[Ficlet-Series] When God Made You, He Was Showing Off #3


an EXO-M scenario mini-series by Liana D. S.

EXO Lay  (Zhang Yixing) x You

Romance, Fluff, Marriage Life, Ficlet, General

.

Setiap kali melihatnya, obsesimu untuk memasukkannya ke salah satu keajaiban dunia senantiasa menyeruak ke permukaan.

Bukan, ini bukan soal senyum segibanyak Yixing yang sanggup melumerkan tulang-tulang (dan mengapa disebut ‘segibanyak’, itu karena ia bisa berubah jadi apa saja—mulai dari lelaki manis calon menantu ideal hingga pria flamboyan yang menaklukkan sederetan panjang perempuan semudah menjatuhkan sebaris domino—semata dengan mengubah sedikit sudut senyumnya). Bukan juga soal lesung pipinya yang lebih dalam dari Palung Mariana. Bohong, sih; mana ada lesung pipi sedalam itu? Tapi, dengan lesung pipi itulah, ia menggapai bagian terdalam hati wanita dan membuat mereka bersedia jatuh-bangun deminya. Batang tubuhnya yang sempurna pun tidak menjadi sorot utamamu… aih, kau malah kerap dibikin cemburu oleh aksi awurannya di depan ribuan penggemar. Pakaiannya tiba-tiba terbang entah ke mana, lalu ia memancing histeria massal dengan menggerakkan otot-otot lenturnya, beriring irama memabukkan, lupa daratan. Bahaya jika sudah begitu; istirahatmu terancam terganggu sebab ia akan pulang dalam keadaan masuk angin dan kaulah yang mesti merawatnya. Padahal siapa yang menikmati performanya, aku saja yang kena getahnya, omelmu dan dia nyengir bersalah.

Yang aneh, kau tak pernah berniat meninggalkan Yixing. Alasannya ya itu tadi: keajaibannya. Sama sekali tak ada bangunan—Pisa, Sagrada Familia, maupun Empire State Building—yang begitu indah tampak luarnya, namun amat rapuh dalamnya, yang mampu bertahan sangat lama dari terjangan zaman. Semenakjubkan apapun Yixing, kau lebih mengerti konstruksinya. Titik lemahnya multipel, cedera mendatanginya dari segala arah, fisik dan mental sama-sama aus setelah turun panggung. Kata maafnya meluncur tak henti-henti setiap menumpahkan letihnya di pangkuanmu, menyesal tidak bisa menghadiahkan apapun padamu.

Kau menyangkal Yixing mentah-mentah. Kecupanmu mendarat pada bibirnya, memanjakan dan terasa seperti rumah. Matanya membulat, kau terkekeh jahil, dan Yixing ikut terkekeh, riang. Menyaksikan itu meyakinkanmu bahwa Yixing memang bukan sekadar segumpal kepenatan dalam keluarga kecil kalian. Ia adalah letupan amarah, luka berbalut air mata, api semangat, gelegak hasrat, dan kebaikan bersalut gula. Kau mengizinkannya menjadi yang mana saja, tidak seperti khalayak ramai yang memaksanya terus menjadi sosok terakhir. Toh cinta bukan perkara menolak senyum yang memudar, tetapi melukisnya kembali, dan masing-masing kalian masih memegang kuas bercat.

“Terima kasih. Untuk segalanya.”

Ketika tiba gilirannya melukis senyummu, jemari Yixing bertaut erat dengan milikmu, menjadikanmu lukisan cantik nan istimewa.

TAMAT

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet-Series] When God Made You, He Was Showing Off #3

  1. ah … bias wrecker. aku tau yixing seindah itu (sampe aku rela selingkuh dari kak minseok). udah gak usah dibahas bahas, capek! emang manusia satu ini suka bikin capek. mantengin dia aja capek sendiri. pas dia senyum, pas lagi odong, pas lagi njoget, pas … pas lagi ngapin ajadeh … capek sendiri nanti pokonya
    yhagitu, capek ….
    btw, nice writes kak ^^

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s