[Ficlet] Any Other Man (Gentleman)


IMG_20160724_122957

Any Other Man (Gentleman)

narinputri’s storyline
starring Seventeen’s Joshua as cast, in genre fluff and a bit life, with length ficlet

Inspired by Lena Park’s song “Any Other Man”
cr pic by Alvin951230
.
.
.
“Dia sama seperti pria lain, yang sederhana dan apa adanya.”

Ijinkanku bercerita, tentang seorang pemuda dari suatu grup yang namanya kini tengah naik daun dikalangan para penggemar.

Aku mengenalnya, sekitar tahun 2015 akhir. Kala diriku tengah menyibukkan diri dengan kegiatan fotografi. Tak sengaja kumenangkap figurnya, tengah menari juga bernyanyi penuh semangat. Ia terlihat berbeda dari yang lain, selain rambut pirangnya. Tatapan mata bening nan teduh, serta ekspresi wajah miliknya terlihat menikmati tiap gerakan yang dibuat. Pikirku, mungkin ia adalah salah satu sosok yang sebatas ‘sekedar kenal’ tanpa maksud untuk mengetahuinya.

Namun, dugaanku keliru…

++000++

Namanya Joshua Hong. Menginjakkan kaki di Korea untuk pertama kali sekitar tahun 2012-2013 demi meraih mimpinya sebagai seorang penyanyi yang sukses. Awalnya aku tak tertarik padanya, selain memang sosoknya yang hampir tak pernah terjamah kamera. Pastilah ia sama seperti salah satu figur underrated dalam suatu group. Hingga akhirnya, cara pandangku kepadanya berubah.

Awal kali ia debut bersama grupnya, mungkin berhadapan dengan terlalu banyak kamera serta kilatan blitz yang menyilaukan mata tak biasa baginya. Meski pernah ‘menampakkan’ wujudnya di depan kamera, di sebuah acara sebelum memulai debutnya. Itupun hanya sebatas dunia maya saja.

Ia nampak canggung dan terlihat menjaga image yang pemalu juga pendiam. Mungkin semua orang menyangka seperti itu. Seperti kataku sebelumnya, ia belum terbiasa di depan ribuan kamera yang menyorot dirinya bersama teman-temannya.

Yang terlihat di kedua mataku. Pemuda itu begitu sopan, terlihat dari cara duduk dan berinteraksi dengan orang-orang tanpa melepas pandangnya kepada mereka, yang menandakan jika ia menyimak percakapan itu seksama. Begitupula cara berbicara yang halus dan dalam tanpa tekanan sedikitpun, pula menggunakan bahasa sopan dan ramah. Baik dengan orang yang dikenalnya maupun tidak.

Aku pernah secara tak sengaja menemukan foto masa lalu miliknya, saat membaca profil singkat siapa dia. Sama seperti kebanyakan orang lain yang sangat menyukai selfie dan foto bersama kawan-kawan. Parasnya tak berubah. Tetap dengan kedua mata bening yang teduh, serta senyum manis merekah di bibir. Katanya pemuda itu tak suka foto masa lalunya disebar, dan aku tak ingin mengetahuinya karena itu merupakan sebuah hal privasi bagi seorang artis. Setidaknya tak ingin kumengusik kehidupan pribadi seorang artis.

Jika kau bertanya, apakah aku seorang fansite master? Bukan. Aku hanya satu di antara jutaan penggemarnya saat ini. Tak bisa mengikuti tiap jadwal mereka yang dan hanya bisa ‘bertemu’ dengan mereka di akhir pekan. Itupun jika ada jadwal mereka akan tampil.

Kulihat dari setiap penampilannya. Begitu enerjik dan lincah, meskipun terlihat sedikit kaku. Namun ditutupinya dengan ekspresi yang penuh senyuman dan terkadang sedikit ‘liar’ saat tampil. Ia sangat memukau di tiap penampilan. Memiliki suara manis serta lembut saat bernyanyi, membuat siapa saja yang mendengar mungkin bisa jatuh cinta padanya. Sangat gombal.

Lihat, caranya berinteraksi dengan penggemar ketika sesi tanda tangan. Dengan tatapan intens dan penuh senyuman, didengarkannya penggemar tersebut berbicara, bahkan ia menggenggam tangan serta sesekali melayangkan tepukan lembut di kepala sang penggemar. Seringkali meniup pelan album yang sudah ditandatanganinya, dengan maksud agar tinta yang menempel di album itu cepat kering dan tidak belepotan ketika sampai di tangan penggemar.

Pernah suatu kali di sebuah acara musik, ketika mereka menginjakan kaki di halaman depan kantor stasiun televisi swasta. Ia terlihat menundukkan kepala, sesekali tersenyum kepada tiap kamera yang menangkap gambarnya. Namun, senyuman itu bukanlah senyuman yang biasa diberikan. Bukan senyuman yang selalu bersamanya saat tampil di atas panggung, atau ketika wawancara dan sesi tandatangan. Mungkin saja, saat itu ia lelah. Lelah karena jadwal kegiatan mereka yang padat dan mengharuskan untuk latian setiap waktu, dengan jam istirahat yang sangat kurang mengingat mereka saat ini tengah populer. Atau mungkin, sesuatu yang mengganggu pikirannya yang tak bisa kutebak. Masalah pribadi barangkali atau bisa saja ia membawa beban berat di kedua pundaknya. Aku tak ingin mengetahui lebih dalam lagi. Yang bisa kulakukan hanya memanggil namanya dan berseru memberikan semangat, agar ia menjalani seluruh kegiatannya dengan hal positif dan senyuman seperti dulu.

“Joshua! Semangat ya!”

++000++

Dia sama seperti pria lain, yang sederhana dan apa adanya. Tak memperlihatkan sisi di mana sosoknya adalah seorang artis populer dengan penggemar yang berlimpah. Kerap kali pemuda itu menyapa orang-orang di sekitarnya, baik penggemar atau bukan. Sosoknya benar-benar seperti gentleman, di balik tubuh seorang pemuda yang begitu sederhana dengan senyuman yang manis. Ia memiliki sikap yang sama seperti kebanyakan orang pada umumnya, tak peduli seorang artis atau bukan. Itulah sisi hebat dari figur tersebut, dan aku benar-benar mengangguminya. Meskipun tak mengenal lebih jauh dari awal. Karena menyukai atau mengagumi seseorang tak perlu dari awal. Yang dibutuhkan adalah eksistensi dari sosok tersebut sekarang sampai seterusnya.

Aku merasa senang menangkap figurnya, dengan kamera sederhana ini. Perlakuan sang gentleman terhadapan seluruh fansite master sama. Memberikan senyuman manis serta lambaian tangan, sama seperti kebanyakan artis lain. Hanya saja, dilakukan semua itu tulus, tanpa merasa jika ia adalah seorang artis terkenal yang butuh sorotan kamera lebih banyak, walau ribuan kamera itu yang telah membantunya seperti sekarang ini. Biarpun sudah terbiasa dengan sorotan kamera, sikap canggungnya masih tertangkap jelas di mataku sesekali, tanpa meninggalkan kesan gentleman. Ia sama seperti pria sederhana pada umumnya.

Aku senang, dirinya bisa meraih mimpi bersama dengan teman-temannya, tanpa meninggalkan kesederhanaan dan sikap manis. Mungkin jika saat ini pemuda itu masih berdiam di kota asal, mimpi tak bisa diraihnya hingga sekarang.

Dan mungkin saja, aku tak akan pernah bisa melihat sosoknya yang tengah berdiri di depan kamera juga mataku, dengan tatapan lembut dari mata bening itu serta senyuman hangat dan lambaian tangan, di antara ribuan kamera yang menyorotnya kini.

 

-end-

 

Notes : ah, btw aku bikin berdasarkan pengamatanku dan cerita orang-orang tentang Jisoo karena jujur aku masih belum tau banyak tentang dia hehehe /dasar fans karbitan, enyah kamu/.

Dan ini juga terinspirasi dari lagu di atas. Ini semua berkat mba masternim kesayangan aku yang ngasih tau kalo lagu itu favoritnya karena penyanyinya have some similiarity with Jisoo huhuhu.

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Any Other Man (Gentleman)

  1. dan pada akhirnya…………………………..I KNOW HOW MUCH MBARIN LOVE PAK HONG HYAAAAAAAAAAAA/gelimpangan/lempar meja/
    mau bilang gak suka berapa kali pun, KAKAK KASIH BUKTINYA SENDIRI KAN KALOK SEBEGITU SUKANYA AAAAKKKKKK
    manis kak, kaya aku/digampar/gak, manis gitu kak mana kerasa banget gimana kakak sukanya ahahaha
    enyah sana kak, kepelukan jisu WAKAKAK

    1. Aku tuh ga suka……….. /lempar meja/

      Ini teh yang nulis bukan Narin tapi narinputri /serah/ /ndusel ke pelukan Jisoo/ /GA/

  2. hi there!

    euleuh euleuh mas Joshua… baca ini jadi bener bener ngebayangin Joshua yang kadang masih malu-malu (?) gitu…

    bagus~ apalagi bener bener ngegambarin si aku ini pengamat setia gitu. dudududu sukanya~

    1. Hello~ hahaha iyaa sebenernya si aku ini masih belum tahu siapa Joshua huhuhu~
      Makasih udah meninggalkan jejak ❤

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s