[Ficlet] To Heaven


leo

To Heaven

by tyavi

|LEORENE|

[VIXX] Leo and [Red Velvet] Irene

Romance, slightFluff, Sad, Hurt/Comfort, AU! | Ficlet | G

Disclaimer :

Diadaptasi dari lirik lagu Jo Sung Mo – To heaven

Summary :

It won’t take that long until we meet in that place where there’s no goodbye.

Until then, just wait for me a little longer.

.

.

.

https://soundcloud.com/anna-maria-429/to-heaven-vixx-leo

 

(Dulu) rumah kita, 17 Maret 2016

Irene sayang.

Apa kau baik-baik saja? Bagaimana kabarmu? Kau tidak sedang menangis karena aku tidak di sana, bukan? Hahaha (ini aku sungguh tertawa) maaf kalau aku cerewet. Ku mohon jangan marah dan juga heran dengan tingkahkuyang selalu mengingkari pribadiku saat menghadapimukarena ini sudah terhitung dua bulan sembilan hari sejak kita berpisah. Tenang saja, aku juga tidak marah atas kepergianmu, Irene. Aku hanya merasa sudah lama sekali aku tidak menulis surat untukmu, tidak, ini adalah kali pertama aku menulis surat sekaligus (semoga saja) surat terakhirku untukmu. Ditulis di meja kerjaku (tempat di mana kau menyajikan secangkir kopi setiap malam, dulu) pada pukul tiga pagi. Sebagai bentuk representatif betapa absennya dirimu mulai memberi andil besar dalam hidupku. Singkat kata, aku merindukanmu.

Mungkin terdengar konyol, kau sudah lama meninggalkan rumah ini tetapi aku merasa kalau kau tahu aku sulit tertidur akhir-akhir ini (benar-benar konyol, kan?), atau mungkin aku tidak mau. Aktivitas merebahkan diri lantas menyelami dunia mimpi telah menjadi suatu kesia-siaan belakangan ini. Karena apa? Karena kau, Bae Irene. Bukan, ini bukan seperti aku mengeluhkan hilangnya sosok tubuh mungilmu yang berbaring di sisiku, jelas sekali aku sudahnyaristerbiasa menghabiskan tujuh puluh hari tidur sendirian di ranjang berseprai krem ini (seprai yang sama seperti sebelum kau pergi, baru ku ingat juga kalau krem adalah warna kesukaanmu). Tenang saja, aku rutin mencucinya seminggu sekali, kok. Dicuci tangan seperti yang pernah kau tunjukkan padaku, dulu. Setelah kepergianmu seprai itu jadi favoritku, omong-omong. Seperti katamu, seprai krem itu sangat lembut dan hangat. Selain cantik kau memang terampil dalam memilih benda. Semua benda pilihan tanganmu masih terpajang apik di seluruh penjuru rumah ini karena terlalu bagus untuk dibuang. Dengan kata lain, tak ada satupun yang berubah dari rumah inisemua furniturnya kau yang membeli karena aku hanya sibuk mencari rezeki.

Ah, lagi-lagi aku terlalu banyak bicara. Menyapamu selalu memancingku untuk membuka kembali pintu nostalgia, pun membuatku mengkhianati label irit bicara yang Hakyeon dan Jaehwan tempelkan. Selalu ada banyak hal yang ingin kubicarakandan kupertanyakanpadamu, Irene. Tapi hanya satu yang ingin kutanyakan padamu, setidaknya untuk saat ini. Irene, kau selalu datang ke dalam mimpiku, bukan? Tetapi, kenapa akhir-akhir ini kau menghilang?

Kau selalu bilang kalau kau benci lingkaran hitam yang tergambar di bawah mataku setiap pagi (katamu aku lebih cocok jadi hamster dibanding jadi panda). Tapi tak terpikirkah olehmu, kalau hilangnya eksisitensimu di dalam bunga tidurku sama saja membuat tak ingin bermimpi?Mimpiku hanya kelam tak berujung tanpamu, yang lantas menuntunku dalam mimpi buruk berkepanjangan. Dan yang kulakukan setiap hari kini adalah terus mengkhawatirkanmu. Aku mohon jangan lakukan ini padaku.

Katakan Irene, apa terjadi sesuatu?

Apa kau pergi terlalu jauh dan tidak bisa mendatangiku?

Atau kau marah padaku karena aku(mencoba)terlihat baik -baik saja tanpamu?

Jadi, kau hanya sedang bercanda denganku, bukan?

Aku tahu kau, Bae Irene. Kau tidak mungkin meninggalkanku meski sedetik pun. Ketika hujan turun, kau di sana, kan? Bersembunyi dibalik awan dan menangis. Ketika matahari bersinar terang, kau di sana, kan? Melempar tatap malu seraya menjungkitkan senyum cerahmu. Ketika langit bertabur bintang, kau di sana, kan? Menyusun kerlipan di langit malam sambil membuatku tertidur dengan senandung merdumu. Kau pergi tapi kau tak pernah pergi. Apa kau takut aku melupakanmu? Bodoh. Kau tahu aku, bagaimana bisa aku melupakanmu begitu saja hanya karena aku tidak bisa melihatmu?

Saat ini, dengan waktu yang sulit karena kau tidak disampingku. Aku tetap menjaga hati ini kosong, dan tidak mencari penggantimu. Jangan pernah merasa bersalah meski sekarang kau jauh dariku. Wajah cantikmu masih terukir jelas dalam hatiku, Irene. Lagi pula ini semua hanyalah perpisahan semu sampai kita akan kembali bertemu. Karena dapat ku pastikan, tidak akan ada perpisahan untuk kita.

Sampai saat itu tiba, bersabarlah dan tunggu aku.

Seseorang yang (sangat amat) mencintaimu,

Jung Leo

*

Drrttt…drrttt…

Yeobseyo.”

“Dokter Jung, pasien kanker hati di ruang 307 dalam keadaan darurat.”

“Aku segera ke sana.”

.

***

.

“Sebagai tenaga medis seperti kita, sedarurat apapun kita harus tetap berhati-hati. Sudahlah jangan menangis.”

Si wanita berjas putih mengusap lembut pundak gadis yang masih terisak di sebelahnya. Gadis itu menarik napas dalam, mengisi paru-parunya dengan oksigen kendati sesak masih merambat. “Seharusnya aku tidak—”

“Ini bukan salahmu. Di luar hujan dan truk itu salah jalur.”

“Aku masih tidak percaya ini…Dokter Jung ingin menyelamatkan nyawa seseorang, tetapi justru nyawanya yang tidak terselamatkan.”

“Sudahlah, mungkin Dokter Jung sudah bahagia bersama istrinya yang meninggal karena kanker, dua bulan lalu.”

fin


 

The lyrics of the song are about missing someone who has passed away. It has been a while since the person died, and the narrator is worried about not seeing his loved one in his dreams anymore. Inevitably, the passing time makes it more difficult to remember the person’s face, even in dreams. But even so, the narrator refuses to let go, saying that someday they both will meet again in heaven.

tyavi’s little note : dibuat dalam waktu dua jam, hasil imajinasi setelah denger suara Leo dan nonton MV RedVel yg baru (enggak, sama sekali gak terinspirasi MVnya kok). Entahlah ini ngefeel atau enggak. Bahasanya bagus atau enggak. Tapi rasanya udah lama banget ga nulis genre ini.

Mind to drop some review 😉

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] To Heaven

  1. Seneng sih waktu pertama baca kalau castnya leorene,, eh waktu baca ceritanya aku cuma bisa bengong.. Kok jadi sad gini sihhh?(T⌓T)

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s