[Drabble] The Pain


the-paint copy

 

Songwriter: anonimjeon | Artist: Jimin Park [BTS] | Featuring: Oh Cho Ra [OC] | Genre: Romance, Angst | Duration: Drabble | Rating: Teen

Desclaimer: Hanya sepotong fiksi yang muncul tiba-tiba. Kalau ada kesamaan/kemiripan jalan cerita, itu murni tidak disengaja.

The Pain

 

Segelintir perih mengalir kala langkah kaki pemuda Park itu mendekat. Si gadis tahu, ini adalah yang paling menyakitkan. Untuk Jimin maupun dirinya.

Seteguk saliva berhasil mengalahkan sedikit kegugupan yang serta merta mendominasi suasana lara. Dingin yang menusuk di bawah rindangnya dedaunan, menambah keraguan keduanya. Apakah ini pilihan yang benar. Atau justru akan tertanam bibit baru dari sebuah duka.

Pemuda yang wajahnya sudah sayu itu hendak membuka suara. Tapi hanya helaan nafas berat yang mengudara. Terlalu menyakitkan.

Gadis kesayangannya bernama Ra.

Berdiri menopang luka dengan hatinya yang tak lagi sama, Ra bersandar lemah pada batang pohon di belakangnya. Bersusah payah melantunkan tanya, “Apa tak ada lagi kesempatan untukku, Jim?” Menunduk demi mempertahankan tangisnya yang meronta minta dikeluarkan.

Jimin mengadahkan kepalanya sesaat, mengumpulkan serangkaian kata yang terkubur jauh dalam benak. Selangkah pijakan ia tempuh demi menangkup wajah Ra yang tak lagi merona. “Andai dulu tak ada suka antara kita, mungkin tak akan seperti ini, Ra.” Jemarinya mengusap lembut kulit wajah Ra. Berharap menimbulkan rona merah lagi di sana.

“Ini salahku, Jim. Aku sadar.” Ra menatap manik cokelat Jimin, sendu. Kesalahan maha besar atas dirinya yang melukai Jimin dengan menaruh hati pada pemuda lain. Ia sadar itu. Kendati Jimin tak pernah terang-terangan menyalahkannya, Ra tahu Jimin menangis untuk pengkhianatannya. Namun, pemuda itu tetap tersenyum manis saat pengakuan dosa terucap dari bibir Ra. Begitu tenang mendekap sakitnya sendirian.

Semakin mempersingkat jarak, Jimin menarik garis bibirnya membentuk senyuman. “Aku juga salah.” Tak butuh waktu lama untuk menepis jarak di antara mereka. Sebuah tautan yang menjadi perantara keduanya untuk bertukar lara. Untuk saling rasa bagaimana kesakitan menjalari hati mereka. Seperih inikah akhirnya?

Satu sentuhan lembab yang mengalirkan desiran tangis di pipi Ra. Jimin berhasil merobohkan benteng pertahanannya yang terakhir. Terisak dalam hangatnya kecupan panjang. Ra memejamkan matanya kuat-kuat, menahan dirinya yang mulai runtuh.

 

Kalah atas tangisnya sendiri, Ra melepaskan kecupan itu. Lantas menyandarkan wajahnya pada leher Jimin yang dingin. Membasahi permukaan kulit pemuda itu dengan beribu tetes penyesalan.

end.

maxresdefault

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s