[Vignette] Tidak Biasa


Chanyeol-dan-Baekhyun-EXO

by Kryzelnut

.

[EXO] Chanyeol Baekhyun

Idol-Life!AU, Comedy, Friendship | 1000+ words | Teen

.

Ada yang aneh dengan Baekhyun dan Chanyeol.

.

Iya. Biasanya, dua orang yang lahir pada tahun sama itu berprofesi sebagai pelopor segala keributan di asrama. O, bersama Jongdae pula. Dengan suara bak speaker portable yang baru di-charge. Dengan kelakuan yang, saking kekanakannya, tidak layak untuk disebut kekanakan. Dengan ide-ide jahil yang bikin anggota lain pusing tujuh keliling—sekaligus merancang rencana untuk memaketkan tiga serangkai itu ke Timbuktu.

Siapa tahu mereka kapok selepas diancam kepala suku di sana untuk dijadikan tumbal upacara.

Who knows?

Yang jadi masalah, sudah sekitar tiga hari Baekhyun dan Chanyeol bertingkah berbeda. Mereka tidak lagi berkomunikasi dengan teriakan seolah mereka adalah penghuni hutan. Juga tidak berkejar-kejaran ke sana kemari layaknya anak kecil hiperaktif yang setiap saat bisa dihukum dengan alasan mengganggu ketentraman kelas. Atau merancang ide-ide konyol untuk menaikkan pitam yang lainnya. Keduanya tampak lebih tenang, tapi bukan berarti hubungan mereka merenggang. Keakraban terus menguar, bahkan duo rappervocalist itu sering tertangkap menghabiskan waktu berdua.

“Kalian aneh.”

Hanya ada Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol di ruang tengah. Kalau Sehun yang berujar, sudah pasti yang dipronominakan sebagai ‘kalian’ adalah dua orang yang duduk berselonjor di sofa terbesar. Dua orang, yang sudah sejak satu jam yang lalu, masih menyamankan diri pada posisi yang sama tanpa keberisikan yang tercipta.

“Aneh gimana?”

“Ya, begitulah,” balas Sehun sekenanya. Tangan kirinya sibuk dengan ponsel pintar, sementara tangan kanan berkelana di kotak popcorn. Menciptakan suasana yang kondusif di asrama memang harus, tapi urusan perut tidak bisa dilupakan—apa lagi ini menyangkut popcorn karamel yang ia dapat selepas merampok cemilan Joonmyeon susah payah. “Lebih manusiawi dari biasanya.”

“Jadi selama ini kita nggak kayak manusia, gitu?”

Ulasan senyum saat menangkap nada Baekhyun yang meninggi. Lelaki dengan rema kelam itu bangkit, kemudian menatap Sehun sambil berkacak pinggang. Baekhyun yang biasanya mulai kembali—Si Kecil yang Berisik dan Galak.

Yang paling tinggi berkata cuek, “Bagus dong, Hun, kalau kita mulai mendekati manusia.”

Pelototan Baekhyun beralih ke Chanyeol, tapi mendadak saja, ia menjatuhkan tubuhnya di tempat semula. Mulutnya yang terbuka mulai menutup dan berganti dengan kerucutan di bibir. Nah, ini yang Sehun maksud aneh. Bukannya Baekhyun hobi sekali mengomeli Chanyeol, ya? Kendati kemudian mereka akan tertawa heboh dan berkomplot kembali untuk menjahili yang lain.

Sehun menopang dagunya, memfokuskan pandangan kepada Baekhyun dan Chanyeol secara bergantian. “Apa ada konspirasi antara beagles line?”

“Hei!” Entah dari mana, Jongdae yang semula di dapur berteriak kencang dan menghampiri kelompok kecil di ruang tengah itu. “Itu juga yang mau aku bicarakan. Kalian sering sekali, menghilang berdua, padahal aku lagi banyak ide-ide fresh for the oven.”

Ketahuilah, Sehun bosan mendengar bahasa internasional yang hancur bila diucapkan oleh lidah Jongdae. “From, Hyung, bukan for.”

“Ya, ya, ya, itu tidak penting.” Ia mengibaskan tangan, yang kemudian digunakan untuk mencomot popcorn Sehun—yang dibalas oleh delikan galak. “Kalian tidak berkomplot untuk menghindariku, ‘kan?”

Joonmyeon yang baru bergabung turut menyalakan sumbu api. “Mungkin mereka berkomplot menendangmu dari beagles line, Dae.”

“Kau, ‘kan, memang anggota terbelakang kami.”

Satu kalimat dari Chanyeol cukup membuat dua orang tertawa, Jongdae mencakmencak, dan Sehun mengangguk senang—Chanyeol beringsut normal.

“Tapi aku penasaran,” tukas Joonmyeon riang, diekori cicitan kesal Sehun yang badannya terjepit karena Joonmyeon memaksa duduk di sebelahnya. “Kalian sering sekali pergi berdua, mengurung diri di kamar berdua, tahu-tahu hilang berdua. Pokoknya berdua terus.”

Jongdae menyipitkan mata, menatap keduanya sangsi. “Kalian nggak gay, ‘kan?”

“WOI!”

Timpukan bantal sofa dari segala arah cukup membuat Jongdae memohon ampun. “Habisnya, nggak ada alasan lain yang bisa menjelaskan teori itu.”

“Alasanmu yang nggak masuk akal.” Baekhyun mengulurkan tangan, menambah satu hiasan dari jitakan di kepala Jongdae. “Kalau aku mau gay, aku juga pilih-pilih cowok yang bagus, dan itu bukan Chanyeol.”

“Dan aku juga masih cukup waras untuk nggak gay dengan mahkluk berisik yang bikin telingaku copot empat kali sehari,” tukas Chanyeol, memeletkan lidahnya guna membalas hinaan Baekhyun.

“HEI, YODA—”

“Berisik, Byun Baek.” Chanyeol mengibaskan tangan, sebelum akhirnya bangkit dari sofa. “Aku mau ke kamar dulu.”

Giliran Baekhyun yang mengibaskan tangan, dengan telapak kakinya yang sibuk mendorong tungkai Chanyeol. “Hush, hush!”

Yang lain hanya memutar bola matanya malas. Menilik wajah Baekhyun yang sedikit ditekuk, tak mungkin mereka menanyai Baekhyun perihal dirinya dan Chanyeol. Bukannya terjawab kuriositas mereka, yang ada malah tersemprot oleh maniak eyeliner yang satu itu. Jadi, yang mereka lakukan selanjutnya adalah menatap layar TV dengan pandangan kosong.

Tak sampai satu menit kemudian, Baekhyun yang tadinya mengusir Chanyeol malah ikut menghampiri kamar. Sosoknya menghilang di balik pintu yang kemudian dikunci—iya, saking heningnya, mereka sampai mendengar suara klik dari sana. Memastikan Baekhyun dan Chanyeol tidak akan mengetahui aktivitas mereka selepas ini, tiga orang yang tadinya berpose ala hidup-segan-mati-pun-tak-mau di atas sofa, segera melesat ke pintu kamar tersebut. Tentu saja—

—mencari tahu informasi yang tersembunyi.

Oke, bahasa kasarnya, mencuri dengar.

Baiklah, bahasa awamnya, menguping.

.

Zaman sekarang ini, tidak semua rahasia bisa dibeberkan semudah itu, Dude.

.

“Chan.” Suara yang mungil terdengar, sementara yang dipanggil hanya menanggapi dengan gumaman tak jelas.

“Ayo, mulai sekarang aja. Aku keburu mau tidur, tahu.”

Suara geretan kursi, disusul suara bass Chanyeol yang malas-malasan. “Ugh. Haruska—AW!”

Mereka menebak, Baekhyun sedang mencubit Chanyeol dengan kekuatan yang tak main-main. Dan ternyata—

“Huh. Bisa rontok buluku kalau kau cubit tiap hari begini.”

—memang benar. Dan ambigu, juga.

“Harus. Besok udah nggak bisa lagi, ‘kan? Aku besok ada acara dari pagi. Jadi sekarang cepetan, siap-siap.”

Ketiganya berpandangan bingung, sedikit melepas telinga mereka dari pintu. Jongdae langsung mengerutkan alis dan berujar, “Mereka ini ngapain, sih, sebenarnya?”

Hyung nggak mikir yang aneh-aneh, ‘kan?” balas Sehun.

“Nggak, otakku kemarin habis di vacuum cleaner.” Jongdae meneruskan kegiatan mengupingnya. “Tapi emangnya salah, kalau aku mikir yang lain-lain? Habisnya mereka ambigu banget—”

“Ssst! Mending sekarang kita lanjutin ngupingnya dulu.”

Selaan Joonmyeon dengan petuah yang bijaksana sekaligus tidak untuk dilakukan.

“Udah siap?” Suara Baekhyun kembali terdengar.

Anytime, Baek.”

“OK! Satu, dua, tiga—”

Hening sejenak, trio detektif gagal saling menatap dengan panik, seolah bertelepati astaga-mereka-mau-ngapain-di-asrama-yang-suci-ini—

Yeppeune, oneuldo, eojemankeum. Ani oneureun deo yeppeojyeotne. Ireon mareul, hal ttaemada neoneun—

“Bagus, Chan! Akhirnya bagian itu nggak salah lagi. Ya udah, kau terusin, aku tidur dulu.”

.

.

.

“Latihan nyanyi?!”

.

end

.

  1. Aku nggak tahu kalau ini plotless banget????
  2. Dan FF ini udah kadaluwarsa hell yeah. Dibuat waktu Chanyeol duet sama Nayeon, tapi baru menyelesaikan tahap editing malam ini. Karena apa? Yap! Say hello to writer’s block.
  3. Maafkan bahasaku yang semakin aneh dan makasih buat kalian yang baca sampai akhir!
Advertisements

5 thoughts on “[Vignette] Tidak Biasa

    1. diam ngeselin, berisik juga ngeselin x))) emang chanbaek itu … #np Raisa – Serba Salah

      eniwei, makasih ya udah mampir buat komentar!!! ❤

  1. hi there!

    sial sumpah itu pas acara kuping menguping emang ambigu banget. wkwkwk.
    paraaahnya cuman latian nyanyi. nggak ngerti aku sama 3 orang yg lagi nguping. mungkin mereka langsung lemes ingin jitakin baekhyun chanyeol kali ya wkwkwkwk (?) ya abis ambigu gitu hahhha.

    see ya~

    1. halo, thia! emang HAHAHAHAH aku mikirnya juga ambigu ((lah)) salah, maksudnya juga pusing. antara mau jitakin chanbaek atau malah jitakin chen yang bikin otak mereka ikutan kotor:”))) heuheu makasih ya udah sempetin mampir dan komentar! ❤

      1. hehhehehhe iya tuh jitakin semuanya aja deh u,u
        bikin bikin ambigu lol.

        it’s my pleasure :))

        see ya~

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s