudah sana keluar!” Si CEO menunjuk pintu keluar ruangannya seraya memijat pelipisnya perlahan. Sehun dan Seulgi langsung keluar setelah pamit.

Sekeluarnya dari ruangan Seulgi langsung bergegas menuju lift terdekat. Berlawanan dengan Sehun yang hanya diam mematung didepan pintu bertuliskan Chief Executive Officer.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Waktu seperti mendukung apa kata-kata pria tua diruangannya beberapa waktu lalu. Kesibukan Sehun dan Seulgi membuat keduanya hampir tak pernah bertemu. Berita hari itu sudah mereda. Meski masih banyak penggemar yang menyerang satu sama lain. Seulgi masih mendapati banyak sekali penggemarnya yang menyerang Sehun di akun instagram lelaki pucat itu. Begitu juga Sehun yang mendapati lebih banyak EXO-L –sebutan penggemar EXO- mencaci maki Seulgi di akun SNS gadis itu.

Karena hal inilah, satu keputusan membuat satu dinding penyangga yang sejak lama goyah hancur juga.

Malam seusai Red Velvet mengisi sebuah program variety show disalah satu tv swasta Seulgi mendapati duo magnae line sedang menangis dalam diam. Ada leader-nya yang sedang mencoba menenangkan duo magnae itu, setidaknya berusaha membuat mereka tidak mengeluarkan suara tangis.

Seulgi mengerutkan alis. Tangannya yang siap mengetuk pintu tertahan diudara, kala satu suara pedih menyambut pendengarannya.

“Ini melelahkan eomma. Aku kasihan pada Seulgi eonni dan Sehun sunbae. Tapi aku juga lelah mendapati kita terus menerus dicaci maki.” Ujar Sooyoung disela-sela tangisnya.

Seulgi menunduk dalam, kemudian berjalan perlahan menuju kamar mandi. Satu-satunya tempat pribasi di dorm ini.

Dengan tatapan kosong ia menatap pantulan dirinya dicermin wastafel. Memikirkan perkataan Sooyoung, dan juga tangis gadis itu dan Yerim. Kalau saja malam itu ia tidak menemui Sehun di basement, mungkin ceritanya akan lain.

Seharusnya, ia tetap menghindari Sehun saja sejak hari itu.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Satu lelaki berhasil menerobos parkiran basement salah satu gedung agensi besar. Ada kamera saku ditangannya. Dengan lihai ia mengambil beberapa foto sepasang lelaki dan perempuan yang sedang asik bersenda gurau disudut parkiran. Senyum sinisnya mengembang. Ia akan mendapat banyak uang dalam waktu dekat. Kebetulan, kantong uangnya sudah sangat menipis.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi menegang saat mendapati Sehun beberapa langkah dihadapannya, sibuk dengan smartphone-nya. Kemudian ia menunduk dalam, berharap lelaki suer jangkung itu tidak menyadari keberadaannya.

Namun gagal, “Hei Kang Seulgi.” Bisik lelaki itu.

Seulgi berusaha mengabaikannya. Tapi tidak bisa. Ia berhenti tepat disamping Sehun.

“Kau kenapa?” Tanya Sehun kemudian.

Seulgi terdiam beberapa saat. Hingga ia terkejut sendiri dengan apa yang kemudian dikatakannya. “Menjauhlah dariku Sehun.”

Sehun melotot kearah Seulgi. Berbagai pertanyaan menyelimuti wajahnya.

“Kenapa? Ada apa sebenarnya Seulgi-ya?” Sehun menyentuh bahu Seulgi.

Lalu ditepis pemiliknya. “Menjauhlah dariku! Hiduplah sebagaimana Sehun tiga tahun lalu! Kalau perlu, seperti sembilan tahun lalu. Sebelum kau bertemu denganku.”

Kening Sehun semakin mengkerut. Kemudian ia tertawa hambar. “Acara apa ini? Hidden camera? Ah, kau mungkin salah tanggal, tapi sungguh ulang tahunku sudah lewat.”

“Aku serius. Menjauhlah. Pergi dariku. Jangan mencari apapun tentangku lagi.” Tergesa Seulgi meninggalkan Sehun yang mematung.

Sadar Seulgi tak lagi bersamanya, ia berbalik. Namun terlambat, gadis itu sudah menghilang diujung lorong.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi menahan tubuhnya yang hampir merosot kelantai dengan bersandar pada dinding. Ia tidak benar-benar meninggalkan Sehun begitu berbelok diujung lorong. Napasnya memburu, dan setetes air mata lolos ketika mendapati Sehun memukul keras-keras dinding disampingnya, melukai tangannya sendiri.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

“Ada apa antara kau dan Seulgi?” Tanya Taemin –senironya- setengah berbisik saat keduanya dan Jongin –teman satu group-nya- bersiap untuk dance parade di konser SM Town –konser besar agensi mereka.

“Tidak ada hyung.” Sehun tersenyum sebaik mungkin. Meski tak dipungkiri hatinya berdenyut ngilu kala mendengar nama itu disebut.

“Tapi aneh. Kalian diam saja saat gr tadi siang. Biasanya kan kalian selalu bercanda bersama” Sehun tahu, nyaris mustahil juga membohongi seniornya yang satu ini. Karena Taemin tahu betul kalau Sehun dan Seulgi nyaris tak bisa dipisahkan.

“Tidak apa-apa hyung. Siang tadi anginnya terlalu kencang. Aku saja sampai kurang fokus. Kau tahukan aku benci udara dingin yang ekstrim hyung?!” Elak Sehun. Menggunakan alibi awal musim gugur yang kelewat dingin.

Taemin sudah membuka mulutnya, namun suara panitia di sampingnya membuatnya urung menanyakan ini dan itu pada Sehun. Mereka sudah harus naik panggung.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

 

“Kau baik-baik saja?” Tanya Seungwan ketika keduanya sudah duduk didalam bis yang siap membawa sebagian artis SM ke hotel.

“Iya. Memangnya kenapa?” Seulgi bertanya balik dengan wajah datar.

“Kau terlihat aneh akhir-akhir ini.” Sahut Soojung –seniornya yang seumur- yang duduk didepan mereka.

“Aneh bagaimana?” Seulgi menatap Soojung dan Seungwan bergantian.

“Entahlah. Aku merasa ada sesuatu yang sedang terjadi.” Tambah Soojung.

“Ada apa antara kau dan Sehun?” Tanya Seungwan to the point akhirnya.

Jinri –teman satu group Soojung- yang sedari tadi sibuk dengan smartphone-nya akhirnya berbalik. Ingin tahu juga apa yang dibicarakan sahabat-sahabatnya itu.

“Tidak ada apa-apa. Kalian saja berlebihan.” Lalu Seulgi menutup matanya dengan beanie dikepalanya.

Dan ketiga gadis yang penasaran itu hanya bisa mendesah. Tahu betul Seulgi tak boleh diganggu kalau mau tidur.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seulgi bersyukur, Sehun selalu sibuk seperti biasanya. Membuat frekuensi pertemuan mereka lebih jarang lagi dibanding beberapa waktu kemarin. Jika dulu Seulgi tidak suka, belakangan ini ia jadi menyukainya. Walau terdengar jahat, sesungguhnya hati Seulgi terluka karena itu.

Karena siapa lagi yang terbaik yang dimilikinya selain Red Velvet dan Sehun?

Disisi lain Sehun sangat terganggu dengan kenyataan Seulgi yang tak pernah lagi menyapanya. Jangankan itu, menatapnya langsung saja tidak pernah lagi. Bukan hanya terganggu sebenarnya, ia tersiksa, dan hatinya semakin terluka. Ayolah, dua luka lama Sehun belum sembuh, Seulgi seharusnya tahu itu.

*Yesterday – After day and Tomorrow*

Seperti biasa, ditengah jadwal kosong Seulgi sering berlatih diam-diam di tengah malam. Ia hanya menyalakan dua lampu yang terhubung seri. Dan memilih menyalakan audio dengan volume serendah mungkin sebagai musik pengiring tarinya.

Tiba-tiba seseorang membuka pintu ruang latihan dengan penerangan minim itu. Seulgi hampir tersungkur karena mendadak berhenti ketika sedang menari. Jantungnya berpacu, takut jika seorang pelatih atau bahkan petinggi yang mendapatinya memilih mencuri waktu berlatih daripada beristirahat.

Namun jantungnya berpacu lebih cepat, ditambah rasa ngilu disudut hatinya kala retinanya menangkap jelas siapa sosok menjulang diambang pintu melalui cermin ruang latihan.

“Mungkin kau belum dengar. Atau mungkin kau tidak ingin dengar dan tidak ingin tahu. Tapi kali ini saja, aku tidak mau melaukan hal yang sama seperti dulu.” Sehun –sosok menjulang itu- mengambil napas dalam. Kentara sekali ia berusaha menstabilkan suaranya yang bergetar menahan tangis.

“Ada satu lagi yang akan pergi. Aku tidak sanggup. Tapi… apalah yang bisa kulakukan?” Sehun menghembuskan napas berat, kemudian menambahkan. “Semoga kau tidak benar-benar pergi juga.”

Pintu tertutup pelan. Tak ada lagi sosok menjulang Sehun. Seulgi terduduk. Niatnya latihan hingga besok pagi sirna. Setetes air mata yang sekian lama dipendamnya jatuh juga. Lalu berubah menjadi isakan kecil yang teredam audio dari lagu yang diputarnya.

  1. tao Hengkang dari exo

*Yesterday – After day and Tomorrow*

  1. Red Velvet dan EXO kembali bersaing dalam setiap acara musik. Demi trophy yang tak dapat diuangkan itu.

Namun ada ketimpangan disana. Bukan masalah jumlah anggota, karena jumlahnya tak berubah sejak tiga tahun lalu –yang satu berlima, yang satu bersembilan. Tapi, sorot mata sarat akan rindu yang tertutup topeng aku-tak-mengenalnya sangat mengganggu empat perempuan dan delapan lelaki yang berdiri berdampingan menunggu keputusan penyerahan trophy.

End~

DON’T BE PLAGIARISM!!!

Take It With Full Credit!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

Glosarium

-deul: Semua. Merujuk pada orang banyak. (Korea)

Eomma: Ibu, panggilan yang digunakan perempuan. (Korea)

Eonni: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/perempuan yang lebih tua. (Korea)

Himnae: Berjuanglah. Kata-kata penyemangat. (Korea)

Hyung: Panggilan untuk laki-laki kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

Magnae: Anggota termuda. (Korea)

-ya: Digunakan pada akhiran nama huruf vokal, biasa digunakan pada seseorang yang sudah dekat sekali. (Korea)

Sunbae/-nim: Senior. (Korea)

Note’s: Salam kenal dari songwriter baru ini

Maaf untuk FF yang tercipta dengan plotbunnies ini. Jadi entahlah…

Maaf juga untuk covernya yang abal-abal itu *bow*

R&R please ;;)

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s