[Ficlet] Tugas Akhir


Tugas Akhir

 

TUGAS AKHIR

.

A ficlet fanfic by D.O.ssy

Cast Xiumin and Chen of EXO | Genre Horror, Comedy, Slice of Life | Rating PG-13

Poster credit selviakim @ Poster Channel

.

“Baru nyadar, ya?”

.

Konon, Tugas Akhir dan skripsi merupakan momok paling menakutkan bagi seluruh mahasiswa di dunia. Pun tak terkecuali bagi sepasang partner, Minseok dan Jongdae, yang masih dengan ‘keterpaksaannya’ menghabiskan malam berdua di kampus demi mengerjakan proyek akhir menyebalkan mereka.

Demi Dewa Neptunus, kalau bukan karena pacarnya yang meminta nikah cepat-cepat, Minseok rela mengulang satu semester lagi, ketimbang harus sekelompok dengan manusia paling menyebalkan se-alam semesta. Laki-laki manja dan bodoh bernama K-I-M-J-O-N-G-D-A-E!

Sungguh, Minseok ingin pulang sekarang, tapi sidang tinggal dua minggu lagi. Jadi, apa boleh buat?

Oh, rupanya dikejar deadline lebih menyeramkan daripada dikejar setan.

Minseok mencatat data percobaan alat di jurnalnya secepat kilat. Jam menunjukkan pukul dua belas malam tepat. Ia mengeluh. Tidak sudi rasanya menghabiskan kerincingan detik lebih lama lagi bersama proyek amit-amit ini, ditambah Jongdae si lamban yang menyolder komponen saja tidak beres-beres sejak dua jam yang lalu. Kalau begini caranya, kapan Minseok bisa berkencan mesra dengan bantal dan selimutnya di rumah?!

Namun malam itu, yang membuat Minseok ratusan kali lipat lebih jengkel adalah ketika partner-nya menepuk pundaknya tiba-tiba dan memecah konsentrasinya menjadi abu. “Min, aku pulang, ya. Dingin, nih. Mau ngambil jaket dulu di rumah. Nanti aku balik lagi deh,” pamit si lelaki kurus, inosen.

Andai saja Minseok tidak ingat punya darah tinggi, rasa-rasanya ia ingin mengamuk bagai singa lapar detik itu juga. “Gak pakai lama, ya! Kita masih harus buat analisa hasil pancaran alat!” jawab Minseok, mencoba tetap sabar meski sebenarnya sebal minta ampun.

Maka sepanjang tiga puluh menit Jongdae pergi, mulut Minseok tak hentinya berkomat-kamit, mengumpat kasar seakan tiada hari esok. Hei, dirinya sudah berkorban sampai membuang waktu istirahat yang berharga, sampai melewatkan acara TV kesukaannya, sampai membatalkan acara makan malam dengan si Cinta, serius, sampai sebegitunya! Kemudian Jongdae dengan seenak hidungnya meminta pulang dalam keadaan satu pun tugasnya sama sekali belum rampung?

ARRGGHHH!!!

Ini semua gara-gara mahaguru Jung yang memiliki ide amat brilian hingga memasangkannya dengan si cerdas Jongdae untuk Tugas Akhir!

Tugas Akhir, bro! Tugas Akhir! Tugas yang menentukan kelulusan!

College never been this hard. Tidak, sebelum Jongdae bergabung!

Minseok tengah sibuk menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan Jongdae, saat laki-laki itu akhirnya datang memakai jaket tebal berbulu lantas mengambil tempat duduk di sampingnya. “Sudah dikerjakan, ya?” tanyanya tanpa dosa.

Bukan main. Sekali lagi, Minseok menggerutu dalam hati. Tak habis pikir dengan otak Jongdae yang entah sebebal persneling karatan atau bagaimana. Datang-datang, bukannya membawakan satu jaket lagi untuk dirinya, bukannya membawakan supply makanan, bukannya langsung membantunya, malah duduk-duduk cantik seperti princess.

“Ukur daya pancar, dan noise transmitter pakai spectrum analyzer itu, Dae. Catat di jurnal, lalu plot bandwidth-nya. Jangan tanyakan aku bagaimana caranya, cari sendiri di internet!” perintah sang ketua proyek setengah membentak. Agaknya Minseok harus banyak bersabar punya rekan kerja bloon serupa Jongdae.

Drrrttt …. Drrrrttttt ….

Ponsel Minseok bergetar keras tanda panggilan masuk. “Mungkin dari si Cinta,” pikirnya seraya menyambar benda persegi panjang pipih di meja kerja. Namun sesaat kemudian ia mengernyit heran seiring menatap nama si pemanggil yang tercetak di layar. Kenapa nomor Jongdae meneleponnya? Apa ponselnya ketinggalan di rumah?

“Halo,” sapa Minseok ragu-ragu.

“Min, aku gak bisa ke kampus. Maaf, ya.” Suara cempreng Jongdae menyahut dari seberang dan Minseok makin keheranan.

“Ini … Kim Jongdae kah?”

“Iya, aku Jongdae. Udara dingin banget, aku kena flu, jadi gak bisa balik lagi ke kampus, Min. Aku janji beresin semuanya besok, deh.”

Cklekkkk ….

Laki-laki gempal itu mematikan secara sepihak sambungan teleponnya. Matanya melotot horror. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri meremang. Kalau yang menelepon barusan adalah Jongdae, lantas siapa pemuda kurus berjaket bulu yang duduk membelakanginya dan mengutak-atik proyeknya itu?

Oh, Minseok rasa malam ini cukup sampai di sini saja. Ia harus segera angkat kaki sekarang juga, sebelum si Jongdae palsu menyadarinya.

“Mau ke mana, Min?”

Minseok membeku di tempat mendengar vokal makhluk di belakangnya—yang telah disadarinya ternyata bukan suara Jongdae. “Emm …. Anu. A-aku mau ke toilet,” jawab lelaki itu sekenanya, lalu mengambil langkah lebar-lebar ke luar dari ruangan, enggan untuk berbalik menatap sosok lawan bicaranya.

DEG

Ya Tuhan. Mimpi apa Minseok kemarin malam? Jongdae jadi-jadian tiba-tiba muncul dari balik pintu, persis di hadapannya. Mengeluarkan seringai kuat dan tatapan tajam sambil tertawa cekikikan.

“Baru nyadar, ya?” ucapnya seiring perubahan wujudnya. Menampakkan figur aslinya yang mahamengerikan, kemudian menghilang ditelan kegelapan dalam satu kedipan mata.

Jika di awal Minseok bilang dikejar deadline itu hal yang paling menakutkan. Ia meralat, bertemu setan ketika sedang dikejar deadline ribuan kali lebih mengerikan.

.

END

.

Ini sebenernya kisah nyata di kampus aku, terjadi dua tahun lalu saat kakak tingkat sejurusanku ngerjain TA di laboratorium teknik telekomunikasi bareng temennya sampai tengah malem. Ceritanya serem, partner-nya yang pulang ternyata kecelakaan jadi gak bisa balik lagi ke kampus. Sedangkan orang yang tadi di samping dia ternyata hantu beneran. Si kakak tingkat aku itu nyoba kabur, eh tapi diikutin. Terakhir si hantu nepuk pundaknya sambil bilang, “baru nyadar ya?”

Oke jadi ceritanya, aku sebagai mahasiswa tingkat akhir, jadi parno ‘kan. Yah, daripada dibikin stress mending ceritanya dijadiin parodi aja. Dan voila ff ini lahir dengan segala kenistaan yang ada. Maafin aku Jongdae-Oppa dan Umin-Oppa, lagi-lagi kalian jadi korban pelecehan otak alay aku /loh/.

Buat yang udah baca, kasih komen ya. Sekalian doakan aku yang sedang sibuk TA ini. Mudah-mudahan gak ada kejadian aneh-aneh kaya di atas 🙂

Terima kasih semua. Salam, D.O.ssy

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Tugas Akhir

  1. KENAPA HARUS XIUCHEN DAN KENAPA DI HOROR DGN PLOT SEPERTI INI SELALU JONGDAE YG JADI HANTU LIKE SERIOUSLY *krn aku pernah baca yg serupa sebelumnya
    hahaha utg labku dulu tutupnya paling ‘malem’ jam 5 sore. enak ya mereka bisa pairingan kalo ngerjain TA, aku ga bisa T.T utg aku udh kompre jadi gak balik2 lagi ke lab.
    tugasakhir!AU ini menarik kalo dieksplor lagi, ayo kak dicoba XD aku pasti bakal baca XD keep writing!

  2. Hhihihiihih..
    Ok. Likeeeee iiitttt..
    Kirain boongan horornya di bca prtma2nya..
    Tpi trakhirnya tu.. Hiiiii.. Srem juga.
    Oh.. Chenniii yg mlang jdi hntu. 😆
    Walaupun gk suka horor

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s