[VIGNETTE] Luhan


Luhan

LUHAN

Sewinduproject #1

By ravenclaw

Starring with

The girl and Xi Luhan

Fluff, FriendShip, School Life | Vignette | Teen

sekedar mengambil dan memaknai beberapa lirik lagunya Tulus.

 

Jika ada yang bertanya tentang pria bermarga Cina itu mereka hanya mengatakan, “dia pendiam,” begitu jawabannya.

Atau paling tidak memberikan sebuah sumber yang menurutnya terpercaya seperti, “ah dia, kau bisa bertanya langsung pada Alann, dia yang lebih mengerti,” mengatakan seperti itu pertanda dia tidak mengerti apa-apa soal pria berambut coklat itu.

Soal Alann, ya?

Jangan kau pikir dia seorang pria yang sangat dekat dengan pria Cina itu, justru berbeda dari ekspetasimu.

Dia adalah seseorang yang sedikit berulah, tapi berkat ulahnya dia dipilih sebagai sie mading dalam organisasi terkenal bernama OSIS, juga lebih suka menghabiskan waktu di rumah dengan bermain game bersama rivalnya, Park Chanyeol, atau internetan ria bersama kuota kesayangannya ketimbang mengerjakan tugas dari sekolah. Untuk masalah rangking dia tidak terlalu amatir tidak terlalu pintar juga, kalau ada tugas yah segera dikerjakan tapi kalau memang sudah buntu besoknya ia akan tersenyum manis pada tetangganya yang sudah delapan tahun menjadi tetangganya juga dan berkata manis seperti ini, “Luhan, boleh minjam buku tugasmu? Aku belum selesai nih,” dan dengan pasrah pria Cina itu memberikan bukunya yang sepertinya sukarela, menurut Chanyeol.

Dan dia adalah seorang gadis berkuncir ekor kuda dengan hobi tidur di kelas kalau merasa dirinya mengantuk.

Kaget? Ah, tidak hanya kau saja yang kaget. Teman-teman sekelasnya juga kaget kala mendengar nama itu pertama kali dalam telinga mereka dan yang justru mengaku memiliki nama itu seorang gadis yang tidak pernah kehilangan ide anehnya.

Lalu, apa hubungannya dengan Luhan?

Mereka tidak terlalu dekat, hanya dekat biasa-biasa saja karena kebetulan juga mereka bertetangga dengan jarak lima langkah dari rumah masing-masing.

Lalu, kenapa harus bertanya pada gadis aneh itu kalau mereka saja tidak dekat seperti drama-drama yang kalian tonton?

Kalau untuk itu, memang kau harus bertanya padanya.

Karena sudah hampir sewindu gadis itu mengenal dan berusaha mendekati pria diam seribu bahasa itu.

Bukan, bukan karena gadis Kim itu menyukai pria Xi itu, bukan! Salah besar! Justru karena Alann atau Lanna penasaran dengan kehidupan pria Cina tersebut, sejak delapan tahun yang lalu,

Sejak mereka bertemu pertama kali secara langsung di taman bermain perumahan mereka. Saat itu, Luhan kecil sedang duduk sendiri di bangku taman, asyik bermain rubik kesayangannya. Tak lama sepasang sepatu berwarna-warni dengan lampu yang menyala mendekatinya dengan wajah polosnya, “siapa namamu?”

“Xi Luhan.”

“Kau anak baru, ya?”

Ia hanya bisa mengangguk, karena saat itu ia belum bisa berkata fasih dalam huruf hangul.

“Mau main denganku?”

Ia bergeleng, lebih memilih bermain rubik ketimbang dengan Alann, dan Alann kecil hanya tersenyum, memaklumi pilihannya.

“Kalau kau mau ikut main,” telunjuk Alann kecil mengarah pada bundaran air mancur disana, “kau bisa menyusulku kesana.”

“Oke?”

Dan Luhan kecil hanya mengangguk-angguk saja.

Mulai dari situlah Alann merasa penasaran dengan Luhan. Pasalnya, agak aneh kalau seorang laki-laki kecil tidak cerewet seperti Chanyeol atau bahkan lebih parah adik sepupunya, Kim Kai yang bahkan mampu merobek hati seorang wanita disaat mereka berumur sepuluh tahun. Parah sangat.

Dimulai dari hal kecil tersebut yang tumbuh rasa ingin mendekati Luhan lebih dari sekedar yang ia lakukan saat kecil, seperti memaksa Luhan ikut bermain dengannya atau berusaha masuk ke kamar Luhan supaya mereka bisa bermain disana tanpa gangguan teriakan Chanyeol dan Kai.

Alanna hanya ingin berteman baik dengan Luhan.

Itu saja, cukup berarti baginya.

Mereka kembali dipertemukan saat memasuki masa menjadi murid SMA baru, dan dimulai dari situ juga Alann ingin kembali mendekati Luhan sebagai temannya. Berusaha mengajak pulang bersama, berangkat bersama juga yang terkadang Luhan menolak ajakannya secara halus karena ingin sendiri. Alann tidak marah sama sekali, ia mengerti Luhan terkadang risih berangkat pulang bersamanya, menurutnya.

Sampai akhirnya disuatu hari hujan turun sangat lebat, dimulai sejak siang tadi. semuanya pasrah begitu saja di koridor depan kelas berharap hujan segera berhenti yang ternyata tidak mau mengikuti keinginan mereka. Tapi tidak dengan Alann. Ia sudah melepas bahkan memasukkan sepatunya ke dalam tas yang berhadiahkan jas khusus tasnya dan diganti sepasang sandal jepit berwarna hijau. Payung sudah siap di tangan kanannya dan, Hap! Gadis itu sudah berjalan setengah lapangan menuju gerbang sekolahan.

Namun, aksinya harus dihentikan oleh teriakan Luhan yang baru pertama kali ia dengar selama sewindu ia berteman dengan pria itu. “Kim Alanna!” dan otomatis gadis berkuncir itu menoleh mengangkat alisnya pada pria Xi itu.

“Apa?” ujarnya tanpa nada dan dibalas lambaian tangan, menyuruhnya untuk mendekati Luhan.

Di tangan kanan Luhan sudah menyiapkan sapu tangannya, “nih, wajahmu basah, Lanna,” menyodorkan sapu tangannya yang langsung dipelongo oleh Alann tapi berusaha netral akan sikap Luhan yang menurutnya luar biasa, aneh.

“Ada apa?” tanya Alann sekali lagi setelah membasuh wajahnya dengan sapu tangan Luhan.

Pria itu melirik jam tangannya kemudian menatap Alann, “kakakku akan menjemputku sebentar lagi, kau mau ikut tidak?”

“Harus?”

Dan Luhan mengangguk dan tersenyum untuk pertama kalinya yang direspon hembusan napas antara lega dan sedikit kesal, “oke, baiklah, tuan Xi yang terhormat.”

Dan sejak saat itulah mereka sering pulang bersama dan sejak saat itu juga Chanyeol merasa ada yang tidak beres dengan mereka.

“Kalian pacaran, ya?” itu kalimat pertama yang langsung mendapat hadiah bogem di perut mulus Park tersebut.

“Seenaknya saja menuduhku seperti itu! Bilang saja kalau kau cemburu aku sering pulang dengannya,” dan yang bersangkutan hanya tersenyum kecil sedangkan Chanyeol terus memegangi perutnya berpura-pura kesakitan.

“Alah, alasan!”

Gadis itu tidak kehilangan akal, ia mendekati telinga besar Chanyeol dan membisikkan sesuatu,”awas saja kalau kau menyebarkan fitnah tentang aku, aku bahkan akan mempersiapkan pamflet kalau kau menyukai Joy adik kelas kita.”

“ALANNA BUSUK!”

Begitulah kegiatan mereka, bahkan saat Alann ditunjuk maju mewakili sekolahnya dalam lomba menyanyi, saat ia meminta pendapat dari teman-teman sekelasnya justru Luhan yang pertama kali memberi komentar secara detail melalui Line, sangat detail.

Disaat-saat seperti itulah terkadang Alann merasa bersalah pada temannya tersebut, Luhan itu pintar tapi ia sering memanfaatkannya saat ada tugas. Pernah suatu kali ia menceritakan rasa bersalahnya pada pria itu yang ditanggapi tawaan kecil dari Luhan.

“Tidak apa, Lanna. Menurutku itu simbiosis mutualisme, kau mau berteman denganku meskipun aku ini introvert dan sebagai balasannya aku memberimu dukungan pada ambisimu dengan desain dan kadang memberi contekan saat ada tugas. By the way, terimakasih kau sudah mau memiliki rasa bersalah padaku, berarti kau menganggapku sebagai temanmu.”

Dan langsung ditanggapi dengan mulut sedikit terbuka dan alisnya yang mengangkat, “bukannya kita memang sudah berteman sejak delapan tahun yang lalu, ya?”

Sampai saat ini, sudah memasuki dua windu masa pertemanan mereka.

Alann kali ini sedang ada siaran radio dan baru saja selesai siarannya, begitu juga kerjaannya sebagai freelance desainer yang sudah ia garap beberapa jam yang lalu sebelum siarannya dimulai. Luhan sudah tersenyum manis bersandar pada badan mobil miliknya.

“Kemana kita sekarang?”

Mochalatte!

Black coffee!

And banana chesee cake!

Dan kedua insan itu tertawa renyah atas kekonyolan mereka.

Bagi Alann, cukup baginya seperti ini.

 

Cukup baginya melihat Luhan tersenyum manis dihadapannya, disetiap paginya, siangnya, dan malamnya, sebagai sahabat terbaiknya.

END.

 

 

Kepikiran project ini saat mandi sehabis pulang sekolah alias uts ‘-‘ dan sepertinya enak kalo pembukanya yang kek gini, ketimbang drama :v

Btw, makasih yang udah mau baca ini ^^ see you next time, dear :*

Advertisements

3 thoughts on “[VIGNETTE] Luhan

  1. hmm kaget juga ada yg nulis luhan di fj selain aku haha, stlh sekian lama
    persahabatannya manis sih tapi kok rada lempeng ya. kyk kurang terasa konfliknya gitu…
    terus ada bbrp kesalahan, misalnya di dlm tanda petik itu mestinya selalu diawali huruf kapital, ada juga tadi paragraf yg ditutup koma pdhal seharusnya ditutup titik, ada juga kalimat yg mengandung ‘bicara dalam huruf hangul’ padahal bicara mestinya dgn bahasa korea kalo nulis pake huruf.
    keep writing!

    1. itu itu itu nganuuuu kepikiran pas lagi mandi pas lagi karaokean sewindu bang tulus :’v
      /erik rada nganu :v /
      aku rada males kalo bikin fanfict yang ada konfliknya :’v mungkin ini efek lagi uts ajah yah :’v
      aku juga ngerasa ada yang salah dalam tulisanku tapi akunya gatau bagian mana T.T
      BTW MAKASEH KAK UDAH MAMPIR UHUUUUUYYY AKAK JUGA SEMANGAT EAK ^O^ :*

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s