(SONGFIC) A supplementary Story: You Never Walk Alone


A supplementary Story: You Never Walk Alone

^

Chunniest Present

^

Starring by Jung Hoseok or J-hope (BTS) & Park Chanmi (OC)

^

Genre : Romance, sad

^

Will you walk with me?
Will you fly with me?

“Jika kau melangkah keluar dari rumah ini maka jangan pernah kembali lagi kemari.” Suara dingin tuan Jung menggema di ruang kerjanya.

Pemuda bernama Jung Hoseok yang tak lain adalah putranya berhenti melangkah menuju pintu. Itu adalah ancaman pertama yang dilayangkan ayahnya.

“Jangan pernah berpikir kau bisa hidup dengan mudah diluar sana Hoseok-ah. Jadi tinggalkan yeoja kalangan rendah itu dan menikahlah dengan yeoja pilihan abeoji.” Ancam tuan Jung kembali.

Hoseok berbalik dan kembali menghampiri ayahnya. Ekspresi amarah membuat wajah lelaki itu memerah.

“Sudah cukup abeoji mengatur hidupku. Aku akan memilih jalanku sendiri. Apapun yang abeoji lakukan aku akan tetap bersama Chanmi. Karena hanya Chanmi yang bisa membuatku bahagia. Karena itu jangan pernah memanggil kekasihku seperti itu tuan Jung.”

Hoseok berbalik namun kali ini dia tidak berhenti meskipun ayahnya memanggilnya.
Setelah menuruni tangga, langkah lelaki berusia 24 tahun itu terhenti. Tak jauh darinya berdiri seorang wanita berpenampilan anggun tengah memandang Hoseok. Wanita bernama Jihyun itu mendekati putranya. Jemarinya yang lentik menyentuh pipi Hoseok. Matanya berkaca-kaca saat mengagumi ketampanan putranya.

“Eomma. Jangan seperti ini. Aku jadi sulit untuk menggalkan eomma.”  Hoseok tidak tega melihat sang ibu tampak sangat sedih.

“24 tahun yang lalu eomma berjuang melahirkanmu, lalu merawatmu hingga kau tumbuh besar. Sulit bagi eomma untuk melepasmu pergi.”

Akhirnya Jihyun tak kuasa menahan tangisnya. Heseok memeluk sang ibu untuk menenangkan wanita yang amat berarti bagimya. Tidak hanya sang ivu yang sulit untuk berpisah, namun Hoseok pun juga merasakannya.

****

Di halte bus tampak gadis dengan rambut dikucir ke belakang duduk menunggu bus datang. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai perawat di rumah sakit Seoul. Tubuhnya terasa pegal karena seharian dia tidak bisa duduk dengan tenang. Selalu saja ada yang memvutuhkan bantuannya. Namun meskipun begitu,Chanmi merasa senang karena bisa menolong orang lain.

Malam itu cuaca sedikit kurang bagus. Gerimis menjadi pelengkap suasana yang dingin. Ponsel Chanmi berdering dalam sakunya.

“Oppa, aku baru saja pulang.” Sapa Chanmi dengan nada ceria.

“Dimana kau sekarang?” Suara Hoseok yang amat dirindukan Chanmi terdengar di telinganya.

“Aku di halte depan rumah sakit.”

“Tunggu aku di sana.”

“Apa Oppa tidak…” Chanmi belum menyelesaikan kalimatnya namun hoseok sudah menutupnya.

Inilah kebiasaan lelaki yang sudah 2 tahun ini menjadi kekasihnya. Dia selalu saja tidak sabar dan melakukan apapun yang ada dalam pikirannya.

Tak lama tampak sosok Hoseok berjalan menghampiri Chanmi dengan payung di tangannya. Melihat kekasihnya datang, Chanmi berdiri menyambutnya dengan senyuman.

“Mengapa wajahmu seperti baju yang belum disetrika Oppa?” Tanya Chanmi melihat wajah Hoseok yang ditekuk.

“Chanmi bagaimana jika kita menikah?”

Chanmi terkejut mendengar lamaran Hoseok yang mendadak. Sebenarnya Chanmi memang menunggu-nunggu lamarn itu tapi dia tidak menyangka Hoseok akan mengucapkan di hari yang hujan dengan wajah yang sedih.

“Ada apa Oppa? Mengapa tiba-tiba kau mengajakku menikah?”

Hoseok menatap Chanmi lalu menggenggam tangannya.  “Jika aku bukan lagi putra keluarga Jung yang tidak memiliki apapun, apakah kau masih mau menikah denganku Chanmi?”

“Kau ini ngelantur apa Oppa. Jika aku menikah maka aku akan menikah dengan orangnya bukan dengan keluarganya Oppa. Katakan padaku, ada apa Oppa?” Chanmi yang peka semakin penasaran dengan keanehan kekasihnya itu.

“Aku menolak keinginan abeoji untuk menikah dengan yeoja yang sudah dipilihkannya. Karena aku tidak mau menikah dengan yeoja lain selain Park Chanmi.”

Selama dua tahun mengenal lelaki bermarga Jung itu, Chanmi tahu Hoseok bukanlah lelaki romantis yang diidamkan setiap gadis. Meskipun begitu Chanmi tahu Hoseok benar-benar mencintainya dengan setulus hati. Hanya dengan satu langkah gadis itu bisa mencapai kekasihnya dan memeluk Hoseok yang masih berdiri dengan membawa payung.

“Aku juga tidak akan menikah dengan namja lain selain Jung Hoseok, Oppa. Aku tidak peduli apabyang akan dikatakan orang. Karena hanya bersama Oppa aku bisa bahagia.”

Kedua sudut bibir Hoseok membentuk senyuman mendengar ucapan kekasihnya. Hoseok tahu jika Chanmi adalah gadis baik yang bisa mengerti dirinya. Lelaki itu jadi semakin yakin pilihannya pada Chanmi adalah pilihan yang tepat.

***

Kaki Chanmi berjalan menyusuri taman dengan langkah yang lunglai. Dia masih mengenakan seragam perawat dari tempatnya bekerja. Gadis itu menjatuhkan pantatnya di kursi taman. Mata Chanmi terasa panas karena air mata yang tertahan.

“Apa yang terjadi?”

Chanmi menoleh dan segera membersihkan air mata yang terancam jatuh saat melihat Hoseok sudah berdiri di sampingnya.

“Sejak kapan Oppa di sana?”

“Aku mengikutimu sejak keluar dari rumah sakit. Apa terjadi sesuatu dengan pekerjaanmu?” Tanya Hoseok masih berdiri di samping kekasihnya.

“Tidak ada apa-apa Oppa.”

Hoseok berlutut di hadapan Chanmi dan menggenggam tangan gadis itu.

“Apakah abeoji meminta kepala rumah sakit untuk memecatmu?” Ucapan Hoseok tepat sasaran membuat gadis itu terkejut.

Nafas Hoseok memburu mengetahui kebenarannya. Dia berdiri dan berjalan meninggalkan Chanmi.

“Oppa kau mau kemana?” Chanmi menarik tangan kekasihnya.

“Aku akan menemui abeoji dan membuat perhitungan dengannya.”

“Jangan Oppa. Kemarahan hanya akan membuat suasana menjadi rumit.”

Hoseok menoleh dan melihat air mata Chanmi yang masih berair. Jemarinya menghapus sudut mata Chanmi yang basah.

“Aku tidak akan membiarkan abeoji membuatmu menangis.” Hoseok kembali berjalan dan dikejar oleh Chanmi.

****

BRAKK..

Pintu ruang kerja tuan jung dibuka dengan kasar. Sang pemilik ruangan yang duduk di kursi kebesarannya mendongak dan melihat Hoseok masuk bersama Chanmi.

“Berani sekali kau membawanya kemari HUH?” Bentak tuan Jung.

“Berani sekali abeoji membuat yeoja kusayangi menangis HUH?” Bentak Hoseok seakan lupa jika lelaki di hadapannya adalah ayahnya.

“Bukankah sudah kukatakan hidupmu tidak akan mudah jika kau memilih yeoja itu. Kembalilah menjadi Jung Hoseok dan lepaskan yeoja itu. Maka aku akan mengembalikan pekerjaannya.” Tawar tuan Jung.

“Aku tidak akan pernah kembali pada abeoji.”

“Pikirkan lagi Hoseok. Jika kau keluar dari keluarga Jung, kau akan menderita. Kau tidak akan bisa memilili harta yang melimpah seperti di sini. Dan kau juga akan dicoret dalam daftar keluarga Jung. Kau sudah melihat sendiri bagaimana hebatnya kekuasaan abeoji. Bahkan kau tidak bisa mendapatkan pekerjaan tanpa perintah abeoji.”

Tangan Hoseok mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Sedangkan Chanmi terkejut karena baru mengetahui jika lamaran pekerjaan yang Hoseok masukkan di perusahaan-perusahaan ditolak karena ayahnya.

“Aku tidak …”

Chanmi menyentuh tangan Hoseok menghentikan ucapan lelaki itu. Gadis itu lalu membungkuk pada tuan Jung.

“Maaf atas kebodohan Hoseok tuan Jung. Dia akan kembali ke rumah ini dan dia juga akan meninggalkanku. Kupastikan kami tidak akan bertemu lagi.”

Hoseok terkejut mendengar kekasihnya menyerah begitu saja. Sedangkan tuan Jung tertawa senang dengan ucapan Chanmi.

“Baguslah kalau begitu pergilah dan aku akan menelpon kepala rumah sakit untuk mengembalikan pekerjaanmu.”

Chanmi berbalik tanpa melihat ke arah Hoseok. Gadis itu takut berubah pikiran jika melihat kekasihnya.

“Berhenti.” Hoseok memerimtahkan chanmi untuk berhenti.

Sayang sekali Chanmi sudah bertekad untuk tidak menoleh. Bahkan gadis itu harus menahan tangisnya karena harus berpisah dengan lelaki itu.

“Aku bilang berhenti Park Chanmi.”

Chanmi seakan seperti robot yang dihentikan saat mendengar Hoseok menyebut namanya. Air matanya mengalir deras di pipi gadis itu.

“Aku tidak akan meninggalkan Chanmi, abeoji. Aku akan menikahinya. Tidak peduli apa yang akan abeoji lakukan pada kami, aku tetap tidak akan meninggalkan gadis yang kusukai.”

Hoseok berbalik dan menarik Chanmi keluar dari ruangan.

“Apa kau gila Oppa? Kau bisa kehilangan segalanya.” Chanmi menepis tangan Hoseok.

“Siapa yang bilang aku kehilangan segalanya? Kau adalah segalanya bagiku. Jika kau meninggakkanku maka saat itulah aku kehilangan segalanya.”

Hoseok meraih tangan Chanmi dan menutupnya dengan tangannya yang satu lagi.

“Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan abeoji untuk membuat kita menderita. Tapi satu hal yang aku tahu, jika kau tetap berdiri di sampingku dan menggenggam tanganku seperti ini maka tidak ada hal lain lagi yang lebih membahagiakan jika kita selalu bersama.”

Lagi-lagi Chanmi kembali menangis. Namun kali ini bukan kesedihan yang terpancar di matanya melainkan keharuan mendalam mendengar kata-kata puitis itu.

“Maafkan aku Oppa. Aku benar-benar bodoh ingin menyerah dan meninggalkanmu.”
Chanmi memeluk kekasihnya. Hoseok tersenyum dan mengelus rambut Chanmi yang tergerai.

“Eomma.”

Panggil Hoseok tatkala netranya menangkap sosok ibunya yang berjalan menghampiri mereka. Mendengar siapa yang dipanggil Hoseok, Chanmi melepaskan pelukannya dan membungkuk pqda nyonya Jung untuk memberi salam. Tatapan Nyonya Jung langsung tertuju pada Chanmi.

“Jadi kau yang bernama Park Chanmi?” Tanya wanita itu.

“Benar ahjuma. Saya adalah Park Chanmi.”

“Jangan memanggilku ahjuma. Panggil saja eommonim. Sebagai seorang eomma, pasti akan mendukung apapun yang membuat putranya bahagia. Karena kau adalah sumber kebahagiaan Hoseok, eommonim mohon jangan pernah meninggalkannya Chanmi.” Pinta nyonya Jung.

“Baru saja aku melakukan sebuah kebodohan eommonim, tapi aku berjanji tidak akan melakulannya lagi.” Jawaban Chanmi mampu membuat nyonya Jung tersenyum.

“Tolong jaga Hoseok. Suatu saat, abeoji pasti akan mengerti dan merestui hubungan kalian.”

Nyonya Jung memberikan pelukan pada putranya dan juga Chanmi. Hoseok mengelurkan tangan dan langsung digenggam oleh Chanmi. Merekah berdua melangkah keluarbdari kediaman Jung untuk memulai hidup baru. Hidup yang hanya dimiliki oleh sepasang kekasih itu.

If you and I are together, we can smile
~~~THE END~~~
J-Hope

One thought on “(SONGFIC) A supplementary Story: You Never Walk Alone

  1. Hi there!

    Eleuh-eleuh, cerita romansa orang kaya kenapa begini sih? ;_; aku kirain bakalan sad ending beneran loh. Hehehehe. Tapi aw akhirnya mereka bersamaaa~ not too sweet, but it’s fluff enough to make me smile while reading. Hehehe.

    See ya~^^

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s