[Vignette] I Know You Were A Trouble 


iknowyouwereatrouble

Playlist Fanfic : I Know You Were a Trouble #5

A Playlist Fanfiction Written by HyeKim ©2016

Feat Miss A Bae Suzy – INFINITE L Kim Myungsoo

Genre : AU, Sad, Romance, Fantasy || Length : Vignette || Rating : PG-15

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, agency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without permission

Note : This is the one of playlist fanfiction project  Suzy with the boys

HAPPY READING

        


 I knew you were trouble when you walked in

So shame on me now

Flew me to places I’ve never been

‘Til you put me down, oh

I knew you were trouble when you walked in

[Taylor Swift – I Know You Were a Trouble]


 

Wanita tersebut cantik, pandai, bahkan lihai pula dalam hal bertarung maupun urusan dapur. Tapi sayangnya, wanita yang lahir dengan nama Bae Suzy itu terlahir di dunia yang penuh dengan konflik. Sebut saja dunianya tempatnya berpijak adalah dunia para siluman. Para siuman tersebut pun terpecah ruah membuat beberapa blok. Blok yang Suzy masuki adalah blok kaum siluman naga putih. Suzy berdiri di atas bebatuan yang melihatkan pemandangan bloknya serta blok siluman naga biru bertarung. Kekacauan terjadi di mana-mana, mungkin inilah puncak konflik yang terjadi.

Dipejamkan oleh Suzy matanya sejenak, kemudian dirinya pun turun dari atas batu yang melayang di sekitar awan-awan tersebut. Bermodalkan selendang berwarna putihnya untuk terbang, Suzy telah sampai ke permukaan perang terjadi. Tanah yang tadinya rata telah tersulap menjadi penuh lubang di mana-mana. Suzy yang merupakan generasi selanjutnya dalam blok siluman naga putih, melancarkan aksinya.

Digerakan oleh Suzy kedua tangannya di depan dada dengan gerakan memutar hingga tercipta api berwarna putih berbentuk lingkaran. Terlihatlah makhluk menjijikan berupa beast yang hendak menyerang gadis jelita tersebut. Dengan senyum miringnya, Suzy menggerakan tangannya. “Terimalah ini, monster,” ujar Suzy yang kemudian melayangkan tangannya guna melemparkan api putih tersebut.

Serangan Suzy tepat pada sasaran hingga monster menjijikan itu jatuh di atas permukaan tanah dan detik berikutnya langsung berubah menjadi abu serta pergi terbawa semilir angin. Senyum miring masih tercipta dibibir Suzy, dirinya mulai melancarkan serangan kembali.

Sesosok makhluk berkepala ular terbang ke arahnya dan dengan sigap Suzy menendangnya serta mengeluarkan es dari mulutnya untuk melumpuhkan makhluk tersebut. Pertarungan makin sengit apalagi ketika korban makin banyak berjatuhan mau dari blok Suzy ataupun musuh.

“Putri, tolong!” teriakan perempuan yang sedang dicekik oleh blok kaum sebelah terdengar ketelinga Suzy. Merasa panggilan putri terarah padanya, Suzy langsung menyibakan selendangnya untuk terbang menuju kaumnya yang sedang merenggang nyawa.

“Pergi kau!” teriak Suzy dan langsung mencekik kaum naga biru tersebut yang wujudnya berupa singa. Para kaum siluman memang dapat merubah wujudnya menjadi apapun.

Cekikan tersebut makin menguat akan tetapi wujud singa biadab itu sangat kuat yang bahkan mampu menyaingi kekuatan Suzy. Peluh untuk kali pertamanya membanjuri tubuh Suzy. Hingga sosok itu perlahan berubah menyisakan abu berwarna biru bertebaran dan sosok asli singa itu pun terungkap. Mata Suzy membulat seketika menyadari sosok yang dicekiknya adalah sosok lelaki berparas tampan yang sedang menyeringai.

“Kim Myungsooo…” Suzy melafalkan nama tersebut.

.

.

.

“Suzy-ah,” Myungsoo memanggil gadis bergigi kelinci itu riang sambil melambai.

“Myungsoo-ya!” pemuda yang selama 1 minggu ini bermain dengannya kembali terlihat membuat Suzy berlari ke arahnya dan langsung menghambur dalam pelukan Myungsoo.

.

.

.

“Bertemu lagi denganku, putri cantikku,” ujar Myungsoo dengan seringaian jahatnya membuat ruh Suzy kembali dari angan-angan masa lalu dan menatap Myungsoo sambil menggelengkan kepalanya.

.

.

.

“Myungsoo-ya, bukankan itu tato naga biru?” Suzy melayangkan pertanyaan ketika menangkap tato yang ia maksud diotot kekar tangan lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta itu. Wanita Bae itu menyentuh otot tangan Myungsoo dan sangat terkejut ketika lelaki itu menepis tangannya kasar serta menatapnya bengis.

“Dan bila ini tato naga biru, apa yang akan kau lakukan?” tanya Myungsoo membuat Suzy menatapnya dengan mata membulat.

“Berarti kamu…” tak sanggup Suzy melanjutkan ucapannya apalagi ketika Myungsoo menyunggingkan smirk jahatnya.

“Ya, aku adalah prajurit naga biru yang diperintahkan untuk mendekati dan merengut jiwamu, Putri.”

.

.

.

‘CLASH!’

Dirasakan oleh Suzy kuku-kuku tajam Myungsoo mencakar pergelangan tangannya. Wanita itu langsung mundur ke belakang dengan cara terbang dan setelah mendarat di tanah, tanah tersebut langsung retak. Dapat dilihat oleh Suzy dari ekor matanya bahwa Myungsoo sedang merenggangkan otot lehernya dan menatapnya dengan mata elang milik lelaki itu, yang sukses membuat Suzy jatuh cinta kesekian kalinya.

“Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lari untuk mati ditanganku,” Myungsoo berucap tegas diiringi sayap berwarna biru terlihat dari punggungnya. Suzy menatapnya sayu diiringi mata berkaca-kaca, ditambah oleh darah yang mulai mengalir dari tangannya akibat cakaran Myungsoo.

“Aku tahu, kamu memang sebuah masalah dalam hidupku,” dihentakan oleh Suzy kakinya hingga retakan tanah akibat ulahnya makin lebar dan munculah sayap berwarna putih berkilauan dari punggung ramping miliknya.

Kedua insan itu saling berhadapan dengan melayangkan tatapan tajam. Kekacauan perang di sekitar seakan menjadi angin lalu karena mereka berdua akan menciptakan perang yang lain.

.

.

.

Taman dengan hamparan bunga yang berjejer rapi terlihat sangat indah apalagi dengan momen terbenamnya matahari. Kedua remaja berbeda gander itu sedang duduk di atas rerumputan mengabdikan momen indah sunset di hadapan keduanya.

“Suzy-ah,” Si Lelaki yang bernama Kim Myungsoo memanggil.

“Hmm?” gumaman terdengar menyahut Myungsoo. Lelaki itu memandang Suzy yang sedang memandangnya juga dengan sebuah senyuman. Lalu dirinya mengecup bibir ranum milik gadisnya itu, akibatnya rona merah dari pipi gadis itu tak bisa tersamarkan.

“Aku mencintaimu,” pengakuan Myungsoo yang entah keberapa kalinya membuat Suzy lag-lagi tersipu dengan menundukan kepalanya.

“Aku juga mencintaimu.”

.

.

.

“AKHHH!!” Suzy berseru ketika badannya terdorong karena serangan Myungsoo. Penampilannya sudah acak-acakan dengan baju yang robek sana-sini dan luka gores di mana-mana.

Myungsoo tampak tersenyum puas melihat Suzy yang mulai kehabisan kekuatan. Pertarungan keduanya sudah berpindah di atas bebatuan yang melayang di sekitar awan. Karena berulang kali salah satu dari mereka terpental akibat pertarungan tersebut.

“Ternyata sayangku mulai lelah.” Myungsoo berujar santai dan Suzy menatapnya geram dengan napas tak teratur, tangan gadis itu bergerak-gerak serta terlihat pusaran kecil berwarna merah terang dari tangannya.

“Berhenti memanggilku seperti itu! Kau hanyalah makhluk sampah yang datang ke kehidupanku dan menghancurkan semuanya. Cintamu palsu dan tak berarti!” teriak Suzy menimbulkan tawa menggelegar dari Myungsoo.

Mendengar tawa hinaan itu menyebabkan Suzy makin memperbesar pusarannya hingga menjadi besar. Myungsoo menghentikan tawanya dan terkejut melihat Suzy yang sudah bisa menguasai kekuatan pusaran api menuju neraka. Ketika hendak menghindar, kegesitan Suzy mengalahkan Myungsoo. Wanita itu sudah terbang ke arahnya dan siap menembakan kekuatannya pada Myungsoo yang membuka mulut lebar ditambah raut terkejutnya. Hingga ketika sejengkal lagi pusaran itu mengenai wajah Myungsoo, lelaki itu berkata.

“Suzy-ah, aku mencintaimu,” ditemani oleh pancaran bola mata tulusnya membuat Suzy terhanyut serta pusaran ditangannya kian mengecil dan lenyap. Mata Suzy terpaku pada iris Myungsoo yang sangat ia sukai itu. Hingga…

‘Srak!’

Kuku tajam Myungsoo menusuk Suzy tepat dijantung gadis Bae itu. Senyum licik terukir dibibir Myungsoo dan detik itu Suzy menyadari dirinya terjebak oleh kepalsuan seorang Kim Myungsoo. Cinta yang Suzy rasakan ini malah membawa malapetaka baginya. Hingga tangan Myungsoo yang tidak menusuk jantungnya bergerak menarik jiwa Suzy keluar dari tubuh gadis itu.

“AKHHHH! AKHH!!” Suzy berteriak disertai getaran di sekitar bebatuan yang mereka pijaki karena sangking kuatnya teriakan putri dari blok naga putih tersebut.

Meskipun demikian, Myungsoo tidak menyerah dan terus menarik paksa jiwa gadis yang mencintainya itu keluar. Sampai tubuh Suzy menjadi kaku dan mata gadis itu mulai terpejam. Kuku tajam Myungsoo yang tertancap dijantung Suzy mulai ia keluarkan menyebabkan cipratan darah mengenai sebagian wajah tampannya. Tubuh Suzy yang tak bernyawa itu dibiarkan Myungsoo jatuh dari atas awan ke dasar jurang. Lelaki itu menatap tubuh Suzy yang makin jatuh ke bawah dengan seringaiannya.

“Ya benar. Kau sangat tahu bahwa aku adalah sebuah masalah dalam hidupmu.” Myungsoo berujar sebelum akhirnya terbang menuju kastil naga biru dan mengumumkan putri generasi terakhir dari musuh mereka sudah mati ditangannya.

─Fin─


Lama ya aku gak ngealay di sini. Maaf banget ngelupain tanggung jawab di sini lebih tepatnya bingung mau publish FF yang mana.
Ya intinya, hello! Jangan lupa komennya ya gaes ehehe ^^
[ http://www.hyekim16world.wordpress.com ]

Advertisements

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s